Perubahan Sosial 12.1 IPS

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

Pengertian

   Pada dasarnya awal dari suatu perubahan adalah komunikasi dari seseorang atau kelompok kepada orang atau kelompok dengan kelompok lainnya. Dalam proses komunikasi terjadilah penyampaian informasi tentang gagasan, ide, keyakinan dan hasil budaya yang berupa fisik. Bagaimana proses perubahan sosial itu terjadi? Proses perubahan sosial budaya dapat terjadi secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Perubahan yang cepat tersebut disebut revolusi. Dalam perubahan ini dapat direncanakan terlebih dahulu atau tanpa direncanakan dan dijalankan dengan kekerasan atau tanpa kekerasan.

Perubahan sosial budaya dapat pula berlangsung secara lambat yang memerlukan waktu lama. Perubahan ini biasanya merupakan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Dalam hal ini masyarakat hanya berusaha menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, kondisi yang ditimbulkan sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.


Pengertian Menurut Beberapa Tokoh

Perubahan sosial menurut :

1. Gillin and Gillin

    adalah suatu variasi dan cara - cara hidup yang telah diterima baik karena perubahan - perubahan kondisi geografis, kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi maupun karena

    adanya difusi (penemuan - penemuan baru dalam masyarakat).

2. Samuel Koenig

    Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.

3. Selo Soemardjan

    Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya.

4. Kingsley Davis

    Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat.

5. Mac Iver

    Perubahan sosial budaya adalah perubahan dalam hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan sosial tersebut.

6. William F. Ogburn

    Perubahan sosial budaya adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun non-material.

Menurut ”Rogers”, perubahan sosial melewati beberapa tahap, diantaranya :

  • Invensi, yaitu suatu situasi atau kondisi seseorang untuk bisa menciptakan ide. Ide tersebut bisa datang dari bahan pustaka, penelitian orang lain atau tulisan orang lain.
  • Adopsi, yaitu suatu proses yang menunjukkan bahwa informasi tersebut bisa diterima oleh individu maupun masyarakat.
  • Konsekuensi, yaitu keadaan individu atau masyarakat untuk bisa menerima atau menolak terhadap perubahan tersebut.

Proses perubahan masyarakat (social change) terjadi karena manusia adalah makhluk yang berfikir dan bekerja. Selain itu manusia juga selalu berusaha untuk memperbaiki nasibnya dan sekurang-kurangnya berusaha untuk mempertahankan hidupnya. Dalam keadaan demikian, terjadilah sebab-sebab perubahan (menurut ”Robert L. Sutherland, dkk.) yaitu :

  • Inovasi (penemuan baru/perubahan)
  • Invensi (penemuan baru)
  • Adaptasi (penyesuaian secara sosial dan budaya)
  • Adopsi (penggunaan dari penemuan baru/teknologi)

Telah dinyatakan, bahwa perubahan masyarakat dalam abad ini terutama disebabkan oleh kemajuan teknologi yang tidak lain merupakan hasil kemajuan ilmu pengetahuan (mental) manusia itu sendiri. Jadi, sekarang manusia harus mengikuti perubahan teknologi dengan akibat peradaban masyarakatnya tanpa mengarahkannya pada kemunduran (regress) tetapi menjadikannya suatu kemajuan (progress) untuk manusia. Selanjutnya, tidak semua penemuan baru/modernisasi mengalami penyebaran (diffusion) dan penggunaan (adoption), sehingga karenanya kemajuan teknologi kadang-kadang juga tidak mengakibatkan perubahan masyarakat.

Salah satu dasar agar perubahan masyarakat dan kemajuan teknologi dapat dipergunakan untuk kemajuan sosial adalah, bahwa penggunaan penemuan baru diadakan dalam masyarakat yang sudah disiapkan untuk mengadakan kemajuan masyarakat yang diinginkan.

Bentuk bentuk perubahan sosial

Perubahan - perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat dibedakan atas beberapa sudut pandang. Pertama dari sudut pandang waktu berlangsungnya, kedua dari sudut pandang ruang lingkupnya, dan yang terakhir dari sudut pandang kehendak agen perubahan.

Berdasarkan proses berlangsungnya

Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi.

Perubahan Evolusi

Perubahan evolusi adalah perubahan - perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha - usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha - usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan - kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu. Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.

Menurut Soerjono Soekanto (1987), terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu:

  • Unilinier Theories of Evolution, Teori ini menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap - tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna.
  • Universal Theory of Evolution, Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap - tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu.
  • Multilined Theories of Evolution, Teori ini menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian.

Perubahan Revolusi

Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan - perubahan social mengenai unsur - unsur kehidupan atau lembaga lembaga
kemasyarakatan yang berlangsung relative cepat. Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan.

Revolusi sering kali diawali adanya ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat. Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu. Syarat - syarat tersebut antara lain:

  • Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan.Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.
  • Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.
  • Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.
  • Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologi tersebut.
  • Harus ada momentum untuk revolusi, yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru, maka revolusi dapat gagal.

Berdasarkan ruang lingkupnya, perubahan social dibagi menjadi dua, yaitu perubahan social yang berpengaruh besar dan perubahan social yang berpengaruh kecil.

  1. Perubahan Berpengaruh Besar, Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat. Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi. Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar - besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian.
  2. Perubahan Berpengaruh Kecil, Perubahan - perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahanperubahan yang terjadi pada struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contoh, perubahan mode pakaian dan mode rambut. Perubahan - perubahan tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan - perubahan pada lembaga kemasyarakatan.

Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial

Faktor pendorong perubahan sosial, menurut Soerjono Soekanto yakni :

  1. Kontak dengan budaya lain
  2. System pendidikan yang maju
  3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan kenginan untuk maju
  4. Toleransi terhadap perubahan-perubahan yang menyimpang
  5. System terbuka dalam lapisan-lapisan
  6. Penduduk yang heterogen
  7. Ketidakpuasan masyaraat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
  8. Orientasi ke masa depan.
  9. Nilai bahwa manusia selalu beikhtiar untuk memperbaiki hidup.

Factor penghambat perubahan sosial, menurut Soerjono Soekanto yaitu

  1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat luar.
  2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
  3. Sikap masyarakat yang tradisional
  4. Adanya kepentingan-lepentingan yang tertanam dengan kuat
  5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada ntegrasi kebudayaan
  6. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asng
  7. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.
  8. Adat atau kebiasaan
  9. Nilai bahwa pada hakikatnya hidup ini tidak mungkin akan diperbaiki.

Dampak Akibat Dari Perubahan Sosial

Dampak perubahan sosial secara umum dikarenakan adanya perbedaan latar belakang budaya menyebabkan perubahan dan membawa dampak bagi masyarakat. Apa sajakah dampak akibat dari perubahan sosial bagi kehidupan masyarakat? Secara umum, perubahan sosial membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan masyarakat.

Dampak Positif

Dampak positif perubahan sosial mengarah pada kemajuan yang menuju terciptanya masyarakat secara adil dan sejahtera. Hal ini menjadi idaman masyarakat dalam menjalani kehidupannya. Adanya dampak positif atas perubahan sosial, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup. Artinya, perubahan sosial akan meningkatkan peradaban dan taraf hidup masyarakat secara kualitatif menuju ke arah yang lebih baik.

Dampak positif atas perubahan sosial antara lain:

  1. munculnya nilai dan norma baru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
  2. adanya struktur dan hubungan sosial baru yang lebih manusiawi.
  3. berkembangnya lembaga sosial baru.
  4. kemajuan di berbagai bidang kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, maupun budaya.
  5. kemajuan teknologi di berbagai bidang kehidupan.
  6. kemudahan dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat lain.

Dampak Negatif

Dampak negatif perubahan sosial mengarah pada kemunduran yang ditandai dengan adanya tindak kriminalitas, konflik sosial, deviasi sosial, serta berbagai masalah sosial lainnya. Hal inilah yang menunjukkan adanya dampak negatif atas perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat. Adapun dampak negatif perubahan sosial yang terjadi akibat modernisasi dan globalisasi antara lain:

  1. adanya disorientasi nilai dan norma yang berlaku.
  2. munculnya konflik sosial, baik vertikal maupun horizontal.
  3. tidak berfungsinya lembaga sosial secara optimal.
  4. munculnya krisis multidimensi dalam masyarakat.
  5. terjadinya kerusakan lingkungan akibat perubahan pola hidup.
  6. menimbulkan degradasi kualitatif tatanan sosial.

Sumber :

1. Pengertian Perubahan Sosial - http://www.scribd.com/doc/6592742/Perubahan-Sosial

2. Bentuk - Bentuk Perubahan Sosial - http://www.scribd.com/doc/35243482/Bentuk-Bentuk-Perubahan-Sosial

3. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial - http://id.shvoong.com/social-sciences/1997494-factor-pendorong-dan-penghambat-perubahan/

4. Dampak Akibat dari Perubahan Sosial - http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2157404-pengaruh-perubahan-sosial-dan-dampaknya/

5. Bentuk Perubahan Sosial Budaya - http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%20Pokok/view&id=474&uniq=3998


Beri Penilaian

Rating : 2.4/5 (8 votes cast)


Peralatan pribadi