PERUBAHAN PADA BENDA 6.1 HERI SULISTYANTO

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari
Perhatikan gambar buah-buahan dan sayuran yang terdapat di awal bab ini! Keadaan buah-buahan dan sayuran tersebut tampak terlihat segar. Dapatkah kamu bayangkan, apa yang akan terjadi dengan buah-buahan dan sayuran tersebut jika dibiarkan beberapa hari di tempat terbuka? Pada umumnya benda mengalami perubahan. Banyak faktor yang menyebabkan perubahan pada benda. Ikuti uraian berikut ini!

Daftar isi

A. Pembusukan pada Benda

Pernahkah kamu minum susu? Apa yang terjadi jika susu yang kita minum sebagian kita simpan di tempat terbuka selama sehari semalam? Pada saat kita lihat lagi keesokkan harinya, susu yang tadinya berasa manis, gurih, dan nikmat akan mengalami perubahan. Rasa susu tersebut menjadi masam dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Mengapa hal ini terjadi? Susu tersebut mengalami perubahan. Apa penyebab pembusukan? Bagaimana mencegah pembusukan?

1. Penyebab Pembusukan

Image:roti.JPG
Pembusukan umumnya terjadi pada bahan makanan. Penyebab pembusukan adalah karena adanya makhluk hidup yang berukuran sangat kecil,
seperti bakteri dan jamur. Jamur merupakan penyebab yang utama dari pembusukan. Jamur akan mudah berkembang pada keadaan lingkungan yang lembab. Jika kondisi lingkungan lembap dan banyak air, jamur akan tumbuh dengan subur. Selain itu, jamur tumbuh dengan pesat di tempat yang memiliki suhu yang hangat, tidak terlalu dingin. Dengan kondisi demikian, akan mempercepat pembusukan. Kandungan air yang terlalu banyak dalam bahan makanan menyebabkan pembusukan lebih mudah terjadi. Jamur dan bakteri penyebab pembusukan akan tumbuh berkembang dengan cepat jika banyak udara. Dari gambar di samping dapat terlihat jelas, bahwa jamur tumbuh dalam bahan makanan seperti roti. Proses pembusukan pada makanan merugikan manusia. Kita tidak bisa menyimpan makanan dalam jangka waktu yang lama. Bagaimana mengatasi pembusukan?


2. Mencegah Pembusukan

Pembusukan dapat dicegah dengan cara-cara sebagai berikut.

a. Pengeringan

Hal ini dilakukan dengan cara menjemur bahan makanan. Contoh pengeringan dapat dilihat pada saat nelayan menjemur ikan asin. Selain dengan menjemur ikan asin, dapat juga dilakukan dengan cara pengasapan.

Image:pengeringan.JPG
Image:pengeringan.JPG

b. Penyimpanan dalam lemari pendingin

Lemari pendingin atau kulkas memiliki suhu yang sangat rendah, di bawah 0° C. Dengan kondisi yang sangat dingin tersebut, akan menghambat pertumbuhan jamur. Bahkan mematikan jamur dan bakteri yang ada dalam makanan.

c. Pemberian bahan pengawet

Untuk mengawetkan makanan, manusia sering menggunakan berbagai bahan pengawet baik yang alami maupun yang buatan. Contoh bahan pengawet alami adalah gula dan garam. Penambahan gula dan garam pada makanan akan mengeluarkan kadar air dari makanan tersebut. Kita dapat melihat contoh penerapannya pada nelayan yang membuat ikan asin. Selain menjemur ikan, nelayan juga menaburkan

Image:pengawet.JPG
Image:pengawet.JPG

garam di atas ikan supaya kandungan air dalam ikan keluar dan cepat kering. Sedangkan penambahan gula pada makanan dapat kita lihat pada pembuat manisan, misalnya di daerah Jawa Barat yaitu Cianjur yang terkenal dengan manisan buah-buahannya.

d. Penyimpanan dalam tempat atau kemasan kedap udara

Susu yang dijual dalam kemasan kotak kertas akan lebih tahan lama dibandingkan susu yang di kemas dalam plastik biasa. Hal ini terjadi karena kotak kertas di buat sedemikian rupa sehingga udara dari luar tidak dapat masuk ke dalam kotak minuman. Kondisi lingkungan yang hampa udara menyebabkan jamur dan bakteri tidak dapat hidup.

B. Pelapukan pada Benda

Image:pelapukan.JPG
Benda yang umumnya mengalami pelapukan adalah kayu. Namun, batuan yang keras pun dapat mengalami pelapukan. Pelapukan disebabkan oleh kondisi lingkungan seperti udara yang lembap dan kandungan air yang banyak. Kehadiran makhluk hidup yang lain, seperti rayap dapat mempercepat pelapukan. Rayap memakan kayu dengan cara melubangi kayu. Kayu yang berlubang-lubang menyebabkan air dapat masuk sehingga mempercepat pelapukan.Kayu yang melapuk dapat juga disebabkan oleh jamur dan lumut yang tumbuh di atasnya. Pelapukan pada kayu dapat dicegah dengan cara melapisi kayu dengan cat dan pernis. Dengan cara tersebut dapat menutupi celah-celah yang terdapat dalam kayu. Beberapa pengusaha kayu merendam kayu dalam lumpur agar menutup pori-pori dalam kayu


C. Perkaratan pada Benda

Image:perkaratan.JPG
Logam yang dapat mengalami perkaratan adalah besi dan berbagai logam hasil campuran besi. Jika besi disimpan beberapa lama dalam keadaan terbuka maka akan mengalami perkaratan. Udara yang ada di sekitar kita mengandung oksigen. Oksigen dimanfaatkan makhluk hidup untuk bernapas. Namun, jika oksigen bersentuhan dengan logam besi secara terus menerus dalam waktu tertentu maka akan timbul karat. Pernahkah kamu melihat besi yang berkarat. Dapatkah kamu menyebutkan ciri besi yang berkarat? Perkaratan sangat merugikan bagi manusia. Logam besi sebelum berkarat memiliki sifat yang kuat, keras dan mengkilap. Namun, jika sudah mengalami perkaratan, besi tersebut menjadi rusak, mudah patah, rapuh, warnanya berubah menjadi coklat bahkan menjadi hitam. Perkaratan akan lebih cepat terjadi jika lingkungan yang basah. Selain itu, air yang mengandung mineral seperti garam akan lebih cepat menghasilkan karat.


Banyak cara yang dilakukan untuk mencegah perkaratan. Beberapa di antaranya dengan cara melapisi besi dengan cat. Cara ini dilakukan agar besi tidak bersentuhan langsung dengan udara karena terhalang oleh cat. Beberapa cara dilakukan, misalnya melapisi dengan campuran nikel atau pernikel yang mengkilap. Tujuannya yaitu menghalangi udara bersentuhan dengan lapisan besi. Kita juga dapat mencegah perkaratan dengan menyimpan peralatan besi ditempat yang kering dan tidak lembap.


Beri Penilaian

Rating : 4.3/5 (84 votes cast)


Peralatan pribadi