Bab 8. Kondisi Geografi dan Penduduk Indonesia - I Wayan Legawa 7.1

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari
Indonesia memliki kondisi geografis yang unik, yang membedakan dengan negara - negara Asia Tenggara lainnya. Bentuk kepulauan merupakan karakterisitik sebagai negara maritim. Demikian pula jumlah penduduknya yang besar menduduki urutan pertama di Asia Tenggara. Jumlah penduduk ini menjadi modal dasar sebagai sumberdaya manusia yang banyak.Tahukan kalian, bahwa letak bujur astronomis Indonesia berpengaruh terhadap pembagian waktu, iklim, perubahan musim, gerakan angin muson dan terjadinya musim? Dalam bab ini kita akan membicarakan kondisi geografis Indonesia dan penduduknya. Untuk memperdalam materi ikutilah kegiatan berikut.

Daftar isi

LETAK INDONESIA

Letak Astronomis Indonesia

Perhatikan peta di atas! Kalau kamu ingat - ingat tentang komponen suatu peta, salah satu diantaranya adalah “koordinat”, masih ingat bukan?. Untuk memperdalam materi ini cobalah kamu perhatikan Peta Letak Astronomis Indonesia. Berkaitan dengan materi ini ingatlah materi pelajaran pada kelas VII semester I tentang garis bujur dan garis lintang.

Bagaimana posisi Kepulauan Indonesia berdasarkan garis bujur dan garis lintang tersebut?

Perhatikan garis bujur paling Timur dan paling Barat, catat angka - angka tersebut. Demikian pula untuk garis lintang paling Utara dan paling Selatan.
Kalian sekarang telah paham bagaimana posisi Kepulauan Indonesia berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Garis bujur dan garis lintang dapat menentukan posisi suatu tempat dipermukaan bumi. Apa pengaruh posisi tersebut? Letak menurut garis bujur dapat mempengaruhi perbedaan waktu. Contoh waktu di Indonesia dibedakan menjadi 3 daerah yaitu Indonesia bagian Barat, Tengah dan Timur. Mengapa Indonesia hanya memiliki 3 daerah waktu? Hal ini berkaitan dengan posisi Indonesia dengan Greenwich Mean Time (GMT) sebagai standar waktu Internasional yaitu 0°. Garis bujur inilah yang dipakai sebagai standard waktu Internasional. Indonesia berada dibelahan timur dari GMT sehingga garis bujurnya berada pada 95° sampai dengan 141° dihitung mulai dari Greenwich tersebut. Karena letak Indonesia disebelah Timur kota Greenwich maka garis bujurnya disebut Bujur Timur. Bumi berputar pada sumbunya (Rotasi), sekali putaran membutuhkan waktu 24 jam. Lingkaran Bumi = 360°. Dengan demikian bila bumi berputar 1 jam menempuh lingkaran Bumi 360°/24 jam = 15°. Indonesia terletak diantara garis bujur 95°BT - 141°BT, panjangnya 46°. Panjang Garis bujur itulah jika dibagi 15°, maka di Indonesia dibagi menjadi 3 daerah, yaitu waktu di Indonesia Barat, Tengah, dan Indonesia bagian Timur, yang masing-masing berbeda 1 jam, atau 7 jam untuk Indonesia bagian Barat, 8 jam untuk Indonesia bagian Tengah, dan 9 jam untuk Indonesia bagian Timur dari Greenwich.

Kalau ada bujur standar lokal, apakah ada bujur standar Internasional? Jawabanya ada yaitu 0° yang letaknya di Kota Greenwich sebelah selatan kota London di Inggris. Garis bujur inilah yang dipakai sebagai standar, sehingga kalau di Indonesia garis bujurnya berada pada 95° s.d 141° BT dihitungnya mulai dari kota Greenwich tersebut ke arah Timur. Oleh karena letak Indonesia disebelah Timur kota Greenwich maka garis bujurnya disebut Bujur Timur.

Letak Geografis Indonesia

Selain letak astronomis, masih ada letak lain yang dikenal dengan Letak Geografis. Letak geografis adalah letak suatu daerah atau negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Bagaimana mengenai letak geografi s Indonesia?

Keuntungan dari letak geografis tersebut di atas Indonesia memiliki letak yang strategis karena berada pada posisi silang sehingga sangat menguntungkan dari segi sosial, ekonomi dan politik.
Dibalik keuntungan tersebut ada pengaruh negatif yang sekarang ini tidak bisa dibendung, yaitu kebudayaan asing yang bersifat negatif masuk ke Indonesia akibat globalisasi, misalnya Indonesia ditengarai menjadi lalu lintas perdagangan Internasional narkoba yang membahayakan bagi generasi bangsa. Karena meupakan negara kepulauan rawan terjadinya penyelundupan, pencurian ikan oleh nelayan asing dan lain - lain.

B. LUAS WILAYAH INDONESIA

Berdasar kenampakannya, ternyata wilayah Indonesia terdiri dari daratan dan lautan. Jumlah pulau di Indonesia, baik yang besar maupun yang kecil - kecil, mencapai 17.508 buah. Karena terdiri dari banyak pulau, Indonesia disebut “Archipelago State” berdasarkan hasil konvensi hukum laut internasional “United Nation Convention on the Law of the Sea” (UNCLOS) pada tanggal 10 Desember 1982 di Montego Bay, Yamaica. : Berdasarkan konvensi tersebut Indonesia memiliki dua batas laut, yaitu:

Batas laut teritorial

Luas wilayah laut Indonesia mencapai 3.257.357 km², dengan batas wilayah laut/teritorial dari garis dasar kontinen sejauh 12 mil diukur dari garis dasar. Garis dasar ditarik dari titik - titik paling luar sebuah pulau, kemudian titik - titik tadi dihubungkan sehingga menjadi sebuah garis yang bersambungan.

Dengan demikian untuk menentukan batas laut teritorial, pertama - tama ditarik jarak 12 mil kearah laut bebas. Indonesia memiliki kedaulatan penuh atas laut teritorial ini. Kapal - kapal asing yang lewat laut teritorial ini harus minta izin Indonesia. Namun demi perdamaian dunia, Indonesia harus menyediakan jalur pelayaran untuk lalu lintas damai.

Indonesia meratifi kasi UNCLOS 1982 tersebut melalui Undang Undang Nomor 17, tanggal 31 Desember 1985. Sejak 16 Nopember 1994 diratifikasi menjadi hukum positif. Sebagai konsekuensinya Indonesia harus membuka tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang memotong wilayah perairan dalam Negara Kepulauan Indonesia yaitu ALKI-I, ALKI-II, dan ALKI – III. (Peta No I.4) Dalam keadaan normal ALKI digunakan pada jarak 25 mil kanan – kiri. Sebagai bentuk konkret ratifi kasi itu, Indonesia telah mengeluarkan tiga peraturan pemerintah yaitu PP Nomor 36, 37, dan 38 tahun 2003 (Jawa Pos, 5 Juli 2003).

Zone Ekonomi Eksklusif

Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) diukur dari garis dasar sejauh 200 mil. Batas wilayah teritorial 12 mil merupakan batas hukum kedaulatan Negara Kedaulatan Republik Indonesia. Sedang garis batas 200 mil adalah batas hak untuk mengekploitasi sumberdaya alam yang terdapat di dalamnya.
Indonesia memiliki luas daratannya mencapai 1.919.443 km², luas laut 3.257.357 km². Jumlah wilayah lautan dan daratan adalah 5.176.800 km². Pulau - pulau besar di In do ne sia meliputi Pulau Kalimantan, luasnya ± 4 x Pulau Jawa, Pulau Sumatera luasnya ± 3,5 x Pulau Jawa, Papua luasnya ± 3 x Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi luasnya ± 1,5 x Pulau Jawa. Luas masing - masing pulau tersebut dapat diperhatikan pada tabel di bawah ini.
Anda telah mengetahui luas wilayah negara Indonesia. Bagaimana kalau anda bandingkan dengan negara - negara tetangga yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa - bangsa Asia Tenggara yang dikenal dengan Association South East Asia Nation (ASEAN). Perhatikan tabel di bawah ini, tentang luas negara - negara ASEAN.

Pengaruh Posisi Geografis Terhadap Perubahan Musim

a. Keadaan Cuaca dan Iklim

Dalam pembicaraan sehari - hari kita mendengar kata - kata cuaca, panas, dingin dan berangin. Keadaan udara pada suatu saat di tempat tertentu disebut cuaca. Adapun iklim adalah keadaan rata - rata udara di daerah yang luas selama kurun waktu yang lama (30 tahun).

Dari peta letak geografis pada subbab 1 kita sudah belajar tentang posisi geografis dan astronomis Indonesia. Indonesia terletak diantara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Pasifi k dan Hindia). Posisi tersebut ternyata mempunyai pengaruh terhadap cuaca dan iklim di Indonesia. Mengapa demikian? Secara astronomis Indonesia terletak diantara 6° LU dan 11° LS.

Berdasarkan letak Astronomis, Indonesia termasuk kedalam daerah tropis. Daerah tropis adalah daerah yang terletak diantara 0° - 23,5° LU dan 0° - 23,5° LS, daerah ini merupakan daerah peredaran mata hari semu tahunan. Karena Indonesia terletak pada garis lintang 6° LU dan 11° LS, maka Indonesia termasuk daerah tropis.

Coba kamu amati gambar di atas. Gambar bulat adalah menggambarkan kedudukan matahari. Sekarang diskusikan dengan teman dalam kelompokmu!
Kedudukan matahari semu itu mempunyai pengaruh terhadap suhu udara, tekanan udara dan kelembaban pada kedua belahan bumi tadi, baik di belahan bumi bagian selatan maupun belahan bumi bagian utara. Pada gambar di bawah ini, tampak angka - angka yang menunjukkan perbedaan temperatur. Garis pada peta yang menghubungkan tempat - tempat yang temperaturnya sama disebut Isotherm. Pergantian perbedaan tekanan udara terjadi pada saat matahari berada di belahan bumi utara, dan sebaliknya. Karena posisi Kepulauan Indonesia berada/diantara Benua Asia dan Australia, maka di Indonesia mengalami perubahan gerakan angin mengikuti kedudukan matahari semu tadi. Perbedaan tekanan antara belahan bumi utara dan selatan atau sebaliknya menyebabkan terjadinya pergerakan udara di Indonesia, yang berpengaruh terhadap perubahan musim. Musim adalah kondisi atau peristiwa atmosfer yang mencakup unsur - unsur cuaca, yaitu suhu udara, tekanan udara dan kelembaban udara dalam periode waktu tertentu.



b. Angin Muson di Indonesia

Anak - anak sekalian, pada subbab a kita telah mempelajari tentang perubahan musim di Indonesia. Masih ingatkah kamu tentang unsur - unsur iklim? salah satunya adalah angin. Pada bagian ini akan dibahas tentang (1) pengertian angin dan (2) jenis - jenis angin.

Perubahan kedudukan matahari semu tahunan ternyata berpengaruh terhadap tekanan udara baik di belahan bumi utara, maupun belahan bumi selatan. Penyinaran matahari akan berpengaruh terhadap suhu udara, suhu udara yang panas tekanannya rendah. Tekanan udara akan menimbulkan gerakan udara. Gerakan udara inilah yang disebut angin.

Berikut ini disajikan dua buah peta pergerakan angin, yaitu gambar di bawah ini.

Flora dan Fauna di Indonesia

Coba kamu perhatikan tumbuh - tumbuhan dan binatang yang ada di sekitarmu, atau pergilah kamu ke kebun bintang. Banyak tumbuhan disekitar kita misalnya pohon nangka, pohon jati, pohon durian itu merupakan salah satu contoh flora tipe Asia. Sedang contoh tipe Australia adalah pohon acasia, cendana, dan tumbuhan berdaun sempit Contoh fauna tipe Asia, gajah, harimau, tipe Australia Kanguru, kasuari dll.

a. Fauna di Indonesia

Keanekaragaman jenis organismenya cukup tinggi di dunia. Dari 8000 jenis reptilia dunia, 25% diantaranya terdapat di Indonesia. Jenis organisme lain berupa fauna bertulang belakang 20%, serangga 20%, cacing 10%. Terdapat 1300 jenis burung, 2500 jenis ikan dan 1000 jenis amphibia. Perhatikan contoh - contoh gambar gambar jenis - jenis fauna yang ada di Indonesia berikut ini.

Contoh Fauna di Indonesia

Flora dan fauna di Indonesia digolongkan menjadi tiga zona zoogeografi perhatikan (Gambar di bawah ini) yaitu:
  1. Flora-fauna Asiatis, berada di Paparan Sunda yang meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Pulau Bali. Paparan Sunda ini sekitar 140 juta tahun yang lalu merupakan bagian dari benua Asia. Oleh karena itu, flora-fauna di paparan Sunda memiliki kesamaan dengan flora-fauna yang hidup di benua Asia. Flora-fauna tipe Asiatis ini dipisahkan oleh garis - garis hayal yang disebut “Wallacea” Contoh flora tipe Asiatis: durian, rambutan, jati, nangka, dukuh, namnam, kayu meranti, kayu ulin, kayu bengkirai. Contoh fauna tipe Asiatis: Harimau, gajah, orang utan, tapir, siamang, badak, banteng
  2. Flora-fauna Australis, berada di paparan Sahul meliputi Pulau Papua dan pulau-pulau di dangkalan Sahul. Pada zaman geologi (Oligosin) paparan Sahul ini bergabung dengan benua Australia, sehingga flora-fauna didaerah ini memiliki kesamaan dengan flora-fauna yang hidup di benua Australia. Flora-fauna tipe Australia ini dipisahkan oleh garis hayal “Weber”. Contoh flora tipe Australis: acasia, kayu putih, kesambi, eucaliptus, cendana, kayu gaharu. Contoh faunanya: Kasuari, kanguru, berbagai jenis burung betet, nuri, kakatua.
  3. Flora-fauna peralihan, terletak di antara garis Wallacea sebelah barat dan garis Weber disebelah timur. Flora-fauna di daerah ini mirip dengan yang ada di Asia dan sebagian lagi mirip dengan yang ada di Australia. Contoh flora tipe peralihan: kayu eboni, cendana, acasia, kayu putih. Contoh fauna tipe pralihan: Komodo, anoa, maleo, kuskus, burung rangkok.

b. Flora

Masih ingat bukan, di Indonesia terdapat dua angin musim yang setiap 6 bulan sekali berganti arah? Angin ini disebut angin muson. Angin muson mana yang membawa curah hujan bagi Indonesia? Tentu anda masih ingat, yaitu angin muson Barat.

Hujan sangat bermanfaat bagi tumbuhnya tanaman. Daerah yang cukup curah hujannya banyak ditumbuhi pepohonan hutan, contohnya disepanjang garis katulistiwa dijumpai hutan yang lebat karena pengaruh dari hujan zenithal. Sebaliknya untuk daerah yang kurang hujan makin sedikit pula pepohonannya. Daerah yang curah hujannya sedikit mempunyai karakteristik sendiri, misalnya daunnya relatif lebih kecil.

Faktor - faktor yang mempengaruhi berbagai jenis flora, antara lain adalah keadaan tanah, relief, dan iklim. Berdasarkan kondisi iklim, relief dan kesuburan tanah, hutan dibedakan sebagai berikut.

  1. Hutan Hujan Tropis merupakan hutan dengan pepohonan yang tinggi dan rapat, tingginya mencapai 60m, Ciri - ciri hutan hujan tropis ialah berdaun lebar, selalu hijau, terdapat epifit, lumut, palm, dan pohon - pohon memanjat. Hutan ini terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
  2. Hutan Musim mempunyai ciri - ciri sebagai berikut; pohon - pohonnya lebih jarang, mempunyai ketinggian 12 - 35 m, daunnya pada musim kemarau meranggas, contoh hutan jati di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  3. Hutan Sabana/savana adalah padang rumput dan diselingi oleh pohon perdu. Hutan tersebut kita jumpai pada daerah - daerah yang musim kemaraunya panjang dengan curah hujan kecil, contoh misalnya di Baluran Jawa Timur, Nusa Tenggara.
  4. Hutan Bakau terdapat di daerah pantai dengan tumbuhan mangrove. Terdapat di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, Riau.
Dilihat dari jenis tumbuhannya, hutan dapat digolongkan menjadi dua macam.
  1. Hutan homogen yaitu hutan yang terdiri atas satu jenis tumbuhan, contoh hutan jati, hutan bambu dan hutan pinus/cemara
  2. Hutan heterogen yaitu hutan yang ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan.

Berdasarkan fungsinya, hutan dapat dibagi menjadi empat golongan.

Hutan lindung berfungsi sebagai:

  1. Hidroorologis, artinya berfungsi sebagai penyaring air yang menyerap kedalam tanah dan menyimpan air sebagai cadangan air tanah, serta menghambat laju perjalanan air dalam tanah.
  2. Pencegah banjir, karena fungsi hidroorologisnya maka hutan dapat mencegah banjir.
  3. Perlindungan tanah dan erosi, hutan dapat menahan air hujan yang jatuh kepermukaan tanah, dengan demikian akan mengurangi laju aliran permukaan yang menyebabkan erosi.

Contoh :
Kerusakan hutan di bagian hulu sungai Brantas akibat penebangan hutan secara liar menimbulkan banjir bandang yang mengakibatkan kota Mojokerto tergenang air dan lumpur setinggi 2 meter lebih. (Gambar 8.28)

Hutan suaka alam berfungsi untuk melindungi jenis tumbuhan dan ekosistem tertentu ( cagar alam) dan hewan tertentu (suaka marga satwa)
Hutan produksi berfungsi untuk diambil hasilnya
Hutan wisata dimanfaatkan untuk tempat wisata/rekreasi

c. Persebaran Hutan di Indonesia

Indonesia memang disebut negara yang memiliki zamrud di katulistiwa, karena memiliki hutan yang cukup luas. Di beberapa pulau yang luas daerah hutan lebih besar dibandingkan dengan daerah - daerah pemukiman, pertanian, dan lain - lain. Menurut BPS (2000) luas hutan di Indonesia mencapai 1.476 juta ha. Luas tersebut meliputi hutan lindung, hutan produksi, serta hutan suaka alam dan wisata. Untuk mengetahui persebaran hutan di Indonesia dapat diperhatikan tabel di bawah ini.

d. Upaya Pelestarian Flora dan Fauna

Penebangan hutan secara liar dan perburuan binatang bisa menimbulkan kerusakan lingkungan atau ekosistem hutan. Kerusakan hutan di Indonesia akibat penebangan liar mencapai 4000 ha per tahun. Kerusakan ini terjadi di Papua, Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengan dan Kalimantan Barat. Untuk mengatasi agar terjadi kerusakan lingkungan pemerintah telah menetapkan beberapa kawasan sebagai cagar alam dan suaka marga satwa. Cagar alam ialah suatu kawasan untuk perlindungan tumbuh - tumbuhan dan binatang dari kepunahannya. Suaka marga satwa ialah daerah – daerah yang dijadikan tempat perlindungan jenis hewan tertentu.

Cagar alam dan suaka marga satwa yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Ujung Kulon (Jawa Barat), masih terdapat binatang liar seperti badak bercula satu, banteng, merak dan rusa.
  2. Cagar alam pananjung di Pangandaran Jawa barat, binatang yang dilindungi seperti rusa, babi, hutan, banteng.
  3. Cagar alam Raflesia Arnoldi di Bengkulu, yang dilindungi bunga raflesia arnoldi meruapakan bunga terbesar di dunia.
  4. Cagar alam Baluran di Jawa Timur, binatang yang dilindungi, banteng, kerbau liar, rusa dan merak.
  5. Suaka marga satwa Sulawesi, binatang yang dilindungi babi, rusa, anoa, kuskus, dan burung rangkong.
  6. Gunung Leuser di Aceh, binatang yang dilindungi orang utan, gajah, badak, tapir, macan dan kambing hutan

Jenis Tanah Di Indonesia

a. Pengertian Tanah

Sifat tanah sebagai benda alam mempunyai sifat - sifat yang bervariasi. Sifat tanah yang berbeda - beda pada berbagai tempat mencerminkan pengaruh dari berbagai faktor pembentuknya di alam. Tanah dipandang sebagai alat produksi pertanian, karena tanah berfungsi sebagai media tumbuhnya tanaman. Produktivitas tanaman pertanian yang diusahakan banyak ditentukan oleh sifat - sifat tanah yang bersangkutan, baik sifat fisika tanah, kimiawi tanah, maupun biologi tanah yang bersangkutan. Sebagai media tumbuhnya tanaman tanah mampu berperan sebagai:
  1. Tempat berdirinya tanaman
  2. Tempat menyediakan unsur - unsur hara yang diperlukan oleh tanaman
  3. Tempat menyediakan air yang dibutuhkan oleh tanaman
  4. Tempat menyediakan udara bagi pernafasan akar tanaman

b. Bahan Penyusun Tanah

Tanah bukan merupakan timbunan bahan padat yangmati dan statis, melainkan merupakan suatu proses yang dinamis dan hidup yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Setiap tanah tersusun dari bahan mineral, bahan organik, air tanah. Bahan mineral berasal dari hasil pelapukan batuan, sedangkan bahan organik berasal dari hasil penguraian organisme yang mati. Di dalam tanah selalu terjadi proses destruktif dan konstruktif. Proses destruktif adalah penguraian bahan mineral dan bahan organik. Sedangkan proses konstruktif adalah proses penyusunan kembali hasil penguraian bahan mineral dan bahan organik menjadi senyawa baru.
Adanya keempat komponen tanah tersebut, serta adanya dinamika di dalamnya, menyebabkan tanah mampu berperan sebagai media tumbuhnya tanaman. Perbandingan komponen - komponen tanah pada setiap tempat tergantung pada jenis tanah, lapisan tanah, pengaruh cuaca dan iklim serta campur tangan manusia.
Perbandingan komponen tanah yang baik yang dibutuhkan tanaman adalah bahan mineral 45%, bahan organik 5%, air 25%, dan udara 25% (Gambar di atas)

c. Proses Terbentuknya Tanah

Di antara keempat komponen tanah yang telah disebutkan di atas, bahan mineral merupakan komponen tanah yang utama. Bahan tersebut berasal dari batuan yang mengalami pelapukan baik fisika, kimia, maupun biologik. Proses pelapukan batuan merupakan proses awal dari perkembangan tanah. Proses tersebut menghasilkan timbunan berbagai bahan lepas yang disebut regolith. Regolith merupakan bahan utama dalam pembentukan tanah, dan disebut bahan induk. Bahan induk mengalami proses pelapukan yang merupakan proses pembentukan tanah. Dengan demikian perkembangan dari regolith, batuan induk menjadi suatu jenis tanah itu dapat dilukiskan sebagai berikut:

Terbentuknya suatu jenis tanah ditentukan oleh berbagai faktor. Faktor - faktor tersebut disebut faktor pembentuk tanah. Faktor - faktor pembentuk tanah meliputi; bahan induk, iklim, organisme, bentuk wilayah/topografi, dan waktu. Hubungan antara suatu jenis tanah dengan faktor - faktor pembentuknya dapat dilukiskan dalam bentuk persamaan sebagai berikut:
  1. Bahan induk : Bahan induk merupakan bahan asal dari suatu tanah, berupa fragmen - fragmen hasil pelapukan batuan. Bahan induk dapat dibedakan sebagai berikut. Bahan induk batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.
  2. Iklim : Unsur iklim yang sangat besar peranannya dalam proses pembentukan tanah tersebut terutama suhu dan curah hujan.
  3. Organisme : Organisme terutama vegetasi merupakan sumber bahan organik tanah. Jenis vegetasi yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pembentukan tanah.
  4. Topografi : Topografi mempengaruhi pembentukan tanah, makin curam lereng kecepatan erosi semakin besar, sehingga di lereng yang curam jarang dijumpai tanah yang dalam.
  5. Waktu : Proses - proses yang terjadi dalam tanah berlangsung sepanjang waktu.

d. Profil Tanah

Pernahkah anda menggali tanah, atau memperhatikan orang membuat sumur? Jika kita menggali tanah dari permukaan sampai kedalaman 150 cm, maka akan terlihat bahwa dinding galian tanah tersebut terdapat lapisan - lapisan tanah yang berbeda - beda baik susunan fisika maupun kimiawinya. Lapisan - lapisan tersebut disebut horison tanah. Sedangkan irisannya yang arahnya tegak lurus dari permukaan tanah dan tersusun dari horison - horison tanah disebut profil tanah (Gambar di bawah).

Horison tanah terdiri dari horison O, A, B, C, dan R. Kedalaman masing - masing horison dari permukaan tanah adalah:
Horison A kedalamannya 0 - 60 cm
Horison B kedalamannya 60 – 140 cm
Horison C kedalamannya 140- 170 cm
Horison A disebut tanah atas (top soil), lapisan B disebut tanah bawah (sub soil), lapisan A dan B disebut solum.

e. Persebaran Jenis Tanah dan Pemanfaatannya

Ternyata kalau diamati jenis - jenis tanah di Indonesia itu memiliki karakteristik tersendiri, (Enoh. 1994) sesuai dengan bahan induknya. Karakteristik dari jenis - jenis tanah yang ada di Indonesia serta penyebaranya dapat diperhatikan pada gambar di bawah.

  1. Litosol, yaitu tanah yang baru mengalami pelapukan dan sama sekali belum mengalami perkembangan tanah. Berasal dari batuan - batuan konglomerat dan granit, kesuburannya cukup, dan cocok dimanfaatkan untuk jenis tanaman hutan. Penyebarannya di : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku Selatan dan Sumatera.
  2. Latosol, yaitu tanah yang telah mengalami pelapukan intensif, warna tanah tergantung susunan bahan induknya dan keadaan iklim. Latosol merah berasal dari vulkan intermedier, tanah ini subur, dan dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan. Penyebarannya di seluruh Indonesia, kecuali di Nusa Tenggara dan Maluku Selatan.
  3. Aluvial ialah tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah - lembah sungai dan dataran pantai seperti misalnya, di Karawang, Bekasi, Indramayu, Delta Brantas
  4. Regosol, belum jelas menampakkan pemisahan horisonnya. Tanah regosol terdiri dari: regosol abu vulkanik, bukit pasir, batuan sedimen, tanah ini cukup subur. Jenis tanah regosol terdiri dari ; regosol merah kuning, cokelat kemerahan, cokelat, cokelat kekuningan. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk pertanian padi, palawija, kelapa, dan tebu. Penyebarannya di sekitar lereng gunung - gunung berapi.
  5. Grumusol atau Margalit, terdiri dari beberapa macam; grumusol pada batu kapur, grumusol pada sedimen tuff, grumusol pada lembah - lembah kaki pegunungan, grumusol endapan aluvial. Kesuburan cukup. dimanfaatkan untuk pertanian padi, dan tebu. Penyebarannya di Madura, Gunung Kidul, Jawa Timur dan Nusa Tenggara.
  6. Organosol, mengandung paling banyak bahan organik, tidak mengalami perkembangan profil, disebut juga tanah gambut. Bahan organik ini terdiri atas akumulasi sisa - sisa vegetasi yang telah mengalami humifi kasi, tetapi belum mengalami mineralisasi. Tanah ini kurang subur. Tanah ini belum dimanfaatkan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk persawahan. Penyebarannya di Sumatera sepanjang pantai Utara, Kalimantan dan Irian Barat/Papua.

C. PENDUDUK DAN PERTUMBUHAN PENDUDUK

Kuantitas Penduduk

a. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Indonesia

Kalian tahu bahwa jumlah penduduk Indonesia terus bertambah banyak. Mulai tahun 1920 sampai dengan 2007 terus meningkat. Benarkah Indonesia pernah mengalami ledakan penduduk? Untuk memperdalam materi ini perhatikanlah tabel berikut.

Dari tabel di atas pertumbuhan dari periode tahun ke periode tahun berikutnya. Pertumbuhan penduduk adalah bertambahnya penduduk yang didasarkan pada pertambahan alami dan migrasi. Pertumbuhan penduduk yang sangat besar itulah yang oleh para ahli kependudukan disebut dengan ledakan penduduk (Gambar di bawah ini).
Contoh 1:
Penduduk Kabupaten Dompu di Sumbawa tahun 2000 ada 5.600 jiwa. Selama periode tahun 2000 – 2003 ada kelahiran 350 orang dan kematian 160 orang. Berapa jumlah penduduk Kabupaten Dompu pada tahun 2003
Jawab:
Pt = 5.600 + (350 – 160 ) = 5410. Jadi penduduk kabupaten Dompu tahun 2003 jumlahnya = 5.410 jiwa.
Contoh 2:
Penduduk kabupaten Bone tahu 2000 berjumlah 300.000 jiwa. Kelahiran pada periiode 2000 -2003 tercatat 225. Penduduk pindah masuk 70 orang, pindah keluar 30 orang, meninggal dunia 80 orang. Hitunglah jumpah penduduk Bone tersebut!
Jawab:
Pt = Po + ( L – M) + ( I – E )
300.000 + (225 – 80) + (70 – 30)
= 300.000 + 185 = 300.185
Pertumbuhan penduduk biasa dinyatakan dalam persen (%).

Dari contoh di atas dapat dihitung persentase pertumbuhan penduduk Bone yaitu: 185 / 300.000 x 100% = 0.06%.

b. Persebaran Penduduk dan Kepadatan Penduduk

Pemusatan penduduk biasanya cenderung dipengaruhi oleh faktor - faktor lingkungannya. Faktor - faktor lingkungan ini antara lain berupa lokasi, iklim, topografi, tanah, sumberdaya alam, ketersediaan air. Disamping faktor lingkungan faktor sejarah juga berpengaruh, contoh,pemusatan penduduk di Pulaua jawa, disebabkab karena faktor sejarah. Sejak jaman kerajaan - kerajaan dahulu pulau jawa sudah merupakan tempat pemusatan penduduk, karena sebagai pusat pemerintahan. Sebagai akibatnya sampai sekarang Pulau Jawa merupakan pulau yang terpadat dibandingkan pulau - pulau besar lainnya di Indonesia. Hal tersebut berpengaruh pula terhadap penyebaran penduduk di Indonesia, ada yang pulau - pulau yang padat penduduknya dan ada yang jarang penduduknya.

Kepadatan penduduk adalah perbandingan atara jumlah penduduk dengan luas wilayah dalam satuan ha atau km2. Cara peritungan kepadatan penduduk ada tiga macam, yaitu:

  1. Kepadatan penduduk kasar, (KP) adalah banyaknya penduduk per satuan luas pada suatu wialyah, yang dinyatakan dalam (km2 / ha)
  2. Kepadatan penduduk fisiologis (KF) adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas lahan pertanian yang dinyatakan dalam (km2 / ha)
  3. Kepadatan penduduk agraris (KAG) adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang bekerja di bidang pertanian dengan luas lahan pertanian yang dinyatakandalam (km2/ ha)

Persebaran dan kepadatan penduduk pada pulau - pulau di Indonesia tidak sama. Coba kamu cermati persebaran dan kepadatan penduduk di Indonesia pada tabel berikut.

Untuk mengetahui kualitas penduduk di Indonesia digunakan Indeks Pembangunan Manusia yang dikenal dengan sebutan Human Development Index (HDI). HDI dikembangkan oleh United Nations Development Program (UNDP), guna mengukur kesuksesan pembangunan suatu negara. HDI diolah berdasarkan tiga hal, yaitu panjang usia, pengetahuan, dan standar hidup suatu bangsa. Ketiga hal tersebut dijabarkan kedalam tiga indikator yaitu ; tingkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi. HDI ditunjukkan dalam skala 0 – 1, yang mendekati nilai 1 menunjukkan kualitas penduduknya semakin baik. Nilai HDI yang mendekati 0 menunjukkan kualitas penduduknya semakin buruk, perhatikan di bawah ini.
Kualitas sumber daya manusia yang tinggi, akan mampu meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi. Sebaliknya kualitas sumber daya yang rendah akan berpengaruh terhadap produktivitas yang rendah.
a. Tingkat Pendidikan

Sumber daya manusia yang berkualitas mutlak diperlukan dalam pembangunan dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan investasi manusia di masa datang. Dengan pendidikan yang maju bisa memudahkan masyarakat untuk menerima pembaharuan. Pembaharuan berarti menimbulkan perubahan dalam pembangunan. Sebab - sebab rendahnya tingkat pendidikan di negara kita antara lain, prasaranan dan sarana belum merata, pendapatan per kapita rendah sehingga banyak anak putus sekolah. Untuk itu pemerintah perlu melakukan pembangunan dalam bidang pendidikan, berupa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Meningkatkan wajib belajar dari sembilan tahun menjadi dua belas tahun. Memberantas buta huruf, dan menggalakkan program paket A, B dan C. Peninkatan beasiswa bagi siswa yang kurang mampu ekonominya.

b. Tingkat Kesehatan

Kualitas sumber daya manusianya dapat di ukur dengan tingkat kesehatan penduduk. Untuk itu pemerintah perlu memberikan pelayanan kesehatan, agar semua lapisan masyarakat mendapat pelayanan yang mudah dan murah, merata. Rakyat sehat negara kuat. Dengan demikian angka harapan hidup dapat ditingkatkan. Angka harapan hidup adalah angka yang menjelaskan perkiraan harapan hidup seseorang sejak lahir hingga meninggal. Disamping itu dengan kesehatan yang baik kematian bayi dapat ditekan, gizi penduduk dapat ditingkatkan. Kematian bayi merupakan indikator tingkat kesehatan penduduk.

c. Tingkat Ekonomi

Tingkat pendapatan per kapita adalah rata - rata pendapatan setiap orang dalam satu tahun. Tingkat pendapatan per kapita dapat dijadikan ukuran kualitas penduduk, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan. Pendapatan per kapita berhubungan dengan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Pendapatan per kapita bangsa indonesia masih tergolong rendah dibanding dengan negara - negara lain (tabel di bawah ini)


Rangkuman

Posisi Kepulauan Indonesia berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Garis bujur dan garis lintang dapat menentukan posisi suatu tempat dipermukaan bumi Letak menurut garis bujur dapat mempengaruhi perbedaan waktu. Contoh waktu di Indonesia dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:

  • Indonesia bagian Barat,
  • Indonesia bagian Tengah dan
  • Indonesia baian Timur.

Mengapa Indonesia hanya memiliki 3 daerah waktu? Hal ini berkaitan dengan posisi Indonesia dengan Grenwich Mean Time (GMT) sebagai standar waktu Internasional yaitu 0°.

Selain letak astronomis, masih ada letak lain yang dikenal dengan Letak Geografis. Letak geografis adalah letak suatu daerah atau negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Bagaimana mengenai letak geografis Indonesia?

Berdasar kenampakannya, ternyata wilayah Indonesia terdiri dari daratan dan lautan.

Jumlah pulau di Indonesia, baik yang besar maupun yang kecil - kecil, mencapai 17.508 buah. Karena terdiri dari banyak pulau, Indonesia disebut “Archipelago State” berdasarkan hasil konvensi hukum laut internasional “United Nation Convention on the Law of the Sea” (UNCLOS) pada tanggal 10 Desember 1982 di Montego Bay, Yamaica. : Berdasarkan konvensi tersebut Indonesia memiliki dua batas laut, yaitu: Batas laut teritorial, Zone Ekonomi Eksklusif.

Berdasarkan letak Astronomis, Indonesia termasuk kedalam daerah tropis. Daerah tropis adalah daerah yang terletak diantara 0° - 23,5° LU dan 0° - 23,5° LS, daerah ini merupakan daerah peredaran mata hari semu tahunan. Karena Indonesia terletak pada garis lintang 6° LU dan 11° LS, maka Indonesia termasuk daerah tropis.

Pergantian perbedaan tekanan udara terjadi pada saat matahari berada di belahan bumi utara, dan sebaliknya. Karena posisi Kepulauan Indonesia berada/diantara Benua Asia dan Australia, maka di Indonesia mengalami perubahan gerakan angin mengikuti kedudukan matahari semu tadi.

Flora dan fauna di Indonesia digolongkan menjadi tiga zona zoogeografi perhatikan Flora-fauna Asiatis, Flora-fauna Australis, Flora–fauna peralihan.

Berdasarkan kondisi iklim, relief dan kesuburan tanah, hutan dibedakan sebagai berikut.

  1. Hutan Hujan Tropis
  2. Hutan Musim
  3. Hutan Sabana
  4. Hutan Bakau

Pengertian penduduk adalah semua orang yang berada pada suatu tempat yang pada saat sensus dilaksanakan telah bertempat
tinggal sekurang - kurangnya enam bulan.
Perkembangan jumlah penduduk adalah perubahan jumlah penduduk pada setiap saat akibat adanya kelahiran, kematian dan perpindahan (migrasi)

  1. Pertumbuhan penduduk meliputi: Alami adalah pertumbuhan penduduk yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian
  2. Sosial adalah perubahan jumlah penduduk yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian ditambah selisih antara migrasi masuk dan keluar.

LATIHAN



Beri Penilaian

Rating : 3.4/5 (9 votes cast)


Peralatan pribadi