Cara Berkomentar Terhadap Buku Cerita dan Implementasinya 7.1

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:

Kompetensi Dasar :

  1. Mengomentari buku cerita yang dibaca 

Membaca buku cerita merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Hal ini dikarenakan cerita anak masih menjadi alat hiburan, terutama teman di waktu senggang maupun bacaan pengantar tidur. Tema-tema yang diangkat dapat berguna sebagai sarana menanamkan nilai dan norma kehidupan. Selain itu, cerita anak juga membantu mengasah keterampilan berbahasa
dan menambah pengetahuan.
Apa sajakah hal-hal yang membuat buku cerita menjadi menarik? Kemenarikan suatu cerita dapat dilihat dari berbagai segi, misalnya para pelaku, jalan cerita, maupun permasalahan yang diangkat dalam cerita tersebut. Agar kamu dapat memahami cerita dengan baik, perhatikan hal-hal berikut.

  1. Pahamilah jalinan cerita atau alur.
  2. Telusuri perwatakan atau sifat-sifat para pelakunya.
  3. Temukan pesan atau amanat dalam cerita tersebut.

Untuk memahami isi buku cerita, bacalah komentar cerita berikut dengan saksama!

                                                 Belajar Bisa Lewat Komik
Teman-teman, cobalah kalian tiup sebuah balon, kemudian lepaskan. Ai, apa yang terjadi? Balon pun akan terbang. Bebas lepas. Eh, tapi setelah udara di dalam balon habis, balon pun akan jatuh. Puuus! Ya, inilah percobaan yang sangat sederhana dan mengasyikkan. Ketahuilah, di dalam percobaan ini terkandung konsep-konsep sains atau ilmu pengetahuan yang besar, seperti momentum dan impuls. Lo, apa itu? Oi, isi komik ini akan menjelaskan banyak hal kepada kita. Dari percobaan yang sederhana tadi, kita bisa tahu bahwa percobaan semacam itu bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai dasar penerbangan roket ke luar angkasa. Wah, luar biasa kan? Oi, ternyata banyak sekali kejadian atau peristiwa di alam ini yang mengasyikkan untuk dinikmati dan mengandung nilai sains yang sangat tinggi untuk dikembangkan.
Sebut saja kehebatan teknik melompat seekor belalang, kemampuan khusus bunglon untuk mengubah-ubah warna tubuhnya, dan sebagainya. Dengan ilustrasi atau gambar yang cemerlang dan warna-warni, Komik Sains Kuark memang tampil memikat. Siapa pun yang menyimak komik ini, akan
dengan mudah menangkap apa-apa yang disajikan di dalamnya. Eh, padahal sebenarnya, isi bacaannya mengandung ilmu pengetahuan seperti fisika dan matematika. Oho, semua memang jadi mudah dan indah. Dan tentu juga sangat bermanfaat.


Komik Sains Kuark terbit secara berkala. Setiap kali terbit ada tiga komik sekaligus, yakni untuk kelas 1-2 SD, kelas 3-4 SD, dan 5-6 SD. Jadi, memang dibuat sedemikian rupa agar semua anak SD bisa menikmati secara bertahap. Untuk yang kelas 1-2 SD misalnya berisi cerita berjudul ”Zizi, Si Anak Jerapah” dan "Kunang-Kunang Mencari Cermin". Kedua cerita dalam bentuk komik tersebut sesungguhnya berisi tentang pengetahuan biologi. Hebat kan? Lalu ada lagi cerita berjudul "Hadiah Pelangi Buat Pohon Tua". Oi, cerita ini pun mengisahkan bagaimana terjadinya hujan dan pelangi. Lucu sekaligus mengharukan.Komik Sains Kuark membuat kita lebih menyukai dan menikmati sains atau ilmu
pengetahuan. Lewat komik, semua mudah untuk dipahami. Jadi, teman-teman yang sampai hari ini tidak suka sama matematika atau fisika, mulailah membaca komik ini. Pelan tapi pasti, teman-teman akan menyukai pelajaran-pelajaran yang sering dianggap sebagai momok yang menakutkan itu. Selamat membaca!
Sumber: Bobo, 17 Juni 2004

Latihan 5.3

                    Anggaplah cerita berikut merupakan buku! Berikanlah komentar terhadap
                  cerita berikut dan jawablah pertanyaan-pertanyaan yang mengikutinya!
                                                         Kue Tart Stroberi

                                                                              Sasi Pujiati

Ulang tahun ayah tinggal dua hari lagi. Namun, Dinda belum menemukan apa yang cocok buat ayah. Baju, sepatu, atau parfum ya? Pikirnya. Kalau baju, setahun yang lalu Kak Arin sudah memberikan hadiah baju. Waktu itu, Ayah tampak terkejut dan gembira. Sebab, baju itu didesain dan dijahit sendiri oleh Kak Arin. Sementara, Dinda sama sekali tidak memiliki keahlian seperti itu.
Jika sepatu, Ayah sudah punya koleksi banyak. Kalau parfum? Uh terlalu mahal harga parfum kesukaan Ayah. Tabungan Dinda belum mencukupi. Terus gimana dong? Padahal saat usia Ayah genap 40 tahun, Dinda ingin sekali memberikan kado istimewa. Kado yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Apalagi Dinda paham benar, ayah suka hasil karya anak-anaknya sendiri, bukan barang-barang bagus yang tinggal membeli di toko. Seperti baju buatan Kak Arin dulu, ayah sangat menghargai dan tak henti memuji sehingga membuat Kak Arin bertambah semangat untuk belajar mendesain dan menjahit
pakaian.
"Kak Arin, ulang tahun Ayah kan tinggal besok, Kakak sudah membelikan hadiah?” tanya Dinda.
"Belum, Dik, sebab rencananya Kak Arin dan Ibu mau membikin nasi kuning saja. Memangnya kenapa, kamu sudah membelikan kado buat Ayah?" balas Kak Arin sambil menyirami bunga di taman.
"Itulah Kak, Dinda lagi bingung, Dinda belum menemukan hadiah yang cocok untuk Ayah. Apakah Kak Arin punya ide untuk membantu Dinda?".
"Hmm... apa ya, kakak juga tidak punya ide. Maaf ya Dik, he he he…."
"Uh, Kak Arin payah deh," sungut Dinda sambil ngeloyor pergi.
Sambil terus berpikir soal kado buat Ayah, Dinda berjalan-jalan ke kebun stroberi di belakang rumah. Sudah banyak buah stroberi yang matang, sebentar lagi siap panen. Wah besar-besar, merah, dan sangat ranum. Dinda pun memetik beberapa dan memakannya."Enak sekali stroberi ini, manis-manis tetapi ada kecutnya sedikit. Baunya juga harum," gumamnya. Tiba-tiba terlintas di pikiran Dinda untuk membuat kue tart dengan taburan stroberi di atasnya. Pasti akan sangat lezat dan menarik. Ya, Ayah
kan paling suka kue yang ada stroberinya? Wah, ide bagus kalau saya membuat kue tart stroberi untuk Ayah. Hmm… pasti Ayah sangat suka. Apalagi sudah lama Ibu tidak membuatkan kue stroberi untuk Ayak, pikir Dinda sembari tersenyum gembira. Ibu terkejut melihat banyak buah stroberi yang seharusnya baru dipanen tiga hari lagi, tetapi sudah dipetik Dinda.
"Dinda, kenapa kamu petik stroberi-stroberi itu? Ini belum waktunya dipanen, Nak, seharusnya kamu meminta izin terlebih dahulu pada ibu atau ayah," kata Ibu.
"Iya, Dik, stroberi ini seharusnya jangan dipetik dulu, meskipun memang sudah merah," ujar Kak Arin menambahi.
"Dinda minta maaf, karena tidak meminta izin pada Ibu atau Ayah terlebih dulu. Dinda terlalu bersemangat karena Dinda dapat ide memberi hadiah untuk Ayah sepulang kerja nanti. Dinda ingin membuatkan kue stroberi. Kue yang Dinda buat sendiri, yang pernah Ibu ajarkan dulu itu, lho. Tapi juga ada kreasi Dinda sendiri dari hasil membaca. Karena itu, Dinda buru-buru memetiknya."
"Oh, jadi begitu, ya…sudah tidak apa-apa. Tapi lain kali jangan diulangi lagi,ya? Sebagai hukumannya, kamu harus membantu Kak Arin mencuci piring. Ayo sekarang," ujar Ibu tampak tidak lagi marah.
"Iya deh, Bu. Tapi habis itu Dinda mau memulai bikin kuenya, ya?" Sehabis membantu Kak Arin mencuci piring, Dinda langsung memulai membikin kue stroberi, sementara Ibu dan Kak Arin memasak nasi kuning. Sore telah tiba. Pesta kejutan untuk Ayah sudah dipersiapkan semua. Kue tart stroberi buatan Dinda ditata sangat apik di meja kecil dan dihiasi bungabunga kecil serta lilin. Masakan Ibu dan Kak Arin juga telah dihidangkan dengan penuh variasi. Ibu, Kak Arin, dan Dinda sudah rapi dan siap menunggu
kedatangan Ayah. Terdengar suara derit pintu yang dibuka. Ayah memasuki ruang tamu. Serempak Ibu, Kak Arin, dan Dinda meneriaki ucapan selamat ulang tahun. Ayah sangat terkejut dan seketika keletihan di wajahnya sirna, serta merta berubah ceria. Ibu, Kak Arin, dan Dinda bergantian menyalami dan mencium pipi Ayah. Juga tak lupa memberikan ucapan doa dan harapan.
"Terima kasih sekali ya untuk istri dan putri-putri ayah tercinta. Ayah benar-benar tidak menduga ini. Kalian memang pintar membuat kejutan," kata Ayah dengan mata berkaca-kaca. Ayah tambah terkesima ketika melihat sebuah kue tart bertaburan stroberi merah kesukaannya di atas meja.
"Siapa yang membuat kue ini? Indah sekali dan sepertinya sangat lezat. Ayah jadi ingin cepat-cepat mencobanya," kata Ayah gembira."Ya, Ayah, ini kue stroberi khusus untuk Ayah. Stroberi kasih sayang, Dinda yang punya ide dan membuatnya untuk Ayah," jawab Dinda.
Ayah tampak sangat terharu. Dia tak menduga putri manjanya itu akan memberikan kado istimewa untuknya. Ayah kemudian meniup lilin dan memotong kuenya. Potongan pertama untuk Ibu, lalu Kak Arin, dan terakhir untuk Dinda.
Sumber: Suara Merdeka, 5 Januari 2007

Pertanyaan:
1. Apakah keistimewaan yang ditampilkan dalam cerita tersebut?
2. Apakah tema yang diangkat dalam cerita tersebut tergolong baru?
3. Apakah cerita tersebut pernah kamu alami?
4. Berilah bukti yang menunjukkan watak para tokoh dalam cerita tersebut!
5. Apa amanat yang ingin disampaikan dalam cerita tersebut?


Beri Penilaian

Rating : 3.9/5 (26 votes cast)


Peralatan pribadi