BAB VI.PROTISTA

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

         Pada awalnya makhluk hidup yang ada di bumi dikelompokkan oleh Aristoteles menjadi dua kingdom, yaitu kingdom Plantae (tumbuhan) dan Kingdom Animalia (hewan). Dalam pengelompokan tersebut, hewan dikelompokkan berdasarkan tempat hidupnya (darat, air, dan udara), sedangkan tumbuhan dikelompokkan berdasarkan strukturnya (herba, semak, dan pohon).

        Ditemukannya mikroskop dan dunia mikroorganisme mendorong para ahli untuk memperbaiki pengelompokan tersebut. Sebagai contoh, apakah Euglena termasuk kelompok hewan atau tumbuhan? Euglene mampu melakukan fotosintesis seperti tumbuhan, dan mampu bergerak seperti hewan. Oleh karena itu perlu adanya kingdom ketiga, yaitu Protista (diperkenalkan Ernst Haeckel, biolog Jerman, pada tahun1886).

        Protista merupakan makhluk hidup eukariotik uniseluler atau multiseluler. Protista belum memiliki diferensiasi jaringan. Berdasarkan kemiripan ciri-cirinya dengan hewan, tumbuhan, dan jamur dalam memperoleh nutrisinya, Protista dibedakan menjadi tiga subkingdom, yaitu subkingdom Protozoa (protista mirip hewan), subkingdom Algae (protista mirip tumbuhan), dan subkingdom Myxomycotina (jamur lendir).
                                                                              Standar Kompetensi
                                        Mengidentifikasi mikroorganisme dan peranannya bagi kehidupan.
                                                                              Kompetensi Dasar
                                     6.1. Mengidentifikasi ciri, sifat, dan keragaman protista (protozoa),
                                            (algae), dan myxomycophyta.
                                      6.2. Mengidentifikasi peranan protista (protozoa), algae, dan
                                             myxomycophyta dalam bidang pertanian

   Tujuan Pembelajaran
   Setelah mempelajari Mikroorganisme dan Peranannya, kalian diharapkan dapat:
• Mengidentifikasi protista (protozoa, algae, dan myxomycophyta) dengan pengamatan morfologi dan anatomi serta        

   penafsiran gambar.
• Mendeskripsikan perbedaan protozoa, algae, dan myxomycophyta.

• Mengkomunikasikan peranan protista dalam bidang pertanian dan dalam kehidupan sehari-hari.
   Kata-Kata Kunci
   Skizogoni                           Plantae
   Diatomae                           Reseptakulum
   Epiteka                               Sitoplasma
   Sporulasi                            Stigma
   Pirenoid                              Zigospora
   Flagel                                 Zoospora
   Hipoteka                             Protozoa
   Algae                                  Sitostoma
   Sporogoni                          Ciliata
   Rhizopodia                         Mastigophora
6.1. Ciri, sifat, dan keragaman
6.3.1. Ciri dan sifat protista
          Protista terbagai atas 3 kelompok, yaitu protozoa, algae dan myxomycetes.
A. Protozoa
    Protozoa merupakan protista uniseluler yang bergerak dan mendapatkan makanan seperti hewan. Protozoa hidup di air tawar, laut, tanah, bahkan didalam tubuh makhluk hidup lain. Sebagian besar hidup bebas, sedangkan lainnya adalah parasit. Dalam ekosistem perairan, protozoa hidup bebas sebagai zooplankton, maupun sebagai zoobentos. Protozoa parasit sering mengakibatkan penyakit serius pada manusia, misalnya malaria, disentri, dan giardiasis. Berdasarkan alat geraknya, Protozoa dibedakan menjadi empat filum, yaitu Rhizopoda, Mastigophora, Ciliata, dan Sporozoa.

                                         (Brock Biology of microorganisms, 2006) Gambar 6.1. Berbagai protozoa.

1. Rhizopoda
    Rhizopoda (Sarcodina) termasuk hewan bersel satu dengan ciriciri, antara lain memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), hidup bebas, ada yang parasit, dan bentuk tubuh tidak tetap. Ada beberapa macam kaki semu, yaitu lobidia (dengan ujung tumpul), filofidia (halus dan ujung meruncing), dan aksopodia (teratur dari satu titik pusat).
    Contoh Rhizopoda, antara lain Amobea proteus, hidup bebas dalam perairan tawar yang kaya bahan organik; Entamoeba histolytica, penyebab disentri amoeba (amoebiasis), hidupnya dalam usus halus manusia dan merusak jaringan darah atau getah bening; Entamoeba gingivalis, dapat merusak gigi; Entamoeba coli, dapat membantu membusukkan makanan dan membentuk vitamin k; Arcella sp, hidup di air tawar, memiliki kerangka dari zat kitin;
Difflugia sp, hidup di air tawar, tubuhnya di tempeli pasir; Foraminifera sp, hidup di laut sebagai indikator adanya minyak bumi; dan Radiolaria sp, hidup di laut sebagai bahan penggosok.

2. Mastigophora
    Ciri-ciri Mastigophora (Flagellata), yaitu mempunyai flagel (bulu cambuk) sebagai alat gerak. Beberapa Mastigophora hidup sebagai parasit atau hidup bebas di habitat air laut dan air tawar. Permukaan tubuhnya dilapisi oleh kutikula sehingga bentuknya tetap. Mastigophora memiliki dua macam protoplasma, yaitu, ektoplasma (lapisan luar) yang memadat dan lapisan dalam berupa endoplasma yang berwujud agak encer. Mastigophora atau Flagellata terdiri atas
Phytoflagellata dan Zooflagellata.

    Volvox sp (Chlorophyta, phytoflagelata), hidup berkoloni, berbentuk seperti bola dan dilapisi oleh lapisan lendir. Noctiluca miliaris (Dinophyta, zooflagellata), dapat menghasilkan bioluminens sehingga pada malam hari apabila terjadi blooming spesies ini, air laut akan tampak bercahaya. Zooflagellata bersifat heterotrof dan sebagian besar hidup sebagai parasit. Trypanosoma gambiense merupakan salah satu contoh zooflagellata yang menyebabkan penyakit tidur Afrika. Contoh flagellata lainnya adalah Leishmania ropica yang menyebabkan penyakit Leishmaniasis kulit di negaranegara
AsiaTrypanosoma gambiense merupakan salah satu contoh zooflagellata yang menyebabkan penyakit tidur Afrika. Contoh flagellata lainnya adalah Leishmania tropica yang menyebabkan penyakit Leishmaniasis kulit di negara-negara Asia.
                                               Sumber: Brock Biology of microorganisms tahun 2006 Gambar 6.3.

                                                        Flagelata: Giardia (a) dan Trypanosoma dalam sel darah (b).
3. Ciliata
    Ciliata (Infusoria) mempunyai alat gerak berupa silia, (bulu getar). Protozoa ini hidup bebas atau parasit. Bentuk tubuhnya tetap. Cara reproduksinya adalah aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membelah diri dan reproduksi seksual dilakukan dengan cara konjugasi. Contoh Ciliata, antara lain: Paramecium caudatum (hewan sandal), memiliki cara reproduksi unik; Balantidium coli, hidup pada usus besar manusia, penyebab
diare berdarah; Stentor sp dengan bentuk tubuh seperti terompet; Vorticella sp dengan bentuk tubuh seperti lonceng; Didinum sp sebagai peredator di air tawar; dan Stylomychia koloninya berbentuk seperti cakar.

       Perkembangbiakan Paramecium caudatum secara konjugasi adalah sebagai berikut. 

a . Dua Paramecium bersatu melalui lekukan mulut.
b. Masing-masing mikronukleus mengalami meiosis menghasilkan makronukleus haploid.
c. Tiga mikronukleus berdegenerasi.
d. Mikronukleus yang tersisa membelah menjadi dua, tetapi tidak  sama besar; mikronukleus yang lebih kecil  

    dipertukarkan.
e. Dua mikronukleus pada masing-masing Paramecium membelah menjadi satu.
f. Kedua Paramecium memisahkan diri
g. Mikronukleus yang melebur membelah secara mitosis sebanyak tiga kali menghasilkan delapan mikronukleus identik.
h. Mikronukleus menghasilkan degenerasi. Empat mikronukleus lainnya tetap sebagai mikronukleus. Tiga mikronukleus

    berdegenerasi, dan hanya satu mikronukleus yang tinggal.
i. Paramecium membelah sebanyak dua kali untuk mendapatkan paramecium anak.

                                                        Sumber: Brock Biology of microorganisms tahun 2006
                                                     Gambar 6.4 Siliata: Paramecium (kiri) dan Stentor (kanan).
4. Sporozoa
   Sporozoa tidak mempunyai alat gerak. Sporozoa hidup sebagai parasit dan menghasilkan spora (endospora) dalam daur hidupnya. Cara reproduksi sporozoa adalah dengan cara aseksual dan seksual.  aseksual dilakukan dengan pembelahan biner dan skizogoni, sedangkan cara seksual dilakukan dengan sporogoni. Pada penyakit malaria, apakah masa sporulasi pada bebagai jenis penyakit malaria akan selalu sama?

       Contoh anggota Sporozoa adalah Plasmodium yang merupakan penyebab malaria pada manusia. Terdapat empat jenis Plasmodium yang masing-masing yang menyebabkan tipe penyakit malaria yang berbeda. Keempat jenis Plasmodium tersebut adalah Plasmodium falciparum, penyebab malaria tropikana dengan masa sporulasi tidak tentu; Plasmodium vivax, penyebab malaria tertina dengan masa sporulasi 48 jam; Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana dengan masa sporulasi 72 jam; dan Plasmodium ovale, penyebab malaria yang memiliki masa sporulasi hampir sama dengan malaria tertina.

       Reproduksi secara aseksual yang terjadi dalam eritrosit manusia disebut skizogoni dan secara seksual yang terjadi dalam lubang atau dinding usus nyamuk Anopheles, disebut sporogoni. Selain itu, juga terjadi peristiwa yang disebut sporulasi, yaitu fase dimana terjadi pecahnya sel darah merah karena terinfeksi oleh Plasmodium. Keluarnya merozoit-merozoit baru dari eritrosit yang pecah menyebabkan suhu tubuh penderita malaria naik.
        Pemberantasan Plasmodium penyebab malaria dilakukan dengan cara memutus daur hidupnya, yaitu membersihkan lingkungan di sekitar kita yang dapat menjadi sarang nyamuk dengan gerakan 3M (menguras, menimbun, dan membakar). Adapun untuk pencegahan, kalian dapat menggunakan kelambu waktu tidur dan obat atau lotion
anti nyamuk. Sumber:

                                              Sumber: Brock Biology of microorganisms tahun 2006
                                                     Gambar 6.5. Apikompleksan:Plasmodium.
B. Algae (ganggang)
    Algae atau ganggang merupakan makhluk hidup mirip tumbuhan yang termasuk kingdom Protista. Sebagian besar Algae merupakan makhluk hidup uniseluler, sebagian lagi merupakan makhluk hidup multiseluler yang berukuran besar. Algae berbeda dari protozoa karena mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis, seperti tumbuhan. Hal itu karena Algae memiliki klorofil (Gambar 6.2). Namun, Algae berbeda dari tumbuhan karena tidak memiliki diferensiasi jaringan dan tidak memiliki akar, daun,atau batang yang sesungguhnya. Tubuh ganggang disebut talus.

                                                     Sumber: Brock Biology of microorganisms tahun 2006
                                                                   Gambar 6.6. contoh-contoh alga.
          Struktur reproduksinya juga berbeda dari tumbuhan; algae membentuk gamet di dalam terdapat gametangia yang multiseluler. Oleh karena itu, Algae dimasukkan dalam kingdom Protista. Sebagian besar algae memiliki habitat di perairan. Sel-sel Algae mengandung pirenoid, yaitu organ pembentuk dan penyimpanan amilum. Ada empat strukutur tubuh Algae, yaitu uniseluler, koloni, filamentous, dan multiseluler. Berdasarkan dominasi pigmennya,

         Algae dibedakan menjadi enam filum, yaitu Chlorophyta, Phaeophyta, Chrysophyta, Rhodophyta, Euglenophyta,

         dan Pyrophyta.
1. Chlorophyta
    Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan makhluk hidup bersell tunggal atau banyak. Hidup soliter (sendiri), berkoloni (berkelompok) berupa benang bercabang, atau berbentuk lembaran. Habitat di air sebagai plankton, bentos, dan perifiton serta juga dapat hidup di tanah yang basah atau lembab. Reproduksi secara vegetatif berlangsung dengan fragmentasi, yaitu pemutusan bagian tubuh tumbuhan, sedangkan secara generatif berlangsung melalui peleburan dua sel yang disebut konjugasi. Chlorophyta bermacam-macam, ada yang bersel satu tidak dapat bergerak, bersel satu dapat bergerak, berbentuk filamen (benang), dan berbentuk lembaran. Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak, contohnya adalah Chlorococcum, hidup di air tawar dan berkembang biak secara seksual dengan isogami. Isogami adalah penyatuan dua sel kelamin (gamet) yang sama bentuk dan ukurannya. Contoh lain adalah Chlorella yang hidup di air tawar, air laut, dan di tempat-tempat basah. Ciri-cirinya, tubuh berbentuk seperti bola, protoplasma berbentuk seperti mangkuk, dan mengandung protein tinggi sehingga merupakan alternatif sumber makanan baru. Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak, contohnya Chlamydomonas dengan ciri-ciri bersel tunggal (Gambar 6.4). Bentuk bulat dengan 2 flegella, memiliki 1 vakuola, 1 inti, kloroplas, stigma (bintik mata), dan pirenoid yang merupakan pusat pembentukan zat tepung (amilum). Habitat Chlamydomonas adalah di air payau, air laut, dan di tanah. Chlamydomonas berkembang biak dengan cara membelah diri dan konjugasi. Hasil konjugasi Chlamydomonas berupa zigospora. Chloropyhyta berkoloni dapat bergerak, yaitu Volvox globator, memiliki ciri-ciri koloni berbentuk seperti bola berflagel. Habitatnya di air tawar. Dalam koloni diantara sel-sel Volvox globator ada plasmosdesmata, yaitu penghubung antara satu sel dengan sel lain
berupa benang-benang sitoplasma. Chlorophyta berkoloni tidak bergerak, contohnya Hidrodyction dengan ciri-ciri tubuh berbentuk seperti jala. Air tawar merupakan habitat koloni ini. Hidrodyction yang berkembang biak dengan fragmentasi akan membentuk zoospora, sedangkan Hidrodyction berkembang biak dengan konjungsi akan membentuk zigospora.
Chlorophyta berbentuk filamen (benang), contohnya Spirogyra dengan ciri-ciri tubuh berbentuk benang. Spirogyra memiliki kloroplas berbentuk pita melingkar (spiral), habitatnya di air tawar. Berkembang biak dengan fragmentasi dan konjugasi. Contoh lain adalah Oedogonium yang hidup di habitat air tawar. Oedogonium berkembang biak secara vegetatif dengan zoospora berflagel banyak dengan cara generatif dengan penyatuan ovum dan sperma. Apabila sel telur dan sperma berasal dari satu talus disebut homotalus dan apabila berlainan talus disebut heterothalus. Contoh Chlorophyta yang berbentuk lembaran adalah Ulva (selada laut). Habitat makhluk hidup ini di perairan laut maupun
perairan payau yang dangkal dengan cara menempel pada substrat berbatu dengan menggunakan holdfast. Makhluk hidup ini berkembang biak secara vegetatif dengan spora berflagel 4 dan secara generatif dengan membentuk zigospora yang akan lepas menjadi individu baru. Contoh yang lain adalah Chara yang hidup pada habitat air tawar dengan seluruh tuuh terendam air. Chara mempunyai batang dan cabang yang beruas-ruas, pada cabang akan terbentuk oogonium (alat kelamin betina) dan antheredium (alat kelamin jantan). Reproduksi generatif dengan membentuk zigospora yang akan lepas dan menjadi individu baru.
2. Phaeophyta
     Di pantai akan kita temukan tumbuhan laut yang memiliki semacam gelembung-gelembung udara. Tumbuhan itu berwarna cokelat dan biasanya bercabang-cabang. Tumbuhan laut ini dikelompokkan ke dalam Phaeophyta (ganggang cokelat). Kelompok Phaeophyta memiliki tubuh berbentuk benang/lembaran. Panjanya dapat mencapai beberapa meter
sehingga bentuknya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Phaeophyta merupakan algae yang banyak ditemukan di daerah intertidal pantai berkarang laut tropis dan sub tropis. Pigmen dominan yang dimiliki ialah fukosantin (cokelat).
Phaeophyta ini mampu menghasilkan asam alginat yang sangat penting untuk bahan industri, seperti salep dan es krim. Phaeophyta berkembang biak secara vegetatif dengan membentuk zoospora berflagel. Phaeophyta juga berkembangbiak secara generatif dengan membentuk reseptakulum, yaitu organ yang berisi alat perkembangbiakan pada ujung lembaran yang fertil (subur). Pada reseptekulum terdapat konseptakulum yang menghasilkan sel telur dan spermatozoid. Contohnya Phaeophyta, antara lain Macrocystis, Laminaria, Turbinaria, Sargassum, dan Fucus vesicolosus.
3. Chrysophyta
    Tumbuhan laut yang memiliki warna kuning keemasan terolong dalam Chrysophyta (ganggang keemasan). Adapun ciri-ciri Chrysophyta, antara lain bersel tunggal atau bersel banyak, memiliki klorofil dan pigmen dominan karoten (keemasan). Habitatnya di perairan tawar, perairan laut, perairan payau dan tanah yang basah atau lembab. Ganggang keemasan ada yang bersel satu dan ada yang berbentuk filamen. Chrysophyta yang bersel satu, contohnya
Ohromonas dengan iri-ciri tubuh menyerupai bola dan memiliki kloroplas berbentuk lembaran melengkung berwarna kekuningan. Selain itu, juga memiliki inti, vakuola, stigma, serta memiliki 2 flagel tidak sama panjang. Ochromonas berkembangbiak dengan membelah diri. Navicula adalah contoh lain Chrysophyta bersel satu. Naiula ini lebih dikenal sebagai ganggang kersik (Diatomea). Habitatnya di air tawar, air laut dan air payau sebagai plankton. Tubuhnya terdiri atas epiteka (bagian tutup) dan hipoteka (bagian kotak). Naviula yang mati akan mengendap di dasar tanah menjadi tanah diatomea. Tanah ini dapat di manfaatkan sebagai bahan penggosok, isolator, bahan pembalut dinamit, dan pembuat saringan. Diatomae dapat berkembang biak secara aseksual dengan cara membelah diri atau secara seksual dengan cara isogami. Chrysophyta bersel banyak yang berbentuk benang, contohnya Vaucheria. Tubuhnya berbentuk benang, bercabang dan tidak bersekat. Vaucheria berkembang biak secara vegetatif dengan zoospora berflagel, sedangkan secara generatif dengan pertemuan antara oogonium dan spermatozoid.
4. Rhodophyta
    Rhodophyta (ganggang merah) mempunyai ciri-ciri tubuh bersel banyak menyerupai benang/lembaran. Rhodophyta memiliki pigmen dominan fikoeritrin (merah). Rhodophyta sebagian besar hidup di perairan laut dengan substrat dasar berbatu, mulai dari daerah intertidal sampai dengan perairan laut yang lebih dalam (zona fotik). Rhodophyta berkembang biak secara generatif dengan spermatium (tidak berflagel) dan sel telur. Ganggang yang termasuk Rhodophyta adalah Eucheuma spinosum. Ganggang ini biasa dimanfaatkan untuk membuat agar-agar. Contoh lainnya adalah Gellidium dan Gracillaria yang juga di gunakan untuk membuat agar-agar. Contoh yang lain adalah Palmaria, Bossiella, dan Polysiphonia.
5. Euglenophyta
    Euglenophyta merupakan kelompok mahluk hidup antara hewan dan tumbuhan dengan ciri mempunyai kloroplas untuk fotosintesis dan alat gerak berupa bulu cambuk. Contoh kelompok ini adalah Euglena viridis, Euglena pisciformis (berbentuk gelendong), Euglena spirogyra (berbentuk besar dan tidak begitu aktif), dan Euglena sanguinea (memiliki hematokrom). Euglena viridis (Gambar 6. 5) merupakan ganggang bersel satu, bentuk panjang, runcing pada bagian anterior, dan tumpul pada bagian posterior. Di bagian anterior terdapat bagian yang melekkuk pada bagian dalam disebut sitostoma (mulut) dan dibagian dasarnya terdapat kerongkongan. Dekat akhir kerongkongan terdapat stigma (bintik mata merah) yang banyak mengandung hematokrom yang lebih peka terhadap sinar. Nukleus berada dekat pertengahan tubuh dan memiliki vakuola kontraktil.
                                                                       Gambar 6.7. Euglena viridis.
          Hasil fotosintesis berupa paramilon yang disimpan dalam pirenoid. Ganggang ini juga dapat hidup saprofit dengan mengabsorpsi zat-zat tertentu dari material organik yang larut dalam air melalui seluruh permukaan tubuhnya. Dalam masa istirahat Euglena memiliki elastisitas. Benang di bagian anterior Euglena disebut flagelum, berupa tonjolan elastis yang dilapisi oleh suatu lapisan protoplasma. Hewan ini melakukan reproduksi dengan membelah diri secara longitudinal, diawali dengan pembelahan nukleus dan diikuti pembelahan seluruh tubuh.

6. Phyrophyta
    Kelompok Phyrophyta (ganggang api) merupakan makhluk hidup autotrof uniseluler dengan 1 flagel dan dapat bergerak aktif. Dinding sel tersebut dari selulosa yang bersambungan rapat serta mengandung plastida yang mengandung klorofil dan figmen cokelat kekuning-kuningan (xantofil dan karoten). Biasanya, tubuh diselubungi kutikula yang tebal dan memiliki kromatofor. Phyrophyta berkembang biak dengan membelah diri dan menghasilkan dua individu baru (pembelahan biner). Habitat Phyrophyta di perairan laut, perairan payau, dan perairan tawar. Di perairan tawar Phyrophyta banyak ditemukan di danau-danau di Pulau Jawa, Sumatra, dan Bali. Beberapa generasi yang banyak
ditemukan di perairan tawar antara lain adalah Parididium, Gymnodinium, dan Ceratium. Bebrapa spesies dari filum ini
menghasilkan flouresens (mampu memancarkan cahaya pada malam hari). Spesies-spesies tersebut antara lain adalah Nocticulum scintillan dan N. vermilarris.


C. Myxomycophyta (kapang lendir)
     Kapang lendir memiliki siklus hidup unik yang membedakannya dari protozoa, ganggang, dan fungi (cendawan). Kapang lendir merupakan makhluk hidup eukariotik heterotrof yang multiselular (bersel banyak) atau multinukleus (berinti banyak). Pada kapang lendir, terdapat sangat sedikit diferensiasi jaringan. Dinamakan kapang lendir karena memiliki penampakan yang mengkilap, basah, bertekstur seperti gelatin, dan terlihat lebih mirip kapang daripada makhluk hidup lainnya. Tubuh kapang lendir ada yang berwarna putih, tetapi sebagian besar berwarna kuning atau merah. Dalam ekosistem, kapang lendir berperan sebagai dekomposer. Tanah lembab, kayu lapuk, merupakan habitat kapang lendir. Dalam daur hidupnya, kapang lendir mengalami dua tahap, yaitu tahap makan yang bergerak dan tahap reproduksi yang menetap. Pada saat berproduksi jamur lendir membentuk badan buah, yaitu struktur pembawa spora. Pada tahap makan mereka berbentuk seperti Amoeba. Menurut sistematik dari B. Kendrick, kapang lendir dibagi menjadi 4 filum, yaitu Dictyostelida, Myxostelida, Abyrinthulida, dan Dictyostelida. Hanya dua filum yang berperan pada manusia yaitu Dictyostelida dan Myxostelida.

1. Dictyostelida
    Dictyostelida (dahulu disebut Acrasiamycota) ialah kapang lendir seluler. Protista ini merupakan bentuk peralihan antara bentuk Amoeba dan badan buah penghasil spora. Kebanyakan hidup di air tawar, tanah lembab, atau pada bagian tanaman-tanaman yang lapuk. Jika ada makanan, mereka akan menyatu membentuk struktur pseudoplasmodium (plasmodium palsu). Dinamakan demikian, karena struktur tersebut tersusun atas sel-sel yang berkumpul yang menyerupai siput tanpa cangkang. Sel-sel tersebut bergerak sebagai satu kesatuan, tetapi setiap sel merupakan struktur yang berdiri sendiri. Sering kali pseudoplasmodium menetap dan membentuk badan buah yang berisi spora haploid. Jika badan buah tersebut pecah, angin akan menerbangkan spora-spora yang ada didalamnya. Tiap spora akan berkembang menjadi satu sel amoeboid. Contoh spesies ini ialah Dyctiostelium.
2. Myxostelida
    Myxostelida (dahulu disebut Myxomycota). Berbeda halnya dengan Dictyostelida yang memiliki pseudoplasmodium, Myxostelida telah memiliki plasmodium yang sebenarnya. Pada Myxostelida, plasmodium memiliki bermacam-macam warna dan bentuk yang berbeda pada tiap tahap kehidupannya. Saat makan, Myxostelida membentuk suatu massa sitoplasma yang disebut plasmodium. Tiap plasmodium memiliki banyak inti, dan terdiri atas ribuan sel. Plasmodium menyerap diatas tanah, batu-batuan atau kayu yang membusuk, memakan bakteri atau mikroorganisme lainnya dengan cara fagositosis. Jika makanan atau air tidak mencukupi, plasmodium bergerak kepermukaan yang terbuka dan mulai berproduksi. Plasmodium membentuk tubuh buah bertangkai di sebut sporangium yang berisi spora-spora haploid. Spora-apora tersebut sangat tahan terhadap kondisi yang buruk. Dalam kondisi yang sesuai, spora akan pecah dan menghasilkan sel-sel tidak mengalami sitokinesis sehingga berbentuk sitoplasma berinti banyak (plasmodium). Contoh makhluk hidup spesies ini ialah Physarum polycephalum.

6.2. Peranan protista dalam kehidupan
       Seperti dua sisi mata uang, Protista dapat memberikan manfaat, tetapi dapat juga menimbulkan kerugian pada

      manusia, hewan, dan tumbuhan.
6.2.1. Protista yang menguntungkan
          Protista yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut.
          a. Protista yang hidup bebas di air tawar sebagai plankton, misalnya Euglena virdis, merupakan indikator polusi air 

              sungai.
          b. Cangkang Radiolaria dan Foraminifera, digunakan sebagai indikator adanya minyak bumi.
          c. Entemoeba coli, membusukkan makanan dan membentuk vitamin k pada saluran pencernaan manusia. Sel

             amubiod struktur reproduksi                                                                                                                                                  d. Saprolegnia, berperan sebagai pengurai dalam ekosistem air tawar.
          e. Ganggang cokelat Turbinaria australis, Sargassum silquosum, dan Fucus vesicolosus, digunakan untuk 

             membuat salep, es krim, tablet, dan krim habis bercukur.
          f. Navicula sp yang mati membentuk tanah diatomae yang berguna untuk bahan isolasi, bahan penggosok, bahan

             penyekat dinamit (trinitragliserin=TNT), untuk membuat saringan, serta untuk campuran semen.


6.2.2. Protista yang merugikan
       a. Pada manusia Protista yang merugikan manusia, antara lain sebagai berikut.
a. Trypanosoma gambiense, menyebabkan penyakit tidur de daerah Afrika Tengah dan ditularkan oleh lalat tse tse jenis

     Glossina palpalis.
b. Trypanosoma rhodesiense, menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Timur dan ditularkan oleh lalat tse tse jenis

    Glossina morsitans. Trypanosoma rhodesiense lebih berbahaya karena penderita dapat meninggal dalam waktu yang

    singkat.
c. Trypanosoma cruzi, menyebabkan penyakit chagas yang menyerang kelenjar limfa, hati, dan sumsum tulang.
d. Trypanosoma brucei, menyebabkan penyakit nagano di Afrika.
e. Plasmodium sp, menyebabkan penyakit malaria.
f. Balantidium coli, menyebabkan disentri balantidium yang menyerang selaput lendir usus besar.
g. Entamobea gingivalis, menyebabkan bau mulut.
h. Leishmania donovani menyebabkan penyakit kalaazar yang  menyerang limpa, hati, dan kelenjar limfa.


        b. Pada hewan Protista yang merugikan hewan, antara lain sebagai berikut.
a. Trichomonas foetus menyebabkan keguguran pada kambing.

b. Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra pada kuda, unta, dan sapi. Penyakit tersebut dutularkan nyamuk

     kandang (Stomoxys sp).
c. Trypanosoma equiperdum menyebabkan penyakit pada kuda dan keledai.
d. Trypanosoma vivax menyebabkan penyakit pada kuda.


                                                                                    Rangkuman
         Berdasarkan cara hidupnya, protista dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (algae=ganggang), dan protista mirip jamur (Myxomycophyta =kapang lendir). Protozoa merupakan kelompok protista yang bergerak dan memperoleh nutrisi seperti hewan. Berdasarkan jenis alat geraknya, protozoa dibagi menjadi empat filum, yaitu: Sarcodina, Ciliata, Zooflagellata, dan Sprozoa. Algae merupakan kelompok protista yang mirip tumbuhan karena mampu membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Berdasarkan dominansi pigmennya, alga dikelompokkan menjadi enam filum, yaitu: Chlorophyta, Phaeophyta, Chrysophyta, Rhodophyta, Euglenophyta, dan Phyrophyta. Myxcomycophyta merupakan kelompok protista mirip jamur (kapang lendir) dibagi menjadi 4 filum, yaitu Dictyostelida, Myxostelida, Abyrinthulida, dan Dictyostelida. Hanya dua filum yang berperan pada manusia yaitu Dictyostelida dan Myxostelida. Protista dapat memberikan manfaat, tetapi dapat juga  menimbulkan kerugian pada manusia, dan hewan.

Soal Latihan
a. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e untuk jawaban yang tepat !
1. Berikut merupakan ciri-ciri Protozoa:
    1. Tubuh berbentuk bulat
    2. Tidak memiliki alat gerak
    3. Respirasi secara difusi
    4. Reproduksi seksual: peleburan gamet
    5. Reproduksi aseksual: membentuk spora
        Protista tersebut digolongkan dalam ....
         a. Sporozoa
         b. Mastigophora
         c. Flagellata
         d. Ciliata
         e. Rhizopoda
2. Protista yang dapat menyebabkan penyakit surra pada ternak adalah .…
     a. Balantidium coli
     b. Euglena viridis
     c. Entamoeba gingivalis
     d. Trypanosoma vivax
     e. Trypanosoma evansi
3. Protista berikut menyebabkan penyakit pada tanaman kentang ....
    a. Phytophthora infestans
    b. Volvox globator
    c. Paramecium caudatum
    d. Plasmodium ovale
    e. Navicula monilifera
4. Konjugasi yang terjadi pada Paramaecium menghasilkan ....
    a. Dua makronukleus
    b. Satu mikronukleus berdegenerasi
    c. Delapan makronukleus anak
    d. Satu Paramaecium anak
    e. Empat Paramaecium anak
5. Dalam tinja manusia ditemukan suatu makhluk hidup mikroskopis, tidak berklorofil, memiliki bulu getar (silia), dan

    dapat menyebabkan gangguan perut. Mikroorganisme tersebut adalah ….
    a. Didinium                            d.Vorticella
    b. Balantidium                       e. Stentor
    c. Trypanosoma
6. Sisa metabolisme pada Protista dikeluarkan melalui ....
     a. ribosom                                           d. vakuola nonkontraktil
     b. vakuola makanan                            e. lisosom
     c. vakuola kontraktil


b. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar !
1. Mengapa Euglena dikatakan sebagai Protista peralihan?!
2. Sebutkan perbedaan antara phytoflagellata dan zooflagelata!
3. Jelaskan reproduksi pada jamur lendir (Myxomycota)!
4. Gambarkan bagaimana gerakan plasma sel pada Amoeba saat mencari makanan!
5. Mengapa jamur lendir dimasukkan dalam kingdom Protista, bukan kingdom Fungi?
6. Jelaskan reproduksi secara seksual pada Plasmodium dan tempat terjadinya!
7. Sebutkan lima manfaat ganggang bagi kehidupan manusia!
8. Tuliskan klasifikasi jamur lendir yang kalian kenal!
9. Sebutkan tiga macam protista yang menguntungkan!
10. Sebutkan lima macam Protista yang merugikan manusia


Beri Penilaian

Rating : 4.3/5 (121 votes cast)


Peralatan pribadi