Penulisan Hal-Hal Penting/Isi Wawancara 7.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:

Kompetensi Dasar :

  1. Menuliskan dengan sing­kat hal-hal pen­ting yang dikemukakan narasumber dalam wa­wan­cara.

Berwawancara dengan Narasumber

Wawancara atau interview adalah suatu cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan atau narasumber. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan biasanya disiapkan terlebih dahulu yang diarahkan pada perolehan informasi yang diinginkan. Pada pelaksanaannya, pewawancara dapat mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. Jika ada informasi yang menarik dan perlu diketahui lebih lanjut, pewawancara dapat mengajukan pertanyaan baru di luar konsep pertanyaan yang telah disediakan.

Kelebihan dan Kelemahan Kegiatan Wawancara

  • Kelebihan Wawancara:

Hasil wawancara secara kualitas dapat dipertanggungj awabkan

  1. Mempunyai nilai Yang tinggi
  2. Semua kesalahpahaman dapat dihindari
  3. Pertanyaan yang telah disiapkan dapat dijawab oleh narasumber dengan penjelasanpenjelasan tambahan
  4. Setiap pertanyaan dapat dikembangkan lebih lanjut
  5. Informasi yang diperoleh langsung dari sumber pertama
  • Kelemahan Wawancara
  1. Data atau informasi yang dikumpulkan sangat terbatas
  2. Memakan waktu dan biaya yang besar jika, dilakukan dalam suatu wilayah yang luas

Tahapan dalam Wawancara
Beberapa tahap dalam wawancara, yakni sebagai berikut.

  • Tahap Pendahuluan atau Pembukaan

Tahap ini merupakan tahap awal untuk memberi kesan yang menyenangkan dan untuk menciptakan suasana yang nyaman sehingga kegiatan wawancara berjalan dengan baik.

  • Tahap Kegiatan Tanya Jawab

Tahap ini merupakan tahap selanjutnya setelah suasana untuk wawancara telah memungkinkan.

  • Tahap Penutup

Tahap ini merupakan tahap penyimpulan terhadap masalah yang menjadi pokok perbincangan.

Kita dapat mendengarkan dan memahami informasi yang diberikan oleh narasumber pada tahap tanya jawab. Berdasarkan tanya jawab tersebut, kita pun dapat menyimpulkan hasilnya. Adapun bentuk pertanyaan yang dapat disampaikan, di antaranya:

  • Pertanyaan terbuka, yakni pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas.

Contoh:
Menurut pendapat Bapak, bagaimana kegiatan kesenian yang diadakan ini!

  • Pertanyaan langsung, yakni pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat, dan kadang-kadang dapat dijawab dengan "ya" atau "tidak".

Contoh:
Apakah Bapak pernah mengikuti festival kesenian seperti ini?.

  • Pertanyaan tertutup, yakni pertanyaan yang membatasi ruang gerak narasumber, bahkan kemungkinan jawabannya telah tersedia.

Contoh:
Setelnh Bapak sukses menjadi seniman besar, apakah Bapak bersedia membina generasi muda di sini atau terus saja berkarya tanpa ada keinginan untuk membina?

  • Pertanyaan terpimpin, yakni pertanyaan yang sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana narasumber setuju dengan pendapat pewawancara.
Contoh :
Saya melihat di daerah ini banyak sekali potensi kesenian. Apa langkah-langkah yang akan Bapak lakukan untuk mengembangkan potensi tersebut?


Pernahkah kamu melakukan wawancara? Mungkin di antara kamu baru beberapa saja yang pernah melakukannya. Meskipun demikian, kamu tentu pernah bahkan sering menyimak wawancara baik di televisi maupun radio. Pada waktu menyimak wawancara, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu

  1. mendengarkan dengan cermat uraian yang disampaikan narasumber,
  2. mencatat hal-hal penting yang disampaikan narasumber,
  3. menuliskan informasi yang diperoleh dari narasumber dalam bentuk kalimat singkat.

Simaklah wawancara bersama Sherina Munaf berikut yang akan dibacakan gurumu!

Kamu dikenal sebagai artis cilik yang sekarang sudah berubah menjadi feminim. Bagaimana menanggapi hal tersebut?

Ini adalah image-ku sekarang. Di umurku yang sudah 17 tahun ini, pastinya aku akan lebih dewasa dan lebih siap dibanding aku di tahun 2003 dulu.

Adakah ganjalan dalam diri dengan image tersebut?

Aku merasa senang dan sangat menghargai orang-orang yang dulu aku kenal sejak kecil dan sampai saat ini masih banyak yang mengingatku sebagai Sherina kecil. Tapi justru itu yang aku pingin hindari dan akhirnya memunculkan image aku yang dewasa.

Apa yang ingin kamu sampaikan dalam album ini?

Aku bukan anak kecil lagi! Kan kesel juga kalau dianggap anak bawang mulu, he he tapi kalau ternyata ada orang yang kurang sreg dengan image baruku, ya sudahlah. Aku kan nggak punya hak untuk mengatur pikiran orang, yang pasti, lewat albumku yang baru ini, aku bakal ngebuktiin kalau aku beda dengan Sherina dulu. Tapi masih ada yang tidak berubah dari diriku, kok. Aku masih keras kepala dan idealis.

Apa ini berarti kamu ingin membuktikan kedewasaanmu?

Yup…selain itu, aku juga berharap bahwa aku nggak cuma dipandang sebagai penyanyi, tapi juga seorang musisi yang terlibat penuh dalam pembuatan album baru, aku pengen banget bisa jadi musisi untuk film-film. Itu lho, kayak John Williams yang pernah bikin score untuk banyak film, termasuk Star Wars.

Kabarnya kamu juga membuat lirik dalam album ini?

Semua ide itu berasal dari diriku sendiri. Dari pengalaman yang aku alami. Kalo lagi bete, aku biasanya mengetik lirik di komputer. Kalau sudah jadi, langsung direkam pake program komputer. Tapi curhatku nggak cuma selalu bentuk lagu kok. Aku juga sering mengekspresikan perasaanku lewat gambar, puisi, atau dibawa melamun, he..he.

O, ya denger-denger kamu akan membuat pameran lukisan juga ya?

Haha.. niat sih. Dari dulu aku suka banget segala hal yang berbau Jepang. Makanya aku pengen banget bikin komik sendiri. Tapi ntar dulu deh.

Apa kesibukan kamu selain nyanyi?

Selain persiapan kuliah, ikut les bahasa Spanyol, Jepang, balet, dan tari Jaz. Satu lagi, sibuk promo album baru.
Gaul, 23 Juli 2007 (dengan pengubahan)


Beri Penilaian

Rating : 4.1/5 (43 votes cast)


Peralatan pribadi