NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU - Wayan Legawa

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari



Daftar isi

NEGARA BERKEMBANG DAN NEGARA MAJU


Bila dibandingkan, keadaan satu negara berbeda dengan negara yang lain. Ada negara yang penduduknya sangat kaya dan sejahtera, pembangunannya sangat baik, sarana dan prasarananya sangat memadai, tetapi ada pula negara yang penduduknya sangat miskin, lingkungannya kumuh, dan sarana prasarana kehidupannya sangat sederhana.
Kondisi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang berbeda-beda menyebabkan adanya negara berkembang dan negara maju. Jadi apakah negara berkembang dan negara maju itu? Bagaimana suatu negara dapat dikatakan sebagai negara berkembang dan negara maju? Agar lebih jelas ikutilah uraian berikut ini.

A. Indikator Negara Berkembang dan Negara Maju

Untuk membedakan suatu negara dikatakan sebagai negara maju atau negara sedang berkembang dapat dilihat atas dasar keadaan kualitas kesejahteraan penduduknya. Kualitas penduduk ini tercermin pada tiga hal pokok yaitu tingkat kesehatan, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Kesemuanya itu menjadi tolok ukur tingkat kesejahteraan penduduk.
Kualitas penduduk ini tercermin pada tiga hal pokok yaitu tingkat kesehatan, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Kesemuanya itu menjadi tolok ukur tingkat kesejahteraan penduduk. Atas dasar tingkat kesejahteraan penduduknya, negara-negara di dunia dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu negaranegara maju ( eveloped countries) dan negara-negara berkembang (developing countries).
Kategori atau pengelompokkan negara-negara tersebut, mengalami perkembangan terkait dengan aspek sosial, ekonomi dan politik. Pada awalnya dikelompokan menjadi tiga bagian.Pertama (Eropa Barat, Amerika Serikat, Jepang, Australia dan Selandia Baru. Kedua (negara-negara komunis: RRC dan Cuba). Ketiga (negara-negara Asia, kecuali Jepang dan Singapura), Afrika dan Amerika Latin).
Pada akhir dasa warsa 80 an, Uni Sovyet bubar dan terpecah menjadi 15 negara terpisah, maka kategori ini terbagi menjadi negara maju atau negara “Utara” dan negara berkembang atau negara “Selatan”. Pada umumnya negara-negara berkembang merupakan negara-negara yang baru merdeka setelah perang Dunia kedua. Meskipun negara-negara berkembang mengalami pertumbuhan cukup baik tetapi hanya sedikit yang dapat mengatasi kemiskinan pada sebagian besar penduduknya.
Masalah ketimpangan ekonomi kesehatan dan pendidikan merupakan bagian dari kenyataan ketimpangan yang terjadi antara negara maju dan negara berkembang.
Untuk mengetahui apakah suatu negara dapat dikategorikan maju atau berkembang, Ukuran pembangunan tersebut lebih beragam, tidak hanya dilihat dari semakin meningkatnya pendapatan per orang. Di sini peningkatan pendapatan itu harus dipergunakan untuk meningkatkan kualitas diri, berupa peningkatan kesehatan, pendidikan, keterampilan, pemanfaatan media informasi untuk menambah wawasan, dan pengetahuan. Penduduk yang bekerja di sektor yang lebih membutuhkan pendidikan dan keterampilan seperti industri dan jasa, persentasenya harus semakin tinggi. Ini berarti tingkat produktivitas per orang pun harus semakin meningkat dan pendapat pun semakin baik. Jadi makna pembangunan selalu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam pengertian seluas-luasnya. Artinya harus meliputi kesejahateraan ekonomi, sosial, politik dan kebudayaan.
Suatu negara masih disebut negara berkembang (developing countries) jika di negara tersebut masih terjadi keseimbangan antara jumlah faktor produksi yang tersedia dengan teknologi yang mereka kuasai, sehingga penggunaan modal dan tenaga kerja secara penuh (full ulitization) tidak tercapai (Furtado dalam Arsyad, 1997: 6).
Harm J de Blij membedakan negara berkembang dan negara maju di dasarkan pada tingkat perkembangan ekonominya. Karena itu pengelompokan negara berkembang dan negara maju, mengacu pada indikator sebagai berikut. 1. Pendapatan nasional per kapita, diperoleh dengan membagi jumlah keseluruhan pendapatan Negara per tahun dengan jumlah seluruh penduuk.
Bila pendapatan nasional lebih dari 10.000 US$ Negara tersebut dikelompokkan sebagai negara maju. Bila hasil bagi kurang dari 8.000 US$, tergolong negara berkembang.
2. Struktur mata pencaharian penduduk. Jika persentase tenaga kerja sebagian besar memproduksi bahan makanan pokok, Negara tersebut Negara berkembang.
3. Produktivitas per tenaga kerja, diperoleh dari seluruh produksi sat tahun dibagi dengan seluruh angkatan kerja.
4. Penggunaan energi per orang, semakin tinggi penggunaan energi Negara tersebut tergolong negara maju.
5. Fasilitas transportasi dan komunikasi per orang. Ditentukan dengan panjang jalan kereta api, jalan raya, frekuensi perhubungan udara, telepon, jumlah televisi. Makin tinggi indeksnya makin maju negara tersebut.
6. Penggunaan logam yang di olah. Semakin banyak logam yang di olah semakin maju negara tersebut.
7. Ukuran lain adalah tingkat melek huruf penduduk, tingkat penggunaan kalori per orang, tingkat pendapatan keluarga dan jumlah tabungan per kapita.

B. Ciri-Ciri Negara Berkembang dan Negara maju

Untuk mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju, indikatornya sama, dapat dilihat dari beberapa faktor seperti;
1).Dari ekonomi (pendapatan per kapita), 2) Kualitas Penduduk (tingkat pendidikan penduduk, tingkat produktivitas, tingkat pertumbuhan penduduk, ketergantungan terhadap
produksi pertanian dan ekspor produk primer) 3) Lingkungan Fisik. Agar lebih jelas, marilah kita bicarakan, ciri-ciri negara berkembang dan negara maju tersebut pada uraian berikut.
1. Ciri-ciri Negara Berkembang
a. Segi Ekonomi (Tingkat Pendapatan per Kapita)
Dipandang dari segi perekonomiannya negara-negara berkembang seperti Indonesia,India, Bangladesh, Kenya, Nigeria, Ethiopia, Guatemala, Elsalvador dan lain-lain, pertumbuhannya sangat lambat. Negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amrika Latin pada umumnya struktur perekonomiannya bersifat agraris.
Negara berkembang masih memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumberdaya alam yang ada belum dimanfaatkan secara optimal karena kekurangan tenaga ahli dan modal kecil. Tingkat kehidupan yang rendah itu tampak jelas secara kuantitatif maupun kualitatif: pendapatan perkapita yang rendah, kondisi perumahan yang tidak memadai, sarana kesehatan yang terbatas, tingkat pendidikan yang rendah, tingkat kematian yang tinggi, tingkat harapan hidup (life expectancy) yang rendah, perasaan kacau tidak menentu, dan rasa putus asa. 
b. Kualitas Penduduk
1) Tingkat Pendidikan Rendah
Tingkat pendidikan di Negara Berkembang pada umumnya masih rendah. Hal ini dapat diukur dengan prosentase penduduk yang melek huruf.
Tingkat pendidikan merupakan indikator kemajuan sustu bangsa, sebab denganpendidikan yang tinggi orang akan mudah menerima pembaharuan,
sehingga akan mudah bila ada perubahan, dibanding dengan mereka yang kurang beroendidikan. Pendidikan di beberapa negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Di Indonesia penduduk yang memiliki kemampuan membaca dan menulis mencapai 90,94%. Di India angka melek huruf baru mencapai 56%, berupa penduduk yang tinggal di pedalaman. Upaya pemerintah India dalam meningkatkan pendidikan penduduk dilaksanakan pendidikang rtatis. Di Pakistan pendudukyang bebas buta hurf mencapai 43%. Di Nigeria tingkat melekhuruf untuk usia 15 tahu mencapai 63%. Di Ethiopia tingkat melek huruf baru mencapai 43%, dab baru 10% anak usia sekolah yang telah sekolah. Di Guatemala pada tahu yang sama,jumlah penduduk yang sudah melekhuruf mencapai 70%. Penduduk El Salvador yang melek huruf pada tahun yang sama mencapai 81%.
2) Tingkat Produktivitas Rendah
Akibat dari tingkat hidup yang rendah, negara berkembang ditandai pula oleh tingkat produktivitas tenaga kerja yang rendah. Seperti kita ketahui, konsep fungsi produksi yang secara sistematis menghubungkan output dengan kombinasi-kombinasi input pada tingkat teknologi tertentu dapat digunakan untuk menjelaskan cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhan materinya. Namun demikian, konsep teknis ekonomis dari fungsi produksinya perlu ditunjang oleh konseptualisasi yang luas termasuk di antaranya inputinput lainnya seperti motivasi pekerja dan keluwesan kelembagaan. Di seluruh negara berkembang, tingkat produktivitas tenaga kerja sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara maju .
Produktivitas yang rendah biasanya produktivitas diukur dengan membandingkan antara output dan input. Ringkasnya output per satuan input. Misalnya orang tuamu mempunyai 0,5 Ha lahan sawah. Setelah diolah dalam satu kali musim tanam oleh ayahmu sendiri, menghasilkan 100 Kg gabah. 100 Kg gabah ini adalah output atau hasil atau produknya. Coba hitung berapa produktivitas tenaga kerja (ayahmu). Kalau kalian menjawab 200 Kg per Ha, jawabanmu benar karena produktivitas adalah output (100 Kg gabah) per satuan input (lahan). Namun demikian dalam sebuah proses produksi barang dan jasa, inputnya tentu bermacam-macam tidak hanya lahan. Misalnya tenaga kerja, jam kerja dan sebagainya. Jadi konsep produktivitas selalu berkaitan dengan bermacam-macam kombinasi input. Jadi mengapa tingkat produktivitas penduduk NSB lebih rendah daripada negara-negara maju? Karena ada perbedaan dalam hal kualitas tenaga kerja, kecakapan manajerial, teknologi, fleksibilitas kelembagaan, dan mentalitasnya.
3) Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Beban Tanggungan yang Tinggi
Lebih dari dua pertiga penduduk dunia ini berada di negara-negara berkembang. Tingkat kelahiran dan tingkat kematian sangat berbeda, tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, sedangkan di negara-negara maju pertumbuhan penduduknya rendah (7 orang per 1000 penduduk pada periode yang sama).
Tingkat kelahiran kasar tersebut mungkin merupakan cara yang paling gampang untuk membedakan negara berkembang dengan negaranegara maju. Bagi negara berkembang masih sulit untuk menekan tingkat pertumbuhan sampai di bawah 20 per-1000 penduduk, sebaliknya untuk mencapai angka di atas itu sulit bagi negara-negara maju. Sementara itu, jika ditinjau dari kelahiran tampak bahwa tingkat kelahiran negara berkembang masih relatif tinggi yaitu sekitar 33 per 1000 penduduk. Implikasi penting tingkat kelahiran ini adalah bahwa proporsi anakanak di bawah usia 15 tahun hampir separuh dari penduduk total di negara berkembang, sedangkan di negara-negara maju kurang lebih seperempat dari jumlah penduduk.
4) Tingginya Tingkat Pengangguran Semu
Salah satu wujud utama dan faktor yang menyebabkan rendahnya taraf hidup di negara berkembang adalah penggunaan tenaga kerja yang tidak sesuai dan tidak efisien dibanding negara-negara maju. Keadaan tersebut terwujud dalam dua bentuk. Pertama, dalam bentuk pengangguran semu (under employment) yang ditunjukkan oleh orang-orang pedesaan dan perkotaan yang bekerja kurang dari apa yang dapat mereka kerjakan (harian, mingguan, atau musiman).
Pengangguran semu ini juga termasuk mereka yang biasanya bekerja secara penuh (full time) tetapi produktivitasnya begitu rendah sehingga dengan pengurangan-pengurangan jam kerja tidak akan mempunyai pengaruh yang berarti terhadap jumlah out put. Bentuk yang kedua adalah pengangguran terbuka (open employment) yaitu orang-orang yang mampu dan sangat ingin bekerja tetapi tidak ada pekerjaan yang tersedia bagi mereka. Keadaan ini berarti menuntut bahwa lapangan kerja harus diciptakan dan harus disediakan sesuai dengan perkembangan jumlah tenaga kerja.
5) Ketergantungan terhadap Produksi Pertanian dan Ekspor Produk Primer
Sebagian besar atau sekitar 80% penduduk negara berkembang bermukim didaerah pedesaan, sedangkan di negara maju kurang dari 30%. Jika dilihat dari produksi tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian, maka untuk negara berkembang adalah sekitar 69% dibandingkan dengan di negara maju sekitar 18%. Sementara itu, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP adalah sekitar 30% di negara berkembang, sedangkan di negara maju hanya berkisar 5%.
Pada umumnya perekonomian negara berkembang berorientasi kepada produk-produk primer. Ekspornya produk-produk primer seperti bahan (makanan, bahan baku/mentah, bahan bakar, dan bahan-bahan logam, kontribusinya terhitung hampir 70% dari nilai ekspor keseluruhan.
6) Ketergantungan dalam Hubungan Internasional
Salah faktor yang sangat penting yang menyebabkan rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang disebabkan karena pengangguran yang tinggi, ketidak merataan pembagian pendapatan. Disamping itu masih adanya ketergantungan antara negara-negara miskin kepada negara-negara kaya. Dominasi kekuasaan ekonomi dan politik terhadap negara-negara miskin tampak dalam pengendalian pola perdagangan internasional oleh negaranegara kaya. Tidak jarang kekuasaan maju untuk mendikte cara-cara dan
syarat-syarat dalam mentransfer teknologi, bantuan luar negeri dan menyalurkan modal swasta ke negara berkembang.
3. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik negara-negara berkembang sebagian besar berada dibelahan bumi bagian selatan. Negara-negara berkembang sebetulnya banyak yang memiliki lingkungan fisik ang potensial untuk dikembangkan. Namun karena keterbatasan dalam sumbedaya manusia dan peguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi masih rendah, maka negara berkembang cenderung belum bisa memanfaatkan sumberdaya alamnya secara optimal,karena keterbatasan modal yang dimiliki. Berkaitan dengan terbatasnya kemampuan sumberdaya manusia dan modal, maka dijalin kerja sama antara negara maju dan berkembang. Negaranegara maju menanamkan modal di negara berkembang dengan mendirikan
industri. Kerjasama ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. Bagi negara maju keuntungannya adalah
(1) Lebih mudah memperoleh bahan mentah dan baku untuk industrinya
(2) Tersedia tenaga kerja yang murah,
(3) Pemasaran yang mudah dan meluas.
Sebaliknya bagi negara berkembang, keuntungannya adalah;
(1) mendapat bantuan modal usaha,
(2) Industri yang dibangun negara maju dapat menciptakan lapangan kerja baru,
(3) Aliran modal dari negara maju dapat meningkatkan pendapatan negara berkembang,
(4) Kegiatan industri dapat membantu alh teknologi di negara berkembang.
b. Ciri-Ciri Negara Maju
Negara maju pada umumnya memiliki pertumbuhan penduduk yang kecil, karena orientasi hidup mereka adalah untuk bekerja. Sementara itu negara maju sudah menerapkan zerro population growth ( pertumbuhan penduduk kearah nol) sebagai kebijakan negara. Disamping itu negara maju sudah mampu mengelola sumberdaya alamnya secara efekif dan efesien dengan menerapkan teknologi yang canggih. Dalam pengelolaan sumberdaya alamnya sudah memperhatikan kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan. Agar lebih jelasnya marilah kita bicarakan ciri-ciri negara maju sebagai berikut;
1. Segi Ekonomi (Pendapatan per Kapita)
Pertumbuhan ekonomi negara maju sangat pesat.
Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor industri dan jasa. Pendapatan per kapita penduduknya tinggi. 
2. Kualitas Penduduk
a) Tingkat Pendidikan Tinggi
Masyarakat di negara maju umumnya memiliki pendidikan yang tinggi, demikian juga dalam hal penguasaan ilmu dan teknologi berkembang dengan pesat. Berkaitan dengan itu maka negara maju memiliki kemampuan untuk mengelola sumberdaya alam secara optimal. Berbagai industri mereka miliki muali dari industri ringan sampai ke industri berat.
Berkat penguasaan teknologi inilah maka masyarakat negara maju berkembang menjadi masyarakat modern, kreatif dan inovatif.
Sebagian besar Tingkat pendidikan di negara maju wajib belajarnya sudah mencapai tingkat Sekolah Menengah Atas. Contoh negara maju yang melaksanakan wajib belajar setingkat SMA adalah Amerika Serikat, Australia, Inggris, Prancis, Jepang, dan Singapura. Prasarana dan sarana pendidikan di negara maju sudah memadai ketersediaannya Kualitas penduduk suatu negara dapat diukur dari tingkat pendidikannya. Mengapa? Karena tingkat pendidikan akan berpengaruh terhadap pola berpikir seseorang, berpengaruh pula kepada tingkat kesehatan. Tingkat kesehatan yang baik berpengaruh terhadap kelahiran bayi yang baik, tidak akan mengalami kekurangan gizi, bahkan berpengaruh besar juga terhadap kematian bayi. Kecilnya kematian bayi berpengaruh terhadap angka usia harapan hidup.
Akibat pertumbuhan penduduk yang rendah, maka timbulah permasalahan pendudk, yang dikenal dengan masalah kekurangan penduduk.

C. Wilayah Persebaran Negara Berkembang dan Maju

Pada bagian B kita telah menidentifikasi beberapa ciri negara berkembang dan negara maju. Untuk mengetahui lebih dalam tentang berkembang dan negara maju, pada bagian ini akan dibahas tentang wilayah persebarannya. Tahukah kalian persebaran negara-negara berkembang di dunia? Coba kamu buka atlas, dimana saja persebaran negara-negara berkembang di dunia? Di benua manakah sebagian besar penduduknya tinggal?
1. Wilayah Persebaran Negara – Negara Berkembang Negara-Negara Berkembang sebagian besar terletak di Belahan Bumi 











Beri Penilaian

Rating : 2.8/5 (17 votes cast)


Peralatan pribadi