Membaca, menemukan ide pokok dan permasalahan dalam artikel 12.1

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari


A. MEMBACA ARTIKEL
                                                                   

                                                                            

                                                                          PERDAGANGAN MANUSIA

  (Dikeluarkan oleh Kantor Pengarvasan danPemberantasan Perdagangan Manusia DEPARTEMEN LUAR NEGERI AS)





1. Tidak ada negara yang kebal terhadap perdagangan manusia. Setiap tahunnya, diperkirakan 6oo.ooo-8oo.ooo lakilaki, perempuan, dan anak-anak diperdagangkan menyeberangi perbatasan-perbatasan internasional dan perdagangan terus berkembang. Angka ini merupakan tambahan untuk angka lain yang jauh lebih tinggi yang belum dapat dipastikan jumlahnya. Para korban dipaksa untuk bekerja di tempat pelacuran, di tambang-tambang, dan di tempat kerja buruh berupah rendah. Mereka dipaksa untuk bekerja sebagai pelayan rumah, sebagai prajurit di bawah-umur, atau dalam banyak bentuk perbudakan di luar kemauan mereka. Pemerintah AS memperkirakan bahwa lebih dari separuh dari para korban yang diperdagangkan secara internasional diperjualbelikan untuk eksploitasi seksual.

2. Berjuta-juta korban diperdagangkan di dalam negarannya sendiri. Didorong oleh unsur-unsur kriminal, penderitaan ekonomi, pemerintahan yang korup, kekacauan sosial, ketidakstabilan poiitik, bencana alam, dan konflik bersenjata, perbudakan abad 21menjawab kebutuhan dunia akan tenaga kerja yang murah dan rentan. Selain itu, keuntungan yang didapat dari perdagangan manusia digunakan untuk mendanai sindikat kejahatan internasional, membantu perkembangan korupsi pemerintah, dan meruntuhkan peranan hukum. Amerika Serikat nemperkirakan bahwa keuntungan dari perdagangan manusia merupakan salah satu dari tiga sumber pendapatan teratas bagi kejahatan terorganisir setelah perdagangan narkotika dan perdergangan senjata.


3. Perbudakan modern rnerupakan ancaman multidimensi bagi semua bangsa. Selain penderitaan individu akibat pelanggaran hak asasi manusia, keterkaitan antara perdagangan manusia dengan kejahatan terorganisir serta ancaman-ancaman keamanan .yang sangat serius, seperti perdagangan obat-obatan terlarang dan senjata, meniadi semakin jelas. Begitu pula kaitannya dengan keprihatinan kesehatan masyarakat yang serius karena banyak korban mengidap penyakit, baik akibat kondisi hidup yang miskin maupun akibat dipaksa melakukan hubungan seks, dan diperdagangkan ke komunitas-komunitas baru. Sebuah Negara yang memilih untuk mengebelakangkan masalah perdagangan manusia akan membahayakan bangsanya sendiri. Tindakan cepat sangat dibutuhkan.

4. Salah satu aspek perbudakan rnodern yang memprihatinkan adalah dijadikannya kehidupan manusia sebagai komoditi perdagangan, penempatan nilai moneter pada kehidupan seorang wanita, pria, atau anak-anak. Di rumah pelacuran di India atau di kamp perbudakan di Sudan, sebuah harga diberikan atas kebebasan seorang korban. Organisasi dan individu yang mencoba untuk menyelamatkan para korban terkadang harus memilih membeli kebebasan mereka. Dengan membayar tebusan, hasil segera diperoleh. Seorang korban dibebaskan dari ikatan perbudakan. Namun, implikasi praktik ini menjadi semakin rumit. Pelaku perdagangan dengan menggunakan pendapatan hasil penjualan, dapat menemukan korban-korban baru untuk memberikan pelayanan yang sama. Sulit untuk menetapkan apakah terjadi pengurangan jumlah korban atau tidak.

5. Cara yang efektif untuk mendapatkan kebebasan korban adalah melalui penerapan hukum: nenuntut pertanggungjawaban para pelaku perdagangan dan pelaku eksploitasi yang memperjualbelikan korban dengan menggunakan sistem peradilan pidana. Melalui penggerebekan yang menyelamatkan para korban tanpa kompensasi biaya, dan menahan mereka yang melakukan perbudakan, alat-alat peradilan mencabut harga yang tinggi dari para pelaku perdagangan kejam ini. Penerapan hukum pidana juga memberikan masyarakat suatu rasa keadilan, yang juga menjadi alasan mengapa hukum AS menempatkan prioritasnya pada pemerintahan yang mempidanakan dan menghukum bentuk-bentuk perdagangan manusia.

6. Korupsi pemerintah merupakan rintangan utama dalam memerangi perdagangan manusia di banyak negara. Skala korupsi pemerintah yang terkait dengan perdagangan manusia dapat meliputi perdagangan vang dilokalisir hingga yang bersifat endemis. Negara-negara yang menghadapi korupsi seperti itu perlu membangun alat-alat yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Beberapa praktik antikorupsi yang telah digunakan secara efektif oleh negara-negara Eropa Tengah dan Eropa Timur untuk mendukung perlawanan terhadap perdagangan manusia antara lain melaksanakan pengujian psikologist erhadap para pegawai pelaksanaan hukum; memeriksa kepemilikan dan uang tunai pribadi para pejabat secara acak; memutar para personel, khususnya di pos-pos pemeriksaan perbatasan; memberikan penghargaan insentif kinerja; mewajibkan pengambilan sumpah jabatan; dan mengadakan pemeriksaan administratif secara rutin.

7. Protokol Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Mencegah, Menekan, dan Menghukum perdagangan Manusia, khususnya pada wanita dan anakanak, mendefinisikan perdagangan manusia sebagai: perekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan atau penerimaan seseorang,dengan ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk-bentuk lain dari pemaksaan, penculikan, penipuan, pembohongan atau penyalahgunaan kekuasaan, posisi rentan, atau memberi dan menerirna pembayaran, atau memperoleh keuntungan agar dapat memperoleh persetujuan dari seseorang yang berkuasa atas orang lain, untuk tujuan eksploitasi. Eksploitasi termasuk, paling tidak, eksploitasi untuk melacurkan orang lain atau bentuk-bentuk lain dari eksploitasi seksual, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik-praktik serupa perbudakan, perhambaan atau pengambilan organ tubuh.

8. Para korban perdagangan manusia mengalami banyak hal yang mengerikan. Luka fisik dan psikologis, termasuk penyakit danpertumbuhan yang terhambat, sering kali meninggalkan pengaruh permanen yang mengasingkan para korban dari keluarga dan masyarakat mereka. Para korban perdagangan manusia sering kali kehilangan kesempatan penting mereka untuk mengalami perkembangan sosial, moral, dan spiritual. Dalam banyak kasus, eksploitasi pada korban perdagangan manusia terus meningkat: seorang anak yang diperjualbelikan dari satu kerja paksa dapat terus diperlakukan dengan kejam di tempat lain. Di Nepal, para anak gadis –yang di rekrut untuk bekerja di pabrik-pabrik karpet, hotel-hotel, dan restoran kemudian dipaksa untuk bekerja dalam industri seks di India.

9. Para korban yang dipaksa dalam perbudakan seks sering kali dibius dengan obat-obatan dan menderita kekerasan yang luar biasa. Para korban yang diperjualbelikan untuk eksploitasi seksual menderita cedera fisik dan emosional akibat kegiatan seksual yang belum waktunya, diperlakukan dengan kasar, dan menderita penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks, termasuk HIV/AIDS. Beberapa korban menderita cedera permanen pada organ reproduksi mereka. Selain itu, korban biasanya diperdagangkan di lokasi yang bahasanya tidak mereka pahami, yang menambah cedera psikologis akibat isolasi dan dominasi. Ironisnya, kemampuan manusia untuk menahan penderitaan yang amat buruk dan terampasnya hak-hak mereka malah membuat banyak korban yang dijebak terus bekerja sambil berharap akhirnya mendapatkan kebebasan.


10. Perdagangan manusia adalah pelanggaran hak Asasi manusia, Pada dasarnya perdagangan manusia melanggar hak asasi universal manusia untuk hidup, merdeka, dan bebas dari semua bentuk perbudakan .Perdagangan anak-anak merusak kebutuhan dasar seorang anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman dan merusak hak anak untuk bebas dari kekerasan dan eksploitasi seksual.
( Dikutip darl http://jakarta.usembassy.gov, dengan perubahan)

Aktivitas Diri


Apakah kamu sudah memahami artikel tersebut dengan baik? Untuk mengetahuinya jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut tanpa melihat kembali teks bacaan tersebutl

1. Apakah definisi perdagangan manusia menurut PBB?
2. Apa maksudnya tidak ada negara vang kebal terhadap Perdagangan Manusia?
3. Apa yang harus dilakukan para korban perdagangan manusia?
4. Faktor apa sajakah vang mendorong terjadinya perdagangan manusia di suatu negara?
5. Ke manakah aliran dana keuntungan dari perdagangan manusia?
6. Apa maksudnya perbudakan modern merupakan ancaman multidimensi?
7. Apa maksudnya sebuah harga diberikan atas kebebasan seorang korban?
8. Sebutkan beberapa cara/praktik antikorupsi yang telah dilakukan Negara Eropa Timur dan Eropa Tengah dalam melawan perdagangan manusia?
9. Penderitaan apa sajakah yang dialami para korban perdagangan manusia?
10. Sebutkan beberapa kekerasan fisik yang dialami oleh para korban perdagangan manusia!


B. MENEMUKAN IDE POKOK DALAM ARTIKEL

Artikel di atas disajikan dalam 10 unit paragraf. Mengapa harus dibuat demikian? Jika dipahami dengan baik-baik, akan terlihat bahwa dalam setiap unit paragraf tersebut terkandung gagasan pokok yang berbeda. Dalam gagasan pokok itu, tersirat satu persoalan yang perlu mendapat perhatian secara tersendiri. Meskipun saling berhubungan erat dan sama-sama menopang tema sentral, persoalan-persoalan tersebut perlu dikaji dan dibahas secara khusus agar semakin jelas. Sebagai satu unit gagasan selain mengandung satu gagasan pokok, sebuah paragraph juga mengandung sejumlah gagasan atau pikiran penjelas.

Perhatikan contoh paragrap berikut:

Laporan ini diamanatkan oleh TVPA (Trafficking Victims Protection Acf) dan dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dunia serta mendorong pemerintah asing untuk mengambil tindakan-tindakan efektif guna melawan perdagangan manusia.
Laporani ni secaram eningkatt elah terfokusp ada usaha-usaha komunitas bangsa yang terus tumbuh untuk berbagi informasi dan untuk bekerja sama dalam cara yang baru dan penting untuk melawan perdagangan manusia. Sebuah Negara yang lalai mengambilt indakan-tindakan penting untuk membuat negaranya memenuhi standar-standar minimal penghapusan perdagangan manusia akan menerima penilaian yang negative dalam laporan ini. Penilaian negatif tersebut juga dapat mengakibatkan p penahanan sejumlah bantuan yang berhubungan dengan bantuan non kemanusiaan dan non-perdagangana dari pemerintah Amerika Serikat kepada negara tersebut.


Gagasan /Ide Pokok


Laporani ni dibuat dengan tujuan meningkatkan k esadaran d unia dan mendorong pemerintah asing mengambilt indakan-tindakan efektif g una melawan perdagangan m anusia.

Kalimat Topik
Laporan ini diamanalkan oleh TYPA lTraffieking Victims Protection Act)dan dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dunia serta mendorong pemerintah asing untuk mengambil tindakan-tindakan efektif guna melawan perdagangan manusia.


Gagasan/Ide Penjelas


. Fokus laporan pada upaya berbagi informasi dari komunitas bangsa dalam kerja sama melawan perdagangan manusia.
. Laporan ini memberikan penilaian negative kepada Negara yang lalai mengambil tindakan guna melawan perdagangan manusia.
. Penilaian negative akan berdampak pada penahanan bantuan dari negara Amerik'
a
Serikat


Aktivitas Diri


1. ldentifikasikanlah topik umum dan topik khusus artikel tersebut.T opik umum dirumuskan dalam bentuk kata atau frasa, sedangkan topik khusus dalam bentuk kalimat tunggal.
2. ldentifikasikanlah tema artikel tersebut. Tema di rumuskan dalam susunan kalimat.
3. ldentifikasikanlah kalimat topik atau kalimat utama setiap paragraf tersebut. Garis bawahilah kalimat-kalimat topik itu.
4. ldentifikasikanlah idepokok atau gagasan utama yang terkandung dalam setiap paragraph tersebut.Rumuskanlah ide pokok itu dalam kalimat yang efektif.


Judul Artikel                      
Topik Umum

Topik Khusus

Tema

Pokok Paragraf
Kalimat Topik
Ide Pokok 

Paragraf Ke-1

Paragraf Ke-2

Paragraf Ke-3

dst..




C. MENGIDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM ARTIKEL

Dalam artikel "Perdagangan Manusia", tersirat sejumlah persoalan penting yang perlu dicermati dan ditanggapi. Permasalahan adalah sesuatu yang dapat rnenghambat dalam pencapaian tujuan. Jika tidak segera diatasi, permasalahan berpotensi menimbulkan kerugian. Permasalahan menyebabkan jarak yang semakin lebar antara harapan dan cita-cita hidup
dengan kenyataan.
Di antara permasalahan itu, ada yang sudah begitu nyata mengancam kehidupan pembaca. Permasalahan tersebut bukan lagi berupa isu, rumor,
opini, fenomena,atau wacana, melainkan benar-benar konkret dan dekat
dengan kehidupan pembaca. Permasalahan tersebut perlu penanganan
segera karena dampaknya akan langsung dirasakan. Biasanya, persoalan itu menyangkut urusan pemenuhan kebutuhan pokok atau hak yang mendasar dari hidup manusia.
Di samping itu, ada permasalahan yang bersifat umum atau universal. Permasalahan ini merupakan persoalan global yang kadang tidak begitu disadari kehadirannya. Pembaca yang tidak peka dan peduli pada isu-isu global dan kurang mengikuti arus informasi, kadang hanya menganggapnya sebagai cerita atau wacana. Memang, permasalahan itu tidak menimbulkan dampak yang langsung memengaruhi nasib manusia. Namun, kalau tidak diwaspadai dan diantisipasi, iuga berpotensi besar menimbulkan kerugian bagi kehidupan




Beri Penilaian

Rating : 3.8/5 (80 votes cast)


Peralatan pribadi