Penyimpulan Teks Bacaan Dengan Membaca Cepat 9.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:

Kompetensi Dasar :

  1. Menyimpulkan gagasan utama suatu teks dengan membaca cepat ± 300 kata per menit

Membaca cepat bacaan dan mengungkapkan kembali gagasan pokoknya.

Perhatikan petunjuk berikut!

  1. Hitunglah jumlah kata (termasuk judul dan tanda baca) bacaan “Sampah Cermin Kedisiplinan Masyarakat” di bawah.
  2. Tentukan waktu mulai dan akhir membaca!

          Contoh:
            awal membaca : pukul 10. 45 menit, 00 detik
            akhir membaca : pukul 10,47 menit, 30 detik
            waktu yang diperlukan : 150 detik

    3.  Hitung kecepatan membacamu dengan rumus:
        Jumlah kata dalam bacaan : lama bacaa (….menit) = ….

Keterangan :
  201 - …. Kata per menit = baik sekali
  151 – 200 kata per menit = baik
  101 – 150 kata per menit = sedang
  51 – 100 kata per menit = kurang

Bacalah bacaan berikut dalam hati! Catat waktu untuk membaca bacaan ini dalam satuan detik”menit!.

"Sampah Cermin Kedisiplinan Masyarakat"
Kita tentu pernah mengunjungi beberapa kota dengan kesan yang berbeda-beda. Kota-kota itu ada yang tampak bersih, rapi, dan indah. Usaha mempercantik kota telah menjadi program setiap pemerintahan daerah setempat dan masyarakatnya. Wajah-wajah kota dipoles dengan tujuan agar tampak lebih cantik, menarik, menggairahkan, serta agar terciptanya kesehatan.
Sebaliknya kita juga pernah melihat kondisi kota yang berlawanan. Kondisi kota yang kotor dan tidak menarik, misalnya bungkus-bungkus rokok dan sobekan surat kabar berceceran, aneka warna plastik, dan berbagai macam jenis sampah yang lain berserakan di tanah. Keadaan itu, disebabkan oleh ulah anggota masyarakat yang belum memahami akan pentingnya kebersihan. Beberapa hal lain yang dapat dicontohkan, misalnya para pedagang makanan yang membuang sampah usahanya di sembarang tempat. Di antara pedagang-pedagang itu ada yang membuang air pembersih piring dan mangkuk di tempat-tempat umum. Mereka pun ada yang meletakkan sampah-sampahnya di tepi jalan. Akhirnya, sampah-sampah itu memberntuk anggolan sampah yang menjijikan. Keadaan ini tentu tidak menarik bagi siapa saja yang melihatnya. Selain itu, keadaan ini juga akan mengurangi tingkat kesehatan masyarakat.
Masalah sampah sangat erat kaitannya dengan sikap kedisiplinan masyarakat. Beberapa kota besar dan kecil sudah mencoba memelopori cara-cara penanggulangan sampah dengan sistem denda. Siapa saja yang membuang sampah di tempat yang tidak semestinya, akan dikenakan denda. Mereka harus membayar sejumlah uang.
Sistem denda sebenarnya kurang baik, namun realita menyatakan lain. Pemberlakuan sistem denda bagi pelanggar kebersihan ternyata berhasil membebaskan kota dari ancaman sampah. Salah satu contoh, yaitu Bangil sebuah kota kecil yang tampak sangat menyenangkan. Kita akan sangat senang bila berada di tengah kota itu karena bersih dan sehat. Kotak-kotak sampah dipasang di tepi-tepi jalan. Tidak ada sedikitpun sampah yang tercecer di tanah. Semua orang yang melewati kota itu secara spontan ikut menjaga kebersihan kota. Mereka seakan-akan menerima amanat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan bersih itu merupakan cermin kedisiplinan masyarakat setempat yang dapat ditiru oleh siapa pun.
Oleh Nursisto

Selesai pukul = ..................
Lama membaca = ..............detik/menit
Kecepatan membaca = jumlah kata dalam bacaan : lama membaca = ..........kata per menit.


Membaca Cepat bacaan

Membaca cepat adalah membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Biasanya kecepatan itu dikaitkan dengan tujuan membaca, keperluan, dan bahan bacaan. Artinya, seorang pembaca cepat yang baik, tidak menerapkan kecepatan membacanya secara konstan di berbagai cuaca dan keadaan membacanya. Penerapan kemampuan membaca cepat itu disesuaikan dengan tujuan membacanya, aspek bacaan yang digali (keperluan) dan berat ringannya bahan bacaan (Tampubolon, 1990). Membaca cepat bukan berarti asal membaca cepat saja, sehingga setelah selesai membaca tidak ada yang diingat dan dipahami. Dua hal pokok yang harus diperhatikan ketika menibaca cepat adalah tingkat kecepatan dan presentase pemahaman bacaan yang tinggi.

  • Tujuan Membaca Cepat

Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Albert dalam Harras (L997) mengemukakan tujuan utama dalam membaca cepat, yaitu untuk:

  1. Memperoleh kesan umum dari suatu artikel, buku atau tulisan singkat;
  2. Menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan,
  3. Menemukan/menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.
  • Teknik Membaca Cepat

Ada dua teknik membaca cepat yang harus dikuasai, yaitu:

  1. Skimming adalah upaya untuk mengambil intisari dari suatu bacaan, berupa ide pokok atau detail penting tersebut yang berada di awal, di tengah, atau di akhir.
  2. Scanning adalah teknik membaca cepat untuk memperoleh suatu informasi tanpa membaca yang lain, tetapi langsung ke masalah yang dicari, yang berupa fakta khusus atau informasi tertentu. Dalam kegiatan sehari-hari scanning biasanya digunakan untuk mencari nomor telepon, kata pada kamus, entri pada indeks, angka-angka statistik, acara siaran TV, dan daftar perjalanan.
  • Mengukur Kecepatan Efektif Membaca

Pengukuran kecepatan efektif membaca adalah mengukur kedua aspek tersebut, yaitu dengan caracara berikut ini:
a. Mengukur kecepatan membaca (KM) dengan cara menghitung jumlah kata yang terbaca tiap menit. Prosesnva yaitu:


    KM = Jumlah kata yang dibaca
               Jumlah waktu (menit)

b. Pemaharnan isi bacaan (PI) secara keselunrhan dengan cara menghitung persentase skor jawaban yang benar atas skor jawaban ideal dari pertanyaanpertanyaan tes pemahaman bacaan. Prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut.


   PI = Skor jawaban yang benar x 100%
             Skor jawaban ideal

c. Untuk mengukur KEM seseorang, kedua aspek tersebut harus diintegrasikan. Sehubungan dengan hal ini, Tampubolon (1990: 746) mengemukakan rumus pengukuran kemampuan membaca sebagai berikut.

    KM = KB/SM:10 X PI/100 . KPM
 

  KM = Kemampuan membaca
  KB = Jumlah kata dalm bacaan
  SM: 60 = Jumlah waktu membaca
  PI = Persentase pemahaman isi bacaan
  KPM = Jumlah kata per menit

Kamu dapat melatih kemampuan membacamu dengan membaca cepat bacaan berikut.

"Gunung Galunggung"
Gunung Galunggung merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 m di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat Kota Tasikmalaya. Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Galunggung telah beberapa kali meletus. Gunung Galunggung tercatat pemah meletus pada tahun 1882. Thnda-tanda awal letusan diketahui pada bulan JuIi 1872, yaitu air di daerah Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada 8 Oktober s.d. 17 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung. Letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894. Di antara tanggal 7-9 Oktober, terjadi letusan yang menghasilkan awan panas. Lalu tanggal 27 dan 30 Oktober, terjadi lahar yang mengalir pada alur sungai yang sama dengan lahar yang dihasilkan pada letusan 1872. Letusan kali ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah ambruk karena terrimpa hujan abu. Pada 6 Juli 1918, letusan berikutnya terjadi. Letusan kali ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5 mm yang terbatas di dalam kawah dan lereng
selatan. Pada 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85 m dengan ukuran 560 x 440 m yang kemudian dinamakan Gunung Jadi. Letusan terakhir terjadi pada 5 Mei 1982 disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983. Selama periode letusan ini, sekitar 18 orang meninggal, sebagian besar karena sebab tidak langsung (kecelakaan lalu lintas, usia tua, kedinginan dan kekurangan pangan). Perkiraan kerugian sekitar 1 milyar rupiah dan 22 desa ditinggal tanpa penghuni. Letusan pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung, yaitu mencakup Kecamatan Indihiang, Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Leuwisari. Perubahan peta wilayah tersebut lebih banyak disebabkan oleh terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta area perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir. Pada periode pasca letusan (yaitu sekitar tahun 1984-1990) merupakan masa rehabilitasi kawasan bencana, yaitu dengan menata kembali jaringan jalan yang terputus, pengenrkan lumpur/pasir pada
beberapa aliran sungai dan saluran irigasi (khususnya Cikunten I), kemudian dibangunnya check dam (kantong lahar dingin) di daerah Sinagar sebagai "benteng" pengaman melimpahnya banjir lahar dingin ke kawasan Kota Tasikmalaya. Pada masa tersebut, juga dilakukan elaploitasi pemanfaatan pasir galunggung yang dianggap berkualitas untuk bahan material bangunan maupun korstruksi jalan raya. Saat ini, Gunung Galunggung dapat diladlkan objek wisata. Kebanyakan pengunjung objek wisata Galunggung adalah wisatawan lokal. Sementara wisatawan dari mancanegara masih di bawah hitungan 100 orang rata-rata per tahun. Rata-rata wisatawan dalam maupun luar negeri yang berkunjung ke Gunung Galunggung berjumlah 7l3.382 orang per tahun. Melihat potensi daya tarik yang mungkin digali, serta posisi geografis yang cukup srrategis, serta memiliki kekhasan dari kondisi alamnya objek wisata Gunung Galunggung cukup potensial untuk dijual kepada wisatawan mancanegara. Namun, objek wisata tersebut belum dikemas dalam paket wisata profesional.
Sumber: wikipedia Indonesia

Membaca Memindai
Kegiatan membaca mempunyai manfaat yang sangat besar pada diri. Menurut Jordan E. Ayan (dalam Quantum Reading, 2004 36) bahwa membaca mempunyai manfaat sebagai berikut.

  1. Membaca menambah kosakata dan pengetahuan akan tata bahasa dan tata kalimat. Membaca memperkenalkan kita pada banyak ragam ungkapan kreatif. Dengan demikian, dapat mempertajam kepekaan bahasa dan kemampuan menyatakan perasaan.
  2. Banyak buku dan artikel yang mengajak kita untuk berinstrospeksi diri dan melontarkan pertanyaan serius mengenai nilai, perasaan, dan hubungan kita dengan orang lain.
  3. Membaca memicu imajinasi. Buku atau bacaan yang baik mengajak kita membayangkan dunia beserta isinya, lengkap dengan segala kejadian, lokasi, dan karakternya.

Kegiatan membaca secara umum dapat dibedakan menjadi membaca ekstensif dan membaca intensif.

  • Membaca Ekstensif

Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat murrgkin. Tingkat pemahaman yang dituntut dalam membaca ekstensif tidaklah terlalu mendalam karena kegiatan membaca yang dilakukan cukup memahami afa yang kita butuhkan saja. Membaca ekstensif meliputi kegiatan:
Membaca Survei
Membaca survei dilakukan untuk memeriksa, meneliti daftar kata, judul-judul bab yang terdapat dalam buku-buku yang bersangkutan, serta memeriksa bagan, skema, atau outline buku yang bersangkutan.
Membaca Sekilas
Ada tiga tujuan dalam membaca sekilas, yakni sebagai berikut:

  1. Untuk memperoleh suatu kesan umum dari suatu bacaan.
  2. Untuk menemukan hal tertentu dari suatu bacaan.
  3. Untuk menemukan atau menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.

Membaca Dangkal
Membaca dangkal atau superficial reading dilakukan pada saat kita membaca dengan tujuan hiburan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kebahagiaan, misalnya cerita lucu, novel ringan, dan catatan harian.
Beberapa Teknik Membaca Ekstensif

  1. Teknik baca-pilih (selecting) adalah membaca bahan bacaan atau bagian-bagian bacaan yang dianggap mengandung informasi dibutuhkan. Dalam hal ini, pembaca hanya memilih dan membaca bagian-bagian bacaan yang diperlukan saja.
  2. Teknik baca-lompat (skipping) adalah membaca dengan melakukan lompatan-lompatan membaca. Maksudnya, bagian-bagian bacaan yang dianggap tidak sesuai dengan keperluan atau sudah dipahami tidak dihiraukan.
  3. Teknik baca-layap (skimming) adalah membaca dengan cepat (sekilas) untuk memperoleh gambaran umum isi buku atau bacaan lainnya secara menyeluruh. Teknik ini digunakan untuk (1) mengenali topik bacaan; (2) mengetahui pendapat orang (opini); (3) mengetahui bagian penting tanpa harus membaca seluruh bacaan.
  4. eknik baca-tatap (scanning) adalah suatu teknik pembacaan sekilas cepat, tetapi teliti. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi khusus dari bacaan. Misalnya, untuk mencari nomor telepon, mencari makna kata dalam kamus, mencari keterangan tentang istilah dalam ensiklopedi, mencari acara siaran televisi, dan mengetahui daftar perjalanan.

Dengan teknik membaca memindai, kita dapat menemukan informasi yang terdapat dalam kamus, ensiklopedia, buku petunjuk telepon, atau petunjuk penggunaan/pemakaian secara cepat dan tepat.

  • Membaca Intensif

Membaca intensif adalah kegiatan membaca secara mendalam untuk memahami secara lengkap isi buku atau bacaan tertentq. Kegiatan membaca intensif meliputi:

  1. membaca teliti
  2. membaca pemahaman
  3. membaca kritis
  4. membaca ide

Pernahkah kamu membaca cepat? Apa tujuannya? Tujuannya tentu saja menemukan informasi penting dalam bacaan dalam waktu singkat. Informasi penting bacaan dikenal dengan sebutan gagasan utama bacaan.

Perhatikan kutipan bacaan berikut!
Untuk mewujudkan target kenaikan produksi padi sebesar 5 persen, perlu sosialisasi penggunaan benih padi hibrida yang lebih gencar. Menurut Didy Sarbini H.S., Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Karawang, sejumlah petani di beberapa kecamatan sudah mulai menanam padi hibrida sejak 2 – 3 musim tanam terakhir tahun ini. Hasilnya terbukti meningkat pesat, tetapi informasinya belum merata.
Sumber: Kompas, 24 Januari 2007)

Dalam beberapa detik dengan membaca cepat, dapat ditemukan gagasan utama kutipan bacaan di atas, yaitu: sosialisasi penggunaan benih padi hibrida perlu digencarkan untuk mewujudkan target kenaikan produksi padi sebesar 5 persen. Kecepatan membacamu dapat diukur. Caranya, hitunglah jumlah kata yang berhasil kamu baca dalam waktu satu menit. Jika jumlah kata yang berhasil kamu baca ± 200 kata, kamu berarti sudah dapat membaca cepat. Untuk dapat membaca cepat, tentu harus membiasakan diri atau berlatih. Biasakan membaca bacaan dengan pandangan mata dari atas ke bawah bacaan! Jangan dari kiri ke kanan!

Bacalah bacaan berikut dengan cara membaca cepat!

                         DINAS PERTANIAN JABAR MINTA BULOG SEGERA MEMBELI GABAH PETANI
Dinas Pertanian Jawa Barat meminta Bulog segera membeli gabah petani sebelum harga turun akibat panen raya dan cuaca yang tidak menentu. Pembelian Bulog diharapkan dapat mengendalikan harga gabah di pasar. Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat, Asep Abdie, Rabu (18/4), mengatakan, beberapa cara dapat dilakukan Bulog, antara lain dengan membentuk tim monitoring harga dan persediaan gabah petani agar terpantau apakah harga gabah di bawah atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Bulog juga diminta membuat pengumuman di kecamatan dan desa siapa mitra Bulog agar petani tidak bingung. Karena bingung, biasanya petani menjual gabahnya kepada tengkulak. “Kalau perlu, disiarkan di media cetak atau elektronik tentang siapa saja mitra Bulog,” katanya. Menurut Udin, petani di Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dia menjual Rp1.800,00/ kilogram (kg) gabah kering panen (GKP) ke tengkulak, sementara HPP Rp2.000,00/kg. Sejumlah petani di Kabupaten Karawang juga khawatir harga gabah terus turun. “Sudah sangat sulit menjual Rp2.000,00/kg,” ujar Usman (30) dari Kampung Baregbeg, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat.
Harga GKP di tingkat petani di Kecamatan Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur rata-rata Rp1.800,00 per kg. Di tingkat tengkulak Rp1.900,00 per kg dan Rp2.000,00 per kg di penggilingan. Pendapat serupa dikatakan Engkat Sukatma, Ketua Kelompok Tani Sri Sugih. “HPP baru sebenarnya belum sebanding dengan kenaikan ongkos produksi. Petani semakin kesulitan karena harga saat ini sudah di bawah HPP,” ucapnya.
Di Sumatera Utara, pengawasan harga diminta dilakukan Bulog dengan memantau distribusi beras impor yang masuk dari Pelabuhan Belawan. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimis target produksi GKP 3,2 juta ton tahun ini tercapai. Target itu termasuk tambahan 81.000 ton yang dibebankan pemerintah untuk peningkatan produksi beras 2 juta ton tahun ini. Menurut Wakil Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumut, Rustam Djamaan, optimisme muncul karena peningkatan kualitas irigasi desa (tersier). Sumut mendapat dana tugas perbantuan dari Departemen Pertanian Rp41 miliar tahun ini, khusus untuk perbaikan irigasi tersier. “Petani sendiri yang secara swadaya bekerja. Ditargetkan, dengan program ini ada 8.000 hektar daerah irigasi dapat diperbaiki,” ujar Djamaan di Medan. Selain itu, kantung-kantung beras di Sumut, kata Djamaan, ”Mendapat bantuan dari Bank Pembangunan Islam (IDE) untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas irigasi. “Dengan perbaikan daerah, irigasi ini diharapkan lahan yang semula tanam sekali dapat dua kali. Yang biasa tanam dua kali dapat meningkatkan rata-rata produktivitasnya. Kami berharap dapat meningkatkan rata-rata produksi 6,5 ton sampai 7 ton per hektare,” ujar Djamaan.
Peningkatan produksi ini, menurut Djamaan, juga bakal ditunjang dari pemberian benih unggul dan hibrida gratis. Sumut mendapat jatah 8.000 ton benih unggul. Namun, benih gratis ini baru dapat diperoleh bulan September saat musim tanam kedua. Yang mendapat bantuan IDB antara lain Kabupaten Toba Samosir. Tapanuli, Tengah Kabupaten Karo, Asahan, dan Labuhan Batu.
Sumber: Kompas, 19 April 2007


Beri Penilaian

Rating : 4.3/5 (61 votes cast)


Peralatan pribadi