Tata Graha (HouseKeeping)

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari



 

Daftar isi

Tata Graha ( Housekeeping)

 Kembalikan barang ke gudang. Periksa apakah
barang tersebut masih dalam keadaan baik dan
simpan di tempat semestinya.
 Catat pengembalian barang dalam log book
 Jika tamu telah keluar atau check out ambil barang
dari kamar tamu.
""

Fungsi Tata Graha


Departemen Tata Graha (housekeeping) terdiri dari seksi-seksi. Pada setiap seksi mengemban tugas dan fungsi masing-masing. Dalam melaksanakan tugasnya, seksi yang ada harus saling menjalinkerja sama yang baik. Dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang sehat maka akan dapat tercipta suasana kerja yang dinamis dan kondusif.
Secara umum Departemen Tata Graha (housekeeping) memiliki fungsi untuk menjaga kebersihan, kerapihan dan kelengkapan kamarkamar tamu, restoran, bar dan tempat-tempat umum dalam hotel termasuk tempat-tempat untuk karyawan kecuali dapur (kitchen). Departemen (Tata Graha) housekeeping disamping memiliki fungsi di atas juga memiliki fungsi untuk menjaga usia alat dan perlengkapan yang dimiliki oleh hotel secara maksimal.
Housekeeping Department Organization Chart

Kebersihan Area Umum (Public Area)

1.Memilih dan Menata Peralatan

a.Persiapan Diri

Sebelum melakukan pekerjaan di dalam industri hospitality seorang houseman dituntut untuk selalu berpenampilan baik, bersih dan rapi. Hal ini penting karena sangat mempengaruhi kesan yang ditangkap oleh para tamu hotel. Penampilan dan pelayanan yang baik akan membuat tamu senang dan kerasan tinggal di hotel kita, hal ini dapat dijadikan sebagai alat promosi oleh hotel untuk menarik tamu-tamunya untuk datang kembali.
Mengingat peran staff housekeeping seperti tersebut diatas adalah sangat penting, maka mereka dituntut untuk memiliki sifat sebagai berikut :
a. Memiliki kebiasaan rapi dan bersih dalam penampilan di tempat tugas dengan kriteria sebagai berikut :
1) Pakaian seragam bersih dan rapi
2) Rambut disisir rapi. Bagi pria berambut pendek. Bagi wanita yang berambut panjang menggunakan ikat rambut berwarna hitam.
3) Kuku dipotong rapi dan selalu bersih
4) Telinga tidak bertindik bagi pria dan wanita bertindik tidak lebih dari satu.
5) Aroma parfum yang dipilih lembut, tidak beraroma tajam
6) Perhiasan yang dikenakan tidak berlebih
7) Sepatu berwarna hitam dan bersih. Kaos kaki bersih dan tidak beraroma tidak sedap

b. Perawatan Diri

1) Mandi teratur setiap hari dua kali
2) Mencuci dan memelihara rambut secara teratur
3) Memelihara kesehatan tubuh tetap bugar
4) Tidak berbau badan
5) Membersihkan gigi dan tidak berbau mulut
6) Memotong dan membersihkan kuku secara teratur
c. Percaya diri
d. Dapat memecahkan masalah
e. Diplomasi
f. Ketenangan
g. Kemampuan dalam mengingat nama dan wajah tamu
h. Menerapkan tata cara dan etika dengan tepat
i. Kesegaran jasmani
j. Disiplin dalam pelaksanaan kerja

2. Jenis-Jenis Peralatan Pembersih

Perlunya memperhatikan efektifitas dan efisiensi tenaga dan biaya dalam bekerja, semua itu tidak terlepas dari peralatan yang dipergunakan. Peralatan manual maupun mesin harganya cukup mahal, sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan peduli dalam menggunakannya serta merawatnya. Sebelum melakukan pembersihan area umum seorang public area attendant atau yang sering disebut houseman terlebih dahulu harus menguasai jenis-jenis peralatan pembersih. Ini dimaksudkan agar didalam melakukan pekerjaannya nanti tidak akan mendapat kesulitan. Di bawah ini ada beberapa jenis peralatan pembersih yang dipergunakan sebagai pendukung utama pada housekeeping departement pada saat melakukan perawatan dan pembersihan area hotel yang menjadi tanggung jawabnya, antara lain :

3. Penggunaan Peralatan Pembersih

Sebelum dibahas mengenai pedoman dalam penggunaan peralatan, maka perlu diketahui terlebih dahulu penggolongan/klasifikasi dari cleaning equipment tersebut yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, yaitu :

a. Kelompok Broom and Brush

Adalah alat pembersih yang digunakan untuk membersihkan kotoran lepas ataupun melekat dari berbagai permukaan, antara lain lantai, tembok, upholstery dan lain-lain.
Contoh :
Kelompok broom :
1) floor broom
2) hand broom
3) ceiling broom
4) coconut broom
Kelompok Brush
1) Floor brush
2) hand brush
3) toilet bowl brush
4) steel brush
5) scrubbing brush

b. Kelompok Container

Peralatan yang dipergunakan untuk membawa atau menampung alat-alat lain dan bahan pembersih serta dapat juga dipergunakan untuk membawa air, mencuci dan lain-lain.
Contoh :
1) room attendant trolley cart
2) linen trolley
3) public area trolley cart
4) pail
5) bucket
6) garbage can
7) dust pan
8) water scope dan lain-lain.

c. Kelompok Linen

Peralatan pembersih yang terbuat dari kain atau lena, yang digunakan untuk operasional sehari-hari oleh petugas housekeeping.
Contoh :
1) cleaning cloth (dusting cloth, glass cloth, floor cloth)
2) mop hair
3) floor duster
4) wall duster

d. Kelompok Mechanical (Machinal)

Peralatan pembersih yang digerakkan dengan mekanik, dengan menggunakan sumber tenaga listrik.
Contoh :
1) Vacuum cleaner
2) Floor maintenance machine (Scrubing, brushing, buffing & polishing)
3) Samphooing Machine
4) Upholstery Machine
5) High Pressure Machine
6) Airflow Machine/blower

e. Kelompok Protective and Supporting

Peralatan pembersih yang dipergunakan sebagai pengaman dan penunjang kegiatan pembersihan, sehingga memungkinkan suatu pekerjaan pembersihan terlaksana dengan baik dan aman.
Contoh : Kelompok Protective :
1) Hand gloves
2) Safety goggles
3) Masker
4) Safety belt
5) Booth
6) Net
7) Coat
Kelompok Supporting :
1) Step ladder
2) Extention ladder
3) Scaffolding
4) Combination plug
5) Extention cable
6) Jenny lift
7) Gondola
8) Telescopic stic

f. Kelompok Other/lain-lain

Adalah peralatan pembersih yang tidak termasuk dalam pengelompokkan peralatan sebelumnya.
Contoh :
1) Window squeezer/window wiper
2) Floor squeezer
3) Gun sprayer
4) Puty knife
5) Mop wringer
6) Mop
7) Sponge
8) Scotch brite
9) Stell wool
10) Camois
11) Wet coution, dan lain-lain
Agar kita mendapatkan hasil yang maksimal dalam bekerja dan memperoleh alat sesuasi dengan yang diinginkan, kita perlu pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam mengadakan cleaning equipment:
a. Peralatan harus kuat dan tahan lama
b. Peralatan harus mudah dipergunakan
c. Peralatan harus aman
d. Bentuk sederhana, sehingga mudah dibersihkan
e. Kontruksi sederhana, sehingga mudah dalam perawatan dan perbaikan
f. Suku cadang tersedia di pasaran
g. Suara tidak bising
h. Murah harganya

4. Pedoman Perawatan Peralatan

Perawatan adalah mencegah terjadinya kerusakan dan memperpanjang umur dan fungsi alat agar dapat digunakan lebih lama sehingga mengurangi cost atau biaya yang harus dikeluarkan oleh management hotel. Dengan memperhatikan pemeliharaan dan perawatan yang teliti pada perlengkapan mesin maupun peralatan manual akan memudahkan semua pekerjaan serta dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan dan itu merupakan tanggung jawab setiap petugas/orang yang menggunakannya dibawah pengawasan Housekeeping Department.
Pedoman perawan perlatan secara umum adalah sebagai berikut:
a. Semua peraltan harus dalam keadaan bersih dan kering
b. Periksa setiap akan menggunakan maupun setelah menggunakan peralatan
c. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
d. Sebelum dan sesudah digunakan semua peralatan harus bebas dari debu dan bersih.
e. Kosongkan, keringkan dan kembalikan kantong sampah pada alat yang akan disimpan
f. Gulung kabel dengan baik, pada saat selesai menggunakan alat, jangan sampai ada kabel yang terkelupas (terbuka)
g. Pada saat selesai menggunakan mesin, bantalan (pad) mesin pengkilap lantai harus dilepas dari mesin, cuci dan bilas sampai bersih, dan keringkan lalu simpan pada gudang yang tersedia.
h. Semua selang, pipa maupun assesories pada vacuum cleaner harus dilepas dari mesin, dan disimpan dalam keadaan bersih dan kering.
i. Periksa isi kantong debu pada dry vacuum cleaner, jika sudah penuh segera buang dan bersihkan secara rutin.
j. Jangan pernah meninggalkan peralatan dan mesin bila tidak digunakan, semua alat dan mesin harus dalam keadaan mati dan simpan ditempatnya.
k. Jangan menyimpan alat menyandar pada dinding, atau pintu.
l. Laporkan pada supervisor jika ada kerusakan, biarpun kerusakan itu kecil. Hal ini untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.<;/div>
m. Semua jenis barang yang ada di gudang harus kembali dalam keadaan bersih dan kering, dan jangan lupa menyimpan alat pada tempat semula.

5. Perbaikan

a. Setiap jenis alat yang rusak memerlukan perbaikan, bagian housekeeping akan segera menindaklanjuti setelah mendapat laporan kerusakan. Apabila alat untuk sementara tidak dapat digunakan dan perlu mendapatkan pemeliharaan, maka harus dicari penyebab kerusakannya.
b. Sebagai contoh mesin penghisap debu dipakai untuk mengisap air? Ini adalah satu contoh kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan manusia /salah dalam
penggunaan mesin (human error).
c. Identifikasilah kemungkinan kerusakan disebabkan oleh apa? dan perbaiki dengan cara yang mudah mengatasinya.
d. Agar dikemudian hari tidak terjadi seperti kasus ini, maka setiap pegawai harus mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan.
e. Jika kerusakan disebabkan oleh pengguna mesin tidak dapat diatasi atau diperbaiki sendiri, maka sebaiknya dilaporkan saja ke housekeeping, lalu housekeeping akan menindaklanjutinya.
<;h3> 6. Keamanan
a. Harus selalu diingat untuk selalu mengikuti petunjuk enggunaan alat yang dimiliki, spesifikasi berbeda, maka petunjuk penggunaannya juga akan berbeda, dan gunakanlah sesuai dengan desain yang dibuat oleh pabrik.
b. Ketika bekerja di area umum pastikan kabel di posisi yang aman bagi staf lain dan tamu agar tidak terjadi kecelakaan
c. Jangan pernah menggunakan alat yang kulit kabelnya terkelupas.
d. Jangan meletakkan peralatan di area umum, jika anda istirahat, letakkan alat pada area yang tersembunyi.
e. Jangan mencabut kabel dalam keadaan tangan basah
f. Hati-hati jika bekerja di dalam area yang basah
g. Pada saat anda bekerja di daerah umum, buatlah tanda peringatan (wet coution), agar tidak mencelakakan orang lain maupun diri anda sendiri.
h. Matikan mesin jika terjadi kepulan asap atau percikan api pada alat tersebut.
i. Penggunaan bahan pembersih dan penempatanya harus benar dan tepat, untuk menghindari kecelakaan atau kerusakan mesin.

Mengingat pekerjaan housekeeping adalah pekerjaan yang penuh resiko maka bagi staf disini harus menggunakan pakaian pelindung untuk menghindari kecelakaan dan dampak yang diakibatkan oleh bahan kimia yang dipakai untuk membersihkannya.
Pakaian pelindung yang digunakan pada umumnya adalah:
a. Sepatu tertutup
b. Helm.
c. Jas.
d. Masker.
e. Kaca mata debu.
f. Sarung tangan karet
g. Sabuk pengaman
h. Jaring pengaman

Membersihkan Tempat Kering dan Basah

Sebelum melakukan pembersihan pada area kering dan basah terlebih dahulu perlu diketahui, mengapa dan bagaimana area harus bersih?
Sesuatu yang bersih akan memberikan rasa yang nyaman terhadap tamu, dan apabila area hotel tidak bersih akan menimbulkan kesan buruk terhadap tamu mengenai hotel/perusahaan terkait, dan tidak hanya itu saja lebih jauh lagi akan mempengaruhi kesehatan seseorang dalam jangka waktu tertentu, karena mengabaikan sanitasi dan hygiene serta keselamatan kerja.
Untuk mengantisipasi kebersihan area kering dan basah serta menjaga sanitasi dan hygiene kita perlu mengetahui sumber-sumber pengotor dan sumber-sumber lain yang menyebabkan gangguan kesehatan. Di bawah ini adalah salah satu contoh sumber-sumber pengotor pada area kerja yang menjadi tanggung jawab housekeeping department.

1. Melaksanakan Prosedur Pembersihan

Melaksanakan prosedur pembersihan di area umum hotel perlu memperhatikan hal-hal penting dan teknik pembersihan yang tepat untuk menghindari kesalahan pemakaian alat dan bahan sehingga hasil yang diperoleh akan maksimal. Hal-hal penting tersebut adalah:
a. Identifikasi dan tentukan daerah yang perlu dibersihkan dan dikerjakan.
b. Informasikan pada bagian yang bertanggung jawab bila pembersihan diharapkan untuk segera dikerjakan.
c. Kumpulkan dan periksa bahan-bahan pembersih, peralatan dan perlengkapan.
d. Siapkan alat dan bahan pembersih sesuai dengan keadaan obyek yang akan dibersihkan
e. Melakukan pembersihan mulai dari bagaian atas atau bagian paling tinggi menuju bagian bawah atau terendah, juga bagian dari yang paling jauh menuju menuju ke arah pintu.
f. Lakukan pekerjaan dengan prinsip searah jarum jam atau berlawanan jarum jam jika obyek pembersihan di ruangan.
g. Prinsip pembersihan adalah mengangkat kotoran, bukan mengangkat lapisan permukaan obyek yang dibersihkan atau meratakan kotoran.
h. Bekerjalah dengan menggunakan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja.
i. Mempergunakan bahan pembersih yang lunak sebelum menggunakan bahan pembersih yang keras/kuat (sesuaikan dengan tingkat pengotorannya)
j. Pasang Rambu-rambu/Wet Coution jika sedang membersihkan daerah umum untuk menjamin agar tamu tidak terkena resiko bahaya seperti terpeleset akibat lantai basah atau kejatuhan air karena overhead cleaning (bagian di atas kepala).
k. Siapkan semua rambu-rambu yang penting sehingga tidak membahayakan tamu dan staf
l. Selalu memeriksa area/lokasi yang dibersihkan apakah sudah benar-benar bersih, sebelum meninggalkan area.
m. Mengembalikan peralatan dan bahan pembersih pada ruang/gudang yang tersedia.

2. Pemilihan dan penggunaan bahan pembersih

Cleaning Suplies adalah bahan kimia yang bermanfaat untuk membantu proses pembersihan. Seperti yang sudah dicontohkan di atas, dilihat dari bentuknya cleaning supplies dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:</div>
a. Zat cair
b. Zat padat
c. Powder (bubuk)
d. Pasta
Jika kita bicara tentang cleaning supplies atau sering kita sebut dengan cleaner, kita akan mengenal banyak sekali jenis zat ini. Beberapa jenis, terutama yang bersifat multi purpose, dipakai orang untuk membersihkan permukaan benda-benda seperti lantai, dinding, kaca dan lain-lain. Sedangkan cleaner yang bersifat solvent maupun water based pada umumnya dipakai di dunia industri seperti hotel maupun gedung-gedung yang besar. Namun demikian untuk menentukan cleaner yang baik banyak faktor yang perlu diperhatikan, sebab cleaner yang baik harus memenuhi persyaratan tertentu.
Cleaner yang baik pada umumnya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Biodegradable
yaitu dapat diuraikan oleh micro organisme, sehingga tidak membahayakan lingkungan atau tidak mencemari lingkungan.
b. Solubility
yaitu dapat larut dalam air dan mudah dihilangkan dari permukaan benda yang dibersihkan.
c. Wetting
yaitu sifat pembasahan yang kuat, untuk mendapatkan sifat ini diperlukan adanya zat aktif permukaan (surfactants) untuk menurunkan tegangan permukaan air, sehingga pembasahan pada permukaan benda yang dibersihkan dapat berlangsung dengan cepat.
d. Emulsification
yaitu sifat cleaner yang bekerja memecah kotoran menjadi partikelpartikel kecil.
e. Soil Suspension
yaitu kotoran yang sudah diimulsikan harus dibuat tersuspensi dalam larutan untuk mencegah melekatnya kembali pada permukaan benda yang telah dibersihkan, zat yang dapat memberikan sifat ini disebut Emulsifier.
f. Rinsability
yaitu sisa-sisa zat pembersih dan kotoran harus mudah dihilangkan dari permukaan benda yang sudah dibersihkan.
g. Desinfectant
yaitu kemampuan yang dapat membunuh bakteri pembawa penyakit. h. PH cleaner harus memiliki sifat keasaman dan ke basaan tertentu (cleaner bisa bersifat asam, basa atau netral), tetapi sebagian besar dari kotoran bersifat asam, sehingga diperlukan cleaner yang bersifat basa.
Sifat cleaning suplies asam (acidity) = PH<7
Sifat cleaning suplies basa (alkalinity) = PH>7
i. Tidak ada sifat “power fade out” untuk memiliki sifat ini diperlukan zat yang disebut chelating agent.

3. Manfaat Cleaning Supplies

a. Mempermudah dan mempercepat proses pembersihan
b. Memperpanjang usia pakai suatu barang, jika cleaning supplies yang digunakan tepat.
c. Memperindah obyek yang dibersihkan
d. Disamping membersihkan beberapa cleaning Supplies juga melindungi obyek yang dibersihkan.
e. Memberikan aroma yang segar tehadap ruangan atau barang yang diberihkan

4. Beberapa pertimbangan yang perlu diambil di dalam memilih

Cleaning Supplies

Agar pengeluaran perusahaan dapat dicegah atau ditekan seminim mungkin dan cleaning Supplies yang dibeli dapat berdaya guna seperti yang diinginkan, maka didalam memilih cleaning Supplies harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Memiliki daya bersih dan daya lindung yang baik
b. Tidak merusak obyek yang dibersihkan
c. Tidak berbahaya bagi pemakai
d. Ramah lingkungan
e. Selalu tersedia di pasaran
f. Kalau memungkinkan murah harganya

5. Klasifikasi Cleaning Supplies dilihat dari cara kerjanya

a. Solvent

Cleaning Supplies yang cara kerjanya melarutkan kotoran yang Zat pembresih ini berupa zat cair yang dapat menghilangkan kotoran dengan cara melarutkannya.
Contoh Solvent:
Air : Air adalah salah satu jenis cleaning Supplies yang paling sederhana, tanpa bantuan cleaning Supplies yang lain, air bukan bahan pembersih yang efisien.
Kotoran yang dapat larut dalam air adalah debu, gula, garam, tanah dll.
Amoniak : Zat pembersih ini tidak berwarna, mempunyai bau yang khas dan keras, zat pembersih ini berupa zat cair dan kristal. Pemakaian dari bahan pembersih ini harus dicampur dengan air. Jenis kotoran yang dapat dibersihkan dengan zat pembersih ini seperti kotoran lemak yang menempel pada kaca.
Turpentine : Jenis zat pembersih ini mempunyai bau yang khas dan mudah terbakar. Jenis kotoran yang dapat larut pada turpentine seperti noda cat, lemak, plastik dll.
Spiritus : Zat ini seperti halnya turpentine, juga memiliki sifat yang mudah terbakar dan memiliki bau yang khas.

b. Detergent Yaitu cleaning Supplies yang cara kerjanya melepas kotoran yang dibersihkan.

Bahan pembersih ini biasanya berupa zat cair, powder, pasta dan padat (batangan). Apabila dicampur dengan air zat ini dapat melepas dan mengangkat kotoran dari benda/barang yang dibersihkan.
Detergent dibuat dari bahan-bahan kimia, seperti :
1. Soda ash
2. Sulpuric acid
3. Hidrocarbon dan lain-lain
Contoh :
 Forward (cair – Johnson & son)
 GP Clean (cair – Protekindo)
 Rinso, so klin, attack dll (powder)
 Superbusa (padat/batangan)
 Sabun Colek (pasta)

c. Chemical Reaction

Zat pembersih ini adalah suatu zat yang dapat menghilangkan kotoran dengan cara merubah sifat dari kotoran tersebut. Yaitu dapat dibersihkan karena adanya reaksi kimia. Chemical reaction biasanya berbentuk cair atau cristal.
Contoh:
 Go getter (cair - Johnson & son)
 Pilax (cair – henkel)
 Bowl cide (protekindo)
 Caustic soda Vinegar
 HCL (hidrocloroid acid)
==== d. Polish/Primer </h4>
Dilihat cara kerjanya polish/primer dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu:
1. Membersihkan dan menghilangkan kotoran
2. Membersihkan dan melapisi
3. Melapisi dan melindungi
Dilihat dari larutan dasarnya polish/primer dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu:
1. Solvent / Spirit based polish : polih yang zat pelarutnya adalah solvent
2. Water based polish : polish yang azat pelarutnya adalah air.
Contoh:
 New complette (cair - Johnson & son)
 Fortify (cair – Johnson & son)
 Traffic Grade (cair – Johnson & son)
 Kiwi
 Ocedar
 Braso
 Shine Up

6. Menggunakan Bahan Kimia yang aman

a. Membaca label pembungkus dan mengikuti petunjuknya.
b. Pastikan bahwa pembungkus itu tidak bocor atau rusak.
c. Pastikan bahwa label pada pembungkus benar.
d. Pastikan bahwa botol yang dipakai adalah benar
e. Petugas harus memakai alat pelindung seperti masker, sarung&nbsp;tangan, kaca mata debu bila perlu.
f. Jangan mencampur bahan kimia.
g. Ammoniak tidak boleh dicampur dengan chlorine.
h. Multi purpose cleaner umumnya kental dan dapat di campur dengan air sesuai kebutuhan pembersihan yang berbeda-beda.
i. Abrasives dapat digunakan dengan aman pada stainless steel, ubin keramik, dan beberapa peralatan berbahan kaca dari Cina.
j. Jangan gunakan pelapis bahan kimia pada permukaan keramik.

7. Menggunakan Pakaian Pelindung

Menggunakan alat pelindung ini diwajibkan bagi semua staff, dimana tujuan utama adalah untuk melindungi diri. 
Perlengkapan pelindung meliputi:
a. Soe/Sepatu dengan ujung tertutup
Petugas harus memakai alat ini untuk menghindari kecelakaan seperti lantai yang basah, jalan yang licin, cairan panas yang tertumpah, kejatuhan benda-benda yang keras, dan sebagainya.
b. Helmet/Helm pelindung kepala
Digunakan untuk melindungi kepala agar tidak kejatuhan benda dari atas, helm digunakan ketika petugas membersihkan balcon, langitlangit dan dinding.
c. Coat/Jas pelindung
Diharapkan dapat melindungi kulit dari tumpahan dan untuk para pekerja yang sedang bekerja pada situasi udara dingin seperti pada ruangan yang dingin.
d. Masker
Dipakai untuk melindungi diri dari uap yang berasal dari bahan kimia, debu dan asap.
e. Gogless/Kacamata debu
Untuk melindungi mata dari asap debu dan bahan kimia, ketika membersihkan daerah yang sulit dijangkau seperti langit-langit, lubang-lubang angin, kacamata ini juga untuk mencegah jatuhnya debu atau partikel-partikel pada mata.
f. Hand Glove/Sarung tangan karet
Dapat dipakai pada saat menuangkan bahan kimia dengan maksud untuk membersihkan atau ketika mencampur bahan kimia untuk membersihkan kolam renang atau penanganan material yang tidak mudah bersih.

8. Membersihkan Area Umum

Untuk memudahkan cara pembersihan dan menjaga agar suatu area tetap terjaga kebersihannya maka perlu adanya penjadwalan di dalam pembersihannya, Jadwal pembersihan untuk area umum dapat dibuat daftar seperti:
a. Harian
b. Mingguan
c. Bulanan
d. Tahunan.
Departement Housekeeping bertanggung jawab atas kebersihan seluruh area umum termasuk perlengkapan yang ada. Pada umumnya bagian-bagian/area umum di dalam hotel dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
a. Internal (bagian dalam)
 Area ruang masuk:
- kantor depan
- pintu masuk
- ruang masuk.
 Lounge/daerah untuk duduk-duduk
 Koridor/jalan diantara kamar-kamar
 Lift
 Tangga
 Kantor pimpinan
 Area karyawan
 Ruang pertemuan:
- ruang untuk pesta
- ruang rapat.
 Kantor untuk aktivitas bisnis
b. Eksternal (bagian luar)
 Kolam renang:
- pusat kebugaran
- ruang ganti
- area bermain anak-anak
c. Serambi atas
d. Daerah tambahan:
 Ruang istirahat
 Tempat jualan
Prosedur Pembersihan Area Umum

9. Area Lobby

a. Jalan masuk/Korridor

Jalan masuk atau koridor juga perlu dibersihkan secara teratur agar kebersihan area ini selalu terjaga, karena area ini merupakan area yang selalu ramai dilewati oleh tamu, maka secara otomatis akan menciptakan image hotel itu sendiri.
Peralatan yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Sapu (broom)
 Pengki (dust pan)
 Alat pel (mop)
 Ember (bucket)
 Cleaning Cloth
 Sponge
Bahan pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Multi purpose cleaner (MPC/GPC)
 Pembersih lantai (Floor cleaner)
 Pembersih kaca (Glass cleaner)
 Pengkilap Kayu (Polisher)
 Pembersih metal (Metalic Cleaner)
Cara pembersihan
 Menggosok kerak-kerak air dari lantai menggunakan peralatan kering, lap atau busa
 Lantai disapu, termasuk keset
 Mengepel lantai
 Membersihkan kaca-kaca pintu luar dalam, dikerjakan dari atas ke bawah
 Membersihkan bagian pintu yang bukan kaca, perhatikan dengan teliti bekas sidik jari yang menempel dan sekitar pegangan / kunci pintu
 Poles pegangan dan kunci pintu dengan metal cleaner
 Bersihkan jejak-jejak dari orang dan binatang
 Yakinkan bahwa semua keset terhampar lurus dan datar.
 Pemeriksaan akhir (final check), buka setiap pintu yakinkan keseluruhan bersih dan aman.

b. Kantor Depan (Front Office)

Kantor Depan/Front Office adalah bagian yang sangat penting, karena front Office adalah wajah dari hotel itu sendiri, dan dapat dikatakan sebagai jantungnya hotel, untuk itu kebersihan disini sangat diwajibkan untuk dijaga.
Peralatan pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Lap pembersih (cleaning cloth)
 Sponge
 Alat pembersih debu (dust cloth)
 Alat penyedot debu (Vacuum Cleaner)
 Sapu (broom)
 Pengki (dust pan)
 Tempat sampah (Garbage can).
Bahan pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Multi purpose cleaner (MPC/GPC)
 Pembersih lantai (Floor cleaner)
 Pembersih kaca (Glass cleaner)
 Pengkilap Kayu (Polisher)
 Pembersih metal (Metalic Cleaner)
Cara pembersihannya adalah:
 Bersihkan asbak yang kotor dan letakkan kembali pada tempat semula, lengkapi korek api
 Kosongkan sampah, dan letakkan kembali pada tempatnya
 Bersihkan perlengkapan dan dekorasi pada dinding dari debu
 Meja depan dibersihkan dari debu dan mengkilatkan permukaan meja. Kerjakan dari atas ke bawah perhatikan dengan teliti bekas sidik jari, noda dan dari bekas tanda lecet
 Bersihkan flek-flek pada dinding, periksa noda-noda sekitar saklar dan stop kontak.
 Bersihkan debu-debu dengan vacuum cleaner bagian dalam meja, lindungi semua bagian yang kena matahari, terutama karpet yang dapat dijangkau termasuk dibawah meja dan kursi gunakan sapu untuk menjangkau bagian-bagian yang susah dan pinggir.

c. Lobby

Lobby adalah menerupakan bagian dari Kantor Depan/Front Office yang mana bagian ini adalah bagian yang sangat penting, karena front office adalah wajah dari hotel itu sendiri, dan dapat dikatakan sebagai jantungnya hotel, untuk itu kebersihan disini sangat diwajibkan untuk dijaga.
Alat pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Peralatan pembersih kaca (glass wipper)
 Sapu (broom)
 Pengki (dust pan)
 Pel (mop)
 Ember (bucket)
 Pembersih serba guna (multi purpuse cleaner)
 Pembersih lantai (floor cleaner)
 Kain pembersih (cleaning cloth)
 Spon (sponge)
 Alat pembersih debu (dust cloth)
 Penyedot debu (vacuum cleaner)
 Tempat sampah (garbage bin)
Bahan pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Multi purpose cleaner (MPC/GPC)
 Pembersih lantai (Floor cleaner)
 Pembersih kaca (Glass cleaner)
 Pengkilap Kayu (Polisher)
 Pembersih metal (Metalic Cleaner)
Proses Pembersihan:
 Bersihkan asbak yang kotor dan letakkan kembali ke tempatnya
 Ambil kertas-kertas dan sampah dan laporkan jika ada barang-barang tamu yang tertinggal ke penyelia anda
 Kosongkan tempat sampah, dan letakkan kembali ke tempatnya
 Bersihkan kaca dan jendela, termasuk kaca diatas meja
 Bersihkan debu pada perlengkapan dan pesawat telepon
 Bersihkan tempat minum dan keringkan sekitar tempat minum dan bersihkan juga tombol-tombolnya
 Bersihkan flek-flek di dinding dan perabot yang di dinding
 Bersihkan debu pada bagian atas dan sisi-sisi pigura lukisan
 Bersihkan debu-debu pada pegangan tangga
 Bersihkan lantai kayu dan lantai ubin/marmer dll
 Bersihkan debu pada lantai karpet dengan vacuum cleaner
 Rapihkan perlengkapan mebel termasuk bantal sofa dan kursi.

d. Lift

Lift perlu mendapat perhatian khusus karena lift merupakan area yang paling sering digunakan oleh tamu untuk naik dan turun lantai.
Peralatan pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Kain pembersih (cleaning cloth)
 Spon (sponge)
 Pembersih serba guna (multi purpose cleaner)
 Alat pembersih kaca (glass wiper)
 Telescopic stic
 Bola lampu
 Vacuum Cleaner
Bahan pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Multi purpose cleaner (MPC/GPC)
 Pembersih lantai (Floor cleaner)
 Pembersih kaca (Glass cleaner)
 Pengkilap Kayu (Polisher)
 Pembersih metal (Metalic Cleaner)
Proses Pembersihan
 Keringkan bagian luar dari pintu lift, bersihkan flek dan sidik jari pada tombol luar dan sekitar dinding lift
 Kosongkan dan bersihkan asbak-asbak dan tempat sampah dekat pintu lift
 Periksa ruang lift, kunci atau tekan tombol pengatur, kemudian lift diposisikan terbuka
 Bersihkan debu pada lampu langit-langit lift, ganti bila lampu terbakar atau putus
 Keringkan bagian yang sering terkena bercak air, pada setiap permukan dinding atau kaca cermin. Mulai dari sudut kanan atas dan dilakukan melintang dan kebawah
 Bersihkan dan gosok rel lift
 Bersihkan pada bagian tombol-tombol pengendali lift sehingga bebas dari noda-noda dan sidik jari tangan
 Gunakan penyedot debu untuk membersihkan debu dan jejak kaki pada karpet
 Tutup pintu lift dan bersihkan pintu bagian dalam.

e. Ruang Pertemuan/Meeting Room/Ballroom

Di beberapa hotel, karyawan Housekeeping akan bertanggung jawab atas pembersihan kursi-kursi, meja-meja, mebel, dinding, dan lantai, setelah penyajian pelayanan makanan selesai peralatan bekas pakai dipindahkan.
Alat pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Kain pembersih (cleaning cloth)
 Spon (sponge)
 Pembersih serba guna (multi purpose cleaner)
 Alat pembersih kaca (glass wiper)
 Telescopic stic
 Bola lampu
 Vacuum Cleaner
 Shampooing CarpetMachine
 Blower
Contoh Ballroom
Bahan pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Multi purpose cleaner (MPC/GPC)
 Pembersih lantai (Floor cleaner)
 Pembersih kaca (Glass cleaner)
 Pengkilap Kayu (Polisher)
 Pembersih metal (Metalic Cleaner)
 Carpet Shampoo
Proses Pembersihan
 Kosongkan dan bersihkan asbak-asbak dan tempat sampah dekat pintu lift
 Pindahkan kursi-kursi dan meja pada saat dibersihkan
 Bersihkan debu pada lampu langit-langit lift, ganti bila lampu terbakar atau putus
 Bersihkan dan gosok dengan sponge pada bagian yang sering terkena bercak air dan flek-flek karena bekas tangan pada setiap permukan dinding.
 Bersihkan pada bagian tombol-tombol lampu sehingga bebas dari noda-noda dan sidik jari tangan
 Gunakan penyedot debu untuk membersihkan debu dan jejak kaki pada karpet
 Cucilah Carpet pada waktu-waktu tertentu agar carpet tetap bersih dan segar.
 Kontrol kebersihan setiap hari

f. Area karyawan

Area karyawan adalah area yang dipergunakan khusus oleh
karyawan untuk melakukan kegiatan / pekerjaan sehari-hari.
Alat pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini
adalah:
 Kain pembersih (cleaning cloth)
 Spon (sponge)
 Pembersih serba guna (multi purpose cleaner)
 Alat pembersih kaca (glass wiper)
 Telescopic stic
 Bola lampu
 Vacuum Cleaner
 Broom and Brush
Bahan pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini
adalah:
 Multi purpose cleaner (MPC/GPC)
 Pembersih lantai (Floor cleaner)
 Pembersih kaca (Glass cleaner)
 Pengkilap Kayu (Polisher)
 Pembersih metal (Metalic Cleaner)
Proses Pembersihan
 Kosongkan dan bersihkan asbak-asbak dan tempat sampah yang ada di area karyawan
 Pindahkan barang-barang yang menggangu kegiatan pembersihan Bersihkan debu pada lampu langit-langit lift, ganti bila lampu terbakar atau putus
 Bersihkan dan gosok dengan sponge pada bagian yang sering terkena bercak air dan flek-flek karena bekas tangan pada setiap permukan dinding.
 Bersihkan pada bagian tombol-tombol lampu sehingga bebas dari noda-noda dan sidik jari tangan
 Sikatlah kamar mandi setiap pembersihan agar selalu dalam keadaan bersih
 Kontrol kebersihan setiap pergantian shift

g. Kantor/Ruang pimpinan

Ruang pimpinan adalah ruangan yang dipakai oleh para management di suatu hotel, seperti kantor Sumber Daya Manusia, kantor Penjualan dan Pemasaran, kantor GM,
Accounting dst.
Alat pembersih yang diperlukan dalam menjaga kebersihan ini adalah:
 Kain pembersih (cleaning cloth)
 Spon (sponge)
 Pembersih serba guna (multi purpose cleaner)
 Alat pembersih kaca (glass wiper)
 Telescopic stic
 Bola lampu
 Vacuum Cleaner
 Shampooing Carpet Machine
 Blower
<div >bahan="" pembersih="" yang="" diperlukan="" dalam="" menjaga="" kebersihan ini="" adalah:
 Multi purpose cleaner (MPC/GPC)
 Pembersih lantai (Floor cleaner)
 Pembersih kaca (Glass cleaner)
 Pengkilap Kayu (Polisher)
 Pembersih metal (Metalic Cleaner)
 Carpet Shampoo
Proses Pembersihan
 Kosongkan dan bersihkan asbak-asbak dan tempat sampah yang ada di area
 Bersihkan debu pada lampu langit-langit, ganti bila lampu terbakar atau putus 
 Dustinglah meja-meja sebelum dilakukan pembersihan berikutnya
 Bersihkan kaca setiap hari dengan menggunakan glass cleaner
 Bersihkan dan gosok dengan sponge pada bagian yang terkena noda membandel
 Bersihkan pada setiap permukaan dinding yang terkena flekflek karena bekas tangan atau noda lainnya.
 Bersihkan pada bagian tombol-tombol lampu sehingga bebas dari noda-noda dan sidik jari tangan
 Gunakan penyedot debu untuk membersihkan debu dan jejak kaki pada karpet
 Cucilah Carpet pada waktu-waktu tertentu agar carpet tetap bersih dan segar.
 Kontrol kebersihan setiap hari
Dari semua pembersihan pada area-area umum yang menjadi tanggung jawab public area section, maka setiap area ada format yang harus diisi yang disebut dengan Public area satisfied form (public area check list)

10. Pembersihan Secara Manual

Pembersihan secara manual adalah cara pembersihan yang dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia, walaupun cara pembersihan ini juga dibantu dengan peralatan manual (cara menggerakkannya dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia).
Macam-macam sistem pembersihan manual:
a. Dusting (mengelap debu pada perabot/barang)
b. Sweeping (menyapu lantai)
c. Mopping (mengepel lantai)
d. Window Cleaning/Mirror Cleaning (membersihkan kaca jendela / kaca cermin).
e. Polishing (memoles barang / perabot yang terbuat dari kayu/logam)
Keterangan

a. Dusting

Pembersihan dengan cara ini adalah membersihkan debu yang ada di perabot/benda dengan menggunakan lap kain. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam melakukan dusting dapat digunakan
<div>dengan dua cara :
1). Dry dusting, yaitu pembersihan debu dengan menggunakan lap kering seperti yang dilakukan sehari-hari.
2). Damp dusting yaitu membersihkan debu dengan menggunakan lap lembab / setengah basah, sehingga debu akan menempel di lap tersebut.
Cara melakukan dusting
1) Dry and damp dusting
 Sediakan 2 (dua) buah cleaning cloth, dan damp cleaning cloth
 Angkat /pindahkan semua benda yang dari perabot yang akan dibersihkan.
 Bersihkan debu atau kotoran yang menempel pada perabot dengan menggunakan damp cloth.
 Ulangi pembersihannya dengan menggunakan dry cloth, sampai perabot tersebut benar-benar bersih.
 Kembalikan benda/barang yang dipindahkan ke tempat semula.
2) Dusting dengan menggunakan Polish Cleaner
 Sediakan 3 (tiga) buah clening cloth, 1 (satu) buah dry cloth, 2 (dua) buah damp cleaning cloth
 Pindahkan semua benda yang ada pada perabot yang akan dibersihkan.
 Bersihkan debu/kotoran dengan menggunakan damp cleaning cloth
 Poleskan polish cleaner secara merata ke permukaan perabot yang dibersihkan dengan menggunakan damp cleaning cloth yang telah diberi polish cleaner.
 Gosoklah permukaan perabot yang telah diolesi polish cleaner, dengan menggunakan dry cloth sampai perabot benar-benar bersih dan mengkilap.
 Kembalikan benda yang dipindahkan ketempat semula.

b. Sweeping (menyapu lantai)

Sweeping adalah metode pembersihan terhadap lantai dengan menggunakan sapu.
Cara menyapu/ Sweeping
 Sediakan sapu / floor broom sebelum melakukan sweeping
 Angkat /pindahkan semua benda yang dari perabot yang akan dibersihkan.
 Dustinglah perabot yang ada di area sebelum dilakukan sweeping
 Lakukan Sweeping dari arah terjauh dari pintu menuju area yang terdekat dengan pintu keluar
 Angkat sampah dengan menggunakan dustpen setelah terkumpul
 Check setelah sweeping diangap selesai

c. Mopping (Mengepel lantai)

Mopping adalah metode pembersihan terhadap lantai dengan menggunakan mop (alat pel).
Cara mengepel / mopping
 Setelah proses sweeping selesai, maka pekerjaan selanjutnya adalah mopping
 Sediakan clean mop dan double bucket serta perlengkapannya
 Sediakan air bersih secukupnya dan campurkan air dengan bahan pembersih dengan perbandingan yang tepat
 Singkirkan benda-benda yang mengganggu proses pelaksanaan mopping
 Tempatkan danger notice untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja.
 Lakukan mopping sesuai dengan prosedur yang benar
 Mopping sebaiknya mop jangan terlalu basah, sehingga proses pengeringan tidak terlalu lama.
 Biarkan lantai mengering sendiri

d. Window Cleaning/Mirror Cleaning (Membersihkan kaca jendela atau kaca cermin)

Window cleaning/mirror cleaning adalah proses pembersihan obyek kaca jendela atau kaca cermin.
Cara membersihkan kaca (jendela) atau cermin / (Glass window or mirror cleaning ) Window /Mirror Cleaning
 Sediakan cleaning Cloth, scotch brite, bottle sprayer, window wipper dan glass cleaner
 Lakukan pembersihan, dengan cara menyemprotkan glass cleaner pada window atau mirror yang akan kita bersihkan.
 Gosok dengan scotch brite pada window/mirror jika ada noda yang membandel
 Tarik glass cleaner yang sudah di semprotkan pada window/mirror dengan menggunakan glass wipper.
 Bersihkan glass wipper yang sudah dipakai dengan menggunakan cleaning cloth
 Biarkan window/mirror kering
 Check kembali apakah window/mirror sudah benar-benar bersih

e. Polishing (Memoles benda/perabot dari kayu)

Polishing yaitu proses perawatan benda atau perabot yang terbuat dari kayu dengan menggunakan cleaning cloth dengan bahan pembersih wooden polish.
Cara memoles benda / Polishing 
 Sediakan cleaning Cloth, dan wooden Polisher yang akan dipergunakan
 Dustinglah terlebih dahulu perlengkapan yang akan dipolish
 Setelah bersih gosokkan wooden polish yang sudah di teteskan pada cleaning cloth sampai merata pada benda atau perabot yang dibersihkan
 Proses polishing tidak dilakukan setiap hari
;
 Wooden Polisher sebaiknya jangan terlalu basah, agar benda perabot yang dibersihkan tidak licin.

11. Menangani Sampah dan Limbah Bahan Kimia secara aman

Agar hotel tetap bersih dan aman dari bahaya sampah dan limbah bahan kimia, maka perlu adanya penangan sampah dan limbah secara serius, ini dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Yakinkan wadahnya diberi label yang benar
b. Bacalah label dengan teliti, agar tidak salah menggunakan
c. Pastikan wadahnya tidak bocor dan rusak
d. Gunakan alat pelindung seperti masker, sarung tangan bila diperlukan
e. Jangan mencampur bahan kimia
f. Jangan mencampur limbah kimia.
g. Semua sampah harus dibuang tepat pada waktunya demi kesehatan umum.
h. Semua tempat limbah harus anti bocor dan kokoh.
i. Tempat limbah harus dipelihara dan ditangani dalam kondisi yang aman.
j. Sebelum tempat sampah penuh, gantilah dengan yang baru.
k. Setiap pembuangan sampah yang bukan cair atau gas jangan dibuang begitu saja ke sistem pipa.
l. Yang termasuk kategori sampah disini : Suatu campuran kertas, karton, plastik, pembuangan kain linen, kotak kayu, perabotan yang rusak, kaleng-kaleng, botol-botol, kaca-kaca dan sampah umum, tidak termasuk limbah bekas makanan dan sampah lain, harus ditangani dengan tatacara yang sudah ditetapkan.
Sampah makanan, Termasuk sampah dari dapur, café, toko dan termasuk potongan-potongan kertas, plastik, pelapis wadah makanan padat dan cair. Tidak termasuk karton-karton dan kotak-kotak kayu, semuanya ini bagian dari sampah, yang harus ditangani dengan serius.Mencuci semua peralatan yang pembuatan makanan, dapat juga termasuk yang mengandung lemak tetapi tidak dalam bentuk padat.

Menjaga, Menyimpan Peralatan dan Bahan Pembersih

1. Memelihara Peralatan dan Bahan

Di bawah ini diuraikan tatacara memeilihara peralatan dan bahan kimia agar umur alat dapat bertahan lama, sehingga cost yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat ditekan seefisien mungkin. Di bawah ini (Tabel 4.1.) adalah tatacara merawat dan penyimpanan barang.
Prosedur Pelaporan Peralatan yang rusak
Contoh: Laporan Kerusakan
Tugas kerja
PUBLIC AREA OBSERVATION CHECK LIST

Membersihkan Kamar Tamu

Pada sub bab ini akan dibahas beberapa aspek penting yang berhubungan dengan proses pembersihan kamar tamu, yaitu: menata perlengkapan trolley, memasuki/akses ke Kamar untuk pelayanan, membereskan tempat Tidur, membersihkan dan merapihkan kamar serta membersihkan dan menyimpan trolley. 
Skema/Proses Pembersihan Kamar Tamu

1.Menata Perlengkapan dan Trolley

Tugas dari seorang pramu graha sangat rumit dan luas. Waktu yang tersedia cukup terbatas, oleh karena itu berusahalah menepati waktu dan menggunakannya dengan efektif dan efisien. Dengan memanfaatkan waktu yang efektif dan efisien maka hasil yang dicapai akan maksimal.

a. Persiapan diri (Penampilan)

Yang dimaksud dengan penampilan room attendant adalah penampilan dari segi fisik maupun mental yang dapat dipertanggung jawabkan perwujudannya, baik kepada tamu, atasan, maupun sesama karyawan dan sikap yang sopan selalu siap melaksanakan tugas dengan penuh keramahan dan rasa tanggung jawab.
Dalam melaksanakan tugas ini Room Attendant berhubungan langsung dengan tamu. Untuk itu menjaga kebersihan dan kerapihan dari ujung rambut sampai ke ujung kaki merupakan hal yang wajib dilaksanakan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1) Berpenampilan rapih dan bersih serta sopan
2) Rambut pendek diatas kerah
3) Bagi wanita bila rambut panjang harus diikat/digelung
4) Tidak mengenakan assesories yang berlebihan
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1) Berpenampilan rapih dan bersih serta sopan
2) Rambut pendek diatas kerah
3) Bagi wanita bila rambut panjang harus diikat/digelung
;4) Tidak mengenakan assesories yang berlebihan
5) Tidak menggunakan make-up yang berlebihan
6) Tidak berkumis/berjenggot bagi laki-laki
7) Kebersihan tangan, kaki, badan tidak berbau, kuku tidak diperbolehkan panjang
8) Kebersihan gigi
Gunakan uniform yang sesuai (right size, good quality, clean and good condition,) dan digunakan hanya untuk kerja

b. Persiapan Peralatan

Sebelum menjalankan tugasnya masing-masing, seperti mengambil kunci kamar di Housekeeping Office dan mengambil room attendant sheet dengan wajah yang ceria, maka Room Attendant harus mempersiapkan peralatan kerja yang meliputi :
formulir pramugraha (roomboy sheet), kunci kamar, pulpen atau pensil, buku catatan (block note) termasuk linen dan guest supplies, dan menempatkannya dengan rapi ke dalam room attendant trolley.
Khusus untuk penempatan linen di dalam room attendant trolley cukup untuk setengah hari kerja saja, dan sisanya akan disiapkan kembali setelah jam istirahat. Disamping itu juga perlu juga disiapkan guest supplies, untuk mengganti guest supplies yang dipakai tamu dalam kamar. Tempatkan guest supplies di dalam room attendant trolley, dan jangan membawa guest supplies terlalu banyak, bawalah guest supplies secukupnya saja..
Sebelum room attendant mempersiapkan linen, guest supllies atau peralatan kerja, mereka harus memeriksa kondisi dari pada trolley (andai kata ada kerusakan, cepat segera dilaporkan kepada supervisor) dan membersihkan trolley tersebut. Susunlah penempatan linen & guest supplies di dalam room attendant trolley sesuai dengan standard dan prosedur yang telah ditetapkan. Dengan kesiapan tersebut, seorang pramu graha dapat mulai bekerja dan memeriksa semua kamar yang akan dikerjakan. Kondisi atau status kamar itu di tulis dalam formulir pramu graha, kemudian dilaporkan atau dicatat oleh atasan atau penyelia (floor supervisor)

c. Menata Perlengkapan

Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi atau status kamar, seorang pramu graha dapat menghitung jumlah kamar yang akan dibersihkan, ini berarti bahwa jumlah lena yang diperlukan dapat diketahui. Berdasarkan jumlah lena yang diperlukan, seorang pramu graha melengkapi lena dan perlengkapan lainnya pada kereta pramu graha sesuai dengan kebutuhannya. Kereta kerja pramu graha, atau disebut “Room Attendant Trolley” adalah kereta kerja yang digunakan oleh pramu graha untuk membawa lena dan perlengkapan lainya dalam melaksanakan pekerjaannya. Didalam kereta ini seluruh keperluan untuk membersihkan dan melengkapi kamar tamu disimpan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian Room attendant Trolley digunakan untuk memperoleh cara kerja yang efektif dan efisien, dan oleh karenanya Room attendant/roomboy/maid dapat membawa sekaligus seluruh peralatannya sesuai dengan yang dibutuhkan.
Persiapan untuk seluruh perlengkapan yang harus dibawa dengan menggunakan Room Attendant Trolley tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dapat memudahkan pramu graha di dalam mendapatkan alat yang diperlukan. Pekerjaan untuk menyiapkan kelengkapan room attendant trolley harus dilakukan oleh pramu graha sebelum dan sesudah waktu kerja mereka.
Barang-barang keperluan kamar yang dipersiapkan dalam trolley cart adalah:
Linen Supplies
1) Double sheet (sprei untuk double bed)
2) Single sheet (sprei untuk single bed)
3) Pillow case (sarung bantal)
4) Bath towel (handuk mandi)
5) Hand towel (handuk tangan)
6) Face towel (handuk muka)
7) Bath mat/Bath Rug (keset untuk di kamar mandi)
Perlengkapan tamu (guest supplies)
1) Bath soap
2) Hair shampoo
3) Bath foam
4) Tooth brush & paste
5) Tissue
6) Toilet paper
7) Shower cap
8) Sanitary napkin
9) Sanitary bag/disposal bag
10) Sewing kit
11) Matches
12) Candle
13) Stationary kit : envelope, writing paper, postcard, cable gram, memo pad, guest comment slip, ball point brosur, stiker dll.
Others supplies :
Laundry bag, laundry cleaning list, room service menu, door knob menu, Do Not Disturb sign, telephone tend card, folder/hotel promotion, TV/video programme, sewing kit, formulir lain yang diperlukan
Room Supplies
1) Asbak
2) Gelas minum
3) Bola lampu, dsb
Peralatan dan bahan Pembersih yang digunakan untuk membersihkan Kamar Tamu
====


Semua peralatan dan bahan pembersih di atas dimasukkan pada carry cady pada saat Room attendant membersihkan kamar tamu, kecuali vacuum cleaner diletakkan di samping pintu kamar yang sedang dibersihkan. Semua Peralatan dan perlengkapan untuk membersihkan kamar tamu ditempatkan pada trolley itu diatur dengan rapi serta dikelompokkan pada masing-masing rack trolley. Dengan teraturnya isi trolley itu, berarti seorang pramugraha dapat dengan cepat dan
;tepat mengambil barang yang diinginkan. Di beberapa hotel, kereta pramugraha dilengkapi dengan sejumlah lena oleh pramugraha yang bertugas/evening/petang atau yang bertugas night/malam hari. Jenis serta jumlah lena, perlengkapan tamu (guest supplies) alat serta bahan pembersih mungkin tidak sama antara hotel yang satu dengan yang lain.
Yang perlu perhatikan oleh seorang pramugraha pada saat menata trolley adalah:
1) Sebelum penempatan lena dan setelah selesai membersihkan kamar (pada saat storing) dusting-lah trolley terlebih dahulu sehingga trolley benar-benar terjaga kebersihannya.
2) Penempatan lena, guest supplies, alat serta bahan pembersih, dalam kereta harus seragam dan konsisten.
3) Secara berkala roda trolley harus diberi pelumas agar lancar pada saat didorong, dan tidak menimbulkan suara yang tidak enak.
Sebagai seorang room attendant, dituntut dapat mempersiapkan perlengkapan peralatan dan bahan untuk pembersihan kamar, hal ini diperlukan karena sangat menentukan kelancaran pada pelaksanaan pekerjaan pembersihan kamar itu sendiri.
Disamping kemampuan diatas juga kemempuan-kemampuan lain seperti : memeriksa keadaan trolley, set up trolley sesuai dengan penempatan yang benar.
Sebagai pedoman dalam penataan trolley, maka dapat dilihat pada gambar berikut adalah tatacara penataan trolley.
Room Attendant Trolley Cart

Akses ke Kamar Tamu untuk Pelayanan

1. Status Kamar

Kondisi atau keadaan kamar itu ditulis dengan kode atau simbol, yang umumnya hampir sama untuk semua hotel.
Gambar 4.25 Kode atau Simbol (Istilah Status Kamar)
a. OC (Occupied ) : Kamar tersebut ditempati oleh tamu
b. V (Vacant ) : Kamar itu sudah kosong namun belum siap dijual karena belum dibersihkan.
c. VC (Vacant Clean) : Kamar itu sudah kosong dan sudah dibersihkan namun belum siap dijual
d. VCI (Vacant Clean Inspected)
: Kamar itu sudah kosong, sudah dibersihkan dan sudah diperiksa oleh supervisor, sehingga kamar siap untuk dijual
e. CO (Check Out) : Tamu meninggalkan hotel /kamar dan sudah membayar rekening
f. SO (Sleep Out) : Tamu sudah check in di hotel namun tamu tersebut tidur diluar ( tidak menempati kamar yang disewa )
g. DD (Don’t Disturb) : Tamu tidak mau diganggu
h. DL (Double Lock) : Kamar tersebut dikunci dua kali sehingga tidak bisa dibuka dengan kunci kamar
i. OOO ( Out of Order ) : Kamar tersebut tidak bisa dijual, karena ada kerusakan
Housekeeping extra items:
a. Extra bed
b. Baby cot
c. Iron & iron board
d. Transpormator
e. Con plug
Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi atau status kamar itu, seorang pramugraha bisa menghitung jumlah tempat tidur yang akan dibersihkan. Ini berarti , bahwa jumlah lena yang diperlukan bisa diketahui

2. First Checking

Tujuan dari first cheking ini adalah untuk memeriksa keadaan status kamar secara nyata (riil) dengan status kamar berdasarkan data dari Print Out Computer, pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh floor supervisor atau room attendant dipagi hari sambil mengecek cucian tamu (guest laundry)
Prosedure first checking:
a. Sebelum mengetuk pintu/bel harus diperhatikan ada tanda Don’t Disturb Sign atau tidak. Karena kamar-kamar dengan tanda-tanda tersebut tidak boleh diganggu/diketuk/bel.
b. Setiap mau masuk kamar harus mengetuk/mengebel dengan menyebut roomboy, checking minimal 3x walaupun kita yakin kamar tersebut tidak ada penghuninya.
c. Kalau tidak ada jawaban, buka pintu pelan-pelan dengan mengucapkan excuse me periksa keadaan kamar dengan seksama, berapa tempat tidur yang dipakai oleh tamu dan apakah ada kerusakan –kerusakan yang ditemukan, kalau ada cepat laporkan kepada Floor Supervisor untuk dibuatkan WO dan segera dikirim ke Engineering.
d. Kamar kosong (vacant:) periksa apakah segala sesuatunya dalam keadaan baik dan komplit
e. Kamar Check-out : periksa apakah ada barang-barang hotel yang terbawa oleh tamu atau apakah ada barang-barang tamu yang tertinggal, kalau ada cepat laporkan kepada floor supervisor untuk caeapt di follow-up, juga diinformasikan ke housekeeping office.
f. Kamar yang tamunya ada didalam kamar, supaya tamunya tidak tersinggung, tanyakan apakah ada Laundry/cucian yang akan dikirim ke Laundry.?
g. Kamar yang tamunya Sleep Out, laporkan kepada Floor Supervisor agar di Double Lock oleh Duty Manager.
h. Kamar yang ON/Occupied no luggage. Andaikan tidak ketemu sendiri sama tamunya, laporkan saja sebagai check out room..
i. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, catat hasilnya pada Room Attendant sheet, dan segera laporkan kepada Floor Supervisor. Diwaktu menyalin ke dalam Room Boy sheet, dicatat juga hal yang perlu dari kamar-kamar tersebut.
Doronglah kereta ke depan pintu kamar yang akan dikerjakan. Letakkan kereta sejajar dengan corridor, jangan sekali-kali menaruh kereta dengan posisi melintang. Usahakan agar kereta tidak menyentuh tembok kamar. Bila kereta itu tertutup pada satu sisinya, hadapkan bagian yang terbuka ke pintu kamar, supaya mudah mengambil dan menaruh perlengkapannya. Setelah kereta ditaruh dengan tepat, ketuklah/tekan bell pintu kamar dengan punggung jari, ketuk jangan terlalu keras dan jangan terlalu lembut. Ketuk pintu 3 kali, sambil menyebut identitas diri atau departemen anda.
Jangan sesekali mengetuk pintu dengan kunci atau pulpen, agar supaya pintu itu tidak ternoda atau lecet. Jangan lupa posisi anda harus didepan piping hold agar tamu dapat melihat dari dalam kamar. Kalau tidak ada jawaban, ulangi lagi untuk yang kedua dan ketiga kalinya. Bila tidak ada jawaban pula, masukkan kunci di pintu dan bukalah pintu perlahan-lahan. Andaikata ada tamu yang tertidur tutuplah kembali pintu secara perlahan-lahan, usahakan jangan sampai tamu terbangun. Apabila ternyata tamunya tidak ada di kamar gantunglah tanda pramugraha (room in progress) pada pegangan/tombol pintu sebelah luar.
Apabila waktu pintu diketuk ada jawaban dari tamu dan menyuruh anda masuk atau pintunya dibuka oleh tamu, sapalah tamu itu dengan kata-kata yang sopan dan ramah. Kalau anda sudah mengetahui nama tamu tersebut sapalah dengan menyebut namanya. Lanjutkan dengan permintaan untuk mengerjakan kamarnya. Setelah kamar tamu dibuka, periksa semua bola lampu, dengan cara menyalakan lampu kemudian mematikannya. Laporkan atau catat
bila ada lampu yang mati. Periksa semua perlengkapan yang lain seperti TV, AC, Refrigerator, laci-laci dll supaya jika ada kotoran maupun barang hotel yang hilang segera dapat diketahui, kemudian jangan lupa catat dan laporkan kalau ada kerusakan. Langkah selanjutnya membuka day curtain dan mengatur temperatur AC pada posisi normal/sedang.
Ambil sampah dari kamar dan kamar mandi, buang sampah ke dalam kantong plastik yang ada di garbage humper pada kereta trolley. Sebaiknya sampah dimasukkan ke dalam kantong plastik jika disediakan.
Kalau ada alat-alat Room Service (Pelayanan makan dan minum di kamar) keluarkan dan letakkan di servis area, atau hubungi bagian “room service, melalui telepon. Bila ada pakaian tamu yang hendak dicuci, hubungi bagian binatu melalui telepon, atau langsung diantar ke bagian binatu (sesuai dengan ketentuan yang berlaku). Jika harus diantar oleh pramugraha, periksa dan cocokanlah dengan daftar cucian yang telah diisi oleh tamu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan Pada saat mau membersihkan kamar, tamu berada di kamar(When The Guest in the room)
<;div>1. Mintalah maaf jika menggangu tamu, dan tanya kapan waktu yang tepat bagi anda untuk kembali lagi dan membersihkan kamar.
2. Jika tamu sedang tidur, tinggalkan kamar secara perlahan . Jika anda menyalakan lampu, matikan lampu tersebut kembali.
3. Jika anda mendengar suara yang menunjukkan bahwa tamu ada di kamar mandi dan mungkin tidak mendengar anda, tinggalkan kamar dan tutup pintu kembali secara perlahan.
4. Jika tamu tersebut dapat mendengar anda dari kamar mandi, mintalah maaf dan bilang bahwa anda akan kembali lagi nanti
5. Pada saat memasukki kamar jangan meninggalkan kunci kamar pada trolley cart, hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan baik oleh petugas lain maupun tamu yang lewat.

3. Membereskan Tempat Tidur

1. Jenis-jenis tempat Tidur
2. Bagian-bagian tempat tidur dan perlengkapannya
3. Striping The Bed
Sebelum tempat tidur ditata dengan lena yang bersih, lena yang telah dipakai harus dibuka satu persatu dengan baik. Setiap membuka lena dari tempat tidur harus dikibaskan untuk melihat kalau-kalau ada barang milik tamu yang yang terselip dalam lena atau lena yang kena noda dan rusak. Adapun tatacara membuka lena yang benar adalah sebagai berikut :
a. Buka sarung bantal, dan letakkan bantal itu di atas kursi yang terdekat dengan tempat tidur.
b. Tarik sheet yang ketiga dan letakkan diatas kursi yang terdekat dengan tempat tidur.
c. Tarik selimut (blanket) dan letakkan dengan baik di atas sandaran kursi untuk diangin-angin. Tetapi kalau selimut itu harus diganti gulunglah dan letakkan/gabunglah dengan sheet ketiga tadi.
d. Tarik sheet yang kedua dan letakkan ditempat yang disebutkan diatas.
e. Tarik dan gulung seprei yang pertama atau yang paling bawah letakkan ditempat yang disebut diatas.
f. Ambil semua lena yang kotor baik yang ada di kamar maupun di kamar mandi yang telah dipakai, bawa dan letakkan kantong lena kotor (linen humper) pada kereta trolley. Yakinkan bahwa anda harus membawa beberapa jenis handuk dan lena yang harus diganti.
g. Pada saat kembali ke kamar anda harus membawa sheet dan pillow cases serta towel sesuai yang diperlukan untuk ditata.

4. Menata Tempat tidur

Setiap tamu yang merasakan kepuasan atas pelayanan anda, akan memberikan rekomendasi yang baik terhadap hotel anda. Hal ini sekaligus akan meningkatkan reputasi hotel anda dan kesejahteraan anda sebagai karyawan. Agar anda dapat melaksanakan kewajiban anda dengan baik, perhatikanlah kewajiban anda dengan baik, perhatikanlah penjelasan serta langkah-langkah menata tempat tidur berikut ini.
Menata tempat tidur dengan menggunakan 2 atau 3 sheet.
a. Secara berkala baliklah Mattress sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Biasanya dilakukan sekali dalam sebulan.
b. Letakkan pelindung mattress atau “bed pad/bed protector” atau&;nbsp;mattress pad” diatas mattress. Pelindung mattress ini berfungsi untuk menjaga supaya mattress tidak basah dari keringat atau cairan lain. Pelindung ini harus dibalik setiap hari.
c. Room attendant berdiri di depan meja malam (nigth table) menghadap ke arah tempat tidur yang sedang ditata.
d. Atau dapat berdiri di Top tempat tidur, hal dilakukan agar tidak membelakangi tamu atau memudahkan menebarkan sheet (simetris)
e. Tebar/pasang sheet pertama dengan baik ke atas tempat tidur dan lipat kebawah tempat tidur keempat sudutnya membentuk sudut 45 derajat. Jahitannya menghadap ke bawah dan sisa sheet yang ada di kepala dan kaki tempat tidur harus sama. Garis lipatan atau setrika harus berada ditengah-tengah tempat tidur.
f. Lipatlah ujung sheet pada bagian kepala tempat tidur dan yang terdekat dengan anda.
g. Lipat ujung sheet pada bagian kepala tempat tidur yang terdekat dengan anda
h. Pasang atau tebarkan sheet yang ke dua. Jahitannya menghadap ke atas dan ujung depannya sejajar dengan ujung kasur.
i. Pasang atau lemparkan selimut diatas sheet ke dua. Ujung depannya terletak kira-kira 30 cm ujung kasur.
j. Pasang atau tebarkan sheet yang ke tiga. Jahitannya menghadap ke bawah dan ujung sejajar dengan ujung kasur
k. Lipat ujung sheet ke dua dan ketiga atas selimut
l. Masukkan sheet ke dua dan selimut sepanjang sisi tempat tidur yang terdekat dengan diri anda.
m. Lipat sekaligus ujung sprei dan selimut di sudut terdekat bagian kaki tempat tidur.
n. Lipat dan masukkan ujung sheet pertama pada bagian kepala sisi berikutnya.
o. Masukkan sekaligus dengan rapi sheet ke dua dan ketiga serta selimut pada sisi tersebut.
p. Tutup tempat tidur dengan tutup tempat tidur atau “bed spread” atau “ bed cover” dengan rapi
q. Ambil sarung bantal, masukkan bantal ke sarungnya. Bantal jangan dijepit dengan dagu
r. Letakkan bantal pada tempatnya.
s. Dorong atau letakkan tempat tidur pada tempatnya.

 5. Membersihkan dan Merapikan Kamar  

1. Teknik dan prosedur membersihkan perlengkapan 

Perlengkapan kamar dalam hal ini perabot kamar atau “room equipment: yang biasanya berupa furniture, setiap saat perlu dibersihkan dari debu dan kotoran lain. Pekerjaan ini dilakukan setelah menata tempat tidur. Agar semua perlengkapan benarbenar bersih, maka dalam kegiatan pembersihan dilakukan urut-urutan atau perputaran gerakan pembersihan biasanya searah dengan jarum jam (clockwise atau un clock wise)
Perabotan kamar atau furniture setiap saat perlu dibersihkan dari debu. Hal ini dapat dilaksanakan dengan beberapa cara antara lain mengelap atau dusting.
Supaya mendapatkan hasil yang baik, pakailah yang lembut atau sesuai dengan petunjuk atau objek yang akan dibersihkan.
Dalam kegiatan ini ada beberapa teknik pembersihan yang diterapkan antara lain:
a) Dusting
Diterapkan terhadap hampir semua perabot/perlengkapan kamar. Mengenai alat pembersih, bahan pembersih serta teknik pembersihan
b) Damp dusting
Diterapkan terhadap perlengkapan kamar yang dicat atau perlengkapan lain yang tidak menyerap air
c) Polishing
Diterapkan terhadap perlengkapan kamar yang di politur, pekerjaan ini dilakukan secara berkala, dan biasanya dilakukan terhadap kamar Check-out (C/O)
d) Glass wipping
Diterapkan terhadap perlengkapan kamar atau bagian kamar yang berupa cermin (Full length mirror, dressing mirror, wash basin mirror, dan juga terhadap kaca jendela atau dapat digunakan juga pada kaca penutup meja.
Alat dan Bahan Pembersih yang diperlukan Alat
 Dust cloth
 Clean cloth
 Botle sprayer
 Glass wiper
Bahan perbersih/Bahan kimia
 Wooden polish
 Glass cleaner
Teknik dan prosedur pembersihan
a. Pindahkan atau geser barang-barang yang ada diatas meja (furniture) dengan teratur, supaya mudah dikembalikan pada ketempat/posisi semula.
b. Lipatlah lap itu dengan rapi, bersihkan semua perabotan kamar, agar tidak ada bagian yang terlupakan atau terlewatkan, lakukan dengan cara yang teratur atau berurutan.
c. Mulailah mengerjakan dari serambi kamar atau tempat lain yang telah ditentukan, kemudian dilakukan dengan urut-urutan atau berputar sesuai dengan arah jarum jam atau sebaliknya.
d. Secara berkala parabotan ini perlu juga disemir dengan semir perabotan rumah atau furniture polish. Bila perlu lakukan pembersihan dengan lap lembab. Perhatikan pada bagian yang sekecil-kecilnya, antara lain laci, meja, bola lampu. Jangan lupa membersihkan bagian bawah alat-alat yang bisa diangkat seperti
lampu duduk dsb.
e. Setelah semuanya bersih dari debu, letakkan lap lembut tadi pada tempatnya, kemudiann ambil perlengkapan dan bahan pembersih kaca untuk membersihkan kaca jendela, pintu, cermin dengan metoda yang benar. Teknik pembersihan kaca atau cermin ini disebut glasses wipping. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Teknik dan prosedur pembersihan
a. Kerjakan pembersihan dari bagian atas ke bawah
b. Furniture yang kakinya dilindungi dengan logam/besi diberi alas dari plastik/karton agar tidak meninggalkan noda bekas karat
c. Sambil mendusting jangan lupa sambil memeriksa kelengkapankelengkapan guest supplies yang sudah terpakai/ kurang untuk diganti pada saat anda melengkapi guest supplies

2. Melengkapi Guest Supplies Kamar Tidur

Kamar yang sudah dibersihkan perlu dicek lagi kelengkapan fasilitasnya. Letak perlengkapan tersebut harus sesuai standar baik jumlah maupun penempatannya, misal logo nama hotel harus dapat dilihat dan dibaca oleh tamu begitu tamu masuk ke dalam kamar. Apabila ada kekurangan maka harus segera dilengkapi. Prosedur restocking yang harus dilaksanakan oleh room boy adalah sebagai berikut:
a. Persiapkan persediaan guest supplies dalam trolley cart secara teratur, rapi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan
b. Cek terlebih dahulu guest supplies mulai dari door, closet, dresssing table, TV, coffe table, nite table, agar agar melengkapinya dengan cepat dan tepat
c. Dalam melengkapi kebutuhan tamu harus dicatat di dalam roomboy control sheet. Hal ini mutlah harus dilakukan agar tertib administrasi, untuk pengendalian pemakaian guest supplies, serta untuk mengetahui jumlah pemakaian guest supplies setiap hari, setiap minggu maupun setiap bulan
d. Membuat catatan khusus di dalam kolom remark pada roomboy control sheet atau log bog yang belum lengkap agar dapat dilengkapi oleh roomboy shift berikutnya.
Perlengkapan guest supplies yang harus tersedia misalnya :
Pintu/Door dilengkapi dengan
a. Door knob menu
b. Do not distrub sign
c. Sign Room progres
Closet ward robe/cupboard, dilengkapi dengan:
a. Hanger pria dan wanit
b. Shoes shine
c. Laundry bag Laundry list, Dry cleaning list & PO list Dressing table, diatasnya atau disekitarnya:
a. Stationary holder yang berisi : Brosure, Guest questionaire, post card, rate sheet, amplop, lembar kertas surat, lembar kertas fax
b. Room service menu
c. Tray dengan water jug dan drinking glas
d. TV dengan video program/TV program
e. Tend card petunjuk penggunaan hand iron
f. Safe deposit box
Nigth Table
a. Nigth lamp
b. Service directory book
c. Memmo pad
d. Balpoint
e. Telephone
Coffe table diatasnya dilengkapi dengan maches dan astray

3. Penangan Kehilangan dan penemuan Barang (Lost & Found)

Bila kamar tersebut baru saja ditinggalkan oleh tamunya (C/O) periksalah dengan seksama kalau-kalau ada barang tamu yang tertinggal.
Penanganan Kehilangan
Kalau ada barang yang tertinggal hubungi segera supervisor yang bersangkutan dengan cepat atau kantor depan dengan cepat jika barang tersebut merupakan barang berharga. Barang milik tamu yang tertinggal harus diserahkan kepada supervisor dan akan dicatat pada buku Lost and Found.
Kalau kamar yang dibersihkan itu Occupied biasanya banyak barang atau pakaian tamu yang berserakan di atas tempat tidur, kursi. Untuk mengatasi hal hal ini gantung dan letakkan barang-barang tersebut dengan rapi pada tempat yang semestinya.

4. Membersihkan dan Menata Kamar Mandi

Yang dimaksud dengan cara membersihkan dan menata kamar mandi adalah bagaimana caranya roomboy membersihkan dan mengatur perlengkapan yang ada di dalam kamar mandi sehingga bersih, aman dan nyaman.
Karena tamu yang memasuki kamar, biasanya melihat kebersihan dan kelengkapan kamar mandi. Ini berarti bahwa kebersihan dan kelengkapan kamar mandi umumnya dijadikan tolok ukur terhadap kebersihan kamar ataupun kebersihan hotel itu sendiri. Oleh karena itu pragmugraha harus mempunyai wawasan yang luas, mempunyai pengetahun dan keterampilan tentang alat pembersih, bahan pembersih serta barang-barang keperluan tamu yang ditempatkan di kamar mandi. Alat-alat sanitasi, serta metode yang digunakan di berbagai hotel cukup berpartispasi. Umumnya alat-alat sanitasi yang ada di kamar mandi ialah:
a. Tempat mencuci tangan (wash basin)
b. Bak mandi (bath tub) dan shower
c. Jamban (toilet bowl)
Disamping alat-alat tersebut kadang-kadang dilengkapi juga dengan “bidet” yang fungsinya sama dengan jamban, yang biasanya dipakai khusus untuk wanita.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, perhatikanlah denah kamar mandi dengan perlengkapannya.
a. Persiapan
Menyiapkan peralatan serta bahan pembersih berupa sikat kamar mandi, toilet bowl brush, sponge, OO towel dan obat pembersih . Keseluruhan peralatan dan obat-obatan tersebut harus dipersiapkan dalam keadaan bersih.
b Langkah – langkah membersihkan alat-alat Sanitasi :
<div >1)="" semburkan="" “flusing”="" air="" pada="" jamban="" atau="" “toilet="" bowl” menghanyutkan/membuang="" bila="" ada="" kotoran="" tertinggal didalamnya
Kemudian tuangkan bahan pembersih (disinsfectant), biarkan beberapa saat sambil menunggu bahan pembersih tersebut bereaksi, tinggalkan untuk mengerjakan pekerjaan yang lain
2) Cuci gelas dan asbak yang direndam dalam “wash basin” kemudian telungkupkan dimeja wash basin atau diletakkan di atas roomboy trolley yang sudah dialasi dengan napkin khusus untuk gelas
4) Mulailah membersihkan bagian atas, antara lain kaca atas wash basin table dengan chemical khusus yang telah disiapkan
5) Cucilah “Wash basin” dengan campuran air dan sabun cair dan digosok dengan spon (soft/hard). Cucilah semua kran dan pipa air. Bilaslah dengan air secukupnya, jangan lupa membersihkan kotoran yang mengendap pada saringan air.
6) Bersihkan bak mandi, Mulailah dari membersihkan pancuran atau “shower”kemudian dilanjutkan ke dinding dan akhirnya bak mandi (bath Tub).
Gosoklah dengan sponge gunakan sabun cair, bila dasar bak mandi masih kotor, gosoklah dengan bubuk pembersih. Bilaslah dengan baik, bila perlu pakai air hangat dari kran air atau shower.
7) Bersihkan tirai mandi dengan alat dan bahan tersebut diatas. Kemudian bilas dengan air bersih.
8) Keringkan dengan lap katun mulai dari “shower” dinding kamar mandi, bak mandi, tirai mandi, dan semua kran
9) Keringkan gelas dan asbak yang ditaruh diatas meja “wash basin” atau diatas roomboy trolley kemudian masukkan gelas yang sudah bersih dan kering itu ke dalam plastik pembungkus. Keringkan “wash basin”, pipa dan semua keran
10)Bersihkan bagian dalam jamban atau “toilet bowl” Gosokkan dengan sikat khusus (toilet bowl brush) jamban secara merata, semburkan atau “flushing” air jamban beberapa kali sampai buih sabunnya habis.
Membersihkan Bagian Dalam Jamban
11) Kibaskan sikat jamban kemudian masukan ke dalam kantong plastik atau tempat jamban yang sudah disediakan.
Menggosok bagian Jamban
12) Gosok tangki air, pipa, tempat duduk dan bagian bawah jamban dengan sepon yang berisi sabun dan “disinfectant”, kemudian bilaslah dengan air bersih yang diambil dari kran bak mandi atau ember yang sudah disiapkan.
13) Bersihkan pintu kamar mandi pada bagian dalam dan luar.
14) Kembalikan Cary Cady atau kotak alat dan bahan pembersih ke dalam trolley cart.

5. Melengkapi guest supplies kamar mandi.

Kamar mandi disamping harus dibersihkan harus pula dilengkapi dengan beberapa handuk dan barang-barang keperluan tamu. Setelah mengerjakan pekerjaan yang membersihkan alat-alat sanitasi, ambilah handuk dan amenities ataupun pelengkapan kamar secukupnya, sesuai dengan petunjuk atau aturan.
Melengkapi Guest Supplies di Kamar Mandi
Cara Memasang/Melipat Toilet Paper
adalah:
a. Wash Towel/face Towel = 2 buah
b. Hand Towel = 2 buah
c. Bath Towel = 2 buah
d. Bath Mat = 1 buah
e. Toilet paper = 1 rol
f. Tissue box = 1 box
g. Shower cap = 1 buah
h. Shampoo = 1 botol
i. Conditioner = 1 botol
j. Hair Dryer = 1 buah
k. Bath Soap = 1 buah
l. Bath Foam = 1 buah
m. Bath Robe = 1 buah
n. Cotton Bud = 1 buah
o. Pasta Gigi = 2 buah
p. Toot Brush = 2 buah
q. Comb = 1 buah
r. Waste Basket = 1 buah
s. Sanitary Can = 1 buah
t. Disposal Bag = 1 buah
u. Astray = 1 buah
v. Glass = 2 buah
w. Glass Cover = 2 buah
x. Scale = 1 buah
y. Flower Vase = 1 buah

6. Membersihkan Lantai kamar mandi (cleaning the bathroom floor)

Moplah lantai kamar mandi dengan menggunakan long stick mop atau oo towel dari arah terjauh dan berakhir di pintu masuk kamar mandi, jangan lupa lantai kamar mandi juga harus di vacuum agar kotoran pasir atau rambut yang tertinggal dapat dibersihkan.
Membersihkan Lantai Kamar Mandi

7. Membersihkan Lantai Kamar Tidur

Lantai adalah bagian bangunan atau ruangan yang paling cepat kotor. Supaya kamar tetap bersih, maka lantai harus dibersihkan setiap saat. Karena itu dibuat dari berjenis bahan, maka jenis pembersihannya pun berbeda.
Perhatikan arah darimana pertama kali membersihkan lantai. Ambillah tempat yang terjauh dahulu. Jangan lupa bersihkan sudut-sudut dan kolong-kolong sekaligus untuk melihat apakah ada barang-barang kecil milik tamu yang terjatuh.
Membersihkan Lantai Kamar Tidur
Lantai permadani (karpet dibersihkan dengan penyapu permadani atau “Box Sweeper” dan alat penghisap debu “Vacuum Cleaner” 
Membesihkan Lantai dengan Vacuum Cleaner
Jenis lantai yang lain dibersihkan dengan cara menyapu dan mengepel (damp sweeping atau mopping). Setelah dilakukan pekerjaan membersihkan kamar mandi, ambillah perlengkapan menyapu, yakni sapu dan penampung sampah atau “dust pan”. Bersihkan lantai dari serambi, dan diteruskan di dalam kamar dan terakhir pada pintu masuk. Jangan lupa menyapu di tempat yang tersembunyi seperti dibawah meja, dibalik pintu dan lain-lain.

8. Pemeriksaan Terakhir (Final Check)

Final check dilakukan bertujuan agar pekerjaan room attendant tidak ada yang tertinggal, sehingga tamu tidak complain gara-gara pekerjaan yang tidak maksimal
Bagian-bagian dan tempat yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan terakhir.
a. Jendela tertutup, night curtain, dan glass curtain dalam posisi yang benar
b. Pemanas terpasang kembali
c. Sprei kasur terpasang dengan rapi
d. Lampu nyala dan gambar telah bersih
e. Penerangan berfungsi
f. TV, radio, dan alat elektronik lain bekerja
g. Bar kecil telah penuh
h. Tidak ada noda di cermin atau permukaan benda
i. Pintu tertutup
j. Pintu bebas dari tanda jari
k. Di bawah karpet dan sekitar perabot telah bersih
l. Perabotan dalam posisi yang tepat
m. Persediaan tamu telah terisi
n. Tidak terdapat alat pembersih yang tertinggal di kamar
o. Tempat sampah dan asbak dalam keadaan kosong dan bersih
p. Alat – alat yang harus diperbaiki atau yang dibersihkan secarakhusus harus dilaporkan Sebelum meninggalkan kamar, semprotkan penyegar dengan pewangi yang netral dengan cara berjalan mundur dimana roomboy sambil melihat sekeliling kamar juga bathroom disemprotkan dengan pewangi tersebut, agar udara di dalam kamar tetap segar dan wangi. Pintu kamar ditutup dengan baik dilanjutkan dengan mengerjakan lainnya

9. Administrasi/Pengisian Roomboy Control Sheet

Mencatat semua lena, perlengkapan tamu dan keterangan lainnya selama mengerjakan kamar. Tulis pada formulir pramugraha sesuai dengan standar/prosedur operarional. 
Berakhirlah tugas anda menyiapkan kamar tamu, dan lanjutkan membersihkan dan menata kamar berikunya.

Tipe-tipe Kamar Tamu

Agar kamar tamu dapat dijual dan memuaskan para tamutamunya, kamar harus memiliki kualifikasi tertentu, yaitu :
1. Cleanlines : Bersih (dalam pengertian luas)
2. Comfortable : Melegakan, menyenangkan, dimana faslitas-fasilitas yang ada dalam ruangan serasi dengan keadaan kamar.
3. Atractive : menarik dari segi desain, misalnya warna, gambar, didalam kamar harus harmonis agar penataan dari kamar tersebut dapat dalam satu kesatuan.
4. Safety : Privacy dimana tamu merasa terjamin bahwa tidak terjadi kecelakaan dalamkamar (seperti tersengat listrik, bathroom licin, karpet banyak yang terkelupas dan lain-lain.
Ini semua dilakukan oleh hotel semata-mata demi kepuasan tamu, jika tamu sudah merasa puas karena mereka mendapatkan pelayanan yang memuaskan, maka mereka lain kali pasti akan kembali, mungkin tidak hanya sendirian, tetapi beserta keluarga atau teman, bahkan mungkin mereka telah menyempaikan kepuasan ini kepada orang-orang yang dikenalnya untuk ikut menikmati pelayanan yang pernah didapat di hotel tersebut.
Van der spek mengatakan dalam buku Hospitality and Hotelier International, Hongkong, 1997, p.16 “A happy guest is one who will return it is far harder to attract new business than it is to retain satisfied customers”
Jenis-jenis kamar
Jenis-jenis kamar dapat dibedakan menurut jumlah tempat tidur didalamnya, berdasarkan fasilitas dan berdasarkan letaknya. Jenis kamar menurut tempat tidur yang tersedia:
1. Single Room : Kamar untuk satu orang dengan satu tempat tidur tunggal (single)
Kamar dengan Single bed room
2.Double Room : Kamar untuk dua orang dengan satu tempat tidur besar (double bed)
Kamar dengan Double bed room
[[Image:|center]]
3. Twin Room : Kamar untuk dua orang dengan dua
tempat tidur (tunggal) twin bed yang memiliki ukuran yang sama besar.
4. Double-Double : Kamar untuk dua orang dengan dua tempat tidur ukuran double, untuk memberikan kepuasan dan kesenangan kepada tamu.
5. Suite Room : Kamar dengan ukuran yang lebih luas dan dilengkapai dengan fasilitas tambahan seperti ruang makan (Dining Room), Ruang duduk (Living Room), Dapur Kecil (Kit-chenette), serta minibar. Tempat tidur yang ada di dalamnya umumnya adalah double bed , meskipun kadangkadang juga dengan twin bed.
Kamar dengan Suite bed room
Jenis kamar menurut Tingkat Fasilitas:
Jenis kamar juga dapat dibedakan menurut tingkat fasilitas yang ada di dalamnya. Makin mewah kelengkapan fasilitas yang tersedia, makin tinggi pula kelas kamar tersebut dan makin tinggi pula tarifnya.
Jenis kamar ini dapat dibedakan menjadi :
1. Standard Room
2. Superior Room
3. Deluxe Room
Kamar Deluxe Bed Room
Kamar Suite Bed dengan Living Room
Jenis-jenis kamar Berdasarkan Letaknya :
1. Connecting Room : Dua kamar yang bersebelahan satu sama yang lain, yang dihubungkan dengan oleh pintu penghubung (connecting door), kamar seperti ini biaasanya digunakan oleh tamu yang datang bersama keluarga. Pintu penghubung ini dapat dibuka untuk mempermudah komunikasi antar anggota keluarga tanpa harus keluar kamar.
2. Adjoining Room : Dua kamar yang bersebelahan/berdekat an satu sama yang lain tanpa ada pintu penghubung.
3. Adjacent Room : Dua kamar yang terletak pada lantai yang sama, berhadapan satu sama yang lain.
4. Duplex Room : Dua kamar yang terletak di atas dan dibawah dan dihubungkan dengan tangga penghubung (Stair case)
5. Cabana Room : Kamar-kamar yang menghadapke pantai

Layanan Housekeeping untuk Tamu

ini yaitu:
1. Menjelaskan pengertian order taker.
2. Menjelaskan tugas dan tanggung jawab order taker
3. Menjelaskan syarat-syarat petugas order taker
4. Mengidentifikasi kelengkapan order taker
5. Menggambarkan denah ruang housekeeping office
6. Melayani semua jenis layanan housekeeping dengan prosedur yang ada
7. Mengetahui karakter dan tipe tamu yang datang

1. Pengertian Order Taker

Petugas housekeeping yang menangani pekerjaan dalam hal penanganan tambahan yang berhubungan dengan housekeeping maupun departemen lain yang disampaikan melalui telepon ke bagian housekeeping. Fungsi order taker adalah Untuk memastikan tamu yang menginginkan pelayanan housekeeping yang berhubungan dengan kondisi kamar (tambahan fasilitas maupun kerusakan) dapat segera ditindak lanjuti oleh staf housekeeping dengan efektif. Di dalam mengelola hotel sangat diperlukan sekali bagian-bagian yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang menjadi tugasnya. Diantara bagian yang satu dengan yang lain mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda. Tetapi mempunyai keterkaitan di dalam pelaksanaan operasional, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk menentukan tugas dan tanggung jawab maka dibuatlah “job description” bagian order taker yaitu sebagai berikut :

2. Deskripsi Jabatan

Jabatan : Order Taker
Departemen Housekeeping
Bertanggung jawab : Houseman Supervisor
Tugas Pokok: Bertanggungjawab terhadap administrasi, operasional Housekeeping dan menerima, mencatat serta memberikan informasi yang dibutuhkan oleh tamu

3. Uraian tugas:

1) Membaca log book, functions sheet, expected arrival dan expected departure
2) Membagikan kunci kepada room boy sesuai dengan sectionnya
3) Menindaklanjuti informasi-informasi yang diterima dari tamu maupun dari departemen lain seperti:
tamu check out, expected departure, expected arrivel dan lain-lain
4) Mencatat seluruh informasi yang diterima pada log book
5) Memberikan informasi mengenai status kamar kepada room boy
6) Bertanggung jawab atas pengeluaran ekstra item untuk tamu
7) Membuat work order untuk diteruskan kepada engineering sesuai dengan kondisi kerusakan yang dilaporkan room boy
8) Mengerjakan administrasi dan pembukuan atas pengeluaran item-item dan guest supplies secara detail
9) Mengontrol penggunaan guest supplies dan pengambilannya ke gudang
10) Mengorder guest supplies dan item lainnya berasarkan kebutuhan operasional
11) Mengorder bunga untuk keperluan front office dan sesuai permintaan
12) Menerima dan menyimpan master key yang diserahkan oleh room boy pada akhir shift
13) Menyampaikan informasi-informasi penting melalui log book kepada shift berikutnya
14) Memberikan perhatian khusus kepada tamu VIP long staying guest, house use
15) Membina hubungan baik dengan departemen lain
Sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, maka setiap department mempunyai keterkaitan masingmasing, baik secara langsung maupun tidak langsung, karena setiap aktivitas yang dilakukan oleh masing-masing departemen tentunya akan melibatkan departemen lain sebagai unsur penunjang maupun keterlibatan langsung.

4. Syarat-syarat Petugas Order Taker 

Untuk dapat memenuhi harapan tamu selama tinggal di hotel, maka perlunya sikap, perilaku yang professional dari masingmasing karyawan untuk ditingkatkan. Oleh karena itu seorang karyawan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Berpengalaman di Public Area
b. Berbengalaman di Room (floor section)
c. Berpengalaman di Outlet-outlet lain
d. Mengusai Produk Knowledge (in/out hotel)
e. Komunikasi (Mampu berbahasa Inggris dan bahasa lainnya, Telephone)
f. Mampu mengoperasikan komputer
g. Administration skill
h. Sikap professional (Profesional appearence) artinya seorang petugas order taker harus mempunyai sikap yang dapat mencerminkan pribadi diri ataupun mewakili perusahaan atau hotel dalam melayani tamu seperti penampilan yang menarik, rapi serta dengan menggunakan uniform kerja dengan bersih dan rapi sesuai dengan yang dipersyaratkan
i. Ramah (friendliness) artinya seorang karyawan harus selalu melayani tamu dengan penuh keramahan, selalu menyapa tamu dengan menunjukkan sikap yang sangat antusias dalam melayani pembicaraan dengan memandang langsung ke tamu.
j. Sopan santun (courtesy) artinya seorang karyawan benar-benar memperhatikan apa yang diinginkan oleh tamu, serta menghormati tamu secara wajar serta selalu menyebut nama tamu pada saat bertemu untuk menunjukkan bahwa kita selalu memperhatikan tamu setiap saat.
k. Empathy artinya karyawan harus memahami perasaan tamu dalam situasi apapun, tetapi tetap menyelami keadaan tersebut dengan sikap yang tidak ragu-ragu tanpa menunjukkan sikap berlebihan.
l. Tanggung jawab (resposivenes) artinya sebagai karyawan kita harus dapat mengambil tindakan dengan tepat serta mencari jalan ke luar yang tepat untuk kepuasan tamu sebagai rasa tanggung jawab penuh.
m. Fleksibel (flexibility) artinya sebagai karyawan kita akan memperlakukan tamu sebagai pribadi seutuhnya serta ikut memberikan saran dan jalan keluar yang dapat diterima oleh tamu.
Disamping hal tersebut diatas maka untuk lebih menunjukkan kepada tamu-tamu bahwa, pelayanan yang diberikan oleh hotel akan lebih dari pada yang diharapkan oleh tamu maka untuk itu sebagai seorang karyawan hotel ketentuan dibawah ini akan lebih baik jika dapat dimengerti dan dikuti oleh setiap karyawan.
Bagaimana memberikan kualitas pelayanan kepada tamu
a. Membaca keinginan tamu dengan memberikan perhatian penuh tentang apa yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya.
b. Memilah-milah atau memisahkan apa yang diinginkan oleh tamu tersebut dengan tepat
c. Memecahkan persoalan secara bersama untuk mencari jalan keluar yang baik
d. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu sesuai dengan yang diharapkan
e. Menindaklanjuti semua persoalan yang timbul dan memastikan kembali bahwa tamu akan merasa puas dengan pelayanan kita
f. Mengatasi keluhan tamu dengan sikap yang tetap ramah dan membantu
g. Meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan keinginan tamu tanpa mengurangi standar yang ada.

5. Kelengkapan Order Taker

Dalam rangka memperlancar proses pemberian layanan bagi tamu-tamunya, hotel berupaya semaksimal mungkin melengkapi sarana/prasarana penunjang untuk
mempermudah sistem pelayanan. Dengan kata lain hotel sebagai pelaku bisnis, tentunya membutuhkan sarana prasarana yang memadai dan dapat memuaskan dalam melayani semua kebutuhan yang diharapkan, tentunya akan disesuaikan dengan biaya dan kondisi hotel itu sendiri.
Adapun kelengkapan yang harus ada adalah :
 Computer system
 Switboard Telephone
 Telephone
 Hotel Information
 White board/Housekeeping Information
 Order Taker Log book
 Lost & Found Form
 Lost & Found Book
 Work Order
 Pager
 Pest Control Book
 MC Book
 Key Control
 Key Drop

6. Denah Ruang Housekeeping Office

7. Prosedur Penanganan Pelayanan Housekeeping

a. Pengertian Prosedur Penanganan Pelayanan Housekeeping 

Penanganan Pelayanan Housekeeping yaitu segala aspek layanan yang dibutuhkan oleh tamu sesuai dengan prosedur yang berlaku dan batas yang telah ditentukan yang terkait dengan karakter dan budaya tamu yang menginap di hotel tersebut. Dengan beragamnya tamu yang memiliki karakter dan budayan yang berbeda-beda maka diperlukan pelayanan yang sangat serius, penanganan memerlukan tenaga yang kompeten sesuai dengan tuntutan perusahaan dan tamu. 
Langkah-Langkah Menangani Permintaan Tamu :
1) Greeting dan tawarkan bantuan.
2) Dengarkan dengan baik dan konfirmasikan permintaan tamu (bila perlu dicatat) untuk menghindari kesalahan
3) Beritahukan pada tamu jangka waktu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan tersebut.
4) Segera follow up / laksanakan segera permintaan tamu sesuai dengan jangka waktu yang disepakati.<;/div>
5) Laporkan peminjaman ke Housekeeping ( masukkan ke dalam log book & formulir permintaan )
6) Identifikasi barang yang diminta
7) Memilih barang
8) Mengirim barang
9) Meletakkan & menata barang jika diperlukan sesuai dengan fungsinya
10) Menjelaskan cara penggunaan/ prosedur pemakaian alat sesuai dengan keamanan dan keselamatan kerja.
11) Memberitahukan standar batas waktu maksimal pemakaian ( sesuai kesepakatan ) dan akan diambil apabila sudah selesai
12) Menawarkan bantuan lain bila diperlukan.
13) Mohon ijin pada tamu apabila sudah selesai melayani permintaan tamu tsb dengan ramah dan sopan.

b. Menangani Keperluan Housekeeping

Jenis pelayanan lain yang disediakan oleh housekeeping untuk memenuhi permintaan tamu hanya meliputi jenis barang dan jasa. Jenis pelayanan lain yang disediakan oleh Housekeeping untuk memenuhi permintaan tamu di kamar hotel belum tentu dapat memenuhi seluruh kebutuhan para tamu. Oleh karena itu hotel perlu menyediakan keperluan-keperluan tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan tamu tersebut. Adapun untuk dapat memenuhi permintaan tamu, selain perlengkapan yang memadai juga juga dibutuhkan kemampuan seorang karyawan (room attendant ) yang memiliki sikap, pengetahuan & keterampilan yang baik, sehingga ada beberapa hal penting yang harus di ketahui dan pelajari pada pembahasan berikut ini
1) Cara menangani permintaan
Didalam memberikan pelayanan tambahan tersebut seorang petugas housekeeping dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang maksimal terhadap tamu.Oleh karena itu seorang petugas housekeeping perlu memiliki sikap yang profesional dalam menangani tamu Untuk memberikan pelayanan yang memuaskan dan menciptakan keakraban antara pihak hotel dengan tamu melalui pemberian pelayanan dengan selalu mengingat / menyebut nama tamu. Sehingga tamu merasa diperlakukan istimewa seperti keluarga sendiri.
2) Menyambut Tamu
Dalam rangka menciptakan dan meningkatkan mutu pelayanan dan citra/image yang baik bagi hotel, tamu mengharapkan pelayanan yang memuaskan (ramah,
sopan, cepat dan tepat) dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan.
Keuntungan Bagi tamu :
 Dengan menyambut / menyapa sambil menyebut nama tamunya, tamu akan merasa diperlakukan istimewa
 Pelayanan hotel akan berkesan familiar bagi tamu
 Tamu akan selalu ingat dengan pelayanan yang diberikan hotel tersebut dan menarik tamu untuk datang kembali.
Keuntungan Bagi Hotel:
 Meningkatkan image yang baik bagi hotel dan karyawan, karena Hotel terkenal dengan cara pelayanannya yang ramah karena selalu menyebut nama tamu bahkan menanyakan kabarnya, pada setiap pelayanan yang diberikan
 Dengan pelayanan seperti tersebut di atas dapat meningkatkan occupancy hotel, dengan occupancy yang meningkat berarti pendapatan hotel akan ikut meningkat juga.
 Dengan image yang sudah terbangun dapat dikatakan sebagai sarana promosi gratis dari hotel melalui mulut tamu.
3) Merinci Permintaan Tamu, mendokumentasikan dan mengkonfirmasikan permintaan tamu
Beberapa dokumen untuk mencatat permintaan / peminjaman barang Hotel oleh tamu :
Log Book :
 Diisi oleh bagian Order taker dan disimpan di Housekeeping
 Berisi laporan singkat dari tamu / room attendant yang mendapat informasi langsung dari tamu mengenai barang / perlengkapan kamar yang akan dipinjam oleh tamu.
Formulir Permintaan Tamu :
 Diisi oleh room attendat yang mengantarkan permintaan tamu beserta keterangan/kondisi barang pada saat dikembalikan oleh tamu
 Disimpan di Housekeeping.
Formulir Peminjaman Barang :
 Diisi oleh tamu yang meminjam dan petugas yang mengantarkan barang permintaan tamu
 Ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Contoh-contoh Dokumen/Formulir Peminjaman Barang Hotel Untuk Tamu
Formulir Permintaan Tamu
Formulir Peminjaman Barang
4) Prosedur Pengiriman Barang yang dipinjam oleh tamu
 Memilih dan memeriksa barang dalam keadaan bersih dan berfungsi baik
 Mencatat barang dan kepada siapa barang tersebut dikirimkan
 Kirimkan barang dan atur peletakannya dengan tepat. Beritahukan kepada tamu tentang pemakaiannya, jika diperlukan. Gunakan nama tamu ketika mengirim barang.
 Kumpulan formulir pinjaman setelah ditandatangani tamu dan tinggalkan lembar salinannya untuk tamu (yang asli)
 Kembalikan salinan formulir pinjaman tersebut ke kantor Housekeeping (1 lembar untuk arsip, 1 lembar untuk Front Office)
 Catat ke dalam log book ( untuk barang yang kecil seperti fasilitas untuk kamar mandi hanya perlu dicatat pengantarannya pada log book).
5) Mengatur Perlengkapan untuk Tamu
Beberapa peralatan perlu disiapkan untuk tamu seperti tempat tidur tambahan, tempat tidur bayi, seterika dan meja seterika.
Ketika mengirimkan barang, konfirmasikan dengan tamu di mana perlengkapan tersebut ingin diatur peletakannya. Jangan lupa menyebut nama tamu saat berbicara atau pada saat melayani tamu.
a) Tempat tidur beroda / tempat tidur bayi (baby Coat):
 Letakkan tempat tidur dan buka lipatannya
 Sesuaikan letak perabotan jika posisinya menyulitkan tamu bergerak dengan aman
 Siapkan tempat tidur/ tempat tidur bayi sesuai standar yang telah ditentukan
b) Seterika dan Meja seterika :
 Letakkan meja seterika, buka lipatannya dan atur dengan baik. Pastikan bahwa listrik tersedia di tempat yang diinginkan tamu.
 Sambungkan seterika pada listrik dan simpan pada tempat yang tepat di meja seterika tersebut.
 Informasikan pada tamu cara pemakaian seterika dan pengaturannya.
c. Rincian Proses Permintaan Housekeeping Rincian Proses I
" class=
d. Prosedur Pelayanan Internal hotel
1). Order Pembersihan Kamar (Order Pembersihan kamar baik yang langsung dari tamu maupun melalui Front Office)
a) Order taker segera menyampaikan permintaan tersebut kepada petugas kamar (room attendant/floor supervisor) dengan menggunakan telepon/pager.
b) Hal yang harus dicatat order taker mencatat permintaan pelayanan pembersihan kamar ke dalam order taker log book
c) Jam menerima order, no kamar, jenis order, asal order, dan nama room attendant yang menerima order
d) Berdasarkan order tersebut room attendant segera datang dan membersihkan kamar bersangkutan
e) Note: jika room attendant masih bekerja di kamar lain, floor supervisor wajib memberitahu tamu untuk menunggu sebentar, dan minta maaf atas keterlambatannya
Prosedur Menyiapkan Kamar Tamu

2). Penanganan Kamar Don’t Disturb

Pengertian:
Adalah salah satu status kamar di hotel karena salah satu hal/kepentingan tamu yang ada di dalamnya maka tamu yang bersangkutan tidak mau diganggu (don’t
diasturb) berarti aktivitas penanganannya harus ditunda kerena tamu tidak mau diganggu&nbsp;Bidang/Personil yang terlibat dalam penanganan kamar don’t disturb adalah:
a) Room Attendant</div>
b) Floor/Room Supervisor
c) Front Office
d) Executive Housekeeper/Assisstant
e) Duty Manager/Chief Security
Prosedur:
a) Room attendant yang menjumpai DND mencatat nomor kamar yang diberi tanda DND pada door lock (handle) di kamarnya di room report
b) Room attendant melaporkan ke floor/room supervisor
c) Petugas kamar memasukkan kartu pemberitahuan tentang pembersihan kamar (Notification Make Up Room) agar tamu tersebut bisa menghubungi housekeeping bila kamarnya minta dibersihkan
d) Room attendant akan membersihkan kamar tersebut setelah ada instruksi dari floor supervisor
e) Tindak lanjut dari penaganan kamar don’t disturb, Supervisor harus segera bertindak dengan cara mengghubungi Front Office untuk menyatakan apakah yang tanda DND tamunya sudah CO atau belum
f) Jika belum, Floor supervisor melaporkan kepada executive housekeeper /assistant tantang kamar yang masih DND
g) Executive housekeeper /assistant akan menghubungi kamar tersebut setelah pukul 14.00 untuk mengetahui apakah tamu kamar tersebut masih ada kamar atau tidak
h) Apabila kamar terkunci dengan safety chain atau ring lock, segera melaporkan kepada duty manager untuk tindakan selanjutnya
i) Apabila masih ada executive housekeeper /assistant langsung ke kamar tersebut untuk membuka kamar dengan master key untuk memeriksa kondisi kamar tersebut.
j) Bila keadaan kamar biasa dan tidak mencurigakan segera beritahukan kepada supervisor
k) Jika didalam kamar tersebut terdapat hal-hal yang mencurigakan seperti senjata api atau senjata tajam, bahan peledak, alat pemancar dan lain-lain segera melaporkan kepada dua manager atau chief security untuk mendata kamar tersebut.
Alur Prosedur Pananganan Kamar DND
Contoh D&D Sign 1
Contoh DND Sign 2
4). Permintaan Penambahan tempat Tidur (Extra Bed)
a) Permintaan extra bed akan dilayani setelah ada persetujuan dari bagian front office
b) Setelah menerima order, petugas order taker segera menyampaikan order tersebut kepada petugas kamar
c) Petugas kamar (room attendant) segera menyiapkan extra bed dan dikirim ke kamar yang bersangkutan
d) Extra Bed diletakkan sejajar dengan tempat tidur yang ada di kamar yang ada di kamar, atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi kamar
e) Penambahan tempat tidur diikuti dengan penambahan jumlah handuk
f) Kode status kamar dirubah menjadi O3 (occupied by 3 persons)
g) Kode status kamar yang baru dicatat dalam housekeeping report.
h) Note: untuk anak dibawah 12 tahun gratis dan status kamar tetap O2 (occupied by 2 persons)
5). Make Up A Roll Away Bed
StandardAll roll away bed is for the extra guest staying in the same room together with the guest. All roll away bed will be neatly made with a clean twin bed sheet and
blanket Procedure:
a) Collect 3 twin bed sheet and 1 blanket from the pantry
b) Roll away bed can be made up in service area and then transported to the room. Ensure the roll away bed is free of the dust before sending it to the room
c) Place all require linen on a clean surface
d) Check mattress protector to the linen room for repair and the stain one for laundry
e) Place the firt sheet hem side down on the bed, back in on the top mater corners, sheet is the ticked in on both side to the bottom of the bed
f) Place the second sheet hem side up and have top level with base mattress
g) Spread blanket evenly, level with the top of blanket
h) Place third sheet hem side down level with the top of blanket
i) Even out top sheet and fold overhang of second sheet back over the top sheet and the blanket
j) Fold back once again to a with of 15 cm
k) Tuck in blanket and sheet at the base and mitre corners
l) For storage ob bed, place velco strip firly over bed and close. Always store the bed up right position when not in use
m) One completed RAB will be placed in the ovemight store for overnight reaquest.
Denah Penempatan Extra Bed pada Kamar Double
1. Wardrobe
2. Refrigerator
3. Lugage Rack
4. Dresing Table/Writing Table
5. Dressing Chair
6. Coffee Table
7. Arm chair
8. Single bed (extra bed)
9. Double bed
10. Bed side table/night table
11. Bath tub
12. Toilet Bowl
13. Wash basin & Vanity table
Denah Penempatan Extra Bed pada Kamar Twin
1. Wardrobe
2. Refrigerator
3. Lugage Rack
4. Dresing Table/Writing Table
5. Dressing Chair
6. Coffee Table
7. Arm chair
8. Single Bed (Extra Bed)
9. Twin Bed
10. Bed Side Table
11. Bathtub
12. Toilet Bowl
13. Wash Basin & Wash Basin table
6). Make Up Baby Coat
Task
Make up baby coat
Standard
Each night our smallest guest will receive a VIP treatment-aclean and neatly mede coat on arrival Procedure:
1) Collect 3 sheet, 1 mattress pad, 1 pilow case and 1 blanket from the linen room
2) Lay first sheet hem side down, evenly over the mattress. Check on the mattress protector
3) Lay second sheet hem side facing down with the top level with the base of the mattress
4) Place third sheet hem facing down, level with the top of blanket
5) Event out top sheet and fold overhang of second sheet back over the top sheet
6) FOLD BACK ONCE AGAIN. Metter all comers and tuck around
7) Place pillow into the pillow case and pillow on top of the coat. Open end to face the windows side
8) Cover up the ready coat with a garbage bag or with a cot cover provided
9) When sending the coat to the room, do not hit against the door or wall. Use the door stopper or sand bag.
Double Bed And Baby
1. Wardrobe
2. Refrigerator
3. Lugage Rack
4. Dresing Table/Writing Table/Television Table
5. Dressing Chair
6. Coffee Table
7. Arm chair
8. Baby Coat
9. Double Bed
10. Bed Side Table
11. Bathtub
12. Toilet Bowl
13. Wash Basin & Wash Basin table
10) Permintaan Penambahan Atau Perpindahan Kamar
a) Permintaan penambahan atau perpindahan kamar dicatat dalam OT log book: jam order taker, nom kamar, jenis permintaan, pemberi order, penerima oorder, ketarangan
b) Permintaan penambahan atau perpindahan kamar segera disampaikan ke petugas Front office melalui telepon atau alat komunikasi yang lain
c) Pelaksanaan maupun administrasi penambahan atau perpindahan akamar akan dilaksanakan oleh petugas front office
d) Guna meyakinkan kamar yang diminta dalam kondisi siap pakai (siap dijual) room attendant harus memeriksa ulang kondisi dari kamar tersebut 
e) Khusus untuk perpindahan kamar harus dicatat alasannya, dan kamar segera dibersihkan kembali.
11). Peminjaman peralatan atau barang
a) Permintaan peminjaman peralatan atau barang di catat dalam order taker log book; jam order taker, no kamar, jenis permintaan, pemberi order, penerima order, keterangan.
b) Permintaan peminjaman peralatan atau barang segera disampaikan ke petugas kamar melalui telepon atau alat komunikasi yang lain.
c) Petugas kamar (room attendant) mengantar peralatan yang diminta oleh tamu
d) Untuk barang cukup mahal harganya, harus disertai dengan formulir peminjaman yang harus ditandatangani oleh tamu
e) Untuk barang yang berisiko hilang (di bawa oleh tamu) peminjaman harus disertai dengan uang jaminan dengan jumlah yang sudaha ditentukan dan uang tersebut diserahkan ke FOC dengan disertai MC (Miseleneus Charge)
f) Jika barang yang dipinjam dikembalikan, uang jaminan akan dikembalikan ke tamu
g) Jika barang yang dipinjam di bawa oleh tamu, uang jaminan akan dimasukkan ke dalam income tambahan hotel.
12). Prosedur pengiriman dan pengembalian barang yang dipinjam
1). Pengiriman barang pinjaman:
 Memilih dan memeriksa barang dalam keadaan bersih dan berfungsi baik.
 Mencatat barang dan kepada siapa barang tersebut dikirimkan.
 Kirimkan barang dan atur dengan tepat.
Beritahukan kepada tamu tentang pemakaiannya jika diperlukan. Gunakan nama
tamu ketika mengirim barang.
 Kumpulkan formulir pinjaman setelah ditandatangani tamu dan tinggalkan lembar salinannya untuk tamu
 Kembalikan salinan formulir pinjaman tersebut ke kantor Housekeeping (1 lembar untuk arsip,
1 lembar untuk Front Office)
 Catat ke dalam log book (Untuk barang yang kecil seperti fasilitas untuk kamar mandi hanya perlu dicatat pengantarannya pada log book).
2). Pengembalian barang pinjaman, jika tamu masih terdaftar:
 Konfirmasikan melalui telepon dan cari tahu apakah tamu sudah selesai menggunakannya.
 Jika barang tersebut sudah tidak diperlukan lagi, ambil barang dan salinan formulirnya dari tamu.
 Kembalikan barang ke gudang. Periksa apakah barang tersebut masih dalam keadaan baik dan simpan di tempat yang semestinya.
 Catat pengembalian barang dalam log book.
 Jika tamu telah keluar / check out, ambil barang dari kamar tamu.
13). Penanganan Pemeriksaan Mini Bar
Pelayanan MiniBar biasanya bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi tamu yang memerlukan soft drink /minuman ringan dan makanan kecil lainnya di kamar. Sehingga tamu tidak usah membuang waktu keluar kamar atau hotel untuk memberlinya disamping itu juga akan mendatangkan keuntungan dari hasil
penjualan soft drink dan snacknya.
Agar minibar di kamar dapat ditangani dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya kehilangan atau late charge terhadap minibar. Minibar disediakan di kamar beserta daftar minuman serta daftar snack yang tersedia disertai dengan minibar list/voucher yang merupakan bukti pembayaran untuk tamu. Front office cashier akan menagihkan bila mana tamu tersebut check-out. Housekeeping clerk atau order taker akan membuat laporan penjualan dan kehilangan mini bar berdasarkan jumlah minuman yang diambil oleh room attendant untuk melengkapi kamar. (Tugas ini bisa diberikan kepada seksi/bagian mana saja yang telah
ditetapkan oleh pihak hotel.)
Prosedur dan tanggung jawab
1) Housekeeping Office/Order Taker
 Order taker menginformasikan kepada supervisor tentang kamar yang akan check out
 Mengambil salinan bukti pembayaran minibar di kasir
 Membuat daftar menibar yang terjual
 Menyimpan daftar minibar yang terjual
 Membuat bukti kehilangan yang disetujui oleh housekeeper supervisor dan front office cashier jika minibar tak terbayar
 Membuat daftar minibar hilang
 Menyimpan daftar minibar yang hilang
2) Floor Supervisor
Segera menyampaikan kepada room attendant untuk segera mengadakan pemeriksaan terhadap kamar yang check out.
3) Room attendant
 Meminta ijin kepada tamu untuk memeriksa minibar
 Memeriksa minibar di kamar
 Room attendant segera mendaftarkan ke cashier tentang minibar yang dikonsumsi oleh tamu
Catatan:
 Jika pada saat akan memeriksa minibar tamu tidak mengijinkan maka room attendant menyampaikan kepada cashier
 Jika ketika akan diperiksa ternyata tamu tidak berada dalam kamar maka roomboy langsung memeriksa minibar.
Alur Permintaan Minibar Oleh Housekeeping
Alur Mengambil Salinan Bukti Pembayaran
14). Kerusakan atau gangguan di kamar Kerusakan di Kamar
1) Semua informasi tentang kerusakan di kamar di catat di OT log book: jam diterimanya informasi, no kamar, jenis kerusakan, pengirim order dan nama petugas yang menerima informasi.
2) Permohonan maaf harus disampaikan kepada tamu
3) Jika peralatan tidak berfungsi dikarenakan rusak, order taker segera memberi tahukan kepeda bagian enginering, agar dikirim petugas untuk memperbaiki
4) Disamping pemberitahuan langsung ke bagian engineering, agar dikirim petugas untuk memperbaiki
5) Disamping pemberitahuan langsung ke bagian engineering, order taker harus melengkapi order tersebut dengan work order (WO) yang ditandatangani Exc. Housekeeper, dan dikirim ke bagian engineering.
Gangguan di kamar
1) Semua informasi tentang gangguan di kamar di catat di OT log book: jam diterimanya informasi, No kamar, jenis gangguan, asal informasi dan nama petugas yang menerima informasi.
2) Permohonan maaf harus disampaikan kepada tamu
3) Jika gangguan ringan, OT menginformasikan hal ini kepada supervisor untuk ditangani Jika gangguan berat, OT menginformasikan hal ini kepada Duty Manager & Security untuk ditindak lanjuti, dan melaporkan hal ini kepada Exc. Housekeeper
Work Order
Penanganan Lost & Found
Tujuan:
Agar barang bawaan tamu yang tertinggal di kamar atau di area hotel dapat terawat dan terjaga dengan baik Prosedur dan tanggung jawab (room attendant)
1) Menemukan barang di kamar
2) Melaporkan penemuan barang kepada floor supervisor
3) Menginformasikan adanya penemuan barang kepada front office
4) Mengantar barang temuannya ke housekeeping office/order taker
5) Memeriksa, mencatat barang yang ditemukan pada form yang ada
6) Memberikan salinan laporan penemuan barang ke room attendant atau penemu
7) Membungkus barang temuan
8) Menempelkan form penemuan barang pada bungkusan
9) Menyimpan barang ke deposit box
10) Membuat bukti serah terima barang di FOC
11) Jika barang yang ditemukan adalah barang yang tidak berharga maka housekeeping clerk memungkus barang tersebut
12) Housekeeping clerk /order taker menempelkan form penemuan barang ke bungkusan
13) Housekeeping /order taker menyimpan barang di almari Lost & found di Housekeeping
Catatan
1) Jika ada penemuan di area umum oleh staf hotel atau departemen lain maka barang tersebut segera diberikan ke bagian housekeeping untuk dibuatkan /masukkan dalam daftar lost & found
2) Jika barang yang ditemukan barang yang cepat rusak misalnya buah-buahan/makanan disimpan selama 24 jam
Alur Penanganan L&F (Lost & Found)
Alur Penanganan Peminjaman Barang Yang Tidak Dikenakan Biaya Micellaneus Charge)
Form MC
16). Standard Keamanan Dan Keselamatan Kerja Beberapa standar keamanan dan keselamatan kerja yang perlu diperhatikan oleh petugas dalam melayani  permintaan tamu :
1) Pemilihan kualitas / identifikasi barang yang akan dipinjam oleh tamu, mengenai kondisi dari barang tersebut dalam keadaan layak pakai. Sehingga pada saat digunakan oleh tamu, tidak akan terjadi kemungkinan kecelakaan kerja atau hal-hal lain yang merugikan pemakai/ pengguna dan hotel
2) Perhatikan cara/petunjuk penggunaan peralatan yang tercantum pada badan alat tersebut / brosur
3) Perhatikan cara pengaturan dan peletakkan barang di kamar tamu, sehingga tidak mengganggu lalu lintas dan kenyamanan tamu
4) Jangan lupa untuk memperhatikan batas waktu pemakaian yang telah disepakati, agar kualitas barang tetap terjaga kualitasnya dan untuk menghindari kelalaian pemakaian yang mengakibatkan kecelakaan kerja
5) Penggunaan perangkat pelindung yang mendukung keselamatan pengguna, seperti alas kaki, sarung tangan karet, masker pelindung debu, alas kain, atau
bahan luar yang melekat pada peralatan yang mengandung penghantar listirik tidak berbahaya pada saat pemakaian ( contoh : seterika ).
layanan Linen dan pakaian tamu
1 Pengertian Linen
Linen hotel merupakan investasi yang besar, sehingga membutuhkan profesionalisme dalam penanganannya. Dalam penanganannya Linen hotel dibagi menjadi 2 ( dua ) :
a. Housekeeping Linen
b. Food & Beverage Linen
a. Jenis-jenis linen Housekeeping Department
a. Sheet ( Sprei )
b. Pillow Case ( sarung bantal )
c. Bath Towel ( handuk mandi ).
d. Hand towel ( handuk tangan ).
e. Face towel ( handuk muka )
f. Bath mat ( keset ).
g. Bed spread
h. Bed skirting
b. Jenis-jenis linen Food & Beverage Department
a. Table cloth ( taplak meja ).
b. Large table cloth ( taplak meja lebar ).
c. Napkin ( serbet )
d. Molton
e. Greenfelt
Proses Pengumpulan dan Pengiriman Linen
a. Pengumpulan :
1) Hindari penambahan kotoran pada saat pengumpulan ini
2) Gunakan 2 (dua) kantong linen kotor untuk menghindari bercampurnya kotoran yang ringan dan yang berat
3) Keluarkan peralatan makan pada F & B linen pada waktu clear up.
4) Jangan sampai ada barang/pakaian tamu yang terbawa untuk Housekeeping linen.
5) Linen kotor segera dikirim ke Laundry.
b. Transportasi
a. Membawa linen dengan tangan :
1) Hindari membawa linen terlalu berlebihan.
2) Hindari linen jatuh kelantai.
3) Linen jangan diseret.
4) Jangan terinjak dengan sepatu.
b. Membawa dengan kantong linen.
1) Jangan melebihi muatan.
2) Jangan menggunakan kantong yang rusak.
3) Kantong harus selalu dicuci.
c. Mengirim linen kotor melalui cerobong ( Linen chut ).
1) Hindari linen jatuh kelantai.
2) Hindari benda-benda tajam masuk cerobong.
3) Area cerobong harus bersih.
4) Jangan menyeret linen, gunakan trolley.
5) Jangan menginjak linen dengan sepatu
6) Jangan memasukkan lenen terlalu berlebihan
3. Penyeleksian
a. Jenis kotoran
Tingkat pengotoran :
1) ringan
2) sedang
3) berat
b. Jenis bahan / kain
1) bahan dasar kain
2) warna
3) Proses akhir
5. Pencucian
a. Kapasitas yang dianjurkan :
1) Kotoran ringan
2) Kotoran sedang
3) Kotoran berat
4) Kotoran extra berat.
b. Step proses pencucian :
1) Flush
2) Break
3) Suds
4) Bleach
5) Rinse
6) Intermedite extract
7) Final rinse
8) Final extract
9) Shake out
6. Pemerasan
a. Optimum dari pengeringan :
1) produksi linen
2) efisiensi pengeringan
3) proses akhir
b. Kecepatan pemerasan :
1) low speed : < 300 RPM
2) medium speed : 300 – 400 RPM
3) hight speed : 700 – 900 RPM
c. Hindari pemerasan yang berlebihan.
d. Kadar kelembaban pada towel diwaktu extract = 54%
7. Proses akhir
a. Pengeringan :
1) Jangan terlalu kering.
2) Pisahkan secepatnya linen yang mudah kusut.
3) Bersihkan saringan debu pada mesin pengering setiap saat.
4) Dianjurkan untuk selalu memakai proses cooling down.
b. Rooler / mangler :
1) perhatikan tekanan steam
2) perawatan padding
3) waxing
4) kusut.
c. Pengepresan :
1) Garmen press
2) Wool Press
3) Hand ironer
8. Pelipatan
a. Pelipatan menggunakan mesin pelipat otomatis.
b. Pelipatan secara manual
c. Linen ditolak ( reject )
d. Evaluasi hasil cucian.
9. Penyimpanan
a. Jangan meletakan benda atau linen kotor dekat linen bersih.
b. Jaga selalu kebersihan.
c. Evaluasi hasil cucian.
10. Transportasi
a. Gunakan kantong / trolly linen
1) Jaga kebersihan
2) Bersih dan sehat
3) Jangan membawa linen berlebihan
b. Hindari penyalahgunaan dan pencurian linen.
11. Penggunaan
a. Jangan membiarkan penyalahgunaan linen
1) problem untuk laundry
2) linen cepat rusak
3) biaya penggantian linen tinggi.
b. Penyalahgunaan linen segera diinformasikan kepada manajemen
dan karyawan.
D. Pakaian Tamu
Pelayanan laundry untuk tamu hotel merupakan suatu kegiatan yang penuh dengan resiko, disamping itu produk laundry dapat meningkatkan atau menurunkan kesan tamu terhadap citra hotel, sehingga membutuhkan profesionalisme dalam penanganannya. Untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan maka, orang yang bekerja di laundry departmen harus mengenal jenis-jenis serat kain.
1. Jenis serat pakaian :
a) Cotton
b) Polyester
c) Policotton
d) Nylon
e) Yute
f) Sutera
g) Wool
2. Jenis-jenis Pelayanan pakaian tamu
1) Pelayanan mendesak – dikenakan biaya tambahan 100% dari daftar harga, dikembalikan 2 jam setelah diambil: pengambilan terakhir jam 4 sore
2) Layanan kilat – terkena biaya tambahan 50% dari daftar harga, dikembalikan paling lama jam 2 sore: pengambilan terakhir jam 10 pagi
3) Pelayanan biasa – dikembalikan pada hari yang sama pada jam 6 sore: pengambilan terakhir jam 10 pagi
4) Pelayanan pencucian
5) Pelayanan dry cleaning
6) Pencucian dengan tangan
7) Hanya setrika
8) Perbaikan.
1. Jenis pakaian dan perlengkapannya :
Guest Laundry Flow Cart
KETERANGAN
1. Pengumpulan :
a. Untuk memastikan kondisi pakaian tamu, periksalah terlebih dahulu secara teliti pada pakaian yang akan dicuci
b. Hitung jumlah pakaian
c. Tulis nomor kamar
d. Tulis nama tamu
e. Masukan ke dalam laundry bag
f. Konfirmasi dengan tamu, dan tamu diminta untuk menanda tangani lauindry list.
2. Transportasi :
a. Membawa pakaian dengan tangan :
1) Hindari membawa pakaian terlalu berlebihan.
2) Hindari tercecer.
3) Masukan pakaian kedalam laundry bag
b. Membawa dengan trolly
1) Jangan melebihi muatan.
2) Jangan menggunakan kantong laundry yang rusak.
3. Penyeleksian & memberi tanda ( Sortir )
a. Jenis kotoran/tingkat kotoran
Jenis/tingkat pengotoran dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) ringan
2) sedang
3) berat
b. Jenis bahan / kain
1) bahan dasar kain
2) warna
3) Proses akhir
c. Memberi tanda seragam/Uniform Karyawan
1) sebuah kode biasanya menunjukkan departemen dan posisi/jabatan, contohnya: GM, EAM dan kemudian departemennya:
 FO 1 untuk manager Front Office
 FO 2 untuk asisten manager Front Office
 Untuk tingkat staff, kode didasarkan pada nama
pegawai yang diperoleh dari daftar nama-nama pegawai.
2) Beri tanda pada bagian yang tidak terlihat, seperti di bagian dalam kerah, atau bagian bawah dalam baju dan lain-lain.
3) Jika tidak dapat menandai pada bagian dalam kerah, gunakan penjepit untuk menahan tanda pada lubang kancing atau tempat ikat pinggang.
d. Memberi tanda pakaian tamu
1) Nomor-nomor dan kode-kode yang digunakan:
 Minggu : MG
 Senin : SN
 Selasa : SL
 Rabu : RB
 Kamis : KM
 Jum’at : JT
 Sabtu : ST
2) Kode penomoran dimulai dari nomor 101 sampai 140 kemudian dilanjutkan ke nomor 210 hingga 240, dan seterusnya.
 Nomor pertama pada kode adalah kelompok jenis pencucian, nomor kedua adalah nomor pencucian.
 Tanda pada pakaian tamu harus sesuai dengan daftar permintaan pencucian.
 Lepaskan semua tanda lama yang ada pada pakaian tamu.
 Jika tanda tidak dapat dipasang pada bahan pakaian, gunakan penjepit / peniti atau stapler untuk memberi tanda baru.
 Penandaan dengan penjepit atau stapler harus berhatihati supaya tidak merusak pakaian, seperti lubang kancing, dll.
 Pada saat menggunakan mesin untuk menandai, pastikan pakaian tidak akan rusak. Jika perlu lakukan pada bagian pakaian yang terlihat.
 Jika anda ragu pakaian/bahan akan rusak, gunakan penjepit / peniti atau stapler.
e. Menggunakan mesin untuk menandai
1) Siapkan mesin untuk menandai
2) Periksa setiap komponen
 nomor kode
 pita
 bahan pembersih
 cara menggunakan.
3) Hubungkan ke sumber listrik, sesuai dengan tegangannya.
4) Hidupkan dan panaskan mesin.
5) Letakkan bagian pakaian yang akan diberi tanda dan tekan pegangannya ke bawah untuk membuat nomor
f. Proses pencucian :
1) Laundry
2) Dry cleaning
g. Konfirmasi
4. Pencucian
a. Kapasitas yang dianjurkan :
1) Kotoran ringan
2) Kotoran sedang
3) Kotoran berat
4) Kotoran extra berat.
b. Step-Step/Langkah-langkah proses pencucian :
5. Pemerasan
a. Optimum dari pengeringan :
1) Jenis kain / material
2) efesiensi pengeringan
3) proses akhir
b. Kecepatan pemerasan :
1) low speed : < 300 RPM
2) medium speed : 300 – 400 RPM
3) hight speed : 700 – 900 RPM
c. Hindari pemerasan yang berlebihan, karena akan mengakibatkan kerusakan serat kain, dan hati-hati dengan jenis kain yang sensitif.
6. Proses akhir
a. Pengeringan :
1) Jangan terlalu kering.
2) Pisahkan secepatnya pakaian yang mudah kusut.
3) Bersihkan saringan debu pada mesin pengering setiap saat.
4) Dianjurkan untuk selalu memakai proses cooling down.
b. Pengepresan :
1) Garmen press
2) Wool Press
3) Hand ironer
7. Finishing & pengepakan
a. Evaluasi hasil cucian.
b. Penyempurnaan pressing
c. Pelipatan menggunakan mesin pelipat otomatis.
d. Pelipatan secara manual
e. Konfirmasi
8. Pembukuan
a. Pakaian dicatat dala guest laundry book.
b. Catat jenis pakaian, proses pencucian, harga, nama tamu, nomor kamar.
9. Pengiriman
a. Gunakan kantong / trolly valet
1) Jaga kebersihan
2) Bersih dan sehat
3) Jangan membawa pakaian berlebihan
4) Pakaian yang pakai hanger, digantung
b. Jangan meninggalkan pakaian tamu tanpa diawasi.
c. Minta bantuan petugas Housekeeping untuk kamar yang tamunya keluar.
d. Tanda tangan tamu atau petugas Housekeeping.
e. Catat kamar yang tidak bisa dimasuki ( DD / DL )
10. Billing
a. Buat kwitansi untuk cucian yang sudah diselesaikan.
b. Kwitansi dikirim ke FO cashier untuk tamu yang menginap.
c. Kwitansi dikirim langsung ke konsumen untuk dimintakan pembayaran
Jenis – jenis noda
1. Noda-noda yang timbul
Noda-noda yang terdapat di permukaan pakaian, contohnya cat, lipstick, dll.
2. Noda yang terserap
Noda yang terserap: Noda yang diserap kedalam serat pakaian, contohnya minuman, tinta dll.
3. Noda campuran
Noda campuran: Campuran dari dua jenis noda yang disebutkan di atas, contohnya darah, dll.

1. Kotoran yang dapat dicuci
Kotoran yang dapat dicuci yaitu kotoran yang dapat dihilangkan dengan menggunakan air dan deterjen.
Contohnya:
Protein : Telur, saos, kotoran, dll
Pigmen : Debu
Karbohidrat : Kanji
Lemak dan minyak : Minyak mineral, minyak sayur, dll.
2. Kotoran yang menyerap
Kotoran yang sulit dihilangkan bahkan terkadang tidak dapat
dihilangkan sama sekali.
Contohnya: Cat, plitur, bercak, dll.
3. Kotoran yang dapat dihilangkan dengan menggunakan bahan
pemutih
Kotoran yang yang tidak dapat dihilangkan dengan cara cuci biasa
atau dry cleaning dan memerlukan bahan pemutih yang
ditambahkan pada proses pencucian.
Contohnya:
Noda alami; buah-buahan, saos, obat-obatan, darah, dll.
Noda buatan; bahan-bahan industri, dll.
I. Proses pembersihan Noda
1. Proses Pencucian Noda
Proses pencucian untuk barang-barang yang tingkat noda berat, menengah dan ringan dengan menggunakan air dan deterjen.
Langkah dalam proses pencucian:
Pencucian:
a. Basahi pakaian
b. Rendam
c. beri sabun/cuci
d. pembilasan 1: proses normal
e. pembilasan 2: jika pakaian berwarna putih dan banyak noda, tambahkan bahan pemutih.
f. pembilasan 3: proses normal
g. pembilasan 4: tambahkan bahan kimia untuk menetralisir alkali
h. pembilasan 5: tambahkan pelembut pakaian. 
Pemerasan:
semua mesin cuci mempunyai alat pemeras.
Pengeringan:
keringkan pakaian dengan menggunakan mesin pengering.
2. Proses dry cleaning
Cuci, bilas, peras dan dry cleaning. Proses tersebut dilakukan pada satu mesin dengan menggunakan pelarut.
3. Proses pencucian dengan tangan
Proses ini dilakukan pada barang yang lembut dan warna yang mudah luntur
J. Proses penghilangan noda
1. Proses mekanik:
Menggunakan peralatan untuk menghilangkan noda, contohnya papan pembersih dan mesin cuci.
2. Proses dengan pelarut:
Menggunakan pelarut atau bahan dasar kimia lainnya untuk menghancurkan noda.
3. Proses kimia:
Menggunakan bahan kimia khusus untuk menghilangkan nodanoda tertentu.
4. Pelembutan:
Menggunakan bahan pelembut untuk melembutkan bahan-bahan keras sebelum menggunakan peralatan dan bahan-bahan penghilang noda.
K. Bahan pembersih dan kimia untuk pencucian dan dry cleaning 
Proses pencucian
1. Air: kualitas air disesuaikan dengan tingkat kekakuan, zat besi, bahan organik, jumlah bahan larutan.
2. Deterjen: harus memiliki
 tingkat kekasaran
 batas alkali
 bahan pemisah
 zat tambahan – mencerahkan warna, tidak membuat warna pudar, tahan terhadap karat.
3. Asam: menetralisir asam alkali pada pakaian
4. Pelembut: melembutkan pakaian.
Proses dry cleaning
Pelarut: bahan-bahan hidrokarbon teklorinasi untuk dry cleaning – Derchloro Ethylene, Tetrachloro Ethylene, Flouro carbon, dll.
L. Penggunaan bahan-bahan pembersih dan kimia yang aman
1. Jangan pernah mencampur bahan-bahan kimia yang tidak sama, karena hal ini dapat membentuk campuran yang sangat berbahaya.
2. Selalu pastikan bahwa semua wadah sesuai dengan isinya. Jika wadah tidak ditandai, bawa ke penyelia untuk diberi tanda.
3. Selalu gunakan peralatan keamanan yang memadai yang diberikan oleh penyelia anda – sarung tangan dan masker.
4. Baca semua informasi keamanan yang ada pada wadah bahan kimia.
5. Jika anda mengalami alergi akibat terkena bahan kimia, segera siram bagian yang terkena dengan air yang banyak dan segera laporkan kepada penyelia.

Rangkuman

Kebersihan Area Umum Hotel (Public Area) Departemen Tatagraha (housekeeping) terdiri dari seksi-seksi. Pada setiap seksi mengemban tugas dan fungsi masing-masing. Dalam melaksanakan tugasnya, seksi yang ada harus saling menjalin kerja sama yang baik. Dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang sehat maka akan dapat tercipta suasana kerja yang dinamis dan kondusif.
Secara umum Departemen Tatagraha (Housekeeping) memiliki fungsi untuk menjaga kebersihan, kerapihan dan kelengkapan kamar-kamar tamu, restoran, bar dan tempat-tempat umum dalam hotel termasuk tempat-tempat untuk karyawan kecuali dapur (Kitchen).
Departemen housekeeping disamping memiliki fungsi di atas juga memiliki fungsi untuk menjaga usia alat dan perlengkapan yang dimiliki oleh hotel secara maksimal. Secara keseluruhan Departemen tata graha dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Sebagai seorang staf housekeeping harus memiliki grooming yang baik (well groome) sehingga image tamu terhadap hotel akan baik.
2. Sebelum melakukan pekerjaan seorang staf housekeeping terlebih dahulu harus mengetahui jenis-jenis alat, bahan-bahan maupun cara pengoperasian dari alat tersebut, sehingga pekerjaan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.
3. Perawatan adalah mencegah terjadinya kerusakan dan memperpanjang umur maupun fungsi alat agar dapat digunakan lebih lama sehingga mengurangi cost atau biaya yang harus dikeluarkan oleh hotel.
4. Perbaikan adalah alternatif terakhir setelah upaya pencegahan sudah tidak dapat dilakukan.
5. Untuk lebih efektifnya penggunaan peralatan perlu adanya tatacara penggunaan alat yang aman, sehingga tidak menimbulkan kecelakaan terhadap pemakai.
6. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan hal-hal yang merugikan petugas, sebaiknya petugas menggunakan pakaian pelindung
7. Untuk menggunakan bahan kimia yang aman adalah harus membaca petunjuk penggunaan terlebih dahulu.
8. Menggunakan pakaian pelindung diwajibkan bagi semua staf, dimana tujuan utamanya adalah untuk melindungi diri dari kecelakaan.
9. Untuk memberikan kesan yang baik kepada tamu, hotel harus bersih, sehingga tamu akan betah tinggal dan diharapkan akan kembali dimasa yang akan datang.
10. Untuk menjaga agar suatu area tetap terjaga kebersihannya, maka perlu adanya penjadwalan di dalam pembersihannya.
11. Sistem pembersihan secara manual dapat dibedakan beberapa macam, yaitu:
a. Dusting (mengelap debu pada perabot/barang)
b. Sweeping (menyapu lantai)
c. Mopping (mengepel lantai)
d. Window Cleaning/Mirror Cleaning (membersihkan kaca jendela / kaca cermin).
e. Polishing (memoles barang / perabot yang terbuat dari kayu/logam)
12. Untuk menjaga agar area hotel tetap bersih dan aman dari bahaya sampah dan limbah, maka perlu adanya penangan sampah dan limbah secara serius.
13. Salah satu cara untuk menghemat pengeluaran hotel salah satunya adalah dengan memelihara peralatan dan bahan pembersih, yaitu dengan cara penyimpanan, penggunaan sebaik-baiknya.
14. Dalam melaporkan kerusakan harus melalui prosedur yang ada di dalam perusahaan.
15. Setiap pegawai dituntut mampu mengisi format-format yang diperlukan di dalam pelaporan kerusakan.
16. Kerusakan diperbaiki berdasarkan work order yang dikirim dari housekeeping
17. Setelah diperbaiki kerusakan, housekeeping harus menandatangani work order sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan.
4.9.2 Kebersihan Kamar Tamu (Guest Room Preparation)
Sebagai seorang room attendant, dituntut dapat selalu berpenampilan rapi, bersih dan menarik (Good grooming), disamping itu juga harus dapat menampilkan kompetensinya yaitu mempersiapkan perlengkapan peralatan dan bahan untuk pembersihan kamar, hal ini diperlukan karena sangat menentukan kelancaran pada pelaksanaan pekerjaan pembersihan kamar itu sendiri. Kemempuan-kemampuan lain seperti : memeriksa keadaan trolley, set up trolley sesuai dengan penempatan yang benar merupakan kompensi awal pada saat menyiapkan kamar untuk tamu.
Akases ke kamar untuk pelayanan diawali dengan melihat status kamar terlebih dahulu, hal ini mutlak dilakukan untuk menindaklanjuti proses pembersihan kamar.
Prosedur memasuki kamar sebaiknya dilakukan sesuai dengan langkahlangkah kerja yang sudah standar . Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat tamu berada di kamar Mintalah maaf jika menggangu tamu, dan tanya kapan waktu yang tepat bagi anda untuk kembali lagi dan membersihkan kamar. Jika tamu sedang tidur, tinggalkan kamar secara perlahan . Jika anda menyalakan lampu, matikan lampu tersebut kembali. Jika anda mendengar suara yang menunjukkan bahwa tamu ada di kamar mandi dan mungkin tidak mendengar anda, tinggalkan kamar secara perlahan. Jika tamu tersebut dapat mendengar anda dari kamar
mandi, mintalah maaf dan bilang bahwa anda akan kembali lagi nanti Pada saat memasukki kamar jangan meninggalkan kunci kamar pada trolley cart, hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan baik oleh petugas lain maupun tamu yang lewat.
Sebagai room attendant pada saat membereskan tempat tidur sebaiknya mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis dan bagian-bagian tempat tidur, hal ini bertujuan memudahkan pada saat proses membereskan tempat tidur yang jenis dan ukurannya berbeda-beda. Untuk meningkatkan efisiensi bekerja perlu mengetahui langkahlangkah membereskan tempat tidur yang dimulai dari striping bed sampai menata tempat tidur
Disamping kemampuan diatas juga kemempuan-kemampuan lain seperti: mengidentifikasi noda dan kerusakan pada liinen kotor serta kemungkinan terjadinya barang milik tamu yang tertinggal atau barang milik hotel yang terbawa oleh tamu Sebelum anda melakukan pembersihan kamar tidur tamu langkah awal yang harus dilakukan adalah first checking sesuai dengan prosedur.
Memasuki kamar tamu untuk melakukan pembersihan harus mengikuli langkah-langkah yang ditetapkan. Untuk membereskan tempat tidur harus melakukan pengecekan secara teliti mengenai perlengkapan kamar tamu, jika ada kerusakan, kehilangan barang segera laporkan pada order taker sesegera mungkin,
hal ini dilakukan agar semuanya dapat segera ditindaklanjuti.
Dalam proses pembersihan kamar menggunakan sistem clock wise atau un clock wise, dengan tujuan supaya lebih teliti sehingga tidak ada yang terlewatkan.
Untuk melakukan pembersihan di kamar mandi, bersihkan dengan teliti sesuai dengan prosedur pembersihan yang benar. Penggunaan alat dan bahan pembersih itu dapat efektif, maka perlu adanya penggudangan secara teratur.Tindakan kontrol yang baik adalah pada saat pengambilan, pemakaian dan sebelum penyimpanan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam kontrol didalam penggudangan alat-alat dan bahan pembersih adalah dapat dikelompokkan: Cara menggudangkan sapu, Alat Penampung (Container), Linen, Alat pelindung, Alat-alat machinal, dan bahan pembersih.
4.9.3 Tipe–Tipe Kamar Hotel
Agar kamar tamu dapat dijual dan memuaskan para tamu-tamunya, kamar harus memiliki kualifikasi tertentu, yaitu :
1. Cleanlines : Bersih (dalam pengertian luas)
2. Comfortable : Melegakan, menyenangkan, dimana faslitasfasilitas yang ada dalam ruangan serasi dengan keadaan kamar.
3. Atractive : menarik dari segi desain, misalnya warna, gambar, didalam kamar harus harmonis agar penataan dari kamar tersebut dapat dalam satu kesatuan.
4. Safety : Privacy dimana tamu merasa terjamin bahwa tidak terjadi kecelakaan dalamkamar (seperti tersengat listrik, bathroom licin, karpet banyak yang
terkelupas dan lain-lain.
Jenis-jenis kamar dapat dibedakan menurut jumlah tempat tidur didalamnya, berdasarkan fasilitas dan berdasarkan letaknya.
Jenis kamar menurut tempat tidur yang tersedia:
1. Single Room : Kamar untuk satu orang dengan satu tempat tidur tunggal (single)
2. Double Room : Kamar untuk dua orang dengan satu tempat tidur besar (double bed)
3. Twin Room : Kamar untuk dua orang dengan dua tempat tidur (tunggal) twin bed yang memiliki ukuran yang sama besar.
4. Double-Double : Kamar untuk dua orang dengan dua tempat tidur ukuran double, untuk memberikan kepuasan dan kesenangan kepada tamu.
5. Suite Room : Kamar dengan ukuran yang lebih luas dan dilengkapai dengan fasilitas tambahan seperti ruang makan (Dining Room), Ruang duduk (Living Room), Dapur Kecil (Kit-chenette), serta minibar. Tempat tidur yang ada di dalamnya umumnya adalah double bed , meskipun kadang-kadang juga dengan twin bed.
Jenis kamar menurut Tingkat Fasilitas:
Jenis kamar juga dapat dibedakan menurut tingkat fasilitas yang ada di dalamnya. Makin mewah kelengkapan fasilitas yang tersedia, makin tinggi pula kelas kamar tersebut dan makin tinggi pula tarifnya. Jenis kamar ini dapat dibedakan menjadi :
1. Standard Room
2. Superior Room
3. Deluxe Room
4. Suite Room
Jenis-jenis kamar Berdasarkan Letaknya :
1. Connecting Room : Dua kamar yang bersebelahan satu sama yang lain, yang dihubungkan dengan oleh pintu penghubung (connecting door), kamar seperti ini biaasanya digunakan oleh tamu yang datang bersama keluarga. Pintu penghubung ini dapat dibuka untuk mempermudah komunikasi antar anggota keluarga tanpa harus keluar kamar.
2. Adjoining Room : Dua kamar yang bersebelahan/berdekat an satu sama yang lain tanpa ada pintu penghubung.
3. Adjacent Room : Dua kamar yang terletak pada lantai yang sama, berhadapan satu sama yang lain.
4. Duplex Room : Dua kamar yang terletak di atas dan dibawah dan dihubungkan dengan tangga penghubung (Stair case)
5. Cabana Room : Kamar-kamar yang menghadapke pantai
4.9.4 Layanan Housekeeping Untuk Tamu
Pengertian Order Taker yaitu .
Petugas housekeeping yang menangani pekerjaan dalam hal penanganan tambahan yang berhubungan dengan housekeeping maupun departemen lain yang disampaikan melalui telepon ke bagian housekeeping.
Fungsi order taker adalah Untuk memastikan tamu yang menginginkan pelayanan housekeeping yang berhubungan dengan kondisi kamar (tambahan fasilitas maupun kerusakan) dapat segera ditindak lanjuti oleh staf housekeeping dengan efektif. Tugas dan Tanggung Jawab Di dalam mengelola hotel sangat diperlukan sekali bagian-bagian yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang menjadi tugasnya. Diantara bagian yang satu dengan yang lain mempunyai fungsi dan tugas yang berbeda. Tetapi mempunyai keterkaitan di dalam pelaksanaan operasional, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk memberikan gambaran tugas dan tanggung jawabnya maka dibuatlah tugas dan tanggung jawab dalam The order taker is responsibility for the correct keeping and follow up of all service request for the housekeeping operation. Ensures that all documents are completed as per the master list of quality records.
Handles order taker administration work under the supervision of the executive housekeeper. Prepare all relevant reports, forms dan information together with the executive housekeeper. Ensure that the guest are charged with the correct amount for any special service provided Answer the telephone friendly and politely ,
Ensure that all necessary stationary are available for the day operation
Syarat-syarat seorang karyawan order taker adalah sbb:
1. Berpengalaman di Public Area
2. Berbengalaman di Room (floor section)
3. Berpengalaman di Outlet-outlet lain
4. Mengusai Produk Knowledge (in/out hotel)
5. Komunikasi (Mampu berbahasa Inggris dan bahasa lainnya, Telephone)
6. Mampu mengoperasikan komputer
7. Administration skill
8. Sikap professional (Profesional appearence)
9. Ramah (friendliness)
10. Sopan santun (courtesy)
11. Empathy
12. Tanggung jawab (resposivenes)
13. Fleksibel (flexibility)
Kelengkapan yang harus ada pada housekeeping office untuk melayani permintaan tamu adalah :
1. Computer system
2. Switboard Telephon
3. Telephone
4. Hotel Information
5. White board/Housekeeping Information
6. Order Taker Log book
7. Lost & Found Form
8. Lost & Found Book
9. Work Order
10. Pager
11. Pest Control Book
12. MC Book
13. Key Control
14. Key Drop
Pengertian Prosedur Penanganan Pelayanan Housekeeping Penanganan Pelayanan Housekeeping yaitu segala aspek layanan yang dibutuhkan oleh tamu sesuai dengan prosedur yang berlaku dan batas yang telah ditentukan yang terkait dengan karakter dan budaya tamu yang menginap di hotel tersebut.
Langkah-Langkah Menangani Permintaan Tamu :
1. Greeting dan tawarkan bantuan.
2. Dengarkan dengan baik dan konfirmasikan permintaan tamu (bila perlu dicatat) untuk menghindari kesalahan
3. Beritahukan pada tamu jangka waktu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan tersebut.
4. Segera follow up / laksanakan segera permintaan tamu sesuai dengan jangka waktu yang disepakati.
5. Laporkan peminjaman ke Housekeeping ( masukkan ke dalam log book & formulir permintaan )
6. Identifikasi barang yang diminta
7. Memilih barang
8. Mengirim barang
9. Meletakkan & menata barang jika diperlukan sesuai dengan fungsinya
10. Menjelaskan cara penggunaan/ prosedur pemakaian alat sesuai dengan keamanan dan keselamatan kerja.
11. Memberitahukan standar batas waktu maksimal pemakaian ( sesuai kesepakatan ) dan akan diambil apabila sudah selesai
12. Menawarkan bantuan lain bila diperlukan.
13. Mohon ijin pada tamu apabila sudah selesai melayani permintaan tamu tsb dengan ramah dan sopan.
Keterampilan-keterampilan lain yang harus dimiliki oleh Room Attendant dalam menangani Permintaan tamu:
a. Cara menangani permintaan
Didalam memberikan pelayanan tambahan tersebut seorang petugas housekeeping dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang maksimal terhadap tamu.Oleh karena itu seorang petugas housekeeping perlu memiliki sikap yang profesional dalam menangani tamu
b. Menyambut Tamu
Dalam rangka menciptakan dan meningkatkan mutu pelayanan dan citra/image yang baik bagi hotel, tamu mengharapkan pelayanan yang memuaskan (ramah, sopan, cepat dan tepat) dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan.
Keuntungan Bagi tamu :
 Dengan menyambut / menyapa sambil menyebut nama tamunya, tamu akan merasa diperlakukan istimewa
 Pelayanan hotel akan berkesan familiar bagi tamu
 Tamu akan selalu ingat dengan pelayanan yang
diberikan hotel tersebut dan menarik tamu untuk datang kembali.
Keuntungan Bagi Hotel:
 Meningkatkan image yang baik bagi hotel dan karyawan, karena Hotel terkenal dengan cara pelayanannya yang ramah karena selalu menyebut nama tamu bahkan menanyakan kabarnya, pada setiap pelayanan yang diberikan
 Dengan pelayanan seperti tersebut di atas dapat
meningkatkan occupancy hotel, dengan occupancy yang meningkat berarti pendapatan hotel akan ikut meningkat juga.
 Dengan image yang sudah terbangun dapat dikatakan sebagai sarana promosi gratis dari hotel melalui mulut tamu.
Beberapa dokumen untuk mencatat permintaan / peminjaman barang Hotel oleh tamu :
Log Book :
 Diisi oleh bagian Order taker dan disimpan di Housekeeping
 Berisi laporan singkat dari tamu / room attendant yang mendapat informasi langsung dari tamu mengenai barang / perlengkapan kamar yang akan dipinjam oleh
tamu.
Formulir Permintaan Tamu :
 Diisi oleh room attendat yang mengantarkan permintaan tamu beserta keterangan/kondisi barang pada saat dikembalikan oleh tamu
 Disimpan di Housekeeping.
Formulir Peminjaman Barang :
 Diisi oleh tamu yang meminjam dan petugas yang mengantarkan barang permintaan tamu
 Ditandatngani oleh kedua belah pihak.
Order Pembersihan Kamar (Order Pembersihan kamar baik yang langsung dari tamu maupun melalui Front Office)
1) Order taker segera menyampaikan permintaan
tersebut kepada petugas kamar (room attendant/floor supervisor) dengan menggunakan telepon/pager.
2) Hal yang harus dicatat order taker mencatat
permintaan pelayanan pembersihan kamar ke dalam order taker log book
3) Jam menerima order, no kamar, jenis order, asal order, dan nama room attendant yang menerima order
4) Berdasarkan order tersebut room attendant segera datang dan membersihkan kamar bersangkutan
5) Note: jika room attendant masih bekerja di kamar lain, floor supervisor wajib memberitahu tamu untuk
menunggu sebentar, dan minta maaf atas keterlambatannya.
Penanganan Kamar Don’t Disturb
Adalah salah satu status kamar di hotel karena salah satu hal/kepentingan tamu yang ada di dalamnya maka tamu yang bersangkutan tidak mau diganggu (don’t diasturb) berarti aktivitas penanganannya harus ditunda kerena tamu tidak mau diganggu Bidang/Personil yang terlibat dalam penanganan kamar don’t disturb adalah:
1) Room Attendant
2) Floor/Room Supervisor
3) Front Office
4) Executive Housekeeper/Assisstant
5) Duty Manager/Chief Security
Prosedur:
1) Room attendant yang menjumpai DND mencatat nomor kamar yang diberi tanda DND pada door lock (handle) di kamarnya di room report
2) Room attendant melaporkan ke floor/room supervisor
3) Petugas kamar memasukkan kartu pemberitahuan tentang pembersihan kamar (Natification Make Up Room) agar tamu tersebut bias menghubungi housekeeping bila kamarnya minta dibersihkan 4) Room attendant akan membersihkan kamar tersebut setelah ada instruksi dari floor supervisor
5) Tindak lanjut dari penaganan kamar don’t disturb, Supervisor harus segera bertindak dengan cara mengghubungi Front Office untuk menyatakan apakah
yang tanda DND tamunya sudah CO atau belum
6) Jika belum, Floor supervisor melaporkan kepada executive housekeeper /assistant tantang kamar yang masih DND
7) Executive housekeeper /assistant akan menghubungi kamar tersebut setelah pukul 14.00 untuk mengetahui apakah tamu kamar tersebut masih ada kamar atau tidak
8) Apabila kamar terkunci dengan safety chain atau ring lock, segera melaporkan kepada duty manager untuk tindakan selanjutnya
9) Apabila masih ada executive housekeeper /assistant langsung ke kamar tersebut untuk membuka kamar dengan master key untuk memeriksa kondisi kamar
tersebut.
10) Bila keadaan kamar biasa dan tidak mencurigakan segera beritahukan kepada supervisor
11) Jika didalam kamar tersebut terdapat hal-hal yang mencurigakan seperti senjata api atau senjata tajam, bahan peledak, alat pemancar dan lain-lain segera
melaporkan kepada dua manager atau chief security untuk mendata kamar tersebut.
Permintaan Penambahan tempat Tidur (Extra Bed)
1) Permintaan extra bed akan dilayani setelah ada persetujuan dari bagian front office
2) Setelah menerima order, petugas order taker segera menyampaikan order tersebut kepada petugas kamar
3) Petugas kamar (room attendant) segera menyiapkan extra bed dan dikirim ke kamar yang bersangkutan
4) Extra Bed diletakkan sejajar dengan tempat tidur yang ada di kamar yang ada di kamar, atau disesuaikan dengan situasi dan kondisi kamar
5) Penambahan tempat tidur diikuti dengan penambahan jumlah handuk
6) Kode status kamar dirubah menjadi O3 (occupied by 3 persons)
7) Kode status kamar yang baru dicatat dalam housekeeping report.
8) Note: untuk anak dibawah 12 tahun gratis dan status kamar tetap O2 (occupied by 2 persons)
Permintaan Penggantian Linen
1) Permintaan penggantian linen dicatat dalam OT log book: jam order, no kamar, jenis permintaan, pemberi order, penerima order, keterangan.
2) Permintaan penggantian linen segera disampaikan ke petugas kamar melalui telephone atau komunikasi yang lain
3) Petugas kamar (room attendant) mengganti linen yang diminta dan mengambil linen yang kotor (yang minta diganti)
4) Jika penggantian linen disertai dengan penambahan jumlah linen, hal ini harus dicatat dalam room attendant work sheet maupun OT log book sebagai penambahan barang extra
5) Kehilangan linen di kamar akan dibebankan ke rekening tamu Permintaan Tambahan Guest Supplies
1) Permintaan tambahan guest supplies di catat dalam OT log book: jam order, no kamar, jenis permintaan, pemberi order, keterangan.
2) Permintaan tambahan guest supplies segera disampaikan ke petugas kamar melalui telephone atau alat komunikasi yang lain
3) Petugas kamar (room attendant) akan mengantar guest supplies yang diminta oleh tamu
4) Tambahan guest supplies di catat dalam room ateendant work sheet.
Permintaan Penambahan Atau Perpindahan Kamar
1) Permintaan penambahan atau perpindahan kamar dicatat dalam OT log book: jam order taker, no kamar, jenis permintaan, pemberi order, penerima oorder,
ketarangan
2) Permintaan penambahan atau perpindahan kamar segera disampaikan ke petugas Front office melalui telepon atau alat komunikasi yang lain
3) Pelaksanaan maupun administrasi penambahan atau perpindahan akamar akan dilaksanakan oleh petugas front office
4) Guna meyakinkan kamar yang diminta dalam kondisi siap pakai (siap dijual) room attendant harus memeriksa ulang kondisi dari kamar tersebut
5) Khusus untuk perpindahan kamar harus dicatat alasannya, dan kamar segera dibersihkan kembali.
Peminjaman peralatan atau barang
1) Permintaan peminjaman peralatan atau barang di catat dalam order taker log book; jam order taker, no kamar, jenis permintaan, pemberi order, penerima order,
keterangan.
2) Permintaan peminjaman peralatan atau barang segera disampaikan ke petugas kamar melalui telepon atau alat komunikasi yang lain.
3) Petugas kamar (room attendant) mengantar peralatan yang diminta oleh tamu
4) Untuk barang cukup mahal harganya, harus disertai dengan formulir peminjaman yang harus ditandatangani oleh tamu
5) Untuk barang yang berisiko hilang (di bawa oleh tamu) peminjaman harus disertai dengan uang jaminan dengan jumlah yang sudaha ditentukan dan uang tersebut diserahkan ke FOC dengan disertai MC (Miseleneus Charge)
6) Jika barang yang dipinjam dikembalikan, uang jaminan akan dikembalikan ke tamu
7) Jika barang yang dipinjam di bawa oleh tamu, uang jaminan akan dimasukkan ke dalam income tambahan hotel.
Prosedur pengiriman dan pengembalian barang yang dipinjam
1). Pengiriman barang pinjaman:
 Memilih dan memeriksa barang dalam keadaan bersih dan berfungsi baik.
 Mencatat barang dan kepada siapa barang tersebut dikirimkan.
 Kirimkan barang dan atur dengan tepat. Beritahukan kepada tamu tentang pemakaiannya jika diperlukan.
Gunakan nama tamu ketika mengirim barang.
 Kumpulkan formulir pinjaman setelah ditandatangani tamu dan tinggalkan lembar salinannya untuk tamu
 Kembalikan salinan formulir pinjaman tersebut ke kantor Housekeeping (1 lembar untuk arsip, 1 lembar untuk Front Office)
 Catat ke dalam log book (Untuk barang yang kecil seperti fasilitas untuk kamar mandi hanya perlu dicatat pengantarannya pada log book).
2). Pengembalian barang pinjaman, jika tamu masih terdaftar:
 Konfirmasikan melalui telepon dan cari tahu apakah tamu sudah selesai menggunakannya.
 Jika barang tersebut sudah tidak diperlukan lagi, ambil barang dan salinan formulirnya dari tamu.
 Kembalikan barang ke gudang. Periksa apakah barang tersebut masih dalam keadaan baik dan simpan di tempat yang semestinya.
 Catat pengembalian barang dalam log book.
 Jika tamu telah keluar / check out, ambil barang dari kamar tamu.
Kerusakan di Kamar
6) Semua informasi tentang kerusakan di kamar di catat di OT log book: jam diterimanya informasi, no kamar, jenis kerusakan, pengirim order dan nama petugas
yang menerima informasi.
7) Permohonan maaf harus disampaikan kepada tamu
8) Jika peralatan tidak berfungsi dikarenakan rusak, order taker segera memberi tahukan kepeda bagian enginering, agar dikirim petugas untuk memperbaiki
9) Disamping pemberitahuan langsung ke bagian engineering, agar dikirim petugas untuk memperbaiki
10) Disamping pemberitahuan langsung ke bagian engineering, order taker harus melengkapi order tersebut dengan work order (WO) yang ditandatangani
Exc. Housekeeper, dan dikirim ke bagian engineering.
Gangguan di kamar
4) Semua informasi tentang gangguan di kamar di catat di OT log book: jam diterimanya informasi, No kamar, jenis gangguan, asal informasi dan nama petugas yang menerima informasi.
5) Permohonan maaf harus disampaikan kepada tamu
6) Jika gangguan ringan, OT menginformasikan hal ini kepada supervisor untuk ditangani Penanganan Lost & Found Prosedur dan tanggung jawab (room attendant)
14) Menemukan barang di kamar
15) Melaporkan penemuan barang kepada floor supervisor
16) Menginformasikan adanya penemuan barang kepada front office
17) Mengantar barang temuannya ke housekeeping office/order taker
18) Memeriksa, mencatat barang yang ditemukan pada form yang ada
19) Memberikan salinan laporan penemuan barang ke room attendant atau penemu
20) Membungkus barang temuan
21) Menempelkan form penemuan barang pada bungkusan
22) Menyimpan barang ke deposit box
23) Membuat bukti serah terima barang di FOC
24) Jika barang yang ditemukan adalah barang yang tidak berharga maka housekeeping clerk memungkus barang tersebut
25) Housekeeping clerk /order taker menempelkan form penemuan barang ke bungkusan
26) Housekeeping /order taker menyimpan barang di almari Lost & found di Housekeeping
Beberapa standar keamanan dan keselamatan kerja yang perlu diperhatikan oleh petugas dalam melayani permintaan tamu :
1). Pemilihan kualitas / identifikasi barang yang akan dipinjam oleh tamu, mengenai kondisi dari barang tersebut dalam keadaan layak pakai. Sehingga pada
saat digunakan oleh tamu, tidak akan terjadi kemungkinan kecelakaan kerja atau hal-hal lain yang merugikan pemakai/ pengguna dan hotel
2). Perhatikan cara/petunjuk penggunaan peralatan yang tercantum pada badan alat tersebut / brosur
3). Perhatikan cara pengaturan dan peletakkan barang di kamar tamu, sehingga tidak mengganggu lalu lintas dan kenyamanan tamu
4). Jangan lupa untuk memperhatikan batas waktu pemakaian yang telah disepakati, agar kualitas barang tetap terjaga kualitasnya dan untuk menghindari
kelalaian pemakaian yang mengakibatkan kecelakaan kerja
5) Penggunaan perangkat pelindung yang mendukung keselamatan pengguna, seperti alas kaki, sarung tangan karet, masker pelindung debu, alas kain, atau bahan luar yang melekat pada peralatan yang mengandung penghantar listirik tidak berbahaya pada saat pemakaian ( contoh : seterika).
4.9.5 LAYANAN LINEN DAN PAKAIAN TAMU
Linen hotel merupakan investasi yang besar, sehingga membutuhkan profesionalisme dalam penanganannya.
Dalam penanganannya Linen hotel dibagi menjadi 2 ( dua ) :
1. Housekeeping Linen
2. Food & Beverage Linen
Jenis-jenis linen Housekeeping Department
1. Sheet ( Sprei )
2. Pillow Case ( sarung bantal )
3. Bath Towel ( handuk mandi ).
4. Hand towel ( handuk tangan ).
5. Face towel ( handuk muka )
6. Bath mat ( keset ).
7. Bed spread
8. Bed skirting
Jenis-jenis linen Food & Beverage Department
1. Table cloth ( taplak meja ).
2. Large table cloth ( taplak meja lebar ).
3. Napkin ( serbet )
4. Molton
5. Greenfelt
Linen Flow Cart
1. Pengumpulan :
2. Transportasi
3. Penyeleksian
5. Pencucian
6. Pemerasan
7. Proses akhir
8. Pelipatan
9. Penyimpanan
10. Transportasi
11. Penggunaan
Guest Laundry Flow Cart
1. Pengumpulan :
2. Transportasi :
3. Penyeleksian & memberi tanda ( Sortir )
4. Pencucian
5. Pemerasan
6. Proses Akhir
7. Finishing & pengepakan
8. Pembukuan
9. Pengiriman
10. Billing
Jenis – jenis noda
4. Noda-noda yang timbul
Noda-noda yang terdapat di permukaan pakaian, contohnya cat, lipstick, dll.
5. Noda yang terserap
Noda yang terserap: Noda yang diserap kedalam serat pakaian, contohnya minuman, tinta dll.
6. Noda campuran
Noda campuran: Campuran dari dua jenis noda yang disebutkan di atas, contohnya darah, dll.
Klasifikasi kotoran pada kain
4. Kotoran yang dapat dicuci
Kotoran yang dapat dicuci yaitu kotoran yang dapat dihilangkan dengan menggunakan air dan deterjen.
Contohnya:
Protein : Telur, saos, kotoran, dll
Pigmen : Debu
Karbohidrat : Kanji
Lemak dan minyak : Minyak mineral, minyak sayur, dll.
5. Kotoran yang menyerap
Kotoran yang sulit dihilangkan bahkan terkadang tidak dapat dihilangkan sama sekali.
Contohnya: Cat, plitur, bercak, dll.
6. Kotoran yang dapat dihilangkan dengan menggunakan bahan pemutih
Kotoran yang yang tidak dapat dihilangkan dengan cara cuci biasa atau dry cleaning dan memerlukan bahan pemutih yang ditambahkan pada proses pencucian.
Contohnya:
Noda alami; buah-buahan, saos, obat-obatan, darah, dll.
Noda buatan; bahan-bahan industri, dll.
Proses pembersihan Noda
1. Proses Pencucian Noda
Proses pencucian untuk barang-barang yang tingkat noda berat, menengah dan ringan dengan menggunakan air dan deterjen.
Langkah dalam proses pencucian:
Pencucian:
i. Basahi pakaian
j. Rendam
k. beri sabun/cuci
l. pembilasan 1: proses normal
m. pembilasan 2: jika pakaian berwarna putih dan banyak noda, tambahkan bahan pemutih.
n. pembilasan 3: proses normal
o. pembilasan 4: tambahkan bahan kimia untuk menetralisir alkali
p. pembilasan 5: tambahkan pelembut pakaian.
Pemerasan:
semua mesin cuci mempunyai alat pemeras.
Pengeringan:
Keringkan pakaian dengan menggunakan mesin pengering.
2. Proses dry cleaning
Cuci, bilas, peras dan dry cleaning. Proses tersebut
dilakukan pada satu mesin dengan menggunakan pelarut.
3. Proses pencucian dengan tangan
Proses ini dilakukan pada barang yang lembut dan warna yang mudah luntur.
Proses penghilangan noda
5. Proses mekanik:
Menggunakan peralatan untuk menghilangkan noda, contohnya papan pembersih dan mesin cuci.
6. Proses dengan pelarut:
Menggunakan pelarut atau bahan dasar kimia lainnya untuk menghancurkan noda.
7. Proses kimia:
Menggunakan bahan kimia khusus untuk menghilangkan nodanoda tertentu.
8. Pelembutan:
Menggunakan bahan pelembut untuk melembutkan bahan-bahan keras sebelum menggunakan peralatan dan bahan-bahan penghilang noda.
Bahan pembersih dan kimia
1. Air: kualitas air disesuaikan dengan tingkat kekakuan, zat besi, bahan organik, jumlah bahan larutan.
2. Deterjen: harus memiliki
 tingkat kekasaran
 batas alkali
 bahan pemisah
 zat tambahan – mencerahkan warna, tidak membuat warna pudar, tahan terhadap karat.
3. Asam: menetralisir asam alkali pada pakaian
4. Pelembut: melembutkan pakaian.
Penggunaan bahan-bahan pembersih dan kimia yang aman
6. Jangan pernah mencampur bahan-bahan kimia yang tidak sama, karena hal ini dapat membentuk campuran yang sangat berbahaya.
7. Selalu pastikan bahwa semua wadah sesuai dengan isinya. Jika wadah tidak ditandai, bawa ke penyelia untuk diberi tanda.
8. Selalu gunakan peralatan keamanan yang memadai yang diberikan oleh penyelia anda – sarung tangan dan masker.
9. Baca semua informasi keamanan yang ada pada wadah bahan kimia.
10. Jika anda mengalami alergi akibat terkena bahan kimia, segera siram bagian yang terkena dengan air yang banyak dan segera laporkan kepada penyelia.
4.10 Latihan dan Soal
4.10.1 Kebersihan Area Umum Hotel (Public Area)
1. Apakah seorang public area attendent harus melaksanakan pemeriksaan kelengkapan bahan dan alat yang akan digunakan? Mengapa?
2. Perlengkapan dan bahan apa saja yang diperlukan untuk membersihkan area basah, seperti cara pembersihan lantai kamar mandi.
3. Kapan vacuum cleaner diperiksa dan dibersihkan? mengapa ?
4. Apa kegunaan dari pada polisher machine/buffing machine?
5. Jenis bahan pembersih apa yang digunakan untuk membersihkan lantai (marmer, keramik, teraso), berikan contoh.
6. Bila anda membersihkan kamar mandi atau toilet umum, perlukah menggunakan alat pelindung? Mengapa ? berikan contoh.
7. Kapan anda menggunakan hand glove ? dan mengapa anda harus menggunakan hand glove?
8. Sebutkan area-area umum hotel ?
9. Perlukah identifikasi area yang akan dibersihkan sebelum melakukan pembersihan?
10. Bahan pembersih apa yang akan dipilih agar tidak membahayakan keselamatan kerja?
11. Bila suatu area akan dibersihkan, alat/tanda apa yang diperlukan untuk menghindari kecelakaan.?
12. Alat apa sajakah yang diperlukan untuk membersihkan kaca?
13. Perlukah hotel memiliki gudang terpisah dari Housekeeping office, untuk menyimpan bahan dan alat pembersih? Mengapa?
14. Bagaimana cara membersihkan kantong debu pada vacuum cleaner menurut prosedur yang benar.
15. Jelaskan langkah-langkah membersihkan wet vacuum clener menurut prosedur yang benar.
16. Apakah yang dimaksud sampah organic?
17. Apabila anda seorang public area attendant kemudian anda menemukan kabel yang terkelupas dari salah satu peralatan machinal, apa yang harus anda lakukan?
18. Pada saat anda mengerjakan pekerjaan di suatu area, kemudian anda menemukan peralatan yang tidak berfungsi/rusak apa yang anda lakukan?
19. Kemana laporan kerusakan ditujukan, sebelum ditindak lanjuti oleh engineering?

Fungsi Layanan Makanan dan Minuman

Penghasilan terbesar dari pengelolaan sebuah hotel adalah penjualan kamar, dan penghasilan kedua terbesar adalah penjualan makanan dan minuman, baik yang dijual di outlet–outlet restoran yang dimiliki oleh hotel tersebut maupun penjualan makanan dan minuman melalui layanan kamar ( room service ) pelaksanaan penyediaan dan pengolahan, penyajian dan penjualan makanan dan minuman berada di bawah tanggung jawab Divisi Makanan dan Minuman / Food and Beverage Division. Bila kita urut apa saja yang dibutuhkan tamu hotel disamping menginap dan beristirahat dengan menyediakan kamar yang nyaman dan bersih dengan layanan yang cepat dan tepat, penyediaan layanan makanan dan minuman di hotel merupakan suatu keharusan agar para tamu dapat tinggal nyaman dan menyenangkan di hotel tersebut. Di hotel-hotel berbintang sangat umum kita temui beberapa restoran dan bar yang dibuka untuk kepentingan tamu hotel, akan tetapi dewasa ini banyak hotel restoran- restoran di hotel di kunjungi juga oleh pelanggan yang bertujuan hanya untuk menikmati makanan yang di jual di restoran hotel tersebut misalnya waktu makan siang, makan malam dan untuk kepentingan lainnya terkait dengan layanan makanan dan minuman. Disamping meningkatkan penghasilan hotel penyediaan makanan dan minuman juga dapat meningkatkan citra hotel tersebut di masyarakat.
Salah Satu Outlet Makanan dan Minuman
Jadi fungsi utama dari divisi makanan dan minuman ini adalah menyediakan, menjual dan menyajikan dengan layanan yang memuaskan kepada pelanggan dan yang paling penting adalah unsur pelayanannya atau service yang diberikan kepada tamu/pelanggan. Untuk menjamin keberhasilan penjualan makanan dan minuman, disamping dituntut menyajikan makanan dan minuman yang lezat, layanan yang cepat , tepat dan menyenangkan faktor harga yang sesuai dan atmosfir atau suasana yang unik juga sangat memegang peranan. Divisi ini dibagi menjadi beberapa bagian yang pada dasarnya terbagi atas bagian persiapan dan produksi (preparation & production) serta bagian pelayanan dan penjualan (service and sales). Pada bagian berikut dapat kita lihat contoh salah satu struktur organisasi Food and Beverage Division.
Bagian makanan dan minuman merupakan salah satu bagian yang terdapat di hotel,yang mempunyai fungsi menjalankan penjualan makanan dan minuman. Sekalipun melakukan fungsi menjual makanan dan minuman, tetapi dibalik itu semuanya terdapat kegiatan yang sangat komplek. Kegiatan-kegiatan yaitu:
1. Melaksanakan usaha pengembangan produk makanan dan minuman
2. Merencanakan kegiatan yang dapat menarik tamu untuk kegiatan yang dapat menarik tamu untuk makan dan minum di restoran hotel
3. Melakukan pembelian bahan makanan dan minuman
4. Penyimpanan makanan dan minuman
5. Melakukan pengolahan makanan dan minuman
6. Penyajian makanan dan minuman
7. Perhitungan produk makanan dan minuman
Oleh karena fungsi tersebut maka gerak aktivitas bagian makanan dan
minuman dibagi menjadi dua fungsi ruang, yaitu:
1. Ruang/area yang dapat menghasilkan keuntungan yang disebut revenue producing areas
2. Ruang atau area yang memberikan dukungan dalam pelayanan seperti dapur(kitchen),gudang umum(store) dan lain-lain
Dalam melaksanakan fungsinya kedua ruang ini bekerja secara sinergis yang merupakan satu kesatuan, walaupun letaknya terpisah.
Adapun ruang lingkup revenue producing areas meliputi:
a. Restoran adalah salah satu “outlet” dari bagian makanan dan minuman
yang fungsinya menjual dan melayani makanan dan minuman kepada tamu hotel, baik yang menginap maupun yang tidak menginap, restoran ada beberapa macam seperti:
1. Dining room adalah sebuah restoran yang menyediakan menu lengkap dan umumnya suasana restoran ini formal dan berkesan mahal.
2. Coffee shop adalah restoran yang menyediakan variasi menu yang tidak selengkap dining room dengan harga yang relatif lebih murah, suasana informal dan pelayanan ala America, umumnya restoran ini buka selama 24 jam.
Outdoor Coffee Shop
3. Grill room adalah jenis restoran yang menawarkan makanan dengan kualitas tinggi dengan pelayanan yang mewah (french service) dan umumnya sebagian besar makanan yang dihidangkan dimasak dengan dipanggang(grill) serta suasana restorannya formal.
4. Speciality restaurant adalah restoran yang menyediakan menu khusus, misalnya masakan Jepang, masakan China,masakan Indonesia dsb
Speciality Restaurant China
5. Supper club adalah restoran yang khusus dibuka pada malam hari serta menyediakan hiburan yang berupa pertunjukan hidup(live show).
Supper Club
b. Bar adalah tempat dimana tamu dapat memesan dan menikmati minuman baik alkohol maupun tidak non alkohol, ada dua macam bar pada umumnya yaitu public bar adalah tempat tamu memesan dan menikmati minuman yang dipesannya ditempat itu, sedangkan bar yang lain yaitu service bar yang dirancang hanya untuk keperluan pemesan dari room service.
Public Bar
c. Room service, merupakan salah satu outlet yang mempunyai fungsi utama untuk melayani pemesanan makanan dan minuman ke kamar tamu
d. Function room adalah suatu tempat yang dipergunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti pesta, rapat dll, bagian yang menangani kegiatan tersebut dinamakan banquet.
Function Room Untuk Acara Pesta Pernikahan
Organisasi Bagian Makanan dan Minuman
Di bawah ini diberikan 2 contoh struktur organisasi food and beverage.
STRUKTUR ORGANISASI F&B DEPARTMENT
Jika dilihat dari struktur organisasi diatas bahwa bagian ini, dipimpin oleh Food & Beverage Director Yang Bantu Oleh Chef De Cuisine Dan Assistant Food & Beverage Manager dan jajarannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh hotel. Berikut ini adalah uraian tugas dan tanggungjawab setiap posisi dibagian makanan dan minuman.
1. Food & Beverage Director
Uraian tugas dan tanggungjawabnya:
 Menetapkan menu, sistem penyajian, strategi penjualan, mengarahkan pelaksanaan serta menilai keberhasilan
 Melakukan analisa tentang pesaing
 Menyusun anggaran FB Production kitchen, F&B service dan Stewarding
 Merumuskan kebijaksanaan pengendalian biaya operasional
 Menangani permasalahan yang memerlukan penanganan langsung
 Menciptakan hubungan yang harmonis dengan kolega dan pelanggan
 Menyelenggarakan briefing di dalam departemen
 Mengusulkan kepada atasan, tentang penyesuaian prosedur dan kebijakan di lingkungan food & beverage department jika diperlukan
2. Assistant Food & Beverage Manager
Uraian tugas dan tanggungjawabnya:
 Melakukan koordinasi pelaksanaan kegiatan antar kitchen, F& B service dan stewarding
 Menyusun rencana kerja dan menilai pelaksanaanya
 Mengawasi jadual operasional bawahannya
 Memonitor hasil inventaris fisik di bagian kitchen, F&B service dan stewarding
 Memonitor pelaksanaan store room requisition
 Melakukan penilaian penampilan kerja bawahan
 Melaksanakan kelancaran operasional berbagai kegiatan yang ada kaitan kerja dengan food & beverage department
 Mengkoordinasikan penyiapan dan mengawasi kelancaran acara event/function
 Menangani permasalahan yang memerlukan penanganan langsung dan melaporkan kepada atasan
 Menjalin hubungan dengan rekan dan tamu
 Menciptakan hubungan yang harmonis dengan kolega dan pelanggan
 Memberi arahan dan petunjuk kepada bawahan
3. Restaurant & Bar Manager
Uraian tugas dan tanggungjawabnya:
 Mengkoordinasi kegiatan operasi di outlet food & beverage service
 Mengkoordinasi persiapan dan mengawasi kelancaran penyelenggaraan function/event
 Membantu kelancaran pelaksanaan inventaris fisik
 Menjalin dan membina hubungan dengan tamu
 Membantu untuk membuat laporan monthly report F&B sales
 Melakukan penilaian penampilan kerja bawahan
 Mengani permasalahan yang memerlukan penanganan langsung dan melaporkan kepada atasan
 Menangani dan memonitor suatu perubahan dan penyimpangan dalam kegiatan operasional
 Memonitor dan mengawasi personal hygiene, grooming and sanitasi
 Menangani dan mengawasi langsung pelayanan tamu VIP
 Menciptakan dan membina suasana kerja yang sehat
 Menyelenggarakan briefing harian
4. Head Waiter
Uraian tugas dan tangungjawabnya:
 Mengawasi penyimpangan penggunaan par stock
 Memeriksa kelengkapan dan ketepatan dari “mise en place”
 Meneliti ketepatan daily sales report
 Mengarahkan dan mengawasi kelancaran pelayanan di restoran
 Menangani keluhan tamu
 Mengatur pembagian “station”
 Memeriksa personel hygiene, grooming dan sanitasi
 Mendampingi sous chef dalam penataan buffet
 Menangani langsung pelayanan tamu VIP (Very important Person)
 Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan clear up
 Membantu kelancaran pelaksanan inventaris pisik
 Memeriksa kelengkapan, ketepatan pengadaan”store room requisition”
 Menjalin hubungan baik dengan tamu
 Membuat jadual kerja bawahan
 Mengawasi disiplin bawahan
 Menangani permasalahan tamu
 Melakukan penilaian kerja bawahan
 Menciptakan dan membina suasana kerja yang sehat
5. Assistant (Head Waiter Captain)
Uraian tugas dan tanggungjawabnya:
 Membantu head waiter melaksanakan tugasnya
 Melengkapi kelengkapan, ketepatan dari mise en place
 Membuat daily sales report
 Melengkapi penyimpanan dan penggunaan par stock
 Mengawasi dan membantu kelancaran ketepatan pelaksanaan pelayanan penjualan dan penyajian makanan dan minuman
 Membuat repair dan maintanance order
 Menangani langsung pelayanan tamu VIP
 Mengatasi keluhan tamu
 Mengawasi dan mengarahkan kelancaran pelayanan bawahan
 Membantu kelancaran pelaksanaan inventaris fisik
 Menjalin hubungan baik dengan tamu
 Menciptakan dan membina suasana kerja yang sehat
6. Waiter/ Waitress
Uraian tugas dan tanggungjawabnya:
 Mempersiapkan kelengkapan tehnis pelayanan
 Melaksanakan persiapan set up-mise en place
 Melakukan pelayanan langsung kepada tamu
 Mengambil pesanan/order tamu dari captain untuk diteruskan kepada kitchen
 Melaksanakan penyajian hidangan kepada tamu
 Melaksanakan clear up dari meja tamu
 Mempersiapkan dan mengambil kebutuhan linen napkin, wares, supplies
 Mengumpulkan dan mengantarkan soiled linen dan dirty dishes ke laundry/stewarding
 Melakukan penyiapan table set up dan clear up
 Melaksanakan dan mengikuti perintah captain dalam menjalankan tugas-tugasnya
 Melakukan pembersihan area kerja
 Menjalin hubungan dengan tamu
 Menghadiri briefing harian
7. Chief Bartender
Uraian tugas dan tanggungjawabnya:
 Mengawasi penyimpanan, penggunaan bar stock
 Melengkapi kelengkapan, ketepatan dari mise en place
 Membuat daily sales report
 Mengawasi kelancaran, ketepatan pelaksanaan mixing drinks, penyajian, penjualan dan pelayanan
 Menyusun standard portion, standard receipt, standard beverage cost bersama dengan F&B cost control
 Mengarahkan, mengawasi kelancaran pelayanan
 Mengatasi keluhan tamu
 Mengatur pembagian “station” serta mengawasi pelaksanannya
 Memeriksa personel hygiene, grooming dan sanitasi
 Menangani langsung pelayanan tamu VIP
 Membantu kelancaran pelaksanaan inventaris fisik
 Memeriksa kelengkapan, ketepatan pengadaan”store room requisition”
 Membuat repair dan maintanace order
 Mengawasi disiplin bawahan
 Menangani permasalahan tamu
 Melakukan penilaian kerja bawahan
 Menciptakan dan membina suasana kerja yang sehat
8. Room Service Order Taker
Uraian tugas adan tanggungjawabnya:
 Menangani penerimaan, pencatatan room service order dan menyampaikan kepada room service captain
 Menyarankan dan membantu tamu dalam pemilihan menu
 Menghubungi tamu untuk pelaksanaan clear up
 Menerima keluhan tamu dan melaporkan kepada head waiter
 Memelihara suasana kerja yang sehat
 Menghadiri briefing head waiter

Kesehatan Kerja

Manajemen Hotel harus menjaga kesehatan semua karyawan dan tamunya, dengan tercapainya system operasional Hotel yang menjunjung tinggi kesehatan kerja maka biaya yang tidak perlu bias ditekan dan tidak dikeluarkan.
Para tamu Hotel akan sangat senang untuk tinggal di Hotel yang mempunyai tingkat kesehatan lingkungan yang tinggi, Hotel tersebut akan menjadi pilihan utama untuk kunjungan selanjutnya.
Pemeriksaan Kesehatan:.
Untuk itu semua karyawan Hotel bagian makanan dan minuman harus secara teratur mengikuti pengecekan kesehatan setiap 6 bulan sekali. Biasanya untuk pemeriksaan kesehatan yang lazim dilakukan bagi karyawan bagian makanan dan minuman adalah Rectal Swab Test 

Kebersihan dan Keselamatan Kerja

Kebersihan dan keselamatan kerja harus selalu diperhatikan oleh setiap karyawan dibagian food & beverage, kebersihan dan keselamatan kerja yang dilakukan di bagian pelayanan makanan dan minuman yaitu:
a.Memperlakukan barang pecah belah
Memeriksa kekurangan barang pecah belah, piring gelas dan alat makan dan minum dari perak sebelum dan sesudah digunakan, buang segera gelas atau piring cangkir keramik yang pecah.
Pisahkan barang-barang dari perak dan kaca setelah digunakan, jika sebuah gelas pecah, pindahkan gelas dengan hati-hati dan pastikan tidak ada pecahannya yang tercecer
b.Melaksanakan pelayanan
Pada saat memberikan pelayanan setiap prosedur harus dilaksanakan dengan benar, hal yang dilakukan seperti pindahkan cangkir-cangkir dari meja ketika mengisi cangkir dengan air panas, jangan mengisi nampan berlebihan dan tidak diperbolehkan membawa nampan melewati atas kepala tamu yang sedang duduk dimeja dan selalu memberitahu mereka tentang kehadiran anda, pada saat membuka anggur jauhkan dari tamu agar tidak terkena gabus
penutup botol.
c. Gelas dan piring
Pisahkan gelas dan piring yang pecah ketika memilih, gunakan trolley untuk memindahkannya. Ketika menggunakan rak, periksa bahwa bagian tepi yang dapat diatur. Pastikan dalam keadaan aman sebelum menempatkan makanan dalam nampan
d. Menjaga penampilan pribadi
Gunakan pakaian seragam secara lengkap, baik dan benar, seperti menggunakan sepatu bertumit rendah, perhiasan yang disesuaikan dengan kebijakan hotel, baju yang sesuai dengan ukuran, serta rambut pendek atau panjang tetapi menggunakan hairnet, kesemua hal tersebut perlu dilakukan agar anda dapat bekerja dengan nyaman,
e. Mengurangi resiko
Melaporkan kepada atasan apabila menemukan karpet yang longgar, penempatan tanda keselamatan yang tidak sesuai, pemisahan sambungan kabel listrik dan semua yang akan menyebabkan resiko tersandung dan jatuh.

Peralatan Makanan dan Minuman

Setiap outlet atau bagian dari dapur dan restoran umumnya menggunakan jenis peralatan makanan dan minuman yang berbeda jenis maupun bahannya. Penggunaan alat yang berbeda antara lain :
1. Dining restaurant
Alat yang digunakan di tempat ini umumnya lebih mewah, ini disebabkan karena harga makanan dan minuman yang lebih mahal dibandingkan dengan restoran lain juga karena pelayanan yang sifatnya formal, para tamu akan memperhatikan segala peralatan yang digunakan.
2. Coffee shop
Alat yang digunakan umumnya lebih sederhana, hal ini disebabkan karena pelayanan yang diberikan tidak formal, yang dipentingkan adalah kecepatan dalam penyajian, jumlah peralatan yang disediakan di coffee shop ini umumnya dua setengah kali lipat dengan jumlah kursi yang tersedia.
3. Room service
Penggunaan alat di bagian ini, umumnya tidak terlalu mewah, hal ini untuk mengantisipasi kehilangan alat yang mungkin terbawa oleh tamu.
4. Banquet
Peralatan yang digunakan umumnya tergantung jenis dan sifat acaranya, untuk jamuan resmi kenegaraan, peralatan yang digunakan harus prima, mewah bahkan menggunakan show plate dari perak murni, untuk acara lain alat yang di distribusikan umumnya sejumlah tamu ditambah sampai 5% - 10%.
Berikut ini adalah peralatan yang digunakan di restoran yang dikelompokkan menurut jenisnya.
a. Silver ware/table ware peralatan makan yang dibuat dari logam yang dilapisi perak atau stainless stee
Peralatan Silverware
 Demitasse spoon : sendok untuk kopi atau selai
 Tea spoon : sendok the
 Ice cream spoon : sendok ice cream
 Long spoon : sendok es the/kopi
 Mellon spoon : sendok untuk makan melon
 Bouillon spoon : sendok sup encer
 Onion soup
spoon
: sendok sup kental
 Dessert spoon : sendok untuk menyantap hidangan penutup(dessert)
 Dinner spoon : sendok makan besar, biasanya dipergunakan untuk mengambil makanan sebagai pengganti serving spoon
 Serving spoon : sendok makan besar untuk penyajian makanan, memindahkan makanan ke piring tamu, biasanyan berpasangan dengan serving fork
 Grape fruit spoon
: sendok untuk makan belahan buah anggur
 Sugar ladle : sendok gula
 Sauce ladle : sendok untuk mengambil saus
 Soup ladle : sendok besar bertangkai bengkok untuk mengambil soup tureen
 Punch ladle : sendok besar bertangkai panjang, bengkok, untuk mengambil es campur(fruit punch).
Tempatnya disebut punch bowl
 Caviar knife : pisau untuk mengoles atau meratakan cavier pada roti panggang
 Pastry knife : pisau untuk memotong pastry diatas trolley(kereta dorong)
 Cheese knife : pisau untuk memotong dan memakan keju
 Fruit knife/fork : pisau/garpu untuk makan buah potong
 Dessert
knife/fork
: pisau/garpu untuk makan hidangan pembuka
maupun penutup
 Fish knife/fork : pisau/garpu untuk makan hidangan ikan. 
Bagian tajam dari pisau ini tumpul dan tebal dengan ujung yang runcing
 Dinner knife/fork : pisau/garpu untuk menyantap hidangan utama
 Steak
knife/dinner fork
: pisau/garpu untuk menyantap hidangan steak, sirloin steak, t-bone steak
 Fish carving
knife/fork
: pisau/garpu untuk memotong hidangan ikan yang berukuran besar dan masih utuh
 Meat carving
knife/fork
: pisau/garpu untuk memotong daging
 Cake tong’s : jepitan untuk mengambil kue
 Ice tong’s : jepitan untuk mengambil es batu, umumnya dipergunakan dibar/tempat menjual minuman dingin
 Eggs stand : tempat untuk menyajikan telur rebus di restoran
 Cake stand : tempat untuk menyajikan kue ulang tahun
 Cake knife : pisau panjang untuk memotong kue ulangtahun
 Sugar bowl : tempat untuk menempatkan gula yang berada di atas meja makan
 Finger bowl : tempat untuk mencuci tangan yang diletakkan di atas meja makan
 Butter bowl : tempat mentega yang diletakan diatas meja makan
 Supreme bowl : tempat untuk menyajikan shrimp cocktail, ice cream di dalam kamar
 Cream pitcher/creamer
: tempat untuk menyajikan krim kopi
 Water pitcher : poci besar untuk tempat air es
 Tea pot : poci untuk tempat the
 Coffee pot : poci untuk tempat kopi
 Ice bucket : sejenis ember kecil yang terbuat dari logam, yang gunanya untuk tempat es batu
 Champagne/wine cooler
: sejenis ember yang terbuat dari logam, berukuran sedang yang digunakan unuk mendinginkan champagne
 Wine cooler stand : tempat untuk menyangah/meletakkan wine cooler
 Lobster pick : semacam, garpu kecil panjang untuk mengambil daging udang untuk diletakkan di atas piring makan, tetapi bukan garpu makan
 Lobster tongs : penjempit untuk memegang kulit udang besar
 Snail tongs : berpasangan dengan snail forks untuk menjepit kulit kerang
 Ashtray : asbak untuk abu rokok, yang diletakkan di atas meja makan
 Candle set : tempat lilin dengan cerobong dari kaca yang dipasang di atas meja makan terutama pada acara candle light dinner, sedangkan candle labra dipasang dimeja buffet
 Rechaud : alat pemanas makanan yang berupa lempengan baja dengan aliran listrik gunanya unyuk memanaskan makanan yang ada di atas meja dorong, gueridon
 Bread basket : keranjang tempat roti untuk diletakkan di atas meja makan
 Platter : piring lodor dengan berbagai ukuran, berbentuk lonjong, bulat dan persegi panjang, banyak digunakan dalam pelayanan ala Rusia, Perancis maupun untuk acara buffet
 Vegetable bowl : tempat/mangkok sayuran beserta hidangan utama pada pelayanan gaya Rusia dan Perancis
 Gravy boat : disebut juga sauce boat, tempat untuk menyajikan saus dengan bentuk yang mirip perahu
 Tray : baki yang berbentuk bulat, ada beberapa ukuran umumnya untuk menyajikan minuman, hidangan pembuka, sup, salad dan hidangan penutup, snack, untuk membawa gelas, cutleries dll, sedangkan yang berbentuk persegi panjang besar umumnya untuk menyajikan hidangan utama 
c. Chinaware/crockery (pecah belah): barang keramik yang dibuat dari bahan tanah liat yang diproses dengan pemanasan yang tinggi.
Gambar Peralatan Chinaware
Peralatan Chinaware

Kriteria dan Jenis Menu

Menu berarti hidangan makanan yang disajikan dalam suatu acara makan, baik makan pagi, siang ataupun malam. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan menu yang akan disajikan yaitu:
1. Penampilan umum
Penampilan umum diusahakan dapat menimbulkan kesan dan kepribadian yang dapat mencerminkan secara khusus jenis restoran yang bersangkutan, beberapa komponen dari penampilan yang mempengaruhi menu antara lain:
 Kertas menu yang bersih, oleh sebab itu sebaiknya dipilih kertas yang tebal dan diberi laminating sehingga tidak mudah kotor.
 Bentuk, ukuran dan warna huruf serta tulisan yang digunakan harus mudah dibaca oleh tamu, namun tidak mengindahkan kesesuaian dengan ukuran kertas menu
 Desain menu yang dapat mengikuti kecenderungan kebiasaan makan yang berlaku saat ini
 Menu harus berisi hidangan yang tersedia ataupun menu khusus yang disertai dengan harganya
2. Isi menu
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan yang berkaitan dengan isi menu makanan dan minuman yakni:
 Bahasa
Di dalam membuat menu, bahasa yang dipakai dapat menunjang pelayanan yang diberikan, jika ingin menggunakan bahasa asing, maka bahasa terjemahan Indonesia sebaiknya dicantumkan sehingga mempermudah tamu untuk menentukan pilihan menunya.
 Ketepatan
Kesesuaian antara menu yang tertulis dengan kenyataan menu yang disajikan
 Penetapan harga
Penetapan harga yang tepat adalah sangat penting untuk mencapai tujuan penjualan, penetapan harga harus dapat menutupi seluruh komponen biaya produksi, namun juga  mempertimbangkan pangsa pasar dan pesaing, artinya harga menu harus bisa dikatakan harga yang kompetitif.
Ada beberapa kegunaan menu yang disajikan di hotel yaitu:
a. Menu menetapkan bahan makan yang akan dibeli
b. Menu mengatur gizi yang terkandung di dalam hidangan yang disajikan
c. Menu mempengaruhi peralatan, fasilitas penataan dan dekorasi ruangan yang dibutuhkan
d. Menu sebagai pedoman prosedur cost control
e. Menu mengatur kebutuhan untuk pelayanan
Menu Banquet
Pada umumnya jenis menu dibagi menjadi dua jenis, yaitu menu table d’hote dan a la carte. Menu tersebut mempunyai ciri-ciri:
1. Menu table d’hote cirinya jenis makan sudah ditetapkan, menyajikan beberapa bagian menu, pilihan untuk setiap makanan terbatas, satu harga ditetapkan untuk satu kumpulan makanan, disajikan dalam kumpulan waktu tertentu. Jenis menu ini biasanya dapat disajikan untuk makan pagi, makan siang, makan malam dan umumnya dengan tehnik penyajian:
a. Banquets; menu yang disajikan telah ditetapkan dengan set harga tertentu dan penyajian makanan dengan pilihan yang terbatas.
b. Buffets; jenis makanan ini biasanya disesuaikan dengan suasana atau acara yang sedang berlangsung, makanan yang disajikan jenis makanan dingin dan panas yang ditempatkan diatas meja.
c. Coffee shop; menu coffee shop karakteristiknya adalah satu kumpulan jenis makanan disajikan pada waktu dimulainya jam makan seperti makan siang
2. Menu a la carte adalah menu yang telah disertai daftar harga fix per item
Jenis–jenis Pelayanan
Jenis pelayanan makanan dan minuman dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu:
1. Table service
Suatu sistem pelayanan dimana tamu duduk dikursi menghadap meja makan, kemudian makanan dan minuman diantarkan dan disajikan, table service ini umumnya dibedakan menjadi 4 kategori yaitu:
 American service (sistem pelayanan ala Amerika) Americam service mempunyai ciri-ciri antara lain sebagai berikut:
- Sifat pelayanannya sederhana, tidak resmi dan cepat
- Makanan sudah siap ditata dan diatur diatas piring
- Disajikan kepada tamu dari sebelah kiri
- Piring kotor diangkat dari sebelah kanan
 English service (sistem pelayanan ala Inggris)
Pelayanan ini digunakan oleh keluarga bangsawan di Inggris, makanan tersedia dimeja dan diatur oleh nyonya rumah dalam piring dan dihidangkan kepada tamunya dan nyonya rumah tersebut biasa disebut hostess, jadi service umum adalah jika ada yang berulang tahun, maka yang berulang tahun akan memotong kue dan langsung memberikannya kepada tamu.
 French service
French service adalah suatu tipe pelayanan yang sifatnya formal/resmi, awalnya pelayanan ini digunakan untuk tamu bangsawan, sekarang ini disukai untuk orang yang ingin mendapatkan pelayanan yang mewah. Makanan satu persatu datang dari dapur dan setibanya di ruang restaurant dimatangkan dekat tamu dengan menggunakan “range oven atau rechaud oven” dan setelah matang. Ditata atau disusun diatas oval platter dengan menggunakan guerdion dan dihias dengan hiasan yang baik kemudian satu persatu hidangan tersebut ditawarkan oleh waiter secara berurutan kepada tamu. Pelayanan jenis ini mempunyai ciri menyajikan makanan utama secara utuh. Bila tamu telah memilih bagian dari hidangan makanan yang disukai. Kemudian dipotong oleh waiter yang telah ahli serta disajikan langsung ke atas piring tamu, yang terbuat dari peralatan service serta dekorasi yang baik dan mahal.
 Russian service
Pelayanan jenis ini sering disebut juga dengan modified french service karena dalam beberapa hal mempunyai kesamaan dengan french service. Pelayanan ala rusia sifatnya sangat formal, mewah dan para tamu merasa mendapatkan perhatian yang luar biasa dari petugas, perbedaan yang menonjol antara rusian dengan french adalah:
- Russian service memerlukan seorang waiter, sedangkan french service memerlukan dua orang waiter
- Makanan yang disajikan pada russian service disiapkan sepenuhnya di dapur sedangkan french service sebagian disiapkan di dapur dan di restoran
Table Service
2. Counter service
Suatu sistem pelayanan dimana para tamu datang lalu duduk di counter, apabila makanan dan minuman yang dipesannya sudah siap, maka akan disajikan kepada tamu di atas counter. Petugas yang menyajikan bisa waiter ataupun juru masaknya. Pelayanan ini lebih praktis, hemat tenaga dan waktu.
Counter Service
3. Self service
Self service atau buffet service adalah suatu sistem pelayanan restoran dimana semua makanan secara lengkap(hidangan pembuka, sup, hidangan utama, hidangan penutup) telah tertata dan diatur rapi di atas meja hidang atau meja prasmanan. Para tamu secara bebas mengambil sendiri hidangannya sesuai dengan selera.
Self Service
4. Carry out service
Carry out service lebih dikenal dengan istilah take out service yaitu sistem pelayanan dimana tamu datang untuk membeli makanan yang telah siap ataupun disiapkan terlebih dahulu, dibungkus dalam kotak untuk dibawa pergi, jadi makanan tidak dinikmati di tempat.
Prosedur Pelayanan Makanan dan Minuman
1. Prosedur pelayanan makanan dan minuman di restoran Sebelum para tamu datang di restoran, beberapa hal yang harus disiapkan oleh waiter/waitress meliputi:
a. Menyiapkan meja makan
Hal pertama yang akan dilakukan oleh waiter/waitress adalah menyiapkan atau memeriksa meja makan, apakah meja makan sudah terletak rapih, lengkap dan bersih sehingga siap untuk dipergunakan oleh tamu yang sudah memesan tempat ataupun yang belum. Pergunakan lap dan bahan pembersih untuk membersihkan meja makan. Gunakan moulton atau under cloth agar permukaan meja tidak cepat rusak bila meletakkan benda-benda panas diatasnya, dan agar permukaan meja makan menjadi lebih rapih serta tidak menimbulkan suara bila diatasnya diletakkan alat makan. Bentangkan taplak meja makan yang baik dengan cara meletakkan lipatan tengah taplak ditengah-tengah meja makan dan baru kemudian membuka lipatan-lipatan selanjutnya. Hindari kecerobohan agar jangan sampai ada lipatan atau permukaan yang menggelembung, kemudian tata meja makan secara tepat, rapi dan lengkap dengan china ware, glass ware, silver ware dan napkin. Lengkapi juga dengan asbak, tempat garam dan merica, vas bunga dan sebagainya b. Mise en scene
Mise en scene adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan ruangan kerja dan lingkungannya sehingga menjadi menyenangkan, nyaman, aman dan bersih. Kegiatan yang dilakukannya yaitu:
 Karpet telah dibersihkan baik dengan penyedot debu atau vacuum cleaner
 Semua meja dan kursi siap dipergunakan untuk melayani tamu
 Lampu meja dan dinding harus menyala
 Menu(daftar makanan) harus rapi, bersih dan menarik
 Pintu utama dibuka untuk beberapa saat agar udara dari luar masuk
 Tutup pintu, nyalakan air conditioning untuk mendapatkan suhu udara yang nyaman
 Taplak meja yang kotor kusut atau cacat harus diganti dengan yang baik dan bersih
 Bunga dalam vase yang telah layu diganti dengan yang segar
c. Mise en place
Mise en place adalah meletakkan alat makan yang sudah bersih siap dipakai, ditata, diatur dan di susun dengan rapih;
dikelompokkan menurut jenisnya dan diletakkan di tempat tertentu terutama dalam side stand atau meja samping
d. Side board/side stand/dummy waiter
Side board adalah sebuah perabot (furniture) yang terdiri dari lacilaci atau lemari yang cukup luas untuk menyimpan alat-alat seperti linen (under cloth, napkin, table cloth), cutlery(macam pisau, sendok, garpu),crockery(macam cangkir dan piring) untuk melayani sejumlah tamu dalam station. Sebelum restoran dibuka,
side stand harus dilengkapi dengan:
- air es dalam water pitcher yang dialasi dengan piring yang diberi serbet makan
- saus yang digunakan seperti; tabascho,tomato ketchup, chili, maggi sauce, mustard sauce, soya dan lain-lain
- tusuk gigi/toohpicks diisi penuh
- tempat gula(sugar bowl) diisi penuh dan dilengkapi dengan sendoknya
- asbak(ashtray) yang sudah bersih dan dilap kering
- sendok dan garpu yang akan dipergunakan, sebaiknya jumlahnya 2,5 lipat dari jumlah yang pergunakan untuk menutup meja makan satu station 
- baki, piring untuk alas, piring tadah remahan (crumbing plate), dessert plate, bread plate, dinner plate, gelas tersusun rapih 
- kertas tisu dan alas(doyley napkin)
- tempat garam, merica yang telah diisi dan dalam keadaan siap pakai
Setelah persiapan sudah dilakukan hal berikutnya adalah melaksanakan pelayanan makanan dan minuman sesuai dengan prosedur yang ada, umumnya prosedur yang dilakukan di restoran adalah sama, namun tetap memperlihatkan ciri khas restoran. Prosedur yang dilakukannya yaitu:
2. Melakukan penanganan pemesanan tempat Pelayanan pemesanan tempat umumnya dilakukan oleh tamu dengan menelpon ke restoran, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penuhnya tempat pada saat jam sibuk atau ramainya restoran, adapun prosedur penanganan pemesanan tempat yaitu:
 Menyapa tamu; menjawab telepon dengan segera sambil mengatakan” Good afternoon, Oriental café, Dini speaking, how may I help you?”, Berbicaralah dengan suara yang jelas, ramah dan sopan.
 Mencatat rincian pesanan; dengarkan baik-baik permintaan tamu dan catat rincian nya, kemudian pindahkan data pada buku pesanan, data tersebut antara lain: jumlah orang yang akan datang, nama pemesan, tanggal dan jam kedatangan, nomor kamar atau nomor yang bisa dihubungi, permintaan khusus seperti:area bebas asap rokok, area/tempat pribadi (private room)dsb
 Mengulang rincian data pemesanan
3. Menyambut tamu
Di dalam industri jasa, kesan pertama sangat mempengaruhi image tamu, oleh sebab itu penyambutan yang baik sangat berperan, jika mengetahui nama tamu, sambut dengan cara menyebutkan namanya. Hindari menyambut dengan menanyakan apakah sudah memesan tempat atau belum? Lebih baik mengucapkan “Good evening, may I help you?, setelah itu baru menanyakan apakah sudah memesan tempat atau belum?, setelah itu arahkan tamu ke tempat yang sudah ditentukan.
4. Memberi tempat duduk
o Pemilihan tempat duduk, hendaknya dilakukan sesuai dengan kesenangan tamu, khususnya untuk tamu yang sudah seringkali datang di restoran, 
o Memberi pelayanan tempat duduk dengan urutan seperti:wanita, anak berusia 2 s.d. 8 tahun, tamu penting, yang paling tua
o Mempersilahkan tamu duduk, dengan cara mendorong kursi perlahan kearah dalam, saat tamu akan duduk
5. Menyodorkan menu kepada tamu
Menyodorkan menu dilakukan oleh captain, setelah menempatkan napkin dipangkuan tamu, menyerahkan menu sebaiknya diberikan terlebih dahulu kepada tamu wanita, baru kemudian kepada tamu laki-laki, hendaknya beri tamu waktu yang cukup untuk mempelajari dan menentukan menu yang ada, ada dua cara saat memberikan menu, dengan cara menu tertutup dan menu terbuka pada halaman pertama, setelah menu diserahkan bantu tamu untuk menentukan pilihanya, bisa dilakukan dengan cara menerangkan menu spesial hari ini
6. Menuangkan air es
Tidak semua restoran otomatis menghidangkan air kepada tamu yang datang di restoran, untuk menambah hasil penjualan, pramusaji akan menawarkan minuman kepada tamu sebelum mereka makan
7. Menghidangkan roti dan mentega
Pada restoran mewah, tamu-tamu yang datang akan diberi roti dan mentega, namun beberapa restoran hanya akan memberi roti jika tamu memesan sup, sedangkan jika tidak memesan sup maka tidak akan diberi roti dan mentega, ada beberapa keuntungan jika tamu diberikan roti yaitu agar tamu tidak merasa
menunggu makanan apabila makanan yang dipesannya memerlukan waktu pembuatan yang agak lama
8. Mencatat pesanan tamu
Beberapa restoran, tugas mencatat menu tamu dilakukan oleh captain, namun ada juga yang mencatat menu adalah waiter, hal ini tidak menjadi suatu keharusan tugas siapa. Menu yang dipilih oleh tamu akan dicatat pada captain order.
9. Memberikan pesanan ke dapur (kitchen)
Pesanan segera diberikan ke dapur, umumnya captain order dibuat 3 rangkap, asli akan diberikan ke dapur, salinan pertama kepada kasir sedangkan salinan kedua menjadi arsip restoran.
10. Menyesuaikan peralatan makan
Perlu dilakukan penyesuaian terhadap peralatan makan yang sudah tersedia di meja, penyesuaian ini dilakukan sesuai dengan menu yang dipesan oleh tamu, kemungkinan akan mengurangi atau menambah peralatan makan.
11. Menghidangkan makanan
Seperti telah dijelaskan bahwa tipe pelayanan ada bermacammacam tergantung dari jenis restorannya, seperti misalnya: plate service/American service, gueridon service, platter service dan sebagainya. Gaya pelayanan yang baik ialah ramah,sopan, cepat dan tepat. Di dalam bidang pelayanan ada kata kunci yang harus
sering diucapkan oleh pramusaji, misalnya: silahkan, maaf, terima kasih, selamat makan. Sebelum memberikan makanan dan minuman di meja seharusnya seorang waiter mengetahui siapa yang akan dilayani terlebih dahulu, hal ini disebut dengan alur pelayanan. Jika pelayanan yang diberikan adalah pelayanan yang
formal/resmi, maka urutan siapa yang akan dilayani terlebih dahulu harus diperhatikan. Beberapa saat setelah makanan dihidangkan diatas meja dan tamu mulai makan, maka pramusaji perlu datang mendekat dan menanyakan kepada tamu, apakah segala sesuatunya sesuai dengan keinginan dan selera tamu, pramusaji selalu harus memperhatikan tamu-tamu yang sedang bersantap, kalau membutuhkan sesuatu. Gelas air tidak boleh dibiarkan sampai kosong, gelas anggur diisi kembali kalau tamu minum anggur, atau menawarkan kembali jika anggurnya sudah habis.
12. Mengangkat peralatan kotor
Hal ini dilakukan dari sebelah kanan tamu kecuali piring roti dan salad, karena keduanya memang terletak disebelah kiri tamu
13. Membersihkan meja
Crumb adalah serpihan roti dan crumbing berarti membersihkan meja dari serpihan roti dan kotoran lainnya, crumbing ini dilaksanakan setelah tamu selesai menikmati makanan utama, dengan maksud memberikan keadaan yang tetap bersih dan menyenangkan ketika tamu menikmati dessert/makanan penutup
14. Menawarkan makan penutup
Pada beberapa restoran tersedia kereta dorong yang berisi kuekue atau jenis makanan penutup lainnya. Kereta didorong kedekat tamu sehingga memudahkan tamu memilih kue/dessert yang disukai ataupun kalau tidak menggunakan kereta dorong, pramusaji dapat menawarkan dessert melalui menu yang ada, yang selalu harus diingat oleh pramusaji adalah berusaha menjual makanan dan minuman sebanyak mungkin dalam rangka
meningatkan hasil penjualan.
15. Menawarkan kopi/teh
Kopi atau teh dihidangkan setelah tamu selesai menyantap makanan penutupnya. Kita mengenal beberapa istilah dalam kopi, ekspresso adalah kopi normal, sedangkan ristretto adalah kopi yang porsinya kecil tetapi kadar kafeinnya tinggi, kedua macam kopi ini lebih enak rasanya apabila dibuat dengan menggunakan
mesin pembuat kopi.
16. Menangai pembayaran tamu
Apabila tamu setelah makan dan minum, maka pramusaji harus segera menghubungi kasir untuk mempersiapkan bon tagihan kepada tamu. Hal ini dilakukan agar tamu tidak menunggu terlalu lama, apabila hendak membayar. bon tagihan tersebut akan disodorkan apabila tamu memintanya. bon atau sering disebut bill
ditaruh diatas baki kecil untuk”cash tray”. Ada dua kemungkinan dalam menangani pembayaran ini, pertama tamu akan membayar kontan atau menggunakan kartu kredit, yang kedua khusus untuk tamu yang tinggal di hotel, diperbolehkan menandatangani bill tersebut untuk kemudian ditagihkan pada saat tamu akan chek out.
17. Mengantarkan tamu
Adalah suatu tindakan terpuji apabila ada seseorang mengantarkan tamu sampai ke pintu keluar. Pramusaji harus selalu mengucapkan terima kasih atas kedatangan tamu tersebut ke restoran dan mengharapkan/mengundang para tamu untuk berkunjung kembali
18. Menata meja
Setelah tamu meninggalkan meja, pramusaji segera membersihkan dan menata kembali meja tersebut, agar tamu lain yang datang dapat segera menempatinya.
Alur Pelayanan
2. Prosedur pelayanan makanan dan minuman ke kamar tamu Segala sesuatu yang terjadi pada pelayanan ke kamar, akan banyak  tergantung kepada apa yang terjadi dalam hubungan tamu dengan order taker melalui telepon, dan mencatat pesanan tamu melalui telepon. Orang yang bertugas di room service untuk mencatat pesanan tersebut dinamakan order taker. Mencatat pesanan tamu melalui telepon, biasanya dilaksanakan oleh bagian room service (pelayanan kamar),
mencatat pesanan makanan/minuman melalui telepon agak sedikit lebih sulit jika dibandingkan secara langsung apalagi kalau tamu yang dihadapi adalah orang asing. Taking order yang melakukan pemesanan hidangan makanan untuk tamu yang ingin makan/minum memerlukan tehnik atau tata cara khusus selain kemampuan berbahasa yang baik, juga harus memiliki sopan santun serta kemampuan berkomunikasi, yang tidak kalah pentingnya kemampuan dalam menguasai bahan untuk menjadi salesman yang berhasil, pendengaran harus jelas dan mengerti akan pembicaraan tamu atau apa yang diminta oleh tamu melalui telepon tersebut. Beberapa hal yang akan dilakukan pada saat memberikan pelayanan makanan dan minuman yaitu:
a. Siapkan kertas untuk mencatat pesanan tamu yang bisa berbentuk buku kecil
b. Segera angkat telepon jika berdering dan jawablah secara sopan dengan mengucapkan salam seperti “good morning, room service, Susan speaking, may I help you?”
c. Catat segera nomor kamar dari mana panggilan telepon itu datang
d. Selalu berusaha memberikan informasi yang dapat meningkatkan penjualan.
e. Setelah mencatat pesanan, order taker harus mengulangi pesanan tersebut dengan cara membacakan nomor kamar, jumlah, jenis makanan yang diinginkan, sekaligus memberikan perkiraan waktu pengantarannya
f. Akhiri pembicaraan dengan menanyakan hal lain yang bisa dibantu dan mengucakan salam
g. Biarkan tamu, menutup telepon terlebih dahulu, dan mengucapkan terima kasih pada akhir pembicaraan
h. Pindahkan semua pesanan yang sudah dicatat kedalam bon pesanan(order slip) dengan menyertakan keterangan yang diperlukan sehingga bagian pengolahan makanan atau bar tidak salah dalam menyiapkan pesanan tersebut, dan pesanan untuk makanan harus dipisahkan dari bon pesanan untuk makanan dan minuman sebab pegambilannya juga terpisah. Pesanan tamu (food order) diberi cap oleh order taker dengan time stamp sebagai tanda yang menunjukkan jam berapa pesanan tersebut diterima
i. Setiap bon pesanan harus dibuat rangkap tiga yaitu yang pertama/asli untuk bagain pengolahan makanan (dapur atau bar) salinan yang pertama untuk kasir guna dibuatkan bill, salinan yang kedua untuk room service
j. Bon pesanan yang sudah dibuat kemudian diberikan kepada pramusaji yang akan diteruskan ke dapur
k. Selama menunggu makanan yang sedang disiapkan oleh bagian dapur pramusaji akan menyiapkan baki/trolley beserta peralatan makanannya sesuai dengan pesanannya
l. Setelah semuanya siap, pramusaji kemudian mengirimkan pesanan tersebut kekamar tamu, setelah sebelumnya diperiksa oleh atasannya (captain), sambil membawa bon, hal penting yang harus selalu diingat oleh waiter adalah pada saat pesanan tersebut akan dikirim ke tamu harus membawa bon yang sudah
disiapkan sebelumnya oleh kasir
m. Sebelum memasuki kamar tamu, pramusaji harus mengetuk pintu dan memberitahu kedatangannya kepada tamu dengan mengatakan room service, sebelum ada jawaban dari tamu yang mempersilahkan, maka penyaji tidak boleh membuka pintu apalagi memasuki kamar tamu.
a. Setelah masuk kamar, maka pramusaji memberi salam seramah mungkin kepada tamu serta langsung menyiapkan/meletakkan makanan dan minuman ditempat yang dikehendaki oleh tamu
b. Setelah selesai menyiapkan makan dan minuman serahkan bon kepada tamu untuk ditandatangani, kemudian bawalah kembali bon tersebut ke room service dan serahkan ke kasir yang seterusnya akan mengirimkan bon tersebut ke bagian kantor depan, jangan menyimpan bon tamu untuk menghindari late charges
c. Pada waktu akan meninggalkan kamar tamu jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan selamat menikmati hidangan, kemudian menutup kembali pintu kamar tamu
d. Nomor kamar dan waktu pelayanannya, serta apakah akan dipergunakan tray atau meja harus dicantumkan pada clearing chart” yang diisi oleh waiter setelah mengantarkan hidangan tersebut ke kamar, sebagai tanda untuk dilakukan clearing 

Jaringan Kerja Layanan

Pelayanan makanan dan minuman yang diberikan kepada tamu dapat di pisahkan menjadi tiga tahap yaitu tahap penyediaan makanan, tahap pelayanan serta pelayanan makanan dan minuman kepada tamu.
Hal tersebut dapat digambarkan yang terlihat pada gambar.
Alur Jaringan Kerja Layanan
Keterangan customer process & service sequences
a. Setelah tamu datang dan menempati kursi yang diinginkan, waiter akan memberikan menu makanan dan minuman dan menawarkan menu spesial hari ini, apabila tamu sudah menentukan menu kemudian dicatat pada captain order untuk diserahkan pada bagian produksi/dapur
b. Apabila makanan dan minuman sudah selesai diramu, maka segera diberikan kepada tamu untuk dinikmati, selama proses ini mungkin saja tamu menginginkan menu tambahan oleh sebab itu waiter harus selalu mengamati tamu
c. Jika makanan dan minuman telah selesai dinikmati, akan membawa peralatan yang sudah tidak dipakai sehingga meja bersih dari alat-alat kotor.
d. Waiter akan menginformasikan kepada kasir untuk mempersiapkan bon dan segera menyampaikan kepada tamu
e. Pada saat menangani pembayaran, perlu diperhatikan metode pembayarannya, apabila menggunakan kartu kredit harus dilihat jenis kartu yang diterima oleh restoran dan masa berlakunya.
f. Setelah tamu menyelesaikan pembayarannyan, tamu akan meninggalkan restoran, lakukan pengantaran tamu sampai kedepan pintu.
g. Hal terakhir yang dilakukan oleh waiter adalah menata kembali meja dan peralatannya agar bisa digunakan untuk tamu yang lain.
Keterangan food production
a. Dapur dan bar sebagai tempat untuk mengolah bahan makanan dan minuman akan meminta bahan-bahan yang akan digunakan/dibutuhkan melalui kepala bagian makanan dan minuman atau FB Manager (disetujui, dipertimbangkan, dirubah atau ditolak)
b. Permintaan diteruskan kepada bagian pembelian (purchasing) dengan menggunakan formulir permintaan pembelian (purchase requisition)
c. Oleh bagian pembelian akan dibuatkan formulir pembeliannya (purchase order) untuk dikirimkan atau diserahkan kepada badan usaha/perorangan yang menjual bahan tersebut di pasar (langsung di pasar atau melalui rekanan). Lampiran ini diberikan kepada penerimaan (receiving), untuk menyesuaikan atau mencocokkan dan memeriksa bahan apabila bahan yang dipesan atau dibeli telah tiba di hotel
d. Bagian penerimaan atau receiving, apabila menerima bahan dari supplier harus meneliti apakah bahan tersebut melalui dengan daftar dalam purchase order sesuai dengan tembusan yang diterima dari bagian pembelian. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah bahwa barang tersebut diterima (apabila sesuai,
ditolak apabila tidak sesuai
e. Bahan yang diterima akan langsung dikirimkan ke dapur atau bar(apabila bahan tersebut adalah bahan langsung yang akan dipergunakan atau sebagian disimpan di gudang makanan dan minuman atau store room (apabila belum akan digunakan)
f. Bahan yang akan digunakan oleh kitchen atau bar harus diambil dari gudang dengan formulir permintaan (store room requisition), demikian juga bila suatu bahan penunjang akan diinginkan oleh restoran, room service, banquet dll(tooth picks, paper, saus makanan di meja dll)
g. Makanan yang diolah di dapur, penjualan dan penyajiannya akan dilakukan melalui restoran, room service, banquet, bar atau tempat penjualan yang telah ditentukan
h. Peralatan kotor dari bagian dapur, bar, restoran, room service atau tempat lain di hotel pencuciannya diserahkan kepada steward, demikian pula apabila section bersangkutan membutuhkan peralatan tambahan, maka pengadaan tambahan tersebut adalah urusan steward

Rangkuman

 Bagian makanan dan minuman mempunyai fungsi menyediakan pelayanan makanan dan minuman bagi tamu hotel maupun pengunjung
 Dalam menjalankan fungsinya bagian makanan dan miniman dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian yang disebut revenue production areas seperti restaurant, room service, lobby bar dan revenue supporting areas seperti dapur(kitchen), gudang(store).
 Restoran sebagai revenue production ares mempunyai beberapa macam yaitu: dinning room, coffee shop, grill room, speciality restaurant and supper club
 Bagian makanan dan minuman dipimpin oleh Food & Beverage Director yang membawahi Chef de cuisine dan Assistant food & beverage director yang membawahi restaurant & bar manager, banquet manager dan chief steward
 Peralatan makan dan minuman yang digunakan di bagain makanan dan minuman dapat dikelompokkan menjadi silver ware yaitu peralatan yang terbuat dari logam yang dilapisi perak atau stainless steel, china ware yaitu peralatan yang dibuat dari keramik dan glass ware yaitu peralatan yang terbuat dari gelas.
 Seluruh makanan dan minuman yang dijual, seharusnya dibuat dalam daftar menu sehingga tam umudah untuk mengetahui makanan dan minuman yang tersedia, dalam pembuatan menu ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu; penampilan umum menu dan isi menu.
 Pada dasarnya menu dibagi menjadi dua jenis yaitu menu table d’hote dan menu a la carte, perbedaan menu ini adalah pada menu table ‘d hote beberapa jenis menu sudah ditetapkan, tamu hanya akan memilih untuk yang terbatas tadi, jika menu a la carte, tamu akan diberikan menu yang lengkap dan tamu akan memilih menu sesuai dengan keinginannya dan tidak dibatasi.
 Ada beberapa jenis pelayanan makanan dan minuman yang dikenal pada table service yaitu; American style, English style, French style dan Russian style.
 Pelayanan yang formal atau resmi adalah ciri dari pelayanan jenis Frech style dan Russian style, sedangkan American style dan English style pelayanan non formal/tidak resmi.

Layanan Cucian (Laundry Service)

Fungsi Layanan Laundry

Laundry selalu mendapat perhatian yang besar baik dari pihak manajemen maupun dari tamu. Adalah menjadi suatu kewajiban hotel untuk menyediakan fasilitas laundry yang memadai demi kepusan tamu. Laundry sangatlah memiliki peranan dan fungsi yang sangat penting didalam hotel, karena dengan adanya laundry kebutuhan tamu sebagian sudah dapat terpenuhi, dengan demikian hotel sudah dapat memberikan kepuasan kepada tamu. Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka laundry memiliki fungsi sebagai tempat untuk memberikan layanan pencucian linen hotel, uniform karyawan maupun pakaian tamu yang kotor (house laundry maupun Guest Laundry). Sesuai dengan perkembangan jenis kegiatan usaha pelayanan laundry hotel saat ini, ada beberapa Hotel yang memiliki sarana dan prasarana yang sangat besar sehingga dari awal sudah direncanakan untuk mendapatkan pendapatan dan penghasilan laundry dari:
 Kebutuhan laundry hotel-hotel lain yang tidak memiliki sarana dan prasarana laundry sendiri
 Outside Laundry dengan cara membuka outlet di tempat-tempat tertentu misalnya di Shopping Mall, daerah kompleks perumahan kelas atas (Elite Real Estate) dan Apartment mewah
 Memenuhi kebutuhan laundry perusahaan pelanggan hotel misalnya perkantoran-perkantoran besar yang memberikan fasilitas laundry bagi karyawannya
Catatan:
 Biasanya Hotel laundry tidak menerima permintaan laundry dari rumah sakit karena pertimbangan kesehatan termasuk cleanliness, hygiene dan limbah serta citra hotel.

Struktur Organisasi Layanan Laundry

Ada beberapa variasi bentuk struktur organisasi Laundry di hotel, semua ini tergantung kepada ukuran(size) dan pola manajemen yang diterapkan. Di bawah ini diberikan beberapa contoh organisasi tersebut.
Keterangan:
1. Washer and Dryer : bagian/orang yang tugasnya mencuci dan meneringkan cucian dengan mesin pencuci
2. Dry Cleaning : bagian yang tugas-tugasnya mengurus cucian yang dicuci tidak dengan air melainkan dengan menggunakan solvent
3. Valet Service : bagian/orang yang tugasnya mengatur perawatan dan penyelesaian pakain pria dan pakaian tamu untuk diteruskan ke guest laundry section
4. Sorterer and Marker : bagian/orang yang tugasnya mensorter/memisahkan setiap jenis cucian dan memberikan tanda/Mark/no) sebelum dilakukan pencucian oleh washer.
5. Presser and Mangler : bagian/orang yang tugasnya melakukan pemerasan dan menyetrika dengan iron presser machine dan mangler orang yang tugasnya menggiling (memutar) mesin presser
Struktur Organisasi Laundry-Variasi 3


Tugas dan tanggung jawab masing-masing jabatan:
1. Laundry Manager
Bertugas dan berfungsi memimpin/mengorganisir seluruh kegiatan maupun pelaksanaan kegiatan proses pencucian di laundry dan dry cleaning.
2. Assisten Laundry Manager
a. Membantu laundry manager menggantikannya pada saat tidak berada di tempat selama operasional laundry dan dry cleaning berjalan
b. Bertanggungjawab kepada laundry manager/langsung ke general manager jika laundry manager tidak berada di tempat
c. Tidak boleh mengambil kesimpulan sendiri
3. Laundry Supervisor
Merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinir dan mengawasi seluruh kegiatan bawahannya dalam operasional laundry
4. Valet Supervisor
Merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinir dan mengawasi seluruh kegiatan bawahannya dalam operasional valet
5. Dry Cleaning Supervisor
Merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinir dan mengawasi seluruh kegiatan bawahannya dalam operasional dry cleaning
6. Checker
Memeriksa seluruh cucian tamu sebelum diproses yaitu menangani kondisi cucian (kancing, saku)
7. Marker
Memberikan tanda kesetiap jenis cucian agar tidak tertukar untuk itu diperlukan linen paper (kertas kain) yang kuat dan tahan berisi:
a. Nomor kamar
b. Tanggal
c. Kode dari si pembuat
8. Sorterer
Memisahkan-misahkan cucian tamu atas dasar:
a. Jenis bahan
b. Bentuk cucian
c. Tingkat pengotoran
d. Warna cucian
9. Washer/Extract
Melaksanakan proses pencucian, dan pemerasan
10. Tumbler
Melaksanakan proses pengeringan setelah dicuci
11. Presser
Petugas laundry yang memiliki tugas melincinkan pakaian
12. Finisher
Menyelesaikan akhir proses pencucian, antara lain:
a. Linen : room, FB others (swimming pool towel)
b. Uniform : from all employees
c. Linen & Uniform section : Bagian dari housekeeping department yaitu tempat berkumpulnya house laundry
d. Linen attendent, bertugas mengantar dan mengambil house laundry ke dan dari house laundry section
e. Finisher : hanya ada Folder untuk linen dan hanger untuk uniform. Biasanya digantung untuk guest outside laundry, petugasnya desebut hanger/hangingman. Pakaian biasanya dilipat untuk tamu in-house/yang akan check out, petugasnya:
folder dan pakaian juga kadang-kadang dibungkus, petugas yang membungkus pakaian yang dilaundry ini disebut wrapper.
Peralatan Cucian (Laundry Machine)
Seiring dengan perkembangan / modernisasi industri, maka peralatan/mesin laundry pun ikut mengikuti perkembangan tersebut.
Saat ini mesin-mesin laundry sudah sangat modern, sebagian darinya dioperasikan dengan sistem komputer, atau sistem kerjanya telah terprogram dalam komputer dan segala sesuatunya akan bekerja atau berjalan sesuai dengan instruksi yang diminta oleh operatornya, sehingga hal ini akan mempermudah tugas para operator laundry.
1. Mesin Cuci Laundry (Washing Machine) .
Mesin ini biasanya dioperasikan secara otomatis, akan tetapi masih banyak mesin-mesin lama yang dioperasikan secara manual. Didalam mesin ini akan terjadi
suatu proses pembasahan dan penyabunan (aksi kimia) dan sekaligus proses bantingan yang disebabkan gerak putar dari drum mesin (aksi mekanik). Pada aksi mekanik ini pakaian akan diputar bolak-balik seolaholah dibanting dan gerakan berputar inipun memungkinkan air akan ikut bergerak menembus serat
kain, sehingga kotoran akan lepas dari kain yang dicuci.
Mesin cuci ini juga berfungsi sebagai mesin pembilas pada saat mencuci pakaian maupun mencuci pada cucian lainnya. Mesin ini dilengkapi dengan:
a. Kran air dingin dan air panas untuk mencuci
b. Kran steam yang dapat memanaskan cucian
c. Timer/pengatur waktu
d. Temperatur/pengatur panas
e. Level/pengukur tinggi air dalam mesin
f. Kran pembuangan air
g. Pintu untuk memasukkan dan mengeluarkan cucian
h. Kunci pemutar mesin
i. Kotak untuk memasukkan chemical / bahan pembersih untuk mencuci
2. Mesin Pemeras (Extractor machine).
Mesin ini berfungsi sebagai mesin pemeras, pada proses pemerasan ini pakaian akan diputar dengan kecepatan tinggi, sehingga air yang membasahi pakaian akan tersedot keluar dan pakaian menjadi lembab.
Jangka waktu proses pemerasan ini disesuaikan dengan jenis dan keadaan material yang diperas, makin tebal material pakaian tersebut maka waktu pemerasannyapun lebih lama. Mesin pemeras ada yang menjadi satu pada mesin cuci tetapi ada juga yg terpisah dari mesin cuci, mesin ini disebut extractor
machine. Mesin ini dilengkapi dengan :
a. Saklar ON/OFF untuk menghidupkan dan mematikan mesin
b. Rem, untuk menghentikan mesin, setelah selesai proses pemerasan
c. Pintu masuk dan keluarnya cucian
d. Kran pembuangan air.
3. Mesin Pengering ( Drying Tumbler )
Mesin ini digunakan untuk mengeringkan pakaian yang sudah diperas. Proses pengeringan ini dilakukan dengan cara menghembuskan udara panas kedalam drum mesin yang sedang berputar. Udara panas ini biasanya dihasilkan dari pembakaran gas, steam (uap panas) atau element electric. Mesin ini dilengkapi dengan :
a. Kran steam (pemanas cucian)
b. Temperatur (pengukur panas)
c. Timer (pengatur waktu)
d. Pintu masuk dan keluas cucian
e. Filter Kotoran cucian
4. Mesin Pelicin (Pressing Machine)
Mesin pelicin/press terdiri dari bermacam jenis atau fungsi, dan bisa kita bedakan sebagai berikut:
a. Mesin Press Panas (Garment Press):
1) Setrika biasa (Electric Iron)
Setrikaan ini menggunakan daya listrik (element) sebagai sumber panasnya, dan dioperasikan secara manual (dengan tangan).
2) Garment Press terdiri dari:
 Collar & Cuff Press untuk melicinkan kerah dan pergelangan tangan kemeja panjang.
 Mushroom Garment Press untuk melicinkan bagian dada punggung, pundak dan tangan dari pakaian.
 Utility Garment Press untuk melicinkan celana bagian bawah.
 Wool press terdiri dari, top pant press, mushroom press dan utility wool press
3) Hand Iron Steam
Setrika ini seperti electric iron, tetapi menggunakan steam (uap panas) sebagai pemanasnya, seterika ini digerakkan dengan tangan biasa.
Mesin ini dilengkapi dengan:
a. Pengatur panas/temperature
b. Kran steam
c. Penyemprot steam/air
d. Padding dengan covernya
e. Karet bantalan/alat seterika
f. Padding untuk lengan
g. Pedal steam untuk untuk menggemboskan
4) Suxy Q Press / Body Former.
Mesin yang digunakan untuk membentuk badan dari jas/mesin yang dipakai untuk melicinkan jas dan sejenisnya.
Mesin ini dilengkapi dengan:
a. Clip stainlessteel muka dan belakang
b. Stick untuk lengan
c. Kran steam
d. Pedal untuk mengeluarkan steam dengan angin
e. Tombol ON/OFF
f. Tombol otaomatis
g. Timer
h. Kayu penjepit
5. Mesin Flat Work Ironer / Mangler.
Mesin ini sering juga disebut dengan Roller, Ironer dan digunakan untuk mengepress bahan yang berbentuk lembaran, seperti sheet (sprei), pillow case (sarung bantal), taplak meja (table cloth), napkin (serbet) dll.
Mesin ini dilengkapi dengan :
a. Kran Steam
b. Temperatur
c. Pengatur kecepatan
d. Tombol ON/OFF untuk menghidupkan dan mematikan mesin
e. Dua pedal untuk merapatkan bantalan
f. Dua pedal untuk merenggangkan bantalan
g. Pengaman otomatis
h. Silinder
i. Padding
j. Belt, Sabuk pengikat silinder
6. Mesin Penghilang Noda ( Spooting Board Machine )
Mesin ini digunakan untuk menghilangkan noda-noda pada pakaian dengan memakai berbagai jenis spot removal. Sistem kerja dari mesin dengan memakai steam, penghisap (vacuum) dan angin penyemprot (kompresor). Spoting ini dilakukan sebelum pakaian dicuci, sehingga pada saat dicuci noda sudah tidak ada lagi.
Alat ini dilengkapi dengan :
a. Hand brush: sikat tangan dengan bahan nilon
b. Chemical (Obat pembersih noda)
c. Spatula, seperti pipa untuk merokok terbuat dari gading gajah, khusus dipakai sebagai alat pembersih noda pada cucian-cucian yang halus seperti wool, sutera dan cucian lain sejenis).
6. Mesin pemberi tanda (Polimark Macine).
Mesin ini digunakan untuk memberi tanda (marker) pada semua cucian yang akan dicuci agar tidak tertukar antara pemilik yang satu dengan yang lain.
7. Mesin Dry Cleaning.
Mesin ini digunakan untuk mencuci pakaian yang mewah, seperti baju pesta atau jas dan bahan yang tidak tahan jika dicuci dengan air seperti wool, sutra dan bahan lain yang tipis. Media pencuci dari mesin ini adalah Solvent (Percloro Ethyline), solvent dapat dipakai ber(l)ulang-ulang. Jika solvent sudah mulai kotor dapat disaring kembali dan digunakan kembali.
Mesin ini dilengkapi dengan :
a. Washer /pencuci
b. Extractor/pemeras
c. Dry tymbler/pengering
d. Kran steam
e. Air
f. Angin
g. Filter
h. Button trap : perangkap kancing
i. Still : alat suling untuk distilasi
j. Muck coocker : Tempat untuk memasak solvent kotor
k. Flow line : Pipa-pipa saluran
l. Tombol otomatic dan manual
m. Storage tank: tangki solvent
Peralatan Kebersihan (Supporting Unit)
1. Sink atau bak.
Tempat pencucian pakaian secara manual (dengan tangan), semua pakaian yang tidak dapat dicuci dengan mesin seperti pakaian dalam wanita yang sangat sensitif, akan dicuci dengan cara manual. Begitu juga kerah pakaian yang sangat kotor akan disikat diatas sink.
2. Trolley atau wagon
Adalah kereta dorong yang berbentuk segi empat dengan menggunakan roda. Trolley ini digunakan untuk menempatkan sementara cucian yang akan diproses, dan untuk mengantar cucian yang telah selesai diproses.
Trolley terbuat dari bahan sbb :
a. Kanfas, yaitu digunakan untuk menaruh sementara cucian yang yang sudah dicuci (bersih).
b. Fibre glass, biasanya digunakan untuk menaruh cucian yang kotor dan basah, disamping itu juga bisa digunakan untuk menaruh cucian yang akan dicuci ulang karena masih ada noda (kotoran).
c. Stainless steel, biasanya digunakan untuk menggantung pakaian yang sudah selesai diproses (bersih), dan untuk mengantar pakaian tamu yang sudah rapih untuk dikirim kekamar.
3. Brush
Sikat yang digunakan untuk menyikat kerah pakaian yang sangat kotor maupun noda-noda yang lain dengan cara menyikat satu arah dan diberi sedikit bahan pembersih (detergent) untuk memudahkan penghilangan noda.
4. Spatula
Alat seperti kape yang digunakan untuk membersihkan noda-noda pada pakaian, alat ini terbuat dari stainless steel atau gading gajah ukuran 2cm x 10cm.
5. Pail (ember)
Alat ini digunakan untuk memisah-misahkan cucian (pakaian) yang telah diberi tanda (marking), dengan tujuan untuk mengklasifikasikan cucian (pakaian) berdasarkan warna, jenis serat (bahan) dan proses pencuciannya, disamping itu pail juga digunakan untuk menaruh cucian yang tingkat kotorannya sangat
berat.
6. Washing Net
Jala (net) yang digunakan untuk membungkus pakaian yang sangat sensitife seperti sutera, dasi dan lain-lain, terutama pakaian yang akan dicuci dengan cara dry cleaning, agar pakaian tersebut tidak rusak dikarenakan aksi mekanik (bantingan) dari mesin.
7. Table Linen ( Meja Linen)
Biasanya table linen/meja linen ini ditempatkan didepan mesin flat work ironer dan digunakan untuk menempatkan linen-linen yang bersih yang akan dipress maupun linen-linen bersih yang sudah rapih.
8. Measuring (C)cup
Measuring cup atau gayung pengukur digunakan untuk menakar bahan pembersih yang akan digunakan dalam proses pencucian. 
9. Checker (R)rack / table
Rak atau meja checker untuk memilah-milah dan merapihkan pakaian yang sudah diproses.
10. Cabinet
Lemari yang digunakan untuk menyimpan sementara pakaian yang sudah rapih dan bersih, tetapi masih ada masalah yang harus diselesaikan 
LAUNDRY MACHINES LAYOUT

Bahan Pembersih (Cleaning Agent)

Sebelum membahas mengenai bahan pembersih, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu macam-macam/jenis pengotor pada kain.
Macam-Macam/Jenis Pengotor yang perlu diketahui adalah:
Kotoran akan melekat pada pakaian yang berasal dari berbagai sumber, dengan demikian akan berbeda pula daya lekat dari masingmasing pengotor. Daya lekat dari pengotor ini dibedakan antara adanya ikatan kimia dan ikatan fisik antara pengotor dan pakain. Pengotor (soiled) dikelompokkan dalam 2 (dua) golongan yakni kotoran (dirt) dan Noda (stain)
1. Kotoran (Dirt):
Jenis pengotor yang memiliki ikatan fisik lebih besar dari pada ikatan kimia terhadap bahan cucian. Untuk menghilangkannya lebih banyak diperlukan gaya mekanis (tidak digunakan bahan-bahan kimia atau dapat juga digunakan bahan-bahan lunak). Yang termasuk dalam kotoran/dirt, adalah:
a. Kotoran yang larut dalam air, seperti:
 Gula
 Garam
 Sari buah, dll
b. Kotoran yang dapat dibersihkan dengan sabun/deterjen, seperti;
 Lemak hewan
 Tanah
 Akan lebih mudah terjadi pada temperature tinggi adanya gaya mekanis dan juga bahan kimia alkali.
a. Kotoran yang harus diemulsikan, seperti;
 Minyak bumi
 Gemuk
Untuk pengotor jenis ini harus memakai bahan kimia yang memiliki kekuatan tegangan permukaan (Detergent). Bahan yang digunakan adalah Surfactant, yakni zat kimia untuk menyatukan dua buah zat yang tidak bisa bersatu. Emulsi adalah penyatuan dua zat yang tidak bisa bersatu.
d. Kotoran yang mudah dibersihkan dengan bantuan tenaga mekanis
 Debu
 Duri
 Sebuk gergaji
Kotoran jenis ini cukup ditepuk-tepuk dibersihkan dengan menggunakan tangan.
2. Noda (Stain)
Yaitu jenis pengotor yang dimiliki ikatan kimia lebih besar dari pada ikatan fisik terhadap bahan cucian. Untuk menghilangkannya digunakan dengan bantuan reaksi kimia lain dengan menggunakan zat-zat kimia yang berfungsi OKSIDATOR (melepaskan dua zat kimia yang melekat kuat sekali).
Contoh:
a. Tinta
b. Kopi
c. Darah
6.6.2. Tingkatan Pengotoran:
1. Light Soiled (ringan)
contoh; Top sheet, Hand towel
2. Medium soiled (sedang)
contoh; sarung bantal, bath towel, second sheet dan face towel
3. Heavy Soiled (berat)
contoh; table cloth, napkin, uniform for cook and engineering, blanket, Bath Mat
6.6.3. Jenis-jenis Bahan Cucian
Dengan semakin majunya teknologi untuk jenis bahan pakaian, semakin banyak pula jenis pakaian, perbedaan tersebut karena bahan dasar maupun cara pembuatannya. Perbedaan bahan dasar menyebabkan perbedaan pada sifat dari masingmasing serat, baik sifat fisik maupun sifat kimianya.
Dengan mengetahui jenis textile, kita dapat;
1. Menjaga sifat asli bahan yang berkaitan dengan;
a. Proses : LAUNDRY/ Dry cleaning
b. Dosis : Chemical
c. Price : Harga
2. Menghindari Claim tamu
Klasifikasi Texstil Berdasarkan Sumber Bahan
1. Bahan dari Selulosa (Tumbuhan/Nabati)
a. Alam
 Biji : kapas, Cotton
 Buah : Kapuk, Dril/Blacu (semi cotton)
 Batang : Linen, Kapas, Karung goni
 Daun : Rayon
b. Buatan, Kupranium (sisntesis) Viscosa
2. Bahan dari Protein (hewani)
a. Alam
 Wool (biri-biri)
 Silk (kepompong Ulet)
 Kulit Kambing, Kuda, Lisang, Singa laut, Beruang,
Kelinci
Ciri-cirinya: bau rambut terbakar jika terbakar
b. Buatan Serat-serat protein yang bahan dasarnya diambil dari sumber selulosa Bahan protein buatan ini dapat dibagi menjadi:
 Wool susu, berasal dari lemak hewan
 Vikada, berasal dari protein tumbuhan, misalnya kacang
Ciri-cirinya:
 Bau minyak
 Wool dari domba : kasar
 Wool dari biri-biri: halus
3. Thermoplastic
Serat-serat sintetis/buatan yang berasal dari sumber minyak bumi (buatan yang berasal dari zat kimia)
Contoh:
a. Polyster
b. Polyacrylic
c. Asetat
4. Mineral.
Berasal dari sumber-sumber mineral, seperti:
a. Alam: asbes
b. Buatan: Fiberglass texstile (serat gelas)
c. Benang logam (dari besi)
Jenis texstil yang umum ditemukan di laundry;
1. Cotton, linen, Rayon
3. Polyester
4. Campuran thermoplastic and alam (selulosa) yakni; Poly cotton, misalnya untuk sheet.
Keuntungan dari polyester-cotton:
1. Penampilan dan kehalusan dari serat praktis tidak berubah setelah pencucian beberapa kali
2. Seratnya tidak mudah mengkerut, luntur/kehilangan warna
3. Bagian yang kusut dengan mudah dapat dihilangkan
4. Bahan yang berwarna relatif lebih baik perekat zat warnanya
5. Penyerapan air relatif lebih rendah
Cara mengetahui jenis bahan dasar dan texstil Dalam hal ini dipakai metode membakar serat texstil yang bersangkutan
1. Yang berasal dari kapas kapuk Bila benang terbakar api atau seterika, memberikan bau seperti kertas terbakar dan meninggalkan abu.
2. Polister/rayon
Bila benang terbakan oleh api, akan meleleh yang pada akhirnya meninggalkan bulatan kecil berwarna hitam ujung benang tersebut.
3. Wool/Sutera
Bila benang terbakar oleh api, akan memberikan bau seperti kertas terbakar, tidak meninggalkan abu tetapi meninggalkan bulatan kecil hitam pada ujung sisi benang
4. Nylon
Bila terbakar api, akan meleleh dan memberikan bau yang khas serta meninggalkan bulatan hitam pada ujung benang 
Sifat-sifat Bahan Cucian
Jenis-Jenis Bahan Pembersih
Macam-macam bahan pencucian pada proses pencucian
1. Air; Sebagai bahan utama Sumber air:
a. Air hujan
Butiran air ini akan menyerap gas dan berbagai partikel dari udara tergantung pada keadaan udara tempat ia jatuh, partikel-pertikel tersebut antara lain;
 CO2
 Garam-garam amoniak
 Nitrat
 Clorida
b. Air sungai
Ketersediaan air tergantung dari musim,dan type dari daerah yang dilalui lingkungan sekitar sungai, apakah lingkungan tersebut bersih atau lingkungan yang dilalui daerah pegunungan yang bersih sehingga kualitas air akan tergantung dari lingkungan yang dilaluinya.
c. Air berasal dari mata air
Tergantung dari daerah yang dilalui sebelum muncul kepermukaan bumi, kadang-kadang banyak mengandung gas CO2 yang berasal dari garam-garam kalsium dan magnesium karbonat. Apakah air tersebut mempunyai kesadahan (mengandung kapur/sirih yang cukup tinggi) atau memiliki PH yang normal.
d. Air Sumur
Komposisinya hamper sama dengan air yang berasal dari mata air, air sumur juga tergantung dari lapisan tanah yang ada pada daerah yang dilaluinya.
e. Air ledeng
Berasal dari berbagai sumber, melalui tahap proses penyulingan, maka diperoleh air yang memiliki kwalitas yang baik
Syarat-Syarat Air Yang Baik Untuk Laundry
a. Soft/lunak kadar kapurnya rendah
b. Clear/jernih dan odor free (bebas dari bau)
c. Neutral dengan Ph (Powet Hidrogen) = 7
d. Free of Iron (0,032 mg/1) - logam putih keperakperakan
(mirip besi tapi tidak magnetis)
Untuk mengetahui kwalitas dari air yang akan digunakan untuk laundry biasanya dilakukan analisa melalui uji laboratorium yang meliputi;
a. Kesadahan
Untuk mengetahui banyaknya zat yang terkandung di dalam air
b. PH
Logaritma dari jumlah ion-ion yang menyatakan kondisi air yang bersangkutan
PH>7 : Basa
PH<7 : Asam
PH=7 : Netral
c. Alkalinities
Berapa persen alkali (kimia sabun yang terkandung di dalam air, tujuannya agar tidak terjadi kelebihan dosis sehubungan dengan penggunaan alkali sebagai chemical
2. Detergent
Adalah suatu kimia yang dapat menurunkan/menghilangkan pengotor yang memiliki ikatan dengan pakaian. Kumpulan zat kimia yang dipakai dalam proses pencucian.
3. Alkali (sabun)
Digunakan untuk mencuci pada cucian yang tingkat pengotorannya sangat berat, zat kimia yang dibuat secara khusus Beberapa penyebab pengotoran pada cucian putih dapat disebabkan dari berbagai sumber:
a. Warna kekuning-kuningan/kecoklat-coklatan disebabkan kandungan ion-ion besi (kadar besi) yang terlalu tinggi dalam air pencucian.
b. Warna kuning muda juga dapat disebabkan kelebihan alkali yang masih tertinggal setelah pembilasan, hal ini disebabkan kurang sempurnanya pembilasan atau tingginya alkalitas air pencuci
c. Warna keabu-abuan dapat ditimbulkan oleh;
1) Tingginya kesadahan air pencuci
2) Berlebihnya beban dari mesin cuci
3) Detergent yang diberikan dibawah dosis yang seharusnya
4) Pembilasan yang kurang sempurna
Zat-Zat Kimia Yang Terkandung Dalam Detergent
a. Surfactant
Salah satu zat kimia aktif penurun tegangan permukaan sistem, fungsinya;
1) Sebagai Elmusifiying Power; menyatukan 2 buah zat yang tidak bisa bercampur
2) Sebagai wetting power; daya membasahi pakaian
3) Sebagai alat untuk mensuspensikan;
merandam/mencegah jangan sampai kotoran melekat kembali ke pakaian
b. Alkali Builder
Zat pembentuk alkali. Manfaat dari penambahan alkali builder:
1) Membuat suasana pencucian pada Ph>7 (basa), karena pada suasana basa, lemak akan lebih mudah disabuni/diemulsikan
2) Dapat menetralisir pengotor-pengotor yang bersifat asam
3) Akan mengurangi pemakaian dari surfactant
4) Sequestran/Water Softener
Zat-zat kimia tambahan yang tidak mutlak ada
Jenis-jenis additive yang dipergunakan dalam detergent
a. OBA : Optical Brightener Additive (zat pencemerlang), zat kimia yang dapat diserap/melekat pada pakaian, jika terkena pantulan sinar ultra violet matahari akan bersinar.
b. Anti Corrosion Agent Additive (zat pencegah karat), mencegah karat pada mesin-mesin dan cucian (retsluiting/kancing)
c. ARA : Anti Redeposit ion Agent/Additive, fungsinya sama dengan surfactant yang berfungsi sebagai suspensium
d. ENZYME ADDITIVE: mampu menhancurkan kotorankotoran yang mengandung protein, misalnya; darah
e. BLEACH : Zat kimia pemutih, digunakan khusus untuk pakaian yang berwarna putih, contoh: bayclean
f. SOUR : Zat kimia yang berfungsi untuk menetralisir sisasisa kimia dari akali, detergent, bleach
g. FABRIC/Textile Softener : Zat kimia pelembut cucian
h. STARCH : Zat kimia yang digunakan untuk membuat cucian jadi lebih kaku, misalnya: kanji
i. ALKALI/SABUN: Bahan/zat kimia yang memiliki zat pembasmi kuman pada cucian
j. DETERGENT : bahan pembersih/kimia yang digunakan untuk membersihkan cucian namun tidak memiliki zat pembasmi kuman
Prosedure Layanan Cucian


1. Collecting/Pengumpulan linen kotor
Prosedur pengumpulan itu sendiri akan sangat tergantung kepada tipe jumlahnya. Beberapa contoh dasar adalah sebagai berikut:
a. Restaurant semua serbet yang sama warnanya dan taplak meja dapat dikumpulkan menjadi satu. Di dalam operasi restaurant sangat penting untuk tidak mengikut sertakan sisa-sisa makanan yang ada di meja atau bekas sekaan asbak dengan table napkin, karena akan berpengaruh pada tingkat pengotoran dari masingmasing napkin. Sehingga didalam penanganannya akan berbeda tergantung dari tingkat pengotoran tadi.
b. Klinik-klinik, rumah sakit-rumah sakit, pada umumnya linen-linen yang bekas dipakai oleh pasien yang mudah menularkan penyakit harus dikumpulkan secara terpisah dari keseluruhan linen. Ini penting agar bakteri-bakteri atau kuman-kuman yang menempel pada linen-linen dari rumah sakit tidak menular pada linen-linen lain, seperti dari restaurant misalnya.
c. Hotel-hotel/motel-motel barang-barang hotel/motel dapat digolongkan ke dalam pengotoran biasa dan pengotoran berat oleh petugas kamar. Tergantung dari jenis linen tersebut dipergunakan untuk apa.
2. Transporting of Soiled Linen
Pada saat pengangkutan cucian kotor, cucian diterima dibagian penyortiran dengan berbagai cara:
a. Diangkut dengan menggunakan trolley/kereta dorong yang terbuat dari besi, plastik anyaman kawat, fiber glass kayu dll.
b. Diangkut dengan menggunakan keranjang terbuat dari plastik rotan atau bambu.
c. Diangkut dengan menggunakan tas atau bahan pembungkus lainnya. Ingat! harus hati-hati untuk mencegah terjadinya pengotoran lebih berat atau kerusakan pada bahan, misalnya jangan diseret, atau ditarik dengan kereta/trolley. Untuk menjaga kesehatan /hygiene jangan memakai trolley yang sama untuk membawa bahan yang bersih atau yang kotor.
3. Sorting Soiled Linen /Clasifying
Penyortiran bahan kotor perlu dilakukan untuk menjamin efisiensi waktu di laundry. Penyortiran memberikan beberapa keuntungan yaitu :
a. Hemat waktu
Proses pencucian dilakukan sesuai dengan jenis bahan dan disesuaikan dengan kondisi pengotorannya. Misalnya bahan 100% catton memerlukan pemerasan yang lebih lama dari pada bahan polyester cotton.
b. Hemat chemical
Perbedaan tingkat pengotoran memerlukan kombinasi dan jumlah chemical yang berbeda dan tentunya memerlukan penanganan yang berbeda pula.
c. Produk yang maximum
Tanpa penyortiran proses pencucian harus disiapkan untuk bahan yang tingkat pengotorannya maximum, yang mana dapat menurunkan hasil produksi. Hendaknya bahan disortir menurut kotoran dan jenis bahan.
Pengklasifikasian Kotoran
Bahan dari P/C (polyester/catton) hendaknya dipisahkan ke dalam golongan yang tingkat pengotorannya berat dan golongan yang tingkat pengotorannya sedang untuk diproses dengan chemical yang sesuai dan untuk mencapai efisiensi yang maximal. Tanpa penyortiran bahan yang tingkat pengotorannya berat sering masih kurang bersih, sedang yang tingkat pengotorannya biasa akan kelebihan proses, untuk itu didalam proses pencuciannya harus dipisahkan.
Pengklasifikasian Bahan
Bahan katun (terry cloths, towel dll) dapat dicuci bersama-sama karena daya serap kain katun membutuhkan waktu pemerasan dan pengeringan lebih lama. Bahan P/C (polyester/catton) memerlukan waktu pemerasan dan pengeringan lebih singkat. Bahan yang berwarna harus dipisahkan dari bahan yang putih untuk mencegah kelunturan bagi bahan yang putih. Bahan yang tenunanya halus seperti blanket, badspred dan sejenisnya, harus dicuci di dalam mesin yang airnya tinggi untuk menjamin usia bahan bisa maximum.
Pada umumnya laundry-laundry mengklasifikasikan bahan untuk dicuci sebagai berikut:
a. Pencucian umum : sheet/slips/towel
b. Pencucian berat : terkena darah, bumbu dan kotoran sisa makanan
c. Pencucian bahan halus : blanket, bad sheet, baju pribadi dsb
d. Pencucian khusus bad pad
Bahan yang mudah rusak sejenis kain perban dab lain-lain, waktu dicuci dianjurkan memakai net (jaring/jala).
4. Washing/Extracting
Mesin-mesin laundry ada berbagai macam bentuk dan ukurannya, juga mempunyai berbagai fungsi otomatisnya, ada beberapa yang diprogram secara lengkap yang lain hanya satu formula seperti halnya mesin-mesin yang dipakai dirumah. Berikut ini ikhtisar ringkas mengenai siklus proses pencucian dengan urutan yang biasa dipakai dalam mesin cuci secara normal.
a. Flush- semburan/pembasahan-banyak sekali dipakai
b. Break-Pre-wash penghancuran kotoran sebelum pencucian untuk pengotoran berat
c. Wash-suds-pencucian-penyabunan-selalu ada
d. Bleach-pengelantangan-kadang-kadang dipakai
e. Rinse-pembilasan-selalu ada
f. Sour/condition-final rinse-pengasaman-penetralan-selalu ada
g. Extract-pemerasan-selalu ada
h. Immediate extract-pemerasan cepat-pakai kadangkadang/pada beberapa proses.
5. Drying, Ironing, Pressing
Pengeringan di laundry akan berkurang dari 15-45 kg, kapasitas berat kering, biasanya menggunakan pemanas gas tetapi kadang memakai pemanas steam atau listrik. Drying tumbler adalah bagian yang penting dalam operation laundry, semua pekerjaan diproses melalui pengering dan dilakukan secara cepat dan efisien. Kawat kasa pada mesin pengering harus dibersihkan setiap hari untuk mendapatkan hasil pengeringan yang maksimal. Jika pengering lambat atau hangus disebabkan oleh sistem pemanas yang tidak benar atau kesalahan kontrol thermostatis. Di beberapa laundry menggunakan setrikaan dengan ukuran yang besar dan otomatis biasanya electric tapi ada juga yang memakai gas atau steam, dibeberapa laundry juga mempunyai mesin press untuk uniform.
6. Folding
Setelah bahan dikeringakan dan disetrika bahan dilipat, pelipatan dapat dilakukan dengan tangan atau mesin otomatis, namun di laundry yang kecil masih menggunakan tangan. Jika bahan masih kotor pelipatan jangan diteruskan, simpanlah disamping untuk dicuci kembali, ini sangat penting dilakukan di laundry, sebab dapat menyullitkan petugas bagian lain misalnya waktu bagian pasang sprei atau taplak meja, mereka akan complain ke atasannya. Ini adalah suatu problem yang sangat besar. 3 sampai 5 % yang dikembalikan adalah ukuran yang sehat, kalau jumlah lebih besar sistem perlu diperbaiki atau kalau terlalu rendah atau tidak sama sekali kemungkinan over proses yang dapat menyebabkan bahan rusak.
7. Stocking/Storage
Setelah bahan dilipat biasanya disimpan digudang tersendiri untuk dipakai hari berikutnya. Bahan yang dipress secara permanen sebaiknya disimpan dalam keadaan terlipat paling sedikit satu malam sehingga tidak akan kusut bila digunakan. Penyimpanan ini tidak perlu untuk bahan seperti terry cloth. Disini adalah tempat yang paling bagus untuk mengetahui standar pekerjaan secara umum, sebagai contoh tumpukan sheet akan terlihat bervariasi tergantung dari lamanya dan dari apa bahan dibuat.
8. Using Clean Linen
Pemakaian linen yang bersih adalah mutlak, sehingga sangat penting diadakan pengarahan atau latihan dalam membatasi kemungkinan penyalahgunaan bahan/linen misalnya taplak meja atau napkin tidak boleh dipakai untuk lap meja atau asbak, atau bahkan handuk dipakai untuk membersihkan barang-barang dikamar seperti bathtub, wash basin dan lain-lain.
Guest Laundry Flow Cart
Keterangan:
1. Pengumpulan
a. Untuk memastikan kondisi pakaian tamu, periksalah terlebih dahulu secara teliti pada pakaian yang akan dicuci
b. Hitung jumlah pakaian
c. Tulis nomor kamar
d. Tulis nama tamu
e. Masukan ke dalam laundry bag
f. Konfirmasi dengan tamu, dan tamu diminta untuk menanda tangani lauindry list.
2. Transportasi :
a. Membawa pakaian dengan tangan :
1) Hindari membawa pakaian terlalu berlebihan.
2) Hindari tercecer.
3) Masukan pakaian kedalam laundry bag
b. Membawa dengan trolly
1) Jangan melebihi muatan.
2) Jangan menggunakan kantong laundry yang rusak.
3. Penyeleksian & memberi tanda ( Sortir )
a. Jenis kotoran/tingkat kotoran
Jenis/tingkat pengotoran dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1) ringan
2) sedang
3) berat
b. Jenis bahan / kain
1) bahan dasar kain
2) warna
3) Proses akhir
c. Memberi tanda seragam/Uniform Karyawan
1) sebuah kode biasanya menunjukkan departemen dan posisi/jabatan, contohnya: GM, EAM dan kemudian departemennya:
 FO 1 untuk manager Front Office
 FO 2 untuk asisten manager Front Office
 Untuk tingkat staff, kode didasarkan pada nama pegawai yang diperoleh dari daftar nama-nama pegawai.
2) Beri tanda pada bagian yang tidak terlihat, seperti di bagian dalam kerah, atau bagian bawah dalam baju dan lain-lain.
3) Jika tidak dapat menandai pada bagian dalam kerah, gunakan penjepit untuk menahan tanda pada lubang kancing atau tempat ikat pinggang.
d. Memberi tanda pakaian tamu
1) Nomor-nomor dan kode-kode yang digunakan:
 Minggu : MG
 Senin : SN
 Selasa : SL
 Rabu : RB
 Kamis : KM
 Jum’at : JT
 Sabtu : ST
2) Kode penomoran dimulai dari nomor 101 sampai 140 kemudian dilanjutkan ke nomor 210 hingga 240, dan seterusnya.
 Nomor pertama pada kode adalah kelompok jenis pencucian, nomor kedua adalah nomor pencucian.
 Tanda pada pakaian tamu harus sesuai dengan daftar permintaan pencucian.
 Lepaskan semua tanda lama yang ada pada pakaian tamu.
 Jika tanda tidak dapat dipasang pada bahan pakaian, gunakan penjepit / peniti atau stapler untuk memberi tanda baru.
 Penandaan dengan penjepit atau stapler harus berhatihati supaya tidak merusak pakaian, seperti lubang kancing, dll.
 Pada saat menggunakan mesin untuk menandai, pastikan pakaian tidak akan rusak. Jika perlu lakukan pada bagian pakaian yang terlihat.
 Jika anda ragu pakaian/bahan akan rusak, gunakan penjepit / peniti atau stapler.
e. Menggunakan mesin untuk menandai
1) Siapkan mesin untuk menandai
2) Periksa setiap komponen
 nomor kode
 pita
 bahan pembersih
 cara menggunakan.
3) Hubungkan ke sumber listrik, sesuai dengan tegangannya.
4) Hidupkan dan panaskan mesin.
5) Letakkan bagian pakaian yang akan diberi tanda dan tekan pegangannya ke bawah untuk membuat nomor kode.
f. Proses pencucian :
1) Laundry
2) Dry cleaning
g. Konfirmasi
4. Pencucian
a. Kapasitas yang dianjurkan :
1) Kotoran ringan
2) Kotoran sedang
3) Kotoran berat
4) Kotoran extra berat.
b. Step-Step/Langkah-langkah proses pencucian :
5. Pemerasan
a. Optimum dari pengeringan :
1) Jenis kain / material
2) efesiensi pengeringan
3) proses akhir
b. Kecepatan pemerasan :
1) low speed : < 300 RPM
2) medium speed : 300 – 400 RPM
3) hight speed : 700 – 900 RPM
c. Hindari pemerasan yang berlebihan, karena akan mengakibatkan kerusakan serat kain, dan hati-hati dengan jenis kain yang sensitif.
6. Proses akhir
a. Pengeringan :
1) Jangan terlalu kering.
2) Pisahkan secepatnya pakaian yang mudah kusut.
3) Bersihkan saringan debu pada mesin pengering setiap saat.
4) Dianjurkan untuk selalu memakai proses cooling down.
b. Pengepresan :
1) Garmen press
2) Wool Press
3) Hand ironer
7. Finishing & pengepakan
 Evaluasi hasil cucian.
 Penyempurnaan pressing
 Pelipatan menggunakan mesin pelipat otomatis.
 Pelipatan secara manual
 Konfirmasi
8. Pembukuan
a. Pakaian dicatat data guest laundry book.
b. Catat jenis pakaian, proses pencucian, harga, nama tamu, nomor kamar.
9. Pengiriman
a. Gunakan kantong / trolly valet
1) Jaga kebersihan
2) Bersih dan sehat
3) Jangan membawa pakaian berlebihan
4) Pakaian yang pakai hanger, digantung
b. Jangan meninggalkan pakaian tamu tanpa diawasi.
c. Minta bantuan petugas Housekeeping untuk kamar yang tamunya keluar.
d. Tanda tangan tamu atau petugas Housekeeping.
e. Catat kamar yang tidak bisa dimasuki ( DD / DL )
10. Billing
a. Buat kwitansi untuk cucian yang sudah diselesaikan.
b. Kwitansi dikirim ke FO cashier untuk tamu yang menginap.
c. Kwitansi dikirim langsung ke konsumen untuk dimintakan
Minor Department

Minor Operating Department

Kegiatan usaha perhotelan yang terus berkembang dan berubah dengan pesatnya hingga sekarang ini, maka tugas manajemen hotel sangat cepat mengikuti berubahan pasar karena tidak ingin hotelnya ditinggalkan para pelanggannya. Pengembangan dan pelatihan bagi karyawan harus terus menerus ditingkatkan lebih serius lagi agar tujuan umum manajemen hotel untuk mencapai laba perusahaan dan citra perusahaan yang mapan harus selalu dipertahankan dan ditingkatkan
dari waktu-kewaktu. Dengan demikian benarlah bahwa dunia pariwisata dalam hal ini perhotelan sangat dipengaruhi oleh para pelanggannya atau lebih kita kenal dengan istilah MARKET DRIVEN.
Market driven (dikendalikan oleh pasar) adalah pengertian bahwa pasar atau pelanggan sangat menentukan jalannya dunia usaha perhotelan di negara kita, dimana saja sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan serta keiginan pasar yang terus berubah dari waktukewaktu, untuk itulah hanya manajemen hotel yang mengerti benar bahwa usaha ini ditentukan oleh perubahan kebutuhan pasar sajalah yang akan terus berhasil dalam menjalankan usahanya dan tidak mengalami kebangkrutan.
Coba kita lihat dari masing-masing kota dimana kita berdomisili, kalau kita teliti dengan baik akan kita dapati adanya beberapa hotel yang dulunya sangat terkenal dan popular, saat ini ada yang mengalami kesulitan keuangan yang sangat serius dan bahkan ada beberapa yang telah ditutup alias bangkrut karena tidak mampu membiayai sendiri jalannya roda usahanya, alasannya hampir bisa dipastikan karena hotelhotel tersebut telah ditinggalkan oleh pasar atau para pelanggannya. Bagi para siswa-siswi yang saat ini sedang menekuni pendidikan perhotelan di bangku SMK, perlu terus diingat bahwa dunia pariwisata dalam hal ini perhotelan berkembang, berubah dan berjalan sangat cepat sehingga semua harus terus belajar dan menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman agar para siswa siswi nanti setelah lulus dari SMK siap untuk memasuki dunia kerja dan selanjutnya mampu berkarir dengan sukses di dunia perhotelan ini.
Ada beberapa aspek yang perlu kita cermati dalam minor operating department (MOD) ini yaitu bahwa:
1. Pendapatan/penghasilan dari MOD ini sangat dipengaruhi oleh jumlah tingkat huniannya (jumlah kamar yang terisi dan jumlah tamunya).
2. Pendapatan/penghasilan dari MOD ini juga sangat dipengaruhi oleh jumlah pelanggan yang datang ke hotel tetapi tidak menginap di hotel tersebut.
Beberapa puluh tahun yang lalu masyarakat mengartikan bahwa suatu hotel identik dengan penginapan yang memiliki puluhan kamar tidur dan dilengkapi oleh sebuah Restoran.
Namun saat ini suatu hotel yang diminati oleh para pelanggannya selain harus mempunyai para karyawan yang mampu melayani para tamunya dengan kualitas prima saja tidaklah cukup tetapi harus pula didukung oleh sarana dan prasarana penunjang lainnya yang dianggap menjadi kebutuhan para tamu selama menginap di suatu hotel, sehingga semua kebutuhan para tamu/pelanggannya bisa dipenuhi di hotel tersebut sehingga para tamu tidak perlu lagi meninggalkan hotel untuk mencari kebutuhan-kebutahan lainnya selama mereka menginap di suatu hotel.
Adapun bagian atau sarana dan prasarana penunjang inilah yang kita kenal dengan MINOR OPERATING DEPARTMENT (MOD). Dibawah ini akan dijelaskan mengenai masing-masing jenis kegiatan operasional hotel yang termasuk dalam minor operating department (MOD)
a. Pusat Bisnis (Business Center)
Pusat bisnis merupakan tempat para tamu yang ingin menggunakan pelayanan sekretaris seperti membuat surat, mengirimkan fax, fotocopy, penerjemahan, membuat jadwal pertemuan, pelayanan penggunaan internet, mengkonfirmasikan tentang tiket transportasi dan lain-lain. Pusat bisnis tidak hanya menyediakan pelayanan sekretaris saja, namun beberapa hotel menyediakan pelayanan perpustakaan yang operasionalnya dibawah pusat bisnis.
Adapun kebutuhan-kebutuhan tamu yang mendesak dapat dirinci sebagai berikut:
1. Pelayanan jasa internet
2. Pelayanan jasa facsimile
3. Pelayanan jasa photo copy dan materai atau kertas segel
4. Pelayanan jasa kesekretariatan meliputi notulis, penterjemah, pengetikan, pembuatan dokumen, kontrak dan bentuk-bentuk perjanjian lainnya.
5. Pelayanan jasa pembelian tiket dan rekonfirmasi jadwal keberangkatan pesawat
6. Pelayanan jasa transportasi dan taxi
7. Pelayanan jasa kesehatan dan emergency
8. Pelayanan jasa dokter on call dan dokter praktek spescialis
9. Pelayanan jasa dokter dan klinik spesialis kecantikan dan ortopedi
10. Pelayanan pembuatan banner, poster, pengepakan dan pengiriman paket atau dokumen dan lainnya yang biasanya dibutuhkan untuk dikirimkan secara cepat
ditempat yang diinginkan oleh tamu guna menyampaikan ungkapan suka cita maupun duka cita.
Seorang petugas business center (business center attendant) harus siap dengan data-data informasi yang lengkap yang mana sangat dibutuhkan oleh para tamu hotel dan biasanya data-data tersebut sudah disiapkan dengan up to date di dalam komputer yang telah disiapkan di business center yang meliputi data-data:
a. Alamat lengkap (DIMANA),
b. Contact person (SIAPA),
c. Jaraknya dari hotel (BERAPA JAUH),
d. Transportasi yang tersedia (BAGAIMANA MENCAPAINYA),
e. Biaya (BERAPA TARIFNYA),
f. Jam operasional (SEBAIKNYA JAM BERAPA),
Berikut ini informasi-informasi yang paling sering dibutuhkan oleh para tamu:
1. Kantor-kantor pemerintah tingkat I, dan II
2. Kantor-kantor ABRI dan POLRI
3. Kantor-kantor dinas pariwisata Tk I, dan II
4. Kantor-kantor dinas pendidikan Tk I dan II
5. Kantor-kantor perwakilan negara asing atau badan-badan dunia
6. Kantor-kantor perbankan dan penukaran uang asing
7. Kantor-kantor BUMN
8. Kantor-kantor PLN, PDAM dan GAS
9. Universitas negeri dan swasta
10. Lembaga pendidikan lainnya
11. Kantor-kantor asosiasi profesi
12. Kantor-kantor lembaga swadaya masyarakat
13. Kantor-kantor media baik elektronik maupun cetak
14. Kantor-kantor kesehatan dan rumah sakit
15. Tempat pijat kesehatan dan kebugaran serta fitness & spa
16. Objek-objek tujuan wisata baik didalam kota maupun luar kota
17. Tempat-tempat ibadah
18. Bridal – wedding consultant dan salon kecantikan
19. Production house dan event organizers
20. Jadwal event-event dan tempat hiburan setiap minggunya di daerah tersebut atau didekat hotel
21. Artis-artis lokal di daerah tersebut
22. Cerita rakyat atau legenda yang masih sangat dikenal oleh masyarakat daerah setempat
23. Adat Istiadat masyarakat daerah setempat
24. Norma-norma yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan di daerah setempat
25. Nama-nama minuman dan makanan khas daerah setempat dan dimana mendapatkan dan harganya
26. Nama-nama dan jenis buah-buahan lokal dan musim serta harganya
27. Nama-nama dan jenis buah tangan lokal dan harganya
28. Nama-nama souvenir khas daerah dan tempat pembelian dan harganya
29. Hasil-hasil utama daerah setempat yang potensial untuk diperdagangkan atau dikomersialkan
30. Alamat kurir untuk pengiriman barang biasa atau kilat ke kota lainnya dan berapa harga perkilonya
31. Melakukan tugas dan pekerjaan lainnya yang wajar diperlukan sesuai dengan kebutuhan operasional hotel dimana yang bersangkutan bekerja untuk meningkatkan citra hotelnya.
Untuk itulah business center attendant harus siap untuk memberikan bantuan dengan baik cepat dan akurat sehingga peran business center sebagai pusat pelayanan usaha bisa mencerminkan kualitas hotel yang baik dan memberikan kepuasan kepada setiap tamunya baik yang menginap di hotel tersebut maupun tidak menginap.
Jam operasional Business Center:
Biasanya business center beroperasi sebagai berikut:
Senin – sabtu : 07.00 WIB s/d 23.00 WIB
Minggu dan hari libur : 10.00 WIB s/d 18.00 WIB
Persyaratan dasar menjadi karyawan business center (Business Center Attendant):
a. Gender : Wanita dan atau Pria
b. Usia : minimal 18 tahun
c. Tinggi badan : minimal 160 CM
d. Keahlian/ketrampilan :
- Computer
- Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya secara aktif
- Kesekretariatan
- Komunikasi Formal dan Verbal
e. Kepribadian :
- Kepercayaan diri yang kuat
- Menarik dan out going
f. Lain-lain : Sesuai dengan kebutuhan masingmasing hotel
Pelayanan yang digunakan tamu akan dikenakan biaya sesuai dengan fasilitas yang digunakan, kecuali fasilitas perpustakaan. Formulir yang digunakan untuk memposting tagihan yang berasal dari pusat bisnis adalah business center form, sedangkan jika ada tamu yang ingin mengkonfirmasikan tiket pesawat, akan
digunakan formulir reconfirm ticket.
Business Center Form
Reconfirm ticket
b. Ruang Rapat Meeting Room
Meeting room mempunyai pengertian yang berbeda dengan conference hall maupun banquet hall, meskipun kadang-kadang istilah-istilah tersebut sering diartikan sama, karena ketiganya samasama menunjuk pada ruang pertemuan. Sebenarnya antara meeting room dengan conference hall ada perbedaan. kata meeting mengandung pengertian yang lebih sempit, dengan jumlah peserta yang lebih sedikit, ruangan dan peralatan yang digunakannya pun lebih sederhana dan waktu yang digunakan lebih pendek.
Meeting Room memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Kapasitas ruangan dibawah 50 orang
2. Peralatan yang digunakan relative sedikit dan sederhana
3. Penanganan didalam pelayanannya tidak memerlukan
tenaga yang banyak namun juga profesional.
Untuk menjaga kebersihannya meeting room dibawah tanggung jawab housekeeping departement, yaitu dibawah public area section, dan orang yang bertugas disini disebut public area attendant/houseman.
c. Ruang Perjamuan (Banquet Room/hall)
Banquet room atau dikenal juga dengan istilah function room adalah merupakan ruangan besar yang interiornya didesain sedemikian rupa, digunakan untuk acara pertemuan besar, seperti seminar, kongres, pesta dan acara-acara besar lainnya. Beberapa hotel besar ruang perjamuan ini pengelolaanya di bawah departemen
penjualan dan pemasaran (sales and marketing department) bahkan di hotel lain bagian banquet berdiri sendiri dalam satu depertemen .
Banquet room mempunyai kapasitas yang cukup banyak, umumnya memiliki kapasitas kursi diatas 50 kursi, 100 kursi, 200 kursi bahkan bisa 1000 kursi., peralatan dan dekorasi yang digunakan akan sesuai dengan permintaan tamu dan event/function yang akan berlangsung oleh sebab itu tenaga yang menanganinya lebih banyak dan profesional, jika acara yang berlangsung sangat besar, hotel akan memerlukan tenaga tambahan untuk kelancaran acara dengan
cara menggunakan tenaga kerja harian (daily worker). Lay out dan kapasitas banquet room 
Lay Out Banquet dan Meeting Room
d. Kolam Renang (Swimming Pool)
Seperti telah kita ketahui bersama, kolam renang adalah merupakan fasilitas tambahan yang harus dimiliki oleh hotel yang berbintang. Disamping sebagai fasilitas olah raga (sport center), kolam renang adalah salah satu fasilitas rekreasi yang ada di hotel. Lokasi atau letak kolam renang dihotel bermacam-macam,
ada kolam renang yang berada didalam gedung (indor swimming pool), dan ada juga kolam renang yang letaknya diluar gedung (out door swimming pool).
Indoor Swimming Pool
Bahkan hotel-hotel yang lokasinya di daerah wisata pantai, kolam renangnya berada di tepi pantai (berdampingan dengan pantai). Khusus hotel yang letaknya di tepi pantai (resort hotel) biasanya menyediakan dua jenis kolam renang, yaitu kolam renang dengan air tawar, dan kolam renang dengan air laut (salt water swimming pool). Fasilitas kolam renang ini umumnya merupakan salah satu fasilitas yang diberikan secara cuma-cuma bagi tamu yang menginap di hotel, dan tidak menutup kemungkinan kolam renang dapat digunakan oleh tamu yang umum atau tamu yang tidak sedang menginap di hotel, namun hanya diperbolehkan jika mereka sudah menjadi anggota dari sport center club yang tidak hanya untuk fasilitas kolam renang saja, tetapi untuk fasilitas olahraga lain seperti fitness center, tenis court, jogging track, golf dan lain-lain. Besarnya biaya untuk keanggotaan dari sport center tergantung dari kebijakan hotel yang bisa membuat biaya untuk keanggotaan bulanan ataupun tahunan.
Outdoor Swimming Pool
Pemeliharaan utama terhadap kolam renang dihotel menjadi tanggung jawab departemen engineering, sedangkan departemen housekeeping hanya mengerjakan tugas-tugas khusus, seperti:
1. Mengosongkan dan membersihkan asbak
2. Mengumpulkan bath towel dan lena kotor di sekitar kolam renang
3. Melengkapi kembali dengan bath towel yang bersih
4. Membersihkan kaca dan jendela yang berada di lokasi sekitar kolam renang.
5. Menjaga area yang berkarpet
6. Membersihkan kursi dan meja santai
7. Menyapu dan mengepel permukaan lantai
8. Membersihkan daun-daun yang jatuh ke dalam kolam renang
9. Mengosongkan dan membersihkan keranjang sampah.
e. Fitness Center/Pusat Kebugaran
Pusat kebugaran atau fitness center merupakan fasilitas yang diberikan kepada tamu secara cuma-cuma, umumnya fitness center beroperasi pada pukul 7 pagi sampai dengan pukul 9 malam, beberapa hotel fitness center ini tidak dikelola oleh hotel, tetapi dikelola oleh pihak lain diluar hotel.
Fitness Center
f. Salon dan Spa
Salon dan spa di beberapa hotel umumnya tidak dikelola oleh hotel tetapi tempat dan pengelolaanya di sewakan kepada pihak lain, namun pada hotel resort, salon dan spa dikelola oleh hotel itu sendiri, fasilitas salon & spa tidak diberikan secara gratis kepada tamu hotel, pelayanan yang tersedia antara lain make up & hair do, exotic body  treatment, aroma massage, facial, hair care dan head spa, waxing dan bridal, beberapa tahun lalu Spa tidak dikenal secara luas tetapi sekarang hampir semua hotel berbintang menyediakan fasilitas Spa ini. Tujuan dari diadakannya Spa karena banyaknya permintaan masyarakat dan para tamu hotel yang tidak saja ingin menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya dengan berolahraga tetapi sekarang harus ditambah dengan merawat kecantikan diri dan keremajaan diri dalam arti berusaha tampil awet muda, untuk itulah Spa dibutuhkan sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern dan para tamu hotel. Dalam Spa ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
1. Pemijatan
Pemijatan ini ada beberapa macam yaitu tradisional misalnya cara Kraton Jawa, Shiatshu-Jepang, Pemijatan-Cina dan lainlain.
Dengan dilakukan pemijatan ini diharapkan para tamu akan mengalami peredaran darah yang lebih lancar sehingga akan merasakan badan lebih segar dan prima.
2. Perawatan Tubuh
Perawatan tubuh saat ini ada beragam cara dengan melalui media: kopi, susu, cokelat, berbagai bunga, dan campuran aroma terapi lainnya dengan tujuan agar para tamu bisa mendapatkan kulit yang cerah, putih dan muda lagi.
3. Perawatan Muka
Perawatan muka dilakukan dengan cara pemijatan, masker dengan tujuan agar kulit wajah menjadi berseri-seri dan tidak ada kerutan sehingga awet muda. Untuk beberapa Spa selain mengadakan cara-cara seperti diatas masih ada tambahan lagi dengan para tamu diberikan minuman ramuan tertentu untuk mendorong agar perubahan bisa terjadi dengan cara pelaksanaan perawatan dari luar dan dalam tubuh dengan cara minum ramuan tertentu
4. Perawatan Rambut
5. Sauna dan Whirpool
Sauna dan Whirpool disediakan guna membuat badan para tamu berkeringat karena suhu yang sangat panas baik di ruang Sauna maupun di kolam whirpool yang juga menyiapkan air dari yang dingin hingga yang sangat panas, dengan tujuan menghilangkan badan pegal-pegal dan mengurangi lemak tubuh karena dengan suhu panas tertentu akan mengakibatkan berkurangnya lemak didalam tubuh manusia sehingga selain lari maraton sauna dan whirpool juga dijadikan media penurunan berat badan selain untuk penyegaran tubuh secara keseluruhan Dalam prakteknya hampir di semua hotel, pihak manajemen hotel mengadakan bentuk kerja sama dengan pengelola spa dengan sistem bagi hasil, hal ini praktis dilakukan karena pihak manajemen hotel tidak memiliki keahlian untuk bidang spa.
Jam operasional SPA:
Senin – Sabtu : 09.00 WIB s/d 24.00 WIB
Minggu dan hari Libur : 10.00 WIB s/d 24.00 WIB
Selain jam-jam seperti diatas biasanya dilayani untuk jam diluar itu dengan cara membuat janji sebelumnya. Karena spa ini sedang booming di banyak kota sehingga banyak hotel yang membuat sistem keanggotaan dengan memungut biaya keanggotaan secara tahunan (yearly membership enrollment).
Arcades
Arcades adalah ruangan-ruangan yang diperuntukan bagi tokotoko atau kantor-kantor perwakilan dan sejenisnya yang sudah disiapkan oleh suatu hotel dan disewakan kepada pihak ketiga dengan tujuan utama adalah untuk melengkapi sarana dan prasarana hotel tetapi manajemen hotel tidak melakukannya sendiri karena alasan tehnis dan atas perhitungan financial yang akhirnya lebih menguntungkan jika mengajak pihak ketiga untuk mengelolanya dengan sistem sewa atau bagi hasil sehingga konstentrasi Manajemen bisa lebih terfokus pada tamu-tamunya.
Biasanya lokasi arcades adalah berdekatan dengan lobby didalam suatu hotel sehingga mudah bagi para tamu hotel untuk mengaksesnya.
Arcades di suatu hotel pada umumnya melayani jasa-jasa pelayanan sebagai berikut:
1. Perwakilan airlines
2. Travel agents/biro perjalanan
3. Transportation rental
4. Toko souvenirs
5. Money changer
6. Beauty salon
7. Taylor
8. ATM atau banks
9. Bookstores
10. Wedding atau event organizers
Jam operasional arcades biasanya adalah:
Senin – Sabtu : 09.00 WIB s/d 20.00 WIB
Minggu dan hari Libur : 10. 00 WIB s/d 18.00 WIB
Karena lokasi berada di lingkungan hotel, maka hal-hal seperti berikut ini menjadi perhatian penuh dari Manajemen hotel yaitu:
a. Masing-masing penyewa ruangan diminta membuat desain dan artwork yang harus disetujui oleh manajemen hotel sehingga atmospirnya tidak bertentangan dengan desain interiornya dari hotel tersebut.
b. Manajemen hotel sangat memperhatikan keamanan atas masing-masing penyewa karena hal tersebut juga manjadi ukuran kualitas keamanan hotel secara menyeluruh
c. Semua karyawan yang bertugas di masing-masing ruangan harus mematuhi semua peraturan hotel yang diterapkan bagi semua karyawan hotel misalnya hanya boleh ke toilet yang disediakan bagi karyawan dan dilarang memakai fasilitas yang hanya disiapkan untuk para tamu dan lain-lain.
Souvenir Shop
g. Florist dan Parcel Shop
Pada umumnya hotel-hotel berbintang saat ini menyediakan pelayanan florist dan parcel (toko bunga dan kado); Florist adalah toko bunga yang disediakan oleh hotel, karena sesuai dengan perkembangan dan perubahan gaya hidup masyarakat yang dulunya hanya datang memenuhi undangan biasa saja, sekarang sudah
berubah dengan membawa bunga yang dalam hal ini bunga bisa dikirim terpisah dan lebih dahulu sebelum tamu datang memenuhi undangan atau bisa juga dibawa langsung oleh tamunya.
Untuk hotel berbintang 4 dan 5 di kota-kota besar biasanya menyediakan jasa pelayanan florist dan parcel sendiri namun untuk hotel-hotel bintang 3 dan 4 yang belum siap untuk hal itu biasanya mengadakan kerja sama dengan pihak ketiga yang sudah ahli dibidangnya. Untuk toko bunga menyediakan beraneka ragam
rangkaian sesuai kebutuhan pelanggannya bisa untuk ungkapan suka cita maupun duka cita Persyaratan dasar untuk menjadi florist attendant dan parcel attendant:
a. Jenis kelamin/gender : Pria dan Wanita
b. Usia : minimal 18 tahun
c. Tinggi badan :
minimal 160 CM untuk wanita
minimal 165 CM untuk pria
d. Keahlian/ketrampilan :
- Merangkai bunga, membungkus kado
- Bahasa Inggris
- Berjiwa seni
- Komunikasi formal dan verbal
e. Kepribadian :
- Kepercayaan diri yang kuat
- Menarik
f. Lain-lain : Sesuai dengan kebutuhan masing-masing hotel
Jam operasional florist & parcel shop:
Senin – Sabtu : 09.00 WIB s/d 23.00 WIB
Minggu dan hari libur : 12.00 WIB s/d 19.00 WIB
Dalam kunjungan ke suatu acara yang sifatnya lebih pribadi atau kekeluargaan, saat ini banyak para anggota masyarakat yang selalu membawa parcel yang diciptakan dan diproduksi oleh suatu hotel, karena dengan demikian hasil produknya unik dan citranya tinggi. Ada juga anggota masyarakat yang membeli parcel yang dibuat dan diproduksi oleh cabang dari perusahaan pengelola parcel yang merupakan bagian dari jaringan Internasional sehingga tidak kalah citranya dari parcel yang diproduksi oleh hotel.
h. Drug Store
Hampir semua hotel berbintang di Indonesia memiliki fasilitas drug store, dan biasanya drug store ada yang dikelola sendiri oleh manajemen hotel tetapi barang atau produk-produk yang dijual merupakan conignment (konsinyasi). Barang-barang Konsinyasi adalah barang milik pihak ketiga yang dititipkan ke hotel untuk dijual dan pihak hotel akan mengatur perletakan barang-barang tersebut dan menjualnya dengan baik di drug store dengan menentukan harga jual yang telah disepakati dengan pemilik barang sehingga hotel akan mendapatkan keuntungan.
Nilai keuntungan yang didapat oleh hotel adalah selisih perhitungan dari nilai harga barang yang dijual dikurangi nilai harga barang yang telah disepakati dengan pemilik barang. Selanjutnya pihak hotel akan melakukan pembayaran secara rutin kepada pemilik barang biasanya setiap bulan sekali, dan untuk barang-barang yang tidak terjual di drug store, pihak hotel biasanya akan meminta kepada pemilik barang untuk menggantinya dengan jenis dan model serta harga barang lainnya yang diharapkan lebih bisa dimintai oleh para tamu hotel biasanya barang-barangnya harus trendi di masyarakat sesuai dengan berkembangannya mode dan fashion di masyarakat..
Drug store lazimnya menyediakan:
a. Barang-barang keperluan photography
b. Barang-barang keperluan kesehatan
c. Peta-peta keperluan informasi tujuan wisata dan wilayah
d. Buku-buku wisata dan sejarah dan sosial budaya
e. Koran dan tabloid dan majalah lokal dan internasional
f. Postcards dan cendera mata lainnya
g. Pulsa-pulsa hand phone pra bayar
h. Ballpoint dan notebook
i. Rokok dan cerutu dan korek api
j. Barang-barang keperluan sehari-hari lainnya
i. Dokter On Call (Dokter Siap Datang)
Suatu hotel sangat perlu juga untuk menyediakan doctor on call (dokter siap datang) mengingat setiap tamu memiliki daya tahan tubuh yang berbeda dan tingkat kesehatan yang berbeda sehingga jika terjadi sesuatu dan khususnya pada malam hari maka petugas hotel harus siap memberikan pertolongan yang paling cepat dan tepat bagi setiap tamu yang menginap di hotel maupun tamu yang tidak menginap tetapi sedang berada di hotel untuk menghadiri acara tertentu.
Pada prinsipnya suatu hotel harus sangat konsentrasi atas keselamatan para tamunya untuk itu ada beberapa hal yang harus kita bahas dalam MOD ini yaitu:
1. hotel memiliki in house clinic:
Dalam hal ini hotel siap dengan paramedic selama 24 jam sehari sepanjang tahun gunanya untuk benar-benar mengantisipasi atas segala hal yang menyangkut pelaksanaan pertolongan pertama jika terjadi sesuatu atas tamu maupun karyawan yang sedang bekerja. Untuk itu in house clinic biasanya juga tersedia jam-jam praktek dokter setiap harinya selama kurang lebih 2 sd 3 jam yang dibagi dokter praktek pagi dan sore, dalam hal ini melayani tidak saja para tamu dan karyawan tetapi juga keluarga karyawan yang memerlukan pengobatan tingkat pertama.
2. Doctor on call (dokter siap datang):
Diluar jam praktek dokter yang kurang lebih 2 s/d 3 jam tersebut hotel menjalin hubungan dengan rumah sakit, klinik atau dokter secara perseorangan untuk menyiapkan doctor on call, sehingga setiap saat ada keperluan mendesak dan darurat (emergency) doctor on call segera datang ke hotel. Namun jika terjadi keadaan darurat pada tamu maupun karyawan, secara otomatis paramedik yang bertugas di in house clinic dibantu bagian security atau duty manager segera mungkin membawa tamu atau karyawan yang dalam keadaan darurat (emergency) tersebut ke rumah sakit yang letaknya terdekat dengan hotel tanpa ditunda lagi sehingga pertolongan secepatnya bisa diberikan demi pelaksanaan pertolongan dan pengobatan demi keselamatan jiwa si tamu ataupun karyawan. Hal-hal yang dikategorikan dalam keadaan emergency adalah:
Adapun kriteria keadaan darurat jika karyawan dalam keadaan sebagai berikut:
 Diare yang serius, muntah-muntah, demam dan panas tinggi
 Kejang-kejang
 Pendarahan
 Asma akut
 Serangan jantung
 Koma
 Glaucoma akut
 Sakit perut karena radang usus (appendix)
CATATAN:
Pada saat tamu atau karyawan sedang dalam keadaan emergency (darurat), petugas hotel harus segera menghubungi keluarganya sehingga pihak keluarga bisa mendapatkan informasi paling cepat dan bisa segera berkomunikasi dengan pihak hotel jika ada hal-hal yang diperlukan dengan mendesak. Petugas hotel dan dalam hal ini biasanya duty manager untuk shift pagi dan siang dan night manager untuk shift malam selalu mengadakan kontak dengan paramedic dan dokter praktek yang bertugas di in house clinic pada hari itu dan doctor on call yang dijadualkan untuk hari itu sehingga pihak hotel mendapatkan informasi yang
cepat dan akurat tentang keadaan dan posisi doctor on call pada hari itu.
Dokter On Call
j. Hair dan Beauty Salon
Hair dan beauty salon (salon kecantikan) ini diadakan agar kebutuhan para tamu baik pria maupun wanita untuk pengaturan dan perawatan rambut bisa terlaksana di hotel tempat mereka menginap.
Sehingga hal ini sangat praktis bagi para tamu yang akan menghadiri acara-acara tertentu misalnya: rapat, resepsi pernikahan, undangan lainnya yang memerlukan penampilan dan gaya tersendiri karena harus menyesuaikan dengan pakaian yang disiapkan secara khusus untuk menghadiri acar-acara tersebut.
hair dan beauty salon biasanya melayani:
1. Pemotongan rambut
2. Rebonding rambut
3. Pengecatan rambut
4. Highlighting
5. Creambath
6. Facial
7. Pelurusan rambut keriting dan sebaliknya
8. Pijat refleksi
9. Manicure & pedicure
Jam operasional hair dan beauty salon:
Senin-Sabtu : 10 00 WIB s/d 20 00 WIB
Minggu dan hari libur : 10.00 WIB s/d 18.00 WIB
Catatan:
Diluar jam tersebut diatas biasanya para tamu bisa mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan para tamu dengan catatan yang biasanya adalah harus membuat janji sehari sebelumnya. Dalam hal ini manajemen hotel biasanya tidak mengelola hair dan beauty salon sendiri tetapi mengundang pihak ketiga untuk melakukannya dengan cara bagi hasil atau menyewakan tempat saja 
Hair dan Beauty Salon
k. Transportation dan Limousine Service (Pelayanan Transportatsi & Limo)
Keamanan para tamu hotel selama menginap dan mengadakan perjalanan di tempat-tempat tertentu adalah sangat penting untuk dijaga sehingga citra hotel akan selalu baik dan professional. Untuk menjamin kelancaran transportasi bagi para tamu hotel yang memerlukan sarana transportasi, biasanya hotel bintang 4 & 5
mengadakan kerja sama dengan pengusaha dan pengelola transportasi yang sudah diketahui kualitasnya oleh Manajemen hotel.
Tujuannya adalah pengaturan transportasi di hotel adalah:
a. Bisa dijamin tersedianya kendaraan di hotel selama 24 jam
b. Bisa dijamin terjaganya keselamatan para tamu hotel selama menggunakan kendaraan
c. Bisa dijamin kebersihan dan layaknya fungsi kendaraan yang digunakan oleh para tamu
d. Bisa dijamin kualitas pengendara sehingga membuat akan sangat efisien dalam mengadakan perjalanannya
e. Bisa segera diurus jika ada barang-barang tamu yang tertinggal di kendaraan yang disewanya
f. Manajemen hotel mendapatkan profit sharing dari kegiatan usaha ini bisa diatur dengan baik, dan pihak hotel juga mendapatkan profit sharing
g. Bisa diberikan beberapa pilihan bagi tamu untuk menggunakan kendaraan seperti:
 Menyewa dengan perhitungan jam
 Menyewa dengan perhitungan harian
 Menyewa dengan sistem pembayaran ditagihkan ke hotel dengan menggunakan voucher
 Menyewa dengan sistem argometer (taxi yang bekerja sama dengan hotel misalnya blue bird and silver bird)
Untuk limousine sebenarnya tidak beda dengan apa yang sudah kita bahas diatas, hanya saja dalam Limousine para tamu diberikan beberapa pilihan untuk jenis dan merk kendaraannya dan tingkat pelayanan yang lebih tinggi kualitasnya misalnya:
merk kendaraan dan biasanya sedan dan plat hitam:
 BMW
 Mercedes Benz
 Jaguar dan lainnya
Fasilitas di dalam Kendaraan sebagai berikut:
 Mini Bar
 Koran dan Majalan
 Tissue kering dan basah
 Parfum dan lain-lain.
Pengemudi memenuhi kriteria sebagai berikut:
 Berpakaian lebih rapi dan memakai
 Minimal bisa berbahasa Inggris aktif/bisa berkomunikasi dengan baik
l. Valet Parking (Pelayanan Jasa Parkir)
Dalam perkembangan gaya hidup atau life style, membuat
anggota masyarakat banyak yang berkendaraan pribadi tanpa
menggunakan pengemudi dan hal ini ada beberapa pertimbangan
sebagai berikut:
a. Lebih praktis dan tidak terganggu
b. Lebih leluasa mengatur waktu berkendaraan
c. Tidak perlu menggaji pengemudi
d. Setiap tiba ditempat yang dituju dalam hal ini hotel sudah
menyediakan jasa pelayanan parkir (valet parking).
Untuk jasa pelayanan parkir ini banyak hotel yang mengajak pihak ketiga yang sudah berpengalaman di bidang jasa pelayanan parkir ini dengan tujuan sebagai berikut:
 Tidak perlu menambah karyawan
 Tidak menanggung resiko jika ada kerusakan kendaraan
 Tidak mudah mencari karyawan yang mengerti mengendarai mobil mewah
 Hotel mendapatkan citra yang lebih baik
 Hotel mendapatkan profit sharing dari usaha ini

Rangkuman

 Minor departemen adalah departemen yang ada di hotel yang mendukung kegiatan hotel dan sebagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan oleh tamu hotel.
 Beberapa bagian yang termasuk minor departemen yaitu;
pusat bisnis (business cener), ruang rapat(meeting room), ruang perjamuan(banquet room/hall), kolam renang, fitness center, salon dan spa.
 Pusat bisnis menyediakan pelayanan kesekretarisan seperti pengetikan, pembuatan proposal, penerjemahan, pengiriman fax, pembuatan surat dan lain-lain, fasilitas yang tersedia antara lain mesin fotocopy, mesin penjilid, komputer dan internet akses, meeting room dan sebabaginya
 Fasilitas meeting room atau ruang rapat ini pada hotel bisnis harus tersedia karena sebagai fasilitas penunjang untuk mayoritas kategori tamunya, jika tamu ingin menggunakan fasilitas ini untuk beberapa jam, ia akan menghubungi bagan pusat bisnis, namun jika akan dipergunakan untuk waktu yang lama dan jumlah pesertanya banyak, maka pemesanan ruangan akan di tangani oleh banquet sales.
 Ruang perjamuan yang berada di hotel pada masa sekarang ini banyak dinikmati oleh tamu, hal ini dikarenakan ukuran dan kapasitas yang luas, lokasi yang strategis dan pelayanan yang tersedia lengkap sehingga tamu yang mempunyai acara tidak repot dalam menentukan tempat, peralatan, dekorasi dan menu sajiannya.
 Swimming pool (kolam renang) adalah salah satu fasilitas olahraga yang tersedia di hotel, di beberapa hotel jumlah kolam renang yang ada di hotel tidak hanya satu saja tetapi ada kolam renang yang diperuntukan untuk anak kecil dan dewasa serta dilengkapi dengan permainan air seperti air mancur, water boom, jacuzi dan lain-lain.
 Fitness center/pusat kebugaran menyediakan fasilitas lengkap yang dapat dipergunakan untuk olahraga kebugaran, fasilitas dan pelayanan yang tersedia merupakan fasilitas yang diberikan secara cuma-cuma khusus untuk tamu yang menginap di hotel, namun juga dapat digunakan oleh tamu yang menjadi member anggota klub fitness.
 Tujuan diadakannya SPA karena banyaknya permintaan masyarakat dan para tamu hotel yang tidak saja ingin menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya dengan berolahraga tetapi sekarang harus ditambah dengan merawat kecantikan diri dan keremajaan diri dalam arti berusaha tampil awet muda, untuk itulah SPA dibutuhkan sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern dan para tamu hotel
 Arcades adalah ruangan-ruangan yang diperuntukkan bagi toko-toko atau kantor-kantor perwakilan dan sejenisnya yang sudah disiapkan oleh suatu hotel dan disewakan kepada pihak ketiga dengan tujuan utama adalah untuk melengkapi sarana dan prasarana hotel.
 Drug store di hotel-hotel berbintang biasanya ada yang dikelola sendiri oleh Manajemen hotel tetapi barang atau produk-produk yang dijual merupakan conignment (konsinyasi). Barang-barang konsinyasi adalah barang milik pihak ketiga yang dititipkan ke hotel untuk dijual dan pihak hotel akan mengatur perletakan barang-barang tersebut dan menjualnya dengan baik di drug store dengan menentukan harga jual yang telah disepakati dengan pemilik barang sehingga hotel akan mendapatkan keuntungan.
 Fasilitas transportasi yang disediakan oleh hotel merupakan salah satu fasilitas penunjang, fasilitas ini menyediakan transportasi dari dan ke bandara, ke stasiun ataupun ke terminal bis, namun transportasi juga disediakan ke tempat wisata yang jadwalnya akan disesuaikan. Fasilitas antar jemput dengan menggunakan kendaraan hotel (shuttle bus) tidak dikenakan biaya, namun jika kendaraan yang digunakan selain sthutte bus akan dikenakan biaya.
 Valet parking adalah pelayanan memarkirkan kendaraan tamu, pelayanan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi tamu dan pengunjung hotel jika menggunakan kendaraan.
7.4 Pertanyaan dan Soal
1. Jelaskan pengertian minor department dan berikan contohnya
2. Sebutkan fasilitas dan pelayanan apa saja yang terdapat pada pusat bisnis
3. Jelaskan perbedaan antara meeting room dan banquet room.
4. Ruang perjamuan atau banquet room/hall dapat dibuat menjadi beberapa bentuk lay out, anda sebutkan macam lay out tersebut.
5. Jelaskan perbedaan antara indoor dan out door swimming pool.
6. Apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab housekeeping dalam hal pelayanan pada kolam renang.
7. Sebutkan bagian dari minor department yang pelayanan dan fasilitas yang diberikan secara cuma-cuma untuk tamu yang menginap di hotel.
8. Jelaskan apa pengertian arcades, dan sebutkan apa saja yang termasuk didalam arcades itu?
9. Kapan jam buka arcades itu
10. Jelaskan, mengapa di hotel-hotel berbintang, menyediakan layanan florist dan parcel?
11. Apa yang dimaksud dengan drug store itu? Siapa yang mengelola drug store di hotel? dan barang-barang yang dijual statusnya apa?
12. Jelaskan jenis pelayanan transportasi apa saja yang diberikan hotel kepada tamunya.



Beri Penilaian

Rating : 4.6/5 (8 votes cast)


Peralatan pribadi