Menjaga Kelestarian Lingkungan - Atikah 7.1
Dari Crayonpedia
Daftar isi |
MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN
A. Menemukan Hal-hal Menarik dari Dongeng
Dongeng adalah cerita yang tidak benarbenar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh). Setiap anak pasti senang jika mendengarkan dongeng karena banyak hal menarik dari dongeng tersebut. Hal-hal menarik dari sebuah dongeng terletak pada perubahan nasib pelakunya, konflik yang terjadi, dan amanat yang dapat diambil sebagai suatu nilai didik. Dongeng biasanya bersifat menghibur dan mengandung nilai pendidikan. Misalnya, pada dongeng Malin Kundang kalian akan terhibur dengan kesuksesan Malin Kundang yang bisa menjadi saudagar kaya raya, hidup mewah di kapal, dan mempunyai istri yang cantik. Selain mengandung hiburan, cerita Malin Kundang juga mengandung pendidikan moral, yaitu jika sudah menjadi orang yang berhasil janganlah menyianyiakan orang tua karena akan menjadi anak yang durhaka.
Berdasarkan isinya, dongeng terdiri atas 5 macam. Berikut ini macam-macam dongeng.
1. Fabel, yaitu dongeng yang berisi tentang dunia binatang.
Contoh: Dongeng “Kancil dengan Buaya”.
Dongeng "Kancil Mencuri Mentimun".
2. Legenda, yaitu dongeng yang berhubungan dengan keajaiban alam, biasanya berisi tentang kejadian suatu tempat.
Contoh: Dongeng “Rawa Pening”.
Dongeng "Terjadinya Danau Toba".
3. Mite, yaitu dongeng tentang dewa-dewa dan makhluk halus. Isi ceritanya tentang kepercayaan animisme.
Contoh: Dongeng “Nyi Roro Kidul”.
4. Sage, yaitu dongeng yang banyak mengandung unsur sejarah. Karena diceritakan dari mulut ke mulut, lama-kelamaan terdapat tambahan cerita yang bersifat khayal.
Contoh: Dongeng “Jaka Tingkir”.
5. Parabel, yaitu dongeng yang banyak mengandung nilai-nilai pendidikan atau cerita pendek dan sederhana yang mengandung ibarat atau hikmah sebagai pedoman hidup.
Contoh: Dongeng “Si Malin Kundang”.
B. Menceritakan Pengalaman yang Mengesankan
Manusia tidak pernah lepas dari sebuah pengalaman. Pengalaman dapat diartikan segala sesuatu yang pernah dialami oleh seseorang dan itu merupakan suatu hal yang sangat mengesankan serta tidak terlupakan. Kalian semua pasti juga memiliki banyak pengalaman yang menarik, baik itu pengalaman yang menyedihkan, menyenangkan, menggelikan, atau memalukan. Pengalaman tersebut dapat kalian jadikan bahan untuk diceritakan kepada orang lain. Sebagai contoh, mintalah salah satu teman kalian membacakan pengalaman Butet Manurung berikut ini!
C. Menemukan Kata Tertentu dalam Kamus
Pada waktu membaca suatu artikel atau wacana lainnya, terkadang kalian menemukan kata-kata tertentu yang tidak kalian pahami artinya. Arti kata itu dapat kalian temukan dalam kamus. Untuk membaca kamus, kalian harus menggunakan teknik membaca memindai. Membaca memindai artinya membaca melalui melihat dengan cermat dan lama untuk menemukan hal-hal penting dari kata-kata tertentu secara cepat dan tepat sesuai dengan konteks yang diinginkan.
Bacalah kutipan berita berikut ini!
Nah, untuk dapat mengetahui makna-makna kata-kata tersebut bukalah kamus. Di dalam kamus akan dijelaskan secara jelas makna kata-kata tersebut.
Perhatikanlah contoh kutipan kamus berikut!
1. perut besar tempat mencernakan makanan;
2. kolam besar tempat menyimpan air sediaan untuk berbagai kebutuhan atau mengatur pembagian air dan sebagainya (dipakai di musim kemarau);
3. menara air (tempat persediaan air).
Setelah membaca pengertian waduk dari kutipan kamus tersebut, dapat disimpulkan bahwa waduk adalah kolam besar untuk menyimpan air sediaan untuk berbagai kebutuhan atau mengatur pembagian air, dan sebagainya (dipakai di musim kemarau).
D. Menulis Buku Harian
Kalian dapat mengungkapkan peristiwa-peristiwa menarik yang kalian alami di dalam buku harian. Melalui buku harian kalian dapat mengungkapkan pengalaman, pikiran, dan perasaan dengan menggunakan bahasa yang baik, benar, dan kalimat yang efektif. Penulisan sebuah buku harian biasanya memuat hari dan tanggal, tempat kejadian, dan isi kejadian yang ingin dituliskan. Selain itu, buku harian biasanya ditulis dengan menggunakan bahasa yang ekspresif. Bahasa yang ekspresif yaitu bahasa yang mampu "menghidupkan" suasana/isi cerita yang ditulis dalam buku harian itu. Jadi, siapa saja yang membaca buku harian, seolaholah bisa merasakan, melihat, dan mengalami peristiwa yang dituliskan dalam buku harian tersebut.
Perhatikanlah contoh penulisan buku harian berikut!
E. Menggunakan Kata Bermakna Denotasi dan Konotasi
1. Denotasi
Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya (makna secara eksplisit). Makna wajar (sebenarnya) ini adalah makna yang sesuai dengan kondisi yang apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif dan lugas.
Contoh: daya tampung
Perlu ada inovasi untuk mengantisipasi daya tampung waduk.
2. Konotasi
Makna konotasi adalah makna kiasan, yaitu makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Jadi, makna konotasi adalah makna kiasan atau makna di balik makna sebenarnya. Contoh: menggantungkan diri (sumber nafkah) Bila hanya mengandalkan cara konvensional, banyak sektor yang menggantungkan diri pada air waduk akan dirugikan.
Beri Penilaian

BlogMarks
del.icio.us
digg
Facebook
Slashdot
smarking
Spurl
Twitter
Wists