Penulisan Teks Pidato/Ceramah/Khotbah 9.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:

Kompetensi Dasar :

  1. Menulis teks pidato/ceramah/ khotbah dengan sistematika dan bahasa yang efektif

Pidato

Gambar:pidato.jpg

Pidato ialah penyajian penjelasan secara lisan di depan orang banyak.
Metode pidato

  1. Impromtu (serta-merta) adalah metode yang tidak mempunyai persiapan, pembicaraan serta merta bicara berdasarkan pengetahuannya.
  2. Menghafal adalah berpidato yang direncanakan dengan membuat naskah kemudian dihafalkan
  3. Membaca naskah adalah berpidato dengan membaca naskah yang sudah dibuat sebelumnya.
  4. Ekstemporan adalah metode tanpa persiapan naskah, melainkan dengan membuat catatan-catatan yang penting

Persiapan-persiapan untuk pidato

  • Meneliti masalah
  1. Menentukan tujuan
  2. Menganalisis pendengan dan situasi
  3. Memilih tema
  • Menyusun naskah
  1. Mengumpulkan bahan
  2. Membuat kerangka naskah
  3. Menguraikan secara mendetail
  • Melakukan latihan dengan suara nyaring

Ceramah

Ceramah ialah berbicara di depan umum dalam situasi tertentu untuk tujuan tertentu dan kepada pendengar tertentu. Dalam setiap ceramah pembicara harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi sehingga ceramah, dapat berjalan dengan lancer. Kegiatan ceramah harus memperhatikan hal-hal antara lain : suara, intonasi, gaya bahasa, sikap, gerak-gerik, mimic sehingga pendengar dapat tertarik dengan apa yang diungkapkan. Selanjutnya, dalam berceramah perlu memperhatikan hal-hal berikut :

  • Pembukaan

Hindarkan penampilan yang memperlihatkan kekurangsiapan. Hal ini akan mengurangi kepercayaan hadirin. Arahkan pandangan ke seluruh hadirin agar dapat mengenal pendengar semua. Mulailah berbicara dengan tenang dan ucapkan kata pembukaan

  • Penyampaian uraian

Uraian hendaknya disampaikan secara mantap, logis dan cermat. Kalimat tersusun baik, intonasi dan aksentuasi jelas.

  • Transisi

Dalam penyajian, pemindahan topik hendaknya dilakukan melalui perbuatan operasional dengan jeda, mengubah sikap taat akan membahas topik baru.

  • Menjawab pertanyaan

Saat menjawab hendaknya menjawab sebatas pertanyaan saja dan jangan mengungkapkan yang tidak ada hubungan dengan pertanyaan.

  • Menanggapi pendapat

Dalam menanggapi pendapat hendaknya memberikan tanggapan yang sewajarnya, baik yang menyatakan persetujuan atau penolakan.

  • Menyampaikan kesimpulan dan Penutup

Sampaikan kesimpulan pada akhir ceramah, bukan pada akhir pembahasan masalah! Dalam hal ini harus tercermin adanya gagasan yang memuat pada saat tanya jawab.

Pernahkah kamu mendengar ceramah atau pidato? Kalau kita sering ke pengajian, ke masjid, ke gereja, atau aktif di berbagai kegiatan pasti sering mendengarkan ceramah, khotbah, dan pidato. Di mimbar para pembicara sudah mahir berpidato. Tahukah kamu bahwa mereka dahulu juga belajar? Dalam tahap belajar, penceramah banyak yang membuat teks sebelum
berceramah atau berpidato. Dapatkah kamu membuat teks ceramah sendiri? Teks ceramah atau pidato terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup.
Pembukaan berisi ucapan terima kasih atau puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Isi ceramah berisi hal-hal penting yang ingin disampaikan. Penutup ceramah berisi kesimpulan dan kata penutup ceramah.
Dari teks pidato/ceramah “Persiapan Lomba Mencari Jejak” dapat dibagi menjadi tiga bagian.
1. Pembukaan berisi ucapan selamat dan syukur
Selamat sore Adik-adik!
Sebelumnya, marilah kita selalu mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya. Karena rahmat-Nya, sore hari ini kita masih dipertemukan. Setelah melewati satu hari perkemahan, bagaimana kondisi kalian? Sehat? Masih siap melanjutkan kemah?
2. Isi pidato ceramah berisi hal-hal yang disampaikan
Pada kesempatan ini, saya beritahukan bahwa besok pagi akan diadakan Lomba Mencari Jejak. Setiap regu harus mewakilkan lima anggota sebagai peserta lomba. Silakan kalian memilih wakil yang baik dan siap menjalankan tugas.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Kakak akan memberikan beberapa petunjuk kepada kalian.

1. Kalian harus percaya diri. Di dalam perkemahan kalian harus
    mempunyai rasa percaya diri. Namun, hal tersebut jangan sampai
    menimbulkan rasa sombong dan meremehkan lawan. Jangan pernah
    menganggap lawan kalian di bawah kemampuan kalian! Kalian juga
    tidak boleh minder atau rendah diri sebab kemampuan kalian juga
    belum tentu lebih rendah daripada lawan!
2. Siapkan mental, artinya dalam pertandingan kita harus dapat berpikir
    jernih, konsekuen, dan sportif. Jangan suka melakukan hal-hal yang
    kurang bermanfaat dan dapat merugikan tim! Jangan terlalu bernafsu!
    Jika nafsu telah menguasai kalian, pikiran kalian akan kotor dan kurang
    perhitungan sehingga dapat menyebabkan kekalahan.
3. Siapkan fisikkalian. Pada pertandingan nanti, diperlukan tenaga dan
    pikiran yang cukup banyak. Juara I, II, dan III akan menjadi wakil
    kabupaten untuk mengikuti jambore di tingkat provinsi. Oleh karena
    itu, jaga kesehatan! Jangan melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat
    dan melelahkan! Jangan tidur larut malam! Makanlah makanan yang
    bergizi dan banyak beristirahat!
4. Jaga kekompakan tim!
5. Pelajari teknik dan strategi yang telah kalian pelajari!
6. Gunakan waktu luang untuk belajar, baik secara individu maupun tim.
    Pada pertandingan yang akan datang, Kakak mengharapkan bukan
    hanya kemenangan, tetapi lebih dari itu. Kalian harus dapat
    menunjukkan kualitas dan penampilan yang baik. Kemenangan
    merupakan tujuan, tapi bukan hal utama dalam kegiatan ini. Kalah
    dan menang merupakan hal yang biasa. Jagalah nama baik sekolah
    kalian masing-masing!
7. Penutup, berisi kata-kata perpisahan
    Itulah sedikit yang Kakak sampaikan. Ada pertanyaan? Kalau tidak ada
    pertanyaan, pertemuan ini kita akhiri dan sampai jumpa besok pagi. Selamat
    sore!

Agar isi atau informasi dari ceramah yang kamu buat dapat dengan mudah diterima oleh pendengar (audiensi), ceramah harus dibuat secara sistematis dan dengan bahasa yang efektif.
Sistematika berarti disusun berdasarkan sistematika yang runtut. Menggunakan bahasa yang efektif berarti menggunakan bahasa yang mudah dimengerti pendengar, yaitu ringkas, tidak berbelit-belit, dan tidak terlalu panjang.


Beri Penilaian

Rating : 3.8/5 (128 votes cast)


Peralatan pribadi