JENIS MEDIA GRAFIS KOMUNIKASI 12.1

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan proses komunikasi yang di sebut media. Media informasi dan komunikasi suatu produk/jasa diperlukan kejelian, baik bidikan pasar, trategi, desain, maupun yang lain.

A. Kemasan Produk
1. Maksud dan Tujuan Desain Kemasan
Desain Kemasan dari jama Prasejarah hingga kini mengalami perkembangan dari segi maksud dan tujuan.
• Desain Kemasan Sebagai Persembahan Desain kemasan, khususnya produk tradisional masih ada yang ditujukan pada Yang Maha Kuasa sebagai persembahan, apakah rasa syukur terhadap keselamatan atau pemberianNya, atau suatu permohonan seseorang atau kelompok masyarakat untuk mendapat keselamatan atau keberkahan. Sebagai contoh desain kemasan yang diciptakan pada kegiatan sakral Kerajaan yang bersifat magis pada Ulang Tahun Kenaikan Tahta Raja, dan peringatan 1 Syura, maupun Syawalan.

Bisa juga tampilnya kotak yang dicat warna emas (prodo) sebagai tempat atau barang yang dipersembahkan oleh Raja.


• Desain Kemasan Sebagai Daya Tarik
Di Jaman modern ini, Desain Kemasan dihadirkan tidak lagi diperuntukkan sebagai persembahan meskipun masih mengandung unsur tradisional, tetapi tampilnya desain kemasan sebagai daya tarik untuk dinikmati atau memberi kesan nostalgia masa lalu.
Sebagai contoh makanan lemper yang ditampilkan dengan pembungkus plastik warna hijau muda menyerupai daun pisang muda, atau permainan yang dianyam dari janur diganti dengan kertas. Tampilnya jenis pembungkus dan jenis mainan tradisional ini disebabkan sulitnya daun pisang atau sejenisnya di kotakota besar. Begitu juga pembungkus kado yang didesain seindah mungkin, tidak lain

adalah untuk menambah daya tarik terhadap sesuatu yang dibungkus.



• Desain Kemasan Sebagai Penutup
Suatu produk tanpa desain kemasan, ibarat orang tanpa baju. Desain kemasan berfungsi sebagai penutup bila mana produk tidak dibungkus.
Dalam hal ini fungsi desain kemasan hanyalah sematamata untuk melindungi produk (seperti makanan) tidak dimakan atau dihinggapai berbagai binatang, dan menghindari debu atau polusi agar tetap enak dan tidak berpenyakit.
Bila desain kemasan berfungsi sebagai penutup, tentu dalam hal tampilan visual sangat kurang diperhatikan. Sebagai contoh penutup makanan di meja makan, yang dulunya menggunakan bahan dari
bambu sekarang menggunakan bahan dari plastik.



2. Fungsi Desain Kemasan
a. Pembungkus
Pembungkus fungsi utama adalah untuk melindung produk yang ada di dalamnya, sedangkan fungsi yang lain dalam perkembangan terakhir ini adalah sebagai promodi, atau informasi sebuah produk
yang didalamnya.
Makanan dan Minuman Desain kemasan yang difungsikan sebagai pembungkus makanan atau minuman sangat didekatkan pada rasa, warna, dan kenikmatan produk di dalam desain kemasan.

Dalam desain kemasan makanan atau minuman harus memperlihatkan jenis produk didalamnya dengan cara transparasi bentuk desain kemasan, atau tampilnya gambar produk di dalam desain kemasan.



Hal ini sangat membantu calon pembeli untuk melihat sesungguhnya bentuk atau karakter produk yang ada dalam pembungkus. Bahan desain kemasan harus memperhatikan jenis atau sifat makanan/
minuman, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan produk atau mempengaruhi / mengurangi rasa produk.



• Obat-obatan
Desain Kemasan untuk obatobatan selalu diarahkan pada fungsi produk agar orang yang membelinya mengetahui fungsi dan kegunaan obat untuk kesehatan.

Tidak mengherankan bila dalam desain kemasan selalu ditampilkan tulisan keguanaan obat dan komposisinya. Begitu pula warna yang ditampilkan selalu mengarah pada rasa, seperti kuning menyimbulkan rasa jenuk. Di samping itu ada kode etik yang harus disampaikan, seperti lingkaran biru pada desain kemasan obat menandakan obat kesar, lingkaran warna merah menandakan obat luar, dan sebagainya. Bentuk desain kemasan tentunya juga berbeda- beda. Obat yang tempatnya botol selalu dibungkus dengan desain kemasan kotak, dengan maksud agar tidak mudah pecah, mudah dibawa, dan mudah dikemas dalam dus.



• Alat dapur/ Elektronik
Jenis produk ini sangat reskhan dalam benturan, penyimpanan dan sulit penataannya.
Agar produk tidak rusak, lebih mudah di atur, dan sebagai informasi produk, maka perlu adanya desain kemasan yang multi guna. Jenis bahan yang digunakan adalah bahan yang murah, kaku, ringan, dan tebal, sepert lapisan kertas bergelombang.
Bentuk atau model desain kemasan disesuaikan dengan karakter isi desain kemasan (produk), sehingga anatomi produk maupun tangan manusia sangat dipertimbangan.



• Kosmetik
Desain kemasan yang sebagian berukuran kecil ini sangat dominan dalam segi ekonomi, yaitu menginformasikan produk melalui desain kemasan.
Bentuk, ukuran, maupun warna sangat melekat pada produk di dalamnya, seperti lipstik yang berwarna merah dengan desain kemasan warna merah pula. Untuk desain kemasan jenis ini biasa ditampilkan bentuk yang kecilkecil, manis, dan feminin dengan warna-warna ceria dan romantis.




b. Sovenir
Desain kemasan yang diperuntukkan untuk produk ini biasa mengarah ke warna alam agar menyatu dengan produk sovenir. Adapun bentuknya ditampilkan secara sederhana yang biasa mengarah nostalgia yaitu modivikasi tradisional (kontemporer). Desain kemasan yang unik dan aneh tanpa banyak elemen desain disengajakan untuk menonjolkan isi produk agar tampil lebih menawan dan menambah nilai jual.




• Benda Hias
Sebagian masyarakat kadang suka berhias diri melalui penampilan keindahan disekitarnya, seperti sangat memperhatikan kondisi rumah atau tempat kerjanya. Berhias disini dalam pengertian suka menata ruang baik luar maupun dalam agar tampil cantik, menawan, dan enak dipandang mata bagi yang melihatnya.



Sebagai contoh tampilnya barang-barang hias yang di tempatkan di luar rumah untuk menyapa tama yang datang, atau hiasan dalam rumah yang seakan mengajak tamu untuk berbicara atau teman pendamping dalam mengisi kekosongan pembicaraan dengan tuan rumah.
• Benda Pakai
Barang pakai sangat didekatkan denga kebutuhan si pemakainya secara langsung maupun tidak lansung. Secara langsung adalah benda yang di pakai sehari-hari seperti sepatu, tas, dan sebagainya yang selalu melekat pada si pemakai. Sedangkan benda pakai tang lansung merupakan benda yang dipakai bila orang sewaktu-waktu membutuhkannya, seperti peralatan dapur, dan sebagainya.


3. Bahan Desain Kemasan
a. Bahan Flora dan Fauna
Alam seisinya merupakan pemberian Yang Maha Kuasa luar biasa. Flora dan fauna sebagai contoh kecil yang bisa kita nikmati bersama untuk bisa digunakan atau dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Kulit binatang, yang akhir-akhir ini menjadi trend pembungkus dan produk desain kemasan dalam perkembangannya dilarang memproduksi jenis barang atau pembungkus dari kulit binatang.
Kulit dan daun tumbuhtumbuhan sangat menawan untuk dibuat Desain Kemasan yang mengarah produk-produk tradisional.
b. Bahan dari Tanah
Tanah tidak sekedar dianggap tujuan akhir sebuah perjalanan hidup, yaitu meninggalnya makhluk hidup tetapi sebuah pengembangan diri termasuk berkarya seni dan desain menggunakan bahan dari tanah. Menciptakan karya desain kemasan dari duluhingga saat ini terus menggunakan bahan dari tahan,  seperti keramik yang dibuat berbagai jenis dan fungsi produk pelengkap estetik interior maupun eksterior.
c. Bahan Sintetis
Sintetis merupakan bahan tiruan yang terbuat dari bahan kimia. Jenis ini bersifat fleksibel, elastis, dan berfariasi pilihan, sehingga mudah dibentuk sesuai dengan model, mudah dilipat, dan mempunyai
nilai ekonomis. Jenis bahan ini yang paling meonjol dipakai untuk berbagai desain kemasan adalah plastik. Jenis bahan ini sangat dibutuhkan, disamping harganya murah, juga banyaknya pilihan karakteristik,
baik ketebalannya, kekuatannya, lemas/kakunya, dan sebagainya. Penggunaan jenis bahan ini bisa ditampilkan dengan teknik transparan maupun cara tertutup.
Gambar 11.12 (kanan): Kemasan dari plastik untuk menghindari pecahnya kemasan



d. Bahan dari Logam
Jenis bahan ini merupakan jenis yang mahal harganya dan mempunyai kekuatan mempertahankan produk bila ada benturan. Sifat kaku yang dimiliki jenis bahan ini membuat ketenangan para pembeli
terhadap kualitas isi produk, hanya harga produk lebih tinggi dari produk yang lain.
Orang tertarik pada desain Kemasan dengan logam karena memiliki daya kemewahan, dan kuat.



4. Faktor Ekonomi Dalam Desain Kemasan
a. Faktor Kepraktisan
Desain Kemasan dibuat untuk membungkus produk maupun berfungsi sebagai alat atau media mengejar kepraktisan.
Dikatakan praktis karena produk yang akan dibeli sudah siap dibawa pulang, atau melayani pembeli untuk lebih cepat membuka desain kemasan.

Multi fungsi sering pula ditampilkan dalam desain kemasan sesuai selera konsumen dalam penggunaan produk yang dibeli dengan mengatur atau menggunakan desain kemasan.
Biasanya jenis desain kemasan ini sangat memperhatikan kegunaannya setelah pasca guna, yaitu penggunaan desain kemasan setelah tidak dipakai secara sesungguhnya tetapi untuk hiasan atau fungsi lain.

b. Faktor Kemudahan
Faktor kemudahan juga menjadi pemikiran dalam menciptakan sebuah desain kemasan, antara lain:
• Mudah dibawa
Produk yang dikemas berukuran kecil maupun besar harus memperhatikan segi kemudahan untuk dibawa, baik dibawa sendiri atau dengan orang lain.


•  Mudah ditata
Dalam segi penataan harus juga diperhatikan dalam penciptaan desain kemasan, apakah penataan di dalam pembungkus yang dibawa untuk keluar kota, atau mudah ditata dalam etalase (rak pajang) toko. Pemikiran kemudahan penataan ini didasarkan atas servis produsen (perusahaan) kepada penjual terhadap kemudahan tersebut.
•  Mudah dibuat
Faktor mudah dibuat merupakan proses desain hingga dalam pembuatan desain kemasan. Suatu desain yang berhasil adalah bila desain tersebut bisa dikerjakan dengan teknologi proses dan terjual. Maka seorang pendesain harus memperhatikan cara pengerjaan desain kemasan hingga sampai finishing. Serumit desain apapun tetap harus bisa dan mudah dibuat hingga jadi.

c. Faktor Murah
Faktor ini merupakan suatu penekanan pembiayaan yang mengarah keekonomis agar tidak boros. Adanya penekanan pembiayaan ini akan mempengaruhi pula harga sebuah produk 3 D, sehingga bisa bersaing dengan produl lain. Ada beberapa penekanan biaya dalam proses pembuatan desain, antara lain:
• Penggunaan bahan yang semurah mungkin
• Desain sederhana dengan biaya murah
• Murahnya biaya produksi
• Meringankan harga produk



5. Trategi Promosi Melalui Desain Kemasan
Kemasan adalah pelindung dari suatu barang / produk biasa maupun hasil dari produksi industri. Dalam dunia industri, kemasan merupakan pemenuhan suatu kebutuhan akibat adanya hubungan antara
penghasil barang dengan masyarakat pembeli.

Dalam tuntutan keperluan ini, kemasan harus dapat menyandang beberapa fungsi yang harus dimiliki, seperti:
• Tempat atau wadah dalam bentuk tertentu sebagai pelindung barang/produk agar tidak rusak sejak keluar dari pabrik sampai ke tangan pembeli, bahkan masih digunakan sebagai wadah bila isi barang habis pakai.
• Kemasan bukan sekedar pembungkus, tetapi juga sebagai pelengkap rumah tangga, seperti sebuah botol kecap yang mempunyai nilai estetik tinggi tentunya akan menyemarakkan suasana tertentu di
ruang dapur dan meja makan, kemasan kertas lap yang didesin menarik dapat menambah cantiknya ruang kamar mandi.
• Mutu kemasan dapat menumbuhkan kepercayaan dan pelengkap citradiri dan mempengaruhi calon pembeli untuk menjatuhkan pilihan terhadap barang yang dikemasnya.
• Kemasan mempunyai kemudahan dalam pemakaiannya (buka, tutup, pegang, bawa) tanpa mengurangi mutu ketahanannya dalam melindungi barang.
• Secara visual, rupa luar kemasan harus menimbulkan kesan yang benar dan nyata tentang jenis isi barang yang dikemas.
• Harus memperhatikan dalam hal benruk dan ukuran, sehingga efisien dan tidak sulit dalam hal pengepakan, pengiriman serta penempatan, demikian dalam penempatan dalam etalase pajangan di toko.
• Kemasan harus memperhatikan dalam segi pemasaran atau mempunyai nilai jual yang tinggi terhap barang/produk yang dipasarkan.

Keberhasilan suatu barang tidak hanya ditentukan oleh mutu barang serta usaha promosi yang dilakukkanm, tetapi juga dalam upaya yang sama oleh kualitas dan penampilan kemasan.
Kehadiran toko-toko mewah merangsang hadirnya bentuk kemasan yang bagus mempunyai estetika yang tinggi.
Pemajangan barang/produk di supermaket merupakan strategi pemasaran bahwa setiap barang/produk harus melayani dan menjual dirinya sendiri, sehingga setiap produsen berusaha menciptakan desain kemasan yang sesuai. Pemajangan barang / produk tersebut tentunya tidak sendirian, tetapi beberapa barang/ produk lain atau sejenisnya. Inilah terjadi pertarungan produk melalui tampilan kemasan.
Pertarungan ilmu merancang kemasan adalah salah satu strategi mengalahkan saingan barang/produk lain untuk merayu pilihan konsumen.
a. Daya tarik
Strategi promosi melalui daya tarik (perhatian) seseorang atau sebagian masyarakat terhadap desain kemasan produk sering dilakukan oleh berbagai perusahaan besar.
Strategi ini yang diburu oleh beberapa perusahaan, karena berhadapan langsung pada konsumen calon pembeli.
Kemenarikan sebuah desain kemasan bisa dikatakan berhasil bila konsumen tersebut kesensem (sangat tertarik) pada desain kemasan sekaligus produknya, ingin mencoba melihat hingga pada akhirnya memilikinya (membeli).
b. Sebuah Citra
Citra harus dibangun sejak perusahaan itu mulai berdiri, berkembang, hingga akhirnya dapat dipercaya oleh masyarakat luas terhadap produk yang ditawarkan melalui desain kemasan. Tampilnya desain kemasan pada suatu produk akan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk.
Kemanapun orang pergi, bila mereka sudah terpengaruh pada suatu produk maka mereka selalu akan mencari produk yang disukai. Maka citra harus terbentuk dihati masyarakat, sehingga akan terwujud:
• Konsumen lebih percaya diri
• Bergaya modern
• Adanya peningkatan prestise
• Bergaya masyarakat klas tinggi
6. Kualitas Desain Kemasan
a. Kekuatan dalam desain kemasan
Segi kekuatan dalam desain kemasan juga sangat diperhatikan, karena bila desain kemasan tidak kuat akan mengakibatkan benda/produk di dalamnya akan mengalami kerusakan yang akhirnya pembeli tidak puas.
Bila hal tersebut terjadi suara masyarakat (bakul sinambi woro) akan sangat mempengaruhi pembeli sampai calon pembeli tidak jadi membeli produk hanya gara-gara kekuatan desain kemasan kualitas
rendah.
Agar produk yang dikemas bisa bertahan dihati konsumen dan dapat mempengaruhi calon pembeli, maka harus memperhatikan kekuatan desain kemasan.

Kualitas, sangatlah diperhatikan dalam sebuah desain, antara lain:
• Kuat benturan (elastis)
• Kuat terhadap cuaca/ iklim
• Kuat dibawa
• Kuat dipakai
b. Segi Higienis
Desain kemasan harus memperhatikan segi higienis (kesehatan), baik terhadap produk atau orang yang membelinya.
Bila segi higienis terjamin niscaya masyarakat akan melekatkan hatinya pada produk yang telah/pernah dibelinya.
Desain kemasan yang difungsikan ke arah makanan dan minuman biasa memperhatikan segi kesehatan dari pemilihan bahan, apakah ada reksinya terhadap produk didalmnya.
Desain kemasan yang dipakai untuk pembungkus atau produk mainan / sovenir harus memperhatikan segi kesehatan luar bila desain kemasan itu dipegang. Sebagai contoh, desain kemasan yang dibuat dari bahan daun jati atau daun bambu yang masih melekat bulu-bulunya sehingga dapat mengakibatkan gatal-gatal di tangan.
c. Segi Argonomis
Segi argonomis kadang kurang diperhatikan oleh desainer kemasan, padahal ini juga dapat mempengaruhi kenyamanan untuk dipegang.
Kebiasaan orang akan Kenyamanan inilah dibidik seorang desainer desain kemasan agar desainnya bisa berhasil guna.
Desain enak disentuh, dipegang waktu melihat maupun membuka produk didalamnya, tentunya konsumen akan merasanya kenikmatan atau tidaknya desain kemasan yang mendampingi produk di dalamnya.
B. Media Lini Atas
Above-The-Line (ATL), adalah media lini atas. Berkomunikasi menggunakan “sewa media” bersifat masal, seperti iklan koran, majalah, televisi, radio,internet dan lain-lain. Kalau kita pasang iklan di koran, teve, dan internet itu tujuannya membangun imej, itu kita sebut full factor.
C. Media Lini Bawah
Below-The-Line (BTL), merupakan pelengkap yang mendukung dukung lini atas.
Biasanya berupa dua kegiatan bsales promotion dan merchandising yang dipadukan dengan iklan ATL untuk menguatkan sebuah kampanye. Aktifitas BTL bisa beragam, mulai dari event, sponsorship, live telecast, dan lain-lain.
Tujuannya adalah mendekatkan produk pada konsumen, membangun pengalaman khusus, mengundang pembelian, menjaga loyalitas konsumen, bahkan bukan itu saja, bisa juga dijadikan ajang membina jaringan distribusi penjualan.
BTL sifatnya highly segmented yang bisa membuat orang berpikir dan kemudian tertarik. Keefektifan BTL tergantung pada karakteristik produk. Ada produk yang bisa membuat orang langsung beli, contohnya adalah barang murah seperti rokok. Berbeda dengan produk mobil, orang akan berpikir dulu walau sudah melihat. Suatu produk itu terekspos terlebih dahulu, istilahnya the economic of attention, ekonomi perhatian.
Biasanya berupa dua kegiatan sales promotion dan merchantdising yang dipadukan dengan iklan ATL untuk menguatkan sebuah kampanye.
Aktifitas BTL bisa beragam, mulai dari event, sponsorship, live telecast, dan media seperti di bawah:


                                                                                                                          Gambar 11.18 a,b,c (bawah):
                                                                                 Pawai dan kegiatan olah raga merupakan strategi yang tepat untuk produk minuman



D. Pendalaman

Sebelum merancang desain kemasan, sebaiknya saudara melihat berbagai kemasan di toko-toko, apotik, supermarket, hingga ke pasar tradisional.
Setelah melihat dan mencermati desain kemasan tersebut, saudara catat tentang, tujuan, fungsi, bahan, faktor ekonomi, dan teknik pembuatan dalam kemasan.


Setelah itu buatlah:
1. Desain kemasan kosmetik untuk remaja puteri.
2. Desain kemasan makanan tradisional untuk keluarga.
3. Desain kemasan minuman tradisional untuk anakanak.


Beri Penilaian

Rating : 4.5/5 (2 votes cast)


Peralatan pribadi