Reaksi Kimia - Teguh 7.2
Dari Crayonpedia
Daftar isi |
REAKSI KIMIA
A Persamaan Reaksi
Indikator
• Peserta didik mampu menuliskan persamaan reaksi.
Persamaan reaksi menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai koefisien masing-masing. Pada reaksi kimia, satu zat atau lebih dapat diubah menjadi zat jenis baru. Zat–zat yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan), sedangkan zat baru yang dihasilkan disebut hasil reaksi (produk). John Dalton mengemukakan bahwa, jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah, tetapi ikatan kimia di antara kedua zat berubah. Perubahan yang terjadi dapat dijelaskan dengan menggunakan rumus kimia zat yang terlibat dalam reaksi dinamakan persamaan reaksi. Misal, reaksi antara gas hidrogen dengan gas oksigen membentuk air dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, lengkap dengan keterangan tentang wujudnya.
b. Penyetaraan, yaitu memberikan koefisien yang sesuai dengan jumlah atom setiap unsur sama pada kedua rumus.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persamaan reaksi, yaitu:
1. Koefisien
Angka yang berada di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi disebut koefisien. Tiap koefisien dalam persamaan tersebut mewakili jumlah unit tiap-tiap zat dalam reaksi
2. Langkah-langkah Menyetarakan Reaksi Kimia
Penyetaraan persaman reaksi dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
a. Tetapkan koefisien salah satu zat, biasanya yang memiliki rumus paling kompleks sama dengan satu, sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara berupa huruf.
b. Terlebih dahulu setarakan unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien satu.
c. Setarakan unsur yang lain.
B Macam Reaksi Kimia
I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu mnunjukkan jenis reaksi penggabungan, penguraian dan penggantian pada reaksi kimia.
Untuk memudahkan dalam melakukan kegiatan reaksi kimia, maka dikelompokkan reaksi kimia tersebut berdasarkan kesamaan yang dimiliki. Salah satu sistem klasifikasi di dasarkan pada cara atom tersusun kembali dalam reaksi kimia, antara lain:
1. Reaksi Penggabungan
Dalam reaksi penggabungan dua atau lebih zat tergabung membentuk zat lain. Rumus umum reaksi penggabungan sebagai berikut :
Reaksi antara hidrogen dengan oksigen membentuk air merupakan reaksi penggabungan.
2. Reaksi Penguraian
Reaksi penguraian merupakan reaksi kebalikan daripada reaksi penggabungan. Dalam reaksi ini satu zat terpecah atau terurai menjadi dua atau lebih zat yang lebih sederhana. Sebagian besar reaksi ini membutuhkan energi berupa kalor, cahaya, dan listrik. Rumus umum reaksi penguraian sebagai berikut :
Contoh
Reaksi penguraian air oleh listrik menghasilkan hidrogen dan oksigen. listrik
2H2O( ) → 2H2(g) + O2(g)
3. Reaksi Penggantian
Reaksi penggantian tunggal terjadi, bila satu unsur menggantikan unsur lain dalam satu senyawa. Untuk menyelesaikan persamaan reaksi penggantian terdapat dua persamaan, yaitu :
a. Pada persoalan, A menggantikan B sebagai berikut:
Contoh
Sebuah kawat tembaga dimasukkan ke dalam larutan perak nitrat. Tembaga lebih aktif daripada perak, maka tembaga menggantikan perak membentuk larutan tembaga (II) nitrat berwarna biru. Reaksi antara tembaga dengan perak nitrat, sebagai berikut :
Cu(s) + 2AgNO3(aq) → 2Ag(s) + Cu(NO3)2(aq)
C Ciri Reaksi Kimia
I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu mengumpulkan ciri-ciri terjadinya reaksi kimia berdasarkan perubahan warna dan atau suhu, terbentuknya endapan atau gas.
Reaksi kimia yang terjadi mengakibatkan beberapa perubahan, antara lain:
1. Terbentuknya Endapan
Coba kamu amati dasar panci yang dipakai untuk merebus air, apakah terdapat sesuatu yang menempel pada panci tersebut? Zat tersebut adalah senyawa karbonat yang terbentuk saat air yang mengandung kapur di panaskan. Lakukan kegiatan berikut!
Reaksi antara larutan tepung berwarna jernih dengan iodium yang berwarna kecoklatan dapat diamati, yaitu menghasilkan warna biru. Jika ditambahkan vitamin C dalam larutan tersebut, maka iodium akan bereaksi dengan vitamin C membentuk zat kimia lain yang tidak berwarna. Coba kamu terangkan, mengapa baju yang kita pakai lama–kelamaan memudar?
2. Menghasilkan Gas
Pernahkah kamu melihat pekerja las yang sedang mengelas logam? Karbit yang dicampur dengan air, akan bereaksi menghasilkan gas karbit. Gas karbit digunakan untuk keperluan penyambungan logam dengan cara pengelasan. Dalam dunia industri makanan, ketika membuat kue adonan tersebut ditambahkan soda kue. Pada saat adonan kue dipanaskan, soda kue terurai menghasilkan gas karbon dioksida. Gas ini menyebabkan adonan kue dapat mengembang. Apa yang terjadi, jika adonan kue tidak ditambah dengan soda kue?
3. Perubahan Suhu
Apa yang dapat kamu amati, saat api unggun dinyalakan ? Reaksi pembakaran merupakan reaksi eksoterm. Reaksi eksoterm adalah suatu reaksi kimia yang menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan dapat berupa panas atau kalor. Pada peristiwa fotosintesis terjadi reaksi kimia yang memerlukan energi. Reaksi kimia yang memerlukan energi dinamakan reaksi endoterm. Agar kamu dapat memahami perubahan suhu akibat reaksi kimia, lakukan kegiatan berikut!
D Faktor yang Mempengaruhi Reaksi
I n d i k a t o r
• Peserta didik mampu menunjukkan pengaruh ukuran materi terhadap kecepatan reaksi.
• Peserta didik mampu menunjukkan pengaruh perubahan suhu terhadap kecepatan reaksi.
Reaksi kimia dapat berlangsung dengan cepat, juga dapat berlangsung lambat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi, antara lain:
1. Ukuran Partikel
Tumbukan antar zat pereaksi dapat mengakibatkan reaksi kimia pada suatu zat. Semakin banyak terjadi tumbukan, semakin cepat reaksi berlangsung. Ukuran partikel mempengaruhi kecepatan reaksi suatu zat. Coba lakukan kegiatan berikut ini!
2. Suhu
Bagaimanakah pengaruh suhu terhadap kecepatan reaksi? Semakin tinggi suhu reaksi, semakin cepat reaksi berlangsung. Jika suhu dinaikkan akan menyebabkan gerakan partikel-partikel pereaksi semakin cepat. Semakin cepat pergerakan partikel menyebabkan tumbukan antar zat pereaksi bertambah banyak, sehingga reaksi yang terjadi menjadi cepat. Lakukan kegiatan berikut!
Rangkuman
1. Persamaan reaksi menggambarkan reaksi kimia yang terdiri atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai koefisien masing– masing.
2. Bilangan yang mendahului rumus kimia zat dalam persamaan reaksi tersebut dinamakan koefisien reaksi.
3. Penulisan persamaan reaksi dapat dilakukan dalam dua langkah sebagai berikut :
a. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, lengkap dengan keterangan tentang wujudnya.
b. Penyetaraan, yaitu memberikan koefisien yang sesuai dengan jumlah atom setiap unsur sama pada kedua rumus.
4. Penyetaraan persaman reaksi dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
a. Tetapkan koefisien salah satu zat, biasanya yang memiliki rumus paling kompleks sama dengan satu, sedangkan zat lain diberikan koefisien sementara berupa huruf.
b. Terlebih dahulu setarakan unsur yang terkait langsung dengan zat yang diberi koefisien satu.
c. Setarakan unsur yang lain.
5. Reaksi kimia yang terjadi mengakibatkan beberapa perubahan, antara lain:
a. Terbentuknya Endapan
b. Menghasilkan Gas
c. Perubahan Suhu
6. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi, antara lain:
a. Ukuran Partikel
b. Suhu
Beri Penilaian










BlogMarks
del.icio.us
digg
Facebook
Slashdot
smarking
Spurl
Twitter
Wists