Penulisan Rangkuman 8.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:

Kompetensi Dasar :

  1. Menulis rangkuman buku ilmu pe­ngetahuan po­puler

Menulis Ringkasan

Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli. Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat ringkasan adalah tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarangnya.Tujuan membuat ringkasan adalah untuk memahami dan mengetahui isi sebuah karangan atau buku. Latihan membuat ringkasan akan membimbing dan menuntun kamu agar dapat membaca karangan asli dengan cermat dan bagaimana harus menuliskannya kembali dengan tepat.
Beberapa pegangan yang diptrgunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur adalah sebagai berikut.
  • Membaca Naskah Asli

Penulis ringkasan harus membaca naskah asli secara keseluruhan untuk mengetahui kesan umum dan maksud pengarang.

  • Mencatat Gagasan Utama

Semua gagasan utama atau gagasan penting dicatat atau ditandai.

  • Menuliskan Kembali

Penulis menyusun kembali suatu karangan singkat berdasarkan gagasan utama yang telah dicatat.

Berikut contoh ringkasan dari satu halaman bacaan.

Banyak masalah berat yang dihadapi pada awal Repelita I: masalah kurikulum, ketidakseimbangan tingkat dan jenis pendidikan, penampungan murid, dan masalah putus sekolah. Selain itu, kita pun menghadapi kendala lain, yakni kekurangan tenaga pendidik, kurangnya mutu keahlian dnn fasilitas, dan kurangnya kerjasama dan tiadanya sistem informasi.

Kamu dapat berlatih dengan membuat ringkasan dari teks berikut.
Kerawanan Sekolah
Sekolah sebagai tempat pendidikan dan pengajaran bagi para siswa tidak lepas dari berbagai bentuk kerawanan. Bahkan, terkadang kerawanan itu begitu mudah masuk sejalan dengan perkembangan usia para siswa yang juga mulai rawan, terutama usia ABG (anak baru gede). Apalagi jika kontrol dari sekolah tidak ketat dan waspada. Kita sendiri sangat menyesalkan dengan munculnya perilaku negatif pelajar yang biasanya ditunjukkan dalam bentuk perkelahian antarpelajar, penggunaan obat-obat terlarang, serta mulai mencoba-coba pergaulan seks bebas. Jelas, ini jadi tantangan bagi pihak sekolah. walau bagaimana pun, sekolah harus ikut bertanggung jawab menjaga moral para pelajar. Harus diakui, akhir-akhir ini tingkat kualitas penyimpangan yang dilakukan oleh para pelajar semakin meningkat. Berbagai pengaruh budaya barat yang sering kali dipertontonkan secara vulgar di televisi ataupun media intenet turut berperan mempercepat dan meningkatkan kualitas negatif perilaku pelajar. Jika kita hitung, berapa kasus yang muncul setiap hari akibat perilaku pelajar yang tidak terpuji, dan itu yang terjadi di lingkungan sekolah. Beberapa gejala kerawanan yang sering tampak di lingkungan sekolah, di antaranya membolos, merusak sarana sekolah, menentang terhadap guru, perkelahian, bahkan terjadi pelecehan dan penganiayaan. Masalah kerawanan sekolah ini menjadi persoalan serius. Penanggulangannya tentu tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak sekolah. Unsur-unsur di luar sekolah pun harusnya turut berperan, terutama unsur keluarga. Menurut beberapa pakar, ada beberapa jenis penyimpangan yang dapat dikategorikan sebagai kerawanan sekolah. Di antaranya sebagai berikut:

Pertama, perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum atau perbuatan antisosial, seperti berada di tempat-tempat hiburan atau pusat perbelanjaan saat jam belajar dan perilaku buruk yang dilakukan secara kolektif. Biasanya pelajar usia remaja mulai membentuk kelompok-kelompok ("gank") sebagai bentuk pencarian identitas dan menunjukkan eksistensinya di lingkungan masyarakat.

Kedua,perbuatan-perbuatan yang melanggar hak-hak orang lain yang bersifat kebendaan, seperti mengambil barang milik sekolah, teman sekolah, atau pun milik umum; dan melakukan pemerasan di lingkungan sekolah dan luar sekolah. Pemerasan adalah segala tindakan yang bertujuan untuk menguntungkan diri sendiri dengan melakukan penekanan terhadap orang lain. Biasanya pemerasan terjadi oleh pelajar yang merasa diri lebih "kuat" terhadap pihak yang lebih "lemah".

Ketiga, perbuatan-perbuatan dengan pelanggaran hukum berat, seperti kasus pembunuhan
oleh pelajar. Hal ini sudah banyak terjadi ketika para pelajar terlibat pengeroyokan atau perkelahian antarpelajar. Untuk kasus ini, jelas sekolah harus melibatkan pihak kepolisian
untuk memberikan efek jera. Berbagai kemungkinan kerawanan sekolah tersebut harus selalu diwaspadai. Banyaknya jumlah siswa di satu sekolah menunjukkan banyaknya pula karakter yang harus dipahami. Belum lagi latar belakang mereka berbedabeda. Tidak semua siswa berlatar belakang dari keluarga yang harmonis. Begitu juga tidak semua siswa berlatar belakang dari lingkungan masyarakat yang agamis. Adapun pihak sekolah dapat melakukan penanggulangan. Meski penanggulangannya tidak sesederhana yang dibayangkan, tetapi setidaknya kita mempunyai usaha dan terus memikirkan pemecahannya. Pertama, penanggulangan jangka pendek. Penanggulangan ini meliputi meningkatkan pengawasan terhadap tata teftib sekolah, meningkatkan fungsi dan peranan Bimbingan dan Penyuluhan (BP), menjalin hubuhgan dan kerja sama antarsekolah dengan pihak orangtua dan masyarakat, tidak menerima sembarang tamu yang ada hubungannya dengan siswa, berhati-hati dalam menerima siswa pindahan, melakukan pendekatan secara individual, baik oleh guru BP maupun guru bidang studi, melakukan operasi mendadak terhadap kelas-kelas secara terprogram, dan memberikan sanksi yang tegas dan jelas terhadap segala pelanggaran dan pelaku kerawanan. Kedua, penanggulangan jangka menengah. Penanggulangan ini meliputi meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah, menyelenggarakan ceramah-ceramah agama secara rutin, mewajibkan siswa untuk mengikuti acara pengajian-pengajian atau kegiatan positif lain di daerahnya. Ketiga, penanggulangan jangka panjang. Penanggulangan ini meliputi mengimbau kepada pemerintah melalui Depdiknas untuk menertibkan lokasi sekolah-sekolah secara terprogram menghimbau kepada pemerintah supaya menambah sarana untuk penyaluran bakat dan minat para pelajar, mengimbau supaya setiap sekolah mempunyai dokter jaga untuk memeriksa siswa yang sakit atau sering sakit di sekolah (meminta obat pusing), mengimbau agar pemerintah bersedia membatasi tayangan-tayangan televisi yang berbau pornografi, pornoaksi, dan tindak kekerasan, serta mengimbau kepada para orang tua untuk lebih intensif memerhatikan putra-putrinya yang sedang beranjak dewasa.
Karya Ismail Kusmayadi, S.Pd.

Buku pengetahuan populer berisi tentang wawasan pengetahuan yang harus diketahui oleh masyarakat umum. Jadi, apabila membutuhkan informasi pengetahuan umum tentang hal tertentu, kamu bisa membaca buku pengetahuan populer yang bidangnya sesuai. Agar lebih mudah memahami isi bacaan dari buku pengetahuan populer, alangkah baik jika kamu menulis rangkuman setelah membaca buku tersebut. Dalam menulis rangkuman isi buku, hal yang harus kamu perhatikan ialah butir-butir pokok yang berisi pengetahuan yang kamu butuhkan.

Berikut contoh rangkuman isi buku pengetahuan populer tentang Asal- Usul Kehidupan di Bumi.

                                                        ASAL-USUL KEHIDUPAN DI BUMI

Untuk itu berikut ini berbagai pendapat dikemukakan yang berupa hipotesis atau teori:
(1) Generatio spontanea
Enam abad sebelum masehi para ahli filsafat Ionia (Orang Yunani) berpendapat bahwa organisme hidup berasal dari lendir laut. Penduduk Ionia percaya bahwa segala yang ada di alam semesta ini hidup pada lendir laut sebagai tempat permulaan itu hanya kebetulan laut merupakan tempat yang serasi bagi benih-benih kehidupan (yang menurut gambaran mereka beterbangan di udara seperti debu) untuk memapankan diri dan mulai membentuk organisme yang dapat hidup dan kasat mata. Beberapa abad kemudian Aristoteles mengikuti jejak penduduk Ionia. Ia berpendapat bahwa binatang muncul tidak dari binatang lain saja, tetapi dari benda mati melalui campur tangan “nyawa” yang merupakan milik empat unsur, yaitu udara, air, api, dan tanah. Pada hakikatnya Aristoteles mengatakan bahwa kehidupan dapat timbul dari lendir atau sembarang bahan yang kelihatannya mati, kalau bahan tersebut dijiwai oleh unsur di atas akan menjadi hidup. Aristoteles menerangkan terbentuknya kunang-kunang dari embun pagi dan lahirnya tikus dari tanah basah. Hal ini merupakan aliran yang omong kosong, tetapi dapat bertahan sampai 2000 tahun. Tokoh-tokoh gereja umumnya menerima pandangan Aristoteles dengan menambah unsur campur tangan Tuhan. Paham itu disebut generatio spontanea, yaitu makhluk hidup yang terbentuk secara spontan atau dengan sendirinya. hal itu sering disebut juga dengan abiogenesis, yaitu makhluk hidup yang terbentuk dari bukan makhluk hidup.
Contoh lain : Ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai tikus.
                     Cacing timbul dengan sendirinya dari dalam lumpur.
(2) Omne vivum ex ovo
Paham abiogenesis ditentang oleh seorang biolog bangsa Italia yang bernama Francesco Redi (1626-1697). Dia membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat yang terletak pada bangkai tikus tersebut.
Dari berbagai percobaannya yang serupa, ia menyimpulkan bahwa asal mula kehidupan adalah telur omne vivum ex ovo.
(3) Omne ovum ex vivo
Lazzaro Spallanzani (1729 – 1799) juga ahli dari Italia melalui percobaannya terhadap kaldu membuktikan bahwa jasad renik (mikroorganisme) yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu. Apabila kaldu ditutup rapat setelah mendidih, akan terjadi pembusukan. Ia menyimpulkan bahwa adanya telur harus ada jasad hidup terlebih dahulu, maka muncul teori omne ovum ex vivo atau telur berasal dari makhluk hidup.
(4) Omne vivum ex vivo
Louis Pateur (1822-1895), sarjana kimia Perancis, melanjutkan percobaan Spallanzani dengan percobaan berbagai mikroorganisme. Akhirnya, dia dapat menunjukkan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya agar tumbuh kehidupan baru. Teori ini disebut omne vivum ex vivo yang disebut juga teori biogenesis dengan konsep dasar bahwa kehidupan itu berasal dari kehidupan juga. Dengan teori itu, teori agiogenesis ditinggalkan orang. Sebenarnya, teori ini belum menunjukkan asal mula kehidupan, tetapi merupakan perkembangan.
(5) Cosmozoa
Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa makhluk hidup di bumi ini asal-usulnya dari luar bumi, mungkin dari planet lain. Benda hidup yang datang ini mungkin berbentuk spora yang aktif jatuh ke bumi, lalu berkembang biak, Hal itu disebut teori cosmozoa. Pendapat itu terlalu lemah karena tidak didukung fakta. Dengan demikian, asal mula kehidupan mulai berkembang menjadi masalah yang belum terungkap, tetapi hampir semua ahli berpendapat bahwa asal mula kehidupan itu timbul di bumi kita ini bukan dari angkasa luar.
(6) Teori Urey
Harold Urey (1893), seorang ahli kimia Amerika Serikat, mengemukakan bahwa atmosfir bumi pada mulanya kaya akan gas metana (CH4), amoniak (NH3), hidrogen (H2) dan Air (H2O). Zat itu merupakan unsur penting yangterdapat dalam tubuh makhluk hidup. Karena diduga ada energi dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmos, unsur itu mengadakan reaksi kimia membentuk zat hidup. Zat hidup itu mula-mula terbentuknya kira-kira sama dengan virus yang kita kenal sekarang. Zat itu berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis organisme.
(7) Teori Opatin – Haldane
A.I. Oparin adalah ahli biologi berkebangsaan Rusia. Pada tahun 1924 ia mempublikasikan pendapatnya tentang asal mula kehidupan. Dia menyatakan bahwa makhluk hidup terjadi dari senyawa kimia, dan pada waktu itu di
atmosfer belum ada oksigen bebas. Pendapat Oparin mendapat dukungan dari J.B.S. Haldane ahli biologi berkebangsaan Inggris. Pada tahun 1936 Opari berpendapat bahwa makhluk hidup terjadi dari hasil reaksi kimia antara molekul-molekul di dalam lautan yag panas. Lautan yang terbentuk pada mulanya bersuhu tinggi sehingga energinya dapat digunakan untuk berlangsungnya reaksi kimia. Hasil reaksi kimia membentuk semacam uap yang terdiri atas bahan organik, yaitu sebagai bahan pembentuk sel. Pendapat Oparin, Haldane dan Harold Urey, dapat dipandang sebagai hipotesis yang menyatakan adanya evolusi kimia yang mengarah pada terbentuknya makhluk hidup.
Pada tahun 1953 hipotesis tentang evolusi kimia tersebut mendapat dukungan oleh Stanley Miller, seorang mahasiswa Amerika di bawah bimbingan Harold Urey, dia membuat percobaan dengan menyalakan bunga api listrik di dalam tabung yang berisi amonia, metana, air, dan hidrogen. Kemudian, bahan di dalam tabung tersebut dianalisis dan diperoleh senyawa asam amino yang diduga merupakan bahan dasar kehidupan.

Beri Penilaian

Rating : 4.4/5 (86 votes cast)


Peralatan pribadi