Pengantar Ilmu Ekonomi

Dari Crayonpedia

(Dialihkan dari Pengatar Ilmu Ekonomi)
Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

I. PENDAHULUAN


1. Definisi Ilmu Ekonomi
a. Menurut MEL VILYE J ULMER :
Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan manusia yang berhubungan dengan proses produksi, distribusi dan konsumsi.
b. Menurut OSCAR LANGEN :
Ilmu Ekonomi, yaitu mempelajari tata administrasi dari resources sedemikian rupa sehingga dapat digunakan bagi kehidupan manusia sebaik-baiknya.
c. Menurut ALBERT L MEYERS :
Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuas kebutuhan manusia.
d. Menurut PROF. DR. J.L. MEY JR. :
Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha manusia kearah kemakmuran.
e. Menurut LIONEL ROBBINS :
Ekonomi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya pemenuhan kebutuhan yang langka.
f. Menurut FRANK KNIFHT :
Studi mengenai ilmu ekonomi, yaitu studi mengenai cara bertindak ekonomis.
g. Menurut HENNIPMAN :
Bagian terbesar dari pada teori ekonomi, terutama teori nilai, bertugas untuk menganalisa manusia dan reaksinya dalam kehidupan ekonomi.
h. Menurut DR. SOELISTIJO, MBA :
Ilmu Ekonomi, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana orang dan masyarakat menentukan pilihan mengenai penggunaan sumber daya yang langka dan mempunyai kemungkinan penggunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk konsumsi berbagai-bagai orang dan kelompok orang yang terdapat dalam masyarakat, baik kini maupun masa datang dan dengan menggunakan uang ataupun tidak.

2. Sejarah Timbulnya Kegiatan Ekonomi
a. Dalam masyarakat primitif :
Setiap keluarga menghasilkan makanan, membuat pakaian sendiri dan memenuhi segala kebutuhannya serba dengan upaya sendiri ( Masyarakat subsisten ) hanya ada 2 kegiatan ekonomi pokok, yaitu : berproduksi dan berkonsumsi sendiri.
b. Dalam masyarakat maju :
Timbul kebutuhan-kebutuhan diluar kemampuan keluarga sendiri untuk menghasilkannya, dan bersamaan dengan itu timbul kelebihan-kelebihan produksi dari beberapa barang yang bisa dihasilkan oleh suatu keluarga. Kemudian timbul pertukaran, mula-mula antar keluarga di suatu desa, kemudian meluas menjadi antar desa, antar kota dan desa hingga antar negara.
c. Dari kaca mata ahli ekonomi ada 3 kegiatan pokok dalam perekonomian :
Kegiatan produksi
Kegiatan konsumsi
Kegiatan pertukaran ( distribusi ).

3. Sebab Timbulnya Kegiatan Ekonomi
a. Faktor penggerak : adanya kebutuhan manusia (sebagai. tujuan dan motivasi dalam kegiatan ekonomi)
Kebutuhan biologis untuk hidup (makan, Minum, dan sebagainya)
Kebutuhan yang timbul dari peradaban dan kebudayaan manusia itu sendiri (rumah baik, pendidikan dsb.)
Lain-lain kebutuhan.
b. Faktor penunjang : Sumber-sumber ekonomi (langsung/diolah dahulu).
Sumber-sumber alam (tanah, air, tambang, udara dan lain-lain).
Sumber manusia dan tenaga manusia (fisik, mental, ketrampilan dan keahlian).
Sumber buatan manusia (mesin, gedung, jalan dan sebagainya) = barang modal/kapital.
c. Tehnologi : cara-cara dan pengetahuan untuk mengolah dan mengkombinasikan sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa yang bisa digunakan untuk pemuas kebutuhan (teknis, kemampuan berorganisasi dan management).

4. Sejarah Ilmu Ekonomi
a. Tahapan Fisiokrat
350 SM : Aristoteles telah mempelajari ekonomi pada tingkat mendasar dan bersifat filosofis.
1270 : Thomas Aquinos mengembangkan penelaahan ekonomi tersebut dengan sumber injil.
1758 : Fransois Quesnay mengembangkan lagi tapi masih belum membentuk disiplin ekonomi tersendiri.
b. Tahapan Ekonomi Klasik
1776 : Adam Smith menjadikan penelaahan ekonomi menjadi disiplin baru disebut Ilmu Ekonomi.
Oleh karena itu Adam Smith dijuluki Bapak Ilmu Ekonomi dan tahun 1776 dianggap sebagai tahun kelahiran ilmu ekonomi.
Tahapan ekonomi klasik ini dikembangkan lagi oleh : Thomas Malthus, David Richardo, dan John Stuart Miil.
c. Mazab Austria : 1890-an
Dari mazab ini kemudian diteruskan oleh : Leon Walras, Alfred Marshal dll.
Tahapan klasik dan Austria ini menelorkan teori Ekonomi Mikro.
d. Perkembangan lain dari ilmu ekonomi Adam Smith :
- Karl Marx : dianut negara sosialis-komunis
- Ekonomi Liberal : dianut golongan radikal atau "New Left"
e. Zaman depresi ekonomi tahun 1930-an
Melahirkan ahli ekonomi baru : John Maynard Keynes yang menjadikan timbulnya teori Ekonomi Makro.
f. Perkembangan baru
Perkembangan ini dikarenakan adanya masalah ekonomi yang tidak dapat dipecahkan oleh Keynes maupun Klasik, misal stagflasi, ketidak pastian masa depan, dinamika ekonomi dsb. Yang termasuk dalam perkembangan ini : kelompok "Post-Keynesian Economists", kelompok "Monetarists", kelompok "Rational Ecpectations" dsb. serta yang menyangkut kebijaksanaan ekonomi seperti kelompok "Supply Side Economists".

5. Yang Dipelajari dalam Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi mempelajari perilaku ekonomi individu dan masyarakat untuk memperoleh jawaban-jawaban bagi masalah yang menyangkut hubungan antara kebutuhan manusia dan alat pemuasnya. Perilaku ekonomi:perilaku yang timbul sebagai tanggapan terhadap dorongan keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, khususnya kebutuhan yang bersifat kebendaan. Kebutuhan manusia itu sifatnya tidak terbatas sedang benda yang ada bersifat terbatas.
Kebutuhan manusia dibagi menjadi :
a. kebutuhan pokok : untuk makan, minum dan papan.
b. Kebutuhan bukan pokok yang mendukung kesejahtaraan hidup manusia : mobil, televisi, almari es dsb.
c. Kebutuhan lain yang tidak berupa barang tetapi jasa.

6. Tujuan Mempelajari Ilmu Ekonomi
a. Untuk memperoleh pengetahuan guna mengerti dunia ekonomi dimana kita sedang hidup.
b. Untuk menyelidiki keadaan sekitar kita yakni kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi kita.

7. Tugas Ilmu Ekonomi
a. Mengkoreksi, menguraikan, menganalisa dan menerangkan fluktuasi-fluktuasi yang terjadi pada pendapatan nasional.
b. Kita harus mempelajari prinsip-prinsip ekonomi yang dapat menerangkan kepada kita bagaimana produktivitas dapat dipertahankan pada tingkat tinggi dan bagaimana cara standard kehidupan manusia dapat dipertinggi.
c. Mengikis pandangan-pandangan kuno dalam ilmu ekonomi.

8. Pembagian Ilmu Ekonomi
a. Ekonomi Diskriptif :
Ilmu pengetahuan yang mencari/mengumpulkan/menggali data/fakta tentang gejala-gejala ekonomi kemudian dPengantar Ilmu Ekonomiakan suatu analisa dan akhirnya diambil suatu kesimpulan.
b. Ekonomi Theory :
Yaitu teori ekonomi yang dihasilkan dari ekonomi diskriptif.
Ekonomi theory Mikro :
Ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala ekonomi yang timbul dalam masyarakat dan negara ditinjau secara sempit :
Contoh : Permintaan
penawaran
Laba penghasilan, dll.
Ekonomi Theory Makro :
Ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala ekonomi yang timbul di masyarakat atau negara ditinjau secara keseluruhan (agregat)
Contoh : Pendapatan nasional
konsumsi nasional dsb.
c. Ekonomi Terapan :
Ilmu ekonomi diskriptif maupun theori dalam penerapannya atau penerapan yang diskriptif dan teori.
Contoh : - kebijaksanaan moneter
- kebijaksanaan devaluasi dsb.

9. Persoalan Dasar Setiap Perekonomian
a. Barang apa (What) yang akan dihasilkan dan berapa banyaknya. Berapa banyak berarti banyak diantara kemungkinan-kemungkinan barang-barang dan jasa-jasa yang ada akan dihasilkan (masalah penyaluran sumber-sumber ekonomi).
b. Bagaimana (How) barang-barang dihasilkan
Hal ini berarti oleh siapa, dengan sumber ekonomi apa dan dengan tingkat tehnologi bagaimana barang-barang itu dihasilkan (masalah tehnis berproduksi atau masalah pilihan tehnik tehnologi).
c. Untuk siapa (for Whom) barang-barang itu dihasilkan. Hal ini berarti siapa saja yang akan menikmati dan memperoleh keuntungan dari barang-barang dan jasa-jasa yang telah dihasilkan tersebut atau bagaimana jumlah produksi nasional didistribusikan diantara individu-individu dan keluarga-keluarga yang beraneka ragam.

10. Cara Mengatasi Masalah Perekonomian
Untuk mengatasi masalah-masalah pokok perekonomian setiap negara mempunyai cara sendiri-sendiri sesuai dengan sistem yang digunakannya. Sistem ekonomi yang dianut setiap negara pada dasarnya berkisar dua ekstrim bentuk perekonomian bebas dan bentuk perekonomian terpimpin dan bentuk-bentuk diantaranya.
Macam sistem perekonomian al :
a. Fasisme :
Pada negara fasis, Pemerintah sentral diberi kekuasaan besar untuk mengatur setiap segi kehidupan ekonomi.
Contoh : Jerman pada waktu Hitler
Italia dengan Mussolininya
Spanyol dengan Franconya.
b. Sosialisme
Sosialisme merupakan suatu gabungan dari pada aliran-aliran ekonomi, politik, yang kesemuanya menentang suatu orde ekonomi tertentu yang hanya disebabkan atas hak milik privat atas alat-alat produksi, dan pimpinan produksi seluruhnya dipegang oleh penguasa-penguasa individuil, yang dalam keputusan-keputusan mereka dipimpin oleh tujuan untuk menaikan laba perusahaan setinggi mungkin.
Aliran sosialis ingin menggantikan dengan salah satu stelsel produksi, yang hampir secara keseluruhan dipimpin oleh suatu badan pemerintah, pembagian pendapatan nasional tak boleh dibiarkan hingga harga alat-alat produksi terbentuk secara bebas, melainkan akan dibagikan menurut suatu azas keadilan kemasyarakatan.
c. Komunisme :
Semua perubahan sosial terjadi dari perubahan dalam kekuatan ekonomi. Landasan ekonomi terdiri dari tenaga-tenaga produksi, dan termasuk didalamnya manusia sebagai tenaga produktif, faktor-faktor produksi, serta tehnis yang digunakan.
d. Kapitalis :
Rangka dasar kapitalisme meliputi : berbagai asumsi sebagai berikut :
Hak milik privat
Kebebasan berusaha dan memilih
Motif pokok, yang berpusat pada kepentingan diri sendiri
Persaingan
Bergantung pada sistem harga
Peranan terbatas bagi pemerintah.

11. Pendekatan yang Digunakan Dalam Ilmu Ekonomi
a. Metode analitis atau metode deduktif.
Metode ini dimulai dari abstraksi yang mendalam dengan menggunakan asumsi-asumsi kemudian mendekatinya berdasarkan kenyataan dengan jalan memperlunak asumsi-asumsi tersebut dan dimasukkan-nya kembali elemen-elemen yang semula ditPengantar Ilmu Ekonomiakan.
b. Metode atau pendekatan empiris/induktif
Pendekatan ini dimulai dari pengumpulan fakta atau bahan diskriptif, kemudian setelah terkumpul diusahakan untuk ditarik suatu kesimpulan.

ooo O ooo

II. TEORI KONSUMSI

Pada dasarnya semua kegiatan ekonomi dapat dipilahkan menjadi dua bagian besar yaitu kegiatan konsumsi dan kegiatan produksi. Kegiatan konsumsi adalah merupakan pendorong utama bagi kegiatan produksi, jadi konsumen merupakan perangsang bagi produsen untuk memproduksi karena adanya permintaan (demand) yang ditimbulkannya.

1. Konsep Dasar Permintaan Individu
Pada pokoknya setiap keluarga perorangan berusaha ingin memaksimumkan kepuasannya berdasarkan pendapatannya yang terbatas untuk mencapai kesejahteraan sosial ekonomi masing-masing. Sebagai pendekatan untuk mempelajari, maka kesejahteraan sosial ekonomi tersebut dicerminkan oleh tingkat kepuasan subyektif, yaitu Utilitas (utility).
Oleh karenanya, usaha secara sadar dari perorangan untuk mencapai kepuasan atau utilitas yang maksimum sesuai dengan pendapatannya (income) yang terbatas itulah yang menentukan permintaan individual konsumen untuk barang dan jasa. Untuk maksud mempelajari masalah tersebut dipergunakan teori Utilitas sebagai pendekatannya.

2. Teori Utilitas dan Preferensi
Utilitas adalah merupakan nilai subyektif dari pada kualitas barang dan jasa yang dikonsumsi. Tingkat utilitas (kepuasan) yang diperoleh dalam suatu periode tertentu dapat berbeda diantara berbagai jenis barang pada masing-masing konsumen. Pada dasarnya, utilitas dipengaruhi oleh selera (taste), yang berubah menurut waktu. Namun demikian dalam pendekatan masalah, selera konsumen dianggap tidak berubah selama waktu analisa.
Menurut Teori Utilitas dalam rangka memaksimumkan kepuasan sesuai dengan pendapatannya yang terbatas, maka seorang konsumen diasumsikan sebagai berikut :
a. Dapat secara tuntas (complete) menentukan ranking dan ordering pilihan (preference, choice) diantara sebagai paket komoditi yang tersedia.
b. Ia mempunyai fungsi pilihan atau fungsi utilitas yang tidak berubah selama waktu analisa.
Bentuk umum fungsi utilitas :

U = f(q1, q2, ..., qn)

dimana : q = barang-barang yang dikonsumsikan yang jumlahnya sebesar n, dan
U = utilitas.
Untuk utilitas suatu paket tertentu, bentuknya adalah :

UA = A (q1, q2, ..., qn)

dimana : UA = utilitas untuk komoditi A
c. Ia mempunyai rasionalitas dalam memilih terhadap alternatif paket konsumsi yang tersedia.
d. Ia akan selalu menyukai paket yang lebih besar, jika saja pendapatannya memungkinkan untuk membelinya. Dalam arti ini dapat disimpulkan bahwa kepuasan maksimum konsumen tidak pernah tercapai.

3. Karakteristik, Skala Indeks Fungsi Utilitas
Karakteristik fungsi utilitas U = f(q1, q2, ..., qn) adalah sbb. :
a. Bersifat kontinyu, berlaku bagi derivasi pertama dan deivasi keduanya.
b. Tidak bersifat unik
c. Berlaku untuk suatu periode tertentu, yang cukup lama untuk memungkinkan konsumen melakukan pilihan, dan cukup pendek sehingga selera tidak berubah.
Skala indeks utilitas yang dipergunakan untuk mengetahui tingkat urutan (ordering) bagi paket-paket komoditi adalah berskala ordinal saja, bukan kardinal.

4. Kurva Indiferens
Salah satu konsep lain yang sangat erat hubungannya dengan konsep utilitas adalah fungsi indiferens, karena fungsi ini diturunkan oleh fungsi utilitas dengan cara memberikan nilai utilitas yang tertentu dan konstan.
Bila kita menggunakan 2 komoditi q1 dan q2 saja, maka fungsi utilitas adalah berupa 3 dimensi, yaitu U = f(q1, q2), sedang fungsi indiferensnya berupa 2 dimensi yaitu : C = f(q1, q2) atau sering ditulis q2 = g(q1) yang disebut kurva indiferens.
Secara definisi, kurva indiferens adalah tempat kedudukan titik-titik alternatif kombinasi (paket) komoditi q2 dan q1 yang mempunyai tingkat utilitas yang sama (konstan = C).
Teladan :
Tabel 1. Alternatif paket dari indeks utilitas
Paket Konsumsi Kombinasi Komoditi (satuan) Indeks utilitas (skala ordinal)
q1 q2
A 4 4 150
B 3 4 120
C 5 3 120
D 2 4 112
E 3 3 112
F 5 2 112
G 1 4 96
H 2 3 96
I 3 2 96


Gambar 1. Turunan Kurva Indiferen

Karakteristik kurva indiferens adalah :
a. Setiap titik paket konsumsi dalam ruang komoditi q1 dan q2 akan dilalui hanya satu kurva indiferens tertentu.
b. Arah (slope) kurva indiferens selalu negatif, sesuai dengan asumsi bahwa paket yang lebih besar selalu lebih disukai dari pada paket yang lebih kecil.
c. Kurva indiferens satu sama lain tidak pernah saling berpotongan.

5. Pengambilan Keputusan Seorang Konsumen
Dalam mengambil keputusan konsumsinya, seorang konsumen dibatasi dua hubungan, yaitu (1) fungsi utilitasnya dan (2) pendapatannya, dimana fungsi utilitas menunjukkan alternatif-alternatif kepuasan yang sama, dan pendapatannya menunjukkan pembatas bagi pencapaian kepuasan tersebut.
Tentang pendapatan konsumen yang dibelanjakan ini didekati dengan garis anggaran (budget line), yaitu:
Bila pendapatannya hanya dibelikan (dibelanjakan untuk dua komoditi saja, yaitu q1 dan q2 saja, maka persamaan paket yang dapat dibelinya adalah :

Yo = p1 q1 + p2 q2
dimana :
p1 = harga satuan q1
p2 = harga satuan q2
Yo = pendapatan(constrain)
Dalam hal tersebut kita tahu bahwa pendapatan tertentu, harga-harga komoditi dianggap tertentu pula, sehingga secara grafis dapat diterangkan persamaan garis anggaran tersebut sbb :


q1



garis anggaran

Yo = p1 q1 + p2 q2


0 q2

Gambar 2. Garis Anggaran dari Konsumen.

Bila garis anggaran tersebut mempunyai sudut @ terhadap q1, maka tg @ merupakan arah/slope garis anggaran tersebut dapat diturunkan,dari turunan pertama persamaan garis anggaran, yaitu :

p1
sebesar —
p2

p1
Jadi tg @ = —
p2

Setelah kita ketahui hal tersebut di atas, maka sampailah kita pada persoalan Keseimbangan Konsumsi (Consumption Equilibrium) yang mepunyai dua syarat, yaitu : (1) dapat/mampu dibeli dan (2) kepuasan setinggi mungkin. kedua pernyataan ini bila terpenuhi maka konsumen telah mencapai keseimbangan konsumsinya.
Syarat pertama berkaitan dengan persamaan garis anggaran, dan syarat kedua berkaitan dengan fungsi utilitas, yang ditunjukkan oleh kurva indiferens.
Secara grafis, keseimbangan konsumsi ini dapat diterangkan sbb. :


q1 Indiferen curve



garis anggaran

0 q2
Gambar 3. Keseimbangan Konsumen
Keseimbangan konsumsi ter capai apabila sesuatu kurva indiferens menying gung persamaan anggaran, garis anggarandan ini berarti slope ke duanya sama, yaitu
f1 p1
— = —
f2 p2

ooo O ooo

III. TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

1. Pengertian Permintaan
Permintaan, yaitu suatu daftar atau skedul yang menunjukkan berbagai jumlah barang X yang ingin dan dapat dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga yang sesuai pada suatu saat tertentu. Skedul yang ada tidak bersifat nyata tetapi hanya terdapat dalam benak seseorang atau benak kelompok orang.
Macam permintaan :
a. Permintaan seorang individu akan suatu barang (dd)
b. Permintaan total akan suatu barang (DD). D = demand
Permintaan total, yaitu jumlah kesatuan yang akan dibeli oleh semua individu, pada pasar tertentu dengan macam-macam harga. Senantiasa ada harga tertentu, di ata mana individu menolak untuk membeli.

2. Hukum Permintaan
Bilamana harga suatu benda dinaikan, maka jumlah benda itu diminta akan berkurang, atau :
Bilamana suatu benda ditawarkan dalam jumlah lebih banyak di pasar, maka benda tersebut hanya dapat dijual dengan harga yang lebih rendah.


P


D



0 q
Gambar 4. Kurva Permintaan

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perminaan
a. Selera atau preferensi-preferensi konsumen
b. Pendapatan konsumen berupa uang
c. Harga benda lain yang berhubungan dengannya
d. Perkiraan konsumen mengenai harga-harga dan pendapatan yang akan datang.
e. Jumlah konsumen di pasar

4. Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan mengukur persentase perubahan q terhadap p.
 % meningkatnya q
Koefisien elastisitas E = ————————
 % turunnya p

/\ q p
E = — . —
/\ p q
a. Kurva permintaan inelastis pada titik tertentu, bilaman turunnya p dengan 1 %, menyebabkan jumlah q bertambah lebih sedikit dari 1 %.
b. Permintaan elastis pada setiap titik, bilamana turunnya p dengan 1% menyebabkan jumlah q bertambah lebih dari 1 %.
c. Permintaan berada pada batas (unitary elasticity) = (elastisitas kesatuan) bilamana p duturunkan dengan 1% menyebabkan q bertambah dengan 1%.

5. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya elastisitas permintaan
a. Terdapat banyak artikel substitusi yang baik
b. Harga relatif tinggi
c. Ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan lain
d. Benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda-benda lain
e. Artikel yang bersangkuan relatif terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga rendah
f. Untuk artikel tersebut tidak terdapat artikel-artikel substitusi yang baik, dan benda tersebut sangat dibutuhkan.

6. Pengertian Penawaran
Penawaran, yaitu suatu daftar atau skedul yang menunjukkan berbagai-berbagai jumlah barang X yang ingin dan dapat dijual oleh produsen (penjual) pada berbagai tingkat harga yang sesuai pada saat tertentu.

P


S


0 q

Gambar 5. Kurva Penawaran

7. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penawaran
a. Teknik produksi
b. Harga sumber-sumber
c. Harga benda-benda lain
d. Perkiraan mengenai naik/turunnya harga masa yang akan datang
e. Jumlah penjualan di pasar
f. Kebijaksanaan pemerintah.

8. Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran, yaitu % pertambahan dalam jumlah yang ditawarkan sebagai akibat kenaikan harga dengan jumlah tertentu.

ooo O ooo

IV. PRODUKSI

1. Pengertian
Teori produksi menyebutkan bahwa kepuasan produsen diperoleh dengan memaksimumkan keuntungan produksi (maksimation of profit).
Proses produksi : rangkaian dari kegiatan-kegiatan produksi.
Proses distribusi : rangkaian dari kegiatan-kegiatan distribusi
Proses konsumsi : rangkaian dari kegiatan-kegiatan konsumsi
Kegiatan produksi : kegiatan menciptakan/meningkatkan kefaedahan
Produksi : Proses mempergunakan unsur-unsur produksi dengan maksud menciptakan faedah untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Kebutuhan manusia ada dua : barang-barang dan jasa.
Barang : alat penemuan kebutuhan manusia yang tampak
Jasa : alat penemuan kebutuhan manusia yang tidak tampak tapi dapat dirasa
Barang ekonomi : Barang-barang yang diperoleh dengan mengorbankan sesuatu.

2. Proses Ekonomi dan Proses produksi
Proses ekonomi dapat dilihat sebagai arus yang berjalan dari sebuah lingkaran. Arus itu terdiri dari barang-barang, bahan-bahan serta unsur-unsur ekonomis lainnya yang masuk dalam proses produksi. Kemudian keluar lagi sebagai barang-barang dan jasa-jasa. Para pemilik unsur-unsur produksi dibayar untuk peranan unsur-unsur produksi dalam proses produksi. Mereka dibayar (diberi balas jasa) karena unsur-unsur ekonomis diserahkan untuk proses produksi. Pembayaran balas jasa merupakan biaya dalam produksi, dengan pendek disebut biaya produksi atau ongkos produksi. Selanjutnya pembayaran-pembayaran demikian dalam bentuk upah dan gaji, sewa tanah, bunga dan laba diterima sebagai pendapatan. Golongan yang memperoleh pendapatan tersebut mendapat tenaga pembeli dan merupakan golongan konsumen yang membeli hasil produksi dalam proses ekonomi. Akhirnya pendapatan yang dikeluarkan demikian mengalir lagi kembali pada proses produksi.

3. Macam-macam Faktor Produksi
a. Faktor Produksi Alam
Kekayaan alam meliputi :
1). Tanah dan keadaan iklim
2). Kekayaan hutan
3). Kekayaan di bawah tanah (bahan pertambangan)
4). Kekayaan air, sebagai sumber tenaga penggerak, untuk pengangkutan, sebagai sumber bahan makanan (perikanan), sebagai sumber pengairan dll.
Keadaan alam, khusus tanah dipengaruhi oleh : luas tanah, mutu tanah dan keadaan iklim. Sumber-sumber alam merupakan dasar untuk kegiatan disektor pertanian, kehewanan, perikanan dan di sektor pertambangan. Sektor-sektor itu lazim disebut produksi primer (industri pabrik dipandang sebagai produksi sekunder).
b. Tenaga Kerja
Yang termasuk tenaga kerja yaitu semua yang bersedia dan sanggup bekerja. Golongan ini meliputi yang bekerja untuk kepentingan sendiri, baik anggota-anggota keluarga yang tidak menerima bayaran berupa uang maupun mereka yang bekerja untuk gaji dan upah. Juga yang menganggur, tetapi yang sebenarnya bersedia dan mampu untuk bekerja.
Berdasarkan umur tenaga kerja dibagi tiga :
1). Penduduk dibawah usia kerja : dibawah 15 tahun
2). Golongan antara 15 - 64 tahun
3). Golongan yang sebenarnya sudah melebihi umur kerja, diatas 65 tahun.
c. Modal
Modal, yaitu barang-barang yang dihasilkan untuk dipergunakan selanjutnya dalam produksi barang-barang lain. Barang-barang modal terutama terdiri atas peralatan yang sangat berguna dalam proses produksi. Peralatan modal tersebut meliputi : mesin-mesin, alat-alat besar, gedung-gedung dsb. Setiap waktu ada persediaan barang-barang yang ditanam di gudang-gudang atau toko-toko dan sudah siap untuk dijual. Semua bahan-bahan mentah dan barang-barang selesai yang ada dalam persediaan tadi disebut stok (investory).
d. Pengelolaan
Tugas pengelolaan adalah untuk mengatur ketiga faktor produksi di atas untuk kerja sama dalam proses produksi. Peranan pengelolaan (skills), yaitu memimpin usaha-usaha yang bersangkutan, mengatur organisasinya dan menaikkan mutu tenaga manusia untuk mempergunakan unsur-unsur modal dan alam dengan sebaik-baiknya.
Pengertian skills meliputi :
1). Managerial skills atau entrepreneurial skills.
skills ini dimaksud kemampuan untuk mempergunakan kesempatan-kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya.
2). Technological skills
adalah berhubungan dengan keahlian yang khusus bersifat ekonomis teknis yang diperlukan untuk kegiatan ekonomi dan produksi.
3). Organizational skills
dimaksudkan kecerdasan untuk mengatur berbagai usaha. Hal ini bertalian dengan hal-hal didalam lingkungan sebuah perusahaan (hal-hal intern dari perusahaan) maupun dengan kegiatan-kegiatan di dalam rangka masyarakat seperti usaha menyusun koperasi, bank-bank dsb.

4. Tinjauan Umum Tentang Teori Produksi
Pada prinsipnya kegiatan produksi yang dilakukan oleh produsen-produsen dalam pendekatannya dibagi 3 bagian :
a. Jangka pendek (short run)
Bila : 1). Waktunya cukup pendek sehingga ada faktor input tetap (fixed input)
2). Cukup pendek sehingga tehnologi yang digunakan tidak berubah (konstan)
3). Cukup panjang sehingga satu siklus produksi dapat diselesaikan.
b. Jangka panjang (long run)
Bila : 1). Tidak ada input tetap lagi, hanya input variabel (variable input) saja yang ada
2). Tehnologi konstan
c. Jangka sangat panjang (very long run)
Bila tehnologi berubah, dan biasanya tidak hanya membicarakan satu fungsi produksi saja.

5. Konsepsi dari Suatu Fungsi Produksi
Fungsi produksi, yaitu suatu hubungan mathematis yang menggambarkan suatu cara dimana jumlah dari hasil produksi tertentu tergantung dari jumlah input tertentu yang digunakan. Suatu fungsi produksi memberikan keterangan mengenai jumlah output yang mungkin diharapkan apabila input-input dikombinasikan dalam suatu cara yang khusus. Macam-macam kombinasi ini banyak macamnya. Macam hasil produksi dan banyaknya hasil produksi yang akan diperoleh tergantung pada (merupakan fungsi dari pada) macam dan jumlah input yang digunakan.
Fungsi produksi umumnya ditulis sebagai Y = f (X), dimana Y menunjukkan hasil produksi; f sebelum tanda kurung menyatakan : "tergantung" yaitu "suatu fungsi dari"; dan huruf X menunjukkan suatu input yang digunakan.

Apabila jumlah input yang digunakan lebih dari 1 maka fungsi produksi tersebut dapat dituliskan : Y = f(X1, X2, ...., Xn); dimana X1, X2, ..., Xn merupakan jenis input yang digunakan.
Asumsi-asumsi dari fungsi produksi tersebut adalah :
1). Fungsi produksi bersifat kontinyu
2). Fungsi produksi bernilai tunggal dari masing-masing variabel di dalamnya
3). Derevasi I dan II fungsi ini tetap kontinyu
4). Fungsi produksi harus relevan (bernilai positip) baik untuk input X maupun output Y
5). Penggunaan tehnologi adalah maksimal pada tingkatnya.

6. Jenis-jenis Fungsi Produksi
a. Constant return, hubungan yang menunjukkan jumlah hasil produksi meningkat dengan jumlah yang sama untuk setiap kesatuan tambahan input.

Y




0 X

Gambar 6. Kurva Constant Returns
b. Increasing return: Hubungan dimana kesatuan tambahan input menghasilkan suatu tambahan hasil produksi yang lebih besar dari kesatuan-kesatuan sebelumnya.

Y





0 X
Gambar 7. Kurva Increasing Redturns

c. Decreasing return: Hubungan yang mana kesatuan-kesatuan tambahan input menghasilkan suatu kenaikan hasil produksi yang lebih kecil dari kesatuan-kesatuan sebelumnya.

Y





0 X
Gambar 8. Kurva Decreasing Returns

7. Hubungan-hubungan antara Produk (Products relationship)
Apabila seorang produsen memproduksi dua produk pada proses produksinya, tentunya akan menghadapi persoalan kombinasi produk-produk tersebut untuk tujuan mendapatkan produksi yang optimal atau keuntungan yang maksimal dari penggunaan input-inputnya.
Pada pokoknya, hubungan antara produk ada 4 kriteria :
a. Produk-produk bersama (joint products)
yaitu merupakan produk-produk yang selalu dihasilkan bersama-sama sekaligus, sehingga kenaikan produk yang satu akan selalu diikuti kenaikan produk yang lain secara proporsional.
Contoh klasik : produk kapas dan produk biji kapasnya.
b. Produk-produk komplementer (Complementary products) yaitu produk-produk yang mempunyai berhubungan bila satu produk dinaikan, maka produk lain akan naik pula, walaupun dalam hal ini kenaikannya tidak proporsional.
c. Produk-produk suplementer (Supplementary products) yaitu produk-produk yang apabila salah satu produk tersebut dinaikkan, maka tidak akan menaikan produk yang lainnya.
d. Produk-produk bersaing (Competitive products)
yaitu produk-produk yang mempunyai hubungan bila produk yang satu dinaikkan mengakibatkan penurunan produk lainnya.

ooo O ooo


V. HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PRODUKSI DENGAN HASIL PRODUKSI

1. Hukum Pertambahan Hasil Yang Semakin Berkurang
Hukum Pertambahan Hasil yang Semakin Berkurang, yaitu apabila secara berturut-turut dari satu input ditambahkan pada sejumlah input lain yang tertentu, suatu titik akan tercapai dimana tambahan hasil produksi per kesatuan tambahan input akan menurun. Hukum pertambahan yang semakin berkurang ini sebenarnya menunjukkan keadaan-keadaan dimana perbandingan-perbandingan dari pada input diubah-ubah. Sehingga hukum ini juga sebagai hukum produksi yang berubah-ubah (law of variable proportion). The Law of Variable Proportion, yaitu suatu hukum tehnologi menggambarkan hubungan fisik antara input dan output.

2. Hasil Produksi Total, Rata-rata dan Marginal
Dengan menggambarkan jumlah hasil produksi sebagi akibat dari jumlah suatu input variabel yang berbeda-beda kita dapat memperoleh suatu penghasilan produksi total. Dari penghasilan produksi total ini ada 2 hubungan yang berguna dalam analisa ekonomi kita, ditentukan penghasilan hasil produksi rata-rata dan penghasilan hasil produksi marginal. Hasil produksi rat-rata (Avarage product = AP) dari suatu input, yaitu perbandingan dari pada total produksi (TP) dengan jumlah input yang digunakan dalam menghasilkan hasil yang telah kita gunakan, hasil produksi rata-rata itu adalah : Y/X Hasil Produksi marginal (Marginal Product = MP), yaitu tambahan hasil produksi sebagai akibat tambahan satu
kesatuan input,

3. Hubungan antara Hasil Produksi Total, Rata-rata dan Marginal
MP > 0 apabila TP naik dengan tambahan input
MP = 0 apabila TP tetap sama dengan ditambahkanya input
MP < 0 apabila TP menurun dengan ditambahkannya input
MP meningkat apabila TP bertambah pada suatu tingkat yang menaik.
MP menurun apabila TP meningkat tetapi pada tingkatan yang menurun.
AP meningkat apabila dengan ditambahkannya input, tambahan terhadap hasil dari suatu tambahan input harus > hasil rata-rata dari input-input sebelumnya (MP > AP)
AP menurun apabila MP < AP
AP tetap apabila MP = AP (AP maksimum).
Bila tambahan penerimaan < tambahan biaya maka penggunaan input perlu dikurangi.
Bila tambahan penerimaan = tambahan biaya maka tercapai penerimaan bersih yang maksimum.
PYΔ Y = PX. Δ X
Dimana : PY = Harga satu satuan output
PX = Harga satu satuan input
= Nilai produksi rata-rata
(value of the avarage product = VAP)
= Nilai produksi marginal
(the value of the marginal product = VMP)

4. Pengaruh dari Perubahan Harga
pengaruh perubahan harga terhadap tingkat input yang digunakan tergantung dari fungsi produksinya.
a. Fungsi produksi linear
Bila fungsi tersebut linear maka MP adalah tetap dan AP = MP. Jika nilai produksi marginal > harga input, lebih menguntungkan untuk menambah input dengan suatu jumlah yang tak terbatas.
Sebaliknya jika harga input > nilai produksi marginal, tidak akan menguntungkan untuk menggunakan input berapapun juga.
b. Tambahan Hasil yang semakin berkurang (Diminishing Return).Ini berarti MP menurun bila input ditambahkan.
Jika harga input (PX) naik secara relatif dalam perbandingannya dengan harga hasil produksi (PY) jumlah input yang lebih menguntungkan untuk digunakan, yaitu dengan cara mengurangi penggunaan input.
Sebaliknya suatu penurunan dari PX menurunkan perbandingan PX/PY dan hasilnya produksi marginal menjadi > perbandingan antara harga input dan harga hasil produksi. Dalam hal ini, di daerah dimana terdapat penurunan tambahan hasil, lebih menguntungkan untuk menambahkan kesatuan tambahan input dan akibatnya menaikkan jumlah produksi Y.

5. Tiga Daerah dalam Suatu Fungsi Produksi
Gambar 9. Kurva Hubungan Atara TP, AP dan MP


Y


TP

I II III


AP
0 X
MP
|

THE LAW OF DIMINISHING RETURNS
Keterangan :
TP = Total Product
AP = Average Product = Produk rata-rata = q/X
MP = Marginal Product = Produk Marjinal
/\ q
— = Marginal Product
/\ X
w = Elastisitas produksi
Daerah I : fungsi produksi bergerak sampai pada tingkat dimana AP maksimum, AP menaik, MP > AP:keuntungan tercapai dengan cara menambah input
 : disebut daerah irrasional,karena persoal-an keuntungan maksimum di daerah ini
Daerah II : disebut daerah rasional, karena persoalan keuntungan maksimum di daerah ini
 : TP bertambah, MP menurun hingga = 0
 : daerah ini dimulai dari perpotongan MP dan AP hingga MP = 0
Daerah III : fungsi ini dimulai dari TP maksimum atau MP = 0
 : TP terus menurun, MP negatif
 : daerah ini disebut daerah irrasional karena keuntungan maksimum tidak terdapat pada daerah ini
 : dari fungsi ini dapat dikatakan tidak menguntungkan untuk bekerja dengan kombinasi sumber-sumber yang ada di dalam daerah ini.
Untuk mengetahui penerimaan bersih yang maksimum maka perlu ditentukan berapa perbandingan tambahan penerimaan dibanding tambahan biaya.
Bila tambahan penerimaan > tambahan biaya maka penggunaan input perlu ditambah.

ooo O ooo

VI. BIAYA PRODUKSI DAN PENDAPATAN

1. Konsep Biaya Produsen
Kita mengetahui bahwa biaya total (TC = total cost) adalah merupakan penjumlahan dari biaya variabel (VC = variable cost) ditambah dengan biaya tetap (FC =fixed cost).
VC adalah biaya untuk pengeluaran input-input variabel.
FC adalah biaya untuk pengeluaran input-input tetap.
Dalam analisa produksi jangka pendek (short run), maka VC merupakan fungsi outputnya (q) sehingga bila produsen tidak berproduksi maka VC = 0, tetapi FC yang tidak merupakan fungsi q tetap ada dan jumlahnya tetap.
Sehingga secara matematis kita dapatkan hubungan tersebut sbb. :

TC = VC + FC
C = f(q) + b

Oleh karena itu kita mempunyai dua konsep biaya yaitu :
a. Bila biaya dituliskan dalam bentuk sebagai fungsi dari outputnya (q) maka disebut fungsi biaya : C = f(q) + b.
b. Bila biaya dituliskan dalam bentuk sebagai fungsi dari input-inputnya, maka disebut persamaan biaya, yaitu : C = r1X1 + r2X2 + b ; dimana r = harga masing-masing input.

2. Biaya rata-rata
Biaya-biaya produksi dalam konsep rata-ratanya adalah :
a. Biaya total rata-rata (ATC = avarage total cost) merupakan biaya total (TC) per unit output (q)
b. Biaya variabel rata-rata (AVC = avarage variable cost) merupakan biaya variabel per unit output (q)
c. Biaya tetap rata-rata (AFC = avarage fixed cost) merupakan biaya tetap per unit outputnya.
Secara matematis dapat dirumuskan sbb. :
TC C
ATC = — = —
q q
VC f(q)
AVC = — = —
q q
FC b
AFC = — = —
q q

3. Biaya Marginal (MC = marginal cost)
Biaya marginal (MC) adalah merupakan penambahan biaya total (TC) yang diakibatkan oleh penambahan output yang sangat kecil (/\ q --> 0).
/\ (C)
Matematisnya : MC = ——
/\ (q)

4. Diagram biaya Rata-rata dan Biaya Marginal


Rp.

MC

ATC

AVC


0 q
Gambar 10. Kurva Struktur Biaya Rata-rata
Keterangan :
a. Kurva MC memotong kurva ATC minimum
Bukti :
fungsi biaya total : C = f(q) + b

ATC minimum bersyarat : slope ATC = 0
(Δ ATC = 0)
q. f’ (q) - f (q) -b
maka : —————— + — = 0
q2 q2
q. f’ (q) - {f (q) + b}
———————— = 0
q2

Kita tahu bahwa f’ (q) = MC
q.MC - C
maka : ———— = 0 ——> q.MC - C = 0
q2 C
MC = -
q
MC = ATC
b. Kurva MC memotong kurva AVC minimum
Bukti : fungsi biaya variabel : VC = f (q)
AVC minimum bersyarat : slope AVC = 0
(/\ AVC = 0)

f (q)
maka (——)
q q. f’ (q) - f (q)
——— = 0 —> —————— = 0
q q2

q.MC - VC = 0
VC
MC = —
q
MC = AVC
Jadi AVC minimum = MC

5. Penentuan Produksi Optimum
Dengan mengetahui fungsi biaya total : C = (q) + b dan total pendapatan (TR = total revenue); TR = pq; dimana p = harga output, maka dapat kita tentukan pula produksi optimum atau keuntungan maksimum.
Fungsi keuntungan : = TR - TC
(profit function) = pq - [f (q) + b]
Keuntungan maksimum didapat dengan syarat :
p – f’(q)
a. ——— = 0 —> p - f’(q) = 0 —> p = MC
q2
f”(q)
b. —— = - f" (q) < 0 —> f" (q) > 0
q2
Slope MC > 0 atau MC mempunyai slope yang positif.

ooo O ooo


VII. TEORI HARGA

1. Mekanisme terjadinya harga
Secara agregat, dalam pasar merupakan pertemuan antara penawaran barang dari produsen dan permintaan barang dari konsumen, sehingga dari hal ini peranan harga timbul karenanya.

2. Harga keseimbangan
Harga keseimbangan, yaitu harga dimana kurva permintaan dan kurva penawaran berpotongan. Pada titik E, maka jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang di minta (dd = ss).

HARGA
S
D
H



Q
Gambar 11. Kurva Harga Keseimbangan
Pada setiap harga yang lebih rendah, maka permintaan akan mendesak harga ke atas.

3. Pengaruh pergesaran kurva permintaan dan penawaran terhadap harga
Bilamana kurva penawaran bergesar ke kiri, maka titik perpotongan harga equilibrium akan meningkat pada kurva permintaan, dan bilamana kurva penawaran bergesar ke kanan, maka harga equilibrium akan menurun.
Bilamana kurva permintaan bergesar ke kanan maka ekuilibrium akan meningkat pada kurva penawaran, dan bilamana kurva permintaan bergesar ke kiri maka ekuilibrium akan menurun.

4. Keseimbangan sementara, jangka pendek dan jangka panjang
a. Keseimbangan sementara, maka penawaran adalah fixed, hingga bilamana permintaan bertambah, hal tersebut menyebabkan meningkatnya harga.
b. Dalam keadaan keseimbangan jangka pendek maka penawaran dapat diperbesar tanpa memperbanyak aparat produksi yang ada.
c. Dalam keadaan keseimbangan jangka panjang maka penawaran masih dapat diperbesar, dengan jalan memperluas aparat produksi yang ada.
d. Harga dalam keadaan keseimbangan sementara adalah tertinggi, sedangkan harga terendah dicapai dalam keadaan keseimbangan jangka panjang.


ooo O ooo

VIII. TEORI PASAR

1. Pembagian Pasar
Yang dimaksud pasar dalam ilmu ekonomi, yaitu keseluruhan permintaan dan penawaran barang atau jasa tertentu.
Macam Pasar :
a. Pasar konkrit, yaitu tempat berkumpulnya pembeli dan penjual untuk memperjual belikan barang-barang yang terdapat disana.
b. Pasar abstrak, yaitu tempat berkumpulnya pembeli dan penjual, akan tetapi barang-barang yang akan dijual belikan biasanya tidak ada disana. Dengan demikian pembelian serta penjualan dilakukan berdasarkan contoh (monster).

2. Organisasi Pasar
1. Pasar yang terorganisasi dengan sempurna (perfect market); syarat-syaratnya :
a. Semua penawar dan peminta harus mengetahui situasi pasar dengan sempurna. Mereka mengetahui harga-harga yang dimintakan dan yang ditawarkan.
b. Setiap pembeli dapat membeli dari setiap penjual c. Di pasar diperdagangkan barang-barang yang homogen.
2. Pasar yang tidak terorganisasi dengan sempurna (imperfect market).

3. Bentuk-bentuk Pasar
1. Persaingan sempurna (perfect competition); isyaratnya :
a. Pasar harus terorganisasi dengan sempurna
b. Pembeli/penjual harus bebas dalam keputusan-keputusan mereka (tidak boleh ada perjanjian-perjanjian)
c. Disana diperdagangkan barang-barang yang homogen
d. Harga bagi penawar individuil merupakan sebuah datum
e. Produsen individuil tidak dapat menjalankan politik harga.
2. Monopoli tak sempurna
Monopoli demikian dapat dijumpai bila terdapat sebuah badan usaha besar (atau kombinasi badan usaha misalnya sebuah trust) dan disamping itu sejumlah badan usaha kecil.
3. Oligopoli
Bentuk oligopoli terdapat bilamana sejumlah kecil badan usaha menguasai pasar.
4. Persaingan monopolistis (monopolistic competition) Situasi demikian dapat dijumpai bila terdapat sejumlah penjual produk tertentu, produk mana masing-masing menunjukkan perbedaan tertentu (product differentiation)
5. Diferensiasi produk (product differentiation)
Cirinya yaitu bahwa terdapat sejumlah besar penjual, masing-masing menunjukkan produk yang agak berlainan.
6. Monopoli
Monopoli bila terdapat atau ditPengantar Ilmu Ekonomiakannya persaingan, hingga dengan demikian penawaran berada dalam satu tangan.
ooo O ooo

IX. PENDAPATAN NASIONAL

1. Sejarah Konsep Pendapatan Nasional
Pada abad 17 dicoba dirumuskan oleh BOISGILLEBERT di Perancis dan PETTY di Inggris. Pandangan mereka tentang pendapatan nasional berkisar pada nilai uang barang dan jasa yang dihasilkan dan dikonsumsikan. Kemudian dikembangkan dengan jalan memasukkan tambahan tahunan pada stok modal yang sudah ada di dalam negara. Pada tahun 1843, TUCKER mencoba menaksir Produksi Nasional Amerika Serikat berdasar sensus 1840, pada konsep ini jasa belum dimasukkan.
Pada tahun 1943, SIMON KUZNETS mengadakan studi yang mendalam mengenai perhitungan pendapatan nasional. Sejak saat itu pendapatan nasional bruto mendapat kedudukan sebagai alat pengukur kegiatan ekonomi yang paling penting.

2. Macam dan Pengertian Pendapatan Nasional
a. Gross National Product (Produk Nasional Bruto),
Yaitu produksi total suatu negara, atau output barang-barang serta jasa-jasa dalam jangka waktu tertentu (biasanya 1 th) yang dinilai menurut harga pasar, dalam bentuk uang.
b. Net National Product (Produk Nasional Netto),
Yaitu nilai pasar semua barang dan jasa yang dihasilkan sebuah perekonomian dalam jangka waktu 1 tahun, setelah dikurangi penyusutan-penyusutan untuk pemakaian barang-barang modal.
c. National Income (Pendapatan nasional),
Yaitu pendapatan agregatif dari pada tenaga kerja dan hak milik yang timbul dari pada produksi yang berlangsung (current production) barang-barang dan jasa-jasa perekonomian yang bersangkutan.
d. Personal Income (Pendapatan Perorangan Bruto),
Yaitu mengandung upah dan gaji, pendapatan dari pada hak milik serta sewa tanah, deviden serta bunga modal dan pendapatan transfer.
e. Disposable Personal Income,
yaitu sisa personal income setelah dikurangi pajak pendapatan perorangan.

3. Fungsi pendapatan Nasional
Yaitu untuk mengukur secara kuantitatif, arah, intensitas, dan kecepatan keberhasilan usaha pembangunan secara nasional. Usaha yang dimaksud adalah berupa kemampuan menghasilkan barang dan jasa.

4. Komponen Pendapatan nasional
a. Pada perekonomian tertutup sederhana :
Y = C + I
C = Y - S
dimana :
Y = pendapatan nasional
C = pengeluaran konsumsi
S = saving atau penabungan
I = pengeluaran investasi
b. Pada perekonomian tertutup dengan kebijaksanaan fiskal :
Y = C + I + G
C = a + cYD
YD = Y+Tr-Tx
dimana :
a = Konsumsi otonom
c = Tingkat kecenderungan mengkonsumsi
YD = Pendapatan Siap Pakai/Pendapatan setelah dikurangi pajak (Disposable Income)
G = pengeluaran pemerintah
Tr = transfer pemerintah
Tx = taxes atau pajak
c. Perekonomian terbuka tanpa kebijaksanaan fiskal
Y = C + I + X – M
dimana :
X = ekspor
M = Impor
d. Perekonomian terbuka dengan kebijaksanaan fiskal
Y = C + I + G + X – M
C = a + cYD
YD = Y + Tr – Tx
Tx = t + hY
S = YD – C
dimana :
a = jumlah pengeluaran konsumsi pada tingkat pendapatan nasional sebesar nol
c = kecenderungan untuk berkonsumsi
YD = disposable income = bantuan pemerintah sewaktu pendapatan sebesar nol
h = nilai perbandingan antara perubahan jumlah pajak dengan perubahan jumlah pendapatan (marginal rate of taxation).
Secara garis besar setiap perekonomian bangsa mengenal 4 sektor :
a. Sektor keluarga, yang biasa disebut sektor konsumen, household sector atau personal sector.
b. Sektor pengusaha, yang biasa disebut sektor produsen atau business sector.
c. Sektor pemerintah, yang biasa juga disebut government sector.
d. Sektor perdagangan luar negeri atau foreign trade sector.

ooo O ooo

X. PENERIMAAN DAN PENGELUARAN PEMERINTAH

1. Fungsi Anggaran Belanja
a. Fungsi alokasi, yang maksudnya ialah untuk mengalokasikan faktor-faktor produksi yang tersedia di dalam masyarakat sedemikian rupa sehingga kebutuhan masyarakat akan apa yang biasa disebut public goods cukup terpenuhi juga.
b. Fungsi distribusi, yang pada pokoknya mempunyai tujuan berupa terselenggaranya pembagian pendapatan nasional yang adil.
c. Fungsi stabilisasi, yang termasuk dalam fungsi ini yaitu tujuan untuk terpeliharanya tingkat kesempatan kerja yang tinggi, tingkat harga yang relatif stabil dan tingkat pertubuhan ekonomi yang cukup memadai.

2. Penerimaan Pemerintah
Macam penerimaan-penerimaan :
a. Penerimaan dalam negeri, terdiri dari 3 pokok yaitu:
*Pajak langsung, yaitu pajak yang ditinjau dari segi administratif adalah pajak yang berkohir dan ditinjau dari segi ekonomi merupakan pajak yang beban pajaknya pada umumnya sulit digeserkan pada pihak lain yang terdiri dari :
- Pajak pendapatan, yaitu pajak yang dikenakan pada pendapatan bersih perorangan di atas batas pendapatan bebas pajak.
-Pajak perseroan, yaitu pajak yang dikenakan pada pendapatan bersih perusahaan atau badan hukum.
-Pajak perseroan minyak
-MPO (membayar atau menyetor pajak orang lain), yaitu pajak yang merupakan pembayaran dimuka pajak pendapatan atau pajak perseroan.
-IPEDA (Iuran Pembangunan Daerah), yaitu pajak atas tanah dan bangunan.
-lain-lain
* Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang ditinjau dari segi administratif adalah pajak yang tidak berkohir dan ditinjau dari segi ekonomi merupakan pajak yang beban pajaknya pada umumnya dapat di-geserkan pada pihak lain, baik sebagian maupun seluruhnya, terdiri dari :
- Pajak penjualan, yaitu pajak yang dikenakan pada barang dan jasa yang diperjual belikan di pasar.
-Pajak penjualan impor.
-Cukai, yaitu pajak yang dikenakan pada barang konsumsi terutama hasil bumi dan barang-barang yang mengandung alkohol.
-Bea masuk, yaitu pajak atas barang-barang impor yang merupakan lawan dari pajak ekspor
-Pajak ekspor
-lain-lain
* Penerimaan bukan pajak, yaitu penerimaan-penerimaan dari penjualan barang-barang milik pemerintah dari penerimaan jasa, dari penerimaan kejaksaan dan peradilan, penerimaan pendidikan, dari hasil hutan dan lain-lain.
b. Penerimaan pembangunan, yaitu penerimaan yang berasal dari bantuan luar negeri yang dinyatakan dalam rupiah dan terdiri dari bantuan program dan bantuan proyek.
Batuan program, yaitu bantuan luar negeri untuk mendukung program-program tertentu, misalnya program KB.
Batuan proyek, yaitu bantuan luar negeri untuk mendukung proyek-proyek tertentu sebagai pelaksanaan program-program tersebut seperti proyek pembelian spiral dll.

3. Pengeluaran Pemerintah/Belanja Negara
APBN negara RI sejak orde baru merupakan APBN yang seimbang dan dinamis. Berimbang pengeluaran pemerintah pada tahun tertentu, dibelanjakan sesuai dengan banyaknya penerimaan yang diperoleh pada tahun yang bersamaan. Karena penerimaan pemerintah terdiri dari penerimaan dalam negeri dan nilai lawan bantuan luar negeri, sedang pengeluaran pemerintah terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan maka besarnya pengeluaran pembangunan = besarnya penerimaan total - besarnya pengeluaran rutin. Besarnya penerimaan dalam negeri - besarnya pengeluaran rutin disebut tabungan pemerintah, karena penerimaan dalam negeri adalah pendapatan pemerintah dan pengeluaran rutin adalah konsumsi, sehingga perbedaan antara penerimaan dalam negeri dan pengeluaran rutin tidak lain adalah tabungan, yaitu tabungan pemerintah. Dengan demikian pengeluaran pembangunan adalah pengeluaran dana yang berasal dari tabungan pemerintah + bantuan luar negeri.
Bertumpu dari keinginan membiayai pembangunan dengan kemampuan sendiri, makam bantuan luar negeri harus hanya berfungsi sebagai pelengkap saja. Artinya, proporsi pengeluaran pembangunan yang berasal dari tabungan pemerintah semakin lama harus semakin besar sesuai dengan meningkatnya kegiatan pembangunan sebagaimana dinyatakan dengan APBN yang dinamis, yaitu APBN yang semakin lama harus semakin besar.
Pengeluaran pemerintah terdiri dari :
a. Pengeluaran pemerintah untuk membeli barang dan jasa (government expenditure = G), yang merupakan bagian permintaan agregat ekonomi tiga sektor, C + I + G .
b. pengeluaran transfer (Tr), yang merupakan pajak negatif kepada masyarakat
Pengeluaran pemerintah digolongkan menjadi :
a. Pengeluaran rutin, yaitu pengeluaran yang digunakan untuk pemeliharaan atau penyelenggaraan pemerintah sehari-hari terdiri dari :
- Pengeluaran untuk belanja pegawai, yaitu pengeluaran yang termasuk jenis G, tetapi pengeluaran untuk belanja pegawai ini biasanya hanya diubah apabila dirasakan sangat perlu dan pada umumnya perubahan hanya dilakukan sebagai akibat dari pengaruh harga-harga yang terjadi.
Pengeluaran untuk belanja pegawai terdiri dari :
* tunjangan beras
* gaji dan pensiun
* uang makan dan lauk-pauk
* lain-lain belanja pegawai dalam negeri
* belanja pegawai luar negeri
-pengeluaran untuk belanja barang, pengeluaran ini juga G
-pengeluaran untuk subsidi daera otonom, termasuk G karena digunakan untuk pegawai negeri dan tunjangan beras daerah otonom sebagai pengganti sumbangan pembinaan pendidikan yang sudah dihapus.
Pengeluaran untuk subsidi daerah otonom terdiri dari :
* pengeluaran untuk subsidi daerah Irian jaya
* pengeluaran untuk subsidi daerah otonom lainnya
-pengeluaran untuk membayar bunga dan cicilan hutang, merupakan pengeluaran transfer karena pemerintah tidak dapat balas jasa langsung.
-pengeluaran lain-lain, yaitu pengeluaran untuk membayar kegiatan-kegiatan rutin yang bersifat non departemental, bebas porto, biaya pemilu dan pengeluaran-pengeluaran lain yang berupa transfer yang terdiri dari subsidi pangan dan subsidi bahan bakar minyak.
b. Pengeluaran Pembangunan terdiri dari :
- Pengeluaran untuk pembiayaan departemen/lembaga
- Pengeluaran untuk pembiayaan bagi daerah
- Pengeluaran untuk pembiayaan lain-lain
- Pengeluaran untuk bantuan proyek

4. Kebijaksanaan Fiskal
a. Filsafat Anggaran
APBN Indonesia selalu dibuat seimbang dengan tujuan untuk mendorong atau mempertahankan stabilitas ekonomi yang merupakan syarat utama bagi pelaksanaan pembangunan ekonomi yang mantap secara pemupukan dana pembangunan guna mendukung proyek-proyek pemerintah yang sangat diperlukan. Dengan anggaran berimbang tahunan diharapkan pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya pungutan pendapatan sektor rumah tangga individu dan perusahaan oleh pemerintah dapat diimbangi oleh pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya pengeluaran pemerintah (G + Tr) yang besarnya sama. Dalam pelaksanaan anggaran belanja yang seimbang sebenarnya tidak bersifat netral tetapi dapat menaik turunkan kegiatan ekonomi sesuai dengan goncangan konjungtur, yaitu goncangan yang terjadi sebagai akibat ketidak sesuaian antara harapan dan realitasnya. Oleh karena itu perlu dicari bentuk lain yaitu anggaran berimbang tidak dilakukan dalam tahunan tetapi sela satu gelombang konjungtur penuh. Gagasan dengan menggunakan anggaran dengan tidak memperdulikan berimbang atau tidaknya anggaran tersebut disebut gagasan pembelanjaan fungsional.
b. Kebijaksanaan Fiskal yang sengaja (discretionary)
Kebijaksanaan fiskal yang sengaja yaitu kebijaksanaan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi gelombang konjungtur dengan memanipulasi anggaran belanja secara sengaja baik melalui pengubahan perpajakan atau pengeluaran pemerintah.
c. Kebijaksanaan Fiskal yang pasif (automatic stabilizers atau built-in stabilizer)
Berdasarkan realitas, besarnya pajak berhubungan erat dengan tingkat pendapatan. Disamping itu ada penerimaan pemerintah yang berupa pajak"lump sum", yaitu pajak yang jumlah dan besarnya tidak ada hubungannya dengan pendapatan nasional. Penerimaan pemerintah dari pajak yang berbanding langsung dengan tingginya arus pendapatan dirumuskan sbb.:
T = To + tY
dimana t : tingkat perpajakan marginal
Naik turunnya pendapatan nasional dapat mengakibatkan naik turunnya penerimaan pajak. Naik turunnya pendapatan dapat direm secara otomatis oleh pajak. Pajak yang berfungsi sebagai rem ini disebut sebagai "built-in stabilizers" atau automatic stabilizers", yang terdiri dari pajak persentase.

XI. AYUNAN PENDAPATAN NASIONAL DAN KONYUNGTUR

1. Pengertian Konyungtur
Pengetian konyungtur dalam arti sempit yaitu suatu gerakan periodik dari pada pendapatan nasional berupa uang, dan variabel-variabel ekonomi yang berhubungan dengannya; gerakan tersebut terdiri dari 2 pereode berturut-turut, yaitu berupa kenaikan dan penurunan, dan gerakan tersebut mempunyai dua macam ciri sebagi berikut :
a. Gerakan tersebut pada umumnya terlihat dalam seluruh proses ekonomi
b. Gerakan tersebut mempunyai gelombang atau periodisitas yang meliputi tiga hingga sebelas tahun.

2. Empat Fase dari pada Gerakan Konyungtur


Y





0
Th
Gambar 12. Kurva Gerak Gelombang Konjungtur
3. Jenis-jenis Fluktuasi Ekonomi
a. Trend sekuler
Istilah secular trend menunjukkan gerakan-gerakan jangka panjang ke atas, atau ke bawah dalam aktivitas ekonomi.
Secular trend dapat dipergunakan misalnya terhadap produksi batubara, hasil penjualan toko-toko kelontong, atau dapat digunakan untuk output total suatu perekonomian.
b. Fluktuasi Musim
Fluktuasi musim atau variasi musim merupakan perubahan-perubahan teratur dalam output, yang timbul dalam jangka waktu satu tahun (kadang-kadang lebih banyak, sering kali pula kurang). Hal tersebut disebabkan oleh perubahan-perubahan teratur pada permintaan dan penawaran.
Keadaan klimatologi mempengaruhi tanaman-tanaman, dan menyebabkan penawarannya berubah. Ingat pula permintaan akan bahan sandang dan pangan bertambah bila hari raya mendekat.
c. Fluktuasi Siklis
Fluktuasi siklis adalah perubahan-perubahan dalam pendapatan dan kesempatan kerja, yang timbul dalam periode kira-kira 9 tahun.


Titik belok tertinggi
Boom



Titik belok terendah

Waktu
Keterangan : 1. contraction (kontrasi); depression (depresi)
2. revival (pemulihan) ; recovery (pemulihan)
3. expansion (ekspansi); prospesity (kemakmuran)
4. peak (puncak); recession (kemunduran)
Gambar 13. Kurva Gerak Gelombang Konjungtur dan Namanya
4. Teori-teori Konyungtur
a. Teori ekstern atau primarily external theories
Teori ini berusaha untuk mencari sebab-sebab fluktuasi pada hal yang terletak diluar sistem ekonomi.
Umpamanya : siklus bintik-bintik matahari, peperangan dll.
b. Teori intern atau primarily internal theories
Teori ini memperhatikan mekanisme didalam sistem ekonomi sendiri, yang menimbulkan gerakan konyungtur yang "berkembang sendiri", sehingga setiap ekspansi menimbulkan resesi, dan setiap konstraksi menimbulkan pemulihan dan ekspansi, bagaikan rantai yang tak terputus-putus.
Dimana teori-teori konyungtur dapatlah dikemukakan :
a. Teori psikologis
Teori ini mengatakan bahwa yang dapat menimbulkan fluktuasi dalam kehidupan ekonomi adalah psikologi dan harapan-harapan orang, terutama pihak pengusaha. Bila pengusaha mempunyai harapan baik mengenai masa yang akan datang, maka mereka akan memperluas output serta investasi dan waktulah yang akan membuktikan harapan-harapan mereka. Begitu pula harapan konsumen akan masa yang lebih baik, dapat menyebabkan pengeluaran mereka bertambah.
b. Teori Moneter
Teori ini menyatakan, fluktuasi ekonomi terjadi karena perbedaan jumlah uang. Bilamana orang mempunyai banyak uang, maka mereka akan mengeluarkan banyak, untuk konsumsi dan investasi. Bilamana uang sukar diperoleh maka pengeluaran dunia usaha dan individu-individu tergencet karenanya.
Pengeluaran uang sampai jumlah minimum, akan menghalangi dunia usaha berekspansi, dan umumnya akan menyebabkan pengurangan pada tingkat pengeluaran secara keseluruhan.
c. Teori Kunsumsi kurang
Teori ini menyatakan : depresi dikarenakan orang terlampau banyak menabung uang hingga hal ini menyebabkan bahwa penggarapan total (Total Spending) tidak cukup untuk mempekerjakan semua orang. Bilamana keadaan bertambah baik, maka proporsi pendapatan yang ditabung meningkat dengan bertambahnya pendapatan.
Walaupun investasi mungkin bertambah, volume tabungan yang makin besar sukar ditambahkan oleh investasi, sampai tercapai titik dimana dalam kenyataan tabungan merupakan penarikan uang dari arus penghasilan. Dengan demikian spending untuk konsumsi terlampau sedikit, sedang tabungan terlampau banyak untuk mempertahankan tingkat output dan employment yang sedang berlangsung.
d. Teori Investasi
Teori ini menyatakan bahwa investasi meningkat, bilamana sesuatu innovation (penemuan baru) dapat dilaksanakan dalam sebuah perekonomian (umpamanya jalan-jalan kereta api), dan boom tersebut berkurang bilamana gerakan tersebut berakhir.
e. Shock and response theory
Teori ini menyatakan konyungtur timbul karena adanya goncangan ekstern seperti :
1. Peperangan
2. Penemuan tambang-tambang emas
3. Kejadian-kejadian politik
4. Perubahan hawa
Shock tersebut memberikan dorongan ke atas atau ke bawah pada sistem ekonomi, yang dapat diperkuat oleh faktor-faktor intern yang komulatif.

ooo O ooo

XII. UANG DAN BANK

1. Pengertian
a. Uang
Uang, yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa, sekarang maupun kemudian hari.
Uang kartal, yaitu uang yang dapat digunakan sebagai alat penukar yang sah secara langsung.
Uang giral, yaitu uang yang berasal dari bank umum sebagai bukti yang berupa cek dan simpanan yang berupa deposito berjangka yang hanya boleh diambil setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjiannya dan tabungan yang dapat diambil sesuai peraturan yang berlaku.
Uang kuasi, yaitu uang giral yang tidak dapat langsung digunakan sebagai alat penukar.
Jumlah uang beredar dalam arti sempit, keseluruhan jumlah uang kartal dan uang giral yang benar-benar beredar di masyarakat (M1)Jumlah uang beredar dalam arti luas, yaitu keseluruhan jumlah uang kartal, uang giral dan deposito serta tabungan dan rekening valuta asing milik surat yang benar-benar beredar di masyarakat (M2).Near money (dekat dengan uang), yaitu berupa obligasi (surat hutang) pemerintah, yang seperti deposito dan tabungan tidak dapat langsung digunakan sebagai alat penukar, tetapi yang sangat mudah dicairkan menjadi uang kartal maupun uang giral.
b. Bank
Lembaga bank-bank bukan bank sentral, yaitu bank komersial, bank tabungan, bank pembangunan, bank desa, bank pasar, lumbung desa dan bank-bank sekunder lain yang dicirikan sebagai badan usaha dengan bentuk hukum perseroan terbatas atau koperasi.

2. Fungsi Uang dan Bank
a. Fungsi Uang
- Sebagai alat penukar, syaratnya uang itu diterima masyarakat
- Sebagai pengukur nilai
- Sebagai satuan penghitung
- Sebagai penimbun kekayaan.
b. Fungsi Bank
- Sebagai penghubung bagi mereka yang memiliki dana berlebih dengan mereka yang memerlukan dana.

3. Tujuan pendirian Bank
Yaitu untuk mencari laba.

4. Sistem Bank
Sistem cadangan pecahan (fractional reserve system), yaitu suatu sistem dimana bank berkewajiban \iuntuk menyimpan sebagian dari dana titipan sebagai cadangan kalau sewaktu-waktu dana itu diambil pemiliknya.
Hal-hal penting dalam sistem bank tersebut yaitu :
a. Keuntungan bank yang diperoleh dari perbedaan bunga pinjaman dan bunga deposito.
b. Pengaruh terhadap jumlah uang beredar melalui kebijaksanaan sistem perbankan dalam menentukan berapa besar dana yang diperoleh dalam bentuk deposito atas permintaan (giro) digunakan untuk memberikan kredit kepada nasabahnya.
c. Kemungkinan bangkrut karena cadangan terlalu kecil relatif terhadap permintaan kembali dana oleh pemiliknya.

5. Kebijaksanaan Moneter
Kebijaksanaan moneter, yaitu kebijaksanaan yang dilakukan oleh penguasa moneter untuk menstabilkan jalannya roda perekonomian dan mendorong kegiatan perekonomian dengan cara memanipulasi jumlah uang yang beredar.

6. Peranan dan Fungsi Bank Sentral
a. Sebagai salah satu unsur penguasa moneter yang berwenang untuk melaksanakan kebijaksanaan moneter
b. Sebagai lembaga yang diberi wewenang untuk mengatur mengawasi dan mengendalikan sistem moneter yang ada dalam suatu masyarakat atau negara.
Tugas Bank Sentral yaitu :
a. Mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah
b. Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

7. Cara Mempengaruhi Jumlah Uang yang Beredar
a. Kebijaksanaan nisbah cadangan, yaitu kebijaksanaan yang dilakukan oleh penguasa moneter untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui kredit yang dapat diberikan oleh bank sesuai dengan nisbah cadangan yang diwajibkan.
b. Kebijaksanaan suku bunga diskonto
Suku bunga diskonto, yaitu suku bunga yang harus dibayar oleh bank-bank umum apabila meminjam dana dari bank sentral.
Suku bunga diskonto digunakan sebagai patokan bagi tingginya suku bunga pinjaman yang dilakukan oleh bank-bank umum.
Bila suku bunga diskonto turun, bank-bank umum cenderung mempertinggi cadangan mereka dan dengan demikian memperkuat kemampuan mereka untuk menciptakan uang.
c. Kebijaksanaan operasi pasar terbuka
Kebijaksanaan operasi pasar terbuka dilakukan oleh bank sentral dengan jalan membeli atau menjual surat-surat berharga di pasar bursa.
d. Kontrol kredit yang bersifat selektif
Hal ini dilakukan sebagai suplemen bagi kebijaksanaan moneter yang bersifat umum dan ditujukan pada usaha untuk mengatur arus kredit bagi pembiayaan kegiatan-kegiatan ekonomi tertentu.
e. Bujukan persuasif (moral suasim)
Dipergunakan untuk mempengaruhi sikap masyarakat dengan cara bujukan-bujukan melalui media massa agar masyarakat mengetahui benar akibat-akibat tindakannya dalam mengambil kredit, resiko-resiko yang dapat terjadi bagi masyarakat, dst.

XIII. INFLASI DAN DEFLASI

1. Pengertian Deflasi
Apabila kecepatan beredarnya uang giral berkurang, maka menurunkan permintaan, berhadapan dengan adanya penawaran. Hal ini dinamakan sebagai deflasi.

2. Sebab-sebab timbulnya Inflasi dan Deflasi
a. Faktor yang terletak pada M.
1). Bank-bank dapat memperluas atau mengurangi jumlah uang melalui penciptaan atau pemusnahan uang giral.
Penciptaan uang giral, yaitu dibukanya rekening-rekening yang segera dapat digunakan.
Pemusnahan uang giral, yaitu pelunasan rekening-rekening yang segera dapat digunakan.
2). Pengaruh Pemerintah
Pemerintah dapat mempengaruhi jumlah uang melalui politik pendapatan dan pengeluarannya (fiscal policy).
Apabila pemerintah mengeluarkan lebih banyak dibandingkan dengan pendapatannya dan kekurangan dipinjamnya dari Bank Sentral atau bank-bank biasa maka hal tersebut berarti bahwa pemerintah lebih banyak memasukkan uang (injection) dalam lalu lintas uang dari pada yang ditarik olehnya. Cara Penciptaan uang pemerintah mengeluarkan surat-surat pengakuan hutang untuk uang yang diperolehnya sebagai pinjaman.
b. Faktor yang terletak pada V
Apabila persediaan-persediaan kas yang dipegang perusahaan-perusahaan atau keluarga-keluarga diperbesar atau diperkecil, maka jumlah uang yang benar-benar turut serta dalam peredaran bertambah atau berkurang.

3. Akibat-akibat suatu Inflasi
a. Pangaruh atas T
1). Effek Intern
Pada aparat produksi yang berkerja dibawah kapasitas maka karena bertambah permintaan akan timbul lebih banyak penawaran. Inflasi dalam hal ini memanifestasikan diri berupa kenaikan produksi dan kesempatan kerja.
2). Effek Ekstern
Sebuah negara yang berniaga dengan luar negeri dalam keadaan inflasi akan mengalami keadaan bahwa impornya bertambah sedangkan ekspornya akan berkurang.
b. Pengaruh atas P
Apabila aparat produksi bezet-penuh maka kenaikan MV, khususnya mengenai effek intern akan meningkatnya harga. Sesuatu kenaikan harga secara umum biasanya berarti suatu gangguan dalam perimbangan-perimbangan pendapatan.
Apabila suatu inflasi mulai bekerja pada aparat produksi yang onderbezet maka pada umumnya pertama-tama produksi akan bertambah sampai dicapai bezetting penuh.
Andaikata perkembangan inflatoir masih berlangsung terus, maka terutama P akan meningkat. Dengan sendirinya peralihan dari kenaikan produksi ke kenaikan harga hanya terjadi secara berangsur-angsur : pada industri yang satu titik "bezetting penuh" dicapai lebih dahulu dibandingkan dengan industri lain.

4. Gejala-gejala Deflasi
a. Penurunan produksi dan kesempatan kerja
b. Penurunan harga
c. Perbaikan neraca perdagangan.
Penurunan harga secara umum menyebabkan pincangnya perimbangan-perimbangan pendapatan pada jurusan sebaliknya dari pada effek inflasi.

5. Perbedaan akibat yang ditimbulkan oleh Inflasi dan Deflasi
- Pada inflasi pertama-tama mengenai orang-orang yang berpenghasilan tetap - para penerima pensiun - para pegawai negeri dan pula para pekerja. Hanya segolongan kecil mencapai keuntungan, yaitu kaum spekulasi para pedagang dan kaum industriil.
- Pada keadaan deflasi, pendapatan nasional berkurang hingga dengan demikian turun pula tingkat kehidupan rata-rata sebagai akibat dari pada fakta bahwa kesibukan umum terus-menerus hingga tingkat yang makin rendah. Semua orang dengan pendapatan tetap - kaum pelepas uang (para rentenir) - para pegawai negeri - para pekerja-pekerja tertentu menikmati keuntungan berupa harga-harga yang menurun, sebaliknya menurunnya harga mengurangi gairah industri hingga terjadi pengangguran.

6. Macam Pengangguran
Macam pengangguran menurut kaum klasik :
a. Pengangguran yang timbul karena pergesaran tingkat output dari berbagai sektor dan bersifdat sementara (frictional un employment).
b. Pengangguran musiman, yang datang dan hilang menurut musim (seasonal un employment)
c. Pengangguran yang "dibuat" orang, misalnya dengan adanya peraturan upah minimum atau tindakan dari serikat buruh yang berusaha mempertahankan tingkat upah diatas tingkat yang mempertemukan permintaan dan penawaran tenaga kerja (institutional un employment).

ooo O ooo

XIV. PERDAGANGAN INTERNASIONAL

1. Pengertian
Ekonomi internasional mencakup masalah ekonomi dalam hubungannya satu negara dengan negara lain, baik mikro maupun makro ekonomi. Aspek mikro ekonomi meluputi alokasi faktor-faktor produksi dan penentuan harga. Aspek makro ekonomi meliputi kekuatan-kekuatan yang secara internasional mempengaruhi penghasilan nasional dan kesempatan kerja antara beberapa perekonomian.
Jadi ekonomi internasional bergarak dan mempelajari mekanisme satu perekonomian sampai pada analisa hubungan antara perekonomian satu negara dengan negara lain. Hubungan ini dapat berupa perdagangan/tukar menukar barang/jasa, investasi, pemberian hadiah, pinjaman atau kerja sama dalam organisasi ekonomi internasional.
Oleh karena itu ruang lingkup ekonomi internasional lebih luas dari perdagangan internasional, karena perdagangan internasional hanya meliputi transaksi pertukaran barang/jasa antara satu negara dengan negara lain.

2. Alasan Suatu Negara Perlu Berdagang
Negara berdagang untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan berupa kenaikan produktivitas karena adanya spesialisasi.
Beberapa pendapat yang negatif tentang perdagangan internasional :
a. Suatu barang yang tergantung pada penawaran barang dari negara lain kesulitan apabila terjadi perang.
b. Perdagangan internasional dapat merupakan sumber ketidak stabilan dan sangat mempengaruhi perencanaan ekonomi.
c. Perdagangan internasional dapat menimbulkan kerugian bagi industri-industri dalam negeri yang hasil produksinya mendapat saingan dari barang impor.

3. Teori Tentang Timbulnya Perdagangan Internasional
a. Merkantilisme
Merkantilisme, yaitu suatu sistem tentang kebijaksanaan yang bertujuan untuk mengatur perdagangan luar negeri serta pembentukan negara nasional yang kuat.
b. Teori keuntungan mutlak dari Adam Smith
Suatu negera dikatakan mempunyai keuntungan mutlak dalam memproduksi suatu jenis barang tertentu apabila negara tersebut dapat memproduksi barang tersebut dengan jam/hari kerja yang lebih sedikit dibandingkan kalau barang tersebut diproduksikan negara lain.
c. Teori ongkos komparatif dari David Richardo
Menurut Richardo barang yang dihasilkan ditentukan oleh ongkos tenaga kerja yang diperlukan untuk melakukan spesialisasi dan mengekspor barang-barang yang mempunyai ongkos komparatif yang terkecil. Dasar tukar internasional terjadi 1 : 1
d. Teori keuntungan komparatif dari J.S. Mell
Sama dengan David Richardo, hanya saja dasar tukar internasional tidak selalu 1 : 1
e. Teori Heckscher Ohlin
- Barang-barang yang diperdagangkan antara negara didasarkan atas proporsi serta intensitas faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksi barang-barang tersebut.
-Perdagangan internasional tidaklah jauh berbeda dengan perdagangan antara negara. Jika terdapat perbedaan, maka perbedaannya hanyalah maslah jarak.
f. Teori permintaan dan penawaran
Pada prisipnya perdagangan antara 2 negara itu timbul karena adanya perbedaan oleh permintaan ataupun penawaran.

4. Neraca Pembayaran Internasional
a. Pengertian
Neraca pembayaran internasional yaitu ikhtisar yang tersusun secara sistematis daritransaksi-transaksi ekonomi antara penduduk satu negara dengan negara lain selama jangka waktu tertentu (umumnya satu tahun).
b. Transaksi
Transaksi yang dimaksud ke dalam neraca pembayaran internasional adalah transaksi ekonomi yang terjadi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain.
Macam transaksi yaitu transaksi kredit dan transaksi debit.
Transaksi kredit, yaitu transaksi yang menimbulkan atau bertambahnya hak bagi penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain.
Transaksi debit, yaitu transaksi yang mengakibatkan timbulnya atau bertambahnya kewajiban penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran kepada penduduk negara lain.


ooo O ooo



LAMPIRAN 1 : SOAL UJIAN

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
SOAL UJIAN SEMESTER GASAL TH. 1991/1992
MATA UJIAN : PENGANTAR ILMU EKONOMI
HARI/TANGGAL : SELASA 28 JANUARI 1992
W A K T U : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
======================================
1. Sebutkan macam-macam uang yang saudara ketahui, Apa fungsi uang, sebutkan.
2. Apa kelemahan pendapatan nasional sebagai ukuran kesejahteraan masyarakat. Uraikan dengan jelas.
3. Dalam APBN 1992, bantuan luar negeri dikurangi dan penerimaan dari pajak dinaikkan. Menurut saudara mengapa pemerintah melakukan hal tersebut ?
4. Tulis rumus pendapatan nasional keseimbangan pada perekonomian terbuka dengan kebijaksanaan fiskal, beri keterangan dari notasi/variabel yang saudara gunakan.
5. Apa yang saudara ketahui tentang :
a. Marginal product
b. Isoquant
c. Revenue
oooooo 0 oooooo

UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
SOAL UJIAN MID SEMESTER GASAL TH. 1992/1993
MATA UJIAN : PENGANTAR ILMU EKONOMI
HARI/TANGGAL : SELASA 10 NOPEMBER 1992
W A K T U : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
======================================
1. Apa yang dimaksud dengan Ilmu Ekonomi. Jelaskan !
2. Sebutkan macam-macam biaya dan jelaskan pengertiannya. !
3. Sebutkan macam-macam pendapatan dan jelaskan pengertiannya. !
4. Sebutkan macam-macam produksi dan jelaskan pengertiannya. !
5. Apa kebaikan dan keburukan perhitungan pendapatan nasional. !
6. a. Apa tujuan mempelajari Ekonomi Mikro. ?
b. Apa tujuan mempelajari Ekonomi Makro. ?
c. Mengapa Ekonomi Makro timbul. ?
d. Apa yang dimaksud pajak lump sum dan pajak yang built in flexible.?
ooo O ooo


UNIVERSITAS KADIRI
FAKULTAS PERTANIAN
SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GASAL TAHUN 1993/1994
MATA UJIAN : PENGANTAR ILMU EKONOMI
HARI/TANGGAL : JUM'AT, 12 NOPEMBER 1993
WAKTU : 90 MENIT
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
S O A L
1). Jawablah semua soal dengan singkat dan jelas
2). Penilaian berdasarkan bobot soal
1. a. Mengapa kegiatan ekonomi timbul
b. Apa perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
2. a. Sebutkan macam-macam hubungan antar product, dan sebutkan pengertiannya
b. Sebutkan macam-macam hubungan antar barang, dan sebutkan pengertiannya.
3. a. Berikan pengertian tentang hukum kenaikan hasil yang semakin berkurang.
b. Apa yang dimaksud dengan marginal product.
4. Sebutkan macam-macam biaya yang saudara ketahui beserta pengertiannya.
5. Apa tujuan orang mengkonsumsi barang / jasa ?
6. Apa guna ukuran pendapatan nasional ? Apa ukuran tersebut baik ? Berikan alasan.
7. Apa maksudnya anggaran bersifat berimbang dan dinamis.
8. Apa yang dimaksud dengan konyuntur.
SELAMAT MENGERJAKAN
PANITIA UJIAN AKHIR SEMESTER
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KADIRI
SEMESTER GASAL
TAHUN AKADEMIK 1999/2000
SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL TAHUN 1999/2000
MATA UJIAN : PENGANTAR ILMU EKONOMI
HARI/TANGGAL : SABTU, 4 DESEMBER 1999
JAM : 14.00 – 15.30
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
SOAL
1. Coba jelaskan istilah berikut :
a. Pengantar Ilmu Ekonomi
b. Ekonomi Mikro
c. Ekonomi Makro
d. Pendapatan Nasional Keseimbangan
2. Buat sebuah contoh tabel total produksi
3. Gambar hubungan antara Produksi total, Produksi rata-rata dan Produksi marginal.
4. Bagaimana rumus dan keterangannya dari :
a. Permintaan
b. Persamaan Biaya
c. Fungsi Biaya
d. Keuntungan
5. Pada saat krisis moneter, terjadi inflasi. Menurut saudara, bagaimana hal itu bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.
6. Tujuan mempelajari ekonomi makro yaitu mempelajari terjadinya Pendapatan Nasional Keseimbangan. Secara garis besar bagaimana pendapatan nasional keseimbaganan tersebut dianalisis ?


PANITIA UJIAN AKHIR SEMESTER
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS KADIRI
SEMESTER GASAL
TAHUN AKADEMIK 2001/2002
SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL TAHUN 2001/2002
MATA UJIAN : PENGANTAR ILMU EKONOMI
HARI/TANGGAL :
JAM :
DOSEN : IR. TUTUT DWI SUTIKNJO
SOAL
1. Coba jelaskan istilah berikut :
a. Pengantar Ilmu Ekonomi
b. Keuntungan Maksimum
c. Kepuasan Maksimum
d. Pendapatan Nasional Keseimbangan
2. Buat sebuah contoh tabel penawaran
3. Gambar hubungan antara Biaya total, Biaya rata-rata dan Biaya marginal.
4. Bagaimana rumus dan keterangannya dari :
a. Penawaran
b. Persamaan Biaya
c. Fungsi Biaya
d. Fungsi Produksi
5. Pada saat krisis moneter, terjadi inflasi. Menurut saudara, bagaimana hal itu bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.
6. Tujuan mempelajari ekonomi makro yaitu mempelajari terjadinya Pendapatan Nasional Keseimbangan. Secara garis besar bagaimana pendapatan nasional keseimbaganan tersebut dianalisis ?


INDEK

Adam Smith 2, 41
Albert L Meyers 1
Alfred Marshal 2
Aristoteles 2
Avarage fixed cost 22
Avarage total cost 22
Avarage variable cost 22
Bank 36, 37, 39
Bapak Ilmu Ekonomi 2
Batuan program 30
Bea masuk 29
Bezetting penuh 39, 40
Biaya marginal 22
Biaya produksi 14, 22
Biaya tetap 22
Biaya tetap rata-rata 22
Biaya total 22, 23
Biaya total rata-rata 22
Biaya variabel 22, 23
Biaya variabel rata-rata 22
Boisgillebert 27
Budget line 8
Business sector 28
Competitive products 18
Complementary products 17
Constant return 16
constrain 8
Consumption Equilibrium 9
Cukai 29
Daerah irrasional 21
Daerah rasional 21
David Richardo 2, 41
Decreasing return 17
Deflasi 39, 40
Dekat dengan uang 36
Demand 6, 11
Effek Intern 39
Ekonomi 1, 2, 3, 4, 5, 14, 33, 41, 43, 44
Ekonomi Diskriptif 3
Ekonomi Internasional 41
Ekonomi Mikro 2, 43, 44
Ekonomi Terapan 4
Ekonomi Theory 3
Ekonomi Theory Makro 3
Ekonomi theory Mikro 3
Elastisitas Kesatuan 12
Elastisitas Permintaan 11, 12
Faktor Produksi 14
Faktor Produksi Alam 14
Fasisme 4
Filsafat Anggaran 31
Fiscal Policy 39
Fixed Cost 22
Fluktuasi Musim 33
Fluktuasi Siklis 33
ForeignTrade Sector 28
fractional reserve system 36
Frank Knifht 1
Fransois Quesnay 2
frictional un employment 40
Fungsi Bank 36, 37
fungsi biaya 22, 23, 24
fungsi biaya total 23, 24
Fungsi produksi 16, 20
Fungsi produksi linear 20
Fungsi Uang 36
garis anggaran 8, 9, 10
giro 37
government sector 28
Gross National Product 27
Harga keseimbangan 25
Hennipman 1
household sector 28
Hukum Permintaan 11
Ilmu Ekonomi ii, 1, 2, 3, 5, 43, 44
Ilmu ekonomi diskriptif 4
imperfect market 26
income 6, 27, 28
disposable 6, 27, 28
Income
Disposable Personal 27
National 27
Personal 27
Increasing return 17
Inflasi 39, 40, 45
injection 39
institutional un employment 40
investory 15
J.S. Mell 41
John Stuart Miil 2
joint products 17
Kapitalis 5
Kebijaksanaan Fiskal 31
Kebijaksanaan moneter 37
Kebijaksanaan nisbah cadangan 37
Kebijaksanaan operasi pasar terbuka 37
Kebijaksanaan suku bunga diskonto 37
Kegiatan Ekonomi 1, 2
Kegiatan konsumsi 1, 6
Kegiatan pertukaran 2
Kegiatan produksi 1, 14
Keseimbangan Konsumsi 9
keuntungan maksimum 21, 24
Koefisien elastisitas 11
Komunisme 5
konjungtur 31
konsumsi 1, 4, 6, 8, 9, 10, 14, 27, 28, 29, 30, 34, 35
konyungtur 33, 34, 35
Kurva Indiferens 7, 8, 9, 10
law of variable proportion 19
Leon Walras 2
Lionel Robbins 1
long run 16
maksimation of profit 14
marginal rate of taxation 28
Mazab Austria 2
Mel Vilye J Ulmer 1
Merkantilisme 41
Modal 15
Monetarists 3
Monopoli 26
Monopoli tak sempurna 26
monopolistic competition 26
Near money 36
Neraca pembayaran internasional 42
Net National Product 27
Oligopoli 26
onderbezet 39
ordering 6, 7
Oscar Langen 1
Pajak ekspor 29
Pajak langsung 29
Pajak pendapatan 29
Pajak penjualan 29
Pajak perseroan 29
Pajak tidak langsung 29
pasar 11, 12, 25, 26, 27, 29, 36, 37
Pasar abstrak 26
Pasar konkrit 26
Penawaran 3, 12, 13, 25, 26, 33, 39, 40, 41, 42
Pendapatan nasional 4, 27
Pendapatan Perorangan Bruto 27
Pengelolaan 15
Peranan pengelolaan 15
perfect competition 26
perfect market 26
Permintaan 3, 6, 11, 12, 25, 26, 30, 33, 37, 39, 40, 42, 44
permintaan individual 6
Persaingan monopolistis 26
Persaingan sempurna 26
persamaan biaya 22
Petty 27
Post-Keynesian Economists 3
primarily external theories 34
primarily internal theories 34
product differentiation 26
Produk Nasional Bruto 27
Produk Nasional Netto 27
produksi 1, 4, 5, 6, 12, 14, 15, 16, 17, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 27, 29, 33, 37, 39, 40, 41, 42, 43, 44
produksi marginal 19, 20
produksi optimum 24
produksi total 19, 27
Prof. DR. J.L. Mey JR 1
Proses distribusi 14
Proses ekonomi 14
Proses konsumsi 14
Proses produksi 1, 14, 15, 17
public goods 29
Rational Ecpectations 3
seasonal un employment 40
Shock and response theory 35
short run 15, 22
Simon Kuznets 27
skills 15
SOELISTIJO 1
Sosialisme 4
stok 15, 27
subsisten 1
Supplementary products 18
Supply Side Economists 3
Tahapan Ekonomi Klasik 2
Tahapan Fisiokrat 2
tahun kelahiran ilmu ekonomi 2
taste 6
tenaga kerja 15, 27, 40, 41
Teori ekstern 34
Teori intern 34
Teori Investasi 35
Teori Kunsumsi kurang 34
Teori Moneter 34
Teori produksi 14
Teori psikologis 34
Teori Utilitas 6
Thomas Aquinos 2
Thomas Malthus 2
total cost 22
total pendapatan 24
total revenue 24
Total Spending 34
Transaksi 42
Transaksi debit 42
Transaksi kredit 42
Trend sekuler 33
Tucker 27
Tugas pengelolaan 15
Uang 36, 37
Uang giral 36, 39
Uang kartal 36
Uang kuasi 36
unitary elasticity 12
Utilitas 6, 7, 8, 9
utility 6
variable cost 22
very long run 16


GARIS-GARIS BESAR PROSES PEMBELAJARAN (GBPP)
Nama Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Ekonomi
Kode Mata Kuliah :
Kelompok :
Beban Studi : 2 sks
Penempatan : Semester I
1. Tujuan Pembelajaran
Berbekal Pengantar Ilmu Ekonomi para lulusan diharapkan mampu :
1. Berfikir rasional, sistematis, kritis dan berwawasan luas
2. Bersikap profesional, dinamis, mampu mengenali berbagai masalah aktual, serta mampu mengambil keputusan dan bersikap secara bertanggungjawab dalam memanfaatkan Ilmu Ekonomi.
3. Berjiwa besar dan mampu menerima pendapat orang lain secara logis dan ilmiah, serta mempunyai rasa tanggungjawab terhadap Kondisi ekonomi masyarakat..
2. Visi dan Misi mata kuliah PENGANTAR ILMU EKONOMI
Visi mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi di perguruan tinggi adalah mengantarkan mahasiswa mengembangkan kemampuan pemahaman serta tanggungjawab manusia terhadap sumberdaya ekonomi berkehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global.
Misi mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi adalah memberikan landasan pengetahuan dan wawasan luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyrakat baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial yang beradab, bertanggungjawab terhadap sumberdaya ekonomi.
3. Pokok-Pokok Substansi Kajian PENGANTAR ILMU EKONOMI
Setelah mempelajari pokok-pokok kajian Pengantar Ilmu Ekonomi mahasiswa diharapkan mampu mejelaskan tentang:

1. Pendahuluan
1.1. Definisi Ilmu Ekonomi
1.2. Sejarah Timbulnya Kegiatan Ekonomi
1.3. Sebab Timbulnya Kegiatan Ekonomi
1.4. Sejarah Ilmu Ekonomi
1.5. Yang Dipelajari dalam Ilmu Ekonomi
1.6. Tujuan Mempelajari Ilmu Ekonomi
1.7. Tugas Ilmu Ekonomi
1.8. Pembagian Ilmu Ekonomi
1.9. Persoalan Dasar Setiap Perekonomian
1.10. Cara Mengatasi Masalah Perekonomian
1.11. Pendekatan yang Digunakan Dalam Ilmu Ekonomi
2. Teori Konsumsi
2.1. Konsep Dasar Permintaan Individu
2.2. Teori Utilitas dan Preferensi
2.3. Karakteristik, Skala Indeks Fungsi Utilitas
2.4. Kurva Indiferens
2.5. Pengambilan Keputusan Seorang Konsumen
3. Teori Permintaan dan Penawaran
3.1. Pengertian Permintaan
3.2. Hukum Permintaan
3.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perminaan
3.4. Elastisitas Permintaan
3.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya elastisitas permintaan
3.6. Pengertian Penawaran
3.7. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penawaran
3.8. Elastisitas Penawaran
4. Produksi
4.1. Pengertian
4.2. Proses Ekonomi dan Proses produksi
4.3. Macam-macam Faktor Produksi
4.4. Tinjauan Umum Tentang Teori Produksi
4.5. Konsepsi dari Suatu Fungsi Produksi
4.6. Jenis-jenis Fungsi Produksi
4.7. Hubungan-hubungan antara Produk (Products relationship)
5. Hubugnan Antara Faktor Produksi dengan Hasil Produksi
5.1. Hukum Pertambahan Hasil Yang Semakin Berkurang
5.2. Hasil Produksi Total, Rata-rata dan Marginal
5.3. Hubungan antara Hasil Produksi Total, Rata-rata dan Marginal
5.4. Pengaruh dari Perubahan Harga
5.5. Tiga Daerah dalam Suatu Fungsi Produksi
6. Biaya Produksi dan Pendapatan
6.1. Konsep Biaya Produsen
6.2. Biaya rata-rata
6.3. Biaya Marginal (MC = marginal cost)
6.4. Diagram biaya Rata-rata dan Biaya Marginal.
6.5. Penentuan Produksi Optimum
7. Teori Harga
7.1. Mekanisme terjadinya harga
7.2. Harga keseimbangan
7.3. Pengaruh pergesaran kurva permintaan dan penawaran terhadap harga
7.4. Keseimbangan sementara, jangka pendek dan jangka panjang
8. Teori Pasar
8.1. Pembagian Pasar
8.2. Organisasi Pasar
8.3. Bentuk-bentuk Pasar
9. Pendapatan Nasinal
9.1. Sejarah Konsep Pendapatan Nasional
9.2. Macam dan Pengertian Pendapatan Nasional
9.3. Fungsi pendapatan Nasional
9.4. Komponen Pendapatan nasional
10. Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
10.1. Fungsi Anggaran Belanja
10.2. Penerimaan Pemerintah
10.3. Pengeluaran Pemerintah/Belanja Negara
10.4. Kebijaksanaan Fiskal
11. Ayunan Pendapatan Nasional dan Konyungtur
11.1. Pengertian Konyungtur
11.2. Empat Fase dari pada Gerakan Konyungtur
11.3. Jenis-jenis Fluktuasi Ekonomi
11.4. Teori-teori Konyungtur
12. Uang dan Bank
12.1. Pengertian
12.2. Fungsi Uang dan Bank
12.3. Tujuan pendirian Bank
12.4. Sistem Bank
12.5. Kebijaksanaan Moneter
12.6. Peranan dan Fungsi Bank Sentral
12.7. Cara Mempengaruhi Jumlah Uang yang Beredar
13. Inflasi dan Deflasi
13.1. Pengertian Deflasi
13.2. Sebab-sebab timbulnya Inflasi dan Deflasi
13.3. Akibat-akibat suatu Inflasi
13.4. Gejala-gejala Deflasi
13.5. Perbedaan akibat yang ditimbulkan oleh Inflasi dan Deflasi
13.6. Macam Pengangguran
14. Perdagangan Internasional
14.1. Pengertian
14.2. Alasan Suatu Negara Perlu Berdagang
14.3. Teori Tentang Timbulnya Perdagangan Internasional
14.4. Neraca Pembayaran Internasional




Struktur substansi kognitif matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi dapat disusun dalam matriks Tabel 1.
Tabel 1. Matriks Alat Ukur Evaluasi Hasil Belajar (kompetensi yang ingin dicapai)
Substansi Mater Bobot penguasaan (%)
K C Ap An S E Jumlah
Pendahuluan 6 1 7
Teori Konsumsi 4 1 2 7
Teori Permintaan dan Penawaran 4 1 2 7
Produksi 4 1 2 7
Hubugnan Antara Faktor Produksi dengan Hasil Produksi 4 1 2 7
Biaya Produksi dan Pendapatan 4 1 2 7
Teori Harga 4 1 2 7
Teori Pasar 4 1 2 7
Pendapatan Nasinal 5 1 1 7
Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah 5 1 1 7
Ayunan Pendapatan Nasional dan Konyungtur 5 1 1 7
Uang dan Bank 5 1 1 7
Inflasi dan Deflasi 5 2 1 8
Perdagangan Internasional 5 2 1 8
Jumlah 64 9 7 14 6 100
Catatan : K=Knowledge; C=Comprehension; Ap=Aplication; An=Analysis; S=Synthesis; E=Evaluation.

Sesuai dengan kompetensi yang dituju dengan bobot seperti didistribusikan pada tabel 1. maka penekanan pembelajaran terletak pada bagaimana mahasiswa dapat meningkatkan knowledge (64%) dan analysis (14%) dengan kemampuan comprehensip (9%) dan aplikasi (7%), sedangkan kemampuan sintesis (6%)
Berdasarkan topik bahasan yang diberikan, maka penekanan pembelajaran Pengantar Ilmu Ekonomi adalah merata pada seluruh pokok bahasan yang ada.
Untuk kemampuan aspek afektif dan psikomotorik bisa dikembangan matriks serupa dan dapat dimanfaatkan untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan.




4. Status Tiap Materi Dalam Kesatuan Modul
Status tiap materi dalam satu kesatuan Modul Pengantar Ilmu Ekonomi disusun dalam matris tabel 2.
Tabel 2. Matris status dan peranan tiap materi dalam kesatuan modul
Materi Status
Kompetensi Peranan
Pendahuluan Utama Wawasan dan Landasan
Teori Konsumsi Utama Wawasan dan Pemahaman
Teori Permintaan dan Penawaran Utama Wawasan dan Pemahaman
Produksi Utama Wawasan dan Pemahaman
Hubugnan Antara Faktor Produksi dengan Hasil Produksi Utama Wawasan dan Pemahaman
Biaya Produksi dan Pendapatan Utama Wawasan dan Pemahaman
Teori Harga Utama Wawasan dan Pemahaman
Teori Pasar Utama Wawasan dan Pemahaman
Pendapatan Nasinal Utama Wawasan dan Pemahaman
Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah Utama Wawasan dan Pemahaman
Ayunan Pendapatan Nasional dan Konyungtur Utama Wawasan dan Pemahaman
Uang dan Bank Utama Wawasan dan Pemahaman
Inflasi dan Deflasi Utama Wawasan dan Pemahaman
Perdagangan Internasional Utama Wawasan dan Pemahaman
Jumlah

5. Peranan Tiap Materi Pokok dalam Kesatuan Modul
Peranan tiap materi dalam kesatuan modul PENGANTAR ILMU EKONOMI disusun dalam matriks pada tabel 2.
1. Pendahuluan. (Materi 1), memberi wawasan bagaimana kedudukan Pengantar Ilmu Ekonomi dalam Ilmu Ekonomi secara umum
2. Teori Konsumsi, (Materi 2), memberi pengertian dan wawasan tentang perilaku konsumen dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akan barang dan jasa.
3. Teori Permintaan dan Penawaran, (Materi 3), memberi pengertian dan wawasan tentang perilakuk konsumen maupun produsen terhadap jumlah barang yang ingin dibeli atau dijual.
4. Produksi, (Materi 4), memberi pengertian dan wawasan tentang perilaku produsen terhadap jumlah barang yang diproduksinya.
5. Hubugnan Antara Faktor Produksi dengan Hasil Produksi, (Materi 5), memberi pengerteian dan wawasan tentang hubungan antara faktor produksi dan produksinya agar diperoleh keuntungan yang maksimum.
6. Biaya Produksi dan Pendapatan, (Materi 6), memberikan pengertian dan wawasan tentang faktor hyang menentukan besar kecilnya pendapatan yang diperoleh produsen.
7. Teori Harga, (Materi 7), memberikan pengertian dan wawasan tentang pentingnya teori harga untuk mencapai kepuasan konsumen dan produsen.
8. Teori Pasar, (Materi 8), pokok bahasan ini memberikan pengertian dan wawasan tentang hubungan antara konsumen dan produsen.
9. Teori Pasar, (Materi 9), memberikan pengertian dan wawasan secara umum bagaimana ukuran kesejahteraan masyarakat ditinjau dari segi ekonomi.
10. Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah (Materi 10), memberikan pengertian dan wawasan tentang apa yang dilakukan pemerintah dalam upaya mengatasi keadaan ekonomi masyarakata melalui kebijaksanaan fiskal.
11. Ayunan Pendapatan Nasional dan Konyungtur (Materi 11), memberikan wawasan tentang perilaku keadaan ekonomi dalam jangka panjang.
12. Uang dan Bank (Materi 12), memberikan wawasan bagaimana cara mengendalikan keadaan perekonomian lewat kebijaksanaan moneter.
13. Inflasi dan Deflasi (Materi 13), memberikan pengertian dan wawasan bagaimana terjadinya inflasi dan deflasi serta akibat yang terejadi karenanya.
14. Perdagangan Internasional (Materi 14), memberikan pengertian dan wawasan tentang pentingnya peranan perdagangan internasional dalam mempengaruhi keadaan ekonomi nasional..
6. Pendekatan, Strategi dan Metode Pembelajaran
1. Penekatan pembelajaran mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi adalah dengan cara menempatkan mahasiswa sebagai subyek didik sekaligus mitra dalam proses pembelajaran.
15. Strategi pembelajaran matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi adalah melakukan bembahasan secara kritis, induktif, deduktif, dan reflektif melalui dialog kreatif yang bersifat partisipatoris.
16. Penekanan metode pembelajaran tiap materi mata kuiliah Pengantar Ilmu Ekonomi disusun dalam tabel 3.


Tabel 3. Matriks Metode Pembgelajaran Pengantar Ilmu Ekonomi serta Alat Ukur Proses Belajarnya
Substansi Materi Bobot penguasaan (%)
K D S M Jumlah
Pendahuluan 6 1 7
Teori Konsumsi 4 1 2 7
Teori Permintaan dan Penawaran 4 1 2 7
Produksi 4 1 2 7
Hubugnan Antara Faktor Produksi dengan Hasil Produksi 4 1 2 7
Biaya Produksi dan Pendapatan 4 1 2 7
Teori Harga 4 1 2 7
Teori Pasar 4 1 2 7
Pendapatan Nasinal 5 2 7
Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah 5 2 7
Ayunan Pendapatan Nasional dan Konyungtur 5 2 7
Uang dan Bank 5 1 1 7
Inflasi dan Deflasi 5 2 1 8
Perdagangan Internasional 5 2 1 8
Jumlah 64 19 17 100
Catatan : K=Kuliah; D=Diskusi Kelompok dan tanya jawab; S=Seminar; M=Tugas Makalah.
Metode pembelajaran utama masih berupa kuliah (64%) yang dilengkapi dengan diskusi partipatoris (19%) dan tugas makalah (17%). Namun demikian bobot masing-masing metode tersebut dapat diseuaikan dengan situasi, kondisi serta relevansi dengan program peserta didik.
7. Evaluasi Proses Pembelajaran
1. Bentuk Evaluasi
Evakuasi matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi dilaksanakan dalam bentuk ujian tertulis, lisan dan penilaian tugas.
17. Jenis Soal
Ujian dalam evaluasi matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi menggunakan bentuk soal essay, pilihan berganda, lisan, penulisan dan penyampaian makalah.
18. Pelaksanaan Evaluasi
Evaluasi matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi dilaksanakan melalui quiz, ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS) dan penugasan.
Catatan : Pengajar mata kuliah PENGANTAR ILMU EKONOMI dapat mengembangkan sendiri jenis evaluasi sesuai dengan situasi, kondisi serta relevansi dengan program peserta didik.
8. Manajemen Lingkungan Pembelajaran
1. Rasio antara pengajar dengan mahasiswa adalah 1 : 40
19. Pengajar harus mampu menumbuhkan motivasi mahasiswa untuk mempelajari matakuliah Pengantar Ilmu Ekonomi serta berperan aktif dalam proses pembelajaran.
20. Pengajar harus kreatif mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi yang ada di lingkungan akademik.
21. Pengajar diharapkan dapat meningkatkan kareatifitas kualitas kajian yang lebih kontekstual dan mengikuti perkembangan Pengetahuan, khususnya Ilmu Ekonomi mutakhir..
22. Pengajar harus memahami keragaman latar belakang peserta didik.
9. Buku Sumber
ALFRED W. STONIER dan DOUGLAS C. HAQUE (1979), Teori Ekonomi, GI, Jakarta, 543 hal
BOEDIONO (1980), Synopsis Pengantar Ilmu Ekonomi, Bagian satu, (Teori Mikro), BPFE, Yogyakarta, 162 hal
BOEDIONO, DR (1984), Ekonomi Makro, BPFE, Yogyakarta, 172 hal.
DOMINICK SALVATORE (1974), Teori dan Soal Jawab Teori Ekonomi Mikro, Jilid I, BPFE, Yogyakarta, 345 hal.
DOMINICK SALVATORE, Teori dan Soal Jawab Teori Ekonomi Mikro, Jilid II, BPFE, Yogyakarta, 345 hal.
RICHARD A. BILAS (1984), Teori Ekonomi Mikro, Erlangga, 532 hal.
SOEDIYONO R, MBA, DR (1982), Ekonomi Makro: Pengantar Pendapatan Nasional, Liberty, Yogyakarta, 223 hal.
SOEDIYONO R, MBA, DR (1983), Ekonomi Makro: Analisa IS-LM dan Permintan Penawaran Agregatif, Liberty, Yogyakarta, 241 hal.
SUDARSONO (1983), Pengantar Ekonomi Mikro, LP3ES, Jakarta, 390 hal
TUTUT DWI SUTIKNJO, IR (1986), Diktat Kuliah Ekonomi Makro, Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Kadiri, Kediri, 69 hal.
TUTUT DWI SUTIKNJO, IR (1991), Diktat Kuliah : Ekonomi Makro, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Kadiri, Kediri, 51 hal.

Lampiran 1. SATUAN ACARA PERKULIAHAN
MATA KULIAH : PENGANTAR ILMU EKONOMI
No. Minggu Ke Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok/Sub Pokok Bahasan Metode Waktu (Jam) Sumber
T P K
1 1 Mahasiswa memahami tentang pengertian, sejarah, sebab timbulnya, yang dipelajari, tujuan, tugas, pembagian, cara mengatasi masalah dan pendekatan yang digunakan dalam ilmu ekonomi 23. Pendahuluan
23.1. Definisi Ilmu Ekonomi
23.2. Sejarah Timbulnya Kegiatan Ekonomi
23.3. Sebab Timbulnya Kegiatan Ekonomi
23.4. Sejarah Ilmu Ekonomi
23.5. Yang Dipelajari dalam Ilmu Ekonomi
23.6. Tujuan Mempelajari Ilmu Ekonomi
23.7. Tugas Ilmu Ekonomi
23.8. Pembagian Ilmu Ekonomi
23.9. Persoalan Dasar Setiap Perekonomian
23.10. Cara Mengatasi Masalah Perekonomian
23.11. Pendekatan yang Digunakan Dalam Ilmu Ekonomi Ceramah 2
2 2 Mahasiswa memahami, mengerti dan mampu memberikan contoh persoalan tentang teori konsumsi. 24. Teori Konsumsi
24.1. Konsep Dasar Permintaan Individu
24.2. Teori Utilitas dan Preferensi
24.3. Karakteristik, Skala Indeks Fungsi Utilitas
24.4. Kurva Indiferens
24.5. Pengambilan Keputusan Seorang Konsumen Ceramah 2
3 3 Mahasiswa memahami, dan mampu menjelaskan tentang teori permintaan dan penawaran. 25. Teori Permintaan dan Penawaran
25.1. Pengertian Permintaan
25.2. Hukum Permintaan
25.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perminaan
25.4. Elastisitas Permintaan
25.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya elastisitas permintaan
25.6. Pengertian Penawaran
25.7. Faktor-faktor yang mempengaruhi Penawaran
25.8. Elastisitas Penawaran Ceramah 2

4 4 Mahasiswa mengerti dan mampu menjelaskan tentang teori produksi 26. Produksi
26.1. Pengertian
26.2. Proses Ekonomi dan Proses produksi
26.3. Macam-macam Faktor Produksi
26.4. Tinjauan Umum Tentang Teori Produksi
26.5. Konsepsi dari Suatu Fungsi Produksi
26.6. Jenis-jenis Fungsi Produksi
26.7. Hubungan-hubungan antara Produk (Products relationship) Ceramah 2
5 5 Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang hubungan antara faktopr produksi dengan hasil produsi. 27. Hubugnan Antara Faktor Produksi dengan Hasil Produksi
27.1. Hukum Pertambahan Hasil Yang Semakin Berkurang
27.2. Hasil Produksi Total, Rata-rata dan Marginal
27.3. Hubungan antara Hasil Produksi Total, Rata-rata dan Marginal
27.4. Pengaruh dari Perubahan Harga
27.5. Tiga Daerah dalam Suatu Fungsi Produksi Ceramah 2
6 6 Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang biaya, produksi dan pendapatan. 28. Biaya Produksi dan Pendapatan
28.1. Konsep Biaya Produsen
28.2. Biaya rata-rata
28.3. Biaya Marginal (MC = marginal cost)
28.4. Diagram biaya Rata-rata dan Biaya Marginal.
28.5. Penentuan Produksi Optimum Ceramah 2
7 7 Mahasiswa memahami danmampu menjelaskan tentang teori harga 29. Teori Harga
29.1. Mekanisme terjadinya harga
29.2. Harga keseimbangan
29.3. Pengaruh pergesaran kurva permintaan dan penawaran terhadap harga
29.4. Keseimbangan sementara, jangka pendek dan jangka panjang Ceramah 2
8 8 Mid Semester
9 9 Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang teori pasar 30. Teori Pasar
30.1. Pembagian Pasar
30.2. Organisasi Pasar
30.3. Bentuk-bentuk Pasar Ceramah 2
10 10 Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang pendapatan nasional 31. Pendapatan Nasinal
31.1. Sejarah Konsep Pendapatan Nasional
31.2. Macam dan Pengertian Pendapatan Nasional
31.3. Fungsi pendapatan Nasional
31.4. Komponen Pendapatan nasional Ceramah 2
11 11 Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang penerimaan dan pengeluaran pemerintah 32. Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
32.1. Fungsi Anggaran Belanja
32.2. Penerimaan Pemerintah
32.3. Pengeluaran Pemerintah/Belanja Negara
32.4. Kebijaksanaan Fiskal Ceramah 2
12 12 Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang Ayunan pendapatan nasional dan konyungtur 33. Ayunan Pendapatan Nasional dan Konyungtur
33.1. Pengertian Konyungtur
33.2. Empat Fase dari pada Gerakan Konyungtur
33.3. Jenis-jenis Fluktuasi Ekonomi
33.4. Teori-teori Konyungtur Ceramah 2
13 13 Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang Uang dan Bank. 34. Uang dan Bank
34.1. Pengertian
34.2. Fungsi Uang dan Bank
34.3. Tujuan pendirian Bank
34.4. Sistem Bank
34.5. Kebijaksanaan Moneter
34.6. Peranan dan Fungsi Bank Sentral
34.7. Cara Mempengaruhi Jumlah Uang yang Beredar Ceramah 2
14 14 Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang inflasi dan deflasi 35. Inflasi dan Deflasi
35.1. Pengertian Deflasi
35.2. Sebab-sebab timbulnya Inflasi dan Deflasi
35.3. Akibat-akibat suatu Inflasi
35.4. Gejala-gejala Deflasi
35.5. Perbedaan akibat yang ditimbulkan oleh Inflasi dan Deflasi
35.6. Macam Pengangguran Ceramah 2
15 15 Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan tentang perdagangan internasional/ 36. Perdagangan Internasional
36.1. Pengertian
36.2. Alasan Suatu Negara Perlu Berdagang
36.3. Teori Tentang Timbulnya Perdagangan Internasional
36.4. Neraca Pembayaran Internasional Ceramah 2
16 16 Ujian Akhir Semester
JUMLAH 32




Beri Penilaian

Rating : 0.0/5 (0 votes cast)


Peralatan pribadi