Pengidentifikasian Unsur Intrinsik Teks Drama 8.1

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:

Kompetensi Dasar :

  1. Mengiden­tifikasi unsur intrinsik teks drama

Naskah drama adalah jenis karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog antartokoh dalam cerita drama. Dalam membaca dan memahami naskah drama, kalian harus mengetahui unsur yang membangun naskah drama. Unsur dalam yang membangun naskah drama disebut unsur intrinsik.

Unsur intrinsik naskah drama, antara lain adalah.

  1. tema, yaitu ide/gagasan utama cerita drama,
  2. tokoh, yaitu pelaku dalam cerita drama,
  3. penokohan atau perwatakan, yaitu penggambaran keadaan batin dan fisik tokoh sehingga dapat membedakan tokoh satu dengan yang lain,
  4. latar, yaitu tempat dan waktu kejadian peristiwa drama,
  5. pesan, yaitu sesuatu/maksud yang ingin disampaikan pengarang,

Bacalah kutipan teks drama berikut ini.

Judul     : Zaman
Karya   : Sri Kuncoro

Tokoh-tokoh:
Ayah    : Kepala rumah tangga, umur 55 tahun, berwatak sabar dan penyayang.
Ibu       : Ibu rumah tangga, umur 50 tahun, berwatak mudah panik dan mudah tersinggung.
Anak 1 : Gadis, umur 22 tahun, cantik, energik, berjiwa pemberontak, dan idealis.
Anak 2 : Laki-laki, umur 19 tahun, tegap, kuat, dan egois.
Ibu       : Ayah, sepertinya hujan akan turun. Lihatlah mendung itu gelap sekali. Di mana anak-anak?
Ayah    : Tenanglah Bu. Mereka, ‘kan sudah dewasa.
Ibu       : Tapi, ‘kan tidak biasanya mereka pulang terlambat. Lagi pula mendung begini dahsyat.
Ayah    : Mereka toh bisa berlindung, jika nanti hujan turun dengan lebat.
Ibu       : Ah, Ayah selalu begitu!
Ayah    : Ah, Ibu juga selalu begitu!
              (Keduanya diam, lalu anak ke-2 memasuki pintu panggung)
Ibu       : Kenapa pulang terlambat, Man? Sudah makan siang, Nak?
Anak 2 : Sudah Bu. Tadi, ada demo yang menghambat lalu lintas.
Ayah    : Demo tentang apa dan oleh siapa?
Anak 2 : Tidak tahu, Ya. Saya tidak peduli demo macam apa dan oleh siapa.
               (Masuk ke kamar, ganti baju, dan keluar lagi).
Ibu       : Kau mau kemana lagi, Man?
Anak 2 : Voli, Bu. Ada latihan di stadion.
Ibu       : Mendung begitu gelap, kakakmu belum pulang. Carilah dulu!
Anak 2 : Saya sudah terlambat, Bu. Lagi pula Kakak pasti bisa menjaga diri.
Ibu       : Hujan akan segera turun. Nanti dia terjebak hujan. Jemputlah dulu!
Anak 2 : Bu, saya sudah berumur 19 tahun. Jadi, saya rasa, Kakak juga sudah bukan balita lagi.
Ayah    : Man, jangan kasar kepada ibumu!
              (Anak 1 mendadak nyelonong masuk dan menghempaskan tubuhnya ke sofa)
Anak 2 : Tuh, Bu, Putri Cinderela sudah kembali ke istana. Saya pergi dulu!
Anak 1 : Reseh, lu!

Ibu       : Dari mana kau, Martha?
Anak 1 : Biasalah, Bu, memperjuangkan keadilan.
Ayah    : Keadilan macam apa?
Anak 1 : Keadilan bagi rakyat jelata. Sekarang ini, ya, segala kepentingan umum sudah
              dimanipulasi oleh kepentingan golongan dan orang-orang tertentu. Tadi, ya, seandainya
              tidak ada bentrok dengan polisi, kami sudah bisa menembus gedung yang angkuh itu.
Ibu       : Kau berurusan dengan polisi?
Anak 1 : Demi keadilan, Bu.
Ibu       : Jangan macam-macam kamu, ya,!
Anak 1 : Ibu jangan khawatir. Jangan panik seperti itu!


Beri Penilaian

Rating : 4.0/5 (258 votes cast)


Peralatan pribadi