BAB VI PERKEMBANGAN PENGETAHUAN BIDANG TARI RAHMIDA

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

A. Seni Pertunjukan Kemasan

Kota Jakarta sebagai Ibu kota negara Indonesia memiliki kompleksitas yang beragam dan menjadi ciri kota besar di Indonesia di samping kota - kota besar lainnya. Kota besar di berbagai negara dan daerah Indonesia dihuni oleh berbagai suku dari penjuru Nusantara. Kemajuan pengetahuan dan teknologi, menumbuhkan konsep pengembangan budaya dalam konsep industri wisata pada kota besar di berbagai daerah di Indonesia. Perkembangan seni pertunjukan yang ada juga menjadi simbol dari representasi cara menyajikan dan model pengemasan yang representatif untuk disajika dalam kemasan wisata. Oleh sebab itu, muncul pemikiran bagaimana suatu kemasan seni pertunjukan dapat disajikan dalam momen paket wisata yang dapat menjanjikan. Konsekuensi logis adalah bahwa paket wisata bentuk dan mode penyajiannya memiliki ciri yang berbeda dengan kemasan aslinya. Hal ini patut dipertimbangkan mengingat bahwa kemasan wisata bertujuan sebagai kemasan yang disajikan untuk kepentingan sesaat. Pada sisi lain, apabila wisatawan memerlukan kemasan tari tradisional asli sesuai bentuk dan mode penyajiannya disarankan untuk mendatangi tempat atau narasumber tari tradisional yang secara representatif menggali dan melestarikan tarian di maksud.

Dampak yang berkembang ide munculnya kemasan untuk industri wisata kurang greget, produk statis, seadanya, menjadi kambing hitam dari refleksi munculnya kemasan wisata. Namun hikmah yang dapat dipetik, bahwa kemasan yang terkesan coba - coba, belum memiliki bentuk yang perfect, serta belum dapat diangkat menjadi produk yang handal ini menjadi penilaian yang kurang reproduktif dalam bentuk dan mode seni untuk tujuan tertentu yakni pariwisata. Semakin ramainya industri pariwisata, seni tari tampil ke permukaan. Aktivitas seni tari membawa dampak semakin banyaknya frekuensi pentas tari untuk industri pariwisata. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pasar seiring dengan kebutuhan penyangga sarana wisatawan membutuhkan hiburan. Maka muncullah di berbagai tempat wahana untuk wisata seperti hotel, restoran, taman - taman wisata hiburan menjadi sentra industri seni tari wisata dipentaskan.

Paradigma perkembangan wisata dengan keterkaitan seninya, seni tari untuk produk wisata menuntut adanya unitas yang mesti terjadi adanya penyesesuaian diri atas terwujudnya kesatuan sistem. Aspek kehidupan kemanusiaan, kedudukan tari sebagai pelengkap, kredibilitas kebutuhan sesaat, dan produk wisata lebih ditekankan menjadi pertimbangan bentuk dan mode tari dipentaskan. Pemikiran mendalam, bahwa pertunjukan tari yang bertujuan untuk sesaat tidak memiliki konteks tujuan melepas begitu saja terhadap akar budaya yang dimiliki oleh masyarakat aslinya. Tidak mustahil bahwa kemasan seni tari untuk wisata tidak semena - mena demi kepentingan wisata saja kemudian membuat kemasan produk wisata seadanya. Pandangan ini keliru, ini menjadi salah satu alternatif strategi bagi studi lanjut tentang tari sebagai aset industri wisata ( Arief Eko:2004, 50-59).

Kontek kepariwisataan dimengerti sebagai pemberdayaan nilai ekonomis melalui sejumlah komuditas. Penambahan penghasilan bangsa banyak di gali melalui potensi ini. Pengembangan kepariwisataan secara eksplisit di rumuskan melalui kunjungan wisata dan bagaimana menyajikan kepariwisataannya. Modifikasi memperkenalkan dan medayagunakan potensi sumber wisata untuk peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM), kondisi geografis, kondisi budaya menjadi pilihan dan alternatif munculnya industri pariwisata dalam bentuk komoditas kemasan seni tari untuk wisata. Secara konseptual model kepariwisataan yang sebaiknya di garap mencakup beberapa pemikiran di bawah ini sebagai berikut:
Peta konsep di atas selanjutnya dikembangkan melalui penelitian menyangkut masalah urbanisasi dan imigrasi etnis lain di dunia, mewujudkan wajah kekayaan kesenian Nusantara yang berkembang. Di sisi lain, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memperdaya tumbuhnya kreativitas dan kompleksitas kehidupan manusianya ke dalam tatanan baru di bidang pariwisata. Secara berjenjang peta penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut di bawah ini:
Kondisi budaya nasional khususnya tari sebagai produk wisata dikenali di banyak daerah. Oleh karena itu, kemasan industri wisata dalam bentuk tari untuk seni pertunjukan wisata menempatkan tari sebagai obyek wisata. Masalah teknis yang kemudian muncul, tari dipersiapkan sebagai obyek yang digunakan untuk pemenuhan industri pariwisata secara akumulatif. Sebagai produk kemasan tari di garap lebih dalam bentuk genre. Di sisi lain, tari di kemas tidak untuk meninggalkan fungsi dan bentuk kepemilikan masyarakat yang ada.

Pemanfaatan tari di kemas berdasarkan kemasan wisata berlatar belakang pada kondisi geografis, kondisi budaya akar budayanya menjadi kunci kemasan wisata tersebut dipentaskan. Alasan tari dipentaskan berdasarkan kondisi geografis dan akar budaya masyarakatnya dengan tujuan bahwa masyarakat tetap masih memiliki kemasan wisata tari yang ada. Oleh sebab itu, tari yang biasanya di kemas seadanya di poleh dengan menggunakan spotlight, dan diperkenalkan eyeshedow, serta dalam bentuk genre. Untuk tari tradisional kerajaan yang akrab dengan kecanggihan, kemapanan, tradisi yang dipegang sangat erat untuk komoditas kepariwisataan di genre untuk pangsa pasar luar negeri, dan penyajian di depan wisatawan. Dengan demikian masalah kesempurnaan bentuk dan mode penyajian mengalami perubahan.

Pertunjukan semegah dan seagung di istana mungkin banyak mengalami pergeseran. Garapan - garapan fastform demi kebutuhan wisata menjadi tujuan untuk menjawab permasalahan kondisi geografis dan kondisi budaya menjadi konsumsi publik dipentaskan. Penciptaan karya budaya selalu merupakan penciptaan kembali apa yang telah dicapai dan diendapkan dalam tradisi kebudayaan yang bersangkutan. Tidak ada kemungkinan lain manusia sebagai makhluk yang menyejarah, masa lalu adalah warisan dan masa kini adalah inisiatif yang digunakan untuk memperbaharui. Dengan demikian masa depan bergantung kepada karya budaya yang dilakukan pada saat ini. Oleh sebab itu kita harus melakukan tindakan pada masa kini untuk menyongsong masa datang agar memiliki corak dan ragam budaya yang menjadi tidak punah.

Konsekuensi logis dari modernisasi adalah revolusi industri. Cara ini memacu kemajuan teknologi yang berdampak kepada memperpendek jarak hubung dan memperderas komunikasi antar bangsa sehingga melahirkan kondisi saling kebergantungan antar bangsa dalam semua aspek kehidupan. Seberapa tingkat adaptasinya masing - masing bangsa yang dapat mengukur sesuai porsi dan kebutuhan yang seharusnya dilakukan. Oleh sebab itu, internalisasi adaptasi budaya semakin diperlukan untuk kebutuhan yang dikembangkan sebatas ketercapaian yang diharapkan. Keragaman etnik yang membawa kekayaan budaya tidak ternilai harganya. Hal ini juga ikut menjadi corak ragam budaya yang mempengaruhinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan ciri dan bentuk kemasan wisata dari etnik budayanya juga terjadi keragaman yang tidak dapat dipungkiri. Dengan demikian corak budaya dan ragam etnik yang ada menjadi bentuk kemasan wisata yang dapat digunakan sebagai bentuk seni pertunjukan yang dapat digunakan sebagai paket wisata daerah khususnya di kota besar di Indonesia.

Di bawah ini beberapa kemasan wisata yang telah menjadi trend dan ciri wajah seni tari produk wisata di beberapa daerah di Indonesia. Oleh karena kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan tari pentas dalam kapasitas yang sebenarnya, maka kemasan wisata daeri beberapa etnik di bawah ini telah menjadi maskot yang telah diakui oleh beberapa pendukungnya dalam komunitas yang sering dipentaskan antara lain adalah sebagai berikut di bawah ini.

1. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Betawi

Ada tiga jenis kemasan wisata yang dimiliki etnik Betawi berdasarkan beberapa sumber terdiri dari:

  • Tari Kembang Lambang Sari
  • Tari Ondel - ondel
  • Musik Gambang Kromong.
Pertunjukan tari dan musik ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya telah diakui. Potensi Tari Kembang Lambang Sari telah memiliki nilai jual dan nilai seni yang cukup memadai. Di sisi lain, Tari Ondel - ondel dan Musik Gambang Kromong belum memiliki standar kualitas yang membanggakan, hal ini disebabkan adanya kehidupan para pelaku seninya yang masih belum memiliki standar kehidupan seperti yang diharapkan. Jakarta sebagai sentra Metropolitan memiliki banyak ragam budaya. Hal ini terjadi karena proses urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta dengan membawa berbagai budaya yang pada selanjutnya dikembangkan di Jakarta. Dalam kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, banyak seni tari yang berasal dari daerah dikembangkan di Jakarta melalui pembinaan anak generasi muda lewat sanggar tari sanggar tari. Hal ini membawa dampak tumbuh mekarnya tari - tarian daerah dapat berkembang di Jakarta. Oleh sebab itu Pemkot DKI melalui dinas terkait mengkhususkan paket wisata melalui tari - tarian yang telah lama berkembang di Jakarta yakni Topeng yang berciri macam - macam.

2. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Barat

Bentuk seni pertunjukan di jawa barat ada empat jenis kemasan wisata yang dimiliki terdiri dari Jaipongan, Breakpong, Debus, dan Kacapi Suling. Dalam etnik Jawa Barat yang dikenal Sunda berdasarkan sumber yang di percaya, keempat bentuk seni wisata tersebut memenuhi kualitas penciptaan yang diharapkan namun nilai jual produk kemasan belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Pertunjukan tari dan musik yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini belum dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas kehidupan yang membanggakan bagi pelaku seni karena banyak aspek yang harus di topang terutama menyangkut pada penghargaan pemerintah daerah, semakin menurunnya promosi wisata di daerah Jawa barat, dan penghayatan budaya pelaku seni yang kurang komitmen terhadap kualitas penghidupan secara merata, sehingga job dan datangnya kontaks wisata menjadi pilihan untuk semakin terserapnya produk wisata secara kuantitas untuk menopang kehidupan sehari - hari bagi pelaku seninya.
Potret Kemasan Tari Topeng Cirebon untuk wisata Kasunanan (Gambar Atas) Jaipongan untuk kalangan masyarakat luas (Gambar Bawah).

3. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Tengah

Bentuk seni pertunjukan di Jawa Tengah terdiri dari Wayang Wong Barata, Sendratari Ramayana, Wayang Kulit, tari - tari karya Bagong Kusudiharjo. Semua jenis pertunjukan tersebut sudah memenuhi ciri karakteristik seni wisata yang dipersyaratkan akan tetapi masalah kualitas nilai jual dan bentuk seni wisata yang digunakan untuk memenuhi kualitas kehidupan bagi pelaku seninya kurang sesuai harapan. Produk penciptaan seni yang diharapkan belum mampu mendongkrak nilai jual produk kemasan untuk memenuhi standar kualitas hidup yang diharapkan.

Pertunjukan tari dan wayang yang diproduksi daerah ini telah memiliki ciri seni wisata yang nilai jualnya masih kurang dapat menunjang standar kehidupan pelaku seninya. Potensi keempat produk wisata ini sudah dapat digunakan untuk memenuhi standar kualitas penyajian wisata yang secara teknis dapat disajikan dimanapun dan dalam waktu kapanpun.

Secara komoditas, standar penciptaan dan penjualan produk seni wisatanya hanya Sendratari Ramayana saja yang dapat digunakan untuk memenuhi penghidupan bagi pelaku seninya. Hal ini terkait dengan bentuk wisata lain yakni wisata Candi Prambanan di daerah Yogyakarta yang digunakan sebagai basis komoditas produk ini dipentaskan.

Sumber Koleksi DepBUd PAr Gb. 6.4 Kemasan Tari Gambyong, Kemasan Wayang Orang, Musikal Gamelan berbentuk Uyon - uyon

4. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Jawa Timur

Ada dua seni kemasan pertunjukanwisata yang representatif dijadikan kemasan wisata di Jawa Timur yakni Tari Jejer Gandrung dan Jaran Goyang. Tari Jejer Gandrung merupakan tarian selamat datang. Pertunjukannya dilakukan pada upacara pernikahan, penerimaan tamu terhormat, dan acara - acara di lokasi wisata di berbagai belahan Jawa Timur. Pertunjukannya sangat menarik, singkat, padat koreografis. Kemasan tarian ini sangat memungkinkan untuk produk seni wisata, karena mudah dicerna, penonton dapat merespons tarian tersebut secara mudah dan komunikatif. Tari Jaran Goyang merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan pria yang di tolak cintanya oleh seorang gadis. Berkat aji pengasihan yang dimiliki berupa Jaran Goyang, gadis tersebut dapat bertekuk lutut dan mau menerima cintanya. Peristiwa pertunjukan tarian ini pada dasarnya di kemas sesuai konsumsi seni wisata. Nilai jual dan nilai pemenuhan penghidupan standar kualitas pelaku seni sedikit lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.

5. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Bali

Dalam mengajukan beberapa seni wisata dari Pulau Dewata ini, banyak tari - tarian dari Pulau Bali ini telah di kemas sebagai kemasan wisata. Standar kualitas dan nilai jualnya cukup representatif untuk digunakan memenuhi kualitas penghidupan pelaku seninya. Tari Pendet, Tari Tenun, Tari Baris, Tari Rangde, dan lain - lain telah di identifikasi memenuhi standar kemasan. Sasaran pementasan kemasan wisata tari - tarian di atas telah dipentaskan di berbagai hotel, mal, lokasi wisata baik di Bali maupun di berbagai daerah di Indonesia. Ada rumor yang menyiratkan bahwa Bali merupakan representasi Indonesia. Dengan kondisi tersebut sangat menguntungkan Bali, bahwa secara eksplisit di akui bahwa Bali di kenal sebagai Indonesia. Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar, pertunjukan tari - tarian Bali lebih proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari - tarian bali dan konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak diakui oleh turis atau wisatawan dari mancanegara.

Peristiwa pertunjukan tari - tarian dari Bali pada dasarnya di kemas sesuai konsumsi seni wisata. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni lebih diatas rata - rata lebih baik dibandingkan beberapa seni wisata di banyak daerah di wilayah Indonesia. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya telah lebih baik dibandingkan seni wisata lainnya.

6. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Barat

Dilihat dari komoditas yang telah dikembangkan di Sumatra Barat dalam hubungannya dengan kemasan wisata yang ada dan berkembang di pasar adalah pertunjukan Tari Piring dan Tari Rantak Kudo lebih proporsional menjadi standar kualitas nilai seninya, kedua tari tersebut telah banyak diakui oleh banyak kalangan bahwa tari - tarian tersebut memenuhi standar kualitas nilai seni dan kuantitas pengakuan dari turis atau wisatawan dari mancanegara. Para wisman apabila disuguhi tari - tarian tersebut terutama di wilayah Minangkabau, merasa menjadi bagian dari tatanan di dalamnya. Pementasan yang berdurasi singkat, menarik, dan memenuhi harapan di akui sebagai kemasan wisata yang dapat menjadi ciri dan corak ragam budaya Minangkabau.

Pertunjukan tari - tarian dari Sumatra Barat pada di kemas sesuai konsumsi produk seni wisata. Nilai jual ke dua tarian ini mampu memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan pelaku seni terutama dalam rangka memenuhi standar kualitas kehidupannya. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu digunakan sebagai maskot wisata Minangkabau secara proporsional.

7. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Sumatra Utara

Komoditas Tari Tor - tor yang berkembang di pasar mampu digunakan sebagai seni pertunjukan wisata di daerah Sumatra Utara. Tari - tarian asal Sumatra Utara berkiblat pada Tari Tor - tor. Tarian ini secara proporsional menjadi sandaran pelaku seni yang membidangi tari - tarian Sumatra Utara. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak di akui oleh turis atau wisatawan dari manca negara yang berkunjung dan menikmati wisata seni di Sumatra Utara.

Pertunjukan Tari Tor - tor dari Sumut di kemas padat, singkat, dan menarik sesuai konsumsi seni wisata. Nilai jual untuk memenuhi standar kualitas pemenuhan penghidupan dan nilai jual belinya masih di bawah standar kualitas yang diharapkan. Upaya memenuhi standar kualitas pelaku seni masih terasa jauh dari harapan. Dengan demikian untuk menjadi sandaran bagi pelaku seni dan produk wisata di Indonesia secara maksimal masih perlu penangangan serius dalam upaya peningkatan agar seperti seni wisata lainnya di Indonesia.

8. Bentuk Seni Pertunjukan Khas Aceh

Dilihat dari komoditas yang berkembang di pasar, pertunjukan tari - tarian Aceh berada nomor dua pengakuannya untuk seni wisata Indonesia setelah Bali. Aceh lebih proporsional menjadi bagian dari Indonesia menyangkut wisata seninya karena harus dan patut di akui bahwa Tari Saman, Tari Saudati menjadi maskon tari - tarian Indonesia bagi wisatawan mancanegara. Upaya peningkatan atas sandaran hidup bagi pelaku seni tari - tarian Aceh cukup significant bagi yang membidangi tari - tarian Aceh. Konsteks nilai jual dan nilai seninya telah banyak di akui oleh turis atau wisatawan dari manca negara bahwa Tari Saman dan Tari Saudati yang terkenal dinamis, atraktif, dan penuh imej menjadikan artistiknya tari tersebut semakin diminati oleh wisatawan untuk selalu menikmati tarian di berbagai acara, waktu, dan kebutuhan hajad yang mampu dilaborasikan oleh tari - tarian tersebut.

Peristiwa pertunjukan kedua tarian Aceh tersebut pada dasarnya cocok sebagai konsumsi seni wisata. Nilai jual dalam rangka memenuhi standar kualitas pelaku seni cukup menjanjikan. Dengan demikian nilai jual dan kualitas seni kemasannya mampu menjamin pelaku seni menekuni seni kemasan wisata tersebut sebagai sandaran hidupnya.

B. Standarisasi Kepenarian

Dalam sejarah perkembangan tari, mempelajari teknik tari merupakan langkah awal seorang penari dalam belajar tari. Dalam berbagai keadaan, mempelajari seni tari baik tradisi maupun nontradisi banyak membantu keterampilannya terutama untuk menjadi penari, sehingga bentuk tari apapun yang diperagakan harus dapat dikuasai dengan baik. Selanjutnya, sikap profesional penguasaan teknik tari bentuk tari - tarian Nusantara yang dipelajari harus dapat dikuasai secara sempurna, sehingga keprofesionalannya menjadi bagian penting dalam kehidupan yang bersangkutan. Ditinjau secara kenyataan, kemampuan dan keterampilan memperagakan tari berdasarkan pada tingkat kesulitan melakukan gerak, adaptasi budaya tarian tersebut dan kesanggupan melakukan pendekatan budayanya menjadi indikator pemahaman spesifikasi tarian dalam kaitannya dengan wiraga, wirama dan wirasa tari.

Profesionalisme yang bersangkutan dapat tercermin secara jelas oleh penari pada saat memperagakan tari secara terampil dan luwes. Faktor kepenarian yang berkembang dewasa ini, telah di rujuk menjadi salah satu bentuk kompetensi tari. Sikap profesional dalam menunjukan kemampuan menari yang diberi judul standarisasi kepenarian. Beberapa kompentensi mengenai profesional kepenarian yang telah di standarisasi dinyatakan dalam tahapan kemampuan menari secara profesional yang dapat ditunjukan oleh seseorang yang telah menduduki level profesional dalam jenis tari mancadaerah di Indonesia.

Tahap - tahap akreditasi telah ditetapkan, secara aklamasi disetujui bahwa bentuk performa kepenarian yang telah dilaksanakan di bawah ini ada beberapa tarian dari mancadaerah di Indonesia yang mendapat sertifikasi pada masing - masing daerah dengan melalui tahap - tahap penyusunan kompetensi, penetapan profesionalisme, seminar daerah, seminar nasional hingga ditetapkan menjadi level kepenarian maka daerah yang telah mendapat standarisasi kepenarian berhubungan dengan beberapa tarian dan jenis tari yang disertifikasikan terdiri dari beberapa daerah adalah sebagai berikut dapat disebutkan di bawah ini.

C. Standar Kompetensi

Pada daerah lain di Indonesia masih banyak daerah yang belum di gali dan dilakukan klarifikasi. Berbagai kemungkinan yang ada, standar yang dikembangkan untuk daerah lain di Indonesia menunggu rekomendasi yang harus dilakukan secara lebih lanjut terutama menyangkut eksisnya tarian dalam hubungan standar kepenarian yang diharapkan.

Dengan demikian perlu di gali kemungkinan dan celah yang harus dipersiapkan yang dapat di cari menyangkut standar kepenarian yang akan dibakukan. Unsur yang dapat di gali secara mendalam dan standar ukur yang dapat diterapkan hubungannya dengan tingkat kemampuan dan profesional kepenarian masing - masing wilayah secara proporsional untuk menjadi bahan pekerjaan yang dipertimbangkan. Sebagai apresiasi tentang standar kepenarian yang telah dikembangkan dari beberapa daerah di bawah ini dikemukakan standar kepenarian yang dapat dicontohkan:

Unit Kompetensi
Kode dan nomor urut tarian dalam standar kepenarian
Judul Unit
Nama Tari
Deskripsi Unit
Kriteria tari yang diujikan dan bentuk tarinya
Elemen Tari
Indikator pengujian kompetensi
Syaratan Unjuk Kerja
Ketentuan yang harus dipenuhi untuk melakukan uji
Panduan Penilaian
Ketentuan diuji, Aspek Kritis jadi pedoman utama
Kompetensi Kunci
Telah ditetapkan dalam standar kepenarian
Level
Uji diterminasi dalam level kepenarian


Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Surakarta

Kode Unit

SKA.TPI.001(1)A

Judul Unit

Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula

Sub Kompetensi

Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya) Putri

Kriteria Unjuk Kerja

  • Diperagakannya secara tepat dan benar pola - pola gerak tayungan (Rantaya) putri :
  1. trapsilantaya
  2. sembahan sila
  3. sembahan jengkeng, tancep
  4. sabetan
  5. lumaksana lembehan kanan
  6. negigel
  7. lumaksana nayung
  8. lumaksana ridong sampur
  9. sindet kiri
  10. lumaksana ukel karna
  11. ombak banyu srisig
  12. sekaran laras sawit
  13. sekaran lembehan
  14. sekaran engkyek
  15. nikelwarti

Persyaratan Unjuk Kerja

  • Tersedianya ruangan yang cukup luas untuk menari, biasanya tayungan putri dilakukan dengan mengitari ruangan yang luas atau pendhapa
  • Iringan untuk menari telah dipersiapkan dengan baik, dalam bentuk rekaman audio atau iringan gamelan secara langsung (live)
  • Busana tari yang diperlukan biasanya menggunakan kain serta sampur

Acuan Penilaian

  • Dalam menarikan tayungan putri di tuntut wiraga yang berkaitan dengan sikap dasar tari (adeg) dan sikap laku tari (patrap) serta dapat melakukan teknik - teknik gerak, baik teknik gerak kaki, tubuh tangan, dan kepala, serta pandangan mata (polatan) secara tepat
  • Dalam melakukan tari juga diperlukan pemahaman irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari yang sesuai sehingaga dapat melakukan seleh gerak sesuai dengan selehgendhing
  • Dalam menari perlu pula menghayati karakteristik ragam - ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter tari yang dilakukan
  • Hafal susunan ragam - ragam gerak tari yang dibawakan baik dalam bentuk maupun dalam teknik serta menghayati ragam - ragam gerak tari dalam kadar yang ringan

Kode Unit

SKA.TPI.002(1)

Judul Unit

Menarikan Tari Kukila Tingkat 1/Pemula

Sub Kompetensi

Tari Kukila adalah tari tunggal putri yang memiliki perbendaharaan gerak yang menggambarkan gerak - gerak binatang dalam hal ini burung Kukila yang lincah, gerak - gerak itu merupakan gerak representataif (wadhag), dengan penguasaan unsur wiraga, yang telah didukung oleh unsur wirama dan wirasa dalam kadar ringan.

Kriteria Unjuk Kerja

Menarikan Kukila
  1. Mampu menarikan bagian Maju Beksan (Iringan Lancaran Rena-Rena)
  2. Mampu menarian Bagian Beksan I (Iringan Irama II)
  • Diperagakannya secara tepat dan benar pola - pola gerak:
  1. srisig
  2. ulap=ulap tawing kiri-kanan
  3. ulap-ulap tawing kanan-kiri
  4. Diperagakannya secara tepat dan benar pola-pola gerak:
  5. asta rimang, nacah, srisig
  6. kebyok kanan, menthong srisig mundur
  7. srampang, tawing kanan, srisig dilanjtukan tawing kiri, lembehan 2x, srisig
  8. agem Bali kiri-kanan, menthong mundur
  9. srisig nacah ngusap cucuk 4x
  10. malangkerik lenggut 3x, srisig
  11. lampah sunda
  12. ngelus cucuk gedheg 4x
  13. rimong, entrakan 4x
  14. nacah tawing lenggut 2x, srisig
  • Diperagakannya secara tepat dan benar pola - pola gerak:
  1. srisig samberan (kebyok-kebyok)
  2. srisig maju
  3. srampang mundur
  4. srisig kanan, srisig kiri, seling mecut 3x, srisig kanan
  5. Mampu menarian Bagian Beksan II (Iringan Lancaran)

Persyaratan Unjuk Kerja

  • Tersedianya arena pentas yang cukup luas untuk manri, mengingat gerak yang dilakukan lebih banyak pada gerakgerak berpindah tempat
  • Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan baik dalam bentuk rekaman kset atau CD yang disiapkan untuk mengiringi tari ini
  • Menggunakan busana Tari Kukila yang didisain tidak menganggu gerak penari serta untuk mendukung karakter tari

Acuan Penilaian

  • Dalam menari Tari Kukila masih menekankan pada unsur wiraga yang lebih menunjuki pada penguasaan bentuk dan teknik, terutama ketepatan melakukan teknik - teknik gerak, baik teknik gerak kaki, tubuh, tangan, dan kepala, serta pandangan mata (polatan)
  • Dalam hal wirama menekankan pada ketepatan melakukan irama gerak dengan irama iringan atau karawitan tari atau ketepatan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing
  • Wirasa yang ingin di capai adalah gerak - gerak burung Kukila yang lincah melalui penghayatan karakteristik ragam - ragam gerak tari sesuai dengan irama gendhing dan karakter Tari Kukila
  • Hafal seluruh pola gerak dan melakukannya secara urut sesuai dengan susunan Tari Kukila

Kode Unit

SKA.TPG.003(3)A

Judul Unit :

Sub Kompetensi :

Menarikan Klana Topeng
  • Mampu menarikan Bagian Maju Beksan (Gend.Bendrong Laras Pelog Pathet Nem)
  • Mampu menarikan Bagian Maju Gawang (Gend.Laiwung Laras Pelog Pathet Nem)
  • Mampu Menarikan Bagian Beksan (Gend.Pucung Rubuh Laras Pelog Pathet Nem)(Gend.Bendrang Laras Pelog Pathet Nem)
  • Mampu menarikan Bagian Kiprahan (Gend.Bendrong Laras Pelog Pathet Nem)
  • Mampu menarikan Bagian Gambyongan (Gend. Eling-Eling Laras Pelog Pathet Nem)
  • Mampu menarikan Bagian Mundur Gawangn (Sampak Laras Pelog Pathet Nem)
  • Tari Klana Topeng adalah tari tunggal putra gagah yang memerankan tokoh Klana Sewandana yang menggunakan poperti topeng memiliki ragam gerak sangat kaya, juga berbagai variasi suasana, termasuk karawtian tarinya.

Pada tingkat ini berkaitan dengan penguasaan Hastha Sawanda serta memenuhi konsep sengguh, mungguh, dan lungguh

Kriteria Unjuk Kerja :

Dihayati dan dijiwainya pola - pola gerak
  • jengkeng
  • nikelwarti
  • sembahan
Dihayati dan dijiwainya pola - pola gerak
  • ambil topeng, berdiri, memaki topeng, pacak jangga
  • ulap-ulap kiri, trecet, obah bahu, pacak jangga
  • lumaksana 4x, besut, tanjak miring kanan
  • seblak sampur kiri ulap-ulap kiri
  • glebag kanan kebyok sampur kanan, kiri kebyok
  • ulap-ulap kiri, trecet, obah bahu, pacak jangga
  • lumaksana ombak banyu, srisig, besut, tanjak kanan
Dihayati dan dijiwainya pola - pola gerak
  • kedua tangan malangkerik, ogek lambung
  • ukel miwir busana, genjot
  • mlintir brengos 3x, ngracik, genjot, tanjak kanan
  • lumaksana 3x, besut, tanjak
  • ogek lambung, genjot
  • sabetan, pondhongan, besut, tanjak
  • lumaksana malangkerik
  • pondhongan, besut, menthang kiri
  • ogekan, besut, lumaksana
  • besut, tanjak bapang, kebat nogowangsul
  • bopongan, lumaksana jajag, ombak banyu, besut, tanjak
Dihayati dan dijiwainya pola - pola gerak
  • ogek lambung, ngigel jangga, entragan
  • trap jamang, lombo ngracik, entragan
  • ngelus bara, entragan
  • tumpang tali, ngracik, entragan
  • ngracut, ulap-ulap kanan, pondhongan maju, srisig mundur, besut tancep
Dihayati dan dijiwainya pola - pola gerak
  • Kengser, panggel, batangan
  • Ogekan lambung, tawing, kengser ukel karna
  • Laku telu, nacah
  • Kebyok, srisig, tanjak
  • Entragan kanan, ulap-ulap kiri, nubruk
  • Lampah mundur, besut tanjak, entragan
  • Pondhongan maju, mundur, besut, tancep
Dihayati dan dijiwainya pola - pola gerak
  • Kirig, capeng, cancut
  • Ombak banyu, srisig, besut tanjak
  • Nikelwarti, jengkeng
  • Sembahan, gedheg

Persyaratan Unjuk Kerja

  • Tersedianya arena pentas atau ruangan yang digunakan untuk menari
  • Tersedianya gendhing iringan tari yang digunakan, baik rekaman kaset atau CD atau penyajian gamelan secara langsung (live)
  • Tersedianya peralatan yang penting yaitu: topeng dengan bantuk tertentu sesuai dengan karakter perannya
  • Tersedianya dan dipakainya busana dan rias Tari Klana
  • Topeng untuk mendukung karakter tari yang disajikan

Acuan Penilaian

  • Ketepatan melakukan teknik - teknik gerak, baik teknik gerak tubuh, tungkai, kaki, tangan dan kepala
  • Ketepatan melakukan teknik gerak kaki untuk perlaihan gerak dan berpindah tempat
  • Ketepatan melakukan arah pandangan mata (polatan)
  • Harmonisasi antara gerak penari dengan iringan musik
  • Keluwesan gerak yang dilakukan secara mengalir dan alus
  • Pengembangan variasi gerak sebagai ekspresi diri penari yang sesuai dengan karakter yang diperagakan
  • Penguasan terhadap irama gerak dengan iringan atau karawatian tari
  • Penguasaan melakukan seleh gerak sesuai dengan seleh gendhing
  • Memiliki kemampuan dalam menggarap ruang, pola lantai, dan gawang sehingga pertunjukan tarinya terasa lebih hidup
  • Memiliki kemampuan menginterpretasikan karakter tari yang disajikan dan menerapkannya dalam pertunjukan tari
  • Menjiwai secara menyeluruh karakter tari yang disajikan

Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa

Yogyakarta
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit :
1.3 Sub Kompetensi :
Tari Golek adalah tari yang merupakan bentuk repertoar tari tunggal yang pada dasarnya didukung oleh satu orang penari, meskipun bias pula dibawakan lebih dari satu penari. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan) meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh.
Menarikan tari Golek,
• Mampu menarikan bagian Maju Beksan,
• Mampu menarikan beksan pokok
• Mampu menarikan bagian Mundur Beksan
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
(1) Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu:
• Sembahan silo.
• Kapang-kapang encot,
• Kicat cangkol udhet,
• Nyamber kanan,
• Sembahan jengkeng,
(2) Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu:
• Sembahan silo,
• Ngguddha kiri panjang,
• Cathok udhet majeng mundur,
• Muryani busana (Ulap-ulap, tasikan, atrap jamang)
• Lampah semang ngembat astha,
• Nyamber kanan,
• Kicat ngilo rangkep,
• Kicat mandhe udhet ngarcik,
• Lampah kipat udhet,
• Lampah atur-atur,
• Kengser,
• Tinting,
• Pendhapan,
• Muryani busana (ukel astha, atrap sumping, embat-embat),
• Nggudha kiri,
• Ongkek panggel,
(3) Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu:
• Kapang-kapang encot,
• Nyamber kanan,
• Sendi mapan jengkeng,
• Sembahan jengkeng,
1.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar)
1.6 Acuan Penilaian
• Tari Golek dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan peragaan yang tepat /hafalan dan teknik gerak dari sikap dan pola-pola gerak Tari Golek,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• tari Golek untuk tingkat I /pemula ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola
gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
2.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
2.2 Judul Unit :
2.3 Sub Kompetensi :
Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang, dan beberapa variasi muryani busana. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan)
meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh. Menarikan tari Klana Alus,
• Mampu menarikan bagian Maju Gendhing,
• Mampu menarikan bagian Nglana
• Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing
2.4 Kriteria Unjuk Kerja :
Diperagakannya secara tepat dan benar (1) Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu:
• Sembahan silo dan jengkeng.
• Sabetan,
• Kalangkinantang Alus,
• Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik,
• Miling-miling lamba ngracik
• Ethung-ethung lamba ngracik,
(2) Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu:
• Engkrang,
• Keplok astha,
• Usap rawis,
• Miwir rekma,
• Lembehan,
• Atur-atur,
• Menjangan Ranggah,
• Sekar suwun,
• Pendhapan,
• Nyamber, Wedhi kengser
(3) Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu:
• Ngilo,
• Kagok kalangkinantang,
• Tayungan miring,
• Ombak banyu,
• Nyandhak minger balik,
• Ukel jengkeng,
2.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
2.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yangdari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
3.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
3.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
3.3 Sub Kompetensi :
Tari Klana Alus adalah bentuk repertoar tari tunggal putra yang secara representative menampilkan tari pokok Kalangkinantang alus(kagok Kalangkinantang) engkrang, dan beberapa variasi muryani busana. Tarian ini dilakukan dengan penguasaan wiraga gerak dan teknik gerak) yang telah dilengkapi dengan unsure wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan)
meskipun belum pada keluluhan yang menyeluruh.
Menarikan tari Klana Alus,
• Mampu menarikan bagian Maju Gendhing,
• Mampu menarikan bagian Nglana
• Mampu menarikan bagian Mundur Gendhing
3.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
91) Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam maju beksan tari Golek yaitu:
o Sembahan silo dan jengkeng.
o Sabetan,
o Kalangkinantang Alus,
o Ulap-ulap miring dan ulap-ulap methok lamba ngracik,
o Miling-miling lamba ngracik
• Ethung-ethung lamba ngracik,
(2) Diperagakannya secara tepat gerak yang digunakan dalam beksan pokok tari Golek yaitu:
• Engkrang,
• Keplok astha,
• Usap rawis,
• Miwir rekma,
• Lembehan,
• Atur-atur,
• Menjangan Ranggah,
• Sekar suwun,
• Pendhapan,
• Nyamber, Wedhi kengser
(3) Diperagakannya dengan tepat gerak yang digunakan dalam mundur beksan tari Golek yaitu:
o Ngilo,
o Kagok kalangkinantang,
o Tayungan miring,
o Ombak banyu,
o Nyandhak minger balik,
o Ukel jengkeng,
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
3. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Jawa
Barat
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
1.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
1.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
2.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
2.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
2.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
2.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
2.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yangvdimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
2.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
3.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
3.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
3.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
3.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
1.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan
pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
4. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Jawa Timur
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
1.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar), 1.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
2.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
2.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
2.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
2.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
2.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
2.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
3.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
3.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
3.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
3.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang
dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
5. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Bali
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Memperagakan Sikap Tubuh dan Gerak-gerak Dasar Tari Bali Putra
• Mampu memperagakan Bagian Gerak-gerak Dasar
• Mampu memperagakan Bagian Ragam-ragam Gerak
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
• Dapat melakukan dengan benar siakp-sikap dasar Tari Bali putra yang meliputi:
• posisi kaki
• tapak sirang
• kembang kanan
• agem kanan
• agem kiri
• jari kaki ditekuk ke atas
• sikap badan
• perut dikempiskan/dikencangkan
• dada dibusungkan/ditekan ke atas
• posisi tangan
o posisi tangan agem kanan
o posisi tangan agem kiri
o telapak tangan dan jari tangan ditekuk kebelakang
• posisi kepala
• posisi kepala tegak
• pandangan lurus ke depan atau nuek
• sikap mata
• biasa atau normal
• terbuka lebar (nelik atau nyelik
• terbuka biasa dengan pandangan tajam (nyureng)
• terbuka lebar dan berputar-putar (dileh-dileh)
• Dapat dilakukannya gerak-gerak dasar untuk
• kaki
• majalan tindak-tindak
• goyal-goyal
• malpal
• milpil
• nyaregseg
• nyigcig/ngicig
• miles dan ngiser
• glatik mapah
• nyilat
• nglangsut
• nayog
• makirig udang
• tangan
• girahan
• ngeletik
• ulap-ulap
• nuding
• nabdab karna
• nabdab gelung
• nabdab pinggel
• nepuk dada
• nyigug
• leher
• kipekan
• gulu wangsul
• nyegut
• ngileg
• gerakan mata
• nyaledet
• nyarere
• ngaliyer
• nyureng
• mendra
• nguler
• Dapat dilakukan dengan banar gerak-gerak Agem/ngagem
• Agem pokok
􀂃 agem kanan dan agem kiri
􀂃 ulap-ulap, agem wula ngawa sari, ngraja singa, ngembat, mentang laras, nepuk dada, nyigug, dan ngrajeg
• tandang
􀂃 dapat dilakukannya gerakan berjalan biasa (majalan), berjalan pelan mengayun (gayal-gayal),berjalan cepat dan berat (malpal), berjalan cepat dan ringan (milpil), melangkah dengan ceat ke samping dalam langkah pendek-pendek atau nyaregseg, berlari ringan dengan langkah tidak beraturan (nyigcig/ngicig)
􀂃 bisa diragakannya berbagai kombinasi gerak seperti glatik mapah, nyilat, nglangsut, nayog, makiring udang
• tangkis
o Dapat dilakukannya variasi gerakan tangan nabdab karna, nabdab gelung, nabdab pinggel, nepuk dada, nyigug dan ngombak
• tangkep
• bisa diperlihatkannya ekspresi muka senang, (makenyem/makenyung), marah (nyelik/nelik), terkejut (makesiab), sedih (sedih), jatuh cinta (ngaras), nyarere
1.5 Persyaratan Unjuk Kerja:
• Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini
• Tersedianya musik iringan, baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup
1.6 Acuan Penilaian :
• Hafal dan dapat melakukan semua sikap tubuh serta gerakgerak dasar tari Bali putra yang dtelah diuraikan di atas, secara baik dan benar
• Bisa melakukan semua sikap tubuh dan gerak-gerak dasar yang telah disebutkan di atas sesuai dengan wiraga, wirama, wirasa serta dengan patokan agem, tandang, tangkis dan tangkep tari Bali putra
2.1 Kode Unit :
2.2 Judul Unit :
2.3 Sub Kompetensi :
Tari Topeng Keras adalah satu tarian putra (tunggal) memakai topeng, dengan perbendaharaan gerak yang sederhana tetapi membutuhkan kemampuan penari untuk menyesuaikan gerak dengan ekspresi topeng. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai pembuka (penglembar) dari pertunjukan drama tari topeng, dilakukan dengan penekanan pada penguasaan terhadap jalinan wiraga dan wirama yang didukung kesadasan dan kepahaman akan wirasa Menarikan Tari Topeng Keras • Mampu menarikan Bagian Mungkah lawang 
• Mampu menarikan Bagian Nayog
• Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang ngalih pajeng
• Mampu menarikan Bagian Gayal-gayal
• Mampu menarikan Bagian Ngawjang
• Mampu menarikan Bagian Ngopak lantang penyuwud
2.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini:
• Mungkah langse
• ngagem
• miles
• nabdab kampuh
• nyegut
• ngangsel
• ngeseh bawak
Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini:
• pajalan
• pajaib
• ngagem kana-kiri
• nyeledet
• ulap-ulap
• nabdab gelung
• nepuk dada
• nyogok
Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini:
• ngelier
• malincer dengan langkah milpil
• gelatik nuut papah
• ngigelang pajeng
• malpal
Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini:
• tindak-tindak
• oyog-oyog
Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini:
• matetanganan
• nyingsing kampuh
Diperagakan dengan elah tepat dan serasi ragam gerak pokok yang ada pada bagian ini:
• nulih kuri
• nyaregseg
2.5 Persyaratan Unjuk Kerja:
• Ada ruangan yang mencukupi (4 m x 4m) untuk memperagakan tarian ini
• Tersedianya musik iringan, baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup
• Ada busana Tari Topeng Keras, Topeng Dedeling yang akan dikenakan beserta kebutuhan tata riasnya
2.6 Acuan Penilaian :
• Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Topeng Keras
• Ketepatan dan keterampilan menarikan keenam bagian yang ada dalam struktur Tari Topeng Keras (mungkah lawang, nayog, ngopak lantang ngalih pajeng, gayal-gayal, ngawejang, dan ngopak lantang panyuwud)
• Keterampilan dalam membawakan Tari Topeng Keras kesesuaiannya dengan penguasaan jalinan wiraga dan wirama yang baik serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem, tandang dan tangkep
• Keterampilan bergerak secara elah (ketepatan teknik dan kesesuaiannya dengan irama musik iringan tari serta karakter topeng yang dipakai) dan penguasaanya di atas pentas
3.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
3.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
3.3 Sub Kompetensi :
Tari Condong Legong Kraton adalah sebuah tarian klasik Bali untuk putri, yang memiliki perbendaharaan gerak yang lengkap dan rumit yangsangat dibutuhkan untuk mendasari keterampilan dalam melakukan semua tari putri dan bebancilan, dilakukan dengan penekanan kemampuan pada penguasaan wiraga yang didukung pemahaman/kesadaran akan wirama dan wirasa
Menarikan Tari Condong Legong Kraton
• Mampu menarikan Bagian Pertama (Papesan)
• Mampu menarikan Bagian Kedua Kidang rebut muring/ngalih pajeng/ngosok bunga
• Mampu menarikan Bagian Ketiga Ngigelang kepet
• Mampu menarikan Bagian Keempat Petangkilan
3.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerak-gerak:
• mungkah lawang
• ngagem
• ngegol
• ngelo
• tangkep
• ngenjet
• ngenjet pala
• nyaregseg
• Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerak-gerak:
• ngumbang
• kidang rebut muring
Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerak-gerak:
• nyemak kepet
• mehbeh ngelilit
• lelasan megat yeh
• ngepik
• ngumbang
Dapat diperagakan dengan baik dan benar gerak-gerak:
• ulap-ulap
• ngenjet ngirig
• ngumbang
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja:
• Ada ruangan yang mencukupi (4m x 4m) untuk memperagakan tarian ini
• Tersedianya musik iringan baik dalam bentuk rekaman maupun gamelan hidup
• Ada busana Tari Legong Kraton, kipas, beserta kebutuhan tata riasnya
3.6 Acuan Penilaian :
• Kemampuan dan keterampilan dalam memakai tata rias (make-uup) dan tata busana Tari Condong Legong Kraton
• Ketepatan dan keterampilan menarikan keempat bagian yang ada dalam struktur Tari Condong Legong Kraton (papeson, kidang rebut muring, ngigelang kepet, nangkil) dengan ragamragam gerak yang ada pada Tari condong Legong Kraton
• Keterampilan dalam membawakan Tari Condong Legong Kraton dengan wiraga dan wirama yang benar serta didukung pemahaman wirasa sesuai dengan patokan agem, tandang dan tangkep, juga pola keruangannya di atas pentas
• Kemampuan menari sesuai pemahaman terhadap karakter condong dan struktur musik Condong Legong Kraton
6. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sulawesi
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
7. Standar Kompetensi Kepenarian Tari Sumatra Barat
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan , 
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya) PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap
dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.
1.1 Kode Unit : SKA.TPI.001(1)A
1.2 Judul Unit : Menarikan Tayungan (Rantaya)
PutriTingkat 1/Pemula
1.3 Sub Kompetensi : Menarikan Rantaya Putri Mampu menarikan Tayungan (Rantaya)Putri
1.4 Kriteria Unjuk Kerja : Diperagakannya secara tepat dan benar
3.5 Persyaratan Unjuk Kerja
• Untuk menunjukan tarian dibutuhkan ruang yang mencukupi(sekitar 9 X 12 M)
• Adanya alat untuk memainkan musik (rekaman) kaset /CD yang bisa digunakan untuk untuk mengiringi tarian, atau dengan seperangkat alat musik Gamelan lengkap yang dimainkan secara langsung.
• Tempat rias untuk penari memakai kostum lengkap (yang bisa dibebankan untuk dibawanya sendiri atau disediakan dengan kelengkapan yang standar),
3.6 Acuan Penilaian
• Tari Klana Alus dapat dipertunjukan secara utuh dan lengkap dengan tat arias, busana dan iringan ,
• Bisa memakai kostum tari dan atau kain, kebaya secara benar,
• Bisa menunjukan keluwesan dan keselarasan peragaan yang dari sikap dan pola-pola gerak Tari Klana Alus,
• Menunjukan pemahaman terhadap pola struktur iringan tari dan penguasaan ruang pentas,
• Tari Klana Alus untuk tingkat 2 /Muda ini menitikberatkan pada penguasaan aspek wiraga, dimana ketiga bagian di atas dapat ditarikan secara tepat dan benar sesuai dengan polapola gerak yang telah ditetapkan, tetapi telah didukung oleh pemahaman wirama (ketepatan irama) dan wirasa (penjiwaan yang berlaku bagi tarian ini.

</div>

</div> </div>

</div> </div>

</div>

</div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div>
</div> </div>

Beri Penilaian

Rating : 1.5/5 (2 votes cast)


Peralatan pribadi