BAB 10 Tata Rias Wajah Herni Kusantati

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari


Tata Rias Wajah

A. Konsep Tata Rias Wajah


1. Bentuk Wajah
Bentuk wajah merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam tata rias wajah, karena setiap orang memiliki bentuk wajah yang unik dan berbeda. Secara umum terdapat beberapa tipe bentuk wajah, bentuk wajah oval dipandang sebagai bentuk wajah yang paling ideal. Tipe bentuk wajah ditentukan oleh kedudukan dan menonjolnya tulang-tulang muka. Cara menentukan bentuk wajah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Siapkan alat pengukur (pita ukuran), ukur panjang wajah mulai batas tumbuhnya rambut di bagian dahi, sampai batas bawah dagu. Misal diperoleh ukuran panjang wajah 21 cm.
b. Ukuran panjang wajah yang telah diperoleh kemudian dibagi tiga. Misalnya panjang wajah 21 cm dibagi 3 hasilnya 7 cm
c. Ukur dari bagian bawah puncak hidung sampai batas bawah dagu. Apabila ukuran tersebut jumlahnya 7 cm, dalam arti sama seperti hasil pembagian tadi, maka bentuk wajah ini termasuk tipe wajah oval. Jika hasil pengukuran jumlahnya lebih panjang dari 7 cm, maka tipe bentuk wajah ini termasuk panjang, Sebaliknya jika ukurannya lebih pendek dari 7 cm, berarti termasuk tipe wajah bentuk bulat.
d. Bentuk wajah persegi, dilihat dari perbandingan ukuran lebar pelipis dengan lebar rahang. Jika ukurannya sama, berarti termasuk tipe wajah bentuk persegi. Lebar pelipis diukur dari
pelipis kiri ke pelipis kanan, demikian pula untuk lebar rahang.
e. Bentuk wajah segi tiga (bentuk hati, heart) dilihat dari perbandingan ukuran lebar pelipis dengan lebar rahang bentuk memanjang. Jika ukuran lebar pelipis lebih besar dari lebar rahang, berarti termasuk tipe bentuk wajah segi tiga, sebaliknya jika lebar rahang lebih besar dari lebar pelipis, berarti termasuk tipe bentuk wajah segi tiga terbalik atau bentuk buah pear.

Hasil pengukuran bentuk wajah tersebut menjadi acuan dalam menentukan tipe bentuk wajah, yang secara umum dikelompokkan menjadi tujuh tipe bentuk wajah sebagai berikut :
a. Bentuk wajah oval atau lonjong atau bulat telur. Tipe bentuk wajah oval dianggap sebagai bentuk wajah yang paling sempurna atau bentuk wajah paling ideal. Lingkaran bentuk oval
dan perbandingan pada bentuk wajah oval menjadi acuan untuk mengubah semua bentuk wajah lainnya. Ciri dari bentuk wajah oval yaitu ukuran lingkaran raut muka kira-kira satu setengah kali lebih panjang dari lebar muka yang diukur melalui tulang kening. Ciri lainnya wajah terlihat simetris dan seimbang, garis rahang tidak terlalu menonjol.
b. Bentuk wajah bundar atau bulat, mempunyai ciri-ciri : garis pertumbuhan rambut melengkung bulat, dahi lebar, pipi terkesan penuh dan bulat, garis rahang dan dagu membentuk setengah lingkaran. Secara keseluruhan, semua tampak bundar.
c. Bentuk wajah persegi, memiliki ciri : dahi lebar, garis pertumbuhan rambut di dahi lurus, perbandingan antara panjang muka dengan lebar muka hampir sama, garis rahang kuat dan
berbentuk persegi, serta dagu tidak terlalu lancip.
d. Bentuk wajah buah pear atau bentuk segi tiga memiliki ciri : lebar dahi lebih kecil dari lebar rahang dan dagu
e. Bentuk wajah panjang memiliki ciri : bentuk wajah terkesan sempit, garis pertumbuhan rambut lurus, bentuk dahi panjang dan lebar.
f. Bentuk wajah segi tiga terbalik (heart) memiliki ciri : dahi dan wajah terlihat lebar, garis rahang sempit, dagu menyempit, tajam dan panjang.
g. Raut muka belah ketupat (diamond) memiliki ciri : dahi sempit, pelipis dan pipi lebar, dagu runcing dan panjang.
2. Penentuan Bentuk Wajah
Bentuk wajah ideal tidak hanya dilihat dari ukuran dan bentuk raut wajah yang sempurna, posisi dan bentuk bagian-bagian lainnya pun harus proporsional. Bentuk bibir, mata, alis, hidung, dan dagu, ukuran maupun posisinya tepat pada tempatnya. Posisi bagianbagian wajah tersebut ditentukan atas dasar perbandingan proporsional antara posisi atau ukuran lebar bagian-bagian wajah terhadap tinggi dan lebar wajah. Diagram letak bagian - bagian wajah berdasarkan atas perbandingannya terhadap garis vertical tengah wajah ditarik dari puncak kepala ke ujung dagu (garis A - B) dan membagi wajah menjadi sepuluh bagian yang sama. Garis bantu kedua ditarik secara horizontal melalui sudut-sudut mata (garis C - D). Garis A - B, idealnya panjangnya satu setengah garis C - D. Lebar celah mata berukuran satu perlima garis C - D.
Berdasarkan ketentuan-ketentuan pada gambar tersebut, dapat diketahui bahwa :
a. Lengkungan alis : tinggi lengkungan alis, selebar celah mata atau satu perlima garis C-D
b. Mata : tepat setinggi pertengahan garis vertikal-tengah A-B
c. Hidung : dari setinggi lengkungan alis (pangkal hidung) sampai batas antara bagian 7/10 atas dan 3/10 bawah garis vertikaltengah A-B (tepi bawah sekat hidung)
d. Bibir : 1/10 bagian garis A-B lebih rendah dari batas bawah hidung.
Fokus wajah adalah daerah wajah yang dibatasi oleh dua garis miring, masingmasing ditarik dari sudut bibir ke sudut luar mata di sisi yang sama. Fokus merupakan bagian wajah yang harus diperhatikan dalam rias wajah, karena hanya bagian-bagian wajah tersebut yang perlu dirias. Daerah wajah yang berada di luar fokus wajah, cukup diberi bayanganbayangan gelap atau terang (shade atau tint).

Tipe raut wajah dan bagian-bagian wajah dengan berbagai bentuknya, merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri.
Secara morfologi bentuk wajah manusia tidak semuanya sempurna, ada yang berbeda atau tidak identik jika dilihat antara bagian kiri dengan bagian kanan (asimetri). Hal ini dapat dibuktikan dengan cara menarik garis vertikal di tengah wajah mulai dari batas tumbuhnya rambut sampai ke batas bawah dagu. Dari gambar tersebut akan tampak sama tidaknya bentuk alis, mata dan bibir antara bagian kanan dengan kiri, juga jarak alis dan mata kanan dengan kiri.

B. Persiapan Rias Wajah Berdasarkan Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Persiapan kerja rias wajah yaitu :
1. Area kerja disiapkan sesuai dengan kegiatan rias wajah yang akan dilakukan, mencakup kebersihan ruangan, penataan perabot yang mengacu pada efisiensi dan kepraktisan kerja, penerangan yang cukup, serta privasi dan ketenangan klien tetap terjaga, serta menyiapkan tempat sampah.
2. Alat-alat yang diperlukan untuk rias wajah disiapkan, seperti meja rias, facial chair, cermin, trolley dan box sterilizer. Begitu pula dengan kuas make-up dalam berbagai bentuk dan ukuran, spon foundation, puff bedak, palet, cawan kosmetik, jepit bulu mata, pinset alis, spatula, rautan pinsil kosmetik, dan tas kosmetik. Alatalat tersebut kemudian ditata dengan memenuhi prinsip efisiensi dan kepraktisan kerja. Sterilisasi, sanitasi dan hygiene alat harus diperhatikan.
3. Siapkan lenna yang diperlukan untuk rias wajah seperti baju kerja, baju klien, handuk kecil, waslap, cape make-up dan penutup kepala. Pastikan lenna ini dalam keadaan bersih kemudian ditata dengan memperhatikan kepraktisan kerja.
4. Diri pribadi disiapkan sesuai dengan peraturan kesehatan, keselamatan kerja serta dengan mengacu pada etika professional, seperti mengenakan baju kerja, tangan dalam keadaan bersih, gunakan alas kaki yang tidak terlalu tinggi (maksimal 3 cm), dan sebagainya.
5. Siapkan bahan dan kosmetik yang diperlukan untuk rias wajah, mulai dari kosmetika pembersih wajah, kapas, tissue, dan kosmetika rias wajah, seperti pelembab, alas bedak, concealer, foundation hypo allergenic waterproof (cair dan padat) yang dapat menutupi kelainan kulit wajah, bedak tabur, eye shadow, rouge atau blush-on, mascara, eye liner, eye brow pencil, lip liner, perona bibir, pensil bibir dan bulu mata palsu. Semua bahan dan kosmetik ditata dengan memenuhi prinsip efisiensi dan kepraktisan kerja.
6. Pastikan bahan dan kosmetik rias wajah tersebut sesuai kebutuhan (sesuai hasil diagnosis), dan dalam keadaan baik, bersih, aman digunakan serta belum kedaluwarsa.
7. Klien disiapkan untuk dilakukan rias wajah :

1) Sepatu, tas dan perhiasan klien dilepas serta disimpan dengan baik dan aman.

2) Pakaian klien dilindungi dengan cape make-up dan gunakan penutup kepala.

3) Posisi klien diatur sedemikian rupa hingga mudah untuk dilakukan rias wajah mulai dari pembersihan kulit wajah sampai rias wajah dan rias wajah korektif.
C. Diagnosis Muka untuk Rias Wajah
Dalam rias wajah, terlebih dahulu dilakukan diagnosis kulit muka dengan tujuan untuk :
1. Mengetahui kondisi kulit wajah
2. Mengetahui kelainan pada kulit wajah
3. Menentukan jenis kosmetika untuk rias wajah
4. Menentukan teknik rias wajah yang tepat.
Contoh diagnosis untuk rias wajah :
Petunjuk : Lakukan diagnosis kulit wajah terhadap model sesuai lembar diagnosis berikut :
1. Jenis kulit wajah :
a. Normal
b. Kering
c. Berminyak
d. Kombinasi

2. Bentuk wajah :
a. Oval
b. Persegi
c. Bulat
d. Belah ketupat
e. Segi tiga
f. Segi tiga terbalik
g. Panjang
h. Geriatri
i. Cikatri
3. Bentuk mata :
a. Sipit
b. Bulat
c. Cekung
d. Cembung
e. Sudut ke bawah
f. Asimetris
g. Jaraknya berdekatan
h. Jaraknya berjauhan
4. Bentuk alis :
a. Alis berdekatan
b. Alis berjauhan
c. Alis terlalu lebat
d. Asimetris
5. Bentuk hidung :
a. Terlalu mancung
b. Terlalu pendek
c. Pesek/lebar
d. Panjang/betet
e. Mencuat ke atas
6. Bentuk bibir :
a. Ideal
b. Terlalu kecil
c. Terlalu lebar
d. Asimetris
e. Bibir atas tipis
f. Mungil
g. Menurun
h. Cikatri
7. Bentuk dagu :
a. Terlalu mundur
b. Terlalu maju
c. Terlalu panjang
d. Rangkap
8. Warna kulit wajah :
a. Putih
b. Sawo matang
c. Kuning langsat
d. Coklat/hitam
9. Kelainan pada kulit wajah :
a. Flek hitam
b. Flek merah
c. Flek biru
d. Flek putih
e. Komedo
f. Couperose
g. Acne
h. Bekas luka
i. Bayangan gelap

j. Kutil
k. Bekas cacar
l. Kantong mata
m. Tahi lalat
n. Millium
o. Pigmentasi
Rencana Rias Wajah
1. Menentukan desain rias wajah
2. Rias wajah sehari-hari
3. Rias wajah dekoratif
a. Rias wajah foto hitam putih
b. Rias wajah foto berwarna
c. Rias wajah panggung
d. Rias wajah TV/film
e. Rias wajah karakter
f. Rias wajah fantasi
g. Rias wajah penari/pemain teater
4. Rias wajah korektif
5. Rias wajah geriatri
6. Rias wajah cikatri
7. Rias wajah kamuflage
D. Tata Rias Koreksi Wajah
Tata rias koreksi wajah diperlukan atas prinsip dasar bahwa bentuk muka yang dianggap kurang sempurna dapat diubah sedemikian rupa, sehingga penampilannya menjadi lebih baik. Bentuk wajah yang paling ideal atau sempurna adalah bentuk wajah oval atau bulat telur atau lonjong, dan umumnya bentuk wajah oval bersifat photogenic. Oleh karena itu bentuk wajah panjang, persegi, segitiga, bulat, diamond (belah ketupat) dan bentuk segitiga terbalik, dapat dikoreksi sedemikian rupa untuk mendekati penampilan bentuk oval. Untuk tujuan ini, bagianbagian wajah tertentu diberi warna gelap (shade), dan ada pula yang diberi warna terang (tint, highlighting). Jadi tata rias koreksi wajah adalah menonjolkan bagian wajah yang indah dan menutupi bagian wajah yang kurang sempurna. Bagian wajah yang diberi warna gelap (shading) akan kelihatan menyempit atau kurang menonjol, dan sebaliknya warna terang (tint, highlighting) akan kelihatan lebih lebar dari ukuran sebenarnya. Pembuatan shading dan tint dapat dilakukan dengan menggunakan :
1. Alas bedak
Sebelum pemakaian bedak, bubuhkan accent colour atau alas bedak yang lebih gelap untuk keperluan shading, dan accent colour yang lebih terang untuk keperluan tint.
2. Pemulas pipi (blus-on, rouge)
Selain dapat memberikan kesan segar, pemulas pipi dapat pula digunakan untuk mengoreksi bentuk wajah, yaitu sebagai shading dengan membubuhkan pemulas pipi berwarna gelap sebagai tint dengan pemulas pipi berwarna terang yang mengandung pearl/mutiara.
Sebelum dilakukan aktivitas koreksi wajah, terlebih dahulu lakukan persiapan dengan berpedoman pada prinsip kesehatan dan keselamatan kerja, agar didapat hasil yang memuaskan, serta proses yang dilakukan dapat berjalan lancar, aman dan selamat. Mekanisme persiapan dapat dilihat pada hal. 424 di muka.
Mengoreksi bentuk wajah sesuai dengan tipe bentuk wajah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Wajah Bentuk Oval
Bentuk wajah yang paling ideal atau sempurna adalah bentuk wajah oval atau bulat telur atau lonjong. Menurut Beauty Feng Shui, unsur logam menaungi orang-orang dengan jenis karakter oval. Karakter wajah bentuk oval memiliki sifat yang praktis, cenderung pekerja keras, dan selalu memperhitungkan permasalahan finansial dan material secara mendetail menjadi ciri karakter ini. Bidang yang sebaiknya dijalani adalah industri, seni, desainer, bidang teater atau menjadi seorang sutradara sangat sesuai untuk orang-orang yang berada di bawah naungan logam. Make-up style untuk bentuk wajah oval yaitu : Shading : Berbeda dengan karakter wajah yang lain, teknik shading yang dilakukan mengambil bagian atas kening dan daerah dagu yang agak lancip agar memberi kesan menyamarkan. Highlight : Guna menonjolkan bentuk rahang, maka perlu dilakukan highlight di bagian rahang kiri dan kanan, dengan menggunakan warna terang (tint) kesan menonjol akan lebih terlihat. Color : Warna dengan nuansa warm, nature, dan bright menjadi satu paket yang cocok diaplikasikan. Warna - warna seperti hijau muda, pink, putih, peach, oranye, coklat muda, merah bata sampai gold, cocok untuk menyeimbangkan karakter wajah oval. Blush-on : Teknik penggunaan blush-on dilakukan pada tulang pipi bagian atas, dibuat tebal dan tegas. Blush-on diaplikasikan dengan arah menyamping ke bagian kuping. Alis : Alis dibuat dengan sangat natural. Bentuk alis tidak menukik, tetapi hanya berupa lengkungan yang menebal di awal, selanjutnya menipis di ujung alis. Panjang alis melebihi sudut mata. Bibir : Warna lembut dengan nuansa natural dengan sentuhan glossy sangat baik untuk dikenakan.

2. Wajah Bentuk Belah Ketupat
Bentuk wajah ini menurut pandangan kecantikan bangsa Cina (Beauty Feng Shui) mempunyai dua unsur yang menaunginya yaitu kayu dan api. Orang-orang dengan jenis wajah ini dikenal memiliki semangat petualang sejati. Ide-ide kreatif selalu muncul dari kepalanya. Oleh karena itu, berkarier di bidang enterprise yang menantang dan selalu mencoba pengalaman-pengalaman baru sangatlah cocok. Make-up style untuk wajah yang berbentuk belah ketupat, dengan ciri khas sangat lebar di daerah kedua tulang pipi adalah : Shading : Untuk merampingkan wajah dapat diaplikasikan shading yang memanjang vertikal pada daerah tulang pipi dan dagu, Highlight : Untuk karakter wajah diamond, highlight diaplikasikan di daerah pelipis dan rahang atau aplikasikan tint pada dahi kiri dan kanan serta pada rahang kiri dan rahang kanan. Color : Warna dalam nuansa dramatic dan bright gradasi ungu tua sampai ungu muda, biru tua sampai biru muda, hijau muda, bahkan warna-warna berani seperti coklat tua, oranye, kuning, pink tua, putih dan gold sangat disarankan. Blush-on : Teknik pengaplikasian blush-on di bagian tulang pipi diaplikasikan dengan membaur dan samar-samar hampir sejajar dengan hidung dan ditarik ke arah kuping. Alis : untuk lebih membingkai wajah, alis dibuat melengkung sampai di mata selanjutnya menukik, dan meruncing. Ketebalan alis yang dibuat serata mungkin dan baru di bagian ujung alis saja yang sedikit menipis. Bibir : Warna lembut dengan nuansa natural dan dengan sentuhan glossy baik untuk diaplikasikan.
3. Wajah bentuk heart (hati)
Karakter wajah jenis ini, unsur yang menaunginya menurut Beauty Feng Shui adalah kayu. Karakter orang-orang yang berada di bawah unsur kayu terkenal memiliki rasa empati yang tinggi, komunikator yang baik, dan teliti. Oleh karena itu disarankan untuk mengambil jalur karier di bidang intelektual, hukum, pendidikan, komunikasi, bahkan keuangan pun menjadi lahan yang cocok dengannya. Make-up style untuk wajah bentuk hati atau bentuk segi tiga yang memiliki ciri dahi lebar dan dagu sempit yaitu : Shading : Memiliki dahi yang lebar dan dagu yang lancip, membuat teknik shading yang dilakukan hanya di bagian pelipis saja. Bagian kiri dan kanan dahi yang lebar, ditutup dengan alas bedak berwarna gelap (shading), begitu pula shading pada bagian dagu agar tidak terkesan tajam. Highlight : Guna menyeimbangkan bagian dagu yang lancip maka perlu dilakukan highlight dengan warna-warna terang di bagian rahang. Hal tersebut untuk menonjolkan karakter wajah yang lebih keras sehingga keselarasan yang diinginan dapat tercapai. Tint menggunakan alas bedak pada bagian rahang yang sempit untuk memberi kesan melebar. Color : Warna dengan nuansa warm and natural menjadi pilihan tepat bagi orang-orang dengan karakter wajah segitiga terbalik (bentuk hati/heart). Gradasi warna-warna tanah seperti coklat tua sampai coklat muda, oranye, merah sampai merah bata, kuning bahkan gold sangat disarankan. Ada baiknya warna-warna di luar yang disarankan tidak dikenakan. Blush-on : Penggunaan blush - on
Koreksi Wajah Bentuk Belah Ketupat diaplikasikan pada kedua tulang pipi yang disapukan dengan arah menyamping ke bagian kuping, membaur dan sedikit mendatar atau melebar. Alis : Titik awal alis sama dengan titik awal mata. Alis dibuat menebal di awal yang kemudian melengkung di mata, selanjutnya menipis di bagian ujung. Panjang alis melebihi ujung
mata. Bibir : Nuansa warna-warna tanah dengan sedikit sentuhan glossy.
4. Wajah bentuk pear
Aplikasikan shading pada bagian rahang bawah yang lebar dengan menggunakan alas bedak berwarna tua. Tint atau counter-shading pada bagian dahi yang sempit untuk memberi kesan dahi lebih lebar menggunakan alas bedak yang berwarna lebih terang. Aplikasikan pemerah pipi (rouge) disapukan ke arah samping atas agak vertikal.

5. Wajah bentuk bulat
Karakter wajah bentuk bulat, unsur yang menaunginya adalah air.
Karakter wajah demikian terkenal dengan sifat-sifatnya yang emosional, supel sekaligus sensitif, perduli dan penyayang. Make-up style untuk bentuk wajah bulat direncanakan agar wajah menjadi kelihatan lebih ramping dan berbentuk oval. Shading : Guna menutupi dahi yang lebar dan menonjolkan juga memberikan efek samar pada bagian rahang agar terlihat lebih tegas, diperlukan teknik shading di kedua area tersebut. Bagian pelipis dan kedua sisi rahang ditutupi dengan menggunakan warna yang lebih gelap. Pipi yang bulat diaplikasikan dengan bayangan gelap (shading) atau di atas bedak diberi bayangan warna kecoklatan. Color : Warna dengan nuansa dramatic mute, seperti gradasi biru tua sampai dengan biru muda, hijau tua sampai hijau muda, silver bahkan piece, sangat disarankan. Bahkan warna ungu muda, abu-abu, sampai coklat tua, cocok pula untuk diaplikasikan. Blush-on : Penggunaan blush-on dilakukan pada tulang pipi bagian atas, aplikasikan dengan samar-samar, membaur dan agak melebar. Dagu yang pendek dapat diberi alas bedak yang bewarna lebih terang (countershading) atau di atas bedak diberi warna terang (tint) agar berkesan lebih tajam.
Perhatikan peralihan antara shading, countershading, dan pemerah pipi tidak terjadi secara mendadak, tetapi hendaknya diatur dengan baik, dengan gradasi yang makin berkurang sampai beralih ke warna kulit asli. Alis : Untuk memberikan kesan yang mempertegas, alis dibuat tebal di bagian awal, selanjutnya menukik di tengah-tengah mata, kemudian menipis sampai bagian ujung mata. Bibir : Warna-warna lembut dengan nuansa pink dan sedikit glossy sangat baik dan serasi untuk diaplikasikan.

6. Wajah bentuk panjang
Merias wajah bentuk panjang dikoreksi agar wajah menjadi kelihatan lebih lebar, dengan alis, mata, dan bibir sedapat mungkin menjurus ke arah horizontal. Pada tulang pipi di depan kedua telinga diaplikasikan alas bedak yang lebih terang (countershading) kemudian sebagai tambahan di atas bedak diaplikasikan warna terang (tint) agar wajah tampak lebih lebar. Shading pada bagian dagu yang terlalu tajam dengan menggunakan alas bedak yang lebih gelap, kemudian di atas bedak ditambah bayangan gelap yang berwarna kecoklatan, begitu pula pada dahi bagian batas rambut agar kesan bentuk wajah lebih pendek. Pemerah pipi disapukan secara mendatar, untuk mengurangi kesan panjang pada wajah.
Perhatikan perbedaan antara countershading dengan rouge jangan terlalu mencolok (blending).
7. Wajah bentuk muka persegi
Karakter wajah persegi (kotak), unsur yang menaunginya adalah tanah. Karakter wajah demikian memiliki sifat agresif, ambisius, dan sangat mendominasi, serta analistik menjadi ciri orang-orang dengan unsur tanah. Oleh karena itu jenis pekerjaan atau karier yang sesuai untuk orang-orang di bawah naungan tanah, disarankan bergerak di bidang ilmuwan, engineering, mekanik, kontraktor, real estate, sport atau sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan lapangan.
Make-up style untuk bentuk wajah persegi yaitu : Shading : Karakter wajah persegi yang memiliki dahi lebar dan rahang yang kuat memerlukan teknik shading di kedua area tersebut. Bagian pelipis dan rahang perlu dilakukan penyeimbangan, guna menampil kan sisi kelembutan. Koreksi wajah bentuk persegi dikerjakan seperti untuk bentuk wajah bulat, tetapi perhatikan agar rahang yang lebar lebih ramping, aplikasikan alas bedak berwarna tua (shading) atau aplikasikan bayangan gelap di atas bedak. Pada kedua tulang pipi, di depan telinga, aplikasikan warna lebih terang, dengan menyapukan alas bedak berwarna lebih muda (countershading) atau di atas bedak diaplikasikan warna terang (tint). Dagu yang pendek
agar kelihatan lebih tajam aplikasikan countershading atau di atas bedak aplikasikan warna yang terang (tint). Color : Warna dengan nuansa light and soft menjadi warna yang harus dikenakan, gradasi warna pink, biru muda, hijau muda, ungu muda, bahkan beige adalah warna-warna yang sangat serasi untuk dikenakan. Blush-on : Penggunaan blush-on diaplikasikan di bagian tulang pipi atas, sedekat mungkin dengan areal mata. Jangan terlalu tebal, lakukan dengan samar-samar saja. Pemerah pipi atau blush-on disapukan dengan arah melebar ke samping dengan bentuk segi tiga, untuk memberikan kesan wajah tampak oval. Alis : Alis sebagai pilar wajah mempunyai peranan penting. Oleh karena itu untuk menyeimbangkan karakter wajah persegi yang sudah cukup tegas, lakukan pemakaian alis jangan terlalu tegas, tetapi cukup berupa garis lengkung yang tidak menukik, menebal di bagian awal dan selanjutnya menipis sampai ke bagian ujung alis. Untuk panjang alis, dibuat melebihi sudut mata. Bibir : Warna lipstick atau perona bibir yang digunakan tetap menggunakan warna-warna soft and light, warna pink sampai warna natural bibir dengan menggunakan sedikit lip gloss sangat disarankan.

E. Tata Rias Koreksi Bentuk Bibir
Bibir merupakan bagian dari wajah yang perlu mendapat perhatian khusus. Pemilihan jenis dan warna lipstick serta proporsi yang tepat dalam membentuk bibir akan dapat menyempurnakan penampilan wajah secara keseluruhan.
Koreksi bentuk bibir dimaksudkan untuk memberi warna pada bibir sehingga tercipta kesan yang diinginkan. Cara pemakaian kosmetik bibir menggunakan kuas khusus untuk bibir. Contoh cara memakai kosmetik bibir :

Sebelum melakukan koreksi bibir, terlebih dahulu lakukan proses persiapan yang sesuai dengan prosedur prinsip kesehatan dan keselamatan kerja, sebagaimana tercantum pada hal. 424.
Berikut adalah cara mengoreksi bentuk bibir :
1. Bibir terlalu tipis
Buat bingkai bibir dengan lipliner warna terang di luar garis bibir atas kemudian aplikasikan lipstik warna terang atau pastel. Lipstik jenis glossy akan membuat bibir terlihat lebih penuh. Jangan gunakan lipstik warna gelap.
2. Bibir terlalu lebar
Buat bingkai bibir dengan lip liner warna terang di luar garis bibir bawah kemudian bibir diisi penuh dengan lipstik.
3. Bibir terlalu kecil
Buat bingkai bibir di luar garis bibir asli untuk membentuk bibir menjadi lebih lebar, kemudian diisi penuh dengan lipstik. Gunakan lipgloss untuk memberi kesan seksi.
4. Bibir terlalu besar
Buat bingkai bibir dengan lipliner di dalam garis bibir asli sehingga bentuk bibir menjadi lebih kecil, buat pula cupidonya di tengahtengah bibir atas. Seluruh bibir diberi lipstik warna muda dan bagian bibir yang telah digambar diberi lipstik warna tua. Hindari penggunaan lipstik jenis glossy.
5. Bibir dengan sudut ke bawah atau ke atas
Buat bingkai bibir dengan lip liner dan pada sudut bibir ditarik mengarah ke atas atau ke bawah, sehingga bentuk bibir menjadi normal, kemudian diisi penuh dengan lipstik. Warna lipstik disesuaikan dengan tebal atau tipisnya bibir.
6. Bibir yang asimetris
Gambar bentuk bibir mendekati bibir ideal, untuk sudut yang ke bawah digambar ke arah atas dan begitu pula sebaliknya, kemudian diisi penuh dengan lipstik.
F. Tata Rias Koreksi Bentuk Mata
Mata adalah jendela hati, karena melalui mata dapat tercermin suasana hati kita. Oleh karena itu mata perlu dirawat dan dirias agar keindahan dan kecemerlangannya tampil maksimal. Bentuk mata kenari atau mata kijang adalah bentuk mata ideal. Semua bentuk mata lainnya, dibuat supaya mendekati bentuk ideal, dengan menggunakan eye brow pencil,
eye liners atau sipat mata, eye shadow, maskara dan bulu mata palsu. Letak mata normal, jarak antara mata sebelah kiri dengan kanan, sama dengan satu ukuran panjang mata.

Agar diperoleh hasil tata rias koreksi bentuk mata yang maksimal, perlu dilakukan persiapan-persiapan yang mengacu pada prinsip kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat dilihat pada hal. 424. Cara mengoreksi bentuk mata dilakukan dengan penggunaan eye shadow pada kelopak mata bagian atas. Susunan penggunaan eye shadow seperti pada gambar berikut :

Beberapa bentuk mata wanita Indonesia yang perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki, agar tampilannya menyerupai bentuk mata ideal adalah :
1. Mata terlalu berdekatan
Cara mengoreksinya yaitu pangkal alis dicabut dan letaknya direnggangkan. Aplikasikan pemulas mata berwarna terang pada sudut dalam kelopak mata, dan baurkan perona mata warna gelap pada sudut luar kelopak mata. Bingkai mata tidak dibuat sampai ke sudut mata sebelah dalam. Aplikasikan maskara pada bulu mata bagian atas.
2. Mata terlalu berjauhan
Cara mengoreksinya yaitu dengan menarik garis di pangkal mata dengan arah ke hidung, kemudian aplikasikan perona mata berwarna gelap pada sudut dalam kelopak mata. Baurkan perona mata berwarna terang pada sudut luar kelopak mata dan buatlah bingkai mata dengan celak mata melebihi sudut mata sebelah dalam.
3. Mata sipit
Koreksi bentuk mata sipit dibesarkan dengan eye liner tipis hitam, untuk mempertegas lingkaran mata agar lebih indah. Aplikasikan bayangan putih di atas eye liner untuk memberi kesan adanya lipatan mata juga dapat dilakukan dengan teknik gradasi warna, yaitu dengan mengaplikasikan perona mata paling gelap pada bagian kelopak mata bawah dan semakin terang menuju ke puncak tulang mata. Selain itu dapat juga dilakukan dengan teknik double eye liner untuk memberi kesan dalam yakni bentuklah garis kelopak mata dengan sipat mata, bubuhkan eye shadow warna alami (coklat) pada garis kelopak mata sebelah atas dan baurkan. Pada kelopak mata bubuhkan eye shadow warna terang. Pada puncak tulang mata bubuhkan warna eye shadow setingkat lebih terang dari warna pada kelopak mata. Agar kesan mata lebih besar gunakan bulu mata palsu.
Contoh koreksi mata sipit dengan teknik gradasi warna :
Contoh koreksi mata sipit dengan teknik double eye liner :

4. Mata bulat
Koreksi bentuk mata bulat dengan cara : Aplikasikan shadow dari pangkal mata sampai ke ujung dibentuk oval. Kemudian bentuk mata diperpanjang sampai melewati ujung mata hingga membentuk mata ideal (kenari). Baurkan perona mata pada sudut mata sebelah luar dengan ditarik ke arah luar secara mendatar. Bubuhkan pemulas mata warna terang pada kelopak mata. Bingkai mata dibuat tipis dengan warna yang tidak terlalu gelap.

5. Mata dengan sudut ke bawah (Menurun)
Mata menurun memberikan kesan suram dan sedih, dan disebabkan oleh usia serta pembawaan sejak lahir. Untuk mengoreksinya dapat dilakukan dengan menutupi garis sudut mata yang menurun dengan menggunakan alas bedak/penyamar noda, warna setingkat lebih terang dari alas bedak/bedak. Pada saat membuat bingkai mata, sudut mata sebelah luar ditarik ke arah atas berlawanan dengan sudut mata yang menurun. Rapihkan bentuk alis dengan menggunting/mencabut bulu alis pada bagian sudut alis yang menurun, kemudian bentuk alis ke arah atas.
6. Mata cekung
Aplikasikan perona mata warna terang pada kelopak mata, di bawah pangkal alis sebelah dalam bubuhkan eye shadow berwarna panas atau warna terang/berkilat dan bubuhi eye liner berwarna muda. Berikan warna yang senada dengan warna kelopak mata pada puncak tulang mata. Bingkai mata dibuat tipis dengan warna yang tidak terlalu gelap.
7. Mata cembung
Aplikasikan shadow warna tua di bagian atas kelopak mata dan aplikasikan shadow warna muda di dekat alis. Hindari penggunaan perona mata warna terang/berkilat pada kelopak mata. Baurkan warna perona mata pada kelopak mata sebelah luar dengan arah ke luar dan mendatar agar bentuk mata tidak berkesan terlalu menonjol.
G. Tata Rias Koreksi Bentuk Alis
Dalam riasan mata, alis memegang peranan penting, karena baik bentuk maupun posisi alis sangat mempengaruhi ekspresi wajah, misalnya alis yang tebal dengan jarak terlalu dekat dapat memberikan kesan ketus dan alis yang ujungnya menurun memberikan kesan sedih. Jika alis mata secara alami sudah bagus bentuknya, cukup disikat agar rapi dan terpelihara keindahannya. Alis yang ideal yaitu :
Ø Batas pangkal alis : tarik garis tegak lurus mulai dari ujung mata bagian dalam ke arah pangkal alis.
Ø Puncak alis : perkirakan 1/3 dari bentuk mata, diukur dari sudut mata sebelah luar dan tarik garis tegak lurus ke arah alis. Kemudian tarik garis diagonal mulai dari cuping hidung ke arah alis.
Ø Panjang alis diperkirakan dengan menarik garis dari batas ujung bibir (garis A) dan dari batas hidung (garis B) melalui ekor mata, titik perpotongan kedua garis tersebut adalah batas panjang alis.

1. Cara pembuatan tata rias koreksi bentuk alis :
— Sikat bulu alis ke arah atas.
— Kemudian perhatikan bagian-bagian yang perlu dikoreksi seperti alis yang jaraknya berdekatan dengan mencabut bulu alis pada pangkal alis, atau alis yang jaraknya terlalu berjauhan dengancara digambar atau disempurnakan menggunakan pinsil alis pada pangkal alis.
— Bentuk dan pertegas alis dengan pinsil alis.
— Sapukan maskara ke arah atas pada bulu alis agar tampak alami.
Proses pembuatan tata rias koreksi bentuk alis dapat berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan, apabila terlebih dahulu dilakukan proses persiapan dengan merujuk pada ketentuan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja, yang dapat dilihat pada hal. 424 di muka.
a. Koreksi bentuk alis menurun
Bentuk alis menurun, wajah akan tampak sedih atau tua untuk mengoreksinya rambut-rambut alis yang menurun dicabuti, dan bentuk ujung alis yang sempurna dengan cara digambar
menggunakan pinsil alis.

b. Koreksi bentuk alis melengkung
Pada bentuk alis terlalu melengkung dapat dikoreksi dengan cara rambut-rambut alis di bagian ujung alis, dan di pangkal alis dicabut, kemudian bentuk alis yang lebih lurus dan digambar dengan menggunakan pinsil alis.
c. Koreksi bentuk alis lurus
Untuk mengoreksi bentuk alis lurus, rambut-rambut pada pangkal alis dan pada bagian perut alis (bagian bawah) alis dicabuti kemudian alis digambar agak melengkung.
d. Koreksi bentuk alis terlalu tebal atau lebat
Pada alis dibuat pola dulu, kemudian rambut-rambut yang terdapat di luar pola dicabuti sehingga tercapai bentuk alis yang ideal.
e. Koreksi bentuk alis terlalu berdekata
Pangkal alis yang terletak sangat berdekatan menimbulkan kesan seolah-olah orang tersebut berwatak judes, maka harus diperbaiki dengan cara mencabuti rambut-rambut di kedua
pangkal alis supaya jarak antara kedua pangkal alis tampak lebih renggang.
H. Tata Rias Koreksi Bentuk Hidung
Salah satu kelemahan pada wajah wanita Indonesia terletak pada tulang hidung yang kurang tinggi serta bagian cuping hidungnya cenderung melebar. Kekurangan pada bagian ini perlu mendapat perhatian ekstra bila ingin tampil cantik dan indah, karena bentuk hidung yang ideal memberi dimensi tersendiri pada wajah. Koreksi bentuk hidung merupakan bagian dari terapan dasar tata rias Efek gelap (shading) dan terang (highlight) akan membantu memperbaiki bagian ini. Efek tersebut dapat dimunculkan melalui dua tahap yaitu : Pembentukan dengan menggunakan foundation dan penyempurnaan dengan menggunakan bedak padat. Pemberian efek gelap atau terang pada hidung sebaiknya dibuat secara samar-samar.

1. Pembentukan
Tahap ini dilakukan sebagai bagian dari aplikasi dasar tata rias wajah dan diterapkan bersamaan dengan proses pembentukan wajah. Tujuannya adalah untuk membentuk hidung terlihat proporsional bagi wajah secara keseluruhan.
2. Teknik yang digunakan :
a. Shading, untuk memberi kesan dalam dan mengecilkan.
b. Highlight, tint untuk memberikan kesan meninggikan.
3. Cara mengoreksi bentuk hidung :
a. Sapukan foundation pada bagian-bagian yang ingin digelapkan atau diterangkan sesuai dengan tipe hidung yang akan diperbaiki.
b. Ratakan dengan menggunakan spons.
Kelemahan lain dari bentuk hidung yang mungkin ada pada bentuk hidung wanita Indonesia umumnya serta cara mengoreksinya yaitu :
a. Batang hidung terlalu tinggi (mancung)
Aplikasikan bagian tengah batang hidung dengan warna gelap (shading) dan bagian puncak hidung serta batang hidung dengan warna terang (highlight).

b. Hidung terlalu lebar
Pada bagian batang hidung aplikasikan warna yang terang (highlight) dan di kedua tepinya diberi warna gelap (shading).

c. Hidung yang panjang
Aplikasikan pada kedua sisi hidung warna yang agak gelap (shading) tetapi tidak perlu  sampai ke ujung hidung dan pada bagian batang hidung (tengah) diaplikasikan sedikit  warna terang (highlight).

d. Hidung yang terlalu pendek
Kedua belah sisi hidung diaplikasikan warna gelap (shading) dan pada bagian tengah batang hidung sampai ke ujung hidung diaplikasikan dasar bedak yang warnanya terang (countershading/tint/highlight).

e. Hidung yang mencuat keatas
Jarur tengah punggung hidung sampai ke ujung hidung diaplikasi kan bayangan gelap.

I. Tata Rias Koreksi Bentuk Dagu
1. Dagu yang terlalu mundur
Aplikasikan countershading atau tint pada seluruh dagu dan daerah dagu bagian bawah sampai ke bagian leher aplikasikan bayangan gelap (shade).

2. Dagu yang terlalu maju
Aplikasikan shading pada daerah dagu bagian depan yang menonjol.


Saran Pasca Rias Wajah
Kepuasan klien ditanyakan dan dicatat kemudian berikan saran untuk melakukan rias wajah selanjutnya, yaitu sebagai berikut :
1. Pemberian informasi tentang kegunaan, pemilihan warna dan teknik pengaplikasian kosmetik yang dapat dilakukan sendiri di rumah, seperti penga







Beri Penilaian

Rating : 4.5/5 (38 votes cast)


Peralatan pribadi