Reaksi Kimia - Teguh 7.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

REAKSI KIMIA

Pernahkah kamu melihat pesta kembang api? Kembang api merupakan peristiwa reaksi kimia antara bahan-bahan yang menghasilkan gas sebagai pendorong, bahan-bahan yang mudah meledak, dan bahan-bahan yang mudah terbakar sehingga menghasilkan cahaya warna-warni. Bagaimana reaksi kimia itu dapat terjadi? Hasil reaksi apa saja yang dihasilkan? Ikuti penjelasan berikut!

A Persamaan Reaksi

Indikator
• Peserta didik mampu menuliskan persamaan reaksi.

Persamaan reaksi menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai koefisien masing-masing. Pada reaksi kimia, satu zat atau lebih dapat diubah menjadi zat jenis baru. Zat–zat yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan), sedangkan zat baru yang dihasilkan disebut hasil reaksi (produk). John Dalton mengemukakan bahwa, jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah, tetapi ikatan kimia di antara kedua zat berubah. Perubahan yang terjadi dapat dijelaskan dengan menggunakan rumus kimia zat yang terlibat dalam reaksi dinamakan persamaan reaksi. Misal, reaksi antara gas hidrogen dengan gas oksigen membentuk air dapat dijelaskan sebagai berikut:

Bilangan yang mendahului rumus kimia zat dalam persamaan reaksi tersebut dinamakan koefisien reaksi. Pada contoh di atas dapat dijelaskan bahwa koefisien hidrogen adalah 2, koefisien oksigen adalah 1, dan koefisien air adalah 2. Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dalam dua langkah sebagai berikut:
a. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, lengkap dengan keterangan tentang wujudnya.
b. Penyetaraan, yaitu memberikan koefisien yang sesuai dengan jumlah atom setiap unsur sama pada kedua rumus.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persamaan reaksi, yaitu:
1. Koefisien
Angka yang berada di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi disebut koefisien. Tiap koefisien dalam persamaan tersebut mewakili jumlah unit tiap-tiap zat dalam reaksi
2. Langkah-langkah Menyetarakan Reaksi Kimia
Penyetaraan persaman reaksi dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
a. Tetapkan koefisien salah satu zat, biasanya yang memiliki rumus paling kompleks sama dengan satu, sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara berupa huruf.
b. Terlebih dahulu setarakan unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien satu.
c. Setarakan unsur yang lain.
Image:Reaksi_Kimia_2.jpg


B Macam Reaksi Kimia

I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu mnunjukkan jenis reaksi penggabungan, penguraian dan penggantian pada reaksi kimia.

Untuk memudahkan dalam melakukan kegiatan reaksi kimia, maka dikelompokkan reaksi kimia tersebut berdasarkan kesamaan yang dimiliki. Salah satu sistem klasifikasi di dasarkan pada cara atom tersusun kembali dalam reaksi kimia, antara lain:

1. Reaksi Penggabungan

Dalam reaksi penggabungan dua atau lebih zat tergabung membentuk zat lain. Rumus umum reaksi penggabungan sebagai berikut :

Contoh
Reaksi antara hidrogen dengan oksigen membentuk air merupakan reaksi penggabungan.

2. Reaksi Penguraian

Reaksi penguraian merupakan reaksi kebalikan daripada reaksi penggabungan. Dalam reaksi ini satu zat terpecah atau terurai menjadi dua atau lebih zat yang lebih sederhana. Sebagian besar reaksi ini membutuhkan energi berupa kalor, cahaya, dan listrik. Rumus umum reaksi penguraian sebagai berikut :

Contoh
Reaksi penguraian air oleh listrik menghasilkan hidrogen dan oksigen. listrik
2H2O( ) → 2H2(g) + O2(g)

3. Reaksi Penggantian

Reaksi penggantian tunggal terjadi, bila satu unsur menggantikan unsur lain dalam satu senyawa. Untuk menyelesaikan persamaan reaksi penggantian terdapat dua persamaan, yaitu :
a. Pada persoalan, A menggantikan B sebagai berikut:

b. Pada persoalan, D menggantikan C sebagai berikut:
Contoh
Sebuah kawat tembaga dimasukkan ke dalam larutan perak nitrat. Tembaga lebih aktif daripada perak, maka tembaga menggantikan perak membentuk larutan tembaga (II) nitrat berwarna biru. Reaksi antara tembaga dengan perak nitrat, sebagai berikut :
Cu(s) + 2AgNO3(aq) → 2Ag(s) + Cu(NO3)2(aq)

C Ciri Reaksi Kimia

I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu mengumpulkan ciri-ciri terjadinya reaksi kimia berdasarkan perubahan warna dan atau suhu, terbentuknya endapan atau gas.

Reaksi kimia yang terjadi mengakibatkan beberapa perubahan, antara lain:

1. Terbentuknya Endapan

Coba kamu amati dasar panci yang dipakai untuk merebus air, apakah terdapat sesuatu yang menempel pada panci tersebut? Zat tersebut adalah senyawa karbonat yang terbentuk saat air yang mengandung kapur di panaskan. Lakukan kegiatan berikut!

Jika kegiatan 8.1. tersebut kamu lakukan dengan teliti, maka ketika air kapur ditiup akan terjadi reaksi antara air kapur dengan karbon dioksida. Hasil reaksi yang terbentuk adalah kalsium karbonat (CaCO3) berwarna putih yang tertinggal di dasar gelas. Pengendapan dengan reaksi kimia dimanfaatkan untuk penjernihan air sumur yang keruh akibat bercampur lumpur. Penjernihan yang dilakukan dapat menggunakan tawas. Pernahkah kamu perhatikan perubahan pada buah apel setelah dimakan dan dibiarkan beberapa saat? Buah apel yang segar mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan setelah beberapa saat dibiarkan. Perubahan warna ini menunjukkan bahwa zat kimia yang terdapat dalam apel bereaksi dengan udara. Coba kamu amati di sekitarmu, alat–alat rumah tangga yang terbuat dari logam. Benda-benda logam tersebut lama-kelamaan akan berubah warna, sebab terjadi reaksi dengan oksigen di udara. Peralatan yang terbuat dari besi dapat berkarat, sehingga berubah menjadi berwarna hitam. Agar kamu dapat memahami bahwa reaksi kimia dapat menghasilkan perubahan warna, lakukan kegiatan berikut!
Reaksi antara larutan tepung berwarna jernih dengan iodium yang berwarna kecoklatan dapat diamati, yaitu menghasilkan warna biru. Jika ditambahkan vitamin C dalam larutan tersebut, maka iodium akan bereaksi dengan vitamin C membentuk zat kimia lain yang tidak berwarna. Coba kamu terangkan, mengapa baju yang kita pakai lama–kelamaan memudar?

2. Menghasilkan Gas

Pernahkah kamu melihat pekerja las yang sedang mengelas logam? Karbit yang dicampur dengan air, akan bereaksi menghasilkan gas karbit. Gas karbit digunakan untuk keperluan penyambungan logam dengan cara pengelasan. Dalam dunia industri makanan, ketika membuat kue adonan tersebut ditambahkan soda kue. Pada saat adonan kue dipanaskan, soda kue terurai menghasilkan gas karbon dioksida. Gas ini menyebabkan adonan kue dapat mengembang. Apa yang terjadi, jika adonan kue tidak ditambah dengan soda kue?

3. Perubahan Suhu

Apa yang dapat kamu amati, saat api unggun dinyalakan ? Reaksi pembakaran merupakan reaksi eksoterm. Reaksi eksoterm adalah suatu reaksi kimia yang menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan dapat berupa panas atau kalor. Pada peristiwa fotosintesis terjadi reaksi kimia yang memerlukan energi. Reaksi kimia yang memerlukan energi dinamakan reaksi endoterm. Agar kamu dapat memahami perubahan suhu akibat reaksi kimia, lakukan kegiatan berikut!

Pada kegiatan 8.3 jika kamu lakukan dengan teliti, maka batu kapur yang dimasukkan ke dalam gelas akan bereaksi dengan air yang berada dalam gelas tersebut. Akibat reaksi yang terjadi, akan menghasilkan perubahan suhu. Hal ini ditunjukkan oleh naiknya skala pada termometer yang digunakan. Juga ditunjukkan bahwa, jika gelas kimia tersebut kamu pegang ternyata terasa panas.

D Faktor yang Mempengaruhi Reaksi

I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu menunjukkan pengaruh ukuran materi terhadap kecepatan reaksi.
• Peserta didik mampu menunjukkan pengaruh perubahan suhu terhadap kecepatan reaksi.

Reaksi kimia dapat berlangsung dengan cepat, juga dapat berlangsung lambat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi, antara lain:

1. Ukuran Partikel

Tumbukan antar zat pereaksi dapat mengakibatkan reaksi kimia pada suatu zat. Semakin banyak terjadi tumbukan, semakin cepat reaksi berlangsung. Ukuran partikel mempengaruhi kecepatan reaksi suatu zat. Coba lakukan kegiatan berikut ini!

Jika kegiatan 8.4 kamu lakukan dengan seksama, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin halus ukuran partikel berakibat semakin cepat reaksi yang terjadi. Hal ini ditunjukkan dari kegiatan tersebut di atas, bahwa botol A yang bereaksi dengan batu gamping halus lebih cepat menghasilkan gas daripada botol B. Gas yang dihasilkan mengakibatkan balon tersebut menggembung. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi reaksi kimia antara batu gamping dengan asam klorida (HCl). Mengapa kita dianjurkan untuk mengunyah makanan hingga lembut? Dengan mengunyah makanan sampai lembut, mempercepat proses reaksi di dalam lambung dan penyerapan sari makanan lebih sempurna.

2. Suhu

Bagaimanakah pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi? Semakin tinggi suhu reaksi, semakin cepat reaksi berlangsung. Jika suhu dinaikkan akan menyebabkan gerakan partikel-partikel pereaksi semakin cepat. Semakin cepat pergerakan partikel menyebabkan tumbukan antar zat pereaksi bertambah banyak, sehingga reaksi yang terjadi menjadi cepat. Lakukan kegiatan berikut!

Jika kegiatan 8.5 kamu lakukan dengan seksama, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi suhu berakibat semakin cepat reaksi yang terjadi. Hal ini ditunjukkan dari kegiatan tersebut di atas, bahwa HCl dalam botol B yang dipanaskan sampai 600C bereaksi dengan batu gamping lebih cepat menghasilkan gas daripada botol A. Gas yang dihasilkan mengakibatkan balon tersebut menggembung. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi reaksi kimia antara batu gamping dengan asam klorida (HCl).


Rangkuman

1. Persamaan reaksi menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai koefisien masing– masing.

2. Bilangan yang mendahului rumus kimia zat dalam persamaan reaksi tersebut dinamakan koefisien reaksi.

3. Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dalam dua langkah sebagai berikut :

a. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, lengkap dengan keterangan tentang wujudnya.

b. Penyetaraan, yaitu memberikan koefisien yang sesuai dengan jumlah atom setiap unsur sama pada kedua rumus.

4. Penyetaraan persaman reaksi dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

a. Tetapkan koefisien salah satu zat, biasanya yang memiliki rumus paling kompleks sama dengan satu, sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara berupa huruf.

b. Terlebih dahulu setarakan unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien satu.

c. Setarakan unsur yang lain.

5. Reaksi kimia yang terjadi mengakibatkan beberapa perubahan, antara lain:

a. Terbentuknya Endapan

b. Menghasilkan Gas

c. Perubahan Suhu

6. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi, antara lain:

a. Ukuran Partikel

b. Suhu


Beri Penilaian

Rating : 3.5/5 (188 votes cast)


Peralatan pribadi