KONDISI YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN PADA BENDA 6.1 YAYAT IBAYATI

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

Kondisi yang Mempengaruhi Perubahan pada Benda

Image:pagar rumah.jpg

Perhatikan pagar besi yang ada di sekolah atau di sekitar rumahmu. Mengapa pagar besi itu dicat? Bagian rumah seperti pintu dan jendela yang terbuat dari kayu pun dicat atau dipelitur. Semua ini dilakukan agar benda-benda dapat tahan lama. Apa yang terjadi jika benda-benda itu terkena panas dan hujan yang terus-menerus dalam waktu yang lama? Bagaimana usaha untuk mencegah perubahan pada benda?

A Penyebab Perubahan Benda dan Cara Mencegahnya

Benda-benda di sekitar kita mengalami perubahan. Penyebab terjadinya perubahan adalah akibat kondisi-kondisi alam, misalnya pelapukan, perkaratan, dan pembusukan.

1. Pelapukan

Image:pelapukan.jpg

Pernahkah kamu melihat kursi kayu di taman? Apabila dibiarkan lama dan kehujanan, kayunya akan basah dan rapuh. Kayu kursi menjadi lapuk. Dinding rumah yang kurang semennya dan tempatnya lembap, sering terlihat berjamur dan mudah mengelupas. Cuaca panas dan hujan mengakibatkan bahan-bahan dari kayu dapat berubah. Perubahan pada kayu dan dinding seperti itu disebut pelapukan. Kondisi benda lapuk kelihatan rapuh, lembap, dan berjamur. Pelapukan dapat pula terjadi pada benda-benda berikut ini. Coba cari penyebabnya dan tulis pada buku tulismu. Pelapukan pada benda dapat dicegah dengan berbagai cara. Benda-benda dari kayu dicat atau dipelitur. Benda-benda dari bahan kulit seperti sepatu dan tas dicat atau disimpan di tempat yang tidak lembap dan dalam keadaan kering. Pernahkah kamu menemukan baju atau benda dari kain di rumahmu yang sudah lapuk? Sebutkan penyebabnya.

2. Perkaratan

Image:perkaratann.jpg

Amati pagar besi yang dicat dan bagian yang mengelupas catnya. Bagai– mana permukaannya? Bagian yang mengelupas catnya, berwarna cokelat dan permukaannya berlubang- lubang atau keropos. Perubahan pada besi ini disebut perkaratan. Perubahan ini juga dapat dilihat pada atap mobil yang catnya terkelupas. Perubahan cuaca, seperti hujan dan panas mempercepat proses perkaratan. Benda yang terbuat dari besi mengalami perkataan karena ada permukaan benda yang berinteraksi langsung dengan udara. Komponen udara yang menyebabkan perkaratan adalah gas oksigen. Perkaratan lebih cepat berlangsung dengan adanya air. Untuk mencegah perkaratan, benda-benda dari besi, seperti mobil, pagar, atap, dan rak piring dicat. Benda-benda dari besi yang tidak dicat, seperti pisau, parutan, dan panci setelah dicuci harus segera dilap sampai kering, agar tidak berkarat. Perkaratan pada kemasan kaleng makanan, seperti kaleng mentega, kornet, buah-buahan kaleng, dan minuman sangat berbahaya. Bagian kaleng yang berkarat itu berlubang-lubang. Bahan makanan di dalam kaleng dapat mengalami perubahan karena udara dari luar bisa masuk. Benda-benda yang terbuat dari logam lain ada juga yang rusak jika berinteraksi dengan udara dan air. Peristiwa ini dikenal sebagai korosi pada logam, misalnya benda dari perak dan tembaga berubah jadi hitam.

3. Pembusukan Makanan

Apakah makanan dapat membusuk? Bagaimana ciri-ciri makanan busuk? Untuk mengetahuinya lakukan kegiatan berikut ini. Pada buah yang busuk kadang-kadang tumbuh jamur, rasanya berubah, lembek, dan kadang-kadang ada ulat. Selain pada buah-buahan, pembusukan dapat pula terjadi pada sayuran, kue, telur, susu, dan nasi. Pembusukan pada susu dan nasi disebut basi, pada kue atau roti disebut berjamur. Penyebab pembusukan bergantung pada jenis makanan. Pembusukan pada makanan disebabkan oleh jamur atau bakteri yang disebut juga mikroba. Makanan ada yang sengaja dibuat membusuk, tetapi tidak membahayakan untuk dimakan. Contohnya, oncom, tempe, yoghurt. Oncom berasal dari kacang tanah yang diberi ragi. Ragi oncom termasuk bakteri pembusuk. Berasal dari apa tempe dan yoghurt?

B Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan pada Benda

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan pada benda, yaitu suhu, kelembapan, waktu, dan kuman.

1. Suhu

Suhu dingin ataupun panas dapat mempengaruhi perubahan pada benda.

a. Suhu dingin

Mengapa daging, sayuran, dan buah-buahan biasanya disimpan di lemari es? Dalam keadaan suhu rendah, jamur atau bakteri tidak dapat bekerja dengan aktif sehingga menghambat proses pembusukan.

image:suhu dinginn.jpg

Bolehkah menyimpan sayuran atau buah-buahan di bagian kulkas tempat menyimpan daging? Untuk mengetahuinya. Coba di rumah simpan sayuran dan buah, amati setelah satu atau dua hari di tempat menyimpan daging? Bagaimana keadaan sayuran dan buah tersebut? Di dalam lemari es, bagian untuk membuat es suhunya sangat rendah sehingga tidak baik untuk menyimpan sayuran dan buah-buahan.

b. Suhu panas

Apa yang terjadi jika permen atau mentega disimpan di tempat yang panas? Makanan dan obat-obatan tidak baik disimpan pada suhu yang panas. Mengapa demikian?

Image:suhu Panass.jpg

Perubahan benda akibat suhu diterapkan juga dalam teknologi pemasangan rel kereta api, kaca jendela, dan kawat listrik. Mengapa sambungan rel kereta api dipasang agak renggang? Rel yang terbuat dari baja akan memuai jika kena panas, untuk itu maka disediakan ruang pada sambungan antarrel. Jika tidak ada ruang, pada saat memuai akan saling mendorong sehingga rel akan melengkung.Dapatkah kereta api berjalan jika ada rel yang melengkung?

Image:pemasangan kaca.jpg

Coba amati kaca jendela. Kaca selalu dibuat agak lebih kecil daripada bingkainya. Jika dipanaskan, kaca akan memuai. Ukurannya bisa lebih besar daripada bingkainya sehingga kaca bisa pecah. Selain itu, kalau bingkainya terbuat dari kayu bisa menyusut sehingga kaca dapat pecah. Mengapa kawat telepon atau kawat listrik sepanjang jalan raya dibuat agak kendor? Diskusikan jawabannya dengan teman-teman. Benda yang dipanaskan dapat memuai. Benda-benda yang didinginkan selain menjadi pendek, juga menjadi tipis dan sempit. Hal ini disebut menyusut. Jika dipanaskan, benda akan memuai. Jika didinginkan, benda akan menyusut.

2. Kelembapan

Di mana beras disimpan di rumahmu? Beras disimpan di tempat yang kering untuk menghindari udara lembap. Udara lembap mengandung uap air yang menyebabkan beras mengalami kerusakan. Jika kita amati dinding pada tempat yang lembap, biasanya tumbuh noda-noda hitam atau cokelat. Makin lembap, dinding makin cepat lapuk dan mengelupas. Benda-benda dari kulit apabila disimpan di tempat lembap akan mudah berjamur. Begitu juga pisau besi yang disimpan di tempat lembap akan cepat berkarat. Berdasarkan pengamatan ini, kelembapan dapat mempercepat pelapukan, pembusukan, juga perkaratan. Mengapa ikan asin sebelum disimpan dijemur dahulu?

3. Waktu

Jika kita amati, pada nasi yang sudah basi sering terlihat ada warna kuning. Warna kuning itu menunjukkan adanya jamur. Semakin lama dibiarkan, jamur pada nasi semakin banyak. Nasi lama-lama akan berair dan semakin bau. Dengan bertambahnya waktu, pembusukan makanan makin bertambah. Demikian pula perkaratan dan pelapukan pada benda-benda. Makin lama karat akan makin banyak, benda-benda yang lapuk akan makin rapuh dan hancur.

4. Kuman

Makanan sebelum diolah umumnya dimasak dahulu pada suhu tertentu. Kuman akan mati pada suhu yang tinggi atau sangat rendah. Pemanasan yang sesuai pada saat mengolah makanan akan menghambat proses pembusukan. Begitu juga dengan pendinginan. Menghilangkan kuman pada makanan bisa juga dengan cara kimia, yaitu dengan memberikan ozon pada makanan terutama pada makanan kaleng atau kemasan. Jika tidak ada kuman, makanan akan tahan lama. Mengapa air minum harus dididihkan dahulu?

Image:makanan kaleng.jpg

Bahan makanan, seperti daging, beras, telur juga makanan yang sudah dimasak, dan minuman merupakan keperluan utama untuk hidup. Oleh karena itu, harus disimpan dengan baik agar tidak mengalami pembusukan. Kalau sudah busuk makanan menjadi terbuang sia-sia. Padahal makanan tersebut sudah dibeli. Selain itu, masih banyak orang yang kekurangan makanan. Bagaimana caranya supaya makanan tahan lama? Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan pada benda adalah suhu, kelembapan, waktu, dan kuman.


Beri Penilaian

Rating : 4.2/5 (148 votes cast)


Peralatan pribadi