Cara Mengomentari Pendapat Dalam Dialog dan Implementasinya 9.1

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:

Kompetensi Dasar :

  1. Mengomentari pendapat narasumber dalam dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio

Pada Pelajaran 1, kamu pernah mempelajari dialog interaktif dan menyimpulkan isi dialog. Dalam sebuah dialog atau wawancara, ada pewawancara atau penanya dan narasumber sebagai sumber informasi. Narasumber tentu saja tidak boleh asal menjawab atau berpendapat ketika diwawancarai. Pendapat yang disampaikan pun harus cermat, objektif, dan dipikirkan secara matang sehingga mampu memberi jawaban yang dikehendaki. Seorang pendengar atau penanya pun hendaknya selalu bersikap kritis terhadap pendapat yang dikemukakan seorang narasumber.

Pada pembelajaran ini, kamu akan belajar mengomentari pendapat narasumber. Jika ada pendapat yang dinilai menyimpang dan bertentangan dengan logika masyarakat umum, kamu boleh memberikan tanggapan atau komentar dengan cara yang santun. Tutuplah buku kamu, dengarkanlah teks dialog yang akan dibacakan oleh teman kalian!

                        JANGAN PRIORITASKAN PERDAGANGAN DI ATAS KESEHATAN
Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu meminta Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) untuk sementara tidak mengumumkan produk makanan Tiongkok yang berformalin kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar tidak mengganggu hubungan perdagangan kedua negara. Namun, tindakan itu mendapat reaksi keras dari Komisi IX DPR RI. Berikut petikan wawancara seorang wartawan dengan anggota Komisi IX dari Fraksi Golkar, Mariani Baramuli.

Bagaimana pendapat Anda soal larangan Mendag itu?
Kita harus melindungi masyarakat. Tidak boleh ada formalin dalam makanan kita. Itu sudah ada dalam ilmu pengetahuan. Makanan tidak boleh diberi formalin. Masyarakat berhak tahu. Saya minta pemerintah mengikuti track tersebut.

Apa pentingnya public warning?
Mengamankan semua produk makanan dari bahan berbahaya, tidak hanya dari Tiongkok.

Apa yang harus dilakukan BPOM dengan Iarangan public warning itu?
BPOM harus tetap mengumumkan kepada masyarakat. Jangan karena takut nilai ekspor kita menurun, lantas kita menafikan pentingnya kesehatan bagi rakyat. Mau berdagang silakan, tetapi standar kesehatan tetap harus diutamakan. Jangan hanya karena ingin perdagangan meningkat, kita biarkan rakyat sakit. Karena itu, produk tersebut betul-betul dilarang. Bukan karena berasal dari Tiongkok, tetapi ada kandungan berbahaya di dalamnya.

Bagaimana caranya agar masyarakat dapat menenali produk makanan yang mengandung formalin?
Gampang, lihat saja di label kemasan. Kalau disebutkan ada kandungan formaldehid, meskipun ibaratnya hanya 0,1 persen, ya, jangan dibeli.

Apakah kita memang harus tegas dengan risiko barang kita ditolak di Tiongkok?
Sekarang saya tanya Anda, pilih sehat atau sakit? Pilih cacat atau normal? Saya rasa, rakyat Tiongkok sendiri akan menolak jika tahu bahayanya formalin yang dimasukkan sebagai pengawet makanan. Maka, masyarakat kita dan Tiongkok juga harus diberikan pengertian yang sama bahwa formalin itu tidak boleh digunakan pada makanan.
Sumber: Jawa Pos, 5 September 2007

Beri Penilaian

Rating : 3.3/5 (35 votes cast)


Peralatan pribadi