BAB IXI. MENATA PRODUK DEVI

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

MENATA PRODUK

Deskripsi singkat
Salah satu lingkup pekerjaan penjualan yang memerlukan kekhususan/spesialisasi dan memerlukan kemampuan analisis yang mendalam dan terstruktur adalah kompetensi dalam Menata Produk yaitu tentang pengetahuan penataan barang (display produk) yang sesuai dengan standar dan spesifikasi perusahaan, pemajangan barang merupakan salah satu aktivitas terpenting dalam keseharian operasional pengelolaan sebuah toko output yang dihasilkan dari aktivitas yang satu ini berpengaruh langsung pada tingkat keberhasilan penjualan di dalam
toko, terlebih bagi toko-toko ritel modern yang memiliki format layanan mandiri (swalayan) seperti minimarket, supermarket maupun hypermarket. tak heran jika display yang pada dasarnya merupakan bagian dari promosi ini sering juga disebut sebagai “the silent salesman”untuk itu dalam materi ini akan dibahas tentang bagaimana membuat perencanaan visual penataan produk, cara cara mendisplay produk memonitor display produk serta cara merawat display produk.

1 Menginterprestasikan perencanaan visual penataan produk

Pendahuluan
Mengembangkan usaha Perdagangan bukan pekerjaan mudah sebab majunya suatu usaha sangat berhubungan dengan manajemen bisnis, ketetapan pengembangan usaha bisnis tersebut dipengaruhi oleh banyak hal seperti dalam usaha pengembangan produk baru, konsep penjualan(sales concept) dan konsep pemasaran (marketing concept) sangat menentukan laju pertumbuhan suatu perusahaan, oleh karena itu dalam kegiatan sales concept dan marketing concept tidak terlepas dari kegiatan promosi (sales promotion) dan kegiatan display, sales promotion merupakan hal untuk mempromosikan barang secara langsung agar menarik minat calon pembeli terhadap produk yang dipromosikan.
Kegiatan display (penataan produk) merupakan kegiatan dari suatu perusahaan untuk memajangkan barang dagangan baik dalam ruangan maupun diluar luar ruangan untuk dapat mempengaruhi calon konsumen secara langsung maupun tak langsung terhadap barang yang akan dijual, dengan demikian display merupakan suatu peragaan untuk mempengaruhi konsumen melalui demontrasi pemajangan barang sehingga memperoleh kesan tersendiri bagi konsumen (semi personal)


A . Pengertian dan Fungsi Penataan Produk

Display (pemajangan barang) merupakan salah satu aktivitas terpenting dalam keseharian operasional pengelolaan sebuah toko Output yang dihasilkan dari aktivitas yang satu ini berpengaruh langsung pada tingkat keberhasilan penjualan di dalam toko, terlebih bagi toko-toko ritel modern yang memiliki format layanan mandiri (swalayan) seperti minimarket, supermarket maupun hypermarket. belakangan, display yang dilakukan oleh para peritel modern berkembang semakin inovatif, terutama sejak semakin banyaknya peritel yang memahami konsep dan pemanfaatan alat bantu display (visual merchandising) yang kini semakin populer. bentuk arsitektur sebuah toko menunjukkan status sosial, budaya dan perubahan dari ekonomi setempat. dahulu, bentuk ritel berupa toko-toko milik suatau keluarga yang berdiri sendiri. Kini berubah menjadi toko-toko di dalam satu arcade atau suatu mall di mana arcade, promenade, gallery, sebagai satu area terlindung dengan suasana menyenangkan. konsep ini menjadi gambaran makin besarnya kebutuhan ruang wisata belanja. Marc Gobe, penulis buku pemasaran dalam salah satu buku terlarisnya, Emotional Branding mengungkapkan munculnya kecenderungan perdagangan eceran (retail) yang mampu menjadi sebuah kekuatan promosi. Mengalahkan kekuatan dari media periklanan sendiri. Retailing has become advertising. Hal ini diperoleh lewat kekuatan ritel-ritel yang tak semata karena menawarkan harga produk yang murah. Melainkan lebih karena kecerdikan retailer menciptakan kesan nyaman kepada konsumen saat menghadapi produk dalam
sebuah pusat perbelanjaan.
1 Tujuan display
a. Attention dan interest customer
Attention dan interest customer artinya menarik perhatian pembeli dilakukan dengan cara menggunakan warna-warna ,lampu lampu dan sebagainya.
b. Desire dan action customer
Desire dan actioan customer artinya untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-barang yang dipamerkan di toko tersebut ,setelah masuk ke toko, kemudian melakukan pembelian
2 Pengertian penataan produk (Display)
Pemajangan barang dagangan (Display) adalah penataan barang dagangan di tempat tertentu dengan tujuan menarik minat konsumen untuk melihat dan akhirnya membeli produk yang ditawarkan. Secara umum display dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. window display
2. interior display
3. eksterior display
􀂉 Window Display
Window display adalah pemajangan barang dagangan di etalase atau jendela kegiatan usaha. Tujuan window display adalah untuk menarik minat konsumen sekaligus menjaga keamanan barang dagangan.window display hanya memperlihatkan barang dagangan yang ditawarkan saja, tanpa dapat disentuh oleh konsumen, sehingga pengamanan menjadi lebih mudah. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut, maka ia dipersilahkan untuk masuk lebih memperjelas pengamatannya.fungsi window display adalah:
􀁸 Untuk menarik perhatian orang
􀁸 Memancing perhatian terhadap barang barang yang dijual di toko
􀁸 Menimbulkan impulse buying ( dorongan seketika)
􀁸 Menimbulkan daya tarikterhadap keseluruhan suasana toko
􀁸 Menyatakan kualitas barang yang baik dan ciri khas toko tersebut
􀂉 Interior Display
Interior display adalah pemajangan barang dagangan di dalam toko.
Interior display banyak dipergunakan untuk barang-barang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Interior display terdiri dari :
1 Merchandise display
Ialah menempatkan barang dagangan di dalam toko terbagi menjadi tiga bagian yaitu;
a) Open Interior Display
Adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan secara terbuka sehingga konsumen dapat melihat, dan mengamati tanpa bantuan petugas penjualan (pramuniaga) 
Kebaikan dari open interior display antara lain;
1) Barang dagangan dapat dijual dengan cepat
2) Pemilik toko dengan mudah mengadakan perubahan susunan pajangan bilamana sewaktu waktu diperlukan.
3). Alat alat yang dipakai untuk memamerkan barang barang sederhana, barang barang yang dipajangkan biasanya :
o Barang barang yang lama lakunya
o Barang barang yang ingin cepat habis terjual
o Barang barang yang dibeli atas dorongan kata hati
b) Close Interior Display
Adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan dalam tempat tertentu, sehingga konsumen hanya dapat mengamati saja. Bila konsumen ingin
mengetahui lebih lanjut, maka ia akan minta tolong pada wiraniaga untuk mengambilkannya.
2 Architectural display
yaitu menata gambar yang menunjukkan gambaran mengenai penggunaan barang yang diperdagangkan, misalnya ruang tamu, mebeleur, dikamar tidur.
3 Store sign and decoration
Merupakan simbul, tanda, poster, lambang, gambar, dan semboyan yang diletakkan diatas meja atau digantung dalam ruangan toko, store sign digunakan untuk memberi arah kepada calon pembeli ke arah barang dagangan dan memberi informasinya mengenai kegunaan barang tersebut, decoration pada umumnya digunakan dalam acara acara khusus ,sepoerti pada hari raya, natal dan menyambut tahun baru.
                                                                                    Gambar 5. Christmas decorations Gambar 6. OrnamentalShop Sign
4. Dealer display
Dealer display merupakan simbol, petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan barang yang dibuat oleh produsen, simbol-simbol tersebut seakan-akan memberi peringatan kepada pramuniaga agar tidak memberikan informasi yang tidak sesuai atau tidak benar.
􀂉 Eksterior Display
Eksterior display adalah pemajangan barang dagangan di tempat tertentu di luar kegiatan usaha yang biasa digunakan. Pemajangan sistem ini banyak digunakan untuk promosi barang, pengenalan produk baru, penjualan istimewa seperti cuci gudang, discount dan sejenisnya. Untuk pemasaran secara tetap pemajangan sistem ini kurang optimal karena kelemahan faktor pengamanan, cuaca, pengiriman barang dan sebagainya. Intinya, eksterior display hanya tepat dipergunakan untuk kondisi penjualan tertentu.
Fungsi Eksterior display adalah;
o Memperkenalkan produk denngan cepat dan ekonomis
o Membantu mengkoordinir advertising dan merchandising
o Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,seperti pada waktu Hari Raya ,ulang tahun dan sebagainya
o Mendistribusikan barang ke konsumen dengan cepat.
􀂉 Solari display
Solari display yaitu menempatkan barang dagangan di bagian Depaertement Store sebagai daya tarik bagi konsumen setelah masuk kedalam toko, misalnya pakaian yang digunakan oleh boneka model (menequin)
Baik dengan open interior display, maupun dengan closed interior display, barang dagangan itu perlu diatur, ditata, disusun sedemikian rupa, agar para konsumen atau para pelanggan dapat tertarik dan berminat mau membelinya.
Banyak cara yang dilakukan para pengusaha untuk memikat, merangsang agar barang dagangannya banyak diminati, disenangi para konsumen dan para pelanggan. Salah satu cara untuk memajukan barang dagangannya, diantaranya dengan ikut serta menyelenggarakan pameran. Pameran (exhibition) adalah salah satu cara promosi barang dagangan dengan melalui pameran khusus.
3 Syarat-syarat penataan produk (Display)
Menyusun barang dagangan juga merupakan salah satu hal yang tidak kalah pentingnya, karena ini merupakan kesan pertama dari pengunjung toko tersebut, oleh karena itu barang-barang dagangan yang dipajang didalam ruangan toko maupun di etalase harus ditata sedemikian rupa sehingga kelihatan rapi, serasi dan menarik bagi setiap orang terutama calon pembeli,untuk penataan barang-barang ini diperlukan keahlian khusus, kreasi dan seni yang tinggi jadi tidak setiap orang bisa menata sendiri,agar penataan terlihat menarik, perlu menyewa orang-orang yang ahli dalam dekorasi dalam penataan barang/pemajangan, dengan harapan, hal ini bisa dipakai sebagai dasar atau contoh atau acuan untuk penataan berikutnya, penataan barang sebaiknya setiap saat diubah agar tidak membosankan dan disesuaikan dengan keadaannya, hal yang perlu diperhatikan ialah bagaimana bentuk, warna, ukuran, tempat dan perlengkapan-perlengkapan lainnya itu dipadukan sehingga penataan barang-barang itu kelihatan rapi dan menarik, yang pada akhirnya akan bisa menarik pengunjung/calon pembeli/pelanggan tertarik untuk memiliki barang-barang tersebut. Pemajangan barang dagangan adalah seni (applied art) dan merupakan unsure promosi yang cepat berkembang serta merupakan unsur yang dirasakan sangat penting ,terutama dilihat dari fungsinya yaitu untuk memperkenalkan barang dagangan ,untuk menarik perhatian pengunjung
dan untuk melihat dan memegang barang dagangan yang kita pajang Menata barang dagangan (Display) harus dilengkapi dengan informasi keadaan toko dan barang yang dijualnya, hal ini dimaksudkan agar calon pembeli lebih mengenal barang dan semakin besar peminat untuk mengadakan transaksi. Semakin banyak barang yang ditampilkan ,semakin mudah pula calon pembeli menentukan pilihannya, oleh karena itu display harus disajikan berdasarkan sudut pandang pembeli. Selain menata barang dagangan, yang perlu diperhatikan juga adalah penataan ruangan toko (lay out) sebagai sarana strategis yang dapat dimanfaatkan dengan efektif untuk ditata apik sehingga memberikan ruang gerak yang bebas bagi calon pembeli, dengan ruang gerak yang bebas, calon pembeli merasakan kenikmatan dalam berbelanja,disisi lain toko juga harus memberikan kemudahan calon pembeli untuk memilih barang barang yang dibutuhkannya,maka letakkanlah barang dengan posisi mudah dilihat dan dijangkau.
o Mengacu pada logika konsumen
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan para peritel dalam melakukan display, yang seharusnya mengacu pada “logika” konsumen. Logika konsumen dapat dikatakan sebagai segala sesuatu yang meliputi cara berpikir, kebiasaan atau kecenderungan psikologis konsumen yang mempengaruhi perilaku mereka saat berbelanja dan berada di dalam toko. Sebagai contoh, kebanyakan konsumen yang hal pengaturan display secara keseluruhan, misal, dalam mensiasati display produk-produk impulse agar lebih efektif.
o Syarat display yang baik
Disamping mengacu pada logika konsumen dalam menjalankanaktivit as display, para peritel juga harus memperhatikan aspek-aspek penting lainnya yang merupakan syarat dalam mewujudkan display yang baik, yaitu;
1 Display harus mampu membuat barang-barang yang di pajang menjadi mudah dilihat, mudah dicari dan mudah dijangkau. Ketiga hal ini merupakan syarat mutlak yang harus mampu diwujudkan oleh aktivitas display. Jika tidak, display yang menarik dan seatraktif apapun akan sia-sia.
2 Display harus memperhatikan aspek keamanan,baik keamanan bagi pengelola toko dari potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen) yang berada di dalam toko,berkaitan dengan aspek keamanan ini, para peritel biasanya tidak akan menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak. barang-barang yang mahal, terutama yang fisik ukurannya kecil biasanya di pajang di etalase. barang-barang kemasan kaleng yang cukup berat juga biasanya ditempatkan pada shelve paling bawah untuk menghindari resiko timbulnya cidera bagi pengunjung (terutama anak-anak) jika barang tersebut terjatuh.
3 Display yang dilakukan oleh peritel harus informative dan komunikatif, para peritel dapat memanfaatkan alat alat bantu seperti shelf talker, standing poster, signage dan jenis-jenis point of purchase (POP) materials yang lain.




B . Desain

Desain berasal dari bahasa inggris yang artinya perancangan, rancang, desain, bangun,sedangkan merancang artinya mengatur segala sesuatu sebelum bertindak, mengerjakan atau melakukan sesuatu dan perancangan artinya proses, cara, berbuatan, perbuatan merancang.
Desain suatu karya yang pada dasarnya lahir dari berbagai pertimbangan pikir, gagasan, rasa, dan jiwa penciptanya (internal), yang didukung oleh faktor eksternal, hasil penemuan dari berbagai bidang ilmu, teknologi, ergonomi, lingkungan, sosial, budaya, estetika, ekonomi, dan politik, serta segala perkembangannya di masa depan.
1. Desain Produk
Produk desain adalah suatu gatra dan usaha-usaha untuk menentukan sejenis produk ayng sesuai dengan keinginan para konsumen. Desain atau gatra adalah merupakan wujud lahiriah yang tampak mengenai garis (line) bentuk (form) dan warna (colour).
Tiga unsur tersebut yaitu line, form dan colour dari suatu produk perlu dibuat sedemikian rupa, sehingga akan diperoleh keindahan dan kesesuaian, serta keserasian daripada suatu produk. Produk desain dihadapkan pada tiga pilihan yaitu :
a. Produknya dapat ditempatkan pada salah satu pasaran.
b. Produknya dapat ditampilkan lebih banyak jenisnya untuk merebut lebih banyak pasaran.
c. Produknya dirancang dan dapat ditempatkan di tengah-tengah pasaran
Harapan yang terbaik bagi perusahaan dalam membuat produk desain adalah dengan mengadakan produk baru, rancangan baru, ukuran baru, desain baru, fungsi produk dan atribut khas lainnya. didalam membuat produk baru, maka style (gaya), fashion (model) dan desain (gatra) sangat berhubungan erat sekali.
Adapun tujuan perusahaan menciptakan produk desain, adalah sebagai berikut :
a. Menciptakan hasil produksi yang sesuai dengan selera konsumen
b. Menciptakan hasil produksi yang berfaedah dan disenangi konsumen
c. Menciptakan produk yang mudah pemeliharannya.
Sedangkan produk desain yang diciptakan perusahaan meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Bentuk, warna, corak,ukuran,model,jenis,mutu dan lain sebagainya.
b. Kuantitas produk
c. Kuantitas bahan penolong
d. Penelitian tes produk
2. Proses Pembuatan Produk Desain (Gatra Produk)
Adapun proses pembuatan produk desain (gatra produk) adalah sebagai berikut :
a. Faktor teknis
Faktor teknis dapat menentukan :
1). Kualitas produk yang diinginkan
2). Jumlah produk yang akan diproduser
3). Bahan-bahan yang akan dipergunakan
4). Struktur produksinya :
- Prosesnya harus berubah-ubah
- Prosesnya harus fleksibel
- Prosesnya harus permanen
b. Faktor ekonomis
Biaya-biaya proses produksi harus seekonomis mungkin atau sehemat-hematnya.artinya apakah benar produk desain itu disukai oleh para konsumen ? apakah produk desain itu belum dirancang oleh perusahaan lainnya ? untuk menjawab petanyaan itu, tersedia
4 (empat) cara pendekatannya yaitu :
1). Dengan proses empiris
Proses ini, tujuannya adalah untuk menemukan produk desain yang baru dengan mengadakan survai tentang keinginan dan kesukaan para konsumen terhadap produk desain.
2). Dengan proses intuisi
Proses ini, tujuannya adalah untuk menemukan produk desain yang baru dengan cara mengandalkan firasat dan falsafat pribadi, tanpa adanya survai dengan keinginan dan selera
terhadap konsumen.
3). Dengan proses dialektika
Proses ini, tujuannya menemukan atribut produk desain baru yang mempunyai nilai tertentu dan yang sudah dikenal oleh para konsumen.
4). Dengan Proses tatatangga urutan kebutuhan
Proses ini, adalah merupakan ukuran kebutuhan pasaran produk desain baru yang sudah siap untuk dipasarkan bagi kebutuhan dan keinginan para konsumen.
3. Elemen desain Toko
Ada lima elemen di dalam desain ruang toko/retail yang penting untuk dikelola agar lingkungan belanja yang berkesan. Kelimanya adalah display, signage, graphics, merchandising, dan point of sale.
a. Display
Sebuah display diharapkan dapat memicu resapan emosional tertentu dalam sekilas pandang. Display produk yang tertangkap langsung dari arah luar, dapat membangun kesan pertama yang memancing orang untuk masuk ke toko, merasa nyaman di dalamnya, dan membeli produk. Untuk itu, display sebaiknya menghindari penampilan yang berlebihan, melainkan fokus pada item-item produk seperti item best seller yang diyakini paling memancing keinginan untuk membeli.
b. Signage
Elemen kedua signage. Elemen ini terkait dengan tampilan gambar/ logo, warna, tulisan, dan pencahayaan. Kita biasa melihatnya sebagai media di bagian luar toko yang menampilkan nama perusahaan atau brand produk yang dijual di dalam toko tersebut. Untuk brand besar yang telah memiliki nama, terkadang cukup dengan penonjolan signage brand-nya yang identik di bagian luar,orang yang melihat pun akan terpancing masuk ke dalam.
c. Graphichs
Memperhatikan unsur grafis sebagai elemen ketiga sangatlah bermanfaat tujuannya agar suatu brand lebih mudah dan cepat diingat,karenanya, pihak desainer harus bekerjasama dengan pihak advertising atau desain grafis untuk menciptakan tampilan grafis di suatu toko sebgai kekuatan visual yang memikat sekaligus tetap informatif terhadap produk. Penonjolan produk-produk utama sebagai materi grafis diyakini akan semakin menagaskan daya tarik produk sebagi fokus setiap shop environment. Untuk menampilkan display yang langsung berkesan (first impression) dari sisi luar harus diperhatikan desain shop window (jendela toko) sebagai perantara visualnya. beberapa ritel memunculkan jendela yang memperlihatkan secuplik produk sebagai bagian dari isi yang ingin dikedepankan,sebagian lagi malah memunculkan keseluruhan isi merchandise yang didisplay 
d. Merchandising
Elemen keempat pada desain ruang toko/retail adalah merchandising, pengelolaan barang dagangan,keputusan retailer untuk menjual barang tertentu, unik, khusus, atau bahkan barang umum di dalam tokonya akan amat berpengaruh pada konsep desain toko. elemen terakhir, pentingnya keberadaan sistem point of sale (POS) sebagai satu sistem perangkat teknologi yang merespons tuntutan praktis dari setiap transaksi. elemen yang berada di area kasir ini terdiri dari layar monitor, keyboard, scanner, cash drawer, tempat menggesekkan kartu kredit dan debet, dan lain-lain.
e. Point of Sale
Hal yag paling sulit dalam desain toko adalah menarik minat konseumen baru, sambil tetap mempertahankan dan memperhatikan konsumen lama. untuk itu, satu proses yang krusial
dalam tahap pradesain adalah identifikasi pasar, siapa dan bagaimana konsumen itu sebenarnya. tujuannya agar desain tetap up to date, tepat, sesuai target konsumen pengetahuan desainer tentang branding, serta strategi marketing yang diprogramkan menjadi keharusan yang lain. harapannya, imej produk terkomunikasikan secara efektif lewat desain ruang retail yang tercipta. atau sebaliknya, estetika desain ruang ritel tetap serasi dengan nilai dan karakter produk yang dijual di dalamnya.
Tata interior toko sebagai lingkungan, tidak boleh mendominasi, melainkan secara keseluruhan tampil sebagai alat komunikasi informatif yang melengkapi dan mendukung promosi dan penjualan produk-produk yang dipajang. di sini, penting menampilkan shop environment yang juga mendidik dan menghibur. apalagi, persepsi berbelanja saat ini lebih mengarah pada entertainment.
C . Macam Barang dan Karakteristiknya
Sebagaimana diketahui bahwa obyek daripada pasar konsumen adalah barang-barang dan jasa-jasa. sering barang-barang dan jasa-jasa tersebut disebut sebagai kumpulan atribut dan sifat kimia yang secara fisik dapat diraba dalam bentuk yang nyata. dalam tinjauan yang lebih mendalam, sebenarnya barang itu tidak hanya meliputi atribut fisik saja, tetapi juga mencakup sifat-sifat non fisik seperti harga, nama penjual, aturan pemakaian, nama penjual (perusahaan) tersebut.kombinasi yang berbeda dari unsur itu akan memberikan kepuasan yang berbeda pula karena kombinasi tersebut merupakan produk tersendiri.
Dengan demikian pengertian tentang barang, akan lebih tepat didefinisikan dalam pengertian sempit dan luas oleh para ahli antara lain :
1. Menurut William J. Stanton.
Barang (produk) adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (in tangible) di dalamnya sudah tercakup nama, harga, kemasan, prestise, pabrik, prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin dapat diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.
2. Menurut Philip Kotler
Produk adalah setiap apa saja yang dapat ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Ini meliputi benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan. Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa gagasan pokok dari definisi tersebut ialah bahwa konsumen membeli tidak hanya sekedar atribut fisik, karena pada sasarannya mereka membayar untuk sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan.
1. Jenis dan sfesifikasi produk
Produk adalah sekumpulan atribut fisik yang nyata(tangibel dan tidak nyata(intangibel) didalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan prestive pabrik, dan pelayananyang mungkin diterima konsumen sehingga konsumen merasa puas,pada dasarnya konsumen membeli tidak hanya sekedar kumpulan atribut fisik saja, tetapi sasarannya mereka membayar sesuatu untuk memuaskan keinginan, dengan demikian perusahaan yang bijaksana bahwa menjual manfaat (benefit) produk tidak hanya produk saja (manfaat intinya)tetapi harus merupakan suatu sistim, dan dalam mengembangkan suatu produk perencana produk harus membagi produk menjadi tiga tingkatan, yaitu;
a Produk inti (core Produkt)
Adalah produk sesungguhnya yang harus dibeli oleh konsumen karena memiliki manfaat sebenarnya contoh ; Seorang wanita yang membeli lipstik pada hakekatnya bukanlah membeli seperangkat atribut kimiawi dan fisik iti sendiri tetapi yang dibelinya adalah; sebuah harapan untuk lebih cantik dan menarik
b Produk berwujud/produk normal
Adalah produk yang ditawarkan secara nyata dan lengkap kepada konsumen yang terdiri dari pembungkus, nama merk, mutu, corak dan ciri khas dari produk yang ditawarkan, cntohnya; TV, Radio
c Produk tambahan(produk yang disempurnakan)
Adalah produk yang ditawarkan yang mencakupi keseluruhan manfaat yang diterima atau dinikmati Pembeli, contoh; pembelian produk yang memberikan pemasangan, garansi pengajaran pemakaian diberikan penjual secara paket (keseluruhan) tanpa dipungut bayaran lagi.
2. Jenis dan Kualitas Produk
Setiap perusahaan di dalam mengembangkan produknya diharuskan menentukan dan mempertimbangkan kualitas produk. Dengan adanya kualitas produk yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan kan membewa perusahaan kearah kemajuan dan menguntungkan.
Kualitas produk ditentukan oleh daya tarik produk, teknik pembuatannya, keahlian dalam pembuatannya, bahan-bahan yang baik dan adanya spesifikasi. Untuk bisa menjamin kualitas produk, maka setiap perusahaan harus mengadakan pengujian dan pengawasan secara statistik dan inspeksi produk secara terpadu.
Pengawasan dapat dilakukan dengan membandingkan kualitas dan standar produk menlalui pengetesan di laboratorium perusahaan. Dengan perkataan lain bahwa salah satu faktor yang merupakan ciri di dalam menentukan kualitas produk adalah adanya gatra dan produk yang bersangkutan. Kualitas produk adalah merupakan salah satu dari alat utama untuk menentukan atau mencapai posisi produk yang bersangkutan.
Kualitas menyatakan tingkat kemampuan dari suatu merk atau produk dalam melaksanakan fungsinya. Kualitas menunjukkan ukuran tahan lamanya produk yang bersangkutan, dan dapat dipercayainya produk tersebut. Ketetapan produk mudah dioperasikan dan pemeliharaannya, serta atribut lainnya.
 Kebanyakan produk disediakan dalam 4 (empat) kualitas yaitukualitas rendah, kualitas sedang, kualitas baik dan kualitas tinggi.
Sedangkan menurut pertimbangan tingkat harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat maka strategi kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus mempertimbangkan konsumen yang dituju dan waktu penggunaan produknya.
Di dalam menciptakan dan meningkatkan kualitas produk, setiap perusahaan harus melaksanakan strategi, yaitu :
a). Penyempurnaan kualitas
Penyempurnaan kualitas ditujukan untuk meningkatkan faedah fungsional produk dan termasuk masalah keawetan produk, kecepatan dan citarasanya.
b). Penyempurnaan ciri khas produk
Strategi penentu kualitas ini, ditujukan untuk menambah cirri khas produk tertentu yang dapat meningkatkan keserbagunaan, pendayagunaan, keselamatan dan kenyamanan pemakainya produk.
c). Perteknikan
Strategi perteknikan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk. Strategi ini dapat meningkatkan ciri keselamatan cara pemakaiannya produk yang bersangkutan.
d). Keanekaragaman
Strategi ini dapat digunakan untuk keanekaragaman produk, pendayagunaan produk untuk kepentingan konsumen
e). Penyempurnaan corak
Strategi ini ditujukan untuk perbaikan corak (style) produk, agar mempunyai daya tarik estetika yang menarik bagi kepentingan konsumen.
f) Pernayataan kualitas produk
Pernyataan kualitas produk dapat dinyatakan :
1. Keterangan produk yang sudah dikenal konsumen misalnya “Prima” dan “Superior”.
2. Menyebutkan istilah, misalnya untuk karet “Smoked sheet” dan untuk kopra “Molukkeen mixed”.
3. Dengan menyebutkan asalnya, misalnya “Timah Bangka”.
Cara pengklasifiaksian produk berdasarkan jenis dan kualitas produk adalah cara pengklasifiaksian yang lebih banyak dikenal orang.
a. Jenis komoditi garmen (bahan jadi)
􀁸 Kualitas I, sesuai standar ekspor
􀁸 Kualitas II, memenuhi standar produksi dalam negeri
b. Jenis komoditi tinta printer
􀁸 Kualitas I, sesuai dengan standar pabrik komputer/printer
􀁸 Kualitas II, subtitusi dari pabrik lain.
3 Sifat dan Manfaat Produk
Sifat barang merupakan karakter yang melekat pada barang itu sendiri secara fisik dapat dilihat, setiap penjual harus memahami sifat sifat yang ada pada barang dagangannya ,karena sangat diperlukan dalam mengatur sirkulasi penggantian barang baik barang yang dipajang ditoko maupun barang yang ada dalm persediaan, setiap barang dagangan harus diperlakukan berbeda karena setiap barang memiliki karakter yang berbeda pula, demikian juga dalam melakukan klasifikasi harus adanya penempatan dan penataan yang sesuai dengan sifatnya masing masing untuk menghindari terjadinya dampak dari satu barang terhadap barang lainnya, selain itu memberikan kemudahan dalam pemeriksaan dan penggantian setiap barang. Sifat barang dipengaruhi oleh faktor faktor :
a. Bahan baku yang digunakan pada saat proses produksi
b. Proses pengolahannya
c. Daya tahan barang
d. Cara pemakaian dan pemeliharaan.
Jika dalam proses produksi menggunakan bahan baku bermutu tinggi dan tepat ukurannya dengan pengolahan yang baik, mungkin akan menghasilkan barang yang memiliki daya tahan lama, jika dapat menghasilkan barang yang baik cara pemeliharaannyapun tidak memerlukan waktu dan tenaga yang relatif banyak atau tidak memerlukan penggantian barang dengan segera, sifat barang berpengaruh terhadap manfaat barang dalam pola kosumsi dan pola arus barang ditoko .manfaat barang merupakan faedah yang diberikan suatu barang kepada pemiliknya atau kepada yang membutuhkanya Berdasarkan sifat dan tingkat konsumsinya, di mana barang dapat dikategorikan / digolongkan menjadi:
a. Barang tahan lama (Durable goods)
Ialah barang berwujud yang biasanya secara normal dapat bertahan dalam pemakaian berulang kali. Contoh : lemari es, pakaian dan sebagainya.
Barang tahan lama memerlukan penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi, menguasai marjin yang lebih tinggi dan memerlukan jaminan-jaminan yang lebih besar dari penjual
b. Barang tidak tahan lama (non durable goods) Ialah barang berwujud yang secara normal dapat dikomsumir sekali atau beberapa kali contoh : daging, sabun,mengingat barang-barang ini dikonsumsi dengan cepat dan sering dibeli, maka barang tersebut tersedia diberbagai tempat, menguasai margin yang lebih kecil dan memupuk kesetiaan pada satu merk.
c. Barang yang bersifat klasikal
Ialah barang yang digemari dan disukai konsumen sepanjang masa meskipun ada model dan produk baru,biasanya penggemar model ini merupakan fanatik terhadap merk barang tertentu karena dapat memberikan kebanggaan dan kepuasan tertentu misalnya blue jeans merk Levi’s.
d. Barang yang bersifat kotemporer, Sifat barang yang kotemporer dipengaruhi trend dan kegemaran konsumen ,barang semacam ini akan memberi manfaat ekonomis terhadap penjual
jika selalu mengikuti perkembangan trend yang terjadi dimasyarakat ,dan manfaat yuang diberikan barang kepada konsumen rasa percaya diri, karena mengikuti trend lingkungannya.
e. Barang yang bersifat Adjustable
Adalah barang yang menyesuaikan dengan mengikuti perubahan iklim, dan barang semacam ini akan dirasakan manfaatnya jika terjadi perubahan musim ,seperti musim penghujan dan kemarau.misalnya payung.
f Barang yang bersifat luxirius,
Adalah barang yang sifatnya mewah dan konsumennya dari golongan tertentu dan toko biasanya menyediakan ruang khusus dengan maksud untuk mempertahankan karakteristik nya,
klasifikasi yang dilakukan toko biasanya terpisah dan relatif ketat dalam pengawasanya,manfaat yang dirasakan oleh konsumen adalah kemewahan dan kelas tersendiri karena memberikan gengsi tersendiri, contohnya berlian
g. Barang yang bersifat Prestisius,
Adalah barang yang memberikan kedudukan tersendiri dalam kehidupan sosial seseorang dan biasanya ditata dan dikelompokan secara eklusif didalam toko, manfaat yang dirasakan konsumen adalah image tertentu jika menggunakan barang tersebut misalnya jika menggunakan dasi.
h. barang yang bersifat praktis , Adalah barang yang penggunaannya tidak rumit dan berkesan santai, manfaat yang dirasakan konsumen adalah kemudahan dalam pemakaiannya dan rasa santai dan biasanya digunakan dalam kegiatan keseharian diluar dinas misalnya memakai T,Shirt, sandal atau jaket.
4. Penggolongan Barang Menurut Tujuan Pemakaiannya Oleh
Pemakai
Penggolongan barang menurut tujuan pemakaiannya ini banyak digunakan karena sangat praktis. untuk keperluan analisa dan pembahasan selanjutnya kita akan menggunakan penggolongan yang kedua ini.menurut tujuan pemakaiannya barang digolongkan ke dalam dua golongan yaitu :
a. Barang Industri (Industrial Goods)adalah barang yang dibeli untuk diproses kembali atau untuk kepentingan dalam industri. Jadi pembeli barang industri ini adalah perusahaan, lembaga atau organisasi termasuk organisasi nonlaba,menurut golongannya barang industri dapat dibedakan dalam golongan besar, yaitu :
1. Peralatan besar/utama (Mayor equipment)
2. Peralatan ekstra (Minor/ accessory equipment)
3. Komponen/barang setengah jadi (Fabricating or component parts)
4. Bahan-bahan proses
5. Perlengkapan pengerak
6. Bahan baku
Ciri-ciri industrial goods
1. Pasarannya sempit sehingga pembeli tidak sebanyak consumer goods
2. Dibeli atas dasar quality dan spesifikasi teknik yang menarik bukan atas dasar merk atau prestise pembeli biasanya
mempunyai integritas yang tinggi.
3. Produsen lebih condong untuk membeli langsung dari penjual atau producer lainnya.
Kontak langsung antara pembeli dan penjual perlu sekali karena hal ini memungkinkan untuk penjual membantu pembeli untuk membentuk, mengetahui spesifikasi dan modifikasi yang langsung dibutuhkan.
4. Keputusan untuk membeli tidak dapat langsung diambil karena setiap keputusan harus diambil dari suatu rapat direksi 
5. Harganya relatif tinggi
6. Harus ada after sales service.
b. Barang Konsumsi (Consumer Goods) adalah barang-barang untuk dikonsumsikan atau dipakai sendiri oleh anggota keluarganya. Pembelian didasarkan atas kebiasaan membeli dari
konsumen. Jadi pembeli barang konsumsi ini adalah pembeli/konsumen akhir, bukan pemakai industri, karena barang-barang tersebut hanya dipakai sendiri (termasuk diberikan kepada orang lain) tidak diproses lagi.Consumer goods dapat dibedakan menjadi 4 (empat) golongan, yaitu :
􀁸 Convenience Goods (Barang-barang kebutuhanh sendiri)
􀁸 Shopping Goods (Barang-barang yang dipilih-pilih)
􀁸 Specialy Goods (Barang-barang istimewa)
􀁸 Unsought Goods (Barang-barang yang tidak dicari)
1). Convenience Goods, ialah barang-barang yang biasanya dibeli oleh konsumen secara seringkali atau kadang-kadang dan dengan pengorbanan-pengorbanan/usaha-usaha yang minimum di dalam membandingkan/memilih dan membelinya.
Contoh : rokok, sabun, gula, Koran dan sebagainya.
Dalam melaksanakan distribusinya kita mengenal beberapa istilah, yaitu :
Selling In : Adalah tindakan penjualan pertama untuk masuk ke dalam golongan pengecer dan saluran distribusi
Selling Out : Adalah suatu tindakan yang dilakukan setelah melihat keberhasilan selling in dengan membuat suatu kebijaksanaan baru agar barang-barang dapat keluar (laku dijual) dengan promotion berupa pemasaran iklan dan reklame yang bai dan lain-lain tergantung dari pada barangbarang yang kita masukkan.
Selling Order : Adalah pemesanan kembali terhadap barang-barang yang telah pernah kita berikan kepada pengecer. Repeart order ini kita lakukan bila selling out terlaksana dengan baik.
2. Shopping Goods, adalah produk-produk dimana langganan membandingkan dengan produk-produk lain yang bersaing, dalam membandingkan tadi langganan tersebut dalam menyediakan waktu dan usahanya yang berharga.
Ciri-ciri daripada shopping goods adalah :
a. Barang-barang yang sebelum dibeli dibandingkan satu sama lain atas dasar :
1. Suitability (Kecocokan)
2. Quality (Kualitas/mutu)
3. Price (Harga)
4. Style (Gaya/model)
b. Faktor-faktor yang menentukan barang tersebut dibeli adalah :
1. Ukuran dan warna
2. Model dan design
c. Konsumen bersedia untuk membuang-buang waktunya hanyak untuk memilih-milih dari macam-macam barang tersebut.
Contoh : Shopping goods (Pakaian jadi, tekstil, jeans, sepatu, tas, kacamata dan lain-lain)
3. Specialty Goods adalah barang yang memiliki karakteristik dan atau merk yang unik atau di mana sekelompok pembeli tertentu dalam melakukan pembelian, biasanya melakukan
usaha khususnya.ciri-ciri daripada barang-barang spesial adalah :
a. Barang-barang yang dibeli atas dasar suatu merk/brand yang tertentu, konsumen biasanya terpengaruh atas/oleh cirri-ciri khas daripada barang yang telah diiklankan sebelumnya.
b. Harganya relatif lebih tinggi produsen dari kelompok ini tergantung sekali kepada dealer yang akan membeli.
Contoh : Mobil Mercedes, radio, televisi, alat-alat kosmetik, alat-alat potret dan lain-lain.
4. Unsought Goods, adalah barang yang tidak diketahui atau diketahui oleh konsumen tetapi biasanya tidak terpikir untuk membelinya.produk baru seperti detektor asap dan proseccor
makanan adalah barang yang tidak dicari sampai tiba saatnya konsumen mengenalnya melalui iklan.Karena sifatnya seperti tersebut diatas, barang yang tidak dicari memerlukan usaha pemasaran yang besar berupa iklan dan penjualan perorangan.
Produk dapat pula dikelompokkan berdasarkan sifat dan manfaatnya. namun demikian, tentu saja pengelompokkna tidak akan terlepas dari orientasi terhadap jenis produknya. Sebagai contoh berikut ini diketengahkan penyusunan produk pada suatu toko obat/apotik. Petama-tama, dikelompokkan berdasarkan jenis produknya, apakah sebagai obat-obatan atau vitamin; Selanjutnya, dikelompokkan apakah jenis produk itu sifatnya cair (liquid), tablet atau bubuk kapsul;
Kemudian, dikelompokkan berdasarkan manfaatnya, apakah sebagai obat batuk, obat sakit kepala, obat ashma dan sebagainya. dalam hal vitamin, dikelompokkan manfaatnya apakah sebagai penambah vitamin A, B, C atau sebagai suplemen makanan (food supplement).
Contoh lainnya, kita ketengahkan produk berupa alat pembersih:
􀁸 Jenis / nama produk : sabun
Sifat : cair, padat.
Manfaat : pembersih badan
􀁸 Jenis / nama produk : disinfectant
Sifat : cair
Manfaat : pembersih lantai
5. Menggolongkan Barang-Barang
Pengaturan barang perlu disusun dan ditata dengan sebaik-baiknya, serta serapi-rapinya. Kegiatan-kegiatan di dalam mengatur barang
dagangan dapat dilakukan dengan menata barang, antara lain :
Dalam menggolongkan barang-barang dagangan dapat dilakukan dengan cara :
¯ Pengelompokan berdasarkan pengguanaannya barang
¯ Pengelompokan berdasarkan merek barang yang sama
¯ Pengelompokan berdasarkan ukuran barang
¯ Pengelompokan barang-barang kebutuhan konsumen
D . Klasifikasi Produk
Klasifikasi asal kata dari” Classification “ yang artinya mengatur ,mengklasifikasikan barang berarti mengelompokkan barang dagangan kedalam atau sesuai jenisnya masing masing dan ditata sedemikian rupa sehingga memberikan kemudahan kepada setriap yang memerlukannya ,Kegiatan mengklasifikasi barang dagangan pada umumnya banyak dilakukan oleh toko toko atau pedagang eceran (retalier) seperti Departement store, toko serba ada, dan pasar swalayan. Pengelolaan barangnya biasanya ditangani bagian khusus,yaitu Merchandising, kegiatan sehari harinya meliputi menganalisa, merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan barang dagangan dengan memperhatikan hal hal seperti: tepat tempat, (posisi yang pantas), tepat kualitas, tepat kuantitas tepat harga, dan tepat waktu.
Adapun standar bagi seorang Merchandiser yaitu:
1 Harus mengenal jenis barang
2 Mengetahui letak barang di toko
3 Mengetahui cara display yang benar
4 Mengetahui posisi label rak
5 Bertanggung jawab
6 Menjaga kebersihan rak serta barang barang yang ada dipajangan
7 Menghindari kekosongan barang yang dipajang
8 Memberi label pada semua barang yang ada dipajangan baik label rak maupun label barang.
Merchandising dalam kegiatan sehari harinya di bantu oleh bagian toko atau manajer floor .bagian toko tugasnya menata dan menempatkan barang secara fisik sesuai klasifikasinya.dibagian Merchandising kegiatan pengelompokan barang dagangan menjadi kegiatan rutin dan alur barang dengan sendirinya akan terklasifikasi karena telah ditunjuk bagian/ unit yang harus
Gambar 14 merchandiser
menangani barang sesuai klasifikasi barang, apalagi jika Departemen Store tersebut telah dibagi counter pada setiap lantai, setiap counter menjadi satu jenis kelompok barang kebutuhan misalnya
Lantai 1 ; Alat alat kosmetik
Lantai 2 ; Kebutuhan pria
Lantai 3 ; Kebutuhan wanita
Lantai 4 ; Baju anak anak/ perlengkapan bayi
Lantai 5 ; Alat alat elektronika
Ada beberapa alternatif untuk penggolongan jenis barang di sebagai berikut:
1. Menurut bentuknya:
a. benda padat
b. benda cair
2. Menurut daya tahannya:
a. barang tahan lama
b. barang tidak tahan lama
3. Menurut cara penyuimpanannya:
a. barang yang memerlukan penyimpanan khusus
b. barang yang tidak memerlukan penyimpanan khusus
4. Menurut jumlahnya:
a. barang bebas
b. barang ekonomis
5. Menurut kegunaannya:
a. barang pokok
b. barang pembantu/pelengkap
c. barang mewah
6. Menurut sifatnya:
a. barang nyata
b. barang abstrak
7. Menurut cara pemakaiannya:
a. barang substitusi
b. barang komplementer
Setiap penjual / manajer sebuah toko bisa mengelompokkan jenis barang sesuai dengan keinginannya, dan juga tergantung dari jenis usaha/toko yang akan didirikan. Beberapa contoh pengelompokan barang sebagai berikut :
1. Pengelompokkan dan pengklasifikasian produk
Tujuan utama dari pengelompokkan dan pengklasifikasian produk (barang) adalah untuk memudahkan pengelolaannya. Bagi pihak produsen atau penjual, pengklasifiakasian barang akan memudahkan dalam hal;
a. Penyimpanan di gudang
b. Penataan di ruang pajang
c. Pengambilan dari gudang atau tempat pemajangan
d. Pengawasan dan pemeliharaan
Bagi pihak pembeli, pengklasifikasian barang akan memudahkan untuk memilih atau menyebutkan pesanan.
Pengelompokkan dan pengklasifikasian barang pada suatu toko (store) disebut juga “Merchant” atau Point Of Sale (POS) biasanya disusun sebagai berikut :
􀁸 Merk produk atau pabrik
􀁸 Jenis produk
􀁸 Spesifik teknis produk
􀁸 Kualitas produk
􀁸 Warna produk
atau
􀁸 Jenis produk
􀁸 Merk atau pabrik produk
􀁸 Spesifik produk
􀁸 Kualitas produk
Dari pembagian macam macam barang (counter) diklasifikasikan
berdasarkan spesifikasi barang yang di jual di counter masing masing .
Dalam kenyataannya kita dapat melihat pengelompokan barang di toko swalayan sebagai berikut :
1 Keperluan peralatan rumah tangga ( household ware)
2 Keperluan peralatan dapur (kitchen utensil)
3 Pembersih rumah ( house cleaners)
4 Perlengkapan tuilet( toileties )
5 Keperluan bayi ( baby need)
6 Kosmetik ( cosmetic)
7 Obat obatan ( medicine )
8 Kertas tisu ( papers good )
9 Barang barang kado ( gift set )
10 Susu dan makana bayi ( milk and baby foods )
11 kue / biskuit ( cookies and biskuit )
12 Makanan kecil ( snack )
13 Gula gula (/ coklat ( candies )
14 Selai (/ madu ( jam/ honey )
15 Keperluan memasak ( cooking needs )
16 Daging dan ikan ( meats and fish )
Barang tersebut ditata di counter masing masing berdasarkan
ukuran ,warna, kualitas, merk, model, dan harga. Setiap barang diberi
kode yang telah ditentukan oleh departemen yang bersangkutan ,dan
masing masing barang mempunyai kode yang berbeda untuk
memudahkan pemeriksaan dalam satu barang terdiri dari kode misalnya ;
02.05.205 berarti 02 = departemen
05 = kode counter
205 = kode jenis barang.
Selain kode kode tersebut dapat pula ditambahkan kode pemasok barang (suplier) pramuniaga cukup menulis kode barang .pihak pihak terkait seperti kasir sudah dapat mengetahui jenis barang yang dijual, apalagi kode tersebut telah diprogramkan kedalam cash register ,kasir cukup menekan kode tersebut maka secara otomatis cash regieter dapat membacanya.di departemen store biasanya daptar rincian klasifikasi barang dibuat hanya mengklasifikasi kelompok barang dan jenis barangnya saja,karena setiap counter sudah memahami tugas masing masing dan mengetahui barang dagangan yang menjadi wewenangnya,daftar rincian biasanya dibuat seperti dibawah ini :
E . Warna dan Merk Produk
Salah satu pengetahuan dasar klasifikasi produk adalah pengenalan komposisi warna, hal ini diperlikan karena kadang kadang perusahaan / produsen menggunakan simbol warna untuk membedakan kualitas dan merk dagangannya dengan barang produsen lain ,seorang penjual dituntut untuk mengenal berbagai komposisi warna guna memudahkan dalam klasifikasi barang yang akan ditata dalam toko Jika pembeli memasuki sebuah toko, yang pertama kali diperhatikan atau dilihat adalah warna dari produk yang akan dibelinya. Seorang
pembeli wanita atau pria pada umumnya dapat membedakan warna kombinasi, dari suatu produk ayng harmonis sebelum melakukan transaksi jual-beli. Peranan warna dalam desain saat ini terasa semakin meningkat ,ini dibuktikan dengan lahirnya beraneka ragam warna yang digunakan berbagai produk, namun warna semata tidak menjadikan barang menarik kecuali jika dipadukan secara serasi dengan jenis barang, bentuk dan pemakaiannya ,wayang dinilai tepat dan serasi dengan produk, jika dapat mempengaruhi omzet penjualan , sebaiknya warna yang keliru berdampak menurunnya penjualan ,bahkan mungkin tidak akan laku. dengan lahirnya aneka ragam warnaproduk memberikan pilihan bagi calon pembeli dan memotivasi untuk melakukan pembelian lebih dari satu produk dengan lebih dari satu warna.
Penjual harus hati hati dalam menyediakan warna produk yang dijualnya termasuk dalam memilih kombinasinya ,kombinasi warna terlalu banyak dalam suatu barang terkadang tidak disukai karena terlalu bervariasi, produk lebih menarik dengan variasi warna yang relatif sedikit tetapi desain dan fashion yang modis daripada kombinasi warna yang beraneka ragam.
Warna asli dilihat melalui spectroscope (prisma ) akan terbagi menjadi enam warna dengan panjang gelombang yang berbeda beda warna itu terdiri : merah ,biru, kuning, orange, hijau ungu.Warna merah ,biru dan kuning dinamakn warna primer,yang dimaksud dengan warna primer adalah warna dasar, dengan mencampurkan warna ini akan dihasilkan berbagai warna ,sedangkan warna orange, hijau dan ungu disebut warna sekunder ,sebab warna orange adalah warna hasil campuran antara warna primer merah dan kuning hijau campuran antara kuning denga biru dan warna ungu hasil campuran warna dasar merah dengan warna biru..Warna produk apapun pada umumnya mempunyai arti dan fungsi tersendiri bagi para pembeli. Maka dari itu perusahaan yang ingin berhasil didalam usahanya, perlu memperhatikan tentang warna produk ayng akan dibuatnya. Seperti kita ketahui warna produk itu banyak sekali pengaruhnya bagi kehidupan umat manusiadan dapat dibedakan seperti :
1). Warna terang (kuning muda, nila,abu-abu, hijau muda dan biru muda)
2). Warna cerah (hijau laut, hijau jamrut, kuning mas, merah bata, dan jingga)
3). Warna gelap (hitam, biru, hijau lumut, kopi, coklat, dan merah hati
Warna produk yang sangat menarik bagi para konsumen dan tepat dengan produknya akan meningkatkan volume penjualan.
Pendayagunaan warna produk secara tepat dapat meningkatkan penjualan produk sesuatu perusahaan. Begitu pula bagi para karyawan perusahaan, warna itu dapat meningkatkan produktivitas kerja, karena warna yang serasi akan mengurangi kepenatan mata. Warna yang harmonis, akan membawa kenyamanan, ketenangan, kesehatan, kenangan, keindahan dan dapat mempengaruhi emosional seseorang.
Warna produk yang bermacam-macam selain berperan didalam hal kecocokan, juga akan mendorong para konsumen untuk memilih dan membeli lebih dari satu macam produk yang warnanya berbeda-beda. Dengan perkataan lain dengan adanya beberapa macam warna sesuatu produk, maka para konsumen akan lebih terangsang untuk membeli atau memiliki beberapa produk.selain itu seorang penjual dapat dengan mudah melakukan penataan dan mengelompokkan barang dagangan dengan serasi dan mempunyai daya tarik tersendiri .
1. Merk Produk dalam klasifikasi produk
Merek dagang adalah sebuah nama, istilah, tanda symbol atau desain atau kombinasi dari semuanya ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari seseorang penjual atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk atau jasa pesaing. Sebelum hal ini dibahas lebih lanjut ada baiknya kalau diketahui terlebih dahulu arti dari istilah-istilah dibawah ini : Nama Merek : Bagian dari suatu merek yang dapat dihapalkan atau diucapkan misalnya : Sunsilk, BMW, Honda dan sebagainya. Tanda Merk/ label : Bagian dari suatu merek yang dapat dikenali tetapi tidak dapat dilapalkan suatu symbol, desain atau semacamnya. Misalnya: Singa untuk perusahaan film, kuda laut untuk Pertamina.
Label merupakan suatu bagian dari sebuah kemasan atau dapat merupakan etiket lepas yang ditempelkan pada produk ,dengan demikian ,sudah sewajarnya kalau antara kemasan merk dan label terjalin satu hubungan yang erat sekali secara umum label dapat dibedakanatas beberapa bagian yaitu ;
a, label merk(brand label) adalah merupakan merk yang diletakan pada produk atau kemasan.
b. label tingkatan kualitas (Grade label) adalah suatu tanda yang mengidentifi kasikan kualitas produk, apakah dalam bentuk huruf, atau tanda tanda lainnya
c label diskritif (deskritif label) adalah merupakan informasi obyektif tentang penggunaan, kontruksi, pemeliharaan, penampilan, dan ciri ciri lain produk.
Merek Dagang : Merek atau bagian dari suatu merek yang mendapat perlindungan hukum karena mampu untuk memperoleh hak secara eksklusif. Sebuah merek melindungi eksklusif penjual untuk menggunakan nama merek atau tanda merek.
Hak Cipta : Hak sah eksklusif untuk memproduksi, menerbitkan dan menjual bahan bentuk tulisan, musik atau karya seni.
Menurut Alex Nitisemito Brand/Merk/Cap adalah suatu tanda atau symbol yang memberikan identitas untuk suatu barang atau jasa tertentu yang dapat berupa kata-kata gambar atau kombinasi daripada itu. Brand name juga dapat digunakan sebagai senjata persaingan bagi produsen barang konsumsi. tetapi untuk barang industri, faktor brand name ini kurang begitu penting; yang lebih penting adalah reputasi dan nama perusahaan. ada faktor lain yang sangat penting bagi program pemasaran barang industri dan memerlukan biaya cukup banyak, yaitu garansi. Demikian pula aspek bantuan sesudah penjualan seperti pemasangan dan reparasi, juga perlu dipertimbangkan. sering masalah ini juga perlu dipertimbangkan untuk barang konsumsi, seperti mobil dan almari es. selain aspek-aspek di muka, faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah faktor pembungkusan.
Merk pada dasarnya mempunyai 2 (dua) fungsi yaitu sebagai berikut :
a) memberikan identitas terhadap suatu produk
b) untuk menarik calon pembeli
Pemakaian merk dagang untuk suatu produk yang dipasarkan pada akhir-akhir ini, sangatlah penting sekali. pentingnya merek terutama terdapatnya manfaat, baik untuk produsen, penyalur maupun untuk para konsumen. adapun manfaatnya merek produk untuk produsen, diantaranya :
a. Sebagai dasar melakukan identifikasi produk
b. Sebagai dasar untuk membedakan harga dari produknya
c. Untuk mencegah peniruan ciri khas produk
d. Untuk menunjukkan taraf mutu atas produk
e. Untuk mempermudah konsumen di dalam pencarian produk
Sedangkan manfaat penggunaan merek produk untuk para penyalur, di antaranya :
a. Untuk membina preferensi pembeli
b. Untuk mempertahankan mutu produk
c. Untuk mempermudah penanganan produknya
d. Untuk mempermudah mengetahui penawaran
Merek produk akan menolong para penjual di dalam mengendalikan pasar, karena pembeli tidak mau dibingungkan oleh produk yang satudengan produk yang lainnya. Sedangkan keuntungan daripada merek adalah merupakan sales promotion, memberikan dorongan untuk melakukan pembelian, melindungi adanya peniruan produk dan memudahkan jika dikemudian hari akan dikenalkan adanya produk baru.
Pada saat kita mengklasifikasikan barang berdasarkan merk atau warna barang, pada awalnya tetap saja harus dimulai dari jenis produknya. misalkan, pada toko sepatu dapat dicontohkan sebagai berikut :
Pertama-tama, dikelompokkan dahulu jenis sepatunya, apakah sepatu untuk laki-laki, wanita, anak laki- laki, atau anak perempuan ? ; atau
􀂃 Melakukan pengelompokkan sepatu kulit untuk: laki-laki, waniti, anak laki-laki, anak perempuan.
􀂃 Melakukan pengelompokkan sepatu canvas untuk : laki-laki, wanita, anak laki-laki, anak perempuan.
Selanjutnya, dilakukan pengelompokkan berdasarkan merk (brand)
sepatu ;
Kemudian dilakukan pengelompokkan berdasarkan warnanya, hitam, putih, merah, abu-abu dan sebagainya.
Dalam hal, model sepatu dijadikan acuan, maka pengelola took sepatu boleh juga menggunakan model sebagai kriteria dalam pengelompokkan.
(Susunannya, Jenis/peruntukkan, merk, model, warna).
Contoh lainnya, kita pilih pengelompokkan pada barang dagangan berupa kain (tekstil).
Pertama-tama, kain dikelompokkan berdasarkan jenisnya, apakah jenis kain wool, dacron, katun, tetoron, terylin, siphon dan sebaganya.
Selanjutnya, kain dikelompokkan berdasarkan merk atau pabriknya, apakah Nini Ricci, El Roro, Famatex, Signatex dan sebagainya.
Kemudian setelah penyusunan di atas, barulah kain tersebut dikelompokkan berdasarkan warnanya.(Susunannya jenis kain, merk, warna)
Berdasarkan kepada pengelompokan diatas biasanya Departement Store menyediakan / menyewakan stand khusus atau counter khusus untuk merk dagangan tertentu ,terutama bagi merk kelompok ,merk yang digunakan pada berbagai produk seperti pakaian anak, sepatu, dan lain lain ,jika merk yang digunakan terkenal biasanya Departement Store menyediakan etalase sendiri.
2. Brand label
Kesadaran konsumen terhadap produk yang akan dibeli makin lama makin tinggi, seiring dengan meningkatnya peran media dan proses edukasi produk oleh produsen. Kasus keracunan makanan, halal tidaknya makanan, keinginan untuk melakuakan pemeliharaan makanan kesehatan atau diet mendorong konsumen harus lebih mengetahui kandungan nutrisi atau bahan baku lainnya yang ada, dalam suatu produk. hal itu telah menyadarkan konsumen untuk memperhatikan suatu produk lebih baik. Maka peran label sebagai bagian dari produk yang memberikanm informasi tentang produk dan produsen menjadi sangat penting.
Terdapat 3 (tiga) macam label menurut Stanton (1994), yaitu,
1 Brand Label. label ini memuat merk, gambar,atau produsen dari produk yang dicantumkan dalam kemasan produk. Informasi tersebut penting bagi konsumen sehingga mereka dapat
membedakan suatu produk dengan produk lainnya.
2 Descriptive Label. Label ini memberikan informasi mengenai bahan baku, persentase kandungan, nilai kalori/gizi, cara penggunaan/konsumsi, tanggal pembuatn, tanggal kedaluarsa dll.
3 Grade Label. Label ini menginformasikan kepada konsumen tentang penilaian kualitas produk




2 Memonitor Penataan atau Display Produk




A. Menata produk sesuai perencanaan

Setiap barang yang datang dari gudang atau barang baru untuk dijual, setelah diadakan pemeriksaan jumlahnya, harganya, kartu harga, haruslah diatur dan ditata sebaik-baiknya. Disamping harus mengatur barang dagangan di toko denghan serapi-rapinya, seorang pengelola toko harus dapat mengatur ruangan (layout).
Mengatur ruangan toko merupakan persyaratan yang penting, sebab ruangan toko yang menarik, akan menimbulkan para pembeli/pengunjung toko merasa betah dan senang dalam berbelanja.
Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam mengatur dan menata ruangan toko adalah :
1) Mengatur Hiasan Ruangan Toko
Di dalam mengatur hiasan ruangan toko dapat dilakukan, antara lain:
- meletakan pot-pot bunga hiasan yang tepat letaknya/posisinya.
- Menyusun barang-barang dagangan dalam lemari pajangan yang sangat menarik sekali, serasi dan harmonis
- Brosur-brosur perlu disusun dengan baik dan menarik konsumen
2) Mengatur Peralatan Toko
Di dalam ruangan toko perlu diatur peralatan toko. Di dalam menempatkan peralatan toko seorang pengelola toko perlu memperhatikan :
- penerangan ruangan
- kesegaran udara dalam ruangan
- keindahan dalam ruangan
- keamanan barang dagangan, dan
- kesehatan barang dagangan
Perencanaan toko dan tata letak (layout) toko merupakan seni pakai (applied Art, atau seni murni/pure art). Dalam mendesain toko menuntut koordinasi semua komponen dari mulai struktur ruang (lantai, dinding, ceiling/atap) arsitektur dan interior desainnya dan konsumen. Mendesain toko merupakan investasi jangka panjang yang tujuannya untuk mencapai target penjualan.
1. Sasaran Desain Toko
Desain toko atau showroom adalah bagian dari strategi marketing.
Karena itu kita harus mendefinisikan lebih dulu konsumen sasaran, status sosial atau ekonominya. Desain toko yang baik adalah desain yang menyesuaikan dengan kondisi konsumen. Secara keseluruhan desain toko berfungsi mirip “logo” perusahaan. Ada ciri atau karakter tertentu.
contoh Time zone, Gramedia atau McDonald.. Karakter toko menjadi kata kunci yang harus dijabarkan seorang desainer karena desain interior toko berfungsi sebagai gimmick yaitu sesuatu yang special unik dan membuat toko tertentu menjadi lebih menonjol di banding toko sejenis. Pada dasarnya Fungsi desain toko adalah :
a. Menciptakan citra toko
- Penampilan luar /Exterior – Fascale Store
- Pemilihan nama/logo, Store Image
- Pemilihan warna/karakter, Colour Image
b. Memberikan fleksibilitas yang maksimal
Peralatan-peralatan toko yang dipergunakan hendaknya cukup fleksibel sehingga memungkinkan diadakan perubahan-perubahan di masa yang akan datang.
c. Memudahkan pemeliharaan toko
Agar toko tetap bersih dan menarik, perlu dipikirkan cara pemeliharannya dengan usaha yang minimal.
d. Mendukung pengamanan toko
Desain toko harus mendukung pengamanan toko dari pencurian kemungkinan oleh pembeli maupun karyawan
e. Memberikan kenyamanan berbelanja
Harus memberikan kemudahan bagi pembeli yang masuk dan keluar toko, dapat mengundang orang untuk berani masuk ke dalam toko.
2. Dasar-dasar Desain Toko
a. Etalase/display window (pajangan barang yang menghadap keluar)
Memberikan pengaruh besar pada konsumen sebelum memutuskan untuk masuk
b. Penerangan di Luar Toko
Pencahayaan eksterior akan sangat penonjolan etalase maupun papan nama toko, khususnya pada malam hari.
c. Penerangan Di dalam Toko
- Mendukung penampilan barang-barang yang dipajang
- Meningkatkan daya tarik took, barang dagangan, kesenangan berbelanja
- Meningkatkan produktivitas karyawan
- Mengurangi terjadinya pencurian
d. Perabotan dan Peralatan Toko / Equipment dan Fixtures
Memilih perabot dan peralatan toko perlu memperhatukan :
- Kesesuaian dengan jenis barang dagangan
- Kesesuaian dengan jenis pelayanan
- Kesesuaian dengan sasaran konsumen
3. Tata Letak Toko/Lay Out/Denah
Pengertian dasar lay out adalah suatu situasi sirkulasi/arus pengunjung yang memberikan kemungkinan maksimal bagi pelanggan untuk dapat melihat keseluruhan barang dagangan yang bermacammacam, dalam sekali pandang.
􀂙 Faktor-faktor yang mempengaruhi lay out :
a. Ukuran dan bentuk ruangan
b. Lokasi pintu masuk, tangga, koridor, tiang dan lain-lain
c. Jenis dan jumlah barang dagangan
d. Jenis operasi toko yang dilaksanakan misalnya self service
e. Ciri-ciri dan kebiasaan membeli dari pelanggan
f. Sifat dan jumlah fixtures, counter/Island display
􀂙 Persiapan Desain Toko
Sesudah memilih lokasi yang cocok, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan bangunan/ruangan yang akan dipakai, meliputi :
a. Membangun peralatan gedung baru atau mengubah yang sudah ada agar sesuai dengan kebutuhan
b. Menyediakan peralatan penerangan yang memadai, mencat dinding dan flafon, dengan warna yang cerah, dan memberi karpet/memasang keramik yang sesuai.
c. Mendapatkan perabot dan peralatan/equipment/fixtures yang essensial (sesuai) untuk menyelenggarakan bisnis.
d. Mengatur penempatan barang-barang di rak sedemikian rupa, sehingga pelanggan dapat dilayani dengan cepat dan memuaskan, dengan biaya-biaya serendah mungkin (efektif, efisien dan ekonomis).
Pengaturan barang dagangan yang serasi atau harmonis, akan menimbulkan suasana nyaman kepada lingkungan para pegawai toko dan para pembeli. Sebaiknya ruangan toko yang akan menyimpan barang dagangan terbagi menjadi beberapa ruangan berikut sasarannya yang menunjang di dalam pengaturan barang dagangan. Sebaiknya di dalam pengaturan barang dagangan di dalam ruangan toko, adalah sebagai berikut :
a. mempunyai kamar administrasi
b. mempunyai kamar/ruangan keamanan
c. selain serasi atau harmonis juga mempunyai ventilasi
d. mempunyai ruangan etalase yang cukup luas dan menarik.
Tempatkanlah etalase, di mana setiap orang yang lewat bisa melihatnya. Etalase merupakan wajah dari toko, maka aturlah wajah sedemikian rupa supaya kelihatan menarik, supaya setiap orang toko.
e. sebaiknya di ruangan toko, mempunyai ruang informasi, advis dan tempat penitipan barang-barang
f. di ruangan toko, mempunyai ruang coba (fitting room)
g. di dalam ruangan toko, ada ruang tunggu yang menyenagkan pembeli
h. di ruangan toko, ada kamar kecil (WC/Toile/Rest room)
i. mempunyai ruang pamer yang merupakan tempat untuk menata
atau memamerkan barang dagangan.
j. Mempunyai ruang tempat penyimpanan barang (running stock)
k. Pasanglah pengatur suhu udara (AC) dan diberikan pengharum ruangan serta Tape Recorder dengan lagu-lagu yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
4. Penelitian Kebutuhan Ruangan
Langkah ini memerlukan taksiran besarnya penjualan dalam jangka waktu pendek dan jangka panjang. Jika ramalan penjualan jangka pendek diperoleh, maka dapatlah ditentukan luas minimum took yang dibutuhkan ayitu dengan membagi jumlah hasil penjualan itu dengan suatu angka yang diperoleh dari pengalaman.
Jika ada kemungkinan peningkatan penjualan dimasa depan, maka hendaklah diadakan cadangan perluasan ruangan. Pada umumnya pengelola toko haruslah menanyakan dirinya apakah ia telah menyediakan ruangan untuk kebutuhan berikut :
a. Bagian barang dagangan termasuk ruang penyimpanan barang
(running stock) dan tempat penjualan (sales area) yang sesuai.
b. semua bagian penunjang penjualan (Bagian pengiriman barang, penyimpanan, pengembalian barang dn lain-lain).
c. Kemudahan bagi pelanggan dan karyawan
d. Ruangan kantor, termasuk ruangan untuk pembelian barang.
e. Pintu masuk dan keluar toko, tangga
f. Gang-gang yang cukup lebar, yang memudahkan arus lalu lintas pelanggan.
g. Ruangan etalase menurut bentuk dan jenis yang dikehendaki.
h. Ruangan yang cocok untuk peralatan komputer dan keperluan lain dari teknologi baru.
Luas area penjualan (sales space) dan non area penjualan tergantung dari tipe bisnis yang dilakukan:
Supermarket : kurang lebih 60% : 40%
Special store : kurang lebih 80% : 20%
Departement store : kurang lebih 70% : 30%
Alokasi area penjualan berdasarkan pengalaman di toko dipadu dengan :
a. Penjualan per M2 (meter persegi)
b. Laba kotor per M2 (meter persegi)
c. Perputaran stock barang
Berikut ini contoh bagian /area yang ada di Supermarket:
Bagian /area yang ada di Supermarket
1. Area Kantor; yaitu tempat manajer toko dan staff melakukan kegiatan operasional toko
2. Area Kasir, terdiri atas
1) kasir yang biasanya berjumlah 4 sampai 6 dan counter COC (Contract Of Counter) yaitu counter yang disewa secara khusus oleh supplier untuk menempatkan barang miliknya. Barang yang diletakan disini adalah barang-barang kecil yang sering dibeli oleh customer seperti batu battery, permen, rokok, obat umum dan sejenisnya.Adapun mesin bisnis / equipmn yang digunkanan di bagian kasir yaitu :
- Mesin kasir disebut dengan mesin computer
- Mesin debit digunakan apabila ada pembeli yang membayar dengan kartu kredit
2) deposit yaitu tempat menitipkan tas atau barang customer
3. Area Perishable; terdiri atas
1) area Fruit yaitu tempat aneka buah segar,
2) area vegetable yaitu tempat sayur dan bumbu segar serta makanan olahan beku (diletakkan pada frezzer),
3) area Meat yaitu tempat daging, ikan, ayam dan olahannya serta makanan siap santap (Ready to Eat)
Diarea perisable terdapat equipment / mesin-mesin toko seperti mesin timbangan barang dan mesin wraping untuk mengemas barang.
4. Area Merchandising, terdiri atas;
1) area tempat menyimpan barang persediaan (gudang);
barang- barang yang didisimpan disini dikelompokan menjadi kelompok food yaitu kelompok makanan (sembako), makanan bayi, snack / minuman dst; dan kelompok non food
Seperti; sabun, shampo obat serangga, toolkit dst
2) area rak shelving / gondola barang-barang yang dijual. Yaitu tempat meletakan barang barang.
􀂙 Bentuk-bentuk Lay Out :
1. Rak yang berbentuk gang-gang (aisle) lurus dengan gang kembar Keuntungannya :
- Memaksimalkan area penjualan dengan mengurangi ruangan yang terbuang
- Mempermudah menangani kebersihan
- Mempermudah pengamanan
2. Rak/fixtures/island yang berbentuk bebas
Misalnya berbentuk sirkuler, persegi delapan, atau meja panjang bujur telur, dimana lalu lintas pembeli bebas bergerak, sehingga lebih banyak barang yang terlihat oleh pembeli. Disamping itu para calon pembeli menjadi lebih betah berlama-lama di toko.
Kerugian-kerugiannya:
- Karena banyaknya ruangan yang diperuntukan bagi arus lalu lintas konsumen, ruang yang tersedia untuk barang dagangan menjadi berkurang.
- Pemeliharaan kebersihan dan penanganan keamanan menjadi lebih sulit.
􀂉 Tata Ruang di Rak Display
Di dalam meletakkan barang di rak, perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Barang-barang hendaknya dikelompokkan menurut jenisnya
2. Setiap kelompok barang hendaknya diberikan lokasi ruang (space) yang sesuai dengan banyak sedikitnya kelompok barang.
3. Untuk barang-barang kecil, barang yang mahal-mahal, yang mungkin akan mudah untuk dicuri, ditempatkan di rak kaca yang tertutup (show window). Penjualan dengan pelayanan khusus.
􀂉 Persyaratan Pemajangan Barang Yang Baik
1. Mudah dilihat. Setiap barang harus dapat terlihat merek, ukuran dan gambarnya menghadap ke depan
2. Mudah dicari. Dengan pengelompokkan barang yang baik akan mempermudah pembeli mencari barang.
3. Mudah diambil. Barang-barang yang paling atas harus mudah terjangkau oleh pembeli.
4. Menarik. Penempatan barang harus memperhatikan jenis, ukuran, warna dan bentuk barang, sehingga barang-barang yang dipajang seluruhnyadapat tampil dengan baik. Kombinasi harus diatur dengan baik dengan acuan kombinasi warna pelangi.
5. Aman. Barang-barang makanan dan minuman hendaknya dipisahkan dengan yang bukan makanan terutama yang mengandung racun maupun berbau tajam untuk menghindari kontaminasi.
Adapun criteria penempatan barang pada masing-masing jenis pajangan diatur sebagai berikut :
1. wall gondola
island /rak regular selving.
Jenis Item : Semua jenis barang Cara penyusunan :
Kaleng :
􀂾 Depan ke belakang
􀂾 Kiri kekanan
􀂾 Bawah ke atas
􀂾 FIFO
􀂾 Merk tampak didepan
􀂾 Label kiri poduk ` Kotak
􀂾 tidak melebihi 1 shelving ke samping
􀂾 label kiri produk
2. End Gondola
a) Tidak disewa Jenis Item :
􀂾 Bukan sisa fraction
􀂾 1 shelving 1 item
􀂾 barang fast moving
b) Sewa
Jenis Item :
􀂾 Planogram di supplier
􀂾 tidak melebihi 3 item
3. Wing Gondola Jenis Item :
􀂾 high Margin
􀂾 Cross merchandise
􀂾 produk yang in / ngetrend
􀂾 Produk impulse
4. Sales Strip Jenis Item :
􀂾 High margin
􀂾 Produk baru
􀂾 Produk sewa
5. Front Top Jenis Item :
􀂾 Sewa
􀂾 Produk baru
􀂾 produk impulse
􀂾 hemat
6. Side cap/side Top Jenis Item :
􀂾 Produk yang rawan hilang
􀂾 Produk impulse
7. Dancing Up Jenis Item :
􀂾 High margin
􀂾 Sewa
􀂾 Barng fast moving
􀂾 Barang murah
􀂾 Barang expose
Ukuran :
􀂾 Tinggi min 75 cm mak 120 cm
􀂾 Ukuran mak 90 X 90 cm
􀂾 Tidak mengganggu traffic konsumen
Barang-barang yang mudah pecah maupun bermacam jenis pisau yang berujung tajam perlu diperhatikan keamanannya.
􀂉 Posisi Letak Barang
1. Pemajangan Menurut Kelompok Barang
Barang yang dapat dikelompokkan menurut jenisnya, misalnya kelompok makanan, biskuit, susu, makanan ringan, makanan kecil, kopi, teh, dikelompokkan sendiri-sendiri.
2. pemajangan Menurut Ukuran
- Secara vertikal
Paling atas paling kecil makin kebawah makin besar untuk barang yang sama tetapi berbeda ukurannya.
Dengan menempatkan barang dagangan secara vertikal, kita dapat memamerkan barang dagangan lebih banyak dapat memanfaatkan setiap jengkal ruangan dan meningkatka nilai jualnya serta dapat menghemat biaya
Pelanggan dapat dengan mudah melihat klasifikasi jenis barang secara langsung dihadapannya sebatas penglihatannya dan jangkauan tangan pelanggan dengan mudah menjangkau  barang dagangan yang dibutuhkan,dengan penempatan barang vertikalpun pelanggan tidak mondar mandir untuk mencari jenis jenis dan klasifikasi barang yang dijual ditoko itu, penempatan barang secara vertikal berarti menempatkan dengan cara
1) Menempatkan barang dari atas ke bawah secara sistimatis
2) Disusun sesuai jenis dan klasifikasinya.
3) Barang disusun berdasarkan ukuran ,dari jenis yang terkecil sampai ukuran besaratau sebaliknya
4) Warna barang disusun dari warna termuda sampai warna tua, dan sebaliknya
5) Harga barang dilrtakkan dari harga murah ke harga mahal
6) Barang disusun dari atas ke bawah atau sebaliknya sesuai dengan jenisnya, katagorinya,serta bentuk dan sifatnya.
- Secara Horizontal
Yaitu penataan barang dengan cara barang paling besar paling kiri makin ke kanan makin kecil.
Penempatan barang secara vertikal maupun horizontal dapat dilakukan di berbagai peralatan display, diantaranya :
a Penempatan barang pada gantungan ganda Biasanya gantungan ganda ini dipergunakan ontuk kelompok berbagai macam busana seperti pakaian wanita anak anak, bayi dan
pakaian pria, alat ini praktis digunakan karena barang cukup digantungkan tidak perlu melipatnya, sehingga barang tetap bersih dan rapih. Keuntungan bagi pembeli adalah mudah melakukan memilih, praktis untuk menilai karakteristik barang dan langsung dapat dipegang.Untuk menarik perhatian, penjual tinggal menata secara apik tersusun serta tetap menjaga kerapihannya,menata barang sebaiknya mulai dari pengelompokkan ,misalnya pakaian pria ,ditata mulai dari ukuran (size) besar ke ukuran kecil, dan warna muda ke warna yang lebih tua dan seterusnya ,untuk menjaga kebersihan barang sebelum digantung terlebih dahulu dilapisi atau dibungkus oleh plastik transparan 
b Penempatan barang pada Rak
Rak barang biasanya digunakan untuk barang kebutuhan sehari hari misalnya pasta gigi, sabun mandi, shampo dan lain lain, susunan barang disusun mulai dari atas kebawah sesuai dengan kelompok dan spesifikasinya, usahakan penataan memberikan kesan bahwa barang lengkap dan praktis bagi pembeli jagalah jangan sampai menempatkan barang terlalu bawah sehingga sulit dilihat pembeli dan perlakukan lah setiap barang dengan baik.
3. Pemajangan Menurut Bentuk
Untuk barang-barang yang sejenis (beda merek) tetapi bentuknya sama akan lebih menarik kalau dipajang berdekatan
4. Pemajangan Menurut Warna
Untuk pemajangan barang sejenis dengan ukuran dan bentuk yang sama bial dipajang berdekatan hendaknya memperhitungkan kombinasi warna dari barang-barang tersebut sehingga tampak lebih menarik. Kombinasi warna yang paling dianjurkan adalah kombinasi warna pelangi.
5. Pemajangan Menurut Desain Dasar Posisi Penampilan Produk dari Produsen
- Setiap barang yang diproduksi sudah didesain sedemikian rupa sehingga jelas posisinya ketika dipajang di toko, baik dlam posisi berdiri (vertikal) maupun dalam posisi tidur (horizontal).
- Petugas pemajangn barang (display) harus mempelajari posisi terbaik bagi setiap barang sebagaimana yang dikehendaki oleh produsen
- Setiap barang hendaknya diberi kesempatan untuk tampil dan menunjukkan penampilannya yang tebaik.
6. Pemajangan Barang Menurut Harga Barang
¯ Barang-barang ayng harganya mahal di rak paling atas
¯ Barang-barang yang cepat laku di rak bagian tengah (eye level) setinggi pandangan mata rata-rata orang
¯ Barang-barang yang murah di rak yang paling bawah.
􀂉 Tipe-tipe Pajangan (display)
1. Wall Display (pajangan di rak dinding)
Digunakan untuk mengarahkan arus pengunjung 
2. Floor Display (pajangan barang di lantai)
Umumnya di bagian depan kasir atau gang tengah yang sering dilewati pengunjung
3. Sampling Display (barang-barang pajangan untuk contoh)
Ideal untuk produk-produk baru yang umumnya berupa makanan (untuk dicicipi), tujuannya untuk meningkatkan penjualan.
4. Showcase Display (pajangan di lemari kaca)
Untuk barang kecil tapi berharga atau untuk barang-barang mahal
5. Theme Display (pajangan untuk barang yang dipromosikan)
Untuk mempromosikan sekelompok produk tertentu di satu masa (Event)
6 Rak bertrap
Rak bertrap biasanya ditempatkan di tengah tengah ruang toko atau dalam etalase, dengan maksud untuk memberikan kesan kepada calon pembeli bahwa toko menjual barang yang bervariasi dan yang berprestise. Rak bertrap digunakan untuk barang barang yang bermerk dan memberikan kesan mewah kepada pembelinya ,seperti sepatu bermrk atau kacamata, alat ini bisa dibuat dari kaca dan kayu.,jika sepatu yang ditempatkan dalam rak bertrap maka tatalah sepatu sesuai dengan warnanya dan jangan menempatkan bagian dalam sepatu langsung menghadap pembeli tempatkanlah jenis jenis sepayu yang sama pada rak yang sama ,misalnya sepatu bertumit tinggi,tumit rendah, atau sendal.
7 Rak gantung
Rak gantung di Departemen store ditempelkan pada dinding dan terbuat dari kaca, cermin, kaca transparan, atau kayu yang diplitur .rak semacam ini dipergunakan untuk tas, sepatu atau barang supenir lainnya jika rak ditempati tas susunlah tas tas ukuran kecil di bagian atas dan ukuran yang lebih besar ditempatkan dibawah susunan barang disesuaikan dengan warnanya secara vertikal.
8 Gondola
Gondola merupakan jenis rak barang yang bentuknya memiliki 2 (dua) muka dan masing masing muka mempunyai fungsi yang sama, gondola dapat digunakan untuk menempatkan barang berupa, makanan dan minuman dengan kemasan dapat berdiri seperti susu kaleng, susu coklat dus, atau barang kemasan botol satu sisinya
dapat digunakan alat alat kosmetik,seperti shampo, sabun mandi, barang dari kulit, hiasan rumah, supenir, mainan, dan lain lain.
Ukuran gondola harus sejajar dengan tinggi manusia, sehingga mudah dilihat dan dijangkau tangan. Perhatikan gambar dibawah ini
9 Rak horizontal
Penempatan barang secara horizontal jarang digunakan di Departemen Store karena penempatan horizontal sering dianggap cara penempatan barang yang salah dan tidak efisien ,jika barang disusun secara horizontal sesuai dengan datangnya barang, belanjapun menjadi sulit, karena pelanggan tidak dapat melihat susunan yang lengkap sesuai dengan jangkauan penglihatan dan tangannya. Pelanggan hanya melihat sebagian barang, sedangkan sisanya hanya dapat dilihat oleh anak kecil, karena anak kecil bukan konsumen yang memutuskan untuk melakukan pembelian maka kita harus menyusun barang dagangan secara vertikal agar pelanggan dapat melihat secara jelas.
Kelemahan dari penempatan barang secara horizontal adalah;
a Pelanggan harus mondar mandir untuk mencari barang kebutuhannya
b Memberi kesan terbatasnya barang dagangan yang dijual
c Barang yang dilihat dan dijangkau pembeli terbatas
d Memberi kesan tidak beraturan
10 Rak berlengan
Rak berlengan merupakan alat seperti kastop ,fungsinya untuk menggantung pakaian dan terdapat berbagai macam rak berlengan, seperti rak berlengan dua, tiga atau empat .pada prinsipnya kegunaan rak berlengan untuk menggantung barang, seperti pakaian wanita atau prai, kaos kaki, sweater, setelan jas dean lain lain, Pada umumnya di Departemen Store banyak menggunakan rak berlengan empat, karena pada rak berlengan empat kita dapat menempatkan pakaian atasan dan bawahan secara bersamaan, selain itu tidak memerlukan tempat yang luas,dan kelihatannya rapih, penempatan pakaian atasan ditempatkan pada bagian lengan yang menurun ,sementara pakaian bawahan (celana panjang atau rok) di tempatkan pada bagian lengan yang lurus karena biasanya pakaian bawah lebih panjang.
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan gantungan adalah
a Isi gantunangan lebih dari 2/3 atau ¾ bagian
b Apabila gantungan yangdipakai adalah gantungan lingkaran, bagian yang terisi 7/8 atau ¾ bagian
c Bagian muka ( t-shirt blouse ) menghadap ke kiri dan kepala gantungan semua menghadap kedalam
d Salah satu contoh yang paling ingin dijual diletakkan di muka
e Penyusunan warna sama dengan cara penyusunan warna penggunaan rak yaitu dari terang ke gelap.
􀂉 Macam-macam alat display
- Box display - Menequin dolls
- Plat form - Show case
- Meja kursi - Rack gondola
- Fascia - Rack
- Self bracket - Hanger stand
- Back wall - Display prop
4 Peralatan display barang di super market
Alat display yang dipergunakan dalam penataan produk di supermarket adalah sebagai berikut:
a Gondola yaitu peralatan display yang terdiri atas shelving atau rak panjang secara utuh
b Chelving, yaitu alat pemajangan yang merupakan bagian dari gondola yang biasa disebut rak
c Showcase,yaitu alat pajang berupa etalase untuk penjualan daging segar
d Showcase chiler, yaitu tempat pemajangan buah, daging, sayur, dairy, dan sebagainya.
e Frozen island, adalah sarana pajang untuk produk beku seperti ice cream, chiken naget, sayuran
B. Teknik tata cahaya display
Di era 1980-an dan 1990-an, desain lighting utamanya lebih fokus pada pencahayaan merchandise (barang yang ditawarkan). Eksistensi produk di suatu toko ditonjolkan melalui penerapan high level lighting tepat menyorot produk yang dipasang. Hal itu dapat kita lihat pada direct lighting dengan spotlight terhadap manekin misalnya. Intensitas cahaya lampu spot yang kontras ketimbang ruang dan obyek sekitar yang dibuat redup, menegaskan figur manekin sebagai aksen.
Sejalan dengan waktu dan perubahan gaya berbelanja, kini pencahayaan merchandise dituntut berkombinasi dengan pencahayaan ruang (space illumination). Bukan sekedar keseimbangan produk dan ruang, lighting terutama ditujukan untuk penciptaan citra ruang. Space illumination tematik untuk memancarkan ambience tertentu pun didesain agar pencahayaan mengejutkan, menggoda, menstimulasi emosi. Penerangan ruang (general lighting) toko hendaknya hadir dalam kuat cahaya tinggi. Citra visual didapat dari tata cahaya pada elemen arsitektur misal, partisi, drop off, dan back drop dengan color rendering yang tepat. Elemen-elemen itu sendiri mampu meningkatkan kontras bidang-bidang dalam ruang sehingga ruang tak tampil “kosong” dan datar. Permainan maju-mundur dinding, turun naik ceiling, profil garis, tekstur, warna dan pembayangannya semakin khas ditangkap mata bila
diramu dengan pencahayaan dan efek yang tepat. Satu lagi, pencahyaan pada satu elemen besar pengaruhnya pada kesan ruang keseluruhan.
Pada dinding akan membuat ruang terasa luas, pada ceiling akan membuatnya terasa tinggi.
Perkembangan desain toko dengan permainan elemen (estetis) arsitektur, memudahkan kreatifitas tata letak merchandise. Rak atau showcase bisa diintegrasikan dengan partisi/ dinding. Di sela-sela ruang yang terbentuk antarkeduanya, perangkat lampu dapat diletakkan, dengan armature yang tak terekspos. Karena di luar yang tampak cuma berkas cahaya, maka bidang elemen dan ruang keseluruhan terlihat bersih.
Untuk menciptakan ambience sekaligus tetap berpegang pada fungsi penerangan umum dan merchandise, dibutuhkan aplikasi lebih dari satu spesifikasi. Tak hanya seperti konsep spotlight untuk aksen dan down light untuk umum, melainkan sebuah sistem yang memuat berbagai fungsi.
Dinamisasi/ fleksibilitas sistem lighting yang memprtimbangkan perubahan warna display dan warna barang seiring waktu dan tren, lebih utama menyediakan alternatif konsep pencahayaan yang cukup banyak dengan dana maksimal.
Dinamis dan fleksibel bisa dengan penggunaan multitrack (tidak dengan sirkuit tunggal), dengan memilih spotlight pada sebuah track atau titik posisi yang pasti yang arahnya dapat mudah diubah-ubah. Di samping dengan memilih fitting yang dapat dipakai oleh lampu-lampu yang berbeda agar tersedia kebutuhan rendering warna yang berbedabeda. Sebagai catatan, tingkat rendering warna (color rendering) suatu lampu amat besar pengaruhnya terhadap kualitas visual ambience suatu obyek.
Sistem kontrol pencahyaan pada satu area perbelanjaan sebaiknya menyediakan 2 alternatif untuk siang dan malam dan mampu menciptakan ambience yang dapat berubah-ubah dengan distribusi dan warna cahaya yang berbeda beda.
ada empat model pencahayaan yang sepatutnya kita kenal.yaitu:
1. Ambient lighting, yaitu pencahayaan seluruh ruang. technically, ambient lighting artinya total sinar yang datang dari semua arah, untuk seluruh ruang. sebuah lampu yang diletakkan di tengah tengah ruang hanya salah satu bagian dari ambient lighting. tetapi bila ada sinar yang datang dari semua tepi plafon, misalnya, terciptalah ambient lighting. dalam membuat ambient lighting, sinar haruslah cukup fleksible untuk berbagai situasi atau peristiwa yang mungkin terjadi di ruangan.
2. Local lighting,atau pencahayaan lokal.pencahayaan jenis ini ditujukan untuk aktivitas keseharian,.
3. Accent lighting, atau pencahayaan yang berfungsi sebagai aksen.
Selain contoh di atas, pencahayaan jenis ini dapat dipakai untuk membuat sudut tertentu, barang tertentu menjadi menonjol. Pencahayaan seperti ini dapat membimbing pengunjung untuk melihat suatu barang, atau koleksi tertentu.
4. Natural lighting alias sinar matahari bahkan cahaya bulan. Bila didesain sejak awal, pemanfaatan sinar matahari dapat membuat ruangan menjadi terang.
1. Pencahayaan khusus
Teknik highlighting dan silhouetting yang umum digunakan pada merchandise. Highlighting membuat kuat cahaya obyek 5 kali lebih terang dibanding latar belakangnya. Silhouetting menekankan fitur khusus obyek sekaligus menghilangkan glare. Pada manekin, misalnya, satu spotlight yang diinstal agak rendah mendekat ke model menciptakan kontras cahaya sangat kuat, yakni sebagian sisi begitu terang dan sebagian lain berbayang gelap. Sisi high brightness biasa pada sebagian wajah dan bahu model, agar tercipta karakter dominan. Permainan kontras sejalan tujuan atraktif area window sebagai zona letak manekin pada umumnya.
Ada pula teknik backlighting, meletakkan sumber cahaya di belakang obyek untuk performa berkas cahaya impresif dari depan. Teknik ini umumnya digunakan untuk produk-produk kristal. Lain bila cahaya diletakkan dari arah lain, misalnya direct lighting dengan lampu halogen spots atau fluorescents dari depan. Arah ini lebih menghasilkan efek refleksi dan ekspos kilap. Kilap (sparkle) lebih keluar dengan halogen spots ketimbang fluorescents. Dengan halogen, bayangan (shadow play) pada latarbelakang pun lebih elegan.
Down lighting umumnya berupa teknik pencahayaan 180º dari langit-langit yang baik untuk penerangan area sirkulasi. Sedang up lighting berupa pencahayaan mengarah ke bidang atas, untuk menonjolkan ceiling atau menguatkan kesan ketinggian. Untuk cahaya pada elemen dinding bisa dengan teknik wall washing. Kegunaannya menonjolkan obyek di dinding, memperjelas karakter fisik dinding sendiri (wujud, tekstur, warna dan semacamnya), dan menciptakan kesan “ruang”.penataan cahaya yang benar dan variasi warna yang indah akan
menimbulkan kesan indah pada barang dan mewah,.pengaruhnya sangat besar dalam memikat minat konsumen untuk membeli.
2. Enticing light
Selain konsep yang berbasis pada upaya menyajikan “pengalaman” melalui ambience ruang (enticing light), shop lighting diprediksi makin dalam merespons kebutuhan individual (Sjef Cornelissen, International Lighting Review 002: Shop) Seperti munculnya perhatian terhadap eksistensi figur individu dan interaksi antar mereka (humanising light), sampai peran makin dominan atas seluruh proses dan aktifitas dalam ruang retail (light the process)
Di masa depan, kenyamanan, mood dan interaksi pengunjung (khususnya di ruang retail) besar kontribusinya terhadap tren pencahayaan yang makin dinamis, mengkombinasikan beragam spesifikasi terintegrasi, fleksibel dengan sistem kontrol yang mudah. Bahkan melahirkan keberanian konsep light as art seperti gaya pencahayaan orkestra dan semacamnya.
3. Ketrampilan dalam memonitor penataan atau display produk
Ketrampilan yang harus dikuasai oleh seorang pramuniaga dalam memonitor penataan produk adalah
a Mengevaluasi display produk sesuai perencanaan
Mengevaluasi display produk adalah dapat dilakukan dengan cara menilai ulang yang disesuaikan dengan perencanaan ,perlengkapan, peralatan, tempat dan produk yang di display, denganteknik yang digunakan yaitu :
􀁸 Apakah sudah dilakukan pelabelan secara keseluruhan dengan baik dan benar sesuai cara pelabelan barang.
􀁸 Apkah pendisplayan sudah sesuai dengan SOP dan teknik pemajangan berdasarkan warna, penggunaan ,rak, dan penggunaan lemari kaca.
􀁸 Apakah presentasi visual dan medianya sudah lengkap
􀁸 Apakah alat bantu display telah tersedia sesuai perencanaan dan kebutuhan
􀁸 Apkah sudah mengikuti prinsip prinsip penataan barang
b Mengidentifikasi kerusakan atau perubahan pada display produk
Mengidentifikasi kerusakan atau perubahan pada display dapat dilakukan dengan cara menyusun dan mengelompokkan barang dari segi kerusakan atau perubahan, hal tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
􀁸 Apakah pelabelan masih utuh dalam 2 s/d 3 minggu
􀁸 Apakah tidak ada perubahan produk fashion dari segi warna
􀁸 Apakah terdapat kerusakan atau kekusutan pada produk fashion
􀁸 Apakah terdapat kerusakan atau perubahan pada peralatan display
c Mengatasi setiap perubahan pada produk display
Mengatasi setiap perubahan pada display ,dapat dilakukan dengan penataan ulang terhadap display yang rusak dan berubah dari perencanaan ,hal tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut :
􀁸 Mengganti pelabelan dengan yang baru
􀁸 Mengganti teknik pemajangan dengan teknik yang lainnya
􀁸 Mengganti peralatan yang rusak
􀁸 Membenahi peralatan display sesuai posisinya
􀁸 Membersihkan barang fashion yang kotor
􀁸 Mengganti barang fashion yang susut warna dengan yang baru.
d. Sikap sikap yang harus dilakukan dalam memonitor penataan display produk
Sikap sikap yang harus dilakukan dalam memonoitor penataan display produk adalah :
1 Cermat
Pramuniaga saat memonitor display produk haruslah cermat dan teliti misalnya ;
􀁸 Identifikasi barang dengan benar
􀁸 Berdiri,duduk, dan gerakan sesuai dengan kebutuhan
􀁸 Berikan perhatian terhadap display produk
2 Teliti
pramuniaga harus diteliti dalam memonitor penataan produk diantaranya harus
􀁸 Memperhatikan setiapproses yang dilaksanakan
􀁸 Mengamati dengan seksama barang yang telah ditata
􀁸 Periksa barang dan dokumen barang yang di tata apakah telah dipasangkan
3 Bertanggung jawab
Pramuniaga harus bertanggung jawab dalam memonitor produk sesuai dengan tingkat dan wewenangnya pada perusahaan tersebut, diantaranya dengan :
􀁸 Menampung masukkan mengenai penataan dari suvervisor atau kolega
􀁸 Meneruskan kembali proses penataan dengan benar
Hal tersebut diatas berkaitan dengan tugas seorang SPG atau pramuniaga ,adapun tugas pramuniaga adalah
1 Mendata barang yang ada di gondola/rak
Jika barang yang ada di rak / gondola kosong maka SPG/SPM (Pramuniaga)yang bersangkutan harus melaporkan pada staf gudang (merchandiser) untuk mengeluarkan barang /stock dari gudangtoko ,jika ternyata ternyata stock di gudang minim, maka pramuniaga atau SPG melaporkan kepada pegawai merchandising, dan selanjutnya staf akan membuat PO (purchase order) ,dalam hal ini seorang SPG haruslah memiliki jiwa leadership sebagai wakil perusahaan .
2 Mendisplay barang pada rak / gondola
Barang yang ada ditata /didisplay dengan rapih ,jika gondola kosong atau stock minimdiisi kembali dengan barang yang sudah diminta dari deiminta dari merchandiser,dalam hal ini diperlukan keaktifan dan kreatifitas SPG ( pramuniaga )
3 Mempromosikan barang dagangan
Jika ada produk baru yang dikeluarkan oleh produsen atau sedang ada promosi maka mereka akan mempromosikanya kepada pembeli /konsumen dalam hal ini seorang SPG haruslah memiliki ketrampilan berkomunikasi baik dengan kolega maupun dengan customer ,bersikap ramah dan pro aktif.
4 Mengepak produk kemasan kecil ,membungkus/ mengemas hadiah pada produk menempelkan hadiah pada produk)dalam hal ini SPG sebagai wakil perusahaan harus dapat menganalisa dan mengambil keputusan kapan harus menambah stock barang di counteryang menjadi tanggung jaawabnya
5 Membuat laporan tentang penjualan dalam hal ini seorang SPG harus pandai dan memiliki ketrampilan menulis yang baik rapih dan bersih.
Pengadaan barang di supermarket maupun Departement store dilakukan oleh bagian Merchandising,orang yang bertugas di bagian ini disebut merchandiser, sedangkan bagian dari merchandising yang khusus bertugas sebagai penerima barang di gudang disebut receiving,
Tugas dan tanggung jawab merchandiser
1 Bertanggung jawab terhadap kelengkapan barang yang dipajang
2 Menjaga kebersihan rak/gondola serta barang barang yang dipajang
3 Menghindari kekosongan barang yang dipajang
4 Memberi label pada semua barang yang ada dipajangan baik label maupun label barang
5 Untuk barang yang kosong, harus mencetak label rak “maaf barang kosong” dan tempel pada rak barang tersebut walaupun rak tersebut diisi barang lain.
Apabila seorang merchandiser harus mengisi rak /gondola atau melakukan display barang maka harus memperhatikan hal hal sebagai berikut:
􀁸 Mencatat item dan jumlah barang yang akan diambil dari gudang untuk pengisian gondola /rak
􀁸 Mengumpulkan barang yang akan diambil untuk dipajang dalam troly dan dibawa ke ruangan display
􀁸 Mengeluarkan barang dari kardus dan memajang barang, kardus pembungkus dirapikan /dilipat dan dibawa keluar
􀁸 Jika barang di rak /shelving kosong sedang stocknya minim ,maka yang harus dilakukan
- Mengisi barang dari floor display/ end gondola
- Memajukan barang ke depan agr terlihat penuh.
- Apabila barang di rak kosong ,baik di rak shelving /gondola atau di gudang maka:
a Rak /gondola diisi dengan barang dari atas atau bawahnya
b Rak/gondola diisi dengan item barang dari kanan atau kirinya.
Apabila barang di rak/gondola kosong sedangkan rak tersebut telah disewa oleh suplier maka rak tersebut diisi dengan barang lain dari supplier yang sama, selama barang tersebut tidak mengkontaminasi barang lain yang ada di rak tersebut Dalam mendisplay barang petugas merchandiser harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:
1 Vertkal blocking yaitu semua shelving di blok untuk 1 jenis barang/produk
2 Berdasarkan kesamaan rasa atau fungsi ,misalnya susu kalsium dikelompokkan dengan susu kalsiumdengan merk berbeda dan seterusnya
3 Market leader challenger
4 Produk untuk dikosumsi anak anak diletakkan di bawah.
5 Produk yang menguntungkan diletakkan pada area pandangan mata ( eye level)
5 Produk yang harganya mahal diletakkan di sebelah kanan
7 Produk baru diletakkan di eye level
8 Produk ukuran besar diletakkan di bawah
9 Produk yang dikemas (banded) diletakkan di bawah
10 Merubah /mengganti display untuk meningkatkan penjualan
11 Untuk barang hemat didisplay di floor display
Tugas Merchandisser bertanggung jawab terhadap baarang barang yang didisplay untuk itu maka seorang merchandiser harus:
a Membersihkan setiap hari rak/gondola dari atas ke bawah sampai ke kolong rak/gondola tujuannya untuk membuat display tetap bersih dan sehat
b. merapikan kembali barang pajangan dan menarik barang yang rusak/expired/rusak kemasannya
Sedangkan tugas bagian Receiving adalah sebagai berikut:
1 Mencocokan faktur dan PO (purchase order),yang dicocokkan adalah:
a Nama toko yang tertera difaktur
b Jumlah barang ,jika barang yang datang kurang,maka harus diberi catatan di faktur dan jika barang lebih ditolak
2 Mengecek kembali /menghitung jumlah barang yang ada dengan faktur
3 Memberi tanggal pada karton /kardus sesuai dengan tanggal penerimaan baarang ,hal ini untuk memudahkan petugas merchander saat mengeluarkan barang dagangan dari gudang,
mana yang lebih dahulu haarus didisplay dengan sistim FIFO (first in first out) artinya barang yang pertamaa masuk juga yang pertama dikeluarkan dari gudang.
4 Menyimpan baraang digudang sesuai dengan klasifikasinya.



Beri Penilaian

Rating : 4.5/5 (25 votes cast)


Peralatan pribadi