1. Teori - teori asam basa 11.2

Dari Crayonpedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

A. Teori Asam Basa Arrhenius dan pH Larutan Asam dan Basa

Banyak konsep atau teori yang telah diupayakan para ahli kimia untuk menjelaskan sifat asam dan basa. Di antara teori¬teori tersebut terdapat kelebihan dan kekurangan masing¬masing. Sejumlah ahli yang pernah membuat teori asam basa yaitu A.L. Lavoiser (Teori Oksigen), Sir H. Davy (Teori Hidrogen), J. Gay Lussac (Teori Penetralan), Arrhenius (Teori Sistem Ion Air), Bronsted-Lowry (Teori Sistem Donor/Akseptor Proton), Cady Esley (Teori Sistem Pelarut), Lux-Flood (Teori Sistem Donor/Akseptor Ion Oksida), Lewis (Teori Sistem Donor/Akseptor Pasangan Elektron), dan Usanovich (Teori Reaksi Kation-Anion.
Larutan asam biasanya terasa asam dan bersifat korosif ter¬hadap berbagai bahan, sedangkan larutan basa biasanya berasa sedikit pahit dan kaustik seperti sabun. Perhatikanlah Tabel 5.1

gambar:tabel 5.1.jpg



Pada Tabel 5.1, larutan asam dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah, larutan basa mengubah lakmus merah menjadi biru, dan larutan netral tidak dapat mengubah warna lakmus biru maupun merah. Untuk menentukan sifat asam atau basa suatu larutan ditetapkan suatu ukuran yang dikenal dengan istilah pH.


gambar:123.jpg

pH adalah bilangan yang menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan.


1. Teori Asam Basa Arrhenius

                Pengertian asam dan basa yang modern mula-mula dikemukakan oleh Svante Arrhenius pada tahun 1887. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang bila dilarutkan dalam air akan mengalami ionisasi dengan membentuk ion hidrogen ( H+) sebagai satu-satunya ion positif. Sementara itu, basa didefinisikan sebagai zat yang bila dilarutkan dalam air akan mengalami ionisasi dengan membentuk ion-ion hidroksida (OH-) sebagai satu-satunya ion negatif.
               Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa asam adalah senyawa yang mengandung ion hidrogen dengan satu atau lebih unsur lain dan basa merupakan senyawa yang mengandung ion hidroksida dengan satu atau lebih unsur lain.

a) Asam

      Berdasarkan banyaknya ion hidrogen yang dihasilkan maka larutan asam dapat dibagi menjadi asam monobasis dan asam polibasis
1) Asam monobasis (berbasa satu) adalah asam yang dalam larutan air akan menghasilkan satu ion hidrogen (H+).
Contohnya adalah:
HC1(aq)            ---------------------        H+(aq)         +               Cl (aq)
asam klorida                                ion hidrogen                ion klorida
CH30OOH(aq)   ----------------------      H+(aq)          +          CH30OO-(aq)
asam asetat                                 ion hidrogen                 ion asetat


2) Asam polibasis (berbasa banyak) adalah asam yang dalam larutan air menghasilkan lebih dari satu ion hidrogen (H+).
Contohnya adalah:
H2SO4(aq) ------------------------------       H+(aq)        +        HSO4 (aq)
asam sulfat                                   ion hidrogen           ion hidrogensulfat
HSO4(aq)  ------------------------------        H+(aq)        +        SO4(aq)
ion hidrogen                                     sulfat ion              hidrogen ion sulfat
Asam monobasis dan polibasis disebut juga asam monoprotik dan poliprotik. Dalam keadaan sebenarnya, ion hidrogen tidak dapat berdiri bebas. Dalam larutan air, ion hidrogen (H+) akan berikatan secara koordinasi dengan molekul air (H2O) menjadi ion hidronium (H3O+).
H+(aq)+ H2O(1)  ' H3O+(aq)
Dengan demikian, reaksi ionisasi dalam contoh tersebut di atas dituliskan sebagai berikut:
HC1(aq) + H2O(1)  --------------------------------    H30+(aq) + Cl-(aq)
CH3COOH(aq) + H2O(1) -----------------------    H30+(aq) + CH3COO-(aq)
H2SO4(aq) + 2H2O(1)  -------------------------    2H3O+(aq) + SO 24 (aq)


b) Basa

     Seperti halnya larutan asam, larutan basa juga dibagi menjadi basa monoasidik dan poliasidik. Pembagian ini menunjukkan sifat keasaman (hidroksitas) suatu basa.
1) Basa monoasidik yaitu basa yang dalam larutan air menghasilkan
NaOH(aq)  ----------------------------     Na+(aq)            +        OH (aq)
natrium hidroksida                     ion natrium                ion hidroksida

NH4OH(aq) ---------------------------    NH 4 (aq)          +        OH (aq)
amonium hidroksida                    ion amonium            ion hidroksida
2) Basa poliasidik yaitu basa yang dalam larutan air menghasilkan lebih dari satu ion hidroksida (OH-)
Contohnya adalah:
Ca(OH)2(aq) --------------------------- Ca2+(aq)           +       2OH (aq)
kalsium hidroksida                    ion kalsium              ion hidroksida
Berdasarkan sifat-sifat ion di atas, maka reaksi antara ion H+ dan OH- dapat membentuk H2O. Proses ini disebut dengan netralisasi.

'

2. pKW, pH, dan pOH

      Dalam mempelajari larutan air, asam, dan basa kita akan selalu berhadapan dengan hal-hal yang menyangkut konsentrasi ion hidrogen dan ion hidroksida. Dalam perhitungan reaksi kimia, konsentrasi ion-ion tcrsebut sering dijumpai dalam jumlah yang sangat kecil sehingga perlu dibuat suatu penyederhanaan untuk memudahkan memahaminya.


a. Tetapan Kesetimbangan Ion Air (Kw)

    Reaksi kesetimbangan ionisasi air dapat dituliskan sebagai berikut.
                             H2O(1)                            H+ + OH- atau
                     H2O(1) + H2O(1)                        H30- + OH
Berdasarkan reaksi di atas, apakah kamu setuju kalau air itu memiliki sifat asam sekaligus sifat basa?
Air hanya sedikit terionisasi menjadi ion H+ dan ion OH-. Hal ini dapat kita lihat dari rumusan tetapan kesetimbangan ionisasi air berikut ini.

gambar:k=.jpg              atau  gambar:k=12.jpg
Harga KW berbanding lurus dengan kenaikan suhu. Apabila suhu dinaikkan, maka harga KW juga akan naik. Pada suhu 25 0C diperoleh:

Dalam kesetimbangan, harga [H+] dan [OH-] adalah sama sehingga

Apabila persamaan KW = [H`] [OH-] dikali negatif logaritma akan diperoleh










Beri Penilaian

Rating : 4.0/5 (128 votes cast)


Peralatan pribadi