Penjelasan Tema dan Latar Novel 8.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:

Kompetensi Dasar :

  1. Menjelas­kan tema dan latar novel remaja (asli atau terje­mah­an) yang dibacakan.

Tema dan latar merupakan unsur intrinsik yang membangun sebuah novel. Tema merupakan gambaran umum cerita novel. Tema novel bisanya bersumber dari konflik kehidupan manusia seharí-hari, antara lain kisah cinta, kepahlawanan, peperangan, dan persahabatan. Latar atau setting terbagi atas tiga bagian, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Latar tempat menjelaskan tempat terjadinya peristiwa dalam novel, latar waktu mendeskripsikan kapan peristiwa terjadi, dan latar suasana menjelaskan suasana yang melatarbelakangi peristiwa.

Dengarkan pembacaan kutipan novel terjemahan berikut!
Seminggu kemudian, Kalli melangkah turun dari pesawat di San Fransisco tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Pagi itu ia sudah menelepon kantor Mr. Varos untuk memberitahu jadwal keberangkatannya, tetapi ia tidak bisa melewati resepsionis wanita yang meyakinkannya dengan suara serak bahwa pesannya akan disampaikan ke departemen yang tepat. Jadi, Kalli tak punya pilihan lain selain meninggalkan jadwal keberangkatannya pada seseorang yang tak dikenalnya di telepon.
Ia masih ragu-ragu menerima pekerjaan ini dan tak bisa mengusir perasaan itu. Apa ia akan dibiarkan terdampar di bandara seperti korban lelucon yang konyol? Ia tak bisa membayangkan Mr. Varos atau siapa pun, benar-benar begitu murah hati ketika menawarkan pekerjaan ini. Kalli keluar dari lorong panjang sambil sesekali menghindari para penumpang lain yang mendadak berhenti untuk memeluk teman atau kekasih. Beberapa penumpang lain yang bersinggungan dengannya sibuk dengan telepon genggam menempel di telinga seraya bergegas melewati koridor yang luas menuju tempat pengambilan bagasi, taksi, dan rapat bisnis.
Tempat ini begitu hidup, disibukkan beragam aktivitas dan ramai dengan suasana obrolan. Bagaimana ia bisa menemukan “orang” yang tepat, yang sudah diperintahkan untuk menemuinya? Itu pun kalau memang ada yang akan menemuinya dan tawaran pekerjaan ini bukan sekadar tipu daya yang kejam. Kalli menemukan tempat untuk berhenti sejenak di sebelah pilar, tempat ia bisa terhindar dari hiruk-pikuk manusia dan klakson kereta barang. Perutnya mulas karena cemas saat memandang kekacauan yang teratur di sekelilingnya. Ia bertanya-tanya bagaimana orang itu akan menemukan dirinya. Apakah orang itu sudah melihat foto yang ia kirimkan ke Mr. Varos sebelum pernikahan mereka disepakati? Apakah orang
itu akan muncul? Pikiran bahwa ia menempuh jarak begitu jauh hanya untuk dibiarkan berdiri di bandara seperti pohon palem dalam pot membuat Kalli bergidik.
“Bagaimana aku bisa ada di sini dan kenapa aku di sini sih?” ia bergumam. Diturunkannya tas dari punggungnya dan diletakkannya di lantai. Untuk yang keseribu kalinya ia teringat siatuasi aneh yang ia alami. Pertama ia menelepon Mr. Varos.
Kemudian, Mr. Varos menelepon dan menawarkan kesempatan untuk memugar rumahnya. Ketika pria itu meletakkan telepon, Kalli belum benar-benar mengatakan dirinya akan datang. Kalli terus merasa terombang-ambing sepanjang minggu itu. Pada awalnya ia berpikir tak bisa menyetujui tawaran itu, tetapi kemudian ia memutuskan tak bisa menolak.
Ia bahkan mencari foto-foto lama rumah Varos saat rumah itu berada pada masa jayanya dan masih bernama The Gradingstone House. Rumah itu benar-benar indah. Ia tahu jika ia melihat sendiri rumah itu, napasnya akan tertahan. Kalau ia memutuskan untuk kembali ke San Fransisco. Kalau? Mendapat kesempatan ini ibarat terpilih mengikuti Olimpiade. Bukan
tawaran yang mudah ditolak-karena kesempatan seperti inilah yang ia nantikan selama hidupnya.
Di samping itu, ia berutang pada Mr. Varos. Ia tahu ia bisa melakukan pekerjaan itu dengan baik. Ia bisa melakukan pekerjaan ini dengan sempurna. Ia akan melakukannya karena semua miliknya dipertaruhkan di sini. Ia telah melanggar janji dan harus menebusnya. Hal itu jauh lebih penting daripada apa pun manfaat pekerjaan ini untuk kariernya.
Kalli merasakan gelombang kegelisahan melandanya lagi. Ia merapikan jas linennya yang berwarna biru gelap. Sepatu tumit tingginya agak menyakitkan, tetapi itu hanya harga kecil yang harus dibayarnya. Ia memilih pakaian dengan cermat agar
menampilkan kesan baik. Meskipun ia takkan bertemu secara langsung, Mr. Varos pasti akan mendengar mengenai proyek ini. Ia tak ingin satu pun kata negatif sampai ke telinga Mr. Varos, baik tentang pekerjaannya maupun tentang dirinya. Ia akan
menjadi orang yang profesional dari atas kepala sampai ke ujung kakinya yang sakit. Takkan ada sikap ragu-ragu lagi kali ini. Takkan ada yang salah. Ia akan membuktikan kepercayaan Mr. Varos kepadanya tidak salah tempat.
Ia bertumpu bergantian pada kakinya yang dibalut sepatu kerja mencoba meringankan rasa sakit pada ujung kakinya. Dengan bersemangat, dipandanginya orang-orang yang lalu lalang sambil tersenyum penuh harap dan siap. Ia hampir memohon, “Kuharap Andalah staf Mr. Varos.”
Setelah 45 menit, kakinya terasa benar-benar sakit dan otot wajahnya kaku karena terus tersenyum. Ia berada di sudut ruangan bandara. Semua orang yang seperjalanan dengannya sudah pergi, bahkan orang-orang yang terlambat dijemput pun sudah pergi.
Beberapa orang berjalan dengan santai menuju pintu keluar dan beberapa orang yang akan naik penerbangan berikut sudah datang dan berlalu lalang sambil menunggu pesawat yang berangkat setengah jam lagi. Meski sekelilingnya ramai, Kalli merasa sangat kesepian saat mondar-mandir di dekat pilar yang mulai dibencinya. Anda dari tadi duduk. Duduk maupun berdiri dengan sepatu yang menyiksa itu toh sama saja, ia tetap sulit terlihat.
Kalli tak ingin tawaran itu hanya lelucon bahwa Mr. Varos tak pernah berniat untuk memberinya pekerjaan itu. Ia ingin percaya pasti ada penjelasan yang masuk akal, dan kalau ia cukup sabar seseorang akan datang menjemputnya. Barangkali orang itu terjebak macet.
Sumber: Cinta dan Dendam karya Renee Roszel, Gramedia, 2006: 27 – 30


Beri Penilaian

Rating : 4.2/5 (27 votes cast)


Peralatan pribadi