CRANE DAN ELEVATOR (LIFT)

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari


A. Crane
1. Pengantar
   Crane adalah alat untuk pelayan beban mekanis atau muatan yang dilengkapi dengan kerekan untuk mengangkat benda dan berfungsi juga untuk menggerakkan benda yang diangkat melalui ruangan. Macammacam crane adalah: Crane Gantung berjalan, Crane Tower, dan Crane Derek. Crane gantung berjalan adalah mesin berjalan mesin yang berjalan di rel yang ditopang oleh bangunan yang memiliki troli dan diperlengkapi dengan kerekan yang berjalan melintang di rel yang bertumpu pada bangnan untuk mengangkat beban. Contoh penggunaan adalah pada PT DOK dan Perkapalan Surabaya (Persero) untuk mengangkat plat baja, pipa dan peralatan kapal lainnya. Pada crane di perusahaan ini menggunakan 3 (tiga buah) motor listrik yang masing-masing satu motor
untuk mengangkat beban, satu motor listrik untuk keperluan berjalan dan 1 (satu) motor listrik lainnya untuk jalan rel. Besar kecilnya daya motor
listrik bergantung dari berdasarkan daya beban. Sistem kontrol yang dignakan pada crane jenis ini adalah menggunakan pengendal (pengontrolan) dengan kontaktor-kontaktor yang dilengkapi dengan saklar push-button, sehingga motor listrik dapat beroperasi secara maksimal. Dengan pengontrolan, kecepatan putaran dapat diatur. Misalnya untuk mengangkat beban dengan kecepatan putaran tunggi atau rendah atau menurunkan beban dengan menggunakan kecepatan putaran tinggi atau rendah.
2. Motor listrik untuk mengangkat beban pada crane
    Motor listrik yang digunakan memiliki dapat diatur arah putarannya, dalam hal ini putaran kanan dan kiri. Sedangkan untuk kecepatan putaran yang dipilih adalah bergantung dari berat beban. Sebagai contoh, crane yang dimiliki PT Dok dan Perkapalan (Persero), karena crane yang dimiliki kapasitas 16 ton, maka menggunakan putaran dengan kecepatan rendah. Namun demikian jika dikehendaki dengan kecepatan putaran yang tinggi, maka tinggal mengubah bentuk belitannya (karena motor listrik yang dimiliki jenis belitannya dahlander) dan belitannya dahlander dengan tujuan jika bebannya besar.
3. Rangkaian Pengendali Kecepatan Motor Listrik Dahlander
    Untuk mengatur hubungan belitan digunakan alat yang disebut main winding menggunakan rangkaian kontaktor. Gambar X.1 menunjukkan
gambar pengawatan untuk mengatur kecepatan (rendah dan tinggi) pada motor listrik untuk crane.

Keterangan gambar
K1 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kanan
K2 kontaktor untuk kecepatan putaran rendah dengan arah putaran ke kiri
K3 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kanan
K4 kontaktor untuk kecepatan putaran tinggi dengan arah putaran ke kiri

Jika tombol S2 ditekan, kontaktor K1 bekerja karena pada sistem control ini tidak memakai sistem penguncian maka operator harus menekan terus menerus supaya motor listrik dapat bekerja terus menerus juga. Pada kondisi ini, putaran motor listrik kearah kiri. Dengan menekan tombol S4 terus menerus maka motor akan berputar dengan kecepatan tinggi kearah kanan dengan ketentuan tidak boleh menekan tombol lain selain S4. dan untuk mengoperasikan motor dengan kecepatan tinggi kearah kiri maka kita harus menekan S5 maka motor akan berputar cepat kearah kiri dengan syarat tidak menekan tombol selain S5.
4. Rumus-rumus yang terkait dengan crane
    a. Untuk menentukan tenaga atau force gravitasi bumi adalah:
        F = 9,8m (11-1)
        Keterangan:
        F = Gaya benda(N-Newton)
       M = masa tau berat (kg)
       9,8 = grafitasi bumi

       Contoh:

       Hitung nilai tenaga pada masa 12 kg
       Penyelesaian:
       F = 9,8m
       F = 9,8x12
       F = 177,6N
   b. Torsi mekanik
       T = F.d. (N-m) (


                                                                                           Gambar XI. 3
                                                                     Contoh gambar menentukan torsi mekanik
     Keterangan:
     T = Torsi dalam Newton Meter (NM)
     F = gaya (Force) dalam Newton (N)
     d = Jarak benda dalam satuan meter
     Contoh:
     Torsi motor pada saat start 150 N-M, dengan diameter pully 1 meter, hitung jarak pengereman jika motor berhenti 2 m dan gaya pengereman
     Penyelesaian:
     F = T/R=150/0,5
      =300 N
     Gaya pada saat pengereman dengan jarak 2 meter adalah
     T = 150/2 = 75 N
c. Tenaga Mekanik
     W = F . d Joule

    Keterangan:
    W = tenaga mekanik dalam Joule
     F = Gaya (Force) dalam Newton (N)
     d = jarak pemindahan benda dalam meter (m)
     Contoh:

    Jika berat benda 50 kg pada ketinggian 10 m seperti ditunjukkan pada Gambar 5 di bawah ini, tentukan gaya dan tenaga pada benda.

      F = 9,8. m
         = 9,8.50
         = 490 N
     W = F. d
         = 490.10
         = 4. 900 J
d. Daya mekanik


    P = W . t Watt
    Keterangan
    P = daya mekanik dalam Watt (W)
   W = tenaga mekanik dalam Joule
    F = Gaya (Force) dalam Newton (N)
    t = waktu kerja dalam detik
    Contoh:
    Motor untuk lift dengan berat benda 500 kg dan diangkat dengan ketinggian 30 meter dalam 20 detik. Hitung daya motor listrik dalam kW dan HP (Hourse Power, 1 HP = 746 Watt).

                                                                                             Contoh gambar menentukan daya mekanik
    Penyelesaian:
    F = 9,8. m
       = 9,8 x 500 = 4.900 N
   W = F . d
       = 4.900 x 30
       = 147.000 J
   Daya motor
   P = W/t
   P = 147.000/12
      = 12.250 Watt
      = 12,25 kW
   P = 12.250 /746
      = 16,4 HP
e. Daya motor listrik





    Keterangan
    P = daya mekanik motor (W)
    T = Torsi motor (N-m)
    N = kecepatan motor dalam radial per menit (rpm)
     9,55= konstanta
    Contoh

     Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda dengan  dengan gaya P1 25 N dan pemberat 5 N. Hitung daya output jika putaran motor     1.700 rpm. Jari-jari pully 0,1 m.
     Penyelesaian:
     T= F/R
       = (25-5) x 0,1
       = 2 N-m
     P = n. (T/9.95)
        = 1.700 x (2/9,95)
        = 356 W
     Motor yang dipilih untuk mengangkat beban adalah 0,5 HP
f. Efisiensi mesin listrik





     Keterangan
    ? = efisiensi dalam satuan persen (%)
    Po = daya output (W)
    P1 = daya input
   Contoh:
   Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan
   beban penuh. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada
   motor listrik tersebut.
   Penyelesaian
   P1= Po/ ?
       = 150.000/92
       = 163 kW
   Output mekanik motor
       = 150 kW
   Rugi-rugi pada motor
      P1-Po
        = 163 kW-150 kW
        = 13 kW

g. Energi Kinetik
    Ek =1/2 m.V2 (11-7)
    Keterangan
    Ek = Energi kinetik dalam Joule
    M = masa benda dalam kg
     V = kecepatan benda dalam m/s (meter/detik}
     Contoh:
    Bus dengan berat 600 kg memindah benda dengan kecepatan 100 km/jam dan berpenumpang 40 orang dengan berat 2400 kg. Hitung total energi kinetiknya dan hitung energi kinetik sampai bus berhenti.
Penyelesaian
   Total berat bus
   M = 6.000 + 2.400
       = 8.400 kg
   Kecepatan
   V = 100 km/jam
      = (100x1000)/3600 detik
      = 27,8 m/s
   Besarnya Energi kinetik
   Ek =1/2 m.V2
        = ½ x 8.400 x 27,82
        = 3.245.928 J
        = 3,25 Mega Joule (MJ)
h. Energi kinetik pada putaran dan momen enersi
    Ek =5,48 x 10-3 Jn2 (11-8)
     Keterangan
    Ek = Energi kinetik dalam Joule
     J = Momen Enersi dalam kg-m2
     n = kecepatan putara (rpm)
     5,48 x 10-3 constanta dari (p2/1800)

     Contoh
     Roda berbentuk tabung dari logam dengan berat 1.400 kg diameter 1 m dan lebar atau ketinggian 225 mm.
    Hitung
     a. Momen inersia
     b. Energi kinetik pada roda jika kecepatannya 1.800 rpm

Penyelesaian
a. Momen inersia
    J = m.r2
      = (1.400 x 0,52)/2
      = 175 kg-m2
b. Energi kinetik
    Ek = 5,48 x 10-3 Jn2
         = 5,48x10-3x175x 1.8002
         = 3,1 Mega Joule (MJ)
     Contoh
     Roda memiliki 2 ring dan poros seperti pada Gambar XI.8. Pada ring diberi beban 80 kg dan 20 kg Tentukan momen enersi pada roda

    Penyelesaian
    Enersi pada ring luar
    J1 = m (R12 + R22)/2
       = 80 (0,42 + 0,32)/2
       = 10 kg-m2
    Pada ring dalam
    J2 = m L2/12
        = 20 (0,62)/12
        = 0,6 kg-m2
    Total momen enersi pada roda adalah:
    J = J1 + J2
      = 10 + 0,6
      = 10,6 kg-m2
Soal latihan

1. Pengembangan pemilihan motor listrik untuk mengangkat benda  dengan dengan gaya P1 15 N dan pemberat 5 N. Hitung daya output jika putaran motor      1.700 rpm. Radius pully 0,1 m.
2. Motor listrik 150 kW dengan efisiensi 92 persen dioperasikan dengan beban penuh. Hitung rugi-rugi (akibat gesek dan eddy current) pada motor listrik tersebut.

5. Pengereman Motor AC
    Sebuah motor akan berhenti bergerak bila diputus hubungkan dari suplai daya. Waktu yang dibutuhkan oleh motor tersebut untuk benar-benar berhenti tergantung pada kelembaman motor, beban dan friksi motor itu sendiri. Apa bila kita berkeinginan mengontrol rate/tingkat gerak motor waktu bergerak pelan atau berhenti, maka memerlukan tindakan pengereman. Metode pengereman diterapkan berdasarkan pada aplikasi,daya yang ada, kebutuhan akan rangkaiaan, biaya dan hasil yang diharapkan. Terdapat berbagai cara agar pengereman motor bisa dilakukan termasuk cara-cara berikut:

(1) Dengan memakai perangkat friksi mekanik untuk memberhentikan dan menahan beban,

(2) Dengan memberi arus gerak rotasi motor,

(3) Dengan menggunakan DC terhadap lilitan motor pada saat suplay ac diputus hubungkan, dan

(4) Mengandalkan energi yang dihasilkan motor pada saat motor tersebut digerakkan beban.
Empat macam metoda pengereman yang banyak dipakai adalah sebagai berikut:
1. Mekanik
2. Dinamik
3. Regeneratif
4. Plug
Prinsip kerja dan gambar diagram rangkaian masing-masing metoda diuraikan sebagai berikut:
1) Plug Breaking
Plug Braking merupakan pengereman motor dengan cara membalikkan arah motor sehingga motor dapat menghasilkan daya torsi penyeimbang dan membentuk daya perlambatan. Pada Gambar XI.9 ditununjukkan susunan Plug. Motor hanya digerakkan dalam satu arah dan harus benar-benar berhenti pada saat tombol stop ditekan.

Untuk diperhatikan bahwa saklar kecepatan nol digunakan pada rangkaian ini. Saklar kecepatan nol tersebut dioperasikan dengan motor. Secara normal saklar tersebut pada keadaan tidak beroperasi. Pada saat motor berrotasi kontak-kontak saklar menutup dan tetap menutup sampai motor berhenti secara total. Gambar XI.10 menunjukkan Rangkaian Daya Plugging.


2) Pengereman Dinamik
   Pengereman Dinamik adalah sebuah metoda pengereman untuk motor induksi AC dengan cara menerapkan sebuah sumber DC pada lilitan stator dari sebuah motor setelah suplai diputus hubungkan. Pengereman dinamik terkadang disebut juga sebagai pengereman elektronik.Sistem pengereman ini biasanya digunakan dengan, motor rotor lilit, prinsip penggunaannya sama dengan yang digunakan terhadap motor jangkar hubung singkat (sequirrel-cage). Pengereman dinamik tidak menghentikan motor secara total tetapi hanya memperlambat motor  secara tiba-tiba. Biasanya sistem mekanik yang harus digunakan untuk
menghentikan motor, setelah dilakukan pengereman dinamik. Untuk pengereman dinamik, agar bisa menghasilkan daya torsi  pengereman yang sesuai maka ukuran sumber dc diperkirakan 1,3 kali arus terukur. Ukuran sebenarnya hanya ditentukan oleh resistansi lilitan stator sehingga tegangan harus berukuran rendah. Gambar XI.11 menunjukkan contoh rangkaian daya dan kontrol pengereman dinamik. Sumber DC disambungkan melalui sebuah step-down transformer
(penurun tegangan) dan rectifier. Single diagram rangkaian daya pengereman dinamik ditunjukkan pada Gambar XI.12.


3) Pengereman Regeneratif
    Pengereman jenis regeneratif motor AC adalah sebuah sistem pengoperasian dimana motor induksi digerakkan oleh beban diatas kecepatan sinkron. Pada saat motor digerakkan pada kecepatan sinkron tersebut, motor bertindak seperti sebuah generator induksi dan membentuk daya torsi pengereman. Energi yang dibentuk motor dialirkan kembali menuju saluran suplay.

Contoh pengereman regeneratif diterapkan pada Trem. Gambar XI.13 menunjukkan pengereman regeneratif diterapkan

4) Pengereman Mekanik
   Sesuai dengan namanya, pengereman mekanik adalah cara memberhentikan motor listrik dengan memberlakukan gesekan atau friksi motor. Friksi tersebut diterapkan dengan cara yang sama seperti halnya blok rem mobil seperti ditunjukkan pada Gambar XI.14.
Rem tersebut bekerja setelah daya hilang, yaitu blok rem mengunci motor dengan daya kerja pegas. Pada saat daya dihubungkan, solenoid diberi energi menjaga agar armature atau jangkar tetap tertutup. Dengan armature tertutup, pegas tertahan balik sehingga tetap mengerem motor. Rem mekanik dipakai pada sistem pengereman yang ada tidak cukup untuk membawa motor sehingga benar-benar berhenti. Contoh, dengan rem dinamik tidak akan bisa memberhentikan motor secara total sehingga diperlukan penggunaan rem mekanik menahan motor setelah daya diputus hubungkan. Solenoid rem dapat disambungkan antara dua  saluran suplai atau antara satu dari suplai tersebut dan netral. Solenoid tersebut disambungkan secara langsung pada saluran suply motor seperti ditunjukkan pada Gambar XI.15.

6. Motor Area
  1) Pengereman pada Motor Area Motor yang dipergunakan untuk crane, termasuk motor arus bolak-balik dan arus searah. Akan tetapi untuk keluaran nominal dari 200kW atau kurang, kebanyakan dipergunakan motor tak serempak, pelayanan dan perawatan sederhana dan biaya instalasi rendah. Karena perjalanan troli dan perjalanan crane sering tidak memerlukan kendali kecepatan, maka motor ini kebanyakan dipergunakan untuk keperluan ini. Motor crane sering mengalami berulang kali pengasutan, pengereman dan pembalikan putaran dan sewaktu-waktu berbeban lebih, sehingga motor ini harus kuat secara elektrik dan mekanik.
Khusus pada motor sebagai pengangkat beban seperti pada motor area, pengereman secara mekanik dengan menggunakan friksi mekanik yaitu kampas sangatlah diperlukan sebagai penahan beban apabila motor itu dalam keadaan tidak bekerja. Karena ditakutkan pada saat motor tersebut menahan beban, beban akan jatuh ke bawah akibat adanya gaya gravitasi bumi karena tidak adanya pengereman tersebut. Pengereman mekanik sendiri pada dasarnya hampir sama dengan rem tromol pada kendaraan, hanya saja cara kerjanya yang berbeda. Pada Motor, cara kerjanya secara elektrik, yaitu dengan cara elektro magnetik,  dan ada juga yang menggunakan sistem hidrolik. Tetapi dalam penjelasan ini dibahas tentang pengereman mekanik dengan cara elektro
magnetik. Untuk motor yang menggunakan pengereman mekanik seperti yang dijelaskan di atas, motor tersebut dilengkapi dengan komponen penghasil
magnet, penyearah tegangan karena rangkaian magnet (spool) tersebut membutuhkan sumber tegangan DC. Secara garis besar konstruksi dan pengereman motor area ditunjukkan pada Gambar XI.16. Gambar XI.16 Konstruksi dan Pengereman pada Motor Area

2) Sistem Kerja
    Perlu ditekankan sebelumnya, motor area akan melakukan pengereman pada saat motor tidak dalam bekeja. Spool rem membutuhkan tegangan DC agar supaya dapat menghasilkan magnet yang kemudian menarik besi pendorong kampas sehingga motor tidak berputar dan keadaaan mengerem. Dalam posisi seperti ini motor dalam keadaan tidak bekerja atau mendapatkan tegangan. Sedangkan pada saat pengereman itu sendiri telah ditekankan di depan bahwa motor dalam keadaan tidak bekerja atau tidak mendapatkan tegangan. Secara otomatis, arus juga tidak mengalir pada spul, sehingga kemagnetan pada spool akan hilang. Akibatnya, kampas terdorong oleh besi pendorong akibat gaya pegas dari pegas yang dipasang sedemikian rupa sehingga kampas rem mendesak pondasi motor dan motor akan mengerem. Jadi pengereman ini mengandalkan pegas untuk mendorong kampas ke pondasi motor.  Pada cara ini motor pengangkat juga dijalankan untuk penurunan. Cara ini sesuai bagi motor dengan keluaran sampai sekitar 75 kW, mempunyai laju rendah, akan tetapi mempunyai kerugian remnya mudah aus. Maka sistem pengereman seperti ini sangat cocok untuk motor area pada crane 10 T yang memiliki spesifikasi sebagai berikut
1. Daya :11 kW
2. Arus nominal: 29 Ampere
3. Tegangan : 380 V AC
4. Frequensi : 50 Hz
5. Putaran : 1450 rpm dan 2940 rpm

B. Instalasi Lift/ Elevator

    Pemberian tenaga listrik pada lift dan atau elevator harus berasal dari cabang tersendiri, mulai dari PHB utama atau dari panel utama dengan diberi tanda yang jelas dan terang. Motor listrik yang digunakan adalah motor listrik 3 phasa 50 Hz dengan tenaga 3 sampai dengan 5 PK dan bahkan dalam perkembangannya dayanya lebih besar. Contoh konstruksi lift ditunjukkan pada Gambar XI.20.
1) Bagian-bagian Lift
    Bagian-bagian mekanik yang ada pada lift dan elevator adalah:
    a) Batang peluncur terbuat dari kerangka baja profil yang tegak berdiri setinggi susunan gedung
b) Sangkar Lift Cabine berfungsi sebagai tempat penumpang sejumlah 6-10 orang yang bergerak naik-turun melalui kerangka atau batangbatang peluncur tersebut. Dalam cabine lift dilengkapi dengan tomboltombol tekan untuk memberhentikan lift pada lantai tertentu. Selain itu juga dilengkapi dengan pintu gingsir yang digunakan untuk masuk dan keluarnya penumpang dan pada pintu juga dilengkapi dengan
alat pengaman
c) Kabel baja telanjang lemas berinti banyak. Salah satu ujungnya diikat ada sangkar (lift cabine) sedang ujung lainnya melalui roda piringan bagian atas, turun ke bawah selanjutnya diikat pada bandul pemberat yang memiliki berat sedikit lebih berat dari beratnya sangkar, yaitu sebesar 45% lebih. Karena adanya bandul pemberat maka untuk menaikkan dan menurunkan cabine lift tidak memerlukan tenaga yang
besar
d) Pada lift juga ada satu lagi kabel baja yang melingkari roda piringan (disk), satu roda di atas dikamar mesin dan yang satu lagi berada di bawah dipasang pada dasar lorong lift. Kabel ini digerakkan oleh piringan di atas yang bdigerakkan oleh motor listrik berjalan/berputar ke kanan dan ke kiri yang membuat sangkar lift naik turun karena pada satu titik dari kabel yang naik turun ini diikatkan pada sangkarnya. Untuk menjaga keselamatan para penumpang, pada setiap lift memiliki beraneka ragam alat pengaman, baik pengaman mekanis maupun elektris dengan tingkat kepekaan dan faktor keamanan yang tinggi. Pada sistem pengendali atau kontrol semua peralatan pengaman dan tanda-tanda untuk mendeteksi setiap tujuan yang serba otomatis digunakan electronic box yang dipasang:
a) Cabine lift berukuran 1400x350x2100mm

b) Kekuatan penumpang maximum 6 orang (450 kg) dan atau bergantung kapasitas daya lift
c) Kecepatan lift 45m/menit
d) Pintu lorong dan pintu cabine memiliki daun pintu sendiri-sendiri berupa pintu ginsir atau yang terbaru hanya pintu lorong
e) Diantara pintu tersebut masih ada pintu pengaman
f) Motor listrik sebagai penggeraknya memiliki daya 2,5 PK, 3 phasa, 50 Hz, 380V, dan 1450 rpm. Untuk kapasitas daya yang lebih tinggi maka jumah lantai yang dapat dilayani lift lebih besar atau banyak
g) Instalasi lift melayani bebarapa lantai pada contoh ini, dan bergantung jumlah lantai bangunan


2) Macam peralatan dan pengaman pada lift
a. Penentuan berat cabine dipengaruhi oleh berat cabine ditambah dengan 45% muatan = 2.000kg+45% x 2 ton=2.202 kg
b. Pada saat cabine berkedudukan di tempat yang paling atas, masih ada ruang bebas setinggi 175 cm, sedang pada kedudukan paling bawah, masih ada ruang bebas dengan jarak 75 cm
c. Jika terjadi lift berhenti melebihi titik teratas atau terbawah, lift akan menyentuh saklar akhir dan lift segera berhenti. Setiap saklar akhir terdapat dua saklar di atas dan di bawah hingga merupakan pengaman berganda
d. Pada dasar lorong lift terdapat tonggak penahan sebagai pengaman,
masing-masing untuk lift dan bandul pemberat Piringan PP memiliki alat centrifugal yang segera berkembang dan membuka saklar dan membuat lift berhenti. Jika lift turun lebih cepat 6% dari kecepatan normal. Jika lift meluncur ke bawah cepat sekali (jika kabelnya putus) yang berarti roda PP ikut berputar cepat juga.
e. Alat pengaman yang dapat menahan kabelnya dan pada saat kabel ditahan maka kabel akan cukup kuat untuk menarik cakar pengaman yang akan menjepit dengan keras batang peluncur dan lift segera berhenti (seperti rem pada kereta api)f. Pada saat lift berhenti, pintu lorong dan pintu cabine akan membuka
dan menutup sendiri secara otomatis dalam waktu 8 detik dan cukup waktu untuk keluar masuknya penumpang. Diantara daun pintu lorong dan daun pintu cabine terdapat daun pintu pengaman yang menonjol lebih dari tutup pintu yang menonjol tersebut karena letaknya jika terdapat badan atau anggota badan yang terjepit akan tertekan lebih dulu masuk kedalam dan mematikan aliran motor listrik penggerak ke dua daun pintu yang ada dan gerakan pintu berhenti seketika.
g. Pada cabine terdapat lampu tanda bahaya untuk terjadinya gangguan-gangguan dan kemacetan-kemacetan dan apapun jenis gangguan dapat diatasi dengan segera. Jenis gangguan yang terjadi diantaranya adalah: tidak ada tegangan listrik, sumber tegangan mati, pintu macet, dan lain-lainnya. Pada cabine terdapat telepon yang sewaktu-waktu dapat digunakan menghubungi petugas lift atau operator yang selalu berada di kamar mesin. Lampu-lampu bahaya dan juga alat telepon dapat aliran dari baterai.

Keterangan Gambar XI.20
PT : Piringan traksi untuk 3 kabel baja
PP : Piringan pengatur jalannya sangkar cabine (tempat beban)
TP : Kabel baja pengatur juga menggerakkan mekanik pengaman
PPN : Piringan penegang
KM : Kamar mesin tepat di atas lorong lift
DC : Cakar pengaman yang dapat mengait keras tonggak peluncurm sebagai rem
BP : Batang peluncur
TP : Tonggak pengaman
A : Kawat baja dimasukkan tabung besi cor B
B : Tabung besi cor
C : Kerangka cabine bagian atas (frame atas)
D : Pegas (pir) penyerap getaran
E : Moer pemasang pegas atau pir dengan kunci pengaman
KB : Kabel baja
Contoh gambar pengawatan pada lift ditunjukkan pada Gambar XI.21 di halaman berikut.

C. Pemeliharaan Crane dan Lifft

    Pemeliharaan crane dan lift secara umum hampir sama, hanya jika pada lift sistem pengamannya lebih banyak, baik pengaman mekanik maupun pengaman sistem kelistrikan serta pengaman manusia. Selain itu ruang gerak untuk pekerjaan pemeliharaan lift lebih kurang leluasa. Pekerjaan pemeliharaan meliputi pemeliharaan pada sistem mekanik, sistem kelistrikan dan sistem keamanan manusia serta kesehatan dan keselamatan kerja
1. Pemeliharaan pada sistem mekanik
    Pemeliharaan sistem mekanik, diantaranya adalah:
   a. Pemeliharaan sistem mekanik maju mundur, putar kanan kiri dan naik turun, meliputi pemeriksaan sistem pelumas, pemeriksaan  keausan dan kekerasan baut mur sistem mekanik
   b. Pemeliharaan rel sebagai tumpuan, dalam hal ini pemeriksaan sistem pelumasan antara talang atau ril sebagai landasan meluncur dari gesekan crane dan lift. Selain pemeriksaan juga dilakukan pembersihan pada landasan luncur atau pacu dan ril, baik pada crane maupun lift. Bersihkan talang atau ril landasan gerakan dan beri pelumasan
   c. Pemeliharaan kawat baja penarik, meliputi pemeriksaan kelenturan kawat baja dan jika sudah kering beri tambahan pelumas sehingga kelenturannya meningkat
   d. Periksa kawat baja, apakah sudah ada bagian kawat yang sudah terputus sebagian, karena jika tidak ditangani akan cepat menyebar ke kawat lainnya
   e. Periksa ikatan pada cabine, pemberat dan kelengkapan lainnya. Apakah masih kuat atau sudah mengalami kelembekan ikatan
   f. Periksa bagian sistem pengereman (khususnya pengerema mekanik) dan pengereman mekanik maupun elektrik. Jenis pengereman dan prinsip kerja serta   komponen lainnya
  g. Segera lakukan perbaikan jika ditemukan bagian yang tidak beres. Jika pengereman dengan menggunakan sistem mekanis, periksa apakah rem sudah aus dan kekerasan pegas apakah masih cukup atau sudah lembek dan apakah gerakannya tidak terhalang benda lain. Jika pegasnya sudah lembek, segera lakukan penggantian dan jika teromol remnya sudah aus segera lakukan penggantian
  h. Periksa bagian cabine, apakah ikatan cukup kuat atau sebaliknya. Apakah kekuatan mekanis cabine masih memenuhi syarat dan apakah gerakan cabine tidak terhalang oleh benda lain

i. Periksa pada sistem penggeraknya, apakah masih memilki kekuatan sesuai dengan benda yang diangkut dan atau dipindahkan
j. Periksa kecepatan sistem penggeraknya, apakah sudah mengalami penurunan yang besar atau tidak. Jika sudah mengalami penurunan lakukan perbaikan
k. Pemeriksaan pada sistem pengaman pintu keluar masuk barang dan manusia (khusus untuk lift) dan apakah pintu darurat masih bekerja dengan optimal atau tidak
l. Buat laporan secara tertulis kegiatan pemeliharaan dan kejadiankejadian yang ditemui sesuai format yang sudah disediakan selama pada saat pemeriksaan atau pemeliharaan. Laporan disampaikan secara tertulis dan lisan kepada atasan langsung untuk mendapat perhatian dan di analisis lebih lanjut dan pengambilan keputusan
m. Lakukan perbaikan ringan maupun sedang dengan diketahui dan disetujui atasan langsung Pemeliharaan dilakukan secara rutin tiap hari karena jika tidak
dilakukan faktor resikonya sangat tinggi, baik bagi keselamatan dan keamanan manusia maupun keamanan barang yang diangkat dan atau dipindahkan. Selain itu kerusakan mekanis akan berdampak pada kerusakan pada sistem kelistrikannya dan sebaliknya.


2. Pemeliharaan sistem kelistrikannya
    Pemeliharaan pada sistem kelistrikan sangat diperlukan dan diharuskan karena jika tidak dipelihara akan terjadi kerusakan. Kerusakan pada sistem kelistrikan akan berdampak pada sistem mekanik serta dapat mengancam keselamatan jiwa manusia dan benda yang diangkat dan dipindahkan serta keselamatan benda di sekitarnya 


3. Pemeliharaan pada sistem kelistrikan, meliputi:
   a. Sistem pengaman, lakukan pemeriksaan apakah pengaman masih dapat bekerja dengan sempurna menggunakan alat kerja listrik (tespen, multi tester, obeng, tespen, palu, tang dan lainnya. Gunakan tool kit untuk teknisi listrik agar peralatan lebih lengkap dan digunakan berdasarkan kebutuhannya
   b. Pelihara bagian motor listrik (sesuai prosedur) yang ada untuk pemeliharaan motor listrik di bab lain buku ini
   c. Pemeliharaan pada generator pembangkit listrik, prosedurnya sesuai dengan pemeliharaan yang ada dalam bab lain buku ini

   d. Pemeliharaan pada sistem instalasi, yang perlu diperhatikan adalah apakah tahanan isolasi, sambungan dan pengawatannya masih rapi atau tidak. Jika tahanan isolasi sudah rendah, lakukan penggantian kabel. Pemeriksaan sambungan diperlukan karena jika kurang kuat akan terjadi loncatan bunga api dan akan berpengaruh pada sistem kelistrikan
   e. Pemeliharaan sistem pengendali crane atau lift, karena jika tidak dipelihara juga berpengaruh pada kinerja sistem. Apakah kinerja sistem pengendali masih baik atau mengalami kerusakan
f. Pemeliharaan sumber tenaga listrik. Lakukan pemeriksaan besarnya sumber tenaga listrik, baik sumber listrik arus bolak balik sebagai penggerak motor maupun sumber listrik arus searah dan penyearah karena sumber listrik arus searah sebagai sumber listrik bagi sistem alarm dan lampu indikator dan keperluan lainnya. Pemeriksaan terkait dengan besar tegangan sumber apakah terjadi kenaikan atau penurunan karena jika terlalu tinggi dapat merusak peralatan
kelistrikan dan kontrol serta indikator dan alrm serta penerangan. Jika terlalu rendah maka kinerja sistem tidak optimal.
g. Periksa alat komunikasi, alarm, dan lampu indikator yang ada pada cabine lift karena ada kemungkinan gangguan darurat pada cabine,
termasuk lift macet


4. Keselamatan kerja
Keselamatan kerja sangat perlu diperhatikan dan ditaati dalam bekerja atau beraktivitas lainnya. Dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan crane dan lift, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
a. Pakai seragam kerja sesuai dengan standart yang ditentukan, diantaranya adalah helm pengaman, kaca pengaman, sepatu pengaman
b. Bekerjalah dengan peralatan yang memadai (bawa toll kit), karena lebih mudah pemeliharaan, pengontrolan kelengkapan, dan melakukan pemeliharaan lebih mudah serta memperkecil faktor kelupaan bekerja dengan peralatan yang lengkap
c. Pemeliharaan sebaiknya dilakukan pada saat crane dan lift tidak beroperasi
d. Sediakan dan pelihara peralatan serta kelengkapan keselamatan dan kesehatan kerja
e. Lakukan pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan, baik SOP untuk manusia di tempat kerja maupun SOP           peralatan yang dipelihara dan diperbaiki.

D. Latihan
1. Sebuah sabuk konveyor bergerak horizontal pada dengan 1,5 m/detik dengan dibebani 60,026 kg/jam. Panjang sabuk 90 m dan digerakkan oleh sebuah motor listrik dengan kecepatan 960 rpm. Perbandingan momen enersia pada poros motor listrik seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.Tentukan momen pada poros motor listrik
Penyelesaian:
Pada saat panjang saat panjang sabuk 90 meter dengan kecepatan 1,5m/detik. Sabuk ini akan bekerja terus menerus dengan kecepatan 1,5 m/detik untuk memindahkan beban seberat 1000,43 kg

E. Tugas
1. Jelaskan langkah dan tata cara pemeliharaan dan perbaikan pada crane dan lift.
2. Lakukan tugas praktik kerja lapangan di industri perbaikan dan pemeliharaan lift atau pada kantor dan sejenisnya yang memiliki teknisi crane dan lift serta dan
buat laporan kegiatan


Beri Penilaian

Rating : 4.5/5 (20 votes cast)


Peralatan pribadi