Crayonpedia:Perihal
Dari Crayonpedia
Proses pendidikan di negara berkembang pada umumnya memiliki rintangan yang sama. Mulai dari rintangan biaya sekolah, kurikulum, mutu pengajar, infrastruktur pendidikan hingga optimasi anggaran pendidikan nasional. Rintangan tersebut bagaikan cadas berbatu dan jurang menganga yang sulit dilalui.Untuk melompati jurang kesenjangan dan cadas penghalang dibutuhkan “jaring” Spiderman agar berbagai rintangan diatas bisa dilalui dengan cepat dan tepat. Pada era Globalisasi 3.0 sekarang ini semua unsur yang terlibat dalam proses pendidikan membutuhkan “jaring” Spiderman yang berbasis konvergensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Fenomena “The World Is Flat” semakin kentara dan diikuti dengan mendatarnya lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga, warga dunia di belahan manapun pada saat ini sebenarnya tidak perlu bersusah payah menggapai pengetahuan dan mengejar ketertinggalan berkat bantuan mesin pencari dan ensiklopedia online.
Untuk meneguk air sesuai dengan porsinya, Crayonpedia memberikan solusi staging atau pentahapan berdasarkan usia atau tingkat pendidikan. Sehingga feeding dan transformasi pengetahuan bisa sinkron dengan pertumbuhan intelegensia dan kejiwaannya. Dengan Crayonpedia para murid, guru, dan masyarakat luas bisa berkolaborasi menyusun materi kurikulum serta berbagi pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan. Sehingga prinsip konstruktivisme dalam praktik pendidikan bisa berlangsung. Konstruktivisme memandang pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada orang lain, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing orang. Crayonpedia mengakselerasi konstruktivisme dengan prinsip tidak hanya murid yang belajar, tetapi guru juga dipacu untuk terus belajar, termasuk belajar dari muridnya sendiri. Kinerja Crayonpedia yang sesuai dengan anatomi kurikulum pendidikan itu bisa digunakan sebagai alat bantu proses pengajaran di kelas sehari harinya. Untuk membangun kurikulum “Zeitgeist” di negeri ini, karena karakternya yang bisa menampung multikurikulum dan multiprogram, Crayonpedia bisa menjadi forum untuk pengkajian dan perbandingan kurikulum dari berbagai negara. Sehingga keunggulan kurikulum di negara-negara maju bisa diadopsi oleh para guru di tanah air. Para guru perlu memperluas cakrawala kurikulum di negara lain yang berhasil menyiasati kekuatan Globalisasi 3.0 seperti bangsa India, China, Korea Selatan, Jepang dan lain-lainnya. Di India misalnya, kualitas pendidikannya sudah setara dengan Amerika Serikat, ternyata faktor penentunya bukan infrastruktur fisik. Melainkan pada kualitas guru, adaptasi kurikulum, metodologi yang benar serta resource buku dan akses TIK yang sangat memadai. Apalagi sistem pendidikan tinggi di India relatif murah. Untuk menempuh master ilmu sosial misalnya, hanya membutuhkan 30 ribu Rupees ( sekitar Rp 6 juta ) per tahun dengan sertifikat atau ijazah yang diakui secara global. Hal itu bisa dimungkinkan karena penyelenggaraan pendidikan di sana sudah sangat efisien karena penggunaan e-Education secara luas. Begitu pula dengan di Jepang, disana kurikulum disusun oleh Komisi Kurikulum yang terdiri dari wakil dari Teacher Union, praktisi dan pakar pendidikan, wakil dari kalangan industri, dan wakil dari kementerian pendidikan. Komisi ini bertugas mengkaji Kyouiku Kihonhou atau kurikulum pendidikan Jepang lalu menyesuaikannya dengan perkembangan yang terjadi di dalam maupun luar negeri.
Kinerja Crayonpedia akan terus dikembangkan sehingga memiliki fasilitas atau fitur yang mendukung collaborative learning misal perbaikan maupun pendalaman materi ajar via interactive chat, penilaiaan atas kualitas materi ajar tertentu via open rating/polling, dan memungkinkan melampirkan konten kompleks seperti video/audio, presentasi, lembar kerja siswa (lks), rencana program pengajaran (rpp), dan metoda pengajarannya. Fitur tugas belajar online berbasis Lembar Kerja Interaktif yang mendukung penerapan green education dalam rangka melakukan aksi nyata dunia pendidikan mengatasi global warming juga sedang dalam persiapan. Kemampuan collaborative teaching guna mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan (Education Quality Divide) di daerah terpencil juga menjadi isu perhatian dalam pengembangam. Sedangkan integrasi teknologi ‘Text to Speech’ berbahasa Indonesia sedang dipersiapkan. TTS berpeluang akan sangat membantu ‘difable’ tuna netra dalam proses pembelajaran. Dan yang tidak kalah menarik adalah berita-berita pendidikan terkini di tanah air dan pemikiran-pemikiran strategis tentang pendidikan hasil kolaborasi. (*)
Untuk meneguk air sesuai dengan porsinya, Crayonpedia memberikan solusi staging atau pentahapan berdasarkan usia atau tingkat pendidikan. Sehingga feeding dan transformasi pengetahuan bisa sinkron dengan pertumbuhan intelegensia dan kejiwaannya. Dengan Crayonpedia para murid, guru, dan masyarakat luas bisa berkolaborasi menyusun materi kurikulum serta berbagi pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan. Sehingga prinsip konstruktivisme dalam praktik pendidikan bisa berlangsung. Konstruktivisme memandang pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada orang lain, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing orang. Crayonpedia mengakselerasi konstruktivisme dengan prinsip tidak hanya murid yang belajar, tetapi guru juga dipacu untuk terus belajar, termasuk belajar dari muridnya sendiri. Kinerja Crayonpedia yang sesuai dengan anatomi kurikulum pendidikan itu bisa digunakan sebagai alat bantu proses pengajaran di kelas sehari harinya. Untuk membangun kurikulum “Zeitgeist” di negeri ini, karena karakternya yang bisa menampung multikurikulum dan multiprogram, Crayonpedia bisa menjadi forum untuk pengkajian dan perbandingan kurikulum dari berbagai negara. Sehingga keunggulan kurikulum di negara-negara maju bisa diadopsi oleh para guru di tanah air. Para guru perlu memperluas cakrawala kurikulum di negara lain yang berhasil menyiasati kekuatan Globalisasi 3.0 seperti bangsa India, China, Korea Selatan, Jepang dan lain-lainnya. Di India misalnya, kualitas pendidikannya sudah setara dengan Amerika Serikat, ternyata faktor penentunya bukan infrastruktur fisik. Melainkan pada kualitas guru, adaptasi kurikulum, metodologi yang benar serta resource buku dan akses TIK yang sangat memadai. Apalagi sistem pendidikan tinggi di India relatif murah. Untuk menempuh master ilmu sosial misalnya, hanya membutuhkan 30 ribu Rupees ( sekitar Rp 6 juta ) per tahun dengan sertifikat atau ijazah yang diakui secara global. Hal itu bisa dimungkinkan karena penyelenggaraan pendidikan di sana sudah sangat efisien karena penggunaan e-Education secara luas. Begitu pula dengan di Jepang, disana kurikulum disusun oleh Komisi Kurikulum yang terdiri dari wakil dari Teacher Union, praktisi dan pakar pendidikan, wakil dari kalangan industri, dan wakil dari kementerian pendidikan. Komisi ini bertugas mengkaji Kyouiku Kihonhou atau kurikulum pendidikan Jepang lalu menyesuaikannya dengan perkembangan yang terjadi di dalam maupun luar negeri.
Kinerja Crayonpedia akan terus dikembangkan sehingga memiliki fasilitas atau fitur yang mendukung collaborative learning misal perbaikan maupun pendalaman materi ajar via interactive chat, penilaiaan atas kualitas materi ajar tertentu via open rating/polling, dan memungkinkan melampirkan konten kompleks seperti video/audio, presentasi, lembar kerja siswa (lks), rencana program pengajaran (rpp), dan metoda pengajarannya. Fitur tugas belajar online berbasis Lembar Kerja Interaktif yang mendukung penerapan green education dalam rangka melakukan aksi nyata dunia pendidikan mengatasi global warming juga sedang dalam persiapan. Kemampuan collaborative teaching guna mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan (Education Quality Divide) di daerah terpencil juga menjadi isu perhatian dalam pengembangam. Sedangkan integrasi teknologi ‘Text to Speech’ berbahasa Indonesia sedang dipersiapkan. TTS berpeluang akan sangat membantu ‘difable’ tuna netra dalam proses pembelajaran. Dan yang tidak kalah menarik adalah berita-berita pendidikan terkini di tanah air dan pemikiran-pemikiran strategis tentang pendidikan hasil kolaborasi. (*)
www.crayonpedia.org
Komunitas Crayonpedia
http://groups.yahoo.com/group/crayonpedia/
Dewan Penasehat dan Dewan Kehormatan
Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia [Dr. Kusmayanto Kadiman], Gubernur Jawa Barat [Ahmad Heryawan], Wakil Gubernur Jawa Barat [Yusuf M Effendi], Rektor ITB [Prof. DR. Djoko Santoso], KA. PUSTEKKOM [Lilik Gani, Ph.D], CIO PT Telkom [Ir. Indra M Utoyo, M Sc], ZamrudTechnology [Indro Kussambodo], YPM Salman ITB [Dr. Ahmad Nuruddin], PLN [Abimanyu Suyoso], KADIVRE III PT Telkom [Ir. Walden R Bakara], IGOS Center Bandung [Eko Mursito Budi], Rektor UNISBA [Prof. DR. E. Saefullah W, SH. LLM], Pembantu Rektor III UNJANI [KRHT. H. Rono Hadinagoro], Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat [Prof. Wahyudin Zarkasyi], Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Jawa Barat [Dr. H. Dadang Dally].
Dewan direktur
Chairman [Hemat Dwi Nuryanto], Executive Director [H. Budhiana Kartawijaya], CEO & Education Institution Relation Director [Dr. Dadang F Erawan], Quality Management Director [Dr. Arry Ahmad A Arman], International Cooperation Director [Ronald FR Molenaar], Goverment & Corporate Relation Director [Iwan Piliang], Technology Director [Sofwandi Noor], Open Standard Comformance Director [Dr. Estiyanti Ekawati], Research and Development Director [Dr. Agung Harsoyo], Business Development Director [Jonathan Sofian L], Ir. Ahdiar Romadhoni, MBA [Intelectual Property & Legal Director], West Java Program Director [Rijsa Gubarda], West Java Marketing Director [Sony Budi Winarso], Education Content Director [Dr. Brian Yuliarto].
Wakil Dewan Direktur
Executive [Syamril], Quality Management [Tendy K Soemantri], Content Development [Agung Yuwono], Community Development [Eko Budhi S], Research & Development [Syarif Hidayat], Public Communication [Totok Siswantara], Technology [M Zhuriansyah R], Marketing [Rolly M Awangga], Art [Mirza Kotaru].
Pengurus Harian
Sekertaris [Ir. Puriyanti Y, MT], Wakil Sekertaris [Syahrizal], Office Manager [Dwi Yuni P, SE], Bendahara [Diah Ayu p], Public Relation [Aditya Fajar], Community Development [Yudha P Sunandar,Yayang Harley], Content Management [Y Budiyanto, S.Sos], Technology & Customization [Ade Sugiandi, S.Si, Asep Solehudin, S.Si, Adiyani Lestari K, Amd, Ahmy Yulrizka, ST], System Administrator [Tri Anon Sumekto, ST, Hani Siswadi, Amd, Eko Nurdiyanto, Ronny Rohendi], Graphic Design [John Gunawan, Amd].
Sekretariat
Alamat :
Bandung:
SALMAN ITB BUSINESS CENTER, 2-nd Floor
ZamrudTechnology
Jl. Gelap Nyawang No.4. Bandung 40132 INDONESIA
Telp. +62-22-2534305, +62-22-2534306 Fax. . +62-22-2534307
Website : www.crayonpedia.org
Jakarta:
Boulevard Mangga Dua Square Blok G No 28-29
Jl. Gunung Sahari Raya. Jakarta Utara INDONESIA
Telp. +62-21-62312911(hunting), Fax. . +62-21-62312912
Website : www.crayonpedia.org



BlogMarks
del.icio.us
digg
Facebook
smarking
Spurl
Twitter
Wists