CAHAYA 8.2 SAEFUL KARIM

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

Cahaya

Mengapa kamu dapat melihat benda-benda di sekitarmu? Apakah kamu dapat melihat ketika lampu di rumahmu padam? Kamu dapat melihatnya karena ada cahaya. Pada malam hari atau dalam sebuah kamar yang gelap kamu tidak dapat melihat apa-apa karena tidak ada cahaya. Bisa dibayangkan kalau Tuhan tidak menciptakan cahaya, apakah kamu dapat melihat benda-benda di sekeliling kamu? Adanya matahari sebagai sumber cahaya yang paling besar serta mata kamu yang begitu indah merupakan ciptaan Tuhan yang maha kuasa sehingga kamu dapat melihat benda di sekitar kamu. Oleh karena itu, marilah bersyukur dengan cara memelihara alam ini dan mempelajari segala kejadian di alam ini. Cahaya adalah salah satu bentuk gelombang. Cahaya dapat merambat di ruang hampa udara karena termasuk jenis gelombang elektromagnetik. Jika cahaya mengenai suatu benda, seperti halnya gelombang mekanik, cahaya tersebut dapat dipantulkan dan dibiaskan. Pada bab ini, kamu akan mempelajari beberapa sifat cahaya, di antaranya cahaya dapat merambat lurus, dapat dipantulkan, dapat dibiaskan, dan dapat mengalami penguraian warna. Selain itu, akan dipelajari pula sifat-sifat lensa dan cermin. Sifat-sifat cahaya pada cermin dan lensa banyak dimanfaatkan untuk membuat alat yang bermanfaat bagi manusia, misalnya mikroskop, lup, teleskop, dan lensa.

A. Pengertian Cahaya

Di bawah terik matahari kamu dapat melihat bayanganmu bergerak sesuai dengan gerakanmu. Secepat apapun kamu bergerak, bayanganmu tetap ada di dekatmu. Ketika hari berubah menjadi mendung, bayanganmu tidak terlihat. Ke manakah bayanganmu itu? Apakah yang menyebabkan bayanganmu ada? Bayangan terjadi karena adanya cahaya. Cahaya merupakan salah satu bentuk gelombang. Cahaya dapat merambat tanpa medium termasuk jenis gelombang elektromagnetik. Tuhan telah menciptakan Matahari dan cahayanya sedemikian rupa sehingga makhluk yang berada di Bumi dapat memanfaatkan cahaya tersebut.

1. Cahaya Merambat Lurus

Bagaimanakah cahaya itu bergerak, apakah merambat lurus atau berkelok-kelok? Pernahkah kamu memperhatikan seberkas cahaya yang masuk pada sebuah lubang kecil di ruang yang relatif gelap? Bagaimanakah perambatan cahaya yang kamu lihat? Untuk membuktikan jawabanmu, Jika kamu melakukan kegiatan tersebut dengan baik, cahaya akan keluar dari karton terakhir ketika lubang ketiga karton tersebut berada pada satu garis lurus. Hal ini membuktikan bahwa cahaya merambat lurus. Hal yang sama terjadi pada saat kamu melihat perambatan cahaya melalui lubang kecil di suatu ruang yang gelap. Jika sumber cahaya tersebut adalah Matahari, kamu akan melihat perbedaan arah rambat cahaya di ruang gelap tersebut ketika Matahari terbit sampai Matahari terbenam. Akibat cahaya merambat lurus, benda yang tidak tembus cahaya seperti buku, pohon, kertas, atau tubuh manusia akan membentuk bayangan apabila terkena cahaya.

2. Bayangan Umbra dan Penumbra

Coba kamu perhatikan, ketika kamu berada di bawah cahaya lampu, adakah bayangan tubuhmu yang dapat kamu lihat? Bagaimanakah terjadinya pembentukan bayangan tersebut? Jika sebuah benda tidak tembus cahaya dikenai cahaya, di belakang benda tersebut akan terbentuk dua bayangan, yaitu bayangan inti dan bayangan kabur. Bayangan inti disebut umbra dan bayangan kabur disebut penumbra. Gerhana bulan total terjadi karena Bulan masuk ke dalam bayang-bayang umbra Bumi. Pada gerhana matahari total, sebagian tempat di Bumi masuk ke dalam bayangbayang umbra bulan.

B. Pemantulan Cahaya

Pernahkan kamu melihat indahnya Bulan purnama dan bertaburnya Bintang pada malam hari yang cerah? Tentunya hal itu akan mengingatkanmu pada Sang Pencipta. Begitu indah ciptaan-Nya sehingga patut kamu syukuri dan kamu pelajari agar keimananmu bertambah. Terangnya bendabenda langit tersebut karena adanya cahaya. Bintang bersinar karena dia memiliki cahaya sendiri, sedangkan Bulan tampak bercahaya karena pantulan dari cahaya Matahari. Akan tetapi, manusia di Bumi seolah-olah melihat Bulan tersebut memancarkan cahayanya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu tidak dapat melihat benda-benda di sekitarmu tanpa adanya cahaya. Pada malam hari ketika lampu listrik rumahmu padam, kamu tidak dapat melihat apapun di sekitarmu. Hal tersebut terjadi karena tidak ada cahaya yang dipantulkan oleh benda di sekitarmu. Jadi, kamu dapat melihat suatu benda apabila ada cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut ke matamu.

1. Pemantulan Teratur dan Pemantulan Baur

Pemantulan cahaya pada benda yang tidak tembus cahaya, ada yang teratur dan ada pula yang tidak teratur. Kamu dapat melihat cahaya yang dipantulkan benda-benda di sekitarmu tidak menyilaukan mata, tetapi terasa teduh dan nyaman. Namun, cahaya yang dipantulkan cermin ke mata akan sangat menyilaukan. Mengapa demikian? Untuk mengetahuinya, lakukanlah kegiatan Ayo Coba 14.3 berikut.

Image:sekema percobaan.jpg

Cermin datar memiliki permukaan yang rata dan licin, sedangkan permukaan papan triplek kasar atau tidak rata. Hal tersebut menyebabkan sinar pantul pada cermin datar menghasilkan berkas yang sejajar menuju suatu arah tertentu. Sebaliknya, permukaan triplek tidak rata, penuh tonjolan, dan lekukan yang menyebabkan sinar pantul tidak menuju ke satu arah tertentu, tetapi menuju berbagai arah secara tidak teratur. Pemantulan cahaya oleh permukaan rata disebut pemantulan teratur, sedangkan pemantulan cahaya oleh permukaan yang tidak rata disebut pemantulan baur. Pada saat melihat benda-benda di sekitarmu atau melihat pemandangan, matamu akan terasa nyaman. Hal tersebut karena sinar pantul yang terjadi termasuk pemantulan baur. Intensitas cahaya yang mengenai matamu tidak terlalu besar karena tidak semua sinar pantul menuju mata. Jika cahaya mengenai suatu benda, sebagian yang lain akan diteruskan dan sebagian akan dipantulkan, misalnya pada kaca bening.

2. Hukum Pemantulan

Pemantulan teratur terjadi pada benda yang tidak tembus cahaya dan permukaannya rata. Cermin merupakan suatu benda yang permukaannya sangat halus dan rata sehingga hampir semua cahaya yang datang padanya dapat dipantulkan.

Image:pemantulan baur.jpg

C. Cermin dan Sifat Bayangan

1. Cermin Datar

Ketika kamu akan berangkat ke sekolah, setelah mandi pasti kamu akan mencari cermin untuk merapikan penampilanmu sehingga menambah percaya diri. Mengapa menggunakan cermin? Cermin apakah yang kamu gunakan? Cermin yang kamu gunakan adalah cermin datar. Mengapa tidak menggunakan cermin cekung atau cermin cembung? Permukaan cermin datar sangat halus dan memiliki permukaan yang datar pada bagian pemantulannya, biasanya terbuat dari kaca. Di belakang kaca dilapisi logam tipis mengilap sehingga tidak tembus cahaya. Ketika kamu bercermin, bayangan wajahmu ada di belakang cermin tersebut berhadap-hadapan denganmu seakan kembaran yang persis sama. Akan tetapi, posisimu menjadi berubah, tangan kanan menjadi tangan kiri, telinga kirimu menjadi telingan kanan, begitu juga seluruh anggota badanmu.

2. Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar

Ketika kamu bercermin, bayanganmu tidak pernah dapat dipegang atau ditangkap dengan layar. Bayangan seperti itu disebut bayangan maya atau bayangan semu. Bayangan maya selalu terletak di belakang cermin. Bayangan ini terbentuk karena sinar-sinar pantul yang teratur pada cermin. Oleh karena itu, kamu dapat menentukan sifat-sifat bayangan pada cermin datar. Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah sebagai berikut. a. Bayangannya maya. b. Bayangannya sama tegak dengan bendanya. c. Bayangannya sama besar dengan bendanya. d. Bayangannya sama tinggi dengan bendanya. Keteraturan sinar-sinar pantul pada cermin datar dapat digunakan untuk menggambarkan bayangan secara grafis dengan cara menggambarkan sinar datang dan sinar pantulnya. Perhatikan Gambar 14.10. Cara menggambar bayangan dengan perjalanan cahaya adalah sebagai berikut. a. Buatlah dua berkas sinar datang sembarang ke permukaan cermin dari bagian atas benda dan dari bagian bawah benda. b. Buatlah sinar pantul dengan menggunakan Hukum Pemantulan Cahaya, yaitu sudut datang sama dengan sudut pantul. c. Perpanjang sinar pantul tersebut hingga bertemu pada satu titik. d. Pertemuan titik itu adalah bayangan dari benda tersebut, terbentuk bayangan A' B'. e. Bayangan yang terbentuk adalah hasil perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul sehingga disebut sinar maya. Skema percobaan untuk memperoleh bayangan pada cermin datar

Image:bayangan cermain datar.jpg

3. Cermin Cekung

Selain cermin datar, ada pula cermin lengkung. Cermin tersebut adalah cermin cekung dan cermin cembung. Cermin cekung memiliki permukaan pemantul yang bentuknya melengkung atau membentuk cekungan. Garis normal pada cermin cekung adalah garis yang melalui pusat kelengkungan, yaitu di titik M atau 2F. Sinar yang melalui titik ini akan dipantulkan ke titik itu juga. Cermin cekung bersifat mengumpulkan sinar pantul atau konvergen. Ketika sinar-sinar sejajar dikenakan pada cermin cekung, sinar pantulnya akan berpotongan pada satu titik. Titik perpotongan tersebut dinamakan titik api atau titik fokus (F). Perhatikan Gambar 14.12.

Image:mengumpulkan sinar pantul.jpg

Ke manakah arah sinar pantul pada cermin cekung jika sinar datang melalui titik fokus? Ketika sinar-sinar datang yang melalui titik fokus mengenai permukaan cermin cekung, ternyata semua sinar tersebut akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama. Akan tetapi, jika sinar datang dilewatkan melalui titik M (2F), sinar pantulnya akan dipantulkan ke titik itu juga. Dari hasil kegiatan Ayo Coba 14.6 dan Ayo Coba 14.7, kamu dapat menyimpulkan bahwa pada cermin cekung terdapat sinarsinar istimewa sebagai berikut. a. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.

Image:pemantulan sinar datang.jpg

4. Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung

Jika kamu bercermin pada cermin cekung, kamu tidak akan mendapatkan bayanganmu selalu di belakang cermin. Mengapa demikian? Bagaimanakah pembentukan bayangan pada cermin cekung? Ketika kamu meletakkan sebuah benda dengan jarak lebih besar daripada titik fokus cermin cekung, bayangan benda yang terjadi selalu nyata karena merupakan perpotongan langsung sinar-sinar pantulnya (di depan cermin cekung). Akan tetapi, ketika benda kamu letakkan pada jarak di antara titik fokus dan cermin, kamu tidak akan mendapatkan bayangan di depan cermin. Bayangan benda akan kelihatan di belakang cermin cekung, diperbesar, dan tegak. Jika gambar jalannya sinar yang kamu buat pada kegiatan Ayo Coba 14.8 benar, kamu dapat membandingkannya dengan Gambar 14.17 dan Gambar 14.18.

Image:cermin cekkunngg.jpg

Image:di antara titik fokus.jpg

5. Cermin Cembung

Selain cermin datar dan cermin cekung, terdapat pula cermin cembung. Pada cermin cembung, bagian mukanya berbentuk seperti kulit bola, tetapi bagian muka cermin cembung melengkung ke luar. Titik fokus cermin cembung berada di belakang cermin sehingga bersifat maya dan bernilai negatif. Bagaimanakah sifat-sifat cahaya pantul pada cermin cembung? Jika sinar datang sejajar dengan sumbu utama mengenai cermin cembung, sinar pantul akan menyebar. Cermin cembung memiliki sifat menyebarkan sinar (divergen). Jika sinar-sinar pantul pada cermin cembung kamu perpanjang pangkalnya, sinar akan berpotongan di titik fokus (titik api) di belakang cermin. Pada perhitungan, titik api cermin cembung bernilai negatif karena bersifat semu.

Image:menyebarkan sinar pantul.jpg

Sinar-sinar pantul pada cermin cembung seolah-olah berasal dari titik fokus menyebar ke luar. Seperti halnya pada cermin cekung, pada cermin cembung pun berlaku sinarsinar istimewa, tetapi dengan sifat yang berbeda. a. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah dari titik fokus.

Image:utama cermin cembung.jpg

6. Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung

Bayangan yang terbentuk pada cermin cembung selalu maya dan berada di belakang cermin. Mengapa demikian? Secara grafis, kamu cukup menggunakan dua berkas sinar istimewa untuk mendapatkan bayangan pada cermin cembung, perhatikan Gambar 14.23. sebuah lilin yang diletakkan di depan cermin cembung akan memiliki bayangan maya di belakang cermin.

Image:tegak diperkecil.jpg

7. Penomoran Ruang Benda dan Bayangan pada Cermin

Untuk memudahkan pengecekan sifat-sifat bayangan pada cermin, dibuat nomor-nomor ruang beda dan bayangan, sebagai berikut.

Image:cembung&cekung.jpg

D. Pembiasan Cahaya

Ketika kamu memasukkan sebagian pensil ke dalam air, apa yang terjadi? Seakan-akan pensilmu menjadi patah. Mengapa demikian? Kamu telah mempelajari sifat-sifat cahaya pada benda yang tidak tembus cahaya. Bagaimanakah jika cahaya tersebut mengenai benda bening yang tembus cahaya? Berkas cahaya dari udara yang masuk ke dalam kaca akan mengalami pembelokan. Peristiwa tersebut disebut pembiasan cahaya. Hal ini disebabkan medium udara dan medium kaca memiliki kerapatan optik yang berbeda. Jadi, kamu dapat menyimpulkan bahwa pembiasan cahaya terjadi akibat cahaya melewati dua medium yang berbeda kerapatan optiknya. Sinar bias akan mendekati garis normal ketika sinar datang dari medium kurang rapat (udara) ke medium lebih rapat (kaca). Sinar bias akan menjauhi garis normal ketika cahaya merambat dari medium lebih rapat (kaca) ke medium kurang rapat (udara). Terjadinya pembiasan tersebut telah dibuktikan oleh seorang ahli matematika dan perbintangan Belanda pada 1621 bernama Willebrord Snell. Kesimpulan hasil percobaannya dirumuskan dan dikenal dengan Hukum Snellius.

Image:plan poaralel.jpg

Hukum Snellius menyatakan sebagai berikut. 1. Sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar. 2. Jika sinar datang dari medium yang kurang rapat menuju medium yang lebih rapat, sinar akan dibiaskan mendekati garis normal. Jika sinar datang dari medium yang lebih rapat menuju medium yang kurang rapat, sinar akan dibiaskan mendekati garis normal.

1. Indeks Bias

Berkas cahaya yang melewati dua medium yang berbeda menyebabkan cahaya berbelok. Di dalam medium yang lebih rapat, kecepatan cahaya lebih kecil dibandingkan pada medium yang kurang rapat. Akibatnya, cahaya membelok. Perbandingan laju cahaya dari dua medium tersebut disebut indeks bias dan diberi simbol (n). Jika cahaya merambat dari udara atau hampa ke suatu medium, indeks biasnya disebut indeks bias mutlak. Secara matematis dituliskan.

Image:Mcv.jpg

Jika salah satu medium tersebut bukan udara, perbandingan laju cahaya tersebut merupakan nilai relatif atau indeks bias relatif. Misalnya, berkas cahaya merambat dari medium 1 dengan kelajuan v1 masuk pada medium 2 dengan kelajuan v2, indeks bias relatif medium 2 terhadap medium 1 adalah:

Image:indeks bisa relativ.jpg

2. Sudut Deviasi

Prisma adalah benda bening, seperti kaca plan paralel yang ujungnya membentuk sudut. Pada saat kamu mempelajari perjalanan cahaya pada kaca plan pararel, kamu tahu bahwa cahaya yang datang dari udara akan sejajar setelah melewati kaca dan kembali ke udara. Ketika sinar dilewatkan pada prisma, ternyata terjadi penyimpangan arah sinar datang pertama dengan sinar bias akhir. Hal ini diakibatkan karena ujung-ujung prisma membentuk sudut. Sudut yang dibentuk antara perpanjangan sinar datang pertama dan sinar bias akhir disebut sudut deviasi atau sudut penyimpangan.

Image:prisma segitiga.jpg

E. Lensa

Ketika kamu melihat ikan di dalam akuarium bundar, kamu akan melihat ukuran ikan lebih besar daripada ukuran sebenarnya. Mengapa demikian? Pernahkah kamu melihat ikan di dalam akuarium bundar yang berada di Sea World Ancol? Akuarium berbentuk bundar berfungsi seperti lensa. Lensa biasanya digunakan untuk membantu supaya orang yang cacat mata bisa melihat objek dengan jelas. Apakah lensa itu? Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua permukaan berdasarkan bentuk permukaannya. Lensa dibedakan menjadi enam macam, yaitu lensa cembung rangkap (bikonveks), lensa cembung datar (plan konveks), lensa cembung-cekung (konkaf-konveks), lensa cekung rangkap (bikonkaf), lensa cekung datar (plan konkaf), dan lensa cekungcembung (konveks-konkaf).

Image:macam lensa.jpg

1. Lensa Cembung

Lensa cembung memiliki ciri lebih tebal di tengahtengahnya daripada pinggirnya (Gambar 14.29 a, b, dan c). Apabila kamu raba, akan terasa permukaan di bagian tengahnya lebih cembung. Bagaimanakah sifat-sifat lensa cembung apabila dikenai cahaya? Jika sinar-sinar sejajar kamu lewatkan pada lensa cembung, sinar-sinar biasnya akan berkumpul pada satu titik. Sifat lensa cembung adalah mengumpulkan sinar (konvergen). Titik pertemuan sinar-sinar bias disebut titik fokus (titik api).

Image:bersivat konfergenb.jpg

Arahkanlah sebuah lensa cembung pada sinar matahari, kemudian letakkan di bawahnya secarik kertas. Aturlah jarak kertas ke lensa sampai titik api lensa tepat pada kertas. Diamkan beberapa saat. Apakah yang terjadi? Jika Matahari cukup terik, sinar bias cahaya matahari akan membakar kertas. Hal tersebut membuktikan bahwa titik fokus lensa cembung bersifat nyata dan bernilai positif.

2. Lensa Cekung

Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya berbentuk cekung lebih tipis dari bagian tepinya. Beberapa bentuk lensa cekung diperlihatkan pada Gambar 14.29 d, e, dan f. Bagaimanakah sifat-sifat lensa cekung?

Jika sinar-sinar sejajar dikenakan pada lensa cekung, sinar-sinar biasnya akan menyebar seolah-olah berasal dari satu titik yang disebut titik fokus.

Image:bersivat divigen.jpg

F. Bayangan pada Lensa

Ketika kamu menggunakan kacamata, lup, teropong, atau alat lainnya yang menggunakan lensa, yang kamu lihat adalah hasil pertemuan sinar-sinar bias. Bagaimanakah sifatsifat bayangan ini? Ketika kamu dekatkan lensa cembung pada jarak tertentu ke tulisan di bukumu, kamu dapat melihat jelas tulisanmu membesar. Akan tetapi, jika jarak lensa dan tulisanmu diperbesar ternyata bayangan tidak terus membesar, tetapi menghilang. Mengapa hal ini terjadi? Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh duA permukaan lengkung sehingga pada lensa terdapat dua titik fokus seperti diperlihatkan pada Gambar 14.33 dan Gambar 14.34.

Image:seketsa lensa cekung .jpg

1. Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung

Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung adalah sebagai berikut.

Image:pembiasan sinar.jpg

Sama halnya seperti ketika kamu melukis bayangan pada cermin maka ketika melukis bayangan pada lensa cembung pun cukup menggunakan dua sinar istimewa. Bayangan yang tejadi merupakan hasil perpotongan sinar-sinar bias atau perpanjangan sinar-sinar bias. Misalnya, benda diletakkan pada jarak lebih besar daripada F2. Di manakah bayangannya? Perhatikan Gambar 14.38.

Image:jalan garis sinar .jpg

Sinar datang sejajar dengan sumbu utama (sinar a) akan dibiaskan melalui titik fokus F1 (sinar c) dan sinar datang melalui titik fokus F2 (sinar b) akan dibiaskan sejajar sumbu utama (sinar d). Hasil perpotongan sinar-sinar bias (sinar c dan d) membentuk satu titik ujung bayangan. Jika kamu tarik garis tegak lurus dari sumbu utama ke titik itu akan terbentuk bayangan nyata. Jika benda diletakkan pada jarak lebih besar dari pada 2F, sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.

Image:diantara titik fokus.jpg

Image:benda berada di titik fokus.jpg

2. Pembentukan Bayangan pada Lensa Cekung

Seperti halnya pada lensa cembung, untuk menggambarkan bayangan pada lensa cekung pun dapat digunakan perjalanan tiga sinar istimewanya. Tiga sinar istimewa pada lensa cekung adalah sebagai berikut.

Image:pembiasan sinar sejajar.jpg

Untuk melukiskan bayangan pada lensa cekung cukup digunakan dua berkas sinar istimewa saja. Perhatikan Gambar 14.46 berikut.

Image:bayangan benda .jpg

3. Pembagian Ruang pada Lensa

Untuk memudahkan pemeriksaan bayangan, kamu dapat membagi-bagi ruang benda dan ruang bayangan, yaitu:

Image:penomoran ruang.jpg

Aturan pemakaian ruang benda dan bayangan adalah sebagai berikut. a. Jumlah ruang benda dan ruang bayangan sama dengan 5 (lima). b. Jika nomor ruang bayangan lebih besar dari ruang benda, bayangan akan diperbesar. c. Jika nomor ruang bayangan lebih kecil daripada ruang benda, bayangan akan diperkecil. d. Jika bayangan berada di belakang lensa, sifatnya nyata dan terbalik. e. Jika bayangan berada di depan lensa, sifatnya maya dan sama tegak.

G. Dispersi Cahaya

Kamu akan melihat suatu benda sesuai dengan warnanya ketika cahaya matahari atau cahaya putih mengenai benda tersebut. Akan tetapi, kamu tidak akan melihat warna sebenarnya jika yang dikenakan padanya adalah cahaya warna lain. Mengapa demikian? Warna benda akan terlihat ketika ada warna cahaya tertentu yang dipantulkan ke mata kamu. Kamu akan melihat orang memakai baju berwarna merah apabila dari baju orang tersebut ada warna merah yang dipantulkan ke mata kamu. Kamu akan melihat daun pisang berwarna hijau jika daun pisang tersebut memantulkan warna hijau ke matamu. Kamu dapat melihat warna sebuah benda ketika cahaya matahari menerangi suatu benda. Semua warna cahaya, seperti merah, kuning, biru, jingga, atau hijau dapat dibedakan oleh mata kamu ketika matahari meneranginya. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya matahari memiliki semua warna cahaya. Cahaya seperti ini disebut cahaya polikromatik. Ketika cahaya putih (polikromatik) dilewatkan pada prisma, ternyata sinar biasnya akan terurai menjadi beberapa cahaya yang dikenal dengan warna pelangi. Warna pelangi yang terbentuk membentuk deretan warna kontinu. Kadangkala, kamu tidak dapat membedakan batas satu dengan yang lainnya. Hasil pengamatan menunjukkan ada tujuh warna cahaya yang diuraikan, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Penguraian warna putih menjadi warna-warna cahaya pembentuknya disebut dispersi cahaya.

Image:penguraian cahaya.jpg






Beri Penilaian

Rating : 4.3/5 (49 votes cast)


Peralatan pribadi