Berita:Sensus Pendidikan Disepakati
Dari Crayonpedia
JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Agama (Kemenag) sepakat melakukan sensus pendidikan. Kegiatan pendataan pendidikan ini akan didukung dengan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Diharapkan, perencanaan pendidikan akan lebih akurat dan cepat.
"Sekarang ini kita ingin mengembangkan semacam online dan realtime, sehingga nanti kalau di sekolah X ada anak yang DO atau pindah atau apa, itu langsung updating di situ. Data di warehouse kita, di gudang data kita langsung berubah," kata Mendiknas Mohammad Nuh seusai Rapat Koordinasi (Rakor) Kemendiknas dan Kemenag di Kantor Kemendiknas, Senayan, Jakarta, Jumat (22/1). Hadir pada acara ini Menag Suryadharma Ali.
Mendiknas menuturkan, selama ini data-data pendidikan, seperti jumlah siswa mengalami perubahan. Dicontohkan, ada siswa yang mendaftar pada awal semester, tetapi kemudian pindah sekolah, meninggal, dan drop out (DO). "Data ini validasinya satu tahun berikutnya lagi," ujarnya.
Dikatakan Nuh, dengan dukungan teknologi GIS (Geographic Information System), kondisi sekolah baik yang rusak maupun yang baik akan termonitor secara langsung.
"Kalau kita datang langsung ke tempatnya itu kan cost, biayanya mahal," katanya.
Dengan teknologi GIS tersebut, jelas Mendiknas, dapat diketahui koordinat sekolah. Kemudian, kata dia, dapat langsung dicek dan memasukkan data. "Koordinat sekian, lintang selatan, langsung kelihatan. Oh, sekolah ini rusak! Langsung minta bantuan. Nah, itu kita mau mengarah ke sana, sehingga perencanaan kita ke depannya bisa lebih tepat lagi," tuturnya.
Di tempat sama, Menag Suryadharma Ali mengatakan, sensus pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, yakni dengan memahami data sesungguhnya di lapangan. "Kami berdua sepakat untuk melakukan sensus pendidikan. Dengan demikian, tersedia data yang mendekati akurat untuk kita mengambil tindakan-tindakan yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Item-itemnya sedang dirumuskan," jelasnya.
"Sekarang ini kita ingin mengembangkan semacam online dan realtime, sehingga nanti kalau di sekolah X ada anak yang DO atau pindah atau apa, itu langsung updating di situ. Data di warehouse kita, di gudang data kita langsung berubah," kata Mendiknas Mohammad Nuh seusai Rapat Koordinasi (Rakor) Kemendiknas dan Kemenag di Kantor Kemendiknas, Senayan, Jakarta, Jumat (22/1). Hadir pada acara ini Menag Suryadharma Ali.
Mendiknas menuturkan, selama ini data-data pendidikan, seperti jumlah siswa mengalami perubahan. Dicontohkan, ada siswa yang mendaftar pada awal semester, tetapi kemudian pindah sekolah, meninggal, dan drop out (DO). "Data ini validasinya satu tahun berikutnya lagi," ujarnya.
Dikatakan Nuh, dengan dukungan teknologi GIS (Geographic Information System), kondisi sekolah baik yang rusak maupun yang baik akan termonitor secara langsung.
"Kalau kita datang langsung ke tempatnya itu kan cost, biayanya mahal," katanya.
Dengan teknologi GIS tersebut, jelas Mendiknas, dapat diketahui koordinat sekolah. Kemudian, kata dia, dapat langsung dicek dan memasukkan data. "Koordinat sekian, lintang selatan, langsung kelihatan. Oh, sekolah ini rusak! Langsung minta bantuan. Nah, itu kita mau mengarah ke sana, sehingga perencanaan kita ke depannya bisa lebih tepat lagi," tuturnya.
Di tempat sama, Menag Suryadharma Ali mengatakan, sensus pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, yakni dengan memahami data sesungguhnya di lapangan. "Kami berdua sepakat untuk melakukan sensus pendidikan. Dengan demikian, tersedia data yang mendekati akurat untuk kita mengambil tindakan-tindakan yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Item-itemnya sedang dirumuskan," jelasnya.
Sumber : Pikiran Rakyat, Sabtu 23 Januari 2010

BlogMarks
del.icio.us
digg
Facebook
smarking
Spurl
Twitter
Wists