Menjaga Kelestarian Alam - Atikah 7.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

MENJAGA KELESTARIAN ALAM

Negara Indonesia kaya akan keindahan alam, baik itu laut, satwa, dan faunanya. Semua potensi alam yang indah tersebut harus dijaga kelestariannya. Jangan sampai kita menghabiskan sumber daya alam yang ada di dunia tanpa menyisakannya untuk anak cucu kita. Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian alam adalah dengan menjaga, merawat, dan melindunginya dari kepunahan. Sebagai seorang pelajar, hal-hal yang berkaitan dengan kelestarian alam pantas kalian pahami agar wawasan kalian tentang kelestarian alam bertambah luas. Melalui Pelajaran 10 ini, kalian akan dilatih untuk mencermati berbagai fenomena yang terjadi di sekitar kalian yang terkait dengan cara menjaga kelestarian alam. Adapun bentuk pelatihan tersebut akan dikaitkan dengan keterampilan berbahasa, bersastra, dan kebahasaan kalian. Keterampilan berbahasa meliputi kegiatan menyimpulkan gagasan tokoh/narasumber yang disampaikan dalam wawancara dan menemukan gagasan utama dalam teks yang dibaca. Kemudian, pada keterampilan bersastra, kalian akan dilatih menjelaskan hubungan latar suatu cerpen dan menulis kreatif puisi tentang keindahan alam. Selanjutnya, pada bidang kebahasaan kalian akan belajar menggunakan kata negatif tidak, bukan, dan belum secara tepat.

A. Menyimpulkan Pendapat, Gagasan, dan Pikiran Narasumber dalam Wawancara

Menyimpulkan sebuah wawancara dapat dilakukan dengan menyimak sebuah wawancara dengan baik. Proses menyimak memerlukan konsentrasi dan perhatian penuh dari pendengar untuk memahami isi pembicaraan yang disampaikan. Pendengar juga dapat mencatat hal-hal penting yang dikemukakan narasumber. Hal-hal penting tersebut dapat dirangkai menjadi sebuah kesimpulan. Dengarkan dengan saksama pembawaan wawancara oleh dua teman kalian berikut ini! Sementara itu, tutuplah buku ini dan siapkanlah peralatan yang kalian perlukan untuk mencatat hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dalam wawancara berikut ini!


B. Menjelaskan Hubungan Latar Cerpen dengan Realitas Sosial

Pada Pelajaran 8, telah dibahas tentang cerpen, yaitu cerita rekaan yang memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu saat, hingga memberikan kesan tunggal terhadap pertikaian yang mendasari cerita tersebut. Cerpen sebagai cerita rekaan, mengandung unsur-unsur berikut ini.
1. Tema, yaitu gagasan atau pokok persoalan yang menjadi dasar cerita.
2. Alur, yaitu perpaduan peristiwa yang membangun sebuah cerita.
3. Penokohan, yaitu cara pengarang menggambarkan dan menyambungkan watak para pelaku yang terdapat di dalam karyanya.
4. Latar, yaitu waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa yang dikisahkan dalam karya sastra atau drama.

Bacalah dengan saksama cerpen "Tamasya ke Masa Silam" berikut!


C. Membaca dan Menemukan Gagasan Utama

Peristiwa yang terjadi di sekitar kita sering diberitakan melalui media cetak dan elektronik. Berikut ini kalian akan dilatih untuk membaca dan menemukan gagasan utama dalam sebuah bacaan sehingga dapat memperoleh pokok informasi tentang suatu peristiwa secara tepat. Gagasan utama adalah gagasan pokok yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca, sedangkan gagasan pendukung yaitu gagasan yang mendukung gagasan utama. Gagasan utama yang terletak di akhir paragraf disebut paragraf induktif. Gagasan utama yang terletak di awal paragraf disebut paragraf deduktif. Adapun gabungan paragraf deduktif dan induktif disebut sebagai paragraf campuran.

Kemampuan membaca sangat diperlukan untuk memahami isi teks yang kalian bahas. Membaca teks bacaan secara saksama bertujuan agar kalian dapat mengungkapkan gagasan utama secara keseluruhan yang disimpulkan dari rincian cerita gagasan utama.

Bacalah dengan saksama bacaan berikut!


D. Menulis Puisi tentang Keindahan Alam

Kemampuan menulis puisi sering dianggap sebagai bakat, sehingga orang yang merasa tidak mempunyai bakat tidak dapat menulis puisi. Anggapan seperti itu tidak selalu benar karena kalau kita baca kisah sejumlah penyair atau sastrawan, ternyata mereka pun banyak berlatih. Pengaruh bakat itu terbukti kecil sekali. Bahkan, dapat dikatakan bahwa bakat tidak ada artinya tanpa pelatihan. Sebaliknya, tanpa bakat pun bila seseorang rajin belajar dan giat berlatih, dia akan terampil menulis puisi. Pada umumnya puisi ditulis oleh penyair berdasarkan hal-hal yang dialaminya. Hal-hal tersebut bisa berupa pengalaman maupun kekaguman penyair terhadap orang, benda, maupun alam. Langkahlangkah
yang dapat kalian lakukan untuk menulis puisi antara lain:
1. menentukan tema puisi yang akan kalian tulis,
2. mengembangkan tema tersebut dengan menentukan hal-hal yang akan ditulis dalam puisi,
3. memilih kata-kata yang tepat makna dan bunyinya, dan
4. mendayagunakan majas.

Perhatikan contoh puisi berikut ini!

Puisi di atas berisi kekaguman penyair terhadap suasana pedesaan yang masih alami.

E. Menggunakan Kata Negatif tidak, bukan, dan belum

Kata negatif dalam tata bahasa disebut pengingkaran atau negasi, yaitu proses atau konstruksi yang mengungkapkan pertentangan isi makna suatu kalimat. Pengungkapan dilakukan dengan penambahan kata ingkar tidak, belum, dan bukan.
1. tidak
Contoh: a. Alasannya, tidak semua jenis ikan hias dapat ditangkap.
            b. Laut di Desa Les tidak kena sianida.
2. belum
Contoh: a. Perjuangan kelompok nelayan Mina Bakti Soansari belum selesai.
            b. Alam bawah laut Les belum terkena sianida.
3. bukan
Contoh: a. Sianida bukan polutan yang membahayakan.
            b. Nelayan ikan yang mencemari laut bukan berasal dari Les.

Beri Penilaian

Rating : 3.2/5 (18 votes cast)


Peralatan pribadi