Penyimpulan Berita 7.1

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:
Kompetensi Dasar :

  1. Menyimpulkan isi berita yang dibacakan dalam beberapa kalimat

Menemukan Masalah Utama dalam Berita

Sebuah berita akan menyajikan informasi atau peristiwa aktual dan faktual yang terjadi di masyarakat. Kita dapat memahami masalah utama berita dengan membaca berita secara cermat. Permasalahan dalam berita sebetulnya sudah tergambar secara jelas dalam judul berita (headline). Selain judul, teras berita (Iead/intro) juga menyajikan masalah utama secara lengkap. Misalnya, ada judul berita yang berbunyi seperti berikut. Kedatangan Kloter 1 Jabar Terlambat 10 jam Berdasarkan judul tersebut kita memperoleh gambaran isi berita dan masalah utamanya, yakni keterlambatan kedatangan jemaah haji ktoter 1 asal Jawa Barat. Selanjutnya, kita dapat membaca lebih lengkap berita tersebut untuk mengetahui alasan keterlambatan tersebut.

Berikut isi berita selengkapnya:
Jemaah haji asal Jawa Barat yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 JKS terlambat tiba di tanah air hingga 10 jam lebih. Hal ini diakibatkan kerusakan mesin pesawat. Kloter 2 jemaah haji asal Jabar justru tiba terlebih dahulu. Jemaah haji yang tergabung dalam kloter 1 sebanyak 445 orang. Mereka berasal dari Kota Bandung, Kab. Bandung, Kota Cimahi, Kab. Garut, Kab. Thsikmalaya, dan Kab. Karawang. Adapun jemaah haji kloter 2 berasal dari Kota Depok dan Bekasi.
Sumber: Pikiram Rakyat, 27 Desember 2007

Keterlambatan tersebut ternyata disebabkan oleh kerusakan mesin pesawat. Dengan demikian, lengkaplah informasi yang kita peroleh.

Kamu pasti sering mendengarkan berita, baik di radio, melalui orang lain ataupun di televisi. Berita adalah informasi tentang suatu hal yang telah terjadi. Apa saja yang dapat dijadikan berita? Isi berita dapat bermacam-macam karena segala hal dapat dijadikan sebagai sumber berita.

  • Menentukan Inti Berita

Simaklah berita berikut!

                                                    Pasar Gede Kendal Hangus
                                         Kebakaran Diduga Karena Trafo Meledak

Puluhan pedagang mulai berjualan dengan dasaran seadanya di halaman eks kantor Kawedanan Boja. Di sisi lain, muncul penjual dan pengepul besi rongsok dari sisa-sisa kebakaran Pasar Gede Boja. Polisi masih berjaga-jaga dan belum mengambil tindakan pengamanan aset. Sampai kemarin belum diketahui asal api, namun hasil analisis awal dari
trafo listrik yang meledak dan minyak pendingin muncrat bersama api ke bangunan. Trafo itu berada di tiang listrik sisi selatan.
Pengepul besi rongsokan langsung ke lokasi sekitar pasar untuk memudahkan para pedagang (pemilik kios) agar tidak terbebani ongkos angkut. Jenis pipa besi Rp1.800,00 per kg, seng bekas Rp600,00 per kg dan untuk aluminium Rp12.000,00 per kg. Sampai kemarin sudah puluhan kuintal besi rongsok yang diangkut truk menuju ke arah Kendal dan Semarang. Sejak Jumat (1/6) hingga Sabtu (2/6), pemanfaatan halaman eks kantor kawedanan sudah terlihat. Di sana-sini muncul dasaran pedagang sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Beberapa pedagang mengaku berjualan dengan modal seadanya, bahkan ada yang ngutang dulu dan dibayar setelah dagangan laku.

Kepada UPTD Pasar Boja, Siswoyo, S.H. menjelaskan, pendapatan retribusi pasar cukup tinggi. Bulan Januari Rp36,9 juta, Februari Rp30,4 juta, Maret Rp32,5 juta, dan April Rp34,99 juta. Mei sampai tanggal 30 diperkirakan Rp36 juta.
”Karena ada musibah dan suasana kantor kacau, belum bisa diketahui pendapatan retribusi bulan Mei, kita masih mencari buku catatannya. Yang jelas, semua uang sudah disetorkan ke Dinas Pengelola Pasar. Uang retribusi tetap aman,” ujarnya. Kepala Dinas Pengelola Pasar Kendal, Drs. M. Syukron Samsul Hadi, M.Si. menjelaskan, hasil penghitungan Tim Penanggulangan Pasar Boja pasca musibah kebakaran tercatat 87 kios dan 22 los terbakar, terutama di blok A dan B. Data pedagang pemilik kios 87 orang, untuk los 440 orang. Juga ada pedagang mandiri atau pedagang lesehan 673 orang.

Sumber: Kedaulatan Rakyat, Minggu 3 Juni 2007

Untuk dapat mengetahui pokok-pokok berita dengan mudah, perhatikanlah beberapa hal berikut ini.

  1. Pokok berita atau berita utama biasanya disampaikan di awal pembacaan berita.
  2. Pahamilah peristiwa yang terjadi, sebab peristiwa, tempat peristiwa, dan siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
  3. Apa akibat dari peristiwa tersebut karena akan menjelaskan pokok berita.
  4. Pendapat seseorang atau seorang ahli biasanya juga menjelaskan pokok berita.

Latihan 1.1
Dari berita yang berjudul ”Pasar Gede Kendal Hangus, Kebakaran Diduga Karena Trafo Meledak”, tulislah pokok-pokok beritanya!

  • Memahami Isi Berita dan Memberi Tanggapan

Bacalah dan pahamilah berita berikut ini!

Akibat luapan Lumpur Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo Jawa Timur, Minggu (1/4), sejumlah perjalanan kereta api (KA) dari arah Banyuwangi menuju Surabaya terganggu. Keterlambatan KA tersebut karena harus berjalan merambat untuk menghindari kecelakaan.
Humas PT Kereta Api Daops XI Eko Sumanto mengatakan, "Keterlambatan tidak bisa dihindari karena kondisi alam sehingga sejumlah perjalanan KA harus bergantian saat melewati jalur sekitar lokasi luapan
lumpur Lapindo."
Seperti kedatangan KA Mutiara Timur dari Surabaya, terpaksa terlambat sekitar dua jam. Seharusnya datang sekitar pukul 12.35 WIB, tetapi baru tiba di Jember 15.10 WIB. Ketika rangkaian KA sampai di sekitar lumpur Lapindo, harus berjalan merambat dengan kecepatan 5 km/jam serta mendapat pengawalan khusus. Untuk itu, pihak Daops IX Jember akan terus memantau perkembangan lumpur Lapindo. Bahkan kalau kondisi tidak memungkinkan, perjalanan KA Jember - Surabaya akan memutar lewat Malang. Selain merendam jalur KA yang melintasi wilayah Porong Sidoarjo, luapan lumpur Lapindo Brantas juga merendam Jalan Raya Porong. Bahkan pada Jumat malam lalu Jalan Raya Porong terpaksa ditutup karena lumpur telah menggenangi sebagian rel KA dan jalan raya tersebut. Air lumpur sudah menggenangi Jalan Raya Porong sisi timur dan rel KA di lokasi tersebut. Akibatnya, lalu lintas ke arah selatan (Sidoarjo ke Malang) untuk sementara ditutup, sebaliknya yang dari selatan ke utara (Malang - Surabaya) tetap normal.
Dengan penutupan Jalan Raya Porong, membuat arus lalu lintas ke arah timur Jatim seperti Malang, Pasuruan, Probolinggo, Banyuwangi, dan daerah-daerah lainnya dialihkan melalui Krian - Magersari - Pandaan.
Demikian pula arus lalu lintas dari arah sebaliknya. Gubernur Jatim Imam Utomo mendesak Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo (PSLS) untuk segera menyelesaikan aliran lumpur yang mengalir ke arah Jalan Raya Porong karena merupakan urat selatan dan timur Jatim. Upaya penanggulangan agar air lumpur tidak menggenangi rel dan Jalan Raya Porong terus dikebut oleh Timnas PSLP. Dua eskavator dikerahkan untuk membuat tanggul di sepanjang rel KA yang ditenggelamkan lumpur.
"Upaya penanggulangan terus dikebut. Konsentrasi penanggulangan di dua tempat, yakni di pusat semburan dan di jalan," kata juru bicara Timnas PSLS Rudi Novrianto. Langkah itu ditempuh karena dikhawatirkan tanggul di pusat semburan ikut jebol. Untuk itu, pihaknya berupaya mencegah lumpur semakin jauh dari rel KA. Namun, upaya penanggulangan ini mendapat penolakan keras dari warga Siring sehingga pengerahan truk ke lokasi untuk menurunkan pasir pun terganggu. Warga Siring mendesak uang ganti rugi segera dicairkan.
Dari Jakarta diperoleh informasi, Departemen Perhubungan (Dephub) memastikan dana relokasi jalur rel KA di Porong berasal dari APBN tidak ada alokasi dana untuk itu, termasuk dalam APBN perubahan. "Tidak ada alokasinya kalau tahun ini, termasuk APBN Perubahan," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa.
Hatta menjelaskan, fokus kegiatan untuk relokasi KA Porong yang terancam tenggelam akibat lumpur panas Lapindo itu, tahun ini adalah persiapan teknis yang antara lain berhubungan dengan pembebasan lahan dan sebagainya, "Jadi, cukuplah satu tahun ini, termasuk saya kira jalur ini masih bisa kuat dioperasikan," kata Hatta sembari menyebutkan, anggaran yang dipersiapkan sekitar Rp350 miliar hingga Rp400 miliar.
Sumber: Kedaulatan Rakyat, Senin Wage 2 April 2007.

Tugas 1.1

  1. Saksikan berita sore di televisi, simaklah berita tersebut!
  2. Tulislah berita tersebut pada selembar kertas!

Beri Penilaian

Rating : 3.2/5 (5 votes cast)


Peralatan pribadi